Anda di halaman 1dari 29

BAB II

PEMBAHASAN

A. KANDUNG – EMPEDU
Dalam jabatannya ia menempati kedudukan sebagai hakim, yaitu memberi
keputusan atas pertimbangan-pertimbangan dan pemikiran-pemikiran. Hati
mengadakan pertimbangan, pemikiran atas apa yang terjadi/dihadapi. Kandung
Empedu memberi keputusan, apa yang aka dilakukan. Inilah fungsi utamanya yaitu
sebagai fungsi dalam bidang mental. Dan ia pulalah yang menentukan keberanian
dari seseorang. Bilamana selalu ragu-ragu dan pengecut, Ci kandung Empedu
kurang atau lemah. Dengan melihat keberanian, bisalah ditafsirkan kekuatan Ci
Kandung Empedu.
Hubungan Kandung Empedu dengan Hati (luar-dalam), meyebabkan Kandung
Empedu mempengaruhi tendon yang memegang penaran dalam hubungan gerak
dan kekuatan otot.
Semua organ Fu berisi “cairan” yang keruh, kecuali Kandung Empedu jernih.
Karena itu ia termasuk pula dalam golongan organ istimewa (mengenai organ
istimewa akan dibicarakan khusus). Seperti halnya dengan organ istimewa, maka
Kandung Empedu ini mempunyai sifat menyimpan dan tidak mencurahkan seluruh
isinya. Kedua faktor inilah yang membedakan Kandung Empedu dengan organ Fu
yang lain.
Fenomena patologis penyakit Kandung Empedu:
Mudah lapar dan keempat alat gerak lemas tak bertenaga. Karena mudah lapar,
maka banyak makan, tetapi oto-otot alat gerak tidaklah bertenaga. Hal ini disebkan
karena “panas” dalam lambung ditularkan ke Kandung Empedu.
Rasa penuh dibawah iga (epigastrium) disertai rasa mulut pahit dan sering
menarik nafas dalam, gelisah, sedih-kuatir tak menentu, diikuti pula dengan
demam; gejala ini disebabkan Kandung Empedu dalam keadaan Se dan “panas”.
Dan bila mana Si dan Han (dingin) maka gejalanya: Insomnia, ketakutan, rasa
kuatir, ragu-ragu bertindak, dan merasa pahit dimulut.
Gejala dalam bidang mental: sering menarik nafas dalam, perasaan
mengambang, penuh kekuatiran, kecurigaan terhadap oang lain, merasa ada sesuatu

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 3


yang menyumbat dalam tenggorokan, sering membuang ludah; hal ini disebabkan
karena si Kandung Empedu.
Kelainan Ci dalam meridian menyebabkan: Mulut terasa pahit, sering menarik
nafas dalam, nyeri epigastrium (Ulu hati). Badan tidak bisa miring kesamping. Pada
penyakit yang berat terlihat pula warna muka jadi gelap, seluruh badannya “layu
dan kering”; Bagian lateral kaki terasa panas.
Pada kelainan meridian akibat kelainan organ dalamnya: sakit kepala, sakt
tenggorokan, nyri sudut mata, pembengkakan dibawah iga, banyak keringat dan
merasa dingin, mulai dari dada, iga, bokong, tungkai bawah bagian lateral, samapai
ke kaki bagian lateral (mengikuti jalannya meridian) fungsinya terganggu (baal,
nyeri dan lain-lain).

Meridian Sao Yang Kaki Kandung Empedu

Perjalanan meridian:

Dimulai dari kantus lateralis mata berjalan ke daerah depan telinga terus ke
bagian dalam batas rambut sebelah temporal, membelok ke belakang telinga lalu ke
bagian depan kepala, kemudian kembali lagi ke bagian belakang kepala dan
meneruskan perjalanannya ke pundak. Dari pundak terus ke punggung bertemu
dengan Meridian Tu di titik Ta Cui (XIV, 14), lalu ke lateral bertemu dengan
Meridian Kandung Kemih dan Meridian Usus Kecil, kemudian bersilang dengan
Meridian San Ciao dan masuk ke dalam fosa supraklaviculer.

Cabang meridian: sebuah cabang keluar dari titik I Fung dan masuk ke dalam
telingan dan keluar melewati titik Ting Kung tiba di kantus lateralis mata. Cabang
lain mulai dari kantus lateralis mata menuju ke titik Ta Ying (III, 5) dari Meridian
Lambung lalau membelok naik terus ke titik Cia Ce (III, 6) bertemu kembali dengan
Meridian Lambung, kemudian meneruskan perjalanannya sepanjang leher dan tiba
dalam fosa supraklavikuler dan bersatu dengan meridian semula.

Setelah persatuan, meridian meneruskan perjalanannya menembus badan,


masuk ke dalam rongga dada, menembus diafragma lalu ber-Luo dengan hati dan
kemudian menuju ke Kandung Empedu. Menyusuri bagian dalam iga-iga terus ke

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 4


bawah dan keluar pada titik Ci Cung (III, 30), melewati daerah pubis melintang dan
sampai pada trokanter mayor femoris.

Cabang meridian yang superfisial berjalan dari fosa supraklaficuler turun ke


bawah di depan lipat ketiak, berjalan pada sisi lateral dada terus melewati
hipokondrium menuju persendian paha, kemudian berjalan ke bawah menyusuri
bagian lateral paha tiba di sendi lutut bagian lateral, lalu meneruskan perjalanannya
pada bagian depan fibula, terus ke depan maleolus eksternus, dan terus ke punggung
kaki dan berakhir pada ujung jari kaki IV.

Sebuah cabang lainnya lagi di mulai pada titil Cu Lin Ci (XI, 41) berjalan
melewati metatarsal I, II berjalan menuju ke ibu jari kaki.

Titik – titiknya ada 44 buah:

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 5


1. TUNG CE LIAO
a. Letak: Pada canthus lateralis mata 0,5 Cun lateral obita.
b. Cara penjaruman: Tusuk miring ke lateral 0,2 – 0,3 Cun Ki moksa.
c. Indkasi: Nyeri kepala dan mata rabun, nyeri tenggorokan, glucoma.
d. Keistimewaan: Titik pertemuan meridian Shao Yang kaki dan tangan
dengan meridian Tay Yang tangan.
2. TING HUI
a. Letak: 0,5 Cun di depan incisura intertragicat telinga, di bawah titik Ting
Gong (SI-19).
b. Cara penjaruman: Tegak lurus sedalam 0,5 – 0,9 Cun bisa moksa.
c. Fungsi: Mengusir angin, menghilangkan obtruksi dari telinga,
meningkatkan fungsi pendengaran.
d. Indkasi: Ketulian, tinnitus, radang telinga tengah dan sakit gigi, tulang
sendi rahang lepas, facial paralyse.
3. SANG KUAN (KE CU REN)
a. Letak: Pada sebuah lekukan di depan telinga di atas arcus zygomaticus.
b. Cara penjaruman: Tegak lurus sedalam 0,5 Cun bisa moksa.
c. Fungsi: Menghilangkan nyeri, melancarkan Qi meridian.
d. Indkasi: Nyeri kepala, ketulian, tinnitus, nyeri gigi dan paralisis nervus
facialis.
e. Keistimewaan: Titik pertemuan meridian Shao Yang kaki dan tangan
meridian Yang Ming kaki.
4. HAN YEN
a. Letak: Dalam batas rambut bagian temporal, pada titik sambung atas ¼
bawah ¾ antara Tou Wei (ST-8) dengan Qu Bin (GB-7).
b. Cara penjaruman: Menyudut kebelakang 0,3 – 0,8 Cun bisa moksa.
c. Indkasi: Nyeri kepala, tinnitus dan gangguan mata, vertigo, migren, sakit
gigi, epilepsy, rhinitis.
d. Keistimewaan: Titik pertemuan meridian Shao Yang kaki dan tangan
dengan meridian Yang Ming kaki.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 6


5. SIEN LU
a. Letak : Di tengah-tengah jarak antara Tou Wei dan Qu Bin.
b. Cara penjaruman : Paralel sedalam 0,3 – 08 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : Nyeri kepala bagian lateral, nyeri di daerah canthus, nyeri mata,
sakit gigi sampai pipi, migren, rhinitis.
d. Keistimewaan : Titik pertemuan meridian Shao Yang kaki dan tangan
dengan meridian Yang Ming kaki.
6. SIEN LI
a. Letak : Ditengah-tengah antara antara jarak Xuanlu dan Qubin.
b. Cara penjaruman : Paralel sedalam 0,3 – 0,8 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : Nyeri kepala bagian tengah dan nyeri di daerah canthus,
pembengkakan pipi, migren, nyeri mata, epilepsi.
d. Keistimewaan : Titik pertemuan meridian Shao Yang kaki dan tangan
dengan meridian Yang Ming kaki.
7. CU PIN
a. Letak : Anteroposterior dari telinga pada batas rambut, 1 Cun dari titik
Jiao Sun (TE-20).
b. Cara penjaruman : Paralel sedalam 0,3 – 0,8 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : Nyeri di daerah temporal, pembengkakan dipipi dan sendi
rahang, trismus, sakit gigi, penyakit mata, migren.
d. Keistimewaan : Titik pertemuan antara meridian Shao Yang dengan
meridian Tay Yang kaki.
8. SUCI KU
a. Letak : 1,5 Cun superior proyeksi puncak telinga pada kepala bagian
temporal.
b. Cara penjaruman : Paralel sedalam 0,3 – 0,5 Cun.
c. Fungsi : Mengusir angin dan menghilangkan obtruksi, meningkatkan
kesadaran, menghilangkan panas, meredakan nyeri.
d. Indkasi : Nyeri pada sisi lateral, penyakit mata, muntah karena banyak
minum.
e. Keistimewaan : Titik pertemuan meridian Shao Yang kaki dengan
meridian usus kecil.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 7


9. TIEN CUNG
a. Letak: Setinggi GB-8 dan di belakang titik itu 0,5 Cun.
b. Cara penjaruman: Paralel sedalam 0,5 Cun Ki moksa.
c. Fungsi: Mengobati gangguan2 meridian di kepala.
d. Indkasi: Nyeri kepala, pembengkakan gusi dan gangguan mintal, epilepsi.
e. Keistimewaan: Titik pertemuan meridian Shao Yang kaki dengan
meridian Tay Yang kaki.
10. FEU PAI
a. Letak : posterosuperior proc.mastoideus, 1 Cun inferior titik gb-9.
b. Cara penjaruman : paralel sedalam 0,5 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : nyeri kepala, tinnitus, ketulian, punggung pundak nyeri,
penyakit gondok, demam.
d. Keistimewaan : titik pertemuan meridian shao yang kaki dengan meridian
tay yang kaki.
11. CIAO YIN
a. Letak : 1 Cun di bawah titi gb-10, pada akar proc.mastoideus.
b. Cara penjaruman : paralel sedalam 0,5 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : nyeri kepala daerh vertex, nyeri telinga, ketulian dan tinnitus,
batuk sengkal, trismus, cardialgia.
d. Keistimewaan : titik pertemuan meridian shao yang kaki dengan meridian
tay yang kaki.
12. WAN KU
a. Letak : setinggi fung fu (gv-16), 1 Cun dari titik gb-11 dalam sebuah
lekukan dibawah proc.mastoideus.
b. Cara penjaruman : menyudut sedalam 0,3 – 0,5 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : nyeri kepala, kekakuan dan nyeri leher, pembengkakan pipi,
nyeri gigi dan paralisa nervus facialis, tenggorokan sakit, sindromwei / bi.
d. Keistimewaan : titik pertemuan meridian shao yang kaki dengan meridian
yang kaki.
13. PEN SSEN
a. Letak : 0,5 Cun dari batas rambut depan, 3 Cun lateral titik shen ting
(gv24).

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 8


b. Cara penjaruman : paralel sedalam 0,3 – 0,5 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : nyeri kepala, vertigo dan epilepsy, nyeri dan kaku kududk,
stroke, facial paralyse.
d. Keistimewaan : pertemuan meridian shao yang kaki dan meridian yang
wei.
14. Yang pai
a. Letak : dikening, 1 Cun di atas pertengahan alis mata.
b. Cara penjaruman : miring keatas 0,3 – 0,5 Cun bisa moksa.
c. Fungsi : mengusir angin, mencemerlangkan mata, meredakan nyeri dan
menghilangkan spasme.
d. Indkasi : nyeri kepala frontal, vertigo, hiperlakrimasi, nyeri daerah
canthus pada buta malam dan glaucoma, tic kelopak mata.
e. Keistimewaan : titik pertemuan meridian shao yang kaki dengan meridian
yang wei.
15. Teu lin ci
a. Letak : 0,5 Cun diatas batas rambut depan, ditengh-tengah antara tou wei
(st-8) dan meridian du, shen ting (gv-24).
b. Cara penjaruman : miring ke atas 0,3 – 0,5 Cun bisa moksa.
c. Fungsi : mengusir angin, meningkatkan kesadaran.
d. Indkasi : nyeri kepala, vertigo dan conjunctivitis, nyeri mata,
hyperlakrimasi, obstruksi hidung, ketulian, epilepsy, coma.
e. Keistimewaan : titik pertemuan meridian shao yang kaki dan meridian
yang wei.
16. Mu cuang
a. Letak : 1,5 Cun di belakang gb-15.
b. Cara penjaruman : miring sedalam 0,3 – 0,5 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : nyeri kepala, vertigo, conjunctivitis, penglihatan menurun, mata
nyeri, demam, obstruksi hidung, muka bengkak, sakit gigi, epilepsi,
stroke.
d. Keistimewaan : titik pertemuan meridian shao yin kaki dengan meridian
yang wei.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 9


MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 10
17. CEN YING
a. Letak : 1,5 Cun dibelakang gb-16.
b. Cara penjaruman : miring sedalam 0,3 – 0,5 Cun bisa moksa.
c. Indikasi : nyeri kepala, vertigo, mual muntah, sakit gigi, bibir spasme
menarik.
d. Keistimewaan : titik pertemuan meridian shao yang kaki dengan meridian
yang wei.
18. CEN LING
a. Letak : 1,5 Cun dibelakang gb-17, setinggi bai hui (gv-20).
b. Cara penjaruman : miring sedalam 0,3 – 0,5 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : nyeri kepala, cacar air, epistaxis, obstruksi hidung, pilek, vertigo,
batuk sesak, sakit mata, demam.
d. Keistimewaan : titik pertemuan meridian shao yang kaki dengan meridian
yang wei.
19. NAO KUNG
a. Letak : setinggi nao hu (gv-17), 1,5 Cun di gb-20.
b. Cara penjaruman : miring sedalam 0,3 – 0,5 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : nyeri kepala, vertigo, dispnoe, palpitasi, tinnitus dan kekakuan
leher, flu, sesak napas, epilepsy.
d. Keistimewaan : titik pertemuan meridian shao yang kaki dengan meridian
yang wei.
20. FUNG CE
a. Letak : setinggi feng fu (gv-16), 1 Cun dari batas rambut belakang dalam
sebua lekukan.
b. Cara penjaruman : menyudut sedalam 0,5 – 0,9 Cun bisa moksa.
c. Fungsi : menghilangkan obstruksi dari meridian, meningkatkan aktivitas
kolateral, mengatur qi dan xue mengusir pathogen angin, panas,
mencemerlangkan mata, mengembalikan kesadaran, meningkatkan
fungsi pendengaran.
d. Indkasi : nyeri kepala, vertigo, nyeri dan kaku leher, conjunctivitis,
catarak, nasalis, nyeri punggung, hipertensi, tinnitus, insomnia, stroke
dan influenza.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 11


e. Keistimewaan : titik pertemuan shao yang tangan dan kaki dengan
meridian yang wei.
21. CIEN CING
a. Letak : ditengah-tengah antara acromio-claviculae dan vertebra c vii (gv-
14).
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : kaku leher, nyeri punggung, kekakuan lengan dan stroke,
anggota gerak dingan dan kejang, qi tersumbat, pendarahan, keguguran,
nyeri tenggorokan.
d. Keistimewaan: titik pertemuan meridian shao yang tangan dan kaki
dengan meridian yang ming kaki dan meridian yang wei.
22. YEN YI
a. Letak : 3 Cun di bawah lipat ketiak, depan pada garis pertengahan ketiak,
setinggi sela iga 4.
b. Cara penjaruman : menyudut sedalam 0,3 Cun ki moksa.
c. Indkasi : nyeri dada dan pembengkakan sub axilla, demam dan batuk.
23. CE CIN
a. Letak : 1 Cun dibawah dan depan titik gb-22 pada sela iga 4.
b. Cara penjaruman : menyudut sedalam 0,3 – 0,5 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : kekuan dada dan dispnoe, sesak napas, muntah2, sendawa.
d. Keistimewaan : titik pertemuan meridian shao yang kaki dengan
meridian tay yang kaki.
24. RE YE
a. Letak : antara tulang rawan rusuk iga ke 7 & ke 8, tegak lurus dibawah
puting susu.
b. Cara penjaruman : menyudut sedalam 0,3 – 0,5 Cun bisa moksa.
c. Fungsi : memelihara hati, menenangkan kandung empedu, meredakan
rasa berat di dada, mengatur sirkulasi qi indkasi : nyeri iga, emisi,
eructasio, jaundice, hiccup, vomitus, cegukan, perut kembung.
d. Keistimewaan : titik pertemuan meridian shao yang kaki dengan meridian
kandung kemih dan merdian yang wei.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 12


25. CING MEN
a. Letak : pada lateral perut, dibawah ujung iga ke 12.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 – 1 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : nyeri dan gangguan dada, nyeri pergelangan, perut kembung,
sakit pinggang, muka bengkak air seni kurang.
d. Keistimewaan : titik mu ginjal.
26. Tay mai
a. Letak : setinggi umbillicus tegak lurus dibawah iga 11.
b. Cara penjaruman : tegak lurus 0,6 – 1 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : leocorrhoea, irregularitas mensturasi, nyeri pada hernia, nyeri
iga, nyeri pinggang, prolapsus uteri, radang selaput dalam uteri, radang
leher uteri.
27. U SU
a. Letak : pada lateral perut, anterior dari superior spina illiaca, 3 Cun
dibawah level umbillicus.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 – 1 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : hernia, nyeri pinggang dan punggung, nyeri perut, konstipasi,
prolapsus uteri, haid tidak teratur.
28. WEI TAO
a. Letak : anterior inferior dari anterior superior spina illiaca 0,5 Cun
dibawah gb-27.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 – 0,8 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : nyeri pinggang dan nyeri extremitas inferior, hernia, discharge
vagina berlebihan dan nyeri perut bawah, vomitus.
29. CI LIAO
a. Letak : ditengah-tengah jarak antara spina illiaca anterior superior dan
trochanter mayor femuri, 3 Cun dari titik gb-28.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 2 – 3 Cun bisa moksa.
c. Fungsi : mengusir angin pathogen meningkatkan sirkulasi qi,
mengaktifkan kolateral.
d. Indkasi : nyeri pinggang dan gangguan/paralisis sendi paha dan
extremitas inferior, dysentri, hernia.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 13


30. HUAN TIAO
a. Letak : 1/3 lateral garis penghubung titik tertinggi trochanter mayor
femuri dengan hiatus sacrum.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 1,5 – 2,5 Cun bisa moksa.
c. Fungsi : menghilangkan obstruksi meridian, meningkatkan sirkulasi qi di
dalam kolateral, mengusir pathogen angin dan dingin, menguatkan
pinggang bagian bawah.
d. Indkasi : sciatica, paralisa extermitas inferior disertai nyeri dan gangguan
sendi paha, nyeri pinggang, stroke, oedema, beri-beri.
31. FUNG SE
a. Letak : pada garis penghubung spina illiaca anterior superior dengan
kepala fibula(lutut), 7 Cun diatas lipat lutut dalam keadaan tidur atau
berdiri, kedua lengan dirapatkan maka ujung jari tengah menunjukkan
titik ini.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 – 1,5 Cun bisa moksa.
c. Fungsi : mengusir pathogen angin, menghilangkan obstruksi dari
kolateral.
d. Indkasi : paralisa dan nyeri extremitas inferior, lower, back pain dan
neurodermatitis paha lateralis, stroke, gatal-gatal seluruh tubuh.
32. CUNG TU
a. Letak : 2 Cun di bawah titik gb-31 dan 5 Cun di atas sudut lipat lutut.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 – 0,6 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : paralisa dan nyeri apda extremitas inferior, beri-beri, stroke.
33. YANG KUAN
a. Letak : 3 Cun diatas kepala fibula, dalam lekukan diatas condilys lateral
femus.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 Cun ki moksa.
c. Indkasi : nyeri dan gangguan lutut dan paralisis tungkai bawah, beri-beri.
34. YANG LING CUEN
a. Letak : dalam sebuah lekukan anterior dan di bawah kepala fibula 2 Cun
di bawah lutut.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 – 1,5 Cun.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 14


c. Fungsi : memelihara hati, meningkatkan fungsi kandung empedu,
mengusir pathogen, panas dan lembab, memperkuat punggung bagian
bawah, meningkatkan fungsi kontruksi kandung empedu.
d. Indkasi : nyeri iga, gangguan kandung empedu, paralisa extremitas
inferior dengan nyeri, gangguan lutut.
35. YANG CIAO
a. Letak : 7 Cun di atas malleolus externus, pada atas anterior fibula.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 – 0,8 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : perasaan penuh dan nyeri dada, nyeri lutut dan paralisa kaki,
beriberi, muka bengkak, tenggorokan sakit.
36. WAI CIU
a. Letak : setinggi gb-35 pada batas posterior fibula.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 – 0,8 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : nyeri leher dan nyeri dada, demam, beri-beri, kaki nyeri,
epilepsi.
37. KUANG MING
a. Letak : 5 Cun atas malleolus externus, pada sisi anterior fibula.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 – 0,8 Cun bisa moksa.
c. Fungsi : menghilangkan obtruksi meridian, menignkatkan qi di dalam
kolateral menyehatkan organ hati dan menjernihkan penglihatan.
indkasi : nyeri lutut, paralisa extremitas inferior, penyakit mata, buta
mala, demam.
38. YANG PU
a. Letak : 4 Cun diatas malleolus externus, agak kedepan pada posisi anterior
fibula.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 – 0,7 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : nyeri kepala bagian lateral, nyeri daerah canthal, nyeri axilair,
nyeri dada dan nyeri pada bagian lateral extremitas inferior, nyeri seluruh
sendi tubuh, otos spasme.
39. SIEN CUNG (CIE KU)
a. Letak : 3 Cun di atas malleolus externus, pada sisi anterior fibula.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,4– 0,5 Cun.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 15


c. Fungsi : titik luo bisa meridian 3 yang kaki.
d. Indkasi : paralisis extremitas inferior, kaku leher, perasaan penuh pada
dada, dada dan perut, nyeri iga, pinggang dan kaki, perut kembung, pilek,
hidung tersumbat, mimisan, beri-beri.
e. Keistimewaan : titik dominan sumsum tulang.
40. CIU SI
a. Letak : dalam lekukan sisi lateral tendon m.digitorum longus di anterior
inferior maleolus externus.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,3 – 0,5 Cun bisa moksa.
c. Fungsi : menghilangkan nyeri, melancarkan qi meridian, menghilangkan
obtruksi meridian.
d. Indkasi : nyeri dan kaku leher, pembesaran axilair, nyeri iga, hernia, nyeri
pergelangan, paralisa extremitas inferior, demam, beri-beri.
41. CU LIN CI
a. Letak : dalam sebuah lekukan pada pertemuan tulang-tulang metatarsal
ke 4 dan ke 5, pada sisi lateral tendon m.extensor digiti minimi kaki.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,3 – 0,5 Cun bisa moksa.
c. Fungsi : menghilangkan nyeri, dan shao yang kaki membersihkan api.
d. Indkasi : nyeri canthus lateral, vertigo, nyeri iga, pembengkakan dan nyeri
kaki, malaria, nyeri kepala bagian atas, demam, mensturasi tidak teratur.
42. TI U HUI
a. Letak : 0,5 Cun di depan titik gb-41, antara tulang-tulang metatarsal ke 4
dan ke 5, pada sisi medial tendon extensor digiti minimi kaki.
b. Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,3 – 0,4 Cun ki moksa.
c. Indkasi : infeksi mata, pembengkakan axilla, peradangan kaki, penyakit
telinga, lumbago, muntah darah (haemoptisis).
43. SIE SI
a. Letak : 0,5 Cun diatas selaput dari jari kaki ke 4 dan ke 5.
b. Cara penjaruman : menyudut sedalam 0,2 – 0,3 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : nyeri canthus lateral, vertigo, tinnitus, ketulian, pembengkakan
pipi, nyeri iga dan demam, batuk darah.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 16


44. CIAO YIN
a. Letak : pada lateral ujung jari kaki ke 4. 0,1 Cun belakang sudut kuku.
b. Cara penjaruman : menyudut sedalam 0,1 – 0,2 Cun bisa moksa.
c. Indkasi : nyeri kepala bagian lateral, nyeri mata, nyeri iga, banyak mimpi
dan demam, vertigo, lidah kaku, tangan kaki terasa panas, telapak kaki
atas bengkak, nyeri dan tak bisa diangkat.

B. LAMBUNG
Fungsi fisiologis Lambung
Merupakan lautan dari makanan-minuman; merupakan penampungan
makanan-minuman yang masuk kedalam badan; merupakan sumber tenaga dari
fungsi pengolahan Fu; melewati pengolahan lambung dibentuk Cing untuk seluruh
organ, Cang dan Fu, sehingga Cang dapat mengembangkan fungsinya, jadi
lambung merupakan sumber tenaga dari cang. Disamping Cing makan Ying, Sie,
Cin-yi dan W\ei semuanya dibentuk dalam lambung, yang mengikuti prosedur
masing-masing kemudian membentuk diri.
Fisiologis Usus Besar
Mengadakan transfortasi ampas makanan dan pembuangan ampas itu. Jadi
fungsinya adalah dalam hal buang air besar. Juga berperan dalam hal buang air
kecil. Usus besar dengan paru-paru menjalin hubungan luar-dalam.

Fenomena patologis Usus Besar


Konstipasi. Karena adanya faktor panas datetapi penyebab didalam usus
besar. Sehingga terjadi pembaruan dari ampas makanan. Wasir adalah
kelanjutannya.
Rasa yang menusuk dalam perut (disebut sebagai nyeri usus), usus berbunyi
disertai rasa mulas dan diare; biasanya karena faktor “dingin”. Tetapi bisa ula
karena faktor “panas”. Dibedakan, pada faktor dingin kotoran itu terampur dengan
sisa makanan yang tidak tercerna dengan tidak baik.
Akibat hubungannya dengan paru-parusebagai luar-dalam maka iapun
mempunyai gejala batuk dan sesak nafas. Batuk dan sesak yang disebabkan karena
Si dari usus besar diikuti dengan gejala tenggorokan bagaikan tersumbat sesuatu

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 17


dan gejala Si lainnya. Pada Se diikuti pula dengan perut kembung, muka merah,
panas yang merupakan darinpenyakit Se “panas”. Dalam kedua hal ini, batuk dan
sesak, sekalipun dengan gejala penyakit paru-paru didalam usus besar.
Kelainan Ci meridian usus besar. Sakit gigi, mulut kering, hidung tersumbat
akibat rinitis, epistaksis, penyakit tenggorokan (tonsilitis, angina, dan lain-lain),
pundak, bahu, lengan, tangan pada daerah berjalan Meridian usus besar merasa
kaku, tak bisa bergerak leluasa.

Meridian Yang Ming Kaki Lambung

1. CEN CI
a. Di tepi orbita bagian bawah, pada sebuah garis lurus yang melewati
sentrum dari pupil.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 18


b. Keratitis
Kongjungtivitis
Hemeralopian, myopia
Atrofi N, optikus
Mata kedutan
Banyak keluar air mata
c. Tegak lurus, mata dipejamkan, sedalam 0,3 – 0,7 Cun
Harus dipakai jarum halus No. 32 atau 30
Setelah ditusuk, jangan diputar lagi. Penderita merasakan seolah-olah
matanya bengkak
Kontra indikasi untuk moksa.
d. Merupakan Titik Pertemuan antara Meridian Lambung dengan Meridian
Yang Ciao dan Meridian Ren.
2. SE PAI
a. Pada lekukan dari foramen infraorbitalis, I Cun di bawah pupil.
b. Mata merah, bengkak, gatal, meradang, dan nyeri
Parals fasialis
Tik fasialis
c. Tegak lurus sedalam 0,2 – 0,3 Cun. Digunakan jarum yang halus karena
mudah berdarah
Kontra indikasi untuk moksa
3. CI LIAO
a. 0,3 Cun lateral dari Ying Siang (II, 20), tepat di bawah Se Pai (III, 2).
b. Idem dengan Ying Sian, rhinitis, sinusitis, paralisis fasialis, sakit gigi.
c. Tegak lurus 0.3 – 0.4 Cun
Silinder 3’ – 5’
d. Merupakan titik pertemuan antara meridian lambung dengan meridian
Yang Ciao.
4. TI CANG
a. Setinggi dan horisontal dengan sudut mulut, 0,4 Cun ke lateral.
b. Paralisis fasialis, umumnya selalu dipakai terutama bila terdapat mulut
miring sangat berfaedah

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 19


Trigeminal neuralgia
‘Ngiler’ pada anak-anak.
c. Ditusuk dengan menjurus kearah angulus mandibular sedalam 0,3 – 0,7
Cun. Pada paralisis fasialis yang hebat dapat dilakukan penusukan dengan
jarum panjang sehingga titik yang berada di angulus mandibular ditembus
(titik Cia Ce).
Konus 3-7 buah silinder 3’-7’.
d. Merupakan titik pertemuan antara Meridian Lambung dengan Meridian
Usus Besar dan Meridian Yang Ciao.
5. TAYING
a. Pada tengah-tengah rahang bawah, pada sebuah lekukan bila mulut ditiup
mengembang.
b. Trismus
Parotitis
Paralisis fasialis, dengan mulut miring
Sakit gigi
c. Ditusuk miring kedepan atau kebelakang sedalam 0,3 Cun.
Konus 3 – 5 buah silinder 3’ – 5’.
6. CIA CE
a. Anterior dan superior dari angulus mandibula bila mengigit dengan keras,
maka timbullah sebuah benjolan otot.
b. Paralisis fasialis
Parotitis
Trismus pada histeri
Sakit gigi.
c. Miring 0,3 – 0,5 Cun kea rah Ti Cang.
Silinder 5’.
7. SIA KUAN
a. Dalam sebuah lekukan dibawah arkus zigomatikus, didepan kondilus
mandibular.
b. Paralis fasialis.
Trigeminal neuralgia.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 20


Otitis media.
Trismus.
Sakit gigi.
c. Tegak lurus sedalam 0,3 – 0,5 Cun.
Konus 3buah silinder 3’- 5’.
8. TEU WEI
a. Pada sudut garis rambut, sisi temporal dari kening o,5 Cun dari garis batas
rambut.
b. Sakit dikening.
Nyeri mata.
Banyak keluar air mata.
Migren sebagai titik pembantu.
c. Tusuk transversal sepanjang kulit kea rah belakang sedalam 0,5 – 1 Cun.
Kontra indikasi moksa.
d. Merupakan Titik Pertemuan dengan Meridian kandung Empedu.
9. REN YING
a. Selebar dua jari (1,5 Cun) dibelakang adam’s apple. Dibelakangnya kita
dapat merasakan denyutan arteri pada tepi anterior M.
sternokleidomastoideus.
b. Peradangan tenggorakan akut dan gondok kronis.
c. Tegak lurus sedalam 0,1 – 0,3 Cun. Jangan melebihi 0,5 Cun.
Kontra indikasi untuk moksa
d. Merupakan titik pertemuan antara Meridian Lambung dengan Meridian
Kandung Empedu.
10. SUI TU
a. Pada tepi anterior M, sternokleidomastoideus, lateral dari tulang rawan os
hyoid, pertengahan antara Ren Ying dan Ci Se.
b. Idem dengan No. 9
c. Tegak lurus sedalam 0.3 – 0.5 Cun
Konus 3 buah; silinder 3’ – 5’

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 21


11. CI SE
a. Di bawah Ren Ying, di tepi atas os klavikula bagian sternal, dan diantara
kedua insersi M. Sternokleidomastoideus.
b. Sama dengan No. 9 dan 10
c. Tegak lurus sedalam 0.3 - 0.4 Cun
Konus 3 – 5 buah; silinder 3’ – 5’
12. CIE PEN
a. Pada sebuah lekukan di tengah-tengah fosa supraklavikularis pada garis
yang melewati putting susu.
b. Batuk dan sesak, nyeri dan bengkak tenggorokan, nyeri pada fosa
supraklavikularis.
c. Tegak lurus sedalam 0.3 - 0.5 Cun. Jangan lebih dalam dapat menyebabkan
dipsnea.
Konus 3 – 5 buah; silinder 5’ – 10’
13. CI FU
a. Di bawah pertengahan klavikula pada garis putting susu, di atas tepi
superior iga 1.4 Cun lateral dari Sien Ci.
b. Penyakit dada atau traktus respiratorius:
1) Dada terasa penuh
2) Batuk dan dipsnea
3) Anak-anak dengan pneumonia
4) Digunakan sebuah fire bottle (Kop)
c. Miring 0.3 Cun dengan ujung jarum ke lateral
Konus 3 – 5 buah; silinder 5’ – 10’
14. KU FANG
a. Pada sela iga 1.4 Cun lateral dari Hua Kai
b. Dan C idem dengan No. 13
15. UI
a. Sepanjan garis lateral II pada sela iga II, 4 Cun lateral Ce Kung
b. Idem No. 13 ditambah: mastitis
c. Idem No. 13

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 22


16. YING CUANG
a. Sela iga III, 4 Cun lateral dari I Tang
b. Nyeri saraf sela iga, asma bronchial, mastitis akut, bronchitis
c. Idem
17. RU CUNG
a. Sela iga IV pada pusat putting susu
b. Idem
c. Kontraindikasi untuk ditusuk dan moksa
18. RU KEN
a. Sela iga V dibawah putting susu
b. Batuk, sakit dada, dipsnea, mastitis akut, air susu ibu berkurang dan
berhasil baik sekali bilamana digabung dengan titik-titik lainnya. Setelah
15’ – 30’ sekresi susu bertambah. Hanya untuk keadaan hipogalaksia.
c. Miring 0.3 Cun
Silinder 5’ – 10’
19. PU YUNG
a. Pada tepi bawah tulang rawan iga VII melekat. Dan Cun lateral dari Ci Cie,
6 Cun diatas umbikulus.
b. Nyeri lambung, muntah-muntah, ulu hati terasa penuh, dan anoreksia
c. 0.5 – 0.7 Cun
Konus 5 buah; silinder 5’ – 10’
20. CEN MAN
a. 2 Cun lateral dari Sang Wan
b. Sama dengan No. 19
c. 0.5 – 1 Cun
Idem No. 19
21. LIANG MEN
a. 2 Cun lateral dari Cung Wen, 4 Cun diatas umbikulus
b. Gastritis akut dan kronis, nyeri lambung, neuralgia dar lambung, muntah-
muntah, muntah karena nervositas, tukak lambung, pamkreatitis akut.
c. Tegak lurus 0.7 – 1 Cun
Konus 5 – 10 buah; silinder 5’ – 10’

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 23


22. KUAN MEN
a. 2 Cun lateral dari Cien Li, 3 Cun diatas umbikulus
b. Umumnya dipakai pada nyeri epigastrium, rasa penuh dan pembesaran
perut atas, kadang-kadang pada asites, titik tambahan (matchingpoint) pada
obstruksi intestinal.
c. Tegak lurus 0.7 – 1 Cun
Konus 5 buah; silinder 5’ – 10’
23. TAY I
a. 2 Cun lateral dari Sian Wa, 2 Cun diatas umbikulus
b. Nyeri lambung, indigestion, mania karena panas tinggi, konstipasi karena
panas tinggi.
c. Tegak lurus 0.7 – 1.0 Cun
Konus 5 buah; silinder 5’ – 10’
24. HUA RU MEN
a. 2 Cun lateral dari Sui Fen, 1 Cun diatas umbikulus
b. Nyeri lambung, muntah-muntah, gangguan mental karena panas tinggi
c. Idem No. 23
25. TIEN CI
a. 2 Cun lateral dari umbilikus
b. Biasanya dipakai pada :
Enteritis akut dan kronis
Disentri obstruksi intestinal
Berhasil pada obstruksi intestinal parsial atau simple, juga pada ileus
paralitik pasca operasi
Endometriosis
Haid tak teratur dan sedikit
Konstipasi apedisitis akut
c. Tegak lurus sedalam 0,7 -1 Cun
Konus 7-15 ; silinder 5’ – 20’ .
Untuk enteritis berhasil dengan moksa
d. Merupakan titik Mu Usus besar

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 24


26. WAI LING
a. 1 Cun dibawah umbilikus, 2 Cun lateral titik. Yin ciao ( XIII, 7 )
b. Hernia
Apendisitis akut.
c. Tegak lurus sedalam 0,7 – 1,2 Cun
Konus 5 – 10 buah ; silinder 5’ – 10’.
27. TA CI
a. 2 CUN lateral dari titik se men (XIII, 5) , 2 Cun dibawah umbilikus.
b. Hernia
Rasa penuh dan pembesaran abdomen bagian bawah
Apendisitis akut, merasa nyeri dititik ini
Emisi seminalis, ejakulasi prekoks hanya sebagai titik tambahan.
c. Idem no 26.
28. SUI TAO
a. 2 Cun lateral dari titik kuan yen ( XIII,4 ) , 3 Cun dibawah umbilikus
b. Retensi urine, juga yang pasca operasi hernia,
c. Tegak lurus sedalam 0,7 – 1,2 Cun
Konus 5-10 buah; silinder 5’ – 10’
29. KUI LAI
a. 2 Cun lateral dari titik Cung ci (XIII, 3), 4 Cun dibawai. Umbilikus
b. Sering digunakan pada titik 2
Orkitis
Endometritis
Leukorea
Disminore
Prolapsus uteri
c. Idem.
30. CI CUNG
a. Pada bagian atas dari lipat paha, medial dari A femoral, setinggi ci ku (
XIII,2) .
b. Hernia
Haid tak teratur

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 25


Nyeri dan bengkak pada genetalia eksterna.
c. Tegak lurus sedalam 0,5 Cun . jangan lebih dalam
Konus tidak sesuai; silinder 5’ – 10
31. PI KUAN
a. Dibawah spina iliaka anterior pada suatu lekukan antara n. Sartoruis dan
tendon fasialata. Tepat dibawah spina iliaka anterior superior , setinggi
tepi bawah simpisis pubis
b. Nyeri nerpi femoralis, sebagai titik tambahan. Sciatica
Antritis sendi detempat
Pegal dan gangguan pergerakan tungkai.
c. Tegak lurus sedalam 1- 1,5 Cun
Konus 3 buah; silinder 3’ – 5’
32. FU – TU
a. 6 Cun diastas tepi superior dari patela, pada sebuah garis yang ditarik dari
simpisis pubis kepatela. Telapak tangan menutup patela, ujung jari tengah
menunjuk, disitu Letak FU – Tu .
b. Sakit pinggang
Sakit sendi femoral
Beri beri
Pegal dan kaku dari paha, termasuk sendi femoral dan lutut
c. Tegak lurus sedalam 1 – 1,5 cn
Konus 3,5 buah ; silinder 5’ – 10’.
33. YIN SE
a. 3 Cun diatas patella pada sebuah lekukan superior dan lateral patella
b. Kaku dan pegal pada paha dan lutut, juga nyeri. Pergerakan terganggu
pada apopleksia dan paralisis infantilis. Berhasil lebih nyata daripada Fu
Tu.
c. Tegak lurus sedalam 0.7 – 1 Cun
Konus 3 – 5 buah; silinder 3’ – 7’
34. LIANG CIU
a. 2 Cun diatas patella, terLetak pada tepi lateral pada suatu lekukan.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 26


b. Gastritis akut, mastitis, muntah karena nervositas, nyeri dan bengkak sendi
lutut.
c. Tegak lurus sedalam 0.7 – 1 Cun
Konus 3 – 7 buah; silinder 3’ – 7’
d. Merupakan titik Si
35. TU PI
a. Dibawah patella, lateral dari lig. Patella, teraba ada lubang, lutut fleksi.
b. Atritis genu, gangguan pergerakan tungkai bawah.
c. Miring ke arah medial
Silinder 3’ – 7’
36. CU SAN LI
a. 3 Cun di bawah Tu Pi, satu jari lateral dari krista tibia. Ada 3 cara untuk
menentukan titik ini di dalam klinik:
1) Telapak tangan menutup patella, maka diujung jari tengah terLetak San
Li
2) Tekan Tu Pi dengan ibu jari, telunjuk lurus menyentuh San Li.
3) Empat jari di bawah Tu Pi, 1 jari lateral dari krista tibia.
b. Penyakit traktus digestivus:
1) Nyeri lambung
2) Tukak lambung
3) Perut membesar
4) Indigestion
5) Borborigmi
6) Diare dan konstipasi
7) Disentri dan muntah karena berbagai sebab
c. Tegak lurus sedalam 0.5 – 1.3 Cun
Konus 5 - 7 buah; silinder 7’ – 15’
d. Titik ini mempunyai khasiat menguatkan badan. Pada jaman dahulu orang
menggunakan moksibusi untuk memperkuat aktifitas lambung. Tetapi
tidak digunakan pada anak kecil, hanya untuk penderita dibawah 30 tahun.
Pada titik ini banyak dijalankan percobaan-percobaan penyelidikan
diberbagai rumah sakit, dan didapat kesimpulan bahwa rangsang dari titik

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 27


ini melewati saraf simpatis naik sepanjang arah saraf spinal ke korteks
serebri dan merangsang sistem vegetative.
e. Merupakan titik He
37. SANG LIEN (SANG CI SI)
a. 6 Cun di bawah Tu Pi, 1 jari lateral dari krista tibia.
b. Kolik abdominalis
Disentri
Borborigmi
Perut bengkak dan diare
Beri-beri
Tungkai bawah lumpuh karena apopleksia
Apendisitis akut
Sepanjang titik ini – di atas dan di bawah teraba tempat-tempat yang nyeri
c. Tegak lurus sedalam 0.5 – 1.3 Cun
Konus 5 – 10 buah; silinder 5’ – 10’
d. Merupakan titik He bawah usus besar.
38. TIAO KEU
a. Pada bagian anterior lateral dari tungkai bawah, di tengah-tengah antara Tu
Pi dengan Cie Si
b. Sakit dan pegal pada tungkai bawah
c. Tegak lurus sedalam 0.5 - 0.9 Cun
Konus 3 – 5 buah; silinder 3’ – 5’
39. SIA LIEN (SIA CI SI)
a. 1 Cun di bawah Tiao Keu 9 Cun di bawah Tu Pi
b. Nyeri perut di daerah hipogastrium berikut hernia
Sakit pinggang menjalar ke testis, obstruksi usus kecil
Sakit, pegal dan gangguan pergeraka dari rungkai bawah.
c. Idem
d. Merupakan Titik He bawah
40. FUNG LUNG
a. Mula-mula ditentukan titik Tiao Keu lalu lateral satu jari maka itulah Fung
Lung

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 28


b. Dispne
Sakit kepala
Banyak dahak seperti dalam hal asma bronkial
Pusing dan hipertensi
Mania dan pergerakan tungkai terganggu
Erisipelas dari tungkai bawah
c. Tegak lurus 0,5- 1,3 Cun
d. Konus 5-10 buah ; silinder 5’- 10’
e. Merupakan Titik Luo
41. CIE SI
a. Pada lipat kaki antara tendon ekstensor halusis lngus dan ekstensor digit,
longus. Mula-mula diraba jari kedua, jari naik ke atas sampai di lipatan,
pada tengah-tengah lipatan itu terasa/teraba kedua tendon tersebut.
b. Sakit kepala dan pusing
Edema dari muka dan kepala
Pembengkakan perut dan konstipasi
Diare akut atau kronis
Pegal dan gangguan pergerakan tungkai
Salah urat dalam pergelangan kaki
c. Tegak lurus sedalam 05-07 Cun
Konus 3-5 buah; silinder 3’-5’
d. Merupakan Titik Cing
42. CUNG YANG
a. Di dorsum pedis, antara tulang-tulang metakarpal II dan III dan os
kueiformis. Lebih kurang selebar dua jari dari Cie Si.
b. Paralisis Fasialis
Muntah-muntah
Distensi abdomen dan anoreksia
Dorsum pedis nyeri dan bengkak
Tungkai lemas seperti pada paralisis infantilis
c. Tegak lurus sedalam 0,3 Cun, hindarkan arteri-arteri dan jangan menusuk
dalam-dalam

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 29


Silinder 3’-5’. Tidak ada kauterisasi yang berlangsung
d. Merupakan titik Yen.
43. SIEN KU
a. Di depan persatuan tulang-tulang metakarpal II & III
b. Edema muka dan edema badan
Borbofigmi nyeri perut
Nyeri punggung kaki
c. Tegak lurus sedalam 0,3-0,5 Cun
Konus 3-5 buah; silinder 3’-5’
d. Merupakan Titik Su
44. NEI TING
a. Pada kulit di antara jari kaki II dan III
b. Sakit gigi (yang disebabkan karena fire of the stomach atau beat in the
stomach)
Tonsilitis
Paralisis fasialis
Epistaksis abdomen
Distensi abdomen
Bengkak dorsum pedis atau pegal
c. sama dengan no.43 (Sien Ku)
d. merupakan Titik Yung
45. LI TUI
a. Pada jari kaki kedua, lebihkurang 0,1 Cun lateral dari pangkal kuku.
b. Eksema
Urtikaria
Nyeri pada bagian medial tungkai atas
c. Tegak lurus sedalam 0,3 -0,5 Cun. Jangan menusuk terlalu dalam, karena
ada vena besar.
Konus 3 buah silinder 3’-5’
d. Merupakan titik Su dan titik Yen.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 30


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Meridian adalah jalur lalu lintas energi dalam tubuh. Dan sebagaimana lalu
lintas, pada meridian ada jalur/jalan, ada hambatan, ada persimpangan, ada titik
awal, ada titik akhir dan sebagainya. Jika jalan energi pada meridian lancar, maka
akan tercipta keharmonisan dalam tubuh, dan tubuh kita mampu melawan penyakit,
sebaliknya jika terjadi hambatan pada meridian maka akan muncul gangguan
kesehatan. Yang membedakan meridian dengan jaringan lain dalam tubuh adalah
jaringan darah dan syaraf dapat terlihat oleh mata, sedangkan jaringan meridian
tidak terlihat walaupun nyata. Meridian terbagi menjadi 12 bagian, dan adapun
fungsi meridian antara lain:
1. Penghubung bagian tubuh sebelah atas dan tubuh sebelah bawah
2. Penghubung bagian tubuh sebelah kanan dan tubuh sebelah kiri
3. Penghubung organ-organ dalam dengan permukaan tubuh
4. Penghubung organ-organ dalam dan alat gerak
5. Penghubung organ-organ dalam dengan organ-organ dalam lainnya
6. Penghubung organ dalam dengan jaringan penunjang tubuh
7. Penghubung jaringan penunjang tubuh dengan jaringan penunjang tubuh
lainnya.
Hubungan ini terbentuk menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang
beraksi bersamaan terhadap rangsangan yang berperan dalam pertahanan tubuh.
Akan tetapi, jika ada penyakit masuk ke dalam meridian, maka meridian bisa
menjadi jalur penyakit untuk menyebar dalam tubuh, karena itu kita harus
merangsang titik-titik pada meridian untuk mengusir penyakit.

B. Saran
Dengan adanya makalah ini diharapkan kita sebagai seorang calon perawat
mampu melakukan perawatan akupuntur dengan baik dan dilakukan secara
sistematis pada klien dengan berbagai gangguan kesehatan. Selain itu menjaga
kesehatan perlu dilakukan oleh semua umat manusia agar terbebas dai berbagai
macam masalah kesehatan.

MERIDIAN SAO YANG DAN MERIDIAN YANG MING 31