Anda di halaman 1dari 31

No.

Kode:04/ Pemetaaan Geologi 1/Profesional/001/2018

PEMETAAN GEOLOGI
MODUL 1 : PETA GEOLOGI

Tim Penyusun:
Herwan Dermawan, ST., MT
Drs. Rakhmat Yusuf, MT

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha
Esa, karena hanya atas karunia dan rahmat-Nya, penyusunan Bahan
Ajar Program Keahlian Geologi Pertambangan dapat diselesaikan dengan baik.
Penyusunan Bahan Ajar ini dilakukan untuk memberikan pembenaran
secara akademis dan sebagai landasan pemikiran dari materi pokok Pemetaan
Geologi yang terdiri dari empat Kegiatan Pembelajaran (1) Peta Geologi, (2)
Peta Pola Jurus kemiringan batuan, (3) Penampang Geologi, dan (4) Analisis
Peta Geologi. Penyusunan bahan ajar ini didasarkan pada hasil kajian dan
diskusi terhadap substansi materi muatan yang terdapat di berbagai pelaksanaan
perkembangan di bidang Geologi Pertambangan. Adapun penyusunannya
dilakukan berdasarkan pengolahan dari hasil eksplorasi studi kepustakaan,
pendalaman materi secara komprehensif dengan para praktisi dan pakar di
bidangnya, serta diskusi internal tim yang dilakukan secara intensif.
Kelancaran proses penyusunan Bahan Ajar ini tentunya tidak terlepas dari
keterlibatan dan peran seluruh Tim Penyusun, yang telah dengan
penuh kesabaran, ketekunan, dan tanggung jawab menyelesaikan apa yang
menjadi tugasnya. Untuk itu, terima kasih atas ketekunan dan kerjasamanya.
Semoga Bahan Ajar ini bermanfaat bagi pembacanya.

Bandung, April 2018

Tim Penyusunan

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. i


DAFTAR ISI ............................................................................................................................ ii
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................................. iii
DAFTAR TABEL ................................................................................................................... iv
KEGIATAN BELAJAR 1 : PETA GEOLOGI ........................................................................ 1
A. PENDAHULUAN ................................................................................................ 1
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN ............................................................................ 3
C. SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN ................................................................... 3
D. URAIAN MATERI .............................................................................................. 3
E. RANGKUMAN ..................................................................................................24
F. DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................26

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Skema Warna dan corak dasar yang digunakan dalam peta geologi ..........9
Gambar 2. Simbol yang digunakan pada peta geologi .................................................9
Gambar 3. Simbol yang digunakan pada peta geologi ...............................................10
Gambar 4. Simbol yang digunakan pada peta geologi ...............................................11
Gambar 5. Simbol yang digunakan pada peta geologi ...............................................12
Gambar 6. Simbol yang digunakan pada peta geologi ...............................................13
Gambar 7. Simbol yang digunakan pada peta geologi ...............................................14
Gambar 8. Simbol yang digunakan pada peta geologi ...............................................15
Gambar 9. Tata letak keterangan pinggir pada peta geologi ......................................17

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Rekomendasi jumlah panjang lintasan, pengambilan contoh dan jumlah


contoh yang dianalisis pada pembuatan peta geologi 16

iv
KEGIATAN BELAJAR 1 : PETA GEOLOGI

A. PENDAHULUAN
1. Deskripsi Mata Kegiatan

Dengan adanya teknologi dan perkembangan zaman dari dulu sampai sekarang,
banyak orang melakukan penelitian tentang bagaimana bentuk atau sebaran
batuan di permukaan bumi ini. Permukaan bumi ini memeiliki berbagai jenis
rupa dan bentuk yang sangat beragam dan didalamnya mengandung banyak
sekali berbagai jenis batuan yang terbentuk.

Untuk dapat mengatahui berbagai jenis bentuk dan sebaran batuan di permukaan
bumi ini, dibuatlah sebuah jenis peta yang memperlihatkan bentuk tersebut
secara dua dimensi yang digambar dalam sebuah bidang datar. Dalam gambar
tersebut di gambarkan sebran-sebaran batuan yang berada dalam suatu lokasi
atau daerah. Yang disimbolkan atau di lambangkan dengan gambar berwana
yang nantinya akan membedakan antara satu sama lainnya. Dalam sebuah peta
geologi akan didapatkan hasil gambar rupa bumi yang nantinya akan dipakai
sebagai acuan untuk mengetahui jenis batuan apa yang berada pada lokasi atau
daerah tersebut sehingga dalam pencarian suatu bahan galian atau mineral-
mineral tersebut akan lebih mudah ditemukan.

Peta geologi pada dasarnya merupakan suatu sarana untuk menggambarkan


tubuh batuan, penyebaran batuan, kedudukan unsur struktur geologi dan
hubungan antar satuan batuan serta merangkum berbagai data lainnya. Peta
geologi juga merupakan gambaran teknis dari permukaan bumi dan sebagian
bawah permukaan yang mempunyai arah, unsur-unsurnya yang merupakan
gambaran geologi, dinyatakan sebagai garis yang mempunyai kedudukan yang
pasti.Pada umumnya ada beberapa macam bagian peta geologi yang sering
digunakan untuk laporan, baik dalam study kelapangan atau dalam misi untuk
mengetahui kandungan mineral di dalamnya.

1
2. Relevansi Mata Kegiatan
Peta Geologi merupakan peta yang berisi data litologi, struktur dan stratigrafi
suatu daerah. Informasi peta geologi ini sangat berguna untuk berbagai bidang
yang berhubaungan dengan ilmu kebumian missal kebencanaan yang
berhubungan dengan fajktor geologi. Disamping itu Peta Geologi menjadi satu
bahan yang sangat penting didalam suatu kegitan eksplorasi geologi
petambangan. Karena Peta Geologi merupakan data sekunder yang sangat
menunjang kegiatan berikunya di lapangan dan dari data sekunder ini kita
dapat memperkirakan hal- hal apa yang ada di lokasi yang berhubungan dengan
unsur geologi di lokasi survey yang selanjutnya dapat diperinci informasinya
dengan pemetaan eksplorasi lanjutan. Sehingga Informasi yang dikumpul
dilapangan selajutnya dapat dibuat peta geologi dengan skala yang lebih besar
atau detail dan sangat dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan kegiatan
eksplorasi selanjutnya.

3. Petunjuk Belajar

Agar kita berhasil dengan baik dalam mempelajari bahan ajar ini berikut
beberapa petunjuk yang dapat anda ikuti :
a. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan bahan ajar ini sampai anda
memahami secara tuntas, untuk apa, dan bagaimana mempelajarinya.
b. Tangkaplah makna dari setiap konsep yang dibahas dalam bahan ajar ini
melalui pemahamam sendiri dan tukar pikiran dengan teman anda.
c. Upayakan untuk dapat membaca sumber-sumber lain yang relevan untuk
menambahkan wawasan anda menjadikan perbandingan jika pembahasan
dalam bahan ajar ini masih dianggap kurang.
d. Mantapkan pemahaman anda dengan latihan dalam bahan ajar dan melalui
kegiatan diskusi dengan mahasiswa atau dosen.

2
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

 Mampu Membuat Peta Geologi

C. SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN


 Definisi peta geologi
 Simbol peta geologi
 Penyajian Peta Geologi

D. URAIAN MATERI
1. Peta Geologi

Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu
daerah/wilayah/kawasan dengan tingkat kualitas berdasarkan skala yang
menggambarkan informasi sebaran dan jenis serta sifat batuan, umur, stratigrafi,
stuktur, tektonika, fisiografi dan sumberdaya mineral serta energi. (SNI 13-
4691-1998)
Peta geologi ini adalah peta berdasarkan hasil peninjauan dan pengukuran di
lapangan, selanjutnya hasil tersebut diterapkan pada peta dasar yang berbentuk
peta topografi. Peta geologi memuat penjelasan berisi informasi, misalnya situasi
daerah, tafsiran dan rekaan geologi. Peta geologi disajikan dalam bentuk gambar
dan warna serta simbol dan corak atau gabungan ketiganya. Dalam hal
menggambarkan keadaan geologi tersebut, maka harus menggunakan beberapa
aturan teknis seperti batas dari satuan batuan atau struktur berupa garis dan
penyebarannya harus mengikuti bentuk tubuh batuan beku, perbedaan jenis pada
batuan yang diberikan tanda ataupun warna, sedangkan pada batuan sedimen
tergantung pada hasil jurus (strike) dan kemiringan (dip).
Peta geologi dihasilkan dari hasil penyelidikan serta pengukuran di lapangan
yang kemudian disajikan ke dalam peta dasar, umumnya dibuat pada peta
topografi. Guna menggambarkan keadaan geologi pada suatu peta dasar
digunakannya beberapa aturan teknis pada pembuatan peta geologi antara lain
perbedaan jenis batuan yang digambarkan dengan adanya tanda serta warna-
warna yang telah ditentukan. Peta geologi ada kalanya dibuat berdasarkan
kepentingan, misalnya untuk kepentingan ilmiah (science), untuk kepentingan
3
pertambangan, teknik sipil (engineering), pertanian, lingkungan dsb. Hal ini
akan menghasilkan bermacam - macam peta geologi, misalnya peta geologi
teknik.
Berikut ini adalah beberapa definisi yang berkaitan dengan peta geologi :

1. Skala peta merupakan skala perbandingan jarak di peta dengan jarak


sebenarnya yang dinyatakan dengan angka atau garis atau gabungan
keduanya.
2. Peta geologi berskala 1:250.000 dan yang lebih besar (1:100.000 ;
1:50.000 dan seterusnya) disebut peta geologi skala besar, bertujuan
menyediakan informasi geologi. Peta geologi berskala 1:50.000
menyajikan informasi yang lebih rinci dari peta geologi berskala
1:100.000 dan seterusnya.
3. Peta geologi berskala 1:500.000 dan yang lebih kecil (1:1.000.000;
1:2.000.000 dan 1:5.000.000) disebut peta geologi berskala kecil, bertujuan
menyajikan tataan geologi regional dan sintesisnya
4. Kualitas peta geologi dapat dibedakan atas peta geologi standar dan peta
geologi tinjau/ permulaan .
5. Peta geologi standar adalah peta geologi yang dalam penyajiannya
memenuhi seperti persyaratan teknis yang tercantum dalam uraian
2 dengan proses pembuatan mengikuti seperti dalam unsur tambahan
utama uraian 3.
6. Peta geologi tinjau/permulaan adalah peta geologi yang dalam penyajian
dan pembuatannya belum seluruhnya mengikuti kaidah-kaidah peta
geologi standar.
7. Peta geologi dibedakan atas peta geologi sistematik dan peta geologi
tematik.
8. Peta geologi sistematik adalah peta geologi yang menyajikan data dasar
geologi dengan nama dan nomor lembarnya mengacu pada SK Ketua
Bakosurtanal No.019.2.2/1/1975 atau SK Penggantinya.
9. Peta geologi tematik adalah peta geologi yang menyajikan data geologi
untuk tujuan tertentu, misalnya peta geologi teknik, peta geologi kuarter.

4
10. Seluruh wilayah daratan Indonesia tercakup dalam peta geologi
sistematik dari berbagai skala sebagai berikut :
 1007 lembar peta geologi skala 1:100.000.
 198 lembar peta geologi skala1:250.000.
 76 lembar peta geologi skala 1:500.000.
 16 lembar peta geologi skal 1:1.000.000.
 2 lembar peta geologi skala 1:2.000.000.
 1 lembar peta geologi skala 1:5.000.000.

Pada umumnya ada beberapa macam bagian peta geologi yang sering digunakan
untuk laporan, baik dalam study kelapangan atau dalam misi untuk mengetahui
kandungan mineral di dalamnya. Peta geologi memberikan petunjuk tentang
susunan lapisan batuan dan pada umumnya memberikan informasi tentang
formasi apa saja yang ada di daerah yang dipetakan. Dasar untuk peta geologi
biasanya adalah peta topografi. Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan
informasi geologi suatu daerah / wilayah / kawasan dengan tingkat kualitas yang
tergantung pada skala peta yang digunakan dan menggambarkan informasi
sebaran, jenis dan sifat batuan, umur, stratigrafi, struktur, tektonika, fisiografi
dan potensi sumber daya mineral serta energi yang disajikan dalam bentuk
gambar dengan warna, simbol dan corak atau gabungan ketiganya.

Sedangkan Pengertian Pemetaan Geologi Adalah suatu pekerjaan atau kegiatan


pengumpulan data geologi, baik darat maupun laut, dengan berbagai metoda

2. Simbol Pada Peta Geologi

Merupakan tanda yang dipakai untuk menggambarkan sesuatu pada peta


geologi, berupa singkatan hurup, warna, simbol dan corak, atau gabungannya

 Singkatan Huruf

Satuan kronostratigrafi pada peta geologi ditunjukkan dengan singkatan


huruf (tilik Gambar 1). Sebagai dokumen/acuan satuan kronostratigrafi
adalah tabel (chart) yang dibuat oleh Elsevier (1989) atau revisinya. Berikut

5
adalah dokumen/acuan satuan kronostratigrafi yang dibuat oleh Elsevier
(1989) atau revisinya :

1. Hurup pertama (hurup besar) menyatakan jaman, misalnya P untuk


Perem, TR untuk Trias, T untuk Tersier.
2. Hurup kedua (hurup kecil) menyatakan seri, misalnya Tm
berarti kala Miosen dalam jaman Tersier
3. Hurup ketiga (hurup kecil) menyatakan nama formasi atau satuan
litologi, misalnya Tmc berarti Formasi Cipluk berumur Miosen.
4. Hurup Keempat (hurup kecil) menyatakan jenis litologi atau
satuan peta yang lebih rendah (anggota), misalnya Tmcl berarti
anggota batu gamping Formasi Cipluk yang berumur Miosen.
5. Hurup kelima digunakan hanya untuk batuan yang mempunyai
kisaran umur panjang, misalnya Tpokc berarti Anggota Cawang
Formasi Kikim berumur Paleosen-Oligosen.
6. Hurup pT (p kecil sebelum T besar ) digunakan untuk singkatan
umur batuan sebelum Tersier yang tidak diketahui umur pastinya.
7. Untuk batuan yang mempunyai kisaran umur panjang, urutan
singkatan umur berdasarkan dominasi umur batuan, misalnya
QT untuk batuan berumur Tersier hingga Kuarter yang didominasi
batuan berumur Quarter; JK untuk batuan berumur Jura hingga
Kapur yang didominasi batuan berumur Jura.
8. Batuan beku dan malihan yang tak terperinci susunan dan umurnya
cukup dinyatakan dengan satu atau dua buah hurup, misalnya a
untuk andesit, b untuk basal, gd untuk granodiorit, um untuk
ultramafik atau ofiolit dan s untuk sekis.
9. Batuan beku dan malihan yang diketahui umurnya menggunakan
lambang hurup jaman, misalnya Kg berarti granit berumur Kapur.
10. Pada peta geologi skala kecil, himpunan batuan cukup dinyatakan
dengan hurup di belakang lambang era, jaman atau sub-jaman;
misalnya Pzm berarti batuan malihan berumur Paleozoikum, Ks
berarti sedimen berumur Kapur, Tmsv berarti klastika gunungapi
berumur Miosen, Tpv berarti batuan gunungapi berumur
6
Paleogen, Tni berarti batuan terobosan berumur Neogen. Satuan
bancuh dinyatakan dengan notasi m.

 Tata Warna

Warna dipakai untuk membedakan satuan peta geologi, dipilih


berasaskan jenis batuan, umur satuan dan satuan geokronologi.

1. Warna dasar yang digunakan adalah kuning, magenta (merah)


dan sian (biru) serta gabungannya. Setiap warna dinyatakan
dengan sandi 0, 1, 3, 5, 7 dan x, yaitu sandi derajat
kekuatan warna atau prosentase penyaringan pada proses
kartografi.
2. Warna yang dipilih untuk membedakan satuan batuan
sedimen dan endapan permukaan sepenuhnya menganut sistem
warna berdasarkan jenis dan umur. Untuk membedakan beberapa
satuan seumur dapat digunakan corak.
3. Batuan malihan dibedakan berdasarkan (1) derajat dan fasies
serta (2) umur nisbi batuan pra-malihan dan litologi. Tata warna
batuan malihan sama dengan batuan sedimen atau mengunakan
bakuan warna khusus. Corak untuk membedakan litologi.
4. Warna batuan beku menyatakan susunan kimianya : asam,
menengah, basa, dan ultrabasa. Untuk membedakannya dipilih
warna yang berdekatan, dan singkapan hurup seperti tercantum
dalam uraian 2.1.1 atau menurut kunci warna yang sudah
dibakukan. Bila diperlukan, dapat digunakan corak dengan bakuan
khusus.
5. Batuan gunungapi yang berlapis dan dan diketahui umurnya,
mengikuti tata warna untuk batuan sedimen. Perbedaan litologi
untuk lahar, breksi gunung api dan tuf dinyatakan dengan
corak. Beberapa satuan batuan gunungapi pada suatu lembar peta
geologi dapat dibedakan berdasarkan susunan kimianya, dengan
bakuan warna khusus
6. Satuan tektonit dinyatakan dengan corak khusus.
7
7. Atas dasar pertimbangan keilmuan atau prospek ekonomi,
beberapa hal yang menonjol seperti batuan terubah, derajat
pemalihan atau persifatan khusus lainnya, pada peta geologi
dapat disajikan secara khusus, di luar yang diuraikan pada 2.1.2.

 Corak dan Simbol Geologi


Simbol dan notasi (corak) yang tertera pada peta geologi harus
tertera pada legenda dan sebaliknya. Bentuk dan ukurannya harus sama
, berikut adalah Simbol dan Corak pada peta geologi :

8
Gambar 1. Skema Warna dan corak dasar yang digunakan dalam peta
geologi

Gambar 2. Simbol yang digunakan pada peta geologi

9
Gambar 3. Simbol yang digunakan pada peta geologi

10
Gambar 4. Simbol yang digunakan pada peta geologi

11
Gambar 5. Simbol yang digunakan pada peta geologi

12
Gambar 6. Simbol yang digunakan pada peta geologi

13
Gambar 7. Simbol yang digunakan pada peta geologi

14
Gambar 8. Simbol yang digunakan pada peta geologi

15
Tabel 1. Rekomendasi jumlah panjang lintasan, pengambilan contoh dan jumlah
contoh yang dianalisis pada pembuatan peta geologi
Jenis Peta Geologi Peta Geologi
Skala 1: 100.000 Skala 1: 250.000

Luas daerah yang dipetakan 3.000 km2 18000 km2


Panjang lintasan yang 1.300 km 3.250 km
dikerjakan Panjang lintasan
terukur 200 km -
Jumlah contoh batuan 1.500 buah 2.000 buah
Jumlah contoh yang dianalisa 375 buah 675 buah
(petrografi, kimia batuan,
paleontologi, umur mutlak)

3. Penyajian Peta Geologi


Berikut adalah penyajian peta geologi yang tercantum pada (SNI 13-4691-
1998) tentang penyusunan peta geologi :

1. Bagan bakuan tata letak peta geologi mengikuti seperti pada


Gambar 9. Penyimpangan tata letak dapat dilakukan selama
proses kartografi, yaitu berdasarkan atas pertimbangan teknik
kekartografiannya.
2. Korelasi satuan peta diwujudkan dalam gambar, dimana formasi atau
satuan batuan yang terdapat pada lembar peta dikelompokkan ke dalam
endapan permukaan, batuan sedimen, batuan gunungapi, batuan malihan,
batuan beku atau terobosan dan tektonit. Setiap satuan dinyatakan dengan
kotak berlambang hurup dan disusun sesuai dengan kedudukan
stratigrafinya.
3. Uraian singkat setiap satuan
 Kotak satuan atau formasi berisi simbol hurup dan warna
 dibelakang kotak dituliskan nama satuan atau formasi dengan hurup
besar
16
 dibelakang nama diikuti titik dua (:) dan diuraikan macam
batuannya yang dimulai dari yang paling banyak menguasai.
Keterangan berikutnya menerangkan :
 informasi tebal lapisan dan atau runtunan satuan/formasi
 fosil petunjuk, umur dan lingkungan pengendapan
 hubungan antar satuan
 sumberdaya mineral dan energy
 unsur penting yang akan menunjang kelengkapan data

Gambar 9. Tata letak keterangan pinggir pada peta geologi


17
4. Pemetaan Geologi

Pemetaan geologi merupakan suatu kegiatan pendataan informasi-informasi


geologi permukaan dan menghasilkan suatu bentuk laporan berupa peta geologi
yang dapat memberikan gambaran mengenai penyebaran dan susunan batuan
(lapisan batuan), serta memuat informasi gejala-gejala struktur geologi yang
mungkin mempengaruhi pola penyebaran batuan pada daerah tersebut. Selain
pemetaan informasi geologi, pada kegiatan ini juga sekaligus memetakan tanda-
tanda mineralisasi yang berupa alterasi mineral.

Tingkat ketelitian dan nilai dari suatu peta geologi sangat tergantung pada
informasi-informasi pengamatan lapangan dan skala pengerjaan peta. Skala peta
tersebut mewakili intensitas dan kerapatan data singkapan yang diperoleh yang
diperoleh. Tingkat ketelitian peta geologi ini juga dipengaruhi oleh tahapan
eksplorasi yang dilakukan. Pada tahap eksplorasi awal, skala peta 1 : 25.000
mungkin sudah cukup memadai, namun pada tahap prospeksi s/d penemuan,
skala peta geologi sebaiknya 1 : 10.000 s/d 1 : 2.500. Pada tahapan eksplorasi
awal, pengumpulan data (informasi singkapan) dapat dilakukan dengan
menggunakan palu dan kompas geologi, serta penentuan posisi melalui orientasi
lapangan atau dengan cara tali-kompas. Namun dalam tahapan eksplorasi lanjut
s/d detail, pengamatan singkapan dapat diperluas dengan menggunakan metode-
metode lain seperti uji sumur, uji parit, maupun bor tangan atau auger, sedangkan
penentuan posisi dilakukan dengan menggunakan alat ukur permukaan seperti
pemetaan dengan plane table atau dengan teodolit.

5. Hakekat Pemetaan Geologi

Hakekat pernetaan geologi adalah menampilkan segala macarn kondisi geologi


yang ada di lapangan (yang bersifat tiga dimensionil) ke dalam peta (yang
bersifat dua dimensionil). Gejala geologi yang nampak di lapangan terutama
adalah batuan, urutan batuan, struktur batuan serta bangun bentang alam yang
dibangun oleh batuan tersebut.

18
a. Pengelompokan Atau Penyatuan

Pengelompokan dan penyatuan aneka ragam batuan yang ada di lapangan


(pengelompokan stratigrafis) didasarkan atas :

 ciri khas batuan litostratigrafi


 ciri khas kandungan fosilnya biostratigrafi
 umur dari batuan kronostratigrafi

b. Pengurutan Posisi Kelompok/satuan


Penentuan posisi dan hubungan stratigrafis antara satuan yang satu terhadap
yang lain, sehingga dapat diperoleh sejarah pembentukan batuan yang ada
di daerah pemetaan.
 Posisi : apakah suatu satuan itu lebih muda, lebih tua, berumur sama
dengan satuan yang lain.
 Hubungan selaras, tidak selaras, menyilang jari, intrusi.

c. Rekonstruksi struktur geologi


Rekonstruksi ini akan memberikan gambaran tentang struktur geologi yang
ada di daerah tersebut, hubungan antar struktur yang ada, sedemikian rupa
sehingga dapat diperoleh sejarah tektonik yang pernah terjadi di daerah
pemetaan.

Suatu Peta Geologi dibuat dengan berbagai variasi, sesuai dengan kondisi
medan, tujuan utama pemetaan serta ketentuan umum pemetaan yang berlaku di
instansi dimana pemeta bekerja. Walaupun variasi itu besar, namun dalam suatu
peta geologi ada komponen-komponen utama yang bersifat universil. Komponen
tersebut adalah :

a. Judul Peta
Judul Peta Mencakup
 Nama daerah.
 Skala peta, sebaiknya skala angka maupun skala grafis.
 Nama penyusun Instansi penerbit.
19
 Tahun penerbitan peta tersebut. Untuk peta yang tidak diterbitkan,
dicantumkan tahun dimana laporan pernetaan tersebut dianggap selesai.

b. Penyebaran Satuan-Satuan Peta


 Umumnya adalah Satuan Batuan, baik resmi (Formasi, Anggauta)
maupun tak resmi (Satuan A, Satuan B).
 Setiap Satuan diberi tanda atau warna atau kombinasi tanda dan warna
khusus, biasanya berkait dengan batuan penyusun utamanya.
 Dua satuan yang berdekatan berbatasan yang dinyatakan dengan garis
batas, baik berupa batas tegas (garis menerus) maupun batas
diperkirakan (garis putus-putus).

c. Penyebaran unsur geologi yang berupa bidang


 Umumnya adalah Satuan Batuan, baik resmi (Formasi, Anggauta)
maupun tak resmi (Satuan A, Satuan B).
 Setiap Satuan diberi tanda atau warna atau kombinasi tanda dan warna
khusus, biasanya berkait dengan batuan penyusun utamanya.
 Dua satuan yang berdekatan berbatasan yang dinyatakan dengan garis
batas, baik berupa batas tegas (garis menerus) maupun batas
diperkirakan (garis putus-putus).

d. Penyebaran tanda-tanda struktur


 Umumnya adalah Satuan Batuan, baik resmi (Formasi, Anggauta)
maupun tak resmi (Satuan A, Satuan B).
 Setiap Satuan diberi tanda atau warna atau kombinasi tanda dan warna
khusus, biasanya berkait dengan batuan penyusun utamanya.
 Dua satuan yang berdekatan berbatasan yang dinyatakan dengan garis
batas, baik berupa batas tegas (garis menerus) maupun batas
diperkirakan (garis putus-putus).

20
e. Legenda atau Keterangan

Legenda atau keterangan biasanya ditaruh disamping atau di bawah peta


geologi. Pada Legenda diberikan :
 Penjelasan tentang warna atau tanda yang dipakai pada Peta Geologi.
 Urutan stratigrafi dari satuan yang ada di peta disusun secara
superposisi.
 Hubungan antar satuan, ditunjukkan terutama mana yang merupakan
hubungan tidak selaras.

f. Indeks lokasi daerah pemetaan


 Indeks geografis/administratif.
 Indeks terhadap lembar peta yang berdampingan (adjoining sheets).

g. Beberapa profil
 Dibuat memotong Satuan Peta dan struktur terbanyak.
 Arahnya sedapat mungkin tegak lurus jurus perlapisan atau sumbu
lipatan.
 Sebaiknya lurus, kalau harus berbelok, sudut pembelokannya tidak
lebih dari 30°

6. Interpretasi dan informasi data

Informasi-informasi yang dapat dipelajari atau dihasilkan dari kegiatan


pemetaan geologi/alterasi antara lain :

a. Posisi atau letak singkapan (batuan, urat, atau batubara).


b. Penyebaran, arah, dan bentuk permukaan dari endapan, bijih, atau batubara.
c. Penyebaran dan pola alterasi yang ada.
d. Variasi, kedudukan, kontak, dan ketebalan satuan litologi (stratigrafi atau
formasi).
e. Struktur geologi yang mempengaruhi kondisi geologi daerah.

21
f. Informasi-informasi pendukung lainnya seperti geomorfologi, kondisi
geoteknik dan hidrologi.
g. Bangunan-bangunan, dll.

Sedangkan dalam melakukan interpretasi tersebut, beberapa kaidah dasar


geologi perlu diperhatikan, antara lain :

 Efek fisiografis ; berhubungan dengan topografi dan morfologi.


 Zona-zona mineralogis ; berhubungan dengan batas zona endapan/bijih, zona
pelapukan, dan zona (penyebaran) alterasi.
 Aspek stratigrafi dan litologi ; berhubungan dengan perlapisan batuan, zona-
zona intrusi, dan proses sedimentasi.
 Aspek struktur ; berhubungan dengan ketidak selarasan, patahan, lipatan,
zona kekar, kelurusan-kelurusan, dll.

Dari hasil pemetaan geologi/alterasi yang baik, maka dapat memberikan


manfaat antara lain :
 Daerah (zona) pembawa bijih (zona endapan) dapat diketahui
(diperkirakan).
 Dapat disusun model geologi endapan yang bersangkutan.
 Pekerjaan eksplorasi yang berlebihan (di luar zona bijih/endapan) dapat
dihindarkan (efisiensi).
 Daerah-daerah yang belum dieksplorasi (dipelajari) dapat diketahui
dengan pasti.

7. Penggunaan peta tografi untuk pemetaan geologi suatu daerah


 Peta kontur menjadi peta dasar untuk mengeplotkan data geologi yang
dijumpai dilapangan.
 Konfigurasi pola kontur menunjukkan gejala morfologi tempat tersebut.
Pengelompokan morfologi atas dasar pola kontur menghasilkan peta relief,
yang dalam banyak hal mencerminkan penyebaran batuan dan struktur
yang ada di daerah tersebut

22
 Aliran sungai menggambarkan arah umum kelerengan daerah, daerah yang
lemah akibat batuan yang lunak dan atau terpotong oleh struktur kekar atau
sesar.
Pada proses pernetaan geologi, peta topografi digunakan untuk peta dasar
dalam menggambarkan kondisi geologi daerah tersebut. Kondisi tersebut
terutama terdiri dari penyebaran macam batuan yang ada, kedudukan setiap
macam batuan serta struktur yang ada di daerah tersebut. Disamping sebagai
peta dasar, peta topografi juga digunakan untuk penentuan lokasi dari titik-
titik pengamatan di lapangan. Pada pekerjaan geologi lapangan diperlukan
sedikimya 3 lembar peta topografi, yaitu satu lembar dipakai sebagi peta
lapangan (field map atau working map), satu lembar dipakai sebagai peta
pangkalan (base sheet), dan satu lembar lagi sebagai peta petunjuk lokasi
pengamatan.
Peta topografi yang paling baik untuk dipakai dalam penyelidikan geologi
adalah peta kontur. Peta jenis ini dilengkapi dengan garis kontur, yaitu garis
khayal yang menghubungkan titik-titik yang sama tingginya. Garis kontur
ini digambar dengan interval ketinggian tertentu yang biasanya dinyatakan
pada lembar peta yang bersangkutan. Dengan demikian, dengan melihat
lokasi suatu titik pada atau di antara garis kontur dengan nilai ketinggian
tertentu, ketinggian titik tersebut sangat mudah ditentukan. Peta kontur ini
menunjukkan sifat kuantitatif, artinya disamping dapat untuk mengetahui
ketinggian dapat pula digunakan untuk mengetahui jarak sebenarnya antara
ua titik, besarnya sudut lereng, menghitung volume dsb.

23
E. RANGKUMAN

Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu
daerah/wilayah/kawasan dengan tingkat kualitas berdasarkan skala yang
menggambarkan informasi sebaran dan jenis serta sifat batuan, umur, stratigrafi,
stuktur, tektonika, fisiografi dan sumberdaya mineral serta energi. (SNI 13-4691-
1998)
Pemetaan geologi merupakan suatu kegiatan pendataan informasi-informasi
geologi permukaan dan menghasilkan suatu bentuk laporan berupa peta geologi
yang dapat memberikan gambaran mengenai penyebaran dan susunan batuan
(lapisan batuan), serta memuat informasi gejala-gejala struktur geologi yang
mungkin mempengaruhi pola penyebaran batuan pada daerah tersebut. Selain
pemetaan informasi geologi, pada kegiatan ini juga sekaligus memetakan tanda-
tanda mineralisasi yang berupa alterasi mineral.

Informasi-informasi yang dapat dipelajari atau dihasilkan dari kegiatan pemetaan


geologi/alterasi antara lain :

a. Posisi atau letak singkapan (batuan, urat, atau batubara).


b. Penyebaran, arah, dan bentuk permukaan dari endapan, bijih, atau batubara.
c. Penyebaran dan pola alterasi yang ada.
d. Variasi, kedudukan, kontak, dan ketebalan satuan litologi (stratigrafi atau
formasi).
e. Struktur geologi yang mempengaruhi kondisi geologi daerah.
f. Informasi-informasi pendukung lainnya seperti geomorfologi, kondisi
geoteknik dan hidrologi.
g. Bangunan-bangunan, dll.

Sedangkan dalam melakukan interpretasi tersebut, beberapa kaidah dasar geologi


perlu diperhatikan, antara lain :
 Efek fisiografis ; berhubungan dengan topografi dan morfologi.
 Zona-zona mineralogis ; berhubungan dengan batas zona endapan/bijih, zona
pelapukan, dan zona (penyebaran) alterasi.
24
 Aspek stratigrafi dan litologi ; berhubungan dengan perlapisan batuan, zona-
zona intrusi, dan proses sedimentasi.
 Aspek struktur ; berhubungan dengan ketidak selarasan, patahan, lipatan, zona
kekar, kelurusan-kelurusan, dll.

Dari hasil pemetaan geologi/alterasi yang baik, maka dapat memberikan manfaat
antara lain :
 Daerah (zona) pembawa bijih (zona endapan) dapat diketahui (diperkirakan).
 Dapat disusun model geologi endapan yang bersangkutan.
 Pekerjaan eksplorasi yang berlebihan (di luar zona bijih/endapan) dapat
dihindarkan (efisiensi).
 Daerah-daerah yang belum dieksplorasi (dipelajari) dapat diketahui dengan
pasti.

25
F. DAFTAR PUSTAKA

1. Asikin, Sukendar, 1997, Diktat Geologi Struktur Indonesia, Jurusan Teknik


Geologi, Institut Teknologi Bandung
2. Koesoemadinata, R. P., 1985, Prinsip-prinsip Sedimentasi, Catatan Kuliah,
Jurusan Teknik Geologi ITB.
3. Harsolumakso, A. H., 2008, Buku Pedoman Geologi Lapangan, Program Studi
Teknik Geologi, FITB-ITB
4. DC, Erwyne, 2011, “Pemetaan Geologi”, http://erwyne-
dc.blogspot.com/2011/12/pemetaan-geologi.html
5. Rizal, Indra, 2013, “Dasar-Dasar Pemetaan”, http://geologiterapan.
blogspot.com/p/dasar-dasar-pemetaan.html
6. Noor,Djauhari. 2012, “Penafsiran Peta Geologi”,
https://www.academia.edu/12160909/Penafsiran_Peta_Topografi

26