Anda di halaman 1dari 2

Term of Reference (TOR)

Mining Discussion
Tema: Indonesian Mining Today and Future
(17 November 2011, Gedung D Kampus A Universitas Trisakti)
Materi: Peningkatan nilai tambah sektor pertambangan menuju industri berbasis
sumberdaya yang berkelanjutan
Oleh: Dr. Rozik B Soetjipto

Ahli Metalurgi Indonesia

I. Latar Belakang

Undang-Undang 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara mengamanahkan bahwasanya


dalam tempo 5 tahun setelah Undang-Undang tersebut di undangkan artinya pada tahun 2014, seluruh
perusahaan pertambangan tidak diperbolehkan lagi untuk mengekspor bahan mentah atau “raw
material”, artinya dalam masa tenggang waktu 5 tahun tersebut pemerintah dan perusahaan
pertambangan memikirkan bagaimana implementasi dari Undang-undang Minerba tersebut yang
nantinya di harapkan akan mengembalikan pendapatan Negara yang selama ini hilang di akibatkan
karena tidak adanya nilai tambah akan rata-rata jenis bahan tambang di Indonesia.

Namun, banyak kalangan mewacanakan akan ketidak siapan Indonesia dalam menerapkan
amanah UU tersebut baik dari sector infrastruktur, waktu yang terlalu singkat, investor yang kurang
melirik investasi di bidang pengolahan, dan lain sebagainya. Akan tetapi, pemerintah sangatlah optimis
dalam menerapkan asas nilai tambah terhadap bahan tambang tersebut yang di mulai secara keseluruhan
pada tahun 2014. Di samping itu, sangatlah besar peranan “addit value’ ini baik dari sector kenaikan
pendapatan Negara maupun multiplier effect yang nantinya membawa kepada tujuan suci dari pasal 33
UUD 1945.

II. Pengantar Materi


Kewajiban melakukan pengolahan dalam negeri sebenarnya tidak lebih untuk mengembalikan
potensi keuntungan Negara yang hilang. Di tempat lain menjadikan peran sector pertambangan ini
semakin besar bagi kesejahteraan rakyat. Kewajiban ini juga menandakan perubahan pandangan kita
pada sumber daya mineral dan batubara Indonesia. Saat ini penerimaan dari proses pengolahan
hendaknya menjadi focus utama karena sudah banyak buktinya kalau bahan tambang di olah di dalam
negeri akan member nilai lebih. Akan tetapi, kesiapan akan infrastruktur dan penunjang lainnya dari
Indonesia sendiri masih sangatlah lemah yang membuat terancamnya implementasi dari kewajiban UU
Minerba tentang nilai tambah. Di samping itu, banyak pula perusahaan batubara yang mengeluhkan
akan kewajiban peningkatan nilai tambah terhadap batubara dengan alasan-alasan yang cukup rasional,
akan tetapi pemerintah tetap optimis untuk mendorong kewajiban akan peningkatan nilai tambah baik
mineral maupun batubara.
III. Tujuan Materi
Memberikan pemahaman mengenai implementasi UU Minerba khususnya mengenai pentingnya
peningkatan nilai tambah, termasuk juga dengan kebutuhan infrastruktur pengolahan dalam negeri.
Kemudian memberikan pemahaman tentang penerapan kewajiban peningkatan nilai tambah di sektor
pertambangan, antara amanah Undang-Undang 4 tahun 2009 tentang Mineral dan batubara khususnya
kewajiban peningkatan nilai tambah dengan Realita dan kesiapan Negara Republik Indonesia.

IV. Mekanisme Materi dan Waktu Pemberian Materi


Mekanisme pemberian materi “Peningkatan nilai tambah sektor pertambangan
menuju industri berbasis sumberdaya yang berkelanjutan” dilaksanakan dengan cara
pembukaan, pemberian materi, diskusi, simulasi dan evaluasi, serta penutup.
Waktu Pemberian Materi “Peningkatan nilai tambah sektor pertambangan menuju
industri berbasis sumberdaya yang berkelanjutan” selama 30 menit pukul 14.30 WIB - 15.00
WIB.
Pembukaan adalah mekanisme awal dimana moderator (dipersiapakan oleh panitia) membuka
wacana/materi serta memperkenalkan pembicara.
Pemberian Materi adalah mekanisme dimana pembicara memberikan materi kepada peserta sebagai
narasumber dari wacana/materi.
Diskusi adalah mekanisme antar peserta dengan pembicara yang berisi diskusi yang
berkorelasi/berhubungan dengan materi/wacana, serta diakomodir oleh moderator.
Simulasi adalah Mekanisme opsional yang diberikan oleh pembicara jika dibutuhkan atau diperlukan
untuk mendukung atau menunjang materi.
Evaluasi adalah mekanisme dimana pembicara mengevaluasi materi yang telah diberikan kepada
peserta.
Penutup adalah mekanisme dimana moderator memberikan kata-kata penutup dan menutup
materi/wacana yang telah diberikan.

Note : *Mohon Dengan Hormat untuk mengirimkan Curriculum Vitae, Materi serta Power Point ke alamat email :
permata_indonesia@yahoo.com paling lambat tanggal 10 November 2011

Contact Person : 081210444040 / khairulrizki_pi@yahoo.com a.n Khairul Rizki (Sekretaris Jenderal Permata Indonesia)