Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah


Dari Latar Belakang diatas, dapat kita lihat beberapa permasalahan yang
akan diangkat, yaitu:
1. Apa

1.3 Tujuan Penulisan

Dari Rumusan masalah diatas, dapat kita ketahui tujuan dari penulisan
makalah ini, adalah:

1. Untuk Mengetahui

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Riset dalam Bisnis

2.2 Berpikir Seperti Periset

2.3 Proses Riset: Selayang Pandang


A. Riset dan Metode Ilmiah

Para penulis biasanya memperlakukan tugas riset sebagai suatu


proses berurutan yang melibatkan beberapa langkah yang didefinisikan
secara jelas. Tak seorang pun mengklaim bahwa riset memerlukan
penyelesaian pada setiap langkah sebelum melanjutkan ke langkah
berikutnya. Beberapa langkah dimulai di luar urutan yang ada, sebagian
dilaksanakan secara serentak, dan sebagian mungkin dihilangkan. Dalam
pandangan kami mengenai proses riset, pertanyaan manajemen, pemilihan
pertanyaan, eksplorasi, dan penyempurnaanya adalah aktivitas kritis di
dalam urutan tersebut.

B. Hierarki Pertanyaan Riset Management

2
Dalam Hierarki Pertanyaan Riset Management, Prosesnya dimulai
pada tingkat yang paling umum dengan Dilema Management. Ini biasanya
merupakan gejala dari masalah yang sebenarnya, misalnya:

 Naiknya biaya.
 Penemuan senyawa kimia mahal yang akan meningkatkan kemaujuan
obat.
 Semakin banyaknya penyewa yang pindah keluar dari suatu komplek
apartemen.
 Menurunnya penjualan
 Naiknya tingkat perputaran karyawan di sebuah restoran
 Jumlah cacat produk yang lebih besar selama pembuatan mobil
 Meningkatnya jumlah keluhan lewat surat dan telepon mengenai pasca
pembelian.

Mengidentifikasikan dilema manajemen tidaklah sulit, namun


memilih satu dilema untuk dijadikan fokus mungkin sulit. Pilihan yang
salah akan mengarahkan sumber daya yang berharga pada jalan yang
mungkin tidak memberikan informasi untuk pengambilan keputusan yang
penting (tujuan dan riset yang baik).

a. Pertanyaan Manajemen
Manajer harus melangkah dari dilema manajemen ke
pertanyaan manajemen untuk melanjutkan proses riset. Pertanyaan
manajemen menyatakan kembali dilema dalam bentuk pertanyaan :
 Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi tingkat perputaran
karyawan?

3
 Apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan lamanya masa
tinggal penyewa dan mengurangi tingkat kepindahan?
 Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi biaya

b. Kategori Pertanyaan Manajemen


Jumlah pertanyaan manajemen terlalu banyak untuk didaftar,
tetapi kita dapat menggolongkannya:
 Pilihan tujuan atau sasaran.
 Pembuatan dan evaluasi,
 Pelacakan masalah atau situasi kontrol.

c. Eksplorasi
Proses eksplorasi mungkin muncul di dalam proses riset di
beberapa lokasi. Eksplorasi biasanya dimulai dengan pencarian data
publikasi. Selain itu, periset sering mencari orang-orang yang
mempunyai informasi lengkap mengenai topiknya, khususnya mereka
yang telah jelas menyatakan posisi mengenai aspek kontroversial dari
masalahnya.
Eksplorasi tak berstruktur memungkinkan periset
mengembangkan dan merevisi pertanyaan manajemen dan menentukan
apa yang diperlukan untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang
diajukan.

d. Pertanyaan Riset
Begitu periset mempunyai pernyataan yang jelas mengenai
pertanyaan manajemen, ia danmanajer harus menerjemahkannya ke
dalam pertanyaan riset. Pertimbangan pertanyaan riset agar berupa
pertanyaan pengumpul informasi yang berorientasi pada fakta.
Pertanyaan riset adalah hipotesis pilihan yang paling baik menyatakan
sasaran studi riset. Jumlahnya mungkin lebih dari satu pertanyaan atau
hanya satu. Proses riset yang menjawab pertanyaanyang lebih spesifik

4
ini melengkapi manajer dengan informasi yang diperlukan untuk proses
pengambilan keputusan.

e. Menyempurnakan Pertanyaan Riset


Istilah menyempurnakan mungkin terdengar aneh untuk riset,
tetapi ini menciptakan suatucitra yang mulai dikenali oleh sebagian
besar periset. Penyempurnaan pertanyaan persisnyaadalah apa yang
harus dikerjakan praktisi ahli sesudah eksplorasi selesai. Pada saat
ini,sebuah gambaran yang lebih jelas mengenai pertanyaan manajemen
dan riset mulai muncul.
Pertanyaan riset tidak perlu berbeda materinya, tetapi akan
berkembang secara bertahap.Tidak ada alasan untuk berkecil hati.
Pertanyaan riset yang disempurnakan akan mempunyai fokus yang
lebih baik dan akan menggerakkan riset ke depan dengan lebih jelas
ketimbangpertanyaan yang telah diformulasikan sebelumnya.

f. Pertanyaan Investigasi
Pertanyaan investigasi adalah pertanyaan yang harus dijawab
oleh periset agar tiba padakes impulan yang memuaskan mengenai
pertanyaan riset. Untuk merumuskan pertanyaaninvestigasi, periset
menggunakan pertanyaan riset umum dan memecahnya menjadi
pertanyaan-pertanyaan yang lebih spesifik untuk mempermudah
pengumpulan data. Proses pemecahan ini dapat berlanjut melalui
beberapa tingkat yang semakin spesifik. Pertanyaan investigasi harus
disertakan di dalam proposal riset, karena pertanyaan ini
menuntunpengembangan desain riset. Pertanyaan ini adalah dasar
untuk menciptakan instrumen pengumpulan data riset. Pertanyaan
pengukuran adalah pertanyaan yang benar-benar kitaajukan kepada
responden. Pertanyaan ini harus muncul dalam kuisioner. Dalam
studiobservasi, pertanyaan pengukuran adalah pertanyaan yang harus
dicatat oleh periset observasi mengenai tiap subyek yang dipelajari.

5
C. Masalah Proses Riset

Walaupun riset diharapkan didasarkan sepenuhnya pada prioritas


keputusan manajemen,studi dapat menyimpang dari target atau kurang
efektif ketimbang yang seharusnya.

a. Sindrom Teknik Favorit


Beberapa periset terikat pada metode. Mereka menyusun
kembali pertanyaan manajemen supaya sejalan dengan metodologi
favorit mereka. Yang lain mungkin lebih suka menekankan studi kasus,
sementara yang lain lagi tidak mau mempertimbangkan kedua
pendekatan tersebut. Tidak semua periset nyaman dengan sistem
dengan desain eksperimen. Keengganan masa lalu dan sebagian besar
ilmuwan sosial untuk menggunakan desain eksperimen dipercaya telah
menghambat perkembangan riset ilmiah di dalam bidang itu.
Ketersediaan teknik adalah faktor penting dalam menentukan
bagaimana riset akan dilaksanakan atau apakah studi tertentu dapat
dilaksanakan. Orang yang mengetahui banyak tentang dan ahli dalam
beberapa teknik, tetapi tidak dalam teknik lain tertentu sring
dibutakanoleh kecakapan khusus mereka.

b. Penambangan Basis data Perusahaan


Penggalian basis data informasi manajemen memang populer,
dan semua jenis organisasi semakin menghargai kemampuan untuk
memperoleh informasi yang bermakna. Walaupun penggalian data
seperti ini sering menjadi titik awal dalam riset berbasis keputusan,
jarang aktivitas seperti ini menjawab semua pertanyaan manajemen
yang terkait dengan dilema manajemen tertentu.

c. Pertanyaan yang Tidak Dapat Diriset

6
Tidak Semua pertanyaan manajemen dapat diriset, dan tidak
semua pertanyaan dapat dijawab. Agar dapat diriset, pertanyaan
tersebut haruslah berupa pertanyaan yang dapat dijawab dengan adanya
observasi dan pengumpulan data lain. Banyak pertanyaan tidak dapat
dijawab hanya berdasarkan informasi saja.

d. Masalah Manajemen yang Didefinisikan dengan Buruk


Seorang penulis menunjukkan bahwa pertanyaan riset yang
didefinisikan dengan buruk paling tidak rentan terhadap serangan dari
metode riset kuantitatif karena masalah seperti ini mempunyai terlalu
banyak segi yang paling terkait untuk ditangani secara akurat
olehpengukuran. Periset pemula harus menghindari masalah yang
didefinisikan dengan buruk. Bahkan periset berpengalaman lebih suka
melakukan studi eksplorasi yang menyeluruh sebelum maju dengan
pendekatan yang paling mutakhir.

e. Riset dengan Motivasi Politik


Penting untuk diingat bahwa motivasi seorang manajer untuk
melakukan riset tidak selalu jelas. Manajer dapat saja menyatakn
kebutuhannya akan informasi spesifik untuk mendasarisuatu
keputusan. Ini adalah skenario ideal untuk riset yang bermutu. Namun,
acap kali sebuahstudi riset tidak benar-benar diperlukan, tetapi tetap
saja memperoleh persetujuan untuk dilakukan, hanya karena
kehadirannya mendukung ide kesayangan manajer tertentu.

D. Mendesain Studi
Desain riset adalah cetak biru untuk memenuhi sasaran dan
menjawab pertanyaan. Pemiihansuatu desain menjadi rumit dengan sangat
bervariasinya metode, teknik, prosedur, protokol,dan rencana pengambilan
sampel. Periset kreatif sebenarnya memperoleh manfaat daikumpulan
pilihan yang membingungkan ini. Banyaknya kombinasi yang ditimbulkan

7
olehmelimpahnya peralatan dapat digunakan untuk membangun perspektif
atas alternatif yang ada untuk masalah yang sama. Dengan menciptakan
suatu desain menggunakan metode yang berbeda, periset dapat memperoleh
wawasan yang lebih besar ketimbang apabila mengikuti metode yang paling
sering dijumpai didalam literatur atau ditawarkan oleh bias disipliner.

E. Desain Pengambilan Sampel


Periset harus menentukan siapa dan berapa banyak orang yang akan
diwawancarai, apa dan berapa banyak kejadian yang akan diobservasi, atau
apa dan berapa banyak catatan yang akandiperiksa. Sampel adalah bagian
dari populasi target, yang dipilih secara cermat untuk mewakili populasi itu.
Ketika periset menjalankan studi pengambilan sampel, mereka
tertarik untuk mengistimasi satu atau lebih nilai populasi dan menguji satu
atau lebih hipotesis statistik. Kemudian proses pengambilan sampel harus
memberikan setiap orang di dalam target populasi suatu kesempatan
terseleksi dalam sampel apabila pengambilan sampel probabilitas
digunakan. Jika tidak ada alternatif yang layak, sebuah pendekatan
nonprobabilitas mungkin digunakan.

F. Alokasi Sumber Daya dan Anggaran


Pengumpulan data memang memerlukan sumber daya yang besar,
tetapi terkadang kurangdari anggaran yang diperkirakan oleh klien,
karyawan harus dibayar, pelatihan dan perjalanan harus disediakan, dan
pengeluaranlain yang ditimbulkan harus dibayar, tetapi fase proyek iniacap
kali menghabiskan tidak lebih dari sepertiga keseluruhan anggaran riset.
Jadi, panduannya adalah bahwa:
(1) perencanaan proyek,
(2) pengumpulan data, dan
(3) analisis,penafsiran, dan pelaporan masing-masing menghabiskan
jumlah yang kira-kira sama dalam anggaran.

8
Seorang penulis mengidentifikasikan tiga jenis anggaran di dalam
organisasi dimana riset dibeli dan pengendalian biaya sangat penting:
 Anggaran praktis melibatkan penetuan persentase yang tetap dari
sejumlah kriteria
 Anggaran departemen atau area fungsional mengalokasikan sebgian
dari total pengeluaran di dalam unit tersebut untuk aktivitas riset.
 Anggaran tugas memilih proyek riset spesifik untuk didukung
berdasarkan tujuan khusus.

G. Menilai Informasi Riset


Ada banyak pengaruh antara penetapan anggaran dan penghitungan
manfaat dalam setiap keputusan manajemen guna menjalankan riset.
Sebuah studi riset yang tepat harus membantu manajer menghindari
kerugian dan meningkatkan penjualan atau laba, kalau tidak, maka riset
akan menjadi sia-sia. Walaupun periset dapat memberikan estimasi biaya
dan informasi yang baik, manajer masih harus menilai apakah manfaatnya
melebihi biayanya.

a. Metode Evaluasi
i. Evaluasi Ex Post Facto
Apabila ada pengukuran apa pun mengenai manfaat riset, ini
biasanya merupakan kejadian sesudah fakta. Twedt melaporkan satu
contoh kejadian ini, yaitu sebuah evaluasi riset pemasaran yang
dilakukan di sebuah perusahaan besar. Ia menyatakn “estimasi
obyektif dari kontribusi tiap proyek pada kemampulabaan
perusahaan” Ia melaporkan bahwa kebanyakan studi dimaksudkan
untuk membantu manajemen menentukan mana yang lebih disukai
dari dua (atau lebih) alternatif.

ii. Evaluasi Sebelum atau Interim

9
Sebuah proposal untuk menjalankan audit operasi
manajemen yang menyeluruh di sebuahperusahaan mungkin layak,
tetapi biayanya atau manfaatnya tidak mudah diperkirakan diawal.
Proyek ini cukup unik sehingga pengalaman manajerial jarang
memberikan banyak bantuan dalam mengevaluasi proposalnya.
Namun, bahkan dalam situasi seperti ini, manajerdapat memberikan
beberapa pendapat yang bermanfaat. Mereka mungkin menentukan
bahwaaudit manajemen diperlukan karena perusahaan ada dalam
situasi yang sangat sulit dan manajemen tidak mengerti cakupan
permasalahan.

b. Analisis Opsi
Sejumlah kemajuan sudah dibuat dalam pengembangan
penilaian manfaat riset ketika manajemen mempunyai suatu pilihan di
antara opsi-opsi yang didefinisikan dengan baik. Apabila desain riset
dapat dinyatakan dengan jelas, seseorang dapat mengestimasi
perkiraanbiaya. Tugas kritisnya adalah menghitung manfaat dari riset.
Estimasi terbaik yang dapatdibuat atas manfaat masih merupakan
estimasi kasar dan terutama mencerminkan cara yangteratur untuk
mengestimasi hasil dari di dalam kondisi yang tidak menentu.

c. Teori Keputusan
Ketika terdapat alternatif pilihan, maka cara rasional untuk
mengambil keputusan adalahdengan menilai hasil dari tiap alternatif
yang ada.
Dua kemungkinan tindakan (A1 dan A2) mungkin diawali dua
cara yang berbeda untuk mengorganisasikan sebuah perusahaaan,
menyediakan pendanaan, menghasilkan produk, dan seterusny.
Manajer memilih tindakan yang dapat memberikan hasil terbaik pilihan
tindakan yang memenuhi atau melampui kriteria apa pun yang
ditetapkan untuk penilaian alternatif. Tiap kriteria merupakan

10
kombinasi dari aturan keputusan dan variabel keputusan. Variabel
keputusan dapat berupa “penghematan langsung dalam nilai uang”
“kontribusi pada biaya overhead dan laba,” “waktu yang diperlukan
untuk menyelesaikan proyek,” dan seterusnya. Biasanya variabel
keputusan dinyatakan dalam ukuran mata uang, menggambarkan
penjualan, biaya, beberapa bentuk laba atau kontribusi, atau ukuran lain
yang dapat dihitung. Aturan keputusan mungkin berupa “pilih arah
tindakan dengan kemungkinan kerugian terendah” atau barangkali
“pilih alternatif yang memberikan laba bersih tahunan terbesar.

H. Proposal Riset
Suatu proposal tertulis sering diperlukan ketika suatu studi
diusulkan. Ini memastikan bahwa para pihak bersepakat mengenai tujuan
proyek dan metode investigasi yang diusulkan. Waktu dan anggaran sering
kali dinyatakan dengan jelas, seperti halnya pada tanggung jawab
dankewajiban lain. Bergantung pada kebutuhan dan keinginan manajer,
rincian latar belakangyang penting dan elaborasi teknik yang diusulkan
dapat disertakan.

Isi Proposal
Setiap proposal, terlepas dari jumlah halamannya, harus mencakup
dua bagian dasar :
 Pernyataan pertanyaan riset
 Deskripsi ringkas metodologi riset

Dalam proposal jenis memo ringkas, pertanyaan riset dapat dipadukan


ke dalam sebuah paragraf yang juga menjelaskan dilema manajemen,
pertanyaan manajemen, dan kategori pertanyaan investigasi. Acap kali
proposal riset jauh lebih rinci dan menggambarkan alat pengukuran spesifik
yang akan digunakan, waktu dan anggaran biaya, rencana pengambilan
sampel, dan banyak rincian lain.

11
I. Pengujian Percobaan
Uji coba dijalankan untuk mendeteksi kelemahan dalam
instrumentasi dan desain serta untuk memberikan perwakilan data untuk
pemilihan sampel probabilitas. Karenanya, suatu uji cobaharus menarik
subjek dari populasi target dan mensimulasi prosedur serta protokol
yangsudah ditetapkan untuk pengumpulan data. Jika studi tersebut
merupakan survei yang harus dijalankan lewat pos, maka kuisioner
percobaan harus diposkan. Jika desainnya memerlukan observasi oleh
periset tersamar, maka perilaku ini harus dijalankan. Besarnya
kelompok percobaan mungkin berkisar 25 sampai 100 subjek, tergantung
pada metode yang akan diuji, tetapi sponden tidak perlu dipilih secara
statistik. Ada banyak variasi pada pengujian percobaan. Beberapa di
antaranya sengaja dibatasi pada aktivitas pengumpulan data. Satubentuk,
praujian, mungkin mengandalkan kolega, responden pengganti, atau
responden yang sebenarnya untuk menyempurnakan instrumen pengukuran.

J. Pengumpulan Data
Pengumpulan data mungkin berkisar dari observasi sederhana di
satu lokasi hingga survei megah dari perusahaan multinasional di tempat-
tempat di berbagai belahan dunia. Metodeyang dipilih terutama akan
menentukan bagaimana data dikumpulkan. Kuisioner, tes standar, formulir
observasi, catatan laboratorium, dan catatan kalibirasi instrumen adalah
beberapa dari alat yang digunakan untuk merekam data mentah. Namun,
apakah yang dimaksud dengan data ? seorang penulis mendefinisikan data
sebagai fakta yang disajikan kepada periset dari lingkungan studi. Pertama,
data dapat dicirikan lebih lanjut dengan keabstrakannya, kemampuan
untuk diversifikasi, kesulitan untuk dimengerti dan kedekatan dengan
fenomena. Sebgai abstraksi, data lebih merupakan sebuah metafora
ketimbang kenyataan.

12
K. Analisis dan Penafsiran
Manajer memerlukan informasi, bukan data mentah. Periset
menghasilkan informasi denganmenganalisis data sesudah dikumpulkan.
Analisis data biasanya melibatkan pengurangan datayang terkumpulkan
hingga jumlah yang dapat ditangani, penyusunan rangkuman, pencarian
pola, dan penerapan teknik statistik. Respon berskala pada kuisioner dan
instrumen eksperimen acap kali mengharuskan analisis untuk
mengembangkan berbagai fungsi, dan juga mengsplorasi hubungan di
antara variabel-variabel. Lebih jauh periset harus menafsirkan temuan-
temuan ini dipandang dari pertanyaan riset klien atau menentukan apakah
hasilnya konsisten dengan hipotesis dan teori mereka.

L. Pelaporan Hasil
Akhirnya, periset perlu menyiapkan laporan dan menyerahkan
temuan serta rekomendasi kepada manajer untuk tujuan pengambilan
keputusan yang dimaksud. Periset menyesuaikan gaya dan susunan
laporannya menurut audiens sasaran, kejadian, dan tujuan riset. Hasil riset
yang diterapkan dapat dikomunikasikan lewat telokonferensi, surat,
laporan tertulis,persentasi liasan atau kombinasi sebagian atau seluruh
metode ini. Pengambilan keputusan manajemen kadang-kadang menaruh
laporan riset itu ke dalam rak tanpa mengambil tindakan apapun.
Komunikasi hasil yang bermutu rendah alasan utama terjadinya hal itu.
Dengan mengingat adanya kemungkinan ini, seorang spesialis riset harus
berusaha untuk:
 Mencapai adanya adaptasi informasi, yang penuh wawasan, dengan
kebutuhan klien.
 Memilih kata-kata dengan cermat sewaktu menyusun penafsiran,
kesimpulan, dan rekomendasi.

Sedikitnya laporan riset harus mengandung berikut ini:

13
 Ringkasan eksekutif yang terdiri atas sinopsis makalah, temuan, dan
rekomendasi.
 Ikhtisar riset: latar belakang masalah, ringkasan literatur, metode dan
prosedur, serta kesimpulan.
 Bagian tentang rekomendasi strategi implementasi.
 Lampiran teknis dengan semua materi yang diperlakukan guna
mereplikasi proyek.

14
BAB III
KESIMPULAN
Dengan Demikian, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa

15
DAFTAR PUSTAKA
Cooper, Domald R., Pamela S. Schindler. 20xx. Metode Riset Bisnis, Volume 1,
Edisi x. X: X

16