Anda di halaman 1dari 9

Nusa Penida adalah sebuah pulau (=nusa) bagian dari negara republik indonesia yang terletak di sebelah tenggara Bali yang dipisahkan oleh Selat Badung. Di dekat pulau ini terdapat juga pulau-pulau kecil lainnya yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Perairan pulau Nusa Penida terkenal dengan kawasan selamnya di antaranya terdapat di Penida Bay, Manta Point, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh dan Malibu Point.

Daftar isi [sembunyikan]
Daftar isi
[sembunyikan]

Kondisi Geografis Nusa Penida[sunting | sunting sumber]

Perbukitan dan kapur karang merupakan kondisi tanah di pulau ini, salah satunya gunung bukit tertinggi bernama Gunung Mundi yang terletak di Kecamatan Nusa Penida. Sumber air adalah mata airdan sungai hanya terdapat di wilayah daratan Kabupaten Klungkung yang mengalir sepanjang tahun.

Desa desa pesisir nusa penida di sepanjang pantai bagian utara berupa lahan datar dengan kemiringan 0 3 % dari ketinggian lahan 0 268 m dpl.

Sedangkan di Kecamatan Nusa Penida sama sekali tidak ada sungai. Sumber air di Kecamatan Nusa Penida adalah “mata air” dan “air hujan” yang ditampung dalam cubang oleh penduduk setempat. Kabupaten Klungkung termasuk beriklim tropis. Bulan-bulan basah dan bulan-bulan kering antara Kecamatan Nusa Penida dan Kabupaten Klungkung daratan sangat berbeda.

Pelabuhan Nusa Penida[sunting | sunting sumber]

Nusa penida sekurangnya yang diketahui ada 4 dermaga/pelabuhan berbeda-beda untuk setiap perusahaan kapal cepat atau fast boat dari sanur menuju nusa penida berlabu di dermaga yang berbeda-beda. 4 pelabuhan di nusa penida tersebut:

  • 1. Pelabuhan Toya Pakeh (Crown Fast Boat Cruises)

  • 2. Dermaga Seblanga br. Nyuh (Maruti Express Boat)

  • 3. Dermaga Br. Nyuh (Prasi Sentana/Angle billabong, Dwi Manunggal)

  • 4. Dermaga Sampalan & Mentigi (Mola-mola, Idola dan Caspla fast boat)

Nusa Penida adalah pulau yang terletak di area tenggara Bali. Pulau yang terletak berdekatan dengan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan ini menyimpan beragam lokasi wisata yang tidak kalah jika dibandingkan dengan objek wisata Bali, seperti Kuta, Kintamani, dan Ubud.

MATA AIR TEMBELING

PURA PALUANG

PASIH UUG ATAU BROKEN BEACH

CRYSTAL BAY

GOA GIRI PUTRI

PANTAI SWEHAN / VOLCOM Beach

PANTAI KLINGKING

ANGEL’S BILLABONG

BUKIT TELLETUBIES

PANTAI ATUH / ATUH BEACH

PURA DALEM PED

AIR TERJUN PEGUYANGAN

AIR TERJUN SEGANING

Kecamatan Nusa Penida

Kecamatan Nusa Penida terdiri dari tiga kepulauan yaitu pulau Nusa Penida, Pulau Lembongan dan Pulau Ceningan, terdiri dari 16 Desa Dinas, Dengan Jumlah Penduduk 46,749 Jiwa (8.543 KK). Pulau Nusa Penida bisa ditempuh dari empat tempat yaitu lewat Benoa dengan menumpang Quiksilver/Balihai ditempuh +1 jam perjalanan, lewat Sanur dengan menumpang perahu jarak tempuh + 1,5 Jam perjalanan. Lewat Kusamba dengan menumpang Jukung jerak tempuh +1,5 jam perjalanan. sedangkan kalau lewat Padangbai dengan menumpang Kapal Boat yang jarak tempuh + 1 jam perjalanan.

Secara umum kondisi Topografi Nusa Penida tergolong landai sampai berbukit. Desa - desa pesisir di sepanjang pantai bagian utara berupa lahan datar dengan kemiringan 0 - 3 % dari ketinggian lahan 0 - 268 m dpl. Semakin ke selatan kemiringan lerengnya semakin bergelombang. Demikian juga pulau Lembongan bagian Utara merupakan lahan datar dengan kemiringan 0- 3% dan dibagian Selatan kemiringannya 3-8 %. Sedangkan Pulau Ceningan mempunyai kemiringan lereng bervariasi antara 8- 15% dan 15-30% dengan kondisi tanah bergelombang dan berbukit.

Mata pencaharian penduduk adalah pertanian dan sektor perikanan merupakan mata pencaharian utama oleh 6,68% tersebar pada desa-desa pesisir yaitu Suana, Batununggul, Kutampi Kaler, Ped dan Desa Toyapakeh. Di Pulau Lembongan 16,80% penduduk bergerak dibidang perikanan, dan Ceningan 12,88% mengingat kondisi dan topografi daerah maka yang cocok dikembangkan adalah Sektor Pertanian, dan Sektor Pariwisata.

Bali begitu bangga akan pariwisatany tetapi di balik itu ternyata masih banyak daerah yang menjerit. Salah satunya adalah Nusa Penida. Daerah ini seolah-olah terpinggirkan dari kilau dunia wisata Bali. Dari saya masih kecil apalagi sebelumnya, masyarakat seolah-olah ditenggelamkan oleh masalah kronis yang telah dan akan terjadi setiap tahunnya, ya air begitu mahal dan berbeda sekali dengan wilayah wisata Bali seprti Nusa Dua, Kuta dan sekitarnya begitu leluasa membuang air demi gemercing dolar. Beberapa kali pejabat datang untuk sekedar menghibur masyarakat dengan program dan janji yang yang hanya retorika belaka alias nol besar bahkan presiden tercinta kita SBY datang dua kali. Setidaknya ada 9 mata air besar dan yang terbesar adalah mata air Peguyangan dengan debit air sekitar 120 liter/detik. Kalau saja pemerintah sedikit lebih peduli maka niscaya masalah kronis ini bisa diobati. Potensi kelautan yang dimiliki juga tidak kalah bagusnya tetapi semua kembali kepada persoalan klasik yang tidak ada penyelesian yang jelas. Kenapa kita mesti kehausan di tengah mata air???

Kondisi Geografi

Potensi Pesisir yang belum tergarap maksimal Pulau Nusa Penida merupakan sebuah gugusan kepulauan kecil yang terdiri

Potensi Pesisir yang belum tergarap maksimal

Pulau Nusa Penida merupakan sebuah gugusan kepulauan kecil yang terdiri dari 3 pulau utama yang berpenghuni yaitu Pulau Nusa Penida, Lembongan dan Ceningan serta beberapa pulau kecil di sebelah selatan Nusa Penida. Kepulauan ini berada di sebelah selatan Pulau Bali dan berbatasan langsung dengan Samudara Hindia yang bisa dikatakan sebagai salah satu pulau terluar Indonesia. Kondisi alamnya hampir mirip dengan daerah Nusa Dua demikian juga beberapa flora dan faunanya memiliki kesamaan. Kondisi geografis yang berbukit-bukit dan bergelombang memang menjadi sulit untuk mengembangkan pertanian seperti daerah Bali daratan. Masyarakat lokal pengembangkan sistem pertanian yang sesuai dengan karakteristik daerah. Sistem pertanian masih mengandalkan tadah hujan dengan komoditi utama berupa Jagung, kacang-kacangan, ketela pohon dan kelapa yang tersebar di daerah pesisir.

Potensi Pesisir yang belum tergarap maksimal Pulau Nusa Penida merupakan sebuah gugusan kepulauan kecil yang terdiri

Kondisi Geografis

Daerah Nusa Penida juga menjadi pemasok utama pisang untuk daerah Bali tetapi sekarang berkurang karena adanya hama virus. Sedangkan untuk peternakan, hamparan pegunungan menjadi pilihan untuk beternak sapi. Bahkan sapi Nusa Penida terkenal sebagai varietas unggul karena keasliannya dan memiliki kekebalan terhadap beberapa penyakit karena dipelihara dengan makanan alami.

Secara administrative, kepulauan ini masuk ke wilayah kabupaten klungkung, dimana 2/3 wilayah Kabupaten Klungkung ada di wilayah ini. Secara astronomis, wilayah ini terbentang di sisi selatan gugusan kepulaun utama Nusantara. Sebagian besar bentang alam berupa pegunungan dengan sedikit dataran rendah di daerah pantai. Luas wilayahnya kurang lebih 202 Kilometer persegi. Panjang garis pantai mencapai 80 kilometer yang meliputi ketiga gugus pulau.

Potensi kelautan pun cukup menjanjikan, sebagai daerah kepulauan, masyarakat juga memanfaatkan kekayaan baharinya meski belum optimal. Potensi pantai sudah mampu memberi manfaat sebagai penyedia lahan untuk pertanian rumput laut.

Data Demografi

Nusa Penida terdiri dari 16 desa dinas dengan kurang lebih 139 Banjar. Data terakhir menunjukkan bahwa jumlah penduduknya sekitar 43.879 jiwa. Kepadatan pendudukan sebagian besar terkonsentrasi di daerah pinggiran pantai utara. Masyarakat pesisir masih menggantungkan ekonomi dari rumput laut dan sebagian lagi sebagai nelayan. Kehidupan merek rata-rata lebih stabil dari masyarakat di pegunungan. Tetapi hal itu bukan jaminan, pasalnya harga komoditi andalan mereka selalu dipermainkan oleh tengkulak nakal. Kerasnya usaha yang mereka bangun kadang tidak sesuai dengan hasilnya tetapi jeritan mereka seolah tenggelam di telan waktu tanpa ada perhatian.

Ironisnya lagi bagi masyarakat yang tinggal di pegunungan yang mengandalakan beternak sapi seolah-olah tidak pernah disentuh keberuntungan yang ada hanya buntung. Harga komoditas ini begitu mudahnya dimainkan oleh para “saudagar” dengan alasan yang tak masuk akal dan parahnya lagi pemerintah terkesan letoi menyelesaikan masalah ini. Belum lagi masalah krisis air yang tiap tahun senantiasa menghampiri membuat mereka semakin tercekik dan dianak tirikan dari gemerlap pembangun wisata Bali. Beruntungnya, masyarakat Nusa dengan kebersahajaan dan belajar dari pengalaman, tidak mudah pantang menyerah menghadapi kerasnya jaman. Bisa dilihat, begitu banyak putra Nusa yang berhasil tanpa bermaksud mengesampingkan adanya kegagalan. Jumlah pendudukan yang cukup besar setidaknya bisa menjadi modal besar dalam mengembangkan kemajuan daerah dengan program yang menyentuh bukan program yang hanya untuk kalangan tertentu. Sejumlah potensi dari setiap desa yang jika dikembangkan dengan mengedepankan kearifan lokal akan membawa angin segar bagi masyarakat kepulauan ini. Berikut adalah nama desa di Nusa Penida, dimulai dari ujung paling Selatan sampai ke ujung Utara

1.

Desa Sekartaji

  • a. Banjar Tabuanan

  • b. Banjar Sedehing

  • c. Banjar Ramuan

  • d. Banjar Penyaban

  • e. Banjar Bungkil

  • f. Banjar Dlundungan

  • g. Banjar Sekartaji

2.

Desa Batu Kandik

  • a. Banjar Batu Kandik

  • b. Banjar Guyangan

  • c. Banjar Antapan

  • d. Banjar Bangunurip Kaja

  • e. Banjar Bangunurip Kelod

  • f. Banjar Awan

  • g. Banjar Batuguling

  • h. Banjar Belalu

  • i. Banjar BinginBanjar Buluh

  • j. Banjar Dungkap Satu

  • k. Banjar Dungkap DuaBanjar Duren

  • l. Banjar Jarak

  • m. Banjar Merenggeng

  • n. Banjar Sukun

  • o. Banjar Tanjung

  • p. Banjar Salang

  • q. Banjar Tulad

3.

Desa Tanglad

  • a. Banjar Tanglad

  • b. Banjar Julingan

  • c. Banjar Anta

  • d. Banjar Caruban

  • e. Banjar Gepuh

  • f. Banjar Langki

  • g. Banjar Penyancangan

  • h. Banjar Soyor

  • i. Banjar Watas

4.

Desa Pejukutan

  • a. Banjar Pejukutan

  • b. Banjar Karang Gede

  • c. Banjar Karanga Blibis

  • d. Banjar Ambengan

  • e. Banjar Sehang

  • f. Banjar Pendem Kangin

  • g. Banjar Pelilit Asah

  • h. Banjar Pelilit Kubu

  • i. Banjar Cemlagi

5.

Desa Suana

a.

Banjar Semaya

  • b. Banjar Suana

  • c. Banjar Jurang Batu

  • d. Banjar Kelemahan

  • e. Banjar Celagi Landan

  • f. Banjar Angkal

  • g. Banjar Belakan

  • h. Banjar Pidada

  • i. Banjar Pupuan

  • j. Banjar Karang Sari

  • k. Banjar Pengahud

6.

Desa Batununggul

  • a. Banjar Batumulapan Kangin

  • b. Banjar Batumulapan Kauh

  • c. Ketapang Kangin

  • d. Ketapang Kauh

  • e. Ketapang Kabe-kabe

  • f. Banjar Mentigi

  • g. Banjar Sampalan

7.

Desa Kutampi Atas

  • a. Banjar Calik

  • b. Banjar Pulagan

  • c. Banjar Jurangaya

  • d. Banjar Ponjok

  • e. Banjar Bayuh

  • f. Banjar Gelagah

  • g. Banjar Buahan

  • h. Banjar Minggir

  • i. Banjar Maos

  • j. Banjar Jurang Pahit

    • 8. Desa Kutampi Kaler

      • a. Banjar Kutampi

  • b. Banjar Buyuk

  • c. Banjar Telaga

  • d. Banjar Pila

  • e. Banjar Limo

Banjar Sebunipil 9. Desa Ped

  • a. Banjar Sental Kangin

  • b. Banjar Sental Kawan

  • c. Banjar Sental Kauh

  • d. Banjar Seming

  • e. Banjar Serangen

  • f. Banjar Bedong

  • g. Banjar Pendem Kauh

  • h. Banjar Adegan Kangin

  • i. Banjar Adegan Kawan

  • j. Banjar Biaung

  • k. Banjar Tanah Bias/Prapat

  • l. Banjar Nyuh

    • 10. Desa Toya Pakeh

    • 11. Desa Sakti

      • a. Banjar Sebunibus

      • b. Banjar Sakti

      • c. Banjar Penida

      • d. Banjar Senangka

      • e. Banjar Tiyingjajang

      • f. Banjar Blebet

      • g. Banjar Pangkot

      • h. Banjar Cubang

      • i. Banjar Penaga

      • j. Banjar Bucang

      • k. Banjar Sompang

l.

Banjar Jehuk

12.

Desa Klumpu

  • a. Banjar Klumpu

  • b. Banjar Baledan

  • c. Banjar Waru

  • d. Banjar Iseh

  • e. Banjar Bila

  • f. Banjar Rata

  • g. Banjar Metaki

  • h. Banjar Hangas

13.

Desa Batu Madeg

  • a. Banjar Batumadeg Kaja

  • b. Banjar Batu Madeg Kelod

  • c. Banjar Penutuk

  • d. Banjar Tiagan

  • e. Banjar Cacah

  • f. Banjar Dehan

  • g. Banjar Saren

  • h. Banjar Mawan

  • i. Banjar Salak

  • j. Banjar Pangkung Gede

  • k. Banjar Pangkung Anyar

    • 14. Desa Bunga Mekar

      • a. Banjar Pondok Kaha Kaja

      • b. Banjar Pondok Kaha Kelod

      • c. Banjar Karang Dawa

      • d. Banjar Penangkidan

  • e. Banjar Sebuluh

  • f. Banjar Pikat

15.

Desa Jungut Batu

a.

Banjar Kangin

  • b. Banjar Kauh

  • c. Banjar Kelod

  • d. Banjar Tlaktak

  • e. Banjar Kaja

16. Desa Lembongan

  • a. Banjar Ceningan Kawan

  • b. Banjar Ceningan Kangin

  • c. Banjar Batumelawang

  • d. Lembongan Kangin

  • e. Lembongan Kauh

  • f. Banjar Kaja