Anda di halaman 1dari 162

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL

SEKOLAH DASAR/MI
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

(Silakan Klik Tautan yang Ada di Indikator dengan Warna Biru untuk Mendapatkan Penjelasannya)

Pengetahuan dan Pemahaman: Mengidentifikasi, Menentukan,


Memaknai
A. Membaca Nonsastra
1. menentukan makna kata/istilah pada teks
2. menentukan antonim/sinonim
3. menggali informasi tersurat teks
4. menentukan unsur teks (kalimat utama/penjelas)

B. Membaca Sastra
5. menentukan informasi tersurat pada karya sastra
6. menentukan unsur intrinsik karya sastra (tokoh, latar, watak tokoh)
7. menentukan makna kata/simbol/kias

C. Menulis Terbatas
8. Peserta didik dapat melengkapi kalimat/teks dengan istilah/kata/ungkapan/peribahasa

D. Menyunting kata/istilah, frase, kalimat, paragraf, ejaan, dan tanda baca


9. menunjukkan kesalahan penggunaan ejaan
10. menunjukkan kesalahan penggunaan tanda baca

Aplikasi: Menyimpulkan dan Menggunakan Konsep/Prinsip


A. Membaca Nonsastra
11. menentukan ide pokok teks
12. menggali informasi tersirat teks
13. menentukan pernyataan sesuai isi teks
14. mengidentifikasi jenis teks

B. Membaca Sastra
15. menggali informasi tersirat dalam karya sastra (menyimpulkan/ memaknai bagian teks )
16. menentukan unsur intrinsik karya sastra (konflik, amanat, tema)

C. Menulis Terbatas
17. menyusun berbagai petunjuk (menggunakan/membuat sesuatu)
18. menyusun berbagai teks (deskripsi, narasi)
19. melengkapi berbagai jenis teks (laporan, iklan, pidato)
20. melengkapi kalimat/teks dengan kata bentukan

D. Menyunting Kata/Istilah, Frase, Kalimat, Paragraf, Ejaan, dan Tanda Baca


21. menggunakan ejaan
22. menggunaan tanda baca

Penalaran: Mengevaluasi, Membandingkan Pola (Menganalisis),


Menanggapi
A. Membaca Nonsastra
23. memprediksi kejadian berdasarkan isi teks
24. membandingkan isi teks
25. melengkapi tabel dengan pokok-pokok pikiran berdasarkan isi teks

B. Membaca Sastra
26. memprediksi kejadian berdasarkan isi cerita
27. menentukan nilai-nilai cerita
28. menentukan keteladanan tokoh cerita

C. Menulis Terbatas
29. memperbaiki penulisan/penggunaan istilah/kata
30. memperbaiki tata kalimat dalam paragraf

D. Menyunting Kata/Istilah, Frase, Kalimat, Paragraf, Ejaan, dan Tanda Baca


31. memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan
32. memperbaiki penggunaan kesalahan penggunaan tanda baca
A. Membaca Nonsastra
1. menentukan makna kata/istilah pada teks
2. menentukan antonim/sinonim
3. menggali informasi tersurat teks
4. menentukan unsur teks (kalimat utama/penjelas)

20 Soal Menentukan Makna Kata/Istilah pada Teks USBN

Dalam postingan kali ini, DapurImajinasi akan membagikan kumpulan 20 Soal Menentukan Makna
Kata/Istilah pada Teks USBN. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah diartikan sebagai kata
atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat
yang khas dalam bidang tertentu. Ada istilah di bidang pariwisata, kependudukan, kesehatan,
lingkungan, pendidikan, transportasi, hukum, ekonomi, dan lain-lain.

(Baca juga: Kisi-Kisi Bahasa Indonesia USBN 2018 Irisan KTSP dan K13)

Di dalam kisi-kisi Bahasa Indonesia USBN 2018, soal tentang istilah dimunculkan. Materi tentang istilah
ini berada di materi dengan level Pengetahuan dan Pemahaman: Mengidentifikasi, Menentukan,
Memaknai. Materi ini masuk ke dalam kategori kemampuan membaca nonsastra. Agar lebih paham
tentang istilah, berikut contoh soal latihan tentang menentukan istilah yang dapat digunakan para siswa
untuk latihan atau para guru untuk menyediakan soal latihan bagi siswanya.

(Baca dan unduh juga: Soal Try Out Bahasa Indonesia USBN 2018 Paket I Sesuai POS dan Kisi-
Kisi)

Lengkapi dengan istilah yang tepat!


1. Para petani banyak merugi karena sawahnya …
2. Pada tahun 1980-an digencarkan program … untuk mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa.
3. Perumahan itu adalah hasil dari … pantai yang dilakukan tahun lalu.
4. Ia tidak masuk sekolah selama tiga hari karena … di rumah sakit akibat DBD.
5. Ia harus dirawat di rumah sakit karena terkena … saluran pernapasan.
6. Petani sedang mencabuti … yang bisa membuat hasil panen turun.
7. Berdasarkan … penduduk, desa itu memiliki jumlah warga yang paling sedikit daripada desa lainnya.
8. Pada tahun lalu … di wilayah tersebut sangat tinggi karena adanya serangan wabah penyakit yang
mematikan.
9. Pada awal tahun toko pakaian itu menawarkan … besar-besaran untuk menarik pelanggan.
10. Wilayah Tawangmangu sangat cocok untuk ditanami tanaman … .
11. Motor itu merupakan hasil … karena Indonesia belum mampu memproduksinya.
12. Hasil penjualan barang ke luar negeri mampu meningkatkan … negara.
13. Agar tidak longsor dan erosi, petani mengolah lahan berbukit-bukit dengan cara … .
14. Indonesia adalah negara … karena hasil kekayaan lautnya yang melimpah.
15. Indonesia adalah negara … karena sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani.
16. Cara bercocok tanam dengan … sangat efektif dilakukan di perkotaan karena tidak membutuhkan
tanah sebagai medianya.
17. Ia tidak boleh makan telur terlalu banyak karena tubuhnya … terhadap protein berlebih.
18. Sebelum operasi, dokter akan melakukan … kepada pasiennya.
19. Dampak … adalah meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan.
20. Lahan itu sangat subur karena tanahnya banyak mengandung … .

(Baca juga: Kumpulan Soal Menyusun Cara Memakai Sesuatu)

Soal latihan menentukan makna kata/istilah pada teks di atas juga bisa diunduh dalam bentuk dokumen
ms. word. Bentuk ini merupakan versi ringkas sehingga satu halaman folio dapat digunakan untuk 5
siswa sehingga bisa irit kertas. Untuk mendapatkan tugas ini, silakan unduh di tautan berikut!

Unduh Materi Soal Menentukan Makna Kata/Istilah pada Teks dalam Bentuk Ms. Word.

Kunci jawaban Soal latihan menentukan makna kata/istilah pada teks:


1. puso
2. transmigrasi
3. reklamasi
4. opname
5. infeksi
6. gulma
7. sensus
8. mortalitas
9. diskon
10. hortikultura
11. impor
12. devisa
13. sengkedan
14. maritim
15. agraris
16. hidroponik
17. alergi
18. anestesi
19. urbanisasi
20. humus

(Baca juga: Unduh 3 Paket Soal USBN 2018 : BI, MTK, dan IPA)

Arti kata di atas dapat dicari melalui laman KBBI daring DI SINI.
MENENTUKAN MAKNA KATA/ISTILAH PADA
TEKS: SERI MATERI USBN SD DILENGKAPI
SOAL DAN KUNCI JAWABAN

MENENTUKAN MAKNA KATA/ISTILAH PADA TEKS

Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses,
keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu (https://kbbi.web.id/istilah)

Makna kata atau istilah yang sering muncul dalam soal USBN adalah makna kata leksikal.
Makna kata leksikal merupakan makna yang terdapat pada kata dasarnya tanpa bergabung
dengan bentuk lain. Makna leksikal dapat dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Paragraf disusun menggunakan kalimat-kalimat yang saling berkaitan. Kalimat dalam setiap paragraf
disusun dari beberapa kata. Setiap kata tersebut memiliki makna atau arti. Oleh karena itu, dalam
membentuk kalimat atau paragraf sebuah kata harus benar-benar dipilih agar mampu menyampaikan
maksud penulis.

Kesalahan penggunaan kata-kata atai istilah akan menimbulkan penafsiran berbeda. Kata-kata atau
istilah yang digunakan dapat berupa kata baku, kata bersinonim, kata berantonim, kata yang
bermakna konotasi dan denotasi, dan kata yang mengalami perubahan makna. Istilah berhubungan
dengan pengungkapan makna konsep, proses, serta keadaan, atau sifat di bidang tertentu.

Contoh soal dan kunci jawaban materi menentukan makna kata/istilah pada teks.
1. SD Program Khusus akan berulang tahun. Kepala Sekolah meminta seluruh siswa untuk
membersihkan lingkungan sekolah. Siswa diharap membawa alat kebersihan seperti sapu lidi, sapu
ijuk, kemoceng, dan kain pel. Setiap siswa harus berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Makna kata bergaris bawah di dalam paragraf tersebut yaitu ....


A. merencanakan jadwal kegiatan
B. ikut serta dalam kegiatan
C. mengawasi jalannya kegiatan
D. menilai jalannya kegiatan

2. Tidur merupakan kebutuhan manusia. Saat tidur, seluruh anggota tubuh beristirahat.
Mengistirahatkan tubuh dari berbagai macam aktivitas idealnya memerlukan waktu sebanyak
delapan jam. Tidur yang baik dilakukan pada pukul 21.00–22.00. Keesokan harinya, kita juga
sebaiknya bangun tidur pada pagi hari sekitar pukul 05.00. Kebiasaan tidur secara teratur dapat
menyehatkan dan menyegarkan badan. Hal itu disebabkan saat malam kita
segeramengistirahatkan tubuh dan saat bangun pagi kita dapat menghirup udara segar dan bersih
yang baik untuk pernapasan.
Makna kata aktivitas dalam paragraf tersebut adalah . . . .
A. rutinitas yang dilakukan secara terus-menerus setiap waktu
B. mudah beraksi dan bereaksi
C. giat melaksanakan tugas
D. kegiatan yang dilakukan

3. Bank BRI memberikan pinjaman modal dengan bunga rendah kepada para pedagang kaki lima
(PKL) .Hal ini disambut baik oleh para PKL . Adapun alasan Bank BRI meminjamkan modal tersebut
adalah agar PKL mampu mengembangkan usahanya sekaligus memiliki warung tetap.

Istilah bunga rendah dalam paragrap di atas memiliki arti… .

A. Keuntungan yang diperoleh orang yang meminjam

B. Jumlah keseluruhan peminjam yang harus dibayarkan

C. Kerugian yang diperoleh oleh pihak yang meminjamkan

D. Biaya tambahan ringan pada peminjam yang harus dibayarkan


(http://www.websitependidikan.com)
Memahami Sinonim dan Antonim

A. Sinonim
Sinonim adalah persamaan atau padanan kata.

Contoh:

1. Sekarang cari pekerjaan sangat sulit.

Sinonim kata sulit adalah sukar.

2. Ketika menerangkan, suara Pak Guru sangat keras.

Antonim keras adalah lembut.

3. Petani itu membeli obat pembasmi hama.

Sinonim pembasmi adalah pemusnah.

B. Antonim
Antonim adalah perlawanan kata.

Contoh:

1. Harga pupuk dan obat pembasmi hama semakin lama semakin mahal.

Antonim mahal adalah murah.

2. Pasokan beras di gudang kurang untuk pasokan selama satu bulan.

Antonim kurang adalah berlebih

3. Kemarin ada kejadian ganjil yang menimpa desa itu.

Antonim ganjil adalah biasa.

(Baca juga: Makna Denotasi Konotasi)

Soal Antonim dan Sinonim

1. Ia sudah menjadi wartawan selama 10 tahun.

Sinonim wartawan adalah … . (reporter)


2. Ia bahkan tidak ragu jika ditunjuk menjadi ketua kelas.

Sinonim ragu adalah … . (sangsi)

3. Racun ular itu sangat berbahaya.

Sinonim racun adalah … . (bisa)

4. Ia duduk di teras rumah.

Sinonim teras adalah … . (beranda)

5. Kerjakan soal itu dengan cermat!

Sinonim cermat adalah … . (teliti)

6. Kupu-kupu itu hinggap di ujung ranting.

Antonim ujung adalah … . (pangkal)

7. Ia percaya bahwa Bondan tidak bersalah.

Antonim percaya adalah … . (ragu)

8. Lantai itu sangat licin.

Antonim licin adalah … . (kesat)

9. Rumah itu sangat luas.

Antonim luas adalah … . (sempit)

10. Hari ini aku sangat sibuk.

Antonim sibuk adalah … .(luang)


MENENTUKAN ANTONIM/SINONIM

Antonim adalah kata yang berlawanan makna dengan kata lain (https://kbbi.web.id/antonim).
Sinonim adalah bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain
(https://kbbi.web.id/sinonim)

Contoh Sinonim dan Antonim

Berikut kumpulan sinonim dan antonim kosa kata Bahasa Indonesia, (tanda = berarti sinonim
kata, tanda >< berarti antonim kata) :

1. abadi = awet, baka, daim, infinit, kekal, langgeng; >< sementara. Contoh kalimat:
Akhirat dipercaya sebagai kehidupan abadi, sedangkan dunia itu kehidupan sementara
2. abang = akang, kakak, kakanda, kakang, kanda, kangmas, mas, raka, uda;
>< adik. Contoh kalimat : Adik dan abang sama-sama ramah
3. abdi 1 aku, ana (cak), awak, beta, ego, hamba, kami, saya; >< kamu, juragan.
Contoh kalimat : Aku tidak seperti kamu yang menyukai bola.
4. cantik = adiwarna, adun, anggun, apas, ayu, bagus, bahari, baik, bergaya, berupa,
cakap, cendayam, elok, ganteng, geulis, gombang, hasan, indah, jambu, jangak,
janguk, jelita, jombang, juita, kacak, kirana, laksmi, majelis, manis, memesonakan,
menarik hati, menawan, mentereng, molek, mongel, pantas, rancak, ranggi, rupawan,
sajak, segak, sekak, songgak, syahdu, tampan, tampan, tumandang; >< jelek. Contoh
kalimat : Baik jelek atau cantik aku akan selalu berada di sampingnya.
5. dahulu = awal, berlalu, di depan, di muka, dulu, lalu, lampau, lepas, lewat, mulamula,
purba, silam, sudah-sudah, tempo hari, waktu lalu; >< sekarang. Contoh kalimat :
Dari dahulu sampai sekarang penampilannya tetap sama.
6. daif = cacat, hina, kecil, keji, laif, lata, leceh, lemah, leta, miskin, nista, papa, remeh,
rendah, sukar; >< mulia. Contoh kalimat : Penggunaan dalil daif, akan menodai
kemuliaan dalil sesungguhnya.
7. ejek, mengejek = jajat, meledek, mempermainkan, mencebik, mencela, mencemeeh,
mencemek, mencemooh, mencemuh (cak), mencibir, mengajuk, mengata-ngatai,
mengecimus, mengeji, menggiat, menggonjak, menggonyakkan, menghinakan,
mengolok-olok, mengumpat, mengusik, menistakan, menyendakan, menyepelekan,
menyindir, meremehkan, merendahkan; >< memuji. Contoh kalimat :
Jadikanlah ejekansebagai tantangan, dan pujian sebagai cobaan.
8. ekonomis = cermat, hati-hati, hemat, irit; >< boros. Contoh kalimat : belilah barang –
barang ekonomis sehingga pengeluaran tidak akan boros.
9. ekor = akhir, belakang, buntut, burit, hujung, kotek, punggung, sudut, ujung;
>< kepala. Contoh kalimat : bulu kucing itu sangat halus dari kepala hingga ekor.
10. eksak = akurat, cermat, korek, pasti, persis, saksama, tepat, tentu; >< non-eksak.
11. eksklusif = idiosinkretis, individual, istimewa, khas, khusus, privat, tunggal, unik;
diskriminatif, parokial, sektarian, terbatas, terpilih; >< inklusif.Contoh kalimat :
Pribadi inklusif lebih disukai dibanding eksklusif.
12. eksplisit = akurat, definitif, gamblang, jelas, kentara, positif, spesifik, tegas, terang,
terperinci,tersurat. >< Implisit. Contoh kalimat : Beritanya seharusnya disajikan
secara eksplisit, bukan implisit.
13. fana = sementara, temporer; >< baka. Contoh kalimat : kita tidak mampu memilih
hidup dalam kefanaan atau alam baka.
14. fasih = bacar, bijak, calak, cepat, galir, lancar, lincir, lincir lidah, pantas, petah, petah
lidah, petes; >< gagap; Contoh kalimat : Salah satu kriteria yang dibutuhkan saat
penerimaan penyiar yaitu berbicara tidak gagap, namun fasih.
15. gadai mempertanggungkan, mempertaruhkan, mengagunkan, menjaminkan,
menyandarkan, merungguhkan; >< menebus. Contoh kalimat : mobilnya memang
ia gadaikan, sekarang ia telah menebusnya.
16. gadis n anak dara, anak perempuan, cewek (cak), dara, dayang, inong, kenya, kuntum,
lajang, nona, pemudi, perawan, putri, teruna, upik; >< (je)jaka. Contoh
kalimat : Gadissekarang lebih memilih duda ketimbang jejaka.
17. hiruk = berisik, bising, damat, gaduh, gegap, gempar, gempita, heboh, hingar-bingar,
ramai, ribut, riuh-rendah; >< sunyi
18. homogen = sama, seragam, tunggal, unik; >< heterogen. Contoh kalimat: Pandangan
masyarakat heterogen dapat menjadi homogen melalui pancasila.
19. identik = analog, ekuivalen, sama, sebangun, serupa; >< berbeda. Contoh kalimat :
Bunga – bunga itu identik meskipun berasal dari induk yang berbeda.
20. ilegal = bawah tangan, gelap (ki), haram, liar, palsu, terlarang; >< legal. Contoh
kalimat : Jangan memilih kosmetik ilegal, yang aman untuk kesehatan itu legal.
21. ilmiah a keilmuan, objektif, rasional, saintifik; >< khayal. Contoh kalimat :
Karya ilmiah tidak akan berasal dari cerita khayal.
22. imitasi = artifisial, bikinan, buatan, lancung, lip-lap, palsu, selungkang, sintetis,
tiruan;><asli. Contoh kalimat : Wanita menegah kebawah lebih memilih
produk imitasi dibanding asli, karena harganya lebih miring.
23. jahat = bandel, bangor, bangpak, bengal, bengis, biadab (cak), buas, busuk, curang,
dengki, durjana, hina, jahanam, jahil, jalang, jelek, kejam, keji, khianat, kotor (ki),
kurang ajar, lacur, licik, nakal, pasik, rusak, sadis, sundal, tambung, tebal hati,
terkutuk; ><baik.Contoh kalimat : Sebuah drama sengaja menghadirkan kedua
karakter tokoh yaitu tokoh jahat dan tokoh baik.
24. jalang a beringas, binal, buas, galak, ganas, garang, geladak, jahat, lacur, liar, nakal,
panjang mata, sundal; >< jinak. Binatang jalang telah berhasil dijinakkan.
25. janda = balu, bujang, randa; duda. Contoh kalimat : Tetangga sebelah rumahku
yang janda besok menikah dengan seorang duda.
26. jawab = balas, balasan, elakan, jawaban, perlawanan, reaksi, respons, sahutan,
sambutan, tanggapan, tangkisan; >< tanya. Contoh kalimat :
Sesi tanya dan jawab jumpa pers Syahrini akan segera berakhir.
27. kawan n bendu, dongan, kenalan, sahabat, sejawat, sobat (cak),
teman; >< musuh.Contoh kalimat : dalam politik, yang awalnya kawan dapat
menjadi lawan.
28. pendahuluan = alas kata, haluan kata, introduksi, kata pengantar, mukadimah,
pembukaan, pengantar kata, pengenalan, permulaan, pimpinan, prakata, prawacana,
prolog; >< penutup. Contoh kalimat : Pendahuluan sebuah artikel itu di buat
semenarik mungkin, sedangkan penutupannya biasa saja.
29. tergabung = tercampur, terhimpun, terpadu, terkumpul,
terpumpun; >< terpisah. Contoh kalimat : Salah satu sekolah tergabung ke dalam
sekolah berbasis Internasional, terpisahdari kurikulum yang ditetapkan pemerintah.
30. terikat v 1 terbalut, terbebat, terbelenggu, terbelit, terberkas, terjalin, terkait, terkebat,
terkongkong, terkujut, terkurung, terlilit, terpaut, terpikat, tersaur, tersekat, tersimpai,
tersimpul, tertambat, tertawan; tergabung, tergolong, terlibat, tersangkut;
tertakluk; >< terbebas. Contoh kalimat : Hewan terikat itu ingin terbebas dari tali
temali pengikatnya.
31. kontroversi = perbalahan, perbantahan, perdebatan, polemik, silang pendapat;
percederaan, percekcokan, perselisihan, pertengkaran, pertikaian; prahara
>< selaras.Contoh kalimat : Ahmad Dani memang pribadi yang
penuh kontroversi, selaras dengan ide – ide musik yang dihasilkannya.
32. konsisten = konstan, malar, persisten, stabil, taat asas, tetap; harmonis, koheren,
selaras, sesuai; >< inkonsisten. Contoh kalimat : Remaja biasanya
belum konsisten dalam hal perasaan, mereka masih inkonsisten terhadap perubahan
kehidupannya.
33. konotatif = alegoris, asosiatif, figuratif, metaforis, simbolis; >< denotatif. Contoh
kalimat : Pakai kata denotatif saja, karena kata konotatif kerap membuatku
kebingungan.
34. kualitas n 1 bobot, derajat, jenis, kadar,kaliber (cak), kelas, kapasitas, karakter, status,
peringkat, mutu, nilai, taraf, tingkat; atribut, ciri, karakteristik, keunikan, sifat, tanda;
>< kuantitas. Contoh kalimat : Baik kuantitas maupun kualitas produk baru ini harus
unggul dibanding produk-produk lama.
35. laba = keuntungan, kelebihan, margin, profit, surplus; arti, faedah, guna,
manfaat; >< rugi. Contoh kalimat : Bukannya mendapat laba, tetapi merugi.
36. labil = goyah, goyang, temperamental; fluktuatif; >< stabil. Contoh kalimat :
Tunggulah ketika ia telah stabil, bukan sekarang saat ia labil.
37. lahir = jebol, ada, berdiri, hadir, jadi, keluar, muncul, terbentuk, timbul, tumbuh,
jasmani, keduniaan;>< meninggal, mati. Kelahiran disambut dengan
tawa, kematian disambut dengan tangis.
38. lahiriah = badaniah, fisis, jasmaniah, ragawi, zahir; >< batiniah. Contoh kalimat :
Kemuliaan itu terbentuk dari kebersihan lahiriah dan kesucian batiniah.
39. laki = adam, laki-laki, lanang, lelaki, maskulin, pria; bujang, cowok (cak), jaka,
jejaka, pemuda, perjaka; jantan; junjungan, suami; >< perempuan. Contoh kalimat :
Sekat laki – laki dan perempuan masa kini telah berangsur – angsur menghilang.
40. monolog = ceramah, lektur, orasi, pidato; >< dialog.
41. mortalitas = kematian; >< natalitas. Contoh kalimat : Tahun ini
angka natalitas lebih tinggi dibandingkan angka mortalitas.
42. muda = anak muda, anom, baru, belia, bujang, enom, jejaka, kecil, lembut,
mengunjung, mentah, orang muda, pentil, peria, perjaka, rawan, remaja, teruna,
yuana, yunior, yuvenil, yuwana; >< tua. Contoh kalimat : Pertunjukan ini cocok bagi
semua kalangan, baik muda maupun tua.
43. mudah = encer, enteng, gampang, gembur,lancar, lasuh, lekeh, lun-tur, murah,
ringan, sederhana, senang, sepele, suang; >< susah, sulit. Contoh kalimat : Ali
mengerjakan pertanyaan yang mudah dahulu dan mengabaikan yang sulit.
44. mujur = asian, berbahagia, berbintang terang, berkat, bernasib baik, beruntung,
membujur, mendapat habuan, mendapat laba, mendingan, menyaruk,
warisan; >< sial, apes. Contoh kalimat : Pejudi hanya mengandalkan kemujuran
belaka, ketika apes bangkrut keuangannya.
45. mumpuni = ahli, cakap, lihai, mahir, >< bodoh. Contoh kalimat : Pekerjaan ini
membutuhkan keahlian yang mumpuni, tidak akan bisa dikerjakan oleh orang bodoh.
46. munafik = bermuka dua, hipokrit, inkonsisten, kepalsuan, kepura-puraan, nifak;
>< jujur. Contoh kalimat : Bersikap itu pilihan, ingin jadi orang jujur atau munafik.
47. muncul = bertambah, bertunas, hidup, kelihatan, keluar, lahir, membuntang,
mencagun, mencongol, mencuat, mengembol, menjedul, menjelma, menjengul,
menjungkar, menongol, menonjol, menyembu, menyempal, pegari, tampak, tepercul,
terangkat, terbit, tersembul, timbul, tumbuh; ada, datang, hadir, masuk, pegari,
tampak, terlihat; berbentuk, berdiri, jadi, lahir, mengemuka, menjelma, tampil,
tumbuh; keluar, terbit; >< tenggelam. Contoh kalimat : Ikan koi itu kadang muncul
kadang tenggelam.
48. mundur = berkurang, hanyut, hengkang, kembali, kolot, meleset, menarik langkah,
mengundurkan diri, menyusut, merosot, surut, terkebelakang, tertinggal, undur;
>< maju.Contoh kalimat : Maju mundur cantik menjadi lagu andalan Syahrini saat
manggung.
49. murah = banyak, berlebih-lebih, ekonomis, gampang, limpah, melimpah, mudah;
>< mahal. Contoh kalimat : pasar tidak selalu menjual barang murah, terkadang
barang mahal pun dijual disana.
50. muram = benguk, buram, guram, kabur, kecut, kelam, kucam, kusam, kusut muka,
kuyu, layu, masygul, menderita, mendung, menipu, murung, pucat, pudar, redup,
sabak, sayu, sedih, sedu, suram, teduh, udam;>< ceria; cerah; berseri. Contoh
kalimat : Jangan selalu muram, nikmatilah hari ini dengan
ceria.(https://dosenbahasa.com/contoh-kalimat-sinonim-dan-antonim)

Contoh soal dan pembahasan materi antonim/sinonim

1. Saat malam kita segera mengistirahatkan tubuh dan saat bangun pagi kita dapat menghirup
udara segar dan bersih yang baik untuk pernapasan

Sinonim kata yang bercetak miring pada paragraf tersebut adalah . . . .


A. membiarkan
B. mendiamkan
C. memberikan
D. memanaskan

2. Siang itu sampah berserakan di halaman sekolah.


Persamaan kata bergaris bawah di dalam kalimat tersebut yaitu ....

A. beterbangan
B. mengonggok
C. berhamburan
D. bertebaran
3. Bank BRI memberikan pinjaman modal dengan bunga rendah kepada para pedagang
kaki lima (PKL) .Hal ini disambut baik oleh para PKL . Adapun alasan Bank BRI
meminjamkan modal tersebut adalah agar PKL mampu mengembangkan usahanya sekaligus
memiliki warung tetap.

Antonim kata mengembangkan dalam paragraf di atas adalah..

A. Menyempitkan
B. Meluaskan
C. Merosot
D. Menambahkan
MENGGALI INFORMASI TERSURAT TEKS

Bacaan atau paragraf memuat informasi tersurat dan tersirat. Informasi tersurat adalah
informasi yang tertulis secara jelas dalam bacaan. Informasi tersirat adalah informasi yang
tidak tertulis secara jelas/tersembunyi.

Pokok-pokok informasi terangkum dalam rumus 5W + 1H. Dalam bahasa Indonesia, pokok-
pokok informasi itu dapat pula disingkat dengan ADIKSIMBA (Apa, DI mana, SIapa, Mengapa,
BAgaimana) .

Langkah-langkah menentukan pertanyaan/jawaban sesuai isi teks.

1. Bacalah dengan cermat kutipan teks.

2. Pahamilah isi teks dengan benar.

3. Tentukan pertanyaan/jawaban sesuai dengan isi teks.

Berikut kalimat pertanyaan dan jawaban atas pertanyaan berkaitan isi teks.

a. Apa (what) peristiwanya?


Jawaban sesuatu/perihal peristiwa dalam bacaan

b. Siapa (who) yang mengalami peristiwa itu?

Jawaban: Pihak (subjek) yang diinformasikan

c. Di mana (where) terjadinya peristiwa itu?

Jawaban: tempat terjadinya peristiwa

d. Kapan (when) terjadinya peristiwa itu?

Jawaban: Waktu terjadinya peristiwa

e. Mengapa (why) peristiwa itu terjadi?

Jawaban: alasan/penyebab terjadinya peristiwa

f. Bagaimana (how) proses peristiwanya?

Jawaban: kondisi atau proses terjadinya peristiwa


Contoh soal dan pembahasan

1. Bersepeda merupakan olahraga yang menyehatkan tubuh. Olahraga ini dapat dilakukan oleh siapa saja.
Dengan mengayuh sepeda, otot perut, kaki, tangan, dan jantung akan bergerak. Otot organ tubuh yang
bergerak akan merangsang keluarnya keringat. Semakin banyak keringat yang keluar semakin banyak pula
lemak yang keluar dari dalam tubuh. Semakin sedikit tumpukan lemak semakin lancar peredaran darah kita.

Kalimat tanya yang sesuai dengan isi paragraf di atas adalah ....

A. Bagaimanakah cara bersepeda yang baik?

B. Mengapa bersepeda dapat menyehatkan tubuh?

C. Sepeda apa yang baik digunakan untuk berolahraga?

D. Siapa saja yang dapat melakukan olahraga bersepeda?

2. Humus si Penyubur Tanah

Apakah humus itu? Humus adalah bunga tanah. Bunga tanah merupakan bahan makartan untuk tanaman.
Humus berasal dari tumbuhan dan hewan yang membusuk.

Jika ingin tanahmu subur, kamu dapat membuat hurnus sendiri. Caranya kumpulkan sampah daun-daunan.
Kernudian, timbun sampah-ssunpah itu dalam lubang. Sebaiknya. lubang dibuat di dawah pohon yang rindang.
Alasannya, karena udara lembab akan mempercepat pembusukan.

Setelah beberapa lama, daun-daun itu akan membusuk. Bentuknya berupa gumpalan-gumpalan hitam yang
bercampur dengan tanah. Itulah yang disebut humus. Tanah yang berhumus ini terasa berminyak jika kita
pegang.

Jika humus tadi dicampur dengan tanah padat, tanah padat tersebut akan menjadi gembur. Tanah gembur
sangat subur. Di dalamnya tersedia banyak makanan untuk tanaman. Tanah gembur juga memudahkan
akar mencari makanan untuk pertumbuhannya.

Bagaimana cara membuat humus?

A. Masukkan sampah ke datam lubung lalu bakar sampai jadi abu.

B. Campur sampah dengan tanah padat kemudian diaduk.

C. Sampah daun-daunan ditimbun di dalam lubang hingga membusuk.

D. Sampah dari tumbuhan dicampur dengan tanah gembur.


Jenis Paragraf Berdasar Letak Kalimat Utama

Paragraf adalah kumpulan beberapa kalimat yang mengandung gagasan pokok.


Di dalam paragraf ada kalimat utama dan kalimat penjelas. Ada beberapa jenis
paragraf dengan pola pengembangan berbeda yang memungkinkan peletakan
kalimat utama yang berbeda-beda. Kalimat utama bisa diletakkan di awal, di
tengah, ataupun di akhir sebuah paragraf. Berikut jenis paragraf berdasarkan
letak kalimat utama.

1. Paragraf deduktif

Paragraf deduktif atau deduksi merupakan paragraf yang kalimat utamanya


terletak di awal paragraf.
Contoh:
Lahan pertanian di Pulau Jawa semakin menyempit. Hal ini dikarenakan jumlah
penduduk yang semakin lama semakin bertambah. Populasi penduduk yang
bertambah mengakibatkan pembangunan semakin banyak. Pembangunan rumah
tinggal maupun tempat usaha menggusur lahan pertanian. Sekarang banyak
ditemui, sawah-sawah yang bukan ditanami padi, melainkan ditanami tembok-
tembok beton perumahan.
Paragraf di atas termasuk paragraf deduktif karena kalimat utama terletak di awal
paragraf, yakni “Lahan pertanian di Pulau Jawa semakin menyempit”.
Baca juga: 10 Contoh Paragraf Deduktif

2. Paragraf Ineratif

Paragraf ineratif merupakan paragraf dengan kalimat utama terletak di tengah-


tengah paragraf.
Contoh:
Kekurangan mengonsumsi sayuran hijau bisa menyebabkan tubuh lesu karena
kekurangan vitamin. Daya tahan tubuh pun berkurangan karena hal tersebut. Jika
demikian, penyakit bisa dengan mudah masuk menyerang tubuh. Kurang
mengonsumsi sayuran hijau bisa berisiko negatif bagi tubuh. Serat dalam sayuran
hijau dapat memperlancar metabolisme tubuh. Tidak sedikit orang sembelit
karena kurang mengonsumsi sayuran hijau.
Paragraf di atas termasuk paragraf ineratif karena kalimat utama terletak di
tengah paragraf, yakni “Kurang mengonsumsi sayuran hijau bisa berisiko
negatif bagi tubuh”.
Baca juga: 10 Contoh Paragraf Ineratif

3. Paragraf Induktif

Paragraf induktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir


paragraf.
Contoh:
Siswa sering tidak konsentrasi saat belajar di dalam kelas. Kondisi ruangan yang
tidak nyaman turut memengaruhi proses pembelajaran di kelas. Kemampuan guru
menyampaikan materi yang kurang profesional pun menyebabkan siswa malas
mengikuti pembelajaran. Kurangnya kesadaran belajar mandiri pada siswa juga
turut memperparah tidak tercapainya tujuan pembelajaran. Itulah beberapa
penyebab nilai siswa turun di sekolah ini.
Paragraf di atas termasuk paragraf induktif karena kalimat utama terletak di akhir
paragraf, yakni “Itulah beberapa penyebab nilai siswa turun di sekolah ini”.
Baca juga: 10 Contoh Paragraf Induktif

4. Paragraf campuran

Paragraf campuran merupakan paragraf yang kalimat utamanya ada di dua bagian.
Biasanya kalimat utama paragraf dengan jenis ini diletakkan di bagian awal dan
akhir paragraf. Sebenarnya dua kalimat utama di dua bagian itu sama, tetapi
disajikan dengan kata-kata yang berbeda untuk penekanan inti masalah.
Contoh:
Siswa mesti rajin membaca buku. Dengan rajin membaca buku, pengetahuan
siswa akan semakin banyak. Semakin banyak informasi yang diserap siswa, maka
dia akan lebih mudah dalam menerima pembelajaran. Dengan banyak membaca,
siswa juga kaya kosa kata bahasa. Jadi, sudah seharusnya sekarang siswa rajin
membaca buku.
Paragraf di atas termasuk paragraf campuran karena kalimat utama terletak di
awal dan akhir paragraf, yakni “Siswa mesti rajin membaca buku” dan “Jadi,
sudah seharusnya sekarang siswa rajin membaca buku”.

10 Contoh Paragraf Deduktif


Paragraf deduktif atau deduksi adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf.
Jenis paragraf ini sering digunakan dalam mengembangkan suatu ide pokok atau topik suatu
masalah. Paragraf ini juga sering digunakan dalam penulisan berita, khususnya berita dengan model
straight news.

Berikut 10 contoh paragraf deduktif.


1. Cecak mempunyai perlindungan diri yang unik. Ia mampu mengelabui musuhnya dengan
cara memutuskan ekornya. Kemampuan ini disebut autotomi. Pemangsa akan mengira ekor yang
putus adalah tubuh cecak sehingga cecak dengan leluasa melarikan diri.

2. Rendra adalah anak yang rajin. Setiap hari ia bangun pukul 04.00. Ia selalu salat berjemaah di
masjid. Ia tidak pernah terlambat ke sekolah.

3. Harimau sumatera kini semakin langka. Banyak orang yang memburunya. Mereka mengincar
kulit harimau untuk dijual kepada perajin kulit. Apalagi kini, habitat hewan tersebut semakin lama
semakin menyempit karena penebangan hutan dan pertambangan.

4. Jahe mempunyai banyak manfaat. Tanaman ini sering dijadikan bumbu dapur. Selain itu, jahe
sering dijadikan minuman penghangat tubuh. Jahe dapat ditanam di pekarangan rumah sebagai
apotek hidup.

5. Kucing adalah hewan yang sangat lucu. Tingkahnya membuat banyak orang tertawa.
Terkadang kucing menari-nari ketika mengajak seseorang untuk bermain. Akan akan semakin lucu,
jika hewan tersebut tidur dengan lelap di sofa.

6. Bunglon merupakan salah satu hewan yang unik. Ia mampu beradaptasi di lingkungannya
dengan cara mimikri. Bunglon dapat mengubah warna kulit sesuai warna benda di sekitarnya agar
dapat mengelabui binatang pemangsa. Jika bunglon dekat dengan dedaunan hijau maka dia akan
berubah warna kulit menjadi hijau.

7. Cara membuat es degan sirup cukup mudah. Ambil air dari buah kelapa muda, kemudian
belahlah untuk diambil daging buahnya. Campurkan daging buah dengan air kelapa yang sudah
diambil tadi. Tambahkan gula dan sirup secukupnya. Aduk rata dan jangan lupa tambahkan es batu
agar rasanya tambah menyegarkan.

8. Kelapa adalah buah yang sangat bermanfaat. Buahnya bisa untuk bahan minuman yang
menyegarkan. Batangnya bisa digunakan sebagai bahan bangunan. Akarnya sangat kokoh untuk
menahan abrasi dan erosi. Daunnya untuk pembungkus makanan.

9. Demam batu akik yang tengah mewabah di kalangan masyarakat memiliki dampak positif
maupun dampak negatif. Dampak positifnya tidak lain adalah menjadi sumber mata pencaharian
baru bagi masyarakat-masyarakat sekitar, namun dibelakang itu orang-orang yang tidak bertanggung
jawab merusak batuan alam dengan sewenang-wenang.

10. Sudah beberapa hari ini air PDAM di rumah kami sering kotor dan berbau. Akibatnya, kami
menjadi sering menguras bak mandi dan penampungan air. Kami sungguh bingung bila tidak ada air
bersih di rumah kami. Apalagi muncul berita bahwa PDAM akan menaikkan tarif air. Tolong jangan
sampai tarif air dinaikkan jika pelayanannya masih kacau.

10 Contoh Paragraf Ineratif

Paragraf Ineratif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di tengah


paragraf. Dalam sebuah paragraf ada kalimat penjelas/pendukung dan kalimat
utama. Nah, di paragraf ineratif, kalimat utama justru diletakkan di tengah
paragraf. Walaupun jarang penulis yang menggunakan pola ineratif, tetapi
kemunculan paragraf ini terkadang bisa membut tulisan menjadi kreatif. Untuk
lebih jelasnya, silakan perhatikan contoh-contoh paragraf ineratif dalam
postingan berikut!

1. Buahnya bulat seperti bola. Kulit buahnya keras seperti batu. Inilah buah
Kawis yang daging buahnyanya berwarna hitam. Jika diseduh dengan air,
rasanya mirip minuman bersoda rasa kola.

2. Telaga ini menjadi tempat wisata utama di Magetan, Jawa Timur. Tempat ini
sering dikunjungi orang-orang karena hawanya yang sejuk. Telaga ini berada
di lereng Gunung Lawu. Telaga ini dikenal dengan nama Telaga
Sarangan. Di sekitar telaga ini terdapat banyak hotel dan penginapan, dari
yang sederhana sampai yang mewah. Kita juga bisa mengelilingi telaga dengan
kendaraan atau berjalan kaki karena terdapat jalan mengelilingi seluruh area
telaga.

3. Udara di Kebun Teh Kemuning sangat segar. Pemandangan hijau terhampar


luas. Kebun Teh Kemuning memang sangat menarik hati. Di sana sangat pas
jika dijadikan latar untuk berfoto. Banyak juga objek wisata di sekitar tempat itu.
4. Dengan membaca buku, kita dapat menguasai ilmu pengetahuan. Buku
memang gudangnya ilmu. Kita bisa tahu banyak informasi di bidang apa pun
dari buku. Orang yang tidak bersekolah pun bisa pandai karena banyak
membaca buku. Ia mampu menyerap informasi yang lebih banyak
dibandingan orang-orang yang bersekolah, tetapi malas membaca buku.

5. Tingkah kucing kadang membuat banyak orang tertawa. Terkadang kucing


menari-nari ketika mengajak seseorang untuk bermain. Kucing memang
dikategorikan hewan yang lucu. Akan akan semakin lucu, jika hewan
tersebut tidur dengan lelap di sofa.

6. Proses ini tidak membutuhkan perkawinan. Dengan kata lain, Amoeba tidak
perlu amoeba lainnya untuk berkembang biak. Amoeba berkembang biak
dengan cara membelah diri. Hewan ini memiliki sebuah sel yang disebut
dengan inti sel. Sel inilah yang nantinya akan membelah menjadi dua. Sel
tersebut akan memisah dan membentuk dua kutub yang saling menjauh.

7. Air buah kelapa mengandung elektrolit yang bisa dengan cepat menyegarkan
badan yang lelah atau terhidrasi. Jika setelah mengonsumsi air kelapa, tubuh
kita akan terasa segar. Air buah kelapa terutama kelapa muda memang
sangat berguna bagi tubuh manusia. Terkadang air kelapa dijadikan obat
penawar bagi orang yang keracunan makanan. Menurut suatu sumber,
membasuh wajah dengan air kelapa juga dapat meminimalisasi pertumbuhan
jerawat.

8. Pemanfaatan rotan biasanya dijadikan sebagai bahan baku mebel, misalnya


kursi, meja, dan rak buku. Penggunaan rotan sebagai bahan baku mebel
mempunyai kelebihan dan kekurangan. Rotan memiliki beberapa
keunggulan daripada kayu, yakni ringan, kuat, mudah dibentuk, dan murah.
Kelemahan utama rotan adalah gampang terkena kutu bubuk.

9. Ular berbisa biasanya membunuh mangsanya dengan bisanya tersebut. Ular


yang tidak berbisa biasanya membunuh mangsanya dengan cara melilit. Jenis
ularmemang ada yang berbisa dan tidak berbisa. Contoh ular berbisa
antara lain kobra dan welang. Sementara itu, boa, piton, dan anakonda
termasuk contoh ular yang tidak berbisa. Beberapa jenis ular kerap mempunyai
kebiasaan berjemur di bawah terik matahari untuk membantu mencerna
makanan.
10. Kita selalu menghasilkan sampah di sekitar kita. Jika tidak dikelola dengan baik,
sampah bisa mengancam kehidupan manusia. Secara umum, jenis sampah
dapat dibagi dua, yaitu sampah organik dan sampah
anorganik. Sampahorganik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup,
seperti daun-daunan, sampah dapur, dan lain-lain. Jenis sampah ini bisa
diuraikan secara alami.Sementara itu, sampah anorganik adalah sampah yang
sulit hancur secara alami. Contoh sampah anorganik adalah kertas, plastik,
kaleng, dan lain-lain.

10 Contoh Paragraf Induktif

Paragraf induktif atau induksi adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.
Dalam sebuah paragraf ada kalimat penjelas/pendukung dan kalimat utama. Nah, di paragraf induktif,
kalimat utama justru diletakkan di akhir paragraf. Untuk lebih jelasnya, silakan perhatikan contoh-
contoh paragraf induktif dalam postingan berikut!

1. Menjaga kebersihan di sekolah bukan hanya dilakukan petugas kebersihan sekolah saja.
Menjaga kebersihan juga harus dilakukan para siswa. Bapak/Ibu Guru juga bertanggung jawab untuk
menjaga kebersihan sekolah. Karyawan sekolah, mulai Tata Usaha, kantin, koperasi, satpam, dan
sebagainya juga harus sigap menjaga kebersihan sekolah. Semua warga sekolah wajib menjaga
kebersihan sekolah.

2. Danau ini terletak di Pulau Sumatra. Danau ini dikenal sebagai tempat pariwisata yang cukup
menarik hati. Di tengah danau ini ada sebuah pulau kecil yang menambah pemandangan menjadi
eksotis. Danau ini dicatat sebagai danau terluas di Indonesia. Menurut para sejarawan, danau ini
terbentuk akibat adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Danau ini sebenarnya kawah
gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi setelah meletus. Danau ini adalah Danau Toba.

3. Duri bunga ini bisa melukai pemetik yang tidak hati-hati. Bunga ini disukai banyak orang karena
bentuknya yang indah. Bunga ini sering dijumpai berwarna merah dan putih. Bunga ini sering dijadikan
hadiah sebagai bentuk ucapan terima kasih atau perhatian. Bunga ini mudah ditanam di pot ataupun
langsung di tanah atau taman. Hampir semua orang mengenal bunga ini, yaitu bunga mawar.

4. Di kantor-kantor, jaringan internet sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas kantor. Di sekolah,
internet dapat menjadi media penunjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hingga di pelosok
desa, kini internet sudah menjadi barang pokok yang dapat menunjang aktivitas komunikasi. Di dunia
perdagangan, internet seakan menjadi kebutuhan paling pokok karena sekarang sedang menjamur
toko dalam jaringan (toko online). Sekarang, di mana-mana orang membutuhkan internet.

5. Daun pepaya dapat dijadikan jamu penambah nafsu makan. Daun pepaya juga dapat dijadikan
sayuran yang lezat. Bunga pepaya juga dapat dimasak menjadi oseng-oseng yang membangkitkan
selera makan. Apalagi buahnya, sangat manis dan bisa membantu melancarkan pencernaan. Saat
masih muda, buah pepaya juga dapat dijadikan bahan makanan. Tidak hanya itu, biji buah pepaya juga
mengandung suatu zat yang dapat mengobati cacingan pada anak-anak. Ternyata di balik manisnya
buah pepaya, terkandung banyak manfaat di beberapa bagian dari tanaman pepaya.

6. Jika ada siswa yang melanggar aturan kelas, sanksi yang sudah disepakati wajib diberikan
kepada pelanggar. Aturan kelas dibuat untuk menunjang ketertiban dan kedisiplinan kelas. Aturan kelas
mulai dari piket kebersihan, piket kelengkapan kelas, aturan kelakuan di dalam kelas, dan lainnya harus
didukung oleh semua warga kelas. Oleh sebab itu, aturan kelas wajib ditaati oleh semua warga
kelas.

7. Di dalam keluarga disiplin sangat diperlukan. Kedisiplinan juga merupakan awal sebuah prestasi
di sekolah. Tidak hanya itu kedisplinan di lingkungan akan membawa dampak yang baik untuk
masyarakat. Ternyata kedisiplinan sangat penting di kehidupan kita.

8. Tanaman ini sering dijadikan bumbu dapur. Selain itu, jahe sering dijadikan minuman penghangat
tubuh. Jahe juga dapat ditanam di pekarangan rumah sebagai apotek hidup. Dapat kita simpulakan
bahwa jahe memang mempunyai banyak manfaat.

9. Banyak orang yang memburu harimau sumatra. Mereka mengincar kulit harimau untuk dijual
kepada perajin kulit. Apalagi kini, habitat hewan tersebut semakin lama semakin menyempit karena
penebangan hutan dan pertambangan. Akibatnya, kini harimau sumatra semakin langka.

10. Di buku ada banyak ilmu yang dapat kita pelajari. Dengan membaca buku, kita dapat menguasai
ilmu pengetahuan. Kita bisa tahu banyak informasi di bidang apa pun dari buku. Jadi, memang tak
salah jika buku dijuluki sebagai gudang ilmu.

10 Contoh Paragraf Campuran

Setelah memahami paragraf deduktif, ineratif, dan induktif, kini saatnya belajar
paragraf campuran. Paragraf campuran adalah paragraf yang kalimat utamanya
diletakkan di dua bagian. Contoh yang sering ditemukan adalah diletakkan di bagian awal
dan akhir paragraf. Dua kalimat utama yang digunakan sebenarnya sama, tetapi disajikan
dengan kata-kata yang berbeda untuk penekanan inti masalah.

Contoh Paragraf Campuran

Berikut sepuluh contoh paragraf campuran dengan berbagai tema.

1. Paragraf campuran tema pendidikan


Pendidikan yang paling utama bagi anak adalah pendidikan
karakter. Dengan pendidikan karakter yang baik, si anak akan mempunyai pondasi
karakter dan mental yang kuat. Orang tua dan guru pun bisa bekerja sama untuk
membentuk karakter anak. Jika berhasil, orang tua dan guru akan lebih mudah dalam
mentransfer ilmu maupun nasihatnya kepada anak. Jadi, pendidikan karakter harus
diutamakan dalam pendidikan.

Baca juga: Jenis Paragraf berdasar Kalimat Utama

2. Paragraf campuran tema kesehatan


Apabila kita jarang mengonsumsi sayuran hijau bisa berakibat tidak baik
bagi kesehatan. Pertama, kita rentan terkena penyakit. Kita bisa menderita anemia atau
kekurangan darah. Karena kurangnya serat, kita juga mudah mengalami
sembelit. Ternyata, jarang mengonsumsi sayuran hijau bisa berbahaya bagi tubuh
kita.

3. Paragraf campuran tema kesehatan


Sebelum dikonsumsi, sayuran hijau sebaiknya dimasak terlebih dahulu
secara benar. Sayuran yang akan dimasak sebaiknya dicuci dan dipotong-potong
menurut selera. Sayuran tersebut jangan dimasak terlalu lama. Jika dimasak terlalu lama,
kandungan zat gizinya akan berkurang. Oleh sebab itu, masaklah sayuran hijau
secara benar sebelum dikonsumsi.

4. Paragraf campuran tema kesehatan


Penyakit influenza mudah menular. Menurut penelitian, penyebaran virus flu
sangat terkait dengan level kelembapan udara. Di negara beriklim sedang seperti Amerika
Utara dan Eropa, wabah flu biasanya terjadi di musim dingin. Sementara itu, di negara
tropis influenza menyebar di musim penghujan. Kita harus hati-hati dengan penyakit
influenza yang ternyata mudah menular.

Baca juga: Kalimat utama paragraf

5. Paragraf campuran tema kesehatan


Gondongan termasuk penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa
pengobatan.Penyakit ini disebabkan oleh virus sehingga tidak membutuhkan antibiotik
dalam pengobatannya. Penderita hanya memerlukan istirahat cukup dan nutrisi yang
bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika perlu, boleh diberikan obat penurun
panas dan antinyeri. Penderita sebaiknya menghindari makanan asam agar tidak
bertambah nyerinya. Selain itu, diberikan makanan lunak untuk memudahkan
pengunyahan. Jadi, gondongan sebenarnya tidak perlu diobati karena bisa
sembuh sendiri.
6. Paragraf campuran tema lingkungan
Hutan memiliki manfaat yang luar biasa bagi kita. Di hutan tumbuh bermacam-
macam tumbuhan yang dapat mencegah bajir, erosi dan tanah longsor. Hewan-hewan
juga dapat hidup bebas di hutan, kita juga dapat memanfaatkan hutan sebagai tempat
wisata.Hutan memang seharusnya dijaga karena bermanfaat bagi kehidupan kita.

7. Paragraf campuran tema lingkungan


Eceng gondok dianggap sebagai gulma yang dapat merusak
lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran
air. Bagi masyarakat di sekitar pinggiran sungai, eceng gondok adalah tanaman
parasit yang hanya mengotori sungai. Eceng gondok dapat menyebabkan sungai
menjadi tersumbat atau meluap karena ditumbuhieceng gondok terlalu
banyak. Masyarakat di sekitar pinggiran danau juga menganggap eceng
gondok adalah tanaman pengganggu yang menghalangi aktivitas mereka di
danau. Tak salah jika eceng gondok dicap sebagai tanaman perusak
lingkungan perairan.

8. Paragraf campuran tema lingkungan


Walaupun dianggap sebagai gulma, eceng gondok juga mempunyai
manfaat. Eceng gondok dapat dijadikan peluang usaha sebagai bahan dasar
kerajinan tangan. Bagian tumbuhan eceng gondok yang sudah dikeringkan
ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tas, kopor, sandal,
keranjang, tatakan gelas, tikar, dan sebagainya.Akhir-akhir ini eceng gondok
juga banyak dimanfaatkan untuk mendukung industri mebel, yaknisebagai
pengganti rotan yang harganya semakin melangit. Wah, di balik sisi negatifnya,
ternyata manfaat eceng gondok cukup banyak!

Baca juga: Menyusun kalimat menjadi paragraf padu.

9. Paragraf campuran tema kesehatan


Manfaat jeruk nipis sangatlah banyak. Jeruk nipis dapat digunakan sebagai obat
batuk alami. Jeruk nipis dapat dibuah minuman yang menyegarkan. Jeruk nipis juga dapat
digunakan sebagai bumbu dapur. Ternyata, banyak sekali manfaat jeruk nipis bagi
kita.

10. Paragraf campuran tema olahraga


Permainan sepakbola menuntut kemampuan teknik dasar yang baik. Teknik
dasar ini merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki pemain agar dapat
mengembangkan kemampuan dan keahliannya lebih lanjut. Penguasaan teknik dasar
yang baik akan memberikan suguhan permainan sepak bola yang menarik. Jadi, teknik
dasar yang baik perlu diterapkan dalam permainan sepakbola.
MENENTUKAN KALIMAT UTAMA PARAGRAF DAN KALIMAT PENJELAS
(UNSUR TEKS)
Kalimat utama merupakan kalimat berisi ide pokok. Kalimat utama juga sering disebut
sebagai kalimat topik. Kalimat utama ini dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain dalam paragraf
tersebut, yang disebut dengan kalimat penjelas. Kalimat penjelas yaitu kalimat yang
isinya memperjelas, menguraikan, atau berupa rincian-rincian tentang kalimat utama.

Kalimat utama dapat ditemukan di awal, di tengah, di akhir, di awal dan akhir, atau di
seluruh paragraf.

Ciri kalimat utama di antaranya:

1. mengandung permasalahan yang dapat diuraikan lebih lanjut;


2. biasanya berupa kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri;
3. mempunyai arti jelas tanpa dihubungkan dengan kalimat lain;
4. dapat dibentuk tanpa kata sambung transisi; dan
5. dalam paragraf induktif, kalimat utama sering ditandai kata-kata kunci, seperti jadi ataudengan
demikian.

Sedangkan kalimat penjelas memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri

2. Arti kalimatnya baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea

3. Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung atau frasa penghubung atau
kalimat transisi

4. Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang bersifat mendukung kalimat
topik

BANGUN PARAGRAF BAHASA INDONESIA

Drs. Suladi, M.Pd.


Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Jakarta

Kalimat Topik
 memberitahu pembaca tentang apa yang diperbincangkan dalam paragraf itu
 memberi arah/pengendali terhadap permasalahan yangg akan dibicarakan
 sandaran bagi kalimat-kalimat lain dalam paragraf itu menjadi titik tolak dari kalimat
pengembang

Berdasarkan posisi kalimat topic


1. Deduktif : gagasan utama diletakkan pada bagian awal paragraph.
2. Induktif: gagasan utama diletakkan pada bagian akhir paragraph.
3. Deduktif-Induktif: gagasan utama terletak pada bagian awal dan diulang lagi pada bagian
akhir.
4. Ineratif: gagasan utama terdapat di tengah paragraf
5. Menyebar: gagasan utama berupa simpulan dari setiap kalimat yang membangun paragraf itu.

1.Contoh paragraf deduktif:

Tenaga kerja yang diperlukan dalam persaingan bebas adalah tenaga kerja yang
mempunyai etos kerja tinggi, yaitu tenaga yang pandai, terampil, dan berkepribadian.
Tenaga kerja yang pandai adalah tenaga kerja yang mempunyai kemampuan akademis
memadai sesuai dengan disiplin ilmu tertentu. Terampil artinya mampu menerapkan
kemampuan akademis yang dimiliki disertai kemampuan pendukung yang sesuai untuk
diterapkan agar diperoleh hasil maksimal. Sementara itu, tenaga kerja yang berkepribadian
adalah tenaga kerja yang mempunyai sikap loyal, disiplin, dan jujur.

2. Contoh paragraf induktif

Salju yang turun dari langit memberikan hiasan yang indah untuk bumi. Beberapa kota
disulap dengan nuansa putih, menghasilkan pemandangan cantik dan memikat bagi penikmat
keindahan. Hawa dingginnya semakin hari menggigit kawasan-kawasan yang beriklim
subtropis dan sedang ini. Inilah musim dingin yang terjadi di negeri matahari terbit.

3. Contoh paragraf deduktif-induktif

Pencemaran udara, air, dan tanah saling berhubungan. Asap pabrik dan asap kendaraan
mencemari udara. Polusi udara tertiup ke berbagai tempat. Hujan membawa polusi ke dalam
air dan tanah. Saluran air dan sungai sering tercemar oleh sampah. Pupuk buatan untuk
pertanian dapat merusak tanah. Tanaman disemprot dengan pestisida untuk membunuh hama.
Namun, pestisida meracuni binatang dan manusia. Hujan mengalirkan pestisida dan pupuk dari
tanah ke sungai. Akibatnya, air juga terkena polusi. Jadi, semua polusi saling berkaitan.

4. Contoh paragraf ineratif

Gunung Sinabung di Sumatera Utara meletus. Belum reda letusan Gunung Sinabung,
Gunung Kelud di Jawa Timur juga meletus. Selain gunung berapi yang meletus itu, banjir
terjadi di beberapa daerah. Ibu kota Jakarta, seperti tahun-tahun sebelumnya, dilanda banjir.
NTT yang sering mengalami kekeringan juga dilanda banjir. Indonesia memang sedang
ditimpa banyak musibah dan bencana. Bencana-bencana tersebut menelan korban, baik
harta maupun jiwa. Padi di sawah-sawah yang siap panen menjadi gagal panen. Sayur mayur
yang banyak ditanaman dan dihasilkan di lereng-lereng gunung juga hancur sehingga harga di
pasar menjadi melambung.

5. Contoh menyebar

Matahari belum tinggi benar. Embun masih tampak berkilauan. Warna bunga menjadi
sangat indah diterpa sinar matahari. Tampak kupu-kupu dengan berbagai warna terbang dari
bunga yang satu ke bunga yang lain. Angin pun semilir terasa menyejukkan hati.

Contoh soal dan kunci jawaban


1. Perhatikan bacaan berikut!

Cairan daun pepaya dapat meredakan perut kembung. Cairan itu juga dapa melancarkan
peredaran darah. Daun pepaya memang memiliki banyak manfaat. Bahkan enak juga dimakan
sebagai sayuran.

Kalimat utama paragraf di atas adalah ....


A. Cairan daun pepaya dapat meredakan perut kembung.
B. Cairan itu juga dapat melancarkan peredaran darah.
C. Daun pepaya memang memiliki banyak manfaat.
D. Bahkan enak juga dimakan sebagai sayuran

2. Bacalah teks berikut.

Nasib elang jawa sungguh memprihatinkan. Burung endemis Jawa ini tergolong hewan
terancam punah dengan status genting. Menurut data BirdLife International, saat ini populasi
elang jawa di alam diperkirakan hanya tersisa sekitar 300–500 individu dewasa. Salah satu
penyebab elang jawa terancam punah, yaitu semakin menyusutnya luas hutan alami di Jawa.
Sebagai pulau dengan populasi penduduk terpadat di Indonesia, kebutuhan lahan untuk
permukiman dan pertanian di Jawa semakin meningkat dari tahun ke tahun. Akibatnya,
banyak hutan yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian maupun permukiman. Saat ini,
hutan alami yang tersisa di Jawa diperkirakan hanya sepuluh persen.

Kalimat utama pada paragraf tersebut adalah . . .


A. Nasib elang jawa sungguh memprihatinkan.
B. Saat ini, hutan alami yang tersisa di Jawa diperkirakan hanya sepuluh persen.
C. Banyak hutan yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian maupun permukiman.
D. Semakin menyusutnya luas hutan alami di Jawa merupakan salah satu penyebab
kepunahan elang jawa terancam punah.
PENGETAHUAN

B. Membaca Sastra
5. menentukan informasi tersurat pada karya sastra
6. menentukan unsur intrinsik karya sastra (tokoh, latar, watak tokoh)
7. menentukan makna kata/simbol/kias

MENENTUKAN INFORMASI TERSURAT PADA KARYA SASTRA (PUISI)

A. Menentukan Isi Pantun

1. Pengertian Pantun

Pantun merupakan puisi lama yang terdiri atas empat larik. Dua larik pertama merupakan
sampiran dan dua larik berikutnya merupakan isi. Pantun memiliki pola rima akhir a-b-a-b.

2. Ciri-Ciri Pantun

a. Terdiri atas empat larik dalam satu bait.

b. Terdiri empat sampai dengan enam kata dalam satu larik.


c. Terdiri atas delapan sampai dengan dua belas suku kata.
d. Larik pertama dan kedua merupakan sampiran dan larik ketiga dan keempat
merupakan isi.
e. Larik pertama dan ketiga mempunyai akhir yang sama. Larik kedua dan keempat juga
mempunyai akhir yang sama. Dengan kata lain, rima akhir larik bersajak a-b-a-b atau
bersajak silang.

Contoh pantun

Asam kandis asam gelugur

Ketiga asam si riang-riang

Menangis mayat di pintu kubur

Teringat badan tidak sembahyang

Isi pantun terdapat pada baris ketiga dan keempat. Isi pantun tersebut adalah penyesalan
orang yang sudah meninggal karena saat hidup di dunia tidak sembahyang.

3. Jenis Pantun Dilihat dari Isinya

a. Pantun Anak-Anak
Contoh :

Elok rupanya si kumbang jati

Dibawa itik pulang petang

Tidak terkata besar hati

Melihat ibu sudah datang

b. Pantun Orang Muda/Berkasih-Kasihan

Contoh :

Tanam melati di rama-rama

Ubur-ubur sampingan dua

Sehidup semati kita bersama

Satu kubur kelak berdua

c. Pantun Orang Tua/Pantun Nasihat

Contoh :

Asam kandis asam gelugur

Kedua asam riang-riang

Menangis mayat di pintu kubur

Teringat badan tidak sembahyang

d. Pantun Jenaka

Contoh :

Elok rupanya pohon belimbing

Tumbuh dekat pohon mangga

Elok rupanya berbini sumbing

Biar marah tertawa juga

e. Pantun Teka-Teki
Contoh :

Kalau puan, puan cemara

Ambil gelas di dalam peti

Kalau tuan bijak laksana

Binatang apa tanduk di kaki

f. Pantun Agama

Contoh

Kalau Menegakkan Benang Basah

Aib Malu Orang Sekampung

Kalau Menegakkan Agama yang Salah

Hidup Mengerang Mati Menanggung

B. Menentukan Isi Syair

Syair adalah puisi lama yang berasal dari Arab.

CIRI - CIRI SYAIR :

a. Setiap bait terdiri dari 4 baris

b. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata

c. Bersajak a – a – a – a

d. Isi semua tidak ada sampiran

e. Berasal dari Arab

Contoh :
Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

Negeri bernama Pasir Luhur (a)


Tanahnya luas lagi subur (a)
Rakyat teratur hidupnya makmur (a)
Rukun raharja tiada terukur (a)
Raja bernama Darmalaksana (a)
Tampan rupawan elok parasnya (a)
Adil dan jujur penuh wibawa (a)
Gagah perkasa tiada tandingnya (a)

Isi syair tersebut adalah mengisahkan sebuah kerajaan yang dipimpin raja yang
bijaksana sehingga rakyatnya hidup sejahtera.

C. Menentukan isi puisi baru

Puisi baru adalah puisi yang tidak lagi terikat oleh jumlah baris dan persajakan dalam setiap
baitnya. Dengan kata lain, jumlah baris dalam setiap baitnya tidak memiliki jumlah tertentu
dan persajakannya tidak memiliki rumus pasti.

Contoh puisi baru

Lingkungan Desa
Lingkungan desa
Kau sangat indah
Bersih tanpa sampah
Penuh rasa damai
Pada waktu matahari terbit
Orang-orang berombongan
Pergi ke pasar
Anak-anak ke sekolah

Isi puisi tersebut adalah tentang lingkungan desa memiliki pemandangan yang indah.
Lingkungannya bersih tanpa sampah. Keadaan seperti itu menciptakan rasa damai bagi hati
dan pikiran.

Contoh soal dan kunci jawaban

1. Perhatikau syair berikut!

Ingat selalu kepada Tuhan

Jernihkan hati kuatkan iman

Supaya hidup menjadi ringan

Tetap berserah tanpa beban

Maksud syair di atas adalah ....

A. hidup akan damai jika kita bisa menjadi beban

B. badan kita akan kuat jika hati ringan beriman


C. hidup akan damai jika berserah kepada Tuhan

D. hidup akan tenteram jika hati kita memiliki beban

2. Perhatikan puisi berikut

Tanyaku

Tuhan...

Ke mana udara bersih itu?

Semua telah bercampur asap dan polusi

Hanya menyesakkan dada

Tuhan...

Ke mana kesejukan pepohonan?

Semua berganti bangunan kokoh

Merusakkan bumi kami

Tuhan...

Maafkanlah kami...

Beri kami kesempatan

Untuk memelihara bumi kami

Oleh: Dessy Fitriani Putri

(Sumber: Bobo Tahun XL Nomor 30, 1 November 2012)

Isi puisi di atas adalah ... .

A. Pertanyaan kepada Tuhan tentang keindahan alam yang ada di bumi

B. Pertanyaan dan permohonan maaf kepada Tuhan atas kerusakan di bumi

C. Pernyataan terima kasih karena telah menciptakan dunia yang indah

D. Permintaan maaf kepada Tuhan karena selama di bumi telah berbuat dosa
MENENTUKAN INFORMASI TERSURAT PADA KARYA SASTRA (PROSA)

A. Pengertian Prosa

Istilah prosa berasal dari bahasa latin oratio provorsa yang berarti ucapan langsung bahasa
percakapan sehingga prosa berarti bahasa bebas, bercerita, dan ucapan langsung. Kata prosa
diambil dari bahasa Inggris, prose yang berarti bahasa tertulis atau tulisan.
Aminuddin ( 2002) menyatakan bahawa prosa Fiksi adalah kisahan atau ceritera yang
diemban oleh palaku-pelaku tertentu dengan pemeranan, latar serta tahapan dan rangkaian
ceritera tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu
ceritera.

B. Macam-macam Prosa

Secara umum prosa terbagi atas prosa lama dan prosa baru.

1. Prosa Lama

a. Ciri-ciri Prosa Lama

Adapun circiri prosa lama adalah sebagai berikut.

1) Di pengaruhi oleh sastra hindu atau arab.

2) Ceritanya anonim “tanpa nama”

3) Milik bersama.

4) Bersifat statis, sesuai dengan kondisi masyarakat waktu itu.

5) Berbentuk hikayat, tambo, dongeng”pembaca di bawa ke alam imajinasi”

b. Jenis-Jenis Prosa lama

1) Mite

Mite atau mitos berasal dari bahasa Yunani, mythos yang berarti cerita tentang dewa-dewa
dan pahlawan-pahlawan yang dipuja-puja. Mitos adalah cerita tentang dewa-dewa suci yang
mendukung sistem kepercayaan atau agama (religi), contohnya adalah cerita-cerita yang
menerangkan asal usul dunia, kehidupan manusia dan kegiatan-kegiatan hidup seperti
bercocok tanam, misalnya tentang kepercayaan Dewi Sri atau adat istiadat yang lain (Suripan
Sadi Hutomo, 1991 : 63).

2) Legenda
Legenda adalah cerita yang mengisahkan asal-usul satu tempat atau peristiwa zaman
silam. Hutomo (1991) menyatakan bahwa legenda merupakan cerita-cerita yang dianggap
masyarakat pemiliknya sebagai peristiwa-peristiwa sejarah. Sebagian besar
masyarakat menganggap bahwa legenda adalah sejarah rakyat. Legenda merupakan cerita
yang mencerminkan kehidupan dan kebudayaan masyarakat setempat.

Contoh legenda adalah Candi Roro Jonggrang, Tangkuban Perahu, Danau Toba, dan
sebagainya. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa legenda merupakan suatu
cerita yang dianggap terjadi dan pelakunya adalah orang yang terkemuka atau manusia yang
memiliki kesaktian dan betul-betul pernah hidup di masa lampau.

3) Dongeng

Dongeng Menurut Sudjiman (1986:15) adalah cerita tentang makhluk khayalan. Makhluk
khayalan yang menjadi tokoh-tokoh cerita semacam itu biasanya ditampilkan sebagai tokoh
yang memiliki kebijaksanaan untuk mengatur masalah manusia dengan segala macam
cara. Bascom dalam Danandjaja ( 2007: 50) menyatakan bahwa dongeng adalah cerita prosa
rakyat yang dianggap tidak benar-benar terjadi oleh yang mempunyai cerita, dan dongeng
tidak terikat oleh waktu maupun tempat. Dongeng merupakan cerita yang tidak benar-benar
terjadi terutama pada zaman dahulu.

2. Prosa Baru

a. Ciri-ciri Prosa Baru

Adapun ciri-ciri prosa baru adalah sebagai berikut.

1) Tertulis.

2) Masyarakat sentris”cerita diambil dari kehidupan masyarakat sekitar”.

3) Dipengaruhi pengarangnya.

4) Dipengaruhi sastra barat.

5) Bentuk novel,cerpen,drama.

b. Jenis-Jenis Prosa Baru

1) Cerita pendek

Cerita pendek atau sering disingkat cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Berapa
ukuran panjang atau pendek yang dimaksud memang tidak ada aturan baku yang dianut
maupun kesepakatan diantara pengarang dan para ahli. Edgar Allan Poe dalam Nurgiantoro
(1995: 11) menyatakan bahwa cerita pendek adalah sebuah cerita yang selesai dibaca sekali
duduk, kira-kira berkisar antara setengah jam sampai dua jam.

2) Novel
Novel sebenarnya merupakan salah satu jenis fiksi. Novel dan cerita pendek merupakan dua
bentuk karya sastra yang sekaligus disebut fiksi. Bahkan dalam perkembangannya yang
kemudian, novel dianggap bersinonim dengan fiksi. Dengan demikian, pengertian fiksi juga
berlaku untuk novel (Burhan Nurgiantoro, 1995: 9).

Herman J. Waluyo (2002: 37) mengemukakan bahwa novel mempunyai ciri: (1) ada
perubahan nasib dari tokoh cerita; (2) ada beberapa episode dalam kehidupan tokoh
utamanya; (3) biasanya tokoh utama tidak sampai meninggal.

Sumber:
Ratnasari, Ririk dkk, 2017. Genre dan Apresiasi Sastra. Jakarta: Direktorat Pembinaan
Guru Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan

Contoh soal dan pembahasan

1. Suatu hari di sebuah lembah, Monyet bertemu dengan Burung Pipit yang sedang mencari
biji- ijian. “Hai Burung Pipit, kau sedang mencari biji-bijian lagi, ya? Pantas saja kau tidak
bertambah besar, yang kau makan bijinya, bukan buahnya“, ejek Monyet. Burung Pipit hanya
diam dan terus mengumpulkan biji-biji apel yang dibuang oleh Monyet.
Suatu hari, hujan turun dengan deras selama berhari-hari. Lembah itu pun tertutup oleh air.
Semua hewan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di atas bukit. Mereka kedinginan dan
kelaparan. Ketika hujan berhenti, mereka turun kembali ke lembah untuk mencari makanan.
Tetapi, semua pohon telah tumbang tersapu air hujan. Tidak ada lagi buah-buahan untuk
dimakan. Saat berjalan menyusuri lembah untuk mencari makan, Monyet bertemu lagi
dengan Burung Pipit.
Burung Pipit iba dengan kondisi Monyet. Burung Pipit mengajak Monyet ke atas bukit.
Betapa terkejutnya Monyet, melihat bukit yang penuh buah-buahan. Ternyata, Burung
Pipitlah yang menanam pohon buah-buahan itu. Itulah sebabnya kenapa Burung Pipit selalu
mengumpulkan biji buah-buahan yang dibuang.
Mengapa Burung Pipit mengumpulkan biji-bijian?
A. Burung Pipit tahu akan turun hujan deras dan banjir yang menumbangkan pepohonan.
B. Monyet kehabisan makanan karena pepohonan di lembah tersapu banjir.
C. Burung Pipit menanam biji-bijian tersebut di atas bukit.
D. Burung Pipit adalah burung pemakan biji-bijian.

2. Perhatikan teks di bawah ini


Pada suatu malam Kek Jamali sembahyang Isya di Masjid, selepas sembahyang ia sempatkan
untuk membaca Al-Qur’an, hingga pukul sembilan malam. Dia pulang dengan berjalan kaki
di tengah hujan rintik-rintik kecil. Saat dalam perjalanan pulang ia melihat seorang pengemis
yang meminta-minta dari rumah orang yang miskin dan yang membuat Kek Jamali terketuk
hatinya ialah ketika dia tahu bahwa orang miskin tersebut mau memberikan sesuatu untuk si
pengemis.

Apa yang membuat Kakek Jumali terketuk hatinya?

A. Ia membaca al-Quran hingga pukul sembilan malam


B. Ia pulang dengan berjalan kaki di tengah hujan rintik-rintik kecil.

C. Ia melihat seorang pengemis yang meminta-minta

D. Ia tahu bahwa orang miskin akan memberikan sesuatu untuk si pengemis.

MENENTUKAN INFORMASI TERSURAT PADA KARYA SASTRA (DRAMA)


Kata drama berasal dari bahasa Yunani Draomai yang berarti ‘berbuat, berlaku, bertindak’.
Jadi drama bisa berarti perbuatan atau tindakan. Arti pertama dari drama adalah kualitas
komunikasi, situasi, action (segala yang terlihat di pentas) yang menimbulkan perhatian,
kehebatan (acting), dan ketegangan pada para pendengar.
Menurut Krauss (1999: 249) dalam bukunya Verstehen und Gestalten, drama adalah suatu
bentuk gambaran seni yang datang dari nyanyian dan tarian adat Yunani kuno, yang di
dalamnya dengan jelas terorganisasi dialog dramatis, sebuah konflik dan penyelesaiannya
digambarkan di atas panggung.
Dalam perkembangan selanjutnya yang dimaksud drama adalah bentuk karya sastra yang
berusaha mengungkapkan perihal kehidupan manusia melalui gerak percakapan di atas
panggung ataupun suatu karangan yang disusun dalam bentuk percakapan dan dapat yang
dipentaskan.
Namun, yang dapat digolongkan karya sastra adalah naskah drama atau teks drama. Teks
drama yang ditulis menggambarkan kehidupan dengan menampilkan tikaian atau konflik dan
emosi melalui lakuan dan dialog. Naskah ini ditulis untuk pementasan. Drama dapat juga
diartikan sebagai ragam sastra dalam bentuk dialog yang dibuat untuk dipertunjukkan atau
dipentaskan.
Oleh karena itu, dalam naskah drama selain percakapan pelaku berisi pula petunjuk gerak
atau penjelasan mengenai gerak-gerik dan tindakan pelaku, peralatan yang dibutuhkan,
penataan pentas atau panggung, musik pengiring, dan sebagainya.
Ciri khas dari drama adalah, naskahnya berbentuk percakapan atau dialog. Dalam menyusun
dialog, pengarang harus memperhatikan pembicaraan tokoh-tokoh dalam kehidupan sehari-
hari dan pantas untuk diucapkan di atas panggung. Ragam bahasa dalam dialog tokoh-tokoh
drama adalah bahasa lisan yang komunikatif dan bukan ragam bahasa tulis, melainkan bahasa
tutur. Pilihan kata (diksi) pun dipilih sesuai dengan dramatic action dari plat out. Diksi
berhubungan dengan irama lakon, artinya panjang pendeknya kata-kata dalam dialog
berpengaruh terhadap konflik yang dibawakan lakon. Dialog dalam sebuah drama pun harus
bersifat estetis atau memiliki keindahan bahasa. Namun, nilai estetis tersebut tidak boleh
mengganggu makna yang terkandung dalam naskah. Selain itu, dialog harus hidup. Artinya,
dapat mewakili tokoh yang dibawakan.
1. Perhatikan teks drama berikut.

Candra: "Andaikata keadaan rumahku tidak seperti ini, tentu aku tidak akan mendapat
masalah."
Rusdi : "Ada apa Can? Katakanlah, mungkin aku dapat membantumu! Ayolah, bicara saja!"
Candra : "Begini Rus! Aku belum membayar buku karena orang tuaku belum mempunyai
uang untuk melunasi. Padahal, aku sudah berjanji hari ini akan melunasi."
Rusdi : "Begini ... kita harus berani! Nanti kita berdua menghadap kepala sekolah setelah
pelajaran selesai, kemudian kita mengatakan sejujurnya tentang keadaanmu. Bagaimana?"
Candra : "Ya itu ide baik sekali. Terima kasih, Rus."

1. Bagaimana kondisi Candra sebelum mendapat saran dari Rusdi?


A. Kacau.
B. Risau.
C. Bimbang,
D. Marah.

2. Mengapa Candra mengatakan "Ya. itu ide yang baik sekali." pada akhir teks?
A. Rusdi meminta Candra untuk berkata jujur.
B. Rusdi berjanji akan membantu Candra untuk melunasi buku.
C. Kepala Sekolah membebaskan uang buku Candra.
D. Rusdi menemukan jalan keluar yang baik.
Rumus Cepat Memahami Unsur-Unsur Intrinsik Cerita

Siswa kadang butuh rumus cepat untuk memahami unsur cerita anak. Unsur cerita anak sering
masuk dalam materi bahasa Indonesia. Untuk menganalisis cerita, siswa butuh dasar pemahaman
yang baik tentang jenis cerita dan unsur-unsurnya. Berikut DapurImajinasi bagikan cara mudah dan
cara cepat dalam memahami unsur-unsur intrinsik cerita.

Jenis cerita
1. Fiksi : cerita tidak nyata (dongeng, cerita rakyat, dll.)
2. Nonfiksi : cerita nyata (catatan perjalanan, catatan harian, dll.)

Jenis cerita rakyat


1. Fabel
Cerita yang tokohnya hewan.
Contoh: Kancil Mencuri Timun, Katak dan Monyet, Semut dan Burung Balam, dll.
2. Legenda
Cerita yang memuat asal usul suatu tempat.
Contoh: Candi Prambanan (Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso), Asal Mula Danau Toba,
Rawa Pening, Gunung Batok, Tangkuban Prahu (Sangkuriang), Batu Malin Kundang, dll.
3. Mite
Cerita yang dikaitkan dengan hal gaib (mitos)
Contoh: Nyi Blorong, Nyi Roro Kidul, Misteri Gunung Merapi, dll.
4. Sage
Cerita yang berkaitan dengan sejarah
Contoh: Ken Arok, Calon Arang, dll.
5. Epos (Epik)
Cerita tentang kepahlawanan.
Contoh: Ramayana dan Mahabarata.

(Klik : download soal jenis dan unsur intrinsik cerita)


Unsur-Unsur Intrinsik Cerita
1. Tema
Tema adalah isi atau inti cerita secara umum.
Contoh: Pengorbanan seorang ibu, anak yang durhaka, hancurnya sebuah persahabatan, dll.
2. Tokoh
Tokoh adalah pelaku dalam cerita.
- Berdasarkan perannya, tokoh dibagi menjadi dua, yaitu tokoh utama dan tokoh figuran
(tambahan/pembantu).
- Berdasarkan karakternya, tokoh dibagi menjadi tiga:
a. Protagonis
Tokoh yang mendukung jalannya cerita (biasanya baik).
b. Antagonis
Tokoh yang menentang tokoh protagonis/menentang jalan cerita (biasanya jahat).
c. Tritagonis
Tokoh penengah, atau juga bisa dikatakan tokoh-topkoh figuran yang ada di sekitar tokoh protagonis
ataupun antagonis.

3. Watak (Klik : download soal mencari watak tokoh)


Watak adalah sifat/karakter tokoh dalam cerita.
Watak dibagi menjadi dua, yaitu
- Watak positif, contohnya jujur, sopan, ramah, dermawan, adil, bijaksana, dll.
- Watak negatif, contohnya kejam, pembohong, galak, pelit, angkuh, ceroboh, dll.

4. Latar
Latar dibagi menjadi tiga yaitu tempat, waktu, dan suasana.
Rumus adh tentang latar:

5. Alur
Alur adalah jalannya suatu cerita atau urutan peristiwa dalam suatu cerita.
Rumus adh tentang alur:
6. Sudut Pandang
Sudut pandang adalah posisi pencerita di dalam cerita.
Biasanya menggunakan sudut pandang orang pertama (kata ganti orang pertama) aku atau saya.
Biasa juga memakai sudut pandang orang ketiga, yaitu dia, ia, mereka, atau menyebut nama.

7. Amanat
Amanat adalah pesan atau nasihat untuk para pembaca.

Secara garis besar ada rumus adh untuk mudah menghafal unsur intrinsik cerita, yaitu

MENENTUKAN UNSUR INTRINSIK KARYA SASTRA (TOKOH, LATAR, WATAK


TOKOH)
A. Unsur Intrinsik Prosa
Unsur intrinsik (intrinsik) adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri.
Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra, unsur-unsur
yang yang secara faktual akan dijumpai jika orang membaca karya sastra. Unsur yang
dimaksud misalnya peristiwa, cerita, plot, penokohan, tema, latar, sudut pandang penceritaan,
bahasa atau gaya bahasa, dan lain-lain (Burhan Nurgiantoro, 2007).
Pembahasan terhadap unsur-unsur intrinsik pembangun cerita pendek/novel diuraikan
sebagai berikut.
1. Tema
Tema merupakan makna yang dikandung oleh sebuah cerita Senada dengan pengertian
tersebut, Hartoko dan Rahmanto (dalam Burhan Nurgiyantoro (2007) menyatakan bahwa
tema merupakan gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya. Tema menjadi
pengembangan seluruh cerita sehingga bersifat menjiwai keseluruhan cerita. Senada dengan
pengertian tersebut, Tarigan (1983) menyatakan bahwa tema adalah gagasan utama atau
pikiran pokok.
Tema suatu karya sastra letaknya tersembunyi dan harus dicari sendiri oleh pembacanya.
Pengarang karya sastra tidak semata-mata mengatakan apa yang menjadi inti permasalahan
hasil karyanya walaupun kadang-kadang ada atau terdapat kata-kata, kalimat kunci dalam
salah satu bagian karya sastra, dari kalimat kunci pengarang seolah-olah merumuskan apa
yang sebenarnya menjadi pokok permasalahan.
Ada beberapa cara untuk menafsirkan tema menurut Stanton dalam Nurgiayantoro (2007)
yakni (1) harus memperhatikan detil yang menonjol dalam cerita rekaan, (2) tidak
terpengaruh oleh detil cerita yang kontradiktif, (3) tidak sepenuhnya tergantung oleh bukti-
bukti implisit, tetapi harus yang eksplisit, (4) tema itu dianjurkan secara jelas oleh cerita yang
bersangkutan.

2. Penokohan
Penokohan merupakan salah satu unsur dalam cerita yang menggambarkan keadaan lahir
maupun batin seseorang atau pelaku. Setiap manusia mempunyai karakter yang berbeda-
beda. Karena cerpen/novel pada dasarnya adalah menceritakan manusia dalam berhubungan
dengan dengan lingkungannya, maka setiap tokoh dalam cerita akan memiliki watak yang
berbeda-beda antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lainnya. Melalui karakter tokoh
cerita pembaca mengikuti jalannya cerita, sehingga maksud cerita akan menjadi lebih jelas.
Istilah tokoh merujuk pada orang atau pelaku cerita. Watak, perwatakan, dan karakter,
menunjuk pada sifat dan sikap para tokoh. Penokohan dan karakterisasi sering disamakan
artinya dengan karakter dan perwatakan. Penokohan menunjuk pada penempatan tokoh-tokoh
tertentu dengan watak-watak tertentu dalam sebuah cerita.
Senada dengan pendapat di atas Panuti Sudjiman (1988: 16-23) berpendapat tokoh ialah
individu yang mengalami peristiwa atau berlakuan dalam berbagai peristiwa dalam cerita.
Watak berarti tabiat, sifat kepribadian. Sedangkan penokohan adalah penyajian watak tokoh
dan penciptaan citra tokoh.
Jadi yang dimaksud penokohan atau karakteristik adalah ciri-ciri jiwa seseorang tokoh dalam
suatu cerita. Seluruh pengalaman yang dituturkan dalam cerita kita ikuti berdasarkan tingkah
laku dan pengalaman yang dipelajari melalui pelakunya. Melalui perilaku ilmiah pembaca
mengikuti jalannya seluruh cerita dan berdasarkan karakter, situasi cerita dapat
dikembangkan.

3. Plot atau Alur


Plot atau alur adalah urutan peristiwa yang merupakan dasar terciptanya sebuah cerita. Alur
bisa tampak apabila pengarang dalam menyusun cerita antara tema pesan dan amanat saling
berhubungan.
Cerita bergarak dari peristiwa yang lain, masing-masing peristiwa itu disusun secara runtut,
utuh dan saling berhubungan. Plot merupakan unsure fiksi yang penting, bahkan banyak
orang menganggap sebagai unsur yang terpenting. Plot dapat mempermudah dalam
memahami suatu cerita. Tanpa adanya plot pembaca akan kesulitan dalam memahami suatu
cerita.
Plot karya fiksi yang kompleks sulit dipahami hubungan sebab akibat antarperistiwanya,
menyebabkan ceritanya sulit dipahami. Dalam suatu cerita biasanya dituliskan berbagai
peristiwa dalam urutan tertentu. Peristiwa yang diurutkan itulah yang disebut alur atau plot.
Adapun pengertiannya menurut Panuti Sudjiman (1998: 30) adalah jalinan peristiwa dalam
karya sastra untuk mencapai efek tertentu, lalu ia juga memberikan batasan bahwa alur adalah
rangkaian peristiwa yang dijalin dan direka secara seksama yang menggerakkan jalan cerita
melalui rumusan ke arah klimaks dan penyelesaian.
Penahapan plot dapat diuraikan sebagai berikut.
Tahapan plot: Awal-tengah-akhir. Tahap awal sering disebut juga dengan tahap perkenalan.
Tahap ini berisi informasi-informasi penting yang berhubungan dengan berbagai hal yang
akan dikisahkan berikutnya. Tahap tengah atau tahap pertikaian menampilkan konflik atau
pertentangan yang sudah mulai dimunculkan pada tahap sebelumnya. Adapun tahap akhir
atau tahap peleraian menampilkan adagan tertentu akibat klimaks. Pada bagian ini,
dimunculkan akhir dari cerita. (b) Tahapan plot menurut Richard Summers.Richard Summers
membagi plot menjadi lima tahapan yaitu tahap situation (tahap penyituasian) yaitu tahap
yang berisi pengenalan tokoh serta situasi yang ada dalam cerita, tahap generating
circumstances (tahap pemunculan konflik), tahap rising action (tahap peningkatan konflik),
tahap climax (klimaks) yaitu titik intensitas puncak konflik yang dialami tokoh, tahap
denouement (tahap penyelesaian).
Dari uraian pendapat yang telah dikemukakan, dapat dinyatakan bahwa plot mengandung
indikator-indikator berikut: (a) plot adalah kerangka atau struktur cerita yang merupakan
jalin-menjalinnya cerita dari awal sampai akhir, (b) dalam plot terdapat hubungan kausalitas
(sebab akibat) dari peristiwa-peristiwa, baik dari tokoh, ruang, maupun waktu. Jalinan sebab
akibat itu bersifat logis (masuk akal/dapat diterima akal sehat/mungkin terjadi), (c) jalinan
cerita dalam plot erat kaitannya dengan perjalanan cerita tokoh-tokohnya, (d) konflik batin
pelaku adalah sumber terjadinya plot dan berkaitan dengan tempat, dan waktu kejadian cerita,
dan (e) plot berkaitan dengan perkembangan konflik antara tokoh antagonis dengan tokoh
protagonist.
4. Latar (setting)
Latar atau biasa disebut dengan setting merujuk pada pengertian tempat¸ hubungan waktu,
dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar memberikan kesan
realistis kepada pembaca. Latar dibedakan dalam tiga unsur pokok yaitu tempat, waktu dan
sosial. Latar tempat merujuk pada lokasi terjadinya peristiwa, latar waktu berhubungan
dengan masalah kapan peristiwa terjadi dan latar sosial menyaran pada hal-hal yang
berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat dalam cerita.
Latar adalah lingkungan fisik tempat kegiatan berlangsung yang mencakup tempat dan dalam
waktu serta kondisi psikologis dari semua yang terlibat dalam kegiatan (Henry Guntur
Tarigan, 1984: 187). Sesuai pendapat tersebut, Sudjiman (1988: 44) mengatakan bahwa
segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, suasana
terjadinya peristiwa dalam karya sastra membangun latar cerita. Sedangkan menurut Kenney
(1966: 40) latar meliputi penggambaran lokasi geografis, termasuk topografi, pemandangan,
sampai kepada perincian sebuah ruangan, pekerjaan atau kesibukan sehari-hari tokoh, waktu
berlakunya kejadian, masa sejarahnya, musim terjadinya, lingkungan agama, moral,
intelektual, sosial dan emosional para tokoh.
5. Sudut Pandang (point of view)
Sudut pandang atau point of view adalah cara dan atau pandang yang dipergunakan
pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar dan berbagai peristiwa
yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca (Abrams, dalam Burhan
Nurgiantoro, 1995: 248). Dengan demikian, sudut pandang pada hakikatnya merupakan
strategi, teknik, siasat, yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan
dan ceritanya. Segala sesuatu yang dikemukakan dalam karya fiksi, memang milik
pengarang, pandangan hidup dan tafsirannya terhadap kehidupan. Namun, kesemuanya itu
dalam karya fiksi disalurkan lewat sudut pandang tokoh, lewat kaca mata tokoh cerita
(Burhan Nurgiantoro, 1995: 248).
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, pada hakikatnya pembagian jenis point of view
mempunyai kesamaan yakni: (1) pengarang sebagai aku (gaya akuan), dalam hal ini ia dapat
bertindak sebagai omnicient (serba tahu) dan dapat juga sebagai limited (terbatas), (2)
pengarang sebagai orang ketiga (gaya diaan), dalam hal ini ia dapat bertindak sebagai
omniscient (serba tahu) dan dapat juga dapat bertindak limited (terbatas), (3) point of view
gabungan, artinya pengarang menggunakan gabungan dari gaya bercerita pertama dan kedua.
6. Gaya
Gaya dapat diartikan sebagai gaya pengarang dalam bercerita atau gaya bahasa yang
digunakan pengarang dalam karyanya. Keduanya saling berhubungan, yaitu gaya seorang
pengarang dalam bercerita akan terlihat juga dalam bahasa yang digunakannya (Jabrohim,
1986: 528).
Gaya bahasa adalah ekspresi personal keseluruhan respon pengarang terhadap persitiwa-
peristiwa melalui media bahasa seperti: jenis bahasa yang digunakan, kata-katanya, sifat atau
ciri khas imajinasi, struktur, dan irama kalimat-kalimatnya.
Menurut Waluyo dan Nugraheni (2008) gaya pengarang satu dengan yang lainnya berbeda.
Oleh karena itu, bahasa karya sastra bersifat ideocyncratic artinya sangat individual.
Perbedaan gaya itu disebabkan karena perbedaan pemikiran dan kepribadian. Gaya bercerita
juga berfungsi untuk membentuk kesatuan (unity) dari karya sastra.
Gaya adalah cara khas pengungkapan seseorang. Hal ini tercermin dalam cara pengarang
menyusun dan memilih kata-kata, tema, memandang tema, atau meninjau persoalan,
pendeknya gaya mencerminkan pribadi pengarang. Hal ini sesuai dengan pendapat yakob
Sumardjo (1984: 37) yang menyatakan bahwa hasil karya sastra adalah potret pengarangnya.
Gaya pengarangnya adalah kaca bening jiwanya. Pengarang yang religious akan tampak pada
karya sastranya. Pengarang yang matang pengalaman akan menampakkan pandangannya
yang matang tentang kehidupan ini. Dengan mempelajari gaya pengarang akan dapat
memahami pribadi pengarang daripada membaca biografi yang ditulis orang lain.
Gaya pengarang termasuk di dalamnya pilihan kata, majas, sarana retorik, bentuk kalimat,
bentuk paragraf, panjang pendeknya, serta setiap pemakaian aspek bahasa oleh pengarang.
Namun, gaya bahasa (majas) dapat diartikan penggunaan kata-kata kiasan dan perbandingan
yang tepat untuk melukiskan suatu maksud guna membentuk plastik bahasa. Gaya bahasa
dapat dibagi menjadi bahasa perbandingan, penegas, pertentangan, dan pertautan/sindiran.
Jadi, gaya bahasa itu merupakan cara seseorang untuk mengungkapkan suatu pengertian
dalam kata, kelompok kata, dan kalimat.
7. Amanat
Amanat adalah suatu ajaran moral yang ingin disampaikan pengarang. Panuti Sujiman (1988:
51) menyatakan bahwa amanat adalah gagasan yang mendasari karya sastra, pesan yang ingin
disampaikan pengarang kepada pembaca. Menurut Suharianto (1982: 71) amanat dapat
disampaikan secara tersurat dan tersirat. Tersurat, artinya pengarang menyampaikan langsung
kepada pembaca melalui kalimat, baik itu berupa keterangan pengarang atau pun berbentuk
dialog pelaku. Seorang pengarang dalam karyanya tidak hanya sekedar ingin
memgungkapkan gagasannya tetapi juga mempunyai maksud tertentu atau pesan tertentu
yang ingin disampaikan kepada pembaca. Pesan tertentu itulah yang disebut amanat.
Amanat dalam sebuah karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang
bersangkutan, pandangan tentang nilai-nilai kebenaran dan berbagai hal yang ingin
disampaikan pengarang kepada pembaca. Amanat dalam cerita biasanya dimaksudkan
sebagai suatu saran yang berhubungan dengan hal tertentu yang bersifat praktis, yang dapat
diambil dan ditafsirkan lewat cerita yang bersangkutan oleh pembaca.
Berdasarkan uraian mengenai amanat di atas, jelas bahwa amanat adalah pesan yang ingin
disampaikan kepada pembaca yang terdapat dalam karya fiksi baik secara tersurat maupun
tersirat.

B. Unsur Intrinsik Drama


Kata drama berasal dari bahasa Yunani Draomai yang berarti ‘berbuat, berlaku, bertindak’.
Jadi drama bisa berarti perbuatan atau tindakan. Arti pertama dari drama adalah kualitas
komunikasi, situasi, action (segala yang terlihat di pentas) yang menimbulkan perhatian,
kehebatan (acting), dan ketegangan pada para pendengar.
Menurut Krauss (1999: 249) dalam bukunya Verstehen und Gestalten, drama adalah suatu
bentuk gambaran seni yang datang dari nyanyian dan tarian adat Yunani kuno, yang di
dalamnya dengan jelas terorganisasi dialog dramatis, sebuah konflik dan penyelesaiannya
digambarkan di atas panggung.
Dalam perkembangan selanjutnya yang dimaksud drama adalah bentuk karya sastra yang
berusaha mengungkapkan perihal kehidupan manusia melalui gerak percakapan di atas
panggung ataupun suatu karangan yang disusun dalam bentuk percakapan dan dapat yang
dipentaskan.
Unsur-unsur intrinsik drama adalah berbagai unsur yang secara langsung terdapat dalam
karya sastra yang berwujud teks drama, seperti: plot, tokoh, karakter, latar, tema, dan amanat,
serta unsur bahasa yang berbentuk dialog.

1. Tema
Tema merupakan dasar atau inti cerita. Suatu cerita harus mempunyai tema atau dasar, dan
dasar inilah yang paling penting dari seluruh cerita. Cerita yang tidak memiliki dasar tidak
ada artinya sama sekali atau tidak berguna (Lubis, 1981: 15). Tema sebagai central idea and
sentral purpose merupakan ide dan tujuan sentral (Stanton, 1965: 16). Tema dapat timbul dari
keseluruhan cerita, sehingga pemahaman antara seorang penikmat dengan penikmat lain tidak
sama (Jones, 12968: 31). Ada pula yang berpendapat bahwa tema merupakan arti dan tujuan
cerita (Kenny, 1966: 88).
Menurut Nurgiyantoro (1995: 70), tema dapat dipandang sebagai gagasan dasar umum
sebuah karya novel. Gagasan dasar umum inilah yang tentunya telah ditentukan sebelumnya
oleh pengarang dan dipergunakan untuk mengembangkan cerita. Dengan kata lain cerita
harus mengikuti gagasan utama dari suatu karya sastra.
Pendapat di atas dapat menggambarkan simpulan bahwa: (1) tema merupakan dasar suatu
cerita rekaan; (2) tema harus ada sebelum pengarang mulai dengan ceritanya; (3) tema dalam
cerita atau novel tidak ditampilkan secara eksplisit, tetapi tersirat di dalam seluruh cerita; dan
(4) dalam satu cerita atau novel terdapat tema dominan atau tema sentral dan tema-tema kecil
lainnya.

2. Plot
Plot adalah rangkaian cerita yang dibentuk dalam tahapan-tahapan peristiwa sehingga
menjalin suatu cerita yang utuh. Plot disusun tidak lepas dari tema. Jalan cerita yang disusun
atau dijalin tidak boleh meloncat ke lain tema. Tiap-tiap kejadian akan berhubungan sehingga
seluruh cerita merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Lubis (1981: 18) menyampaikan cara memulai dan menyusun cerita yang disampaikan oleh
Tasrif yang dibagi menjadi lima tahapan, yakni penggambaran situasi awal (exposition),
peristiwa mulai bergerak menuju krisis diwarnai dengan konflik-konflik (complication),
keadaan mulai memuncak (rising action), keadaan mencapai puncak penggawatan (klimaks),
kemudian pengarang memberikan pemecahan atau jalan keluar permasalahan sehingga cerita
berakhir (denouement). Cara memulai dan menyusun cerita seperti di atas dinamakan plot
atau dramatic conflict.

3. Penokohan dan perwatakan


Esten (dalam Kelan, 2005: 14) menyatakan bahwa penokohan adalah permasalahan
bagaimana cara menampilkan tokoh: bagaimana membangun dan mengembangkan watak
tokoh-tokoh tersebut dalam sebuah karya fiksi? Jadi antara pengertian tokoh dan penokohan
memiliki makna yang berbeda. Tokoh berbentuk suatu individu, sedangkan penokohan
adalah proses menampilkan individu tersebut dalam cerita.
Dalam proses penciptaan pemeranan, sang aktor atau aktris harus memunyai daya cipta yang
tinggi untuk mencoba semaksimal mungkin menjadi tokoh yang diperankan. Ia harus
sanggup menjiwai peran yang dipegangnya, sehingga ia (seperti) benar-benar merupakan
sang tokoh dengan apa adanya dalam pementasan lakon tersebut. Pada penampilan
imajinasinya, tokoh juga dibantu oleh laku, pakaian yang dikenakan, dan rias. Semua unsur
tidak bisa dipisah-pisahkan, bahkan harus saling mendukung, sehingga mampu mewujudkan
karakter dari tokoh seperti yang dikehendaki dalam lakon yang bersangkutan.
Untuk menggambarkan karakter seorang tokoh, pengarang dapat menggunakan teknik
sebagai berikut. (1) Teknik analitik: karakter tokoh diceritakan secara langsung oleh
pengarang; (2) Teknik dramatik, yaitu teknik karakter tokoh dikemukakan melalui: (a)
penggambaran fisik dan perilaku tokoh; (b) penggambaran lingkungan kehidupan tokoh; (c)
penggambatran ketatabahasaan tokoh; (d) pengungkapan jalan pikiran tokoh; dan (e)
penggambaran oleh tokoh lain. Pendapat tersebut dikuatkan oleh Waluyo (2009: 30) yang
menuliskan bahwa penggambaran watak tokoh mempertimbangkan tiga dimensi watak, yaitu
dimensi psikis (kejiwaan), dimensi fisik (jasmaniah), dimensi sosiologis (latar belakang
kekayaan, pangkat, dan jabatan)

4. Amanat
Amanat merupakan unsur cerita yang berhubungan erat dengan tema. Amanat akan berarti
apabila ada dalam tema, sedangkan tema akan sempurna apabila di dalamnya ada amanat
sebagai pemecah jalan keluar bagi tema tersebut. Sudjiman (dalam Alwi, 1998: 08)
manyatakan bahwa amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang. Amanat
terdapat pada sebuah karya sastra secara implisit atau eksplisit. Amanat dinyatakan secara
implisit jika jalan keluar atau ajaran moral itu disiratkan dalam tingkah laku menjelang cerita
berakhir. Sementara itu, amanat dilukiskan secara eksplisit apabila pengarang pada tengah
atau akhir cerita menyampaikan seruan, saran, peringatan, nasihat, anjuran, larangan, dan
sebagainya.
Pengertian amanat yang telah dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa amanat
merupakan pesan yang disampaikan pengarang, baik secara implisit atau eksplisit kepada
pembaca. Di dalam drama, ada amanat yang langsung tersurat, tetapi pada umumnya sengaja
disembunyikan secara tersirat dalam naskah drama yang bersangkutan. Hanya penonton yang
profesional yang mampu menemukan amanat implisit tersebut.
Sumber
Wibowo, Hari. dkk. 2017. Teori dan Genre Sastra Indonesia. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan
Tenaga Kependidikan Bahasa
Contoh soal dan kunci jawaban
Bacalah kutipan teks drama berikut untuk menjawab soal nomor 1 - 3!

Berani Jujur
Candra: "Andaikata keadaan rumahku tidak seperti ini, tentu aku tidak akan mendapat
masalah."
Rusdi : "Ada apa Can? Katakanlah, mungkin aku dapat membantumu! Ayolah, bicara saja!"
Candra : "Begini Rus! Aku belum membayar buku karena orang tuaku belum mempunyai
uang untuk melunasi. Padahal, aku sudah berjanji hari ini akan melunasi."
Rusdi : "Begini ... kita harus berani! Nanti kita berdua menghadap kepala sekolah setelah
pelajaran selesai, kemudian kita mengatakan sejujurnya tentang keadaanmu. Bagaimana?"
Candra : "Ya itu ide baik sekali. Terima kasih, Rus."

1. Sifat tokoh Rusdi dalam teks drama tersebut adalah ....


A. penyayang
B. lembut
C. tegas
D. penolong

2. Latar tempat pada teks drama tersebut adalah ....

A. di rumah
B. di kelas

C. di lapangan

D. di jalan

3. Tokoh utama dalam drama di atas adalah ....


A. Candra
B. Rusdi
C. orang tua
D. Kepala Sekolah
Bacalah kutipan teks drama berikut untuk menjawab soal nomor 4 - 5!
Suatu hari di sebuah lembah, Monyet bertemu dengan Burung Pipit yang sedang mencari biji-
ijian. “Hai Burung Pipit, kau sedang mencari biji-bijian lagi, ya? Pantas saja kau tidak
bertambah besar, yang kau makan bijinya, bukan buahnya“, ejek Monyet. Burung Pipit hanya
diam dan terus mengumpulkan biji-biji apel yang dibuang oleh Monyet.
Suatu hari, hujan turun dengan deras selama berhari-hari. Lembah itu pun tertutup oleh air.
Semua hewan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di atas bukit. Mereka kedinginan dan
kelaparan. Ketika hujan berhenti, mereka turun kembali ke lembah untuk mencari makanan.
Tetapi, semua pohon telah tumbang tersapu air hujan. Tidak ada lagi buah-buahan untuk
dimakan. Saat berjalan menyusuri lembah untuk mencari makan, Monyet bertemu lagi
dengan Burung Pipit.
Burung Pipit iba dengan kondisi Monyet. Burung Pipit mengajak Monyet ke atas bukit.
Betapa terkejutnya Monyet, melihat bukit yang penuh buah-buahan. Ternyata, Burung
Pipitlah yang menanam pohon buah-buahan itu. Itulah sebabnya kenapa Burung Pipit selalu
mengumpulkan biji buah-buahan yang dibuang.
4. Sifat tokoh Burung Pipit dalam cerita tersebut adalah . . . .

A. rajin tetapi sombong


B. rajin dan suka menolong

C. baik hati dan pemalu


D. suka menolong dan disiplin

5. Latar tempat dalam cerita tersebut adalah . . . .

A. pegunungan
B. pedesaan

C. perkotaan
D. pantai
Makna Denotasi dan Konotasi
Makna Denotasi

Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya. Makna ini sesuai dengan makna yang
terdapat di kamus bahasa Indonesia. Makna denotasi tidak perlu ditafsirkan karena
makna tersebut memang sudah makna apa adanya. Makna denotasi bersifat objektif dan
sering digunakan dalam artikel-artikel ilmiah.

Contoh makna denotasi:


1. Ayah membaca buku.

Makna denotasi:

- Ayah : orang tua kandung laki-laki atau bapak

- membaca: melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis

- buku: lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong

2. Tangan kanan Ibu digigit semut.

Makna denotasi:

- tangan kanan: tangan yang berada di sebelah kanan

- Ibu: orang tua kandung perempuan

- digigit: melakukan jepitan dengan gigi

- semut: serangga kecil yang berjalan merayap, hidup secara bergerombol, termasuk
suku Formicidae, terdiri atas bermacam jenis

3. Ayah membeli meja hijau

Makna denotasi:

- Ayah : orang tua kandung laki-laki atau bapak

- membeli: memperoleh atau memiliki sesuatu dengan cara membayar

- meja hijau: meja yang berwarna hijau

4. Ani mengiris daging sapi.


Makna denotasi:

- Ani: nama orang

- mengiris: mengerat (memotong dan sebagainya) tipis-tipis

- daging sapi: daging yang diambil dari sapi

5. Ardi melamun di kelas.

Makna denotasi:

- Ardi: nama orang

- melamun: termenung sambil pikiran melayang ke mana-mana

- di kelas: tempatnya di kelas

Makna Konotasi
Makna konotasi adalah makna yang bukan sebenarnya atau makna kiasan. Makna
konotasi perlu ditafsirkan agar tahu maksudnya. Makna denotasi menyimpan makna
yang tersembunyai atau makna tersirat.

Contoh makna konotasi:


1. Raut mukanya terlihat cerah.

Cerah: bahagia, senang, ceria

2. Pandangan matanya sangat meneduhkan.

Meneduhkan: membuat tenang, membuat nyaman/aman

3. Perkataannya mengiris hatiku.

Mengiris: membuat sakit

4. Setelah diketahui mencuri, ia harus berurusan dengan meja hijau.

Meja hijau: pengadilan

5. Jangan memotong pembicaraan orang lain!

Memotong: menyela

Agar lebih paham, perhatikan contoh-contoh kata berikut yang


digunakan dengan makna denotasi dan konotasi!
a. Naik

Denotasi : Kemarin aku naik kereta api.

Konotasi : Sekarang harga cabai sedang naik. (mahal)

b. Ganjil

Denotasi : Tiga merupakan bilangan ganjil.

Konotasi : Kemarin ada kejadian ganjil di kampungku. (aneh/tidak biasa)

c. Mendung
Denotasi : Mendung tebal terlihat di langit Solo.

Konotasi : Hatinya sedang mendung sehingga ia murung. (sedih)

d. Mengembara

Denotasi : Orang itu pernah mengembara di Gurun Sahara.

Konotasi : Aku tidak bisa tidur karena bayangannya selalu mengembara di pikiranku.
(terbayang)

e. Jernih

Denotasi : Air sungai itu sangat jernih.

Konotasi : Kamu harus berpikir jernih. (berpikir pakai logika)

f. Dingin

Denotasi : Air di Tawangmangu sangat dingin.

Konotasi : Ia menatapku dengan tatapan dingin. (tidak menaruh simpati)

g. Mengantongi

Denotasi : Rika mengantongi uang logam di saku bajunya.

Konotasi : Mereka sudah mengantongi izin dari Pemerintah Kota Surakarta.


(mendapat)

h. Deras

Denotasi : Derasnya debit air membuat tanah di pinggiran sungai tergerus.

Konotasi : Kita harus hati-hati dengan derasnya arus informasi di era sekarang.
(pesatnya/banyaknya)

i. Tenggelam

Denotasi : Di Pantai Sanur kita bisa melihat matahari yang tenggelam di ufuk barat.

Konotasi : Pikiranku tenggelam dalam kemerduan lagu itu. (masuk)

j. Melayang

Denotasi : Daun itu melayang-layang terkena empasan angin.

Konotasi : Nyawanya sudah melayang. (tidak ada/mati)

MENENTUKAN MAKNA KATA/SIMBOL/KIAS


Kata berlambang/simbol/kias adalah kata-kata tertentu yang mewakili suatu hal yang ingin
disampaikan.
Macam-Macam Kata Berlambang
Kata berlambang dalam karya sastra, khususnya puisi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
a. Lambang benda
Perhatikan contoh berikut.
Burung dara jantan
Yang dulu kau pelihara
Kini telah terbang menemui jodohnya
(WS Rendra)
Baris burung dara jantan merupakan lambang/simbol yang berarti anak laki-laki.
b. Lambang warna
Pada contoh di bawah ini lambang warna hitam digunakan untuk mengungkapkan perasaan
duka.
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
Salemba
(Karangan Bunga karya Taufik Ismail)
c. Lambang bunyi
Lambang bunyi berarti makna khusus bunyi alat musik atau perpaduan bunyi-bunyi tertentu.
Seruling di pasir ipis, merdu
Antara gundukan pohonan pina
Tembang menggema di dua kaki
Burangrang-Tangkubanperahu
(Priangan Si Jelita karya Ramadhan K.H.)
d. Lambang suasana
Lambang suasana berarti menggambarkan suatu peristiwa atau keadaan dengan hal lain.
Perhatikan contoh berikut.
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintu-Mu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
(Doa karya Chairil Anwar)
Pada baris yang ditandai dengan garis bawah, penyair mencoba mengungkapkan suasana
kegelisahan karena jauh dari Tuhan. Kegelisahan itu dilambangkan dengan mengembara di
negeri yang asing (http://bahasapedia.com/kata-konotasi-dan-lambang-dalam-puisi/).
Contoh soal dan pembahasan

1. Perhatikan puisi berikut.

Rindu Pelangi
Karya: Nur R.
Semusim ini aku selalu menunggu kehadiranmu
Saat hujan meneteskan rintiknya satu per satu
Hingga usainya pun tak kulihat dirimu
Indahmu selalu kurindu
Warnamu selalu membayang di mataku
Meski kau tak kunjung ingin aku temu
Akan aku nanti disetiap usai hujan selalu

Makna kata yang bercetak miring pada syair tersebut adalah . . . .


A. pernah

B. suram

C. terang

D. hidup

2. Perhatikan puisi berikut.

Sepuluh November

Saat itu

Api yang membakar dadamu

Mengukuhkan semangat juangmu

Saat ini

Meskipun jasmanimu cacat

Jiwamu, pahlawan

Memihak yang benar

Semangat yang benar

Semangat itu bergemuruh di dada

Di hati para pemuda

Makna kata yang dicetak tebal dalam


puisi di atas adalah . . . .
A. semangat
B. zat yang panas
C. suara
D. perjuangan

3. Perhatikan puisi berikut

Sahabat

Saat aku mulai mengerti hidup

Aku butuh seorang sahabat

Yang selalu ada di dekatku


Saat jantung berdetak

Sampai mata tertutup

Aku akan tertawa dan menangis bersama

Tak ada kata putus

Meski masa akan terhapus

Yakinlah hati kita tetap menyatu

Sumber : Bravo, vol. 4/no. 54/Juli 2011

Kata mata tertutup dalam puisi di atas bermakna …


A. Tidur
B. Mengantuk
C. Meninggal
D. Pergi

Menulis Terbatas
8. Peserta didik dapat melengkapi kalimat/teks dengan istilah/kata/ungkapan/peribahasa

20 Soal Menentukan Ungkapan atau Idiom Berdasarkan


Cerita Ilustrasi

Dalam soal ujian sekolah biasa dimunculkan soal menentukan ungkapan atau idiom berdasarkan cerita
ilustrasi yang disajikan. Soal ini termasuk soal yang mudah asalkan siswa paham terlebih dahulu
makna-makna ungkapan atau idiom dalam bahasa Indonesia. Siswa juga harus memahami makna
ilustrasi cerita yang disajikan dalam soal. Untuk melatihnya, DapurImajinasi akan sajikan beberapa
contoh soal tentang menentukan ungkapan atau idiom berdasarkan ilustrasi cerita yang disajikan.

1. Surya, Wisnu, Rama, dan Lintang tergabung dalam regu piket hari Rabu. Wisnu selalu datang
terlambat ke sekolah sehingga jarang melaksanakan piket pagi. Saat teman-temannya sibuk
membersihkan kelas, Wisnu juga tidak mau membantu.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, ungkapan yang tepat untuk menunjukkan sifat Wisnu adalah … .
a. berat tangan
b. angkat tangan
c. ringan tangan

d. cuci tangan

2. Sungguh kasihan nasib Pak Arman. Dia dipecat dari perusahaannya. Penyebabnya adalah dia
dituduh menggelapkan sejumlah uang perusahaan. Padahal, Pak Arman tidak melakukannya. Ada
orang lain yang melakukannya, tetapi dia yang menjadi korban.

Berdasarkan ilustrasi cerita di atas, ungkapan yang tepat untuk nasib Pak Arman adalah….
a. panjang tangan
b. kambing hitam
c. anak buah
d. gelap mata

3. Muhammad Umar Faqih anak orang kaya. Ia rajin ibadah dan pandai. Tak heran kalau dia selalu
menjadi juara kelas. Namun demikian dia tidak pernah pilih-pilih teman dan tidak sombong. Temannya
sangat menyayangi.

Ungkapan yang sesuai dengan sikap Umar Faqih dalam cerita ilustrasi yaitu ...
a. memikat hati
b. rendah hati
c. ringan tangan
d. berbesar hati
4. Diana banyak teman. Dia supel dan suka membantu. Dengan senang hati dia membantu teman yang
membutuhkan. Bahkan tanpa diminta pun, ia sering membantu orang lain.

Ungkapan yang sesuai dengan sikap Diana dalam cerita ilustrasi yaitu ...
a. kaki tangan
b. tangan hampa
c. ringan tangan
d. tangan panjang

(Baca juga: Ilustrasi Cerita Peribahasa Sambil Menyelam Minum Air)

5. Dani tidak pernah menyerah menghadapi masalah. Dia selalu mempunyai cara untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapi. Ada-ada saja cara yang dia gunakan untuk mengatasi masalah.

Ungkapan yang tepat untuk ilustrasi cerita Dani adalah ….


a. Panjang tangan
b. Panjang angan
c. Panjang akal
d. Panjang langkah

6. Pak Ranto seorang buruh bangunan. Ia selalu bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Setiap hari, ia harus basah kuyup oleh tetesan keringatnya sendiri. Dalam hati ia berkata, “Hanya inilah
yang dapat aku lakukan.” Harapannya hanya ingin mendapat rezeki yang berlimpah. “Inilah yang akan
dipersembahkan kepada keluargaku”.

Ungkapan yang sesuai dengan sikap Pak Ranto dalam ilustrasi cerita adalah … .
a. Memeras keringat
b. Memeras otak
c. Beradu dengkul
d. Berkerut kening

7. Pak Wangsa sudah puluhan tahun menjadi pembantu di keluarga Pak Tamrin. Untuk itu, Pak
Wangsa sudah sangat dipercayai oleh Pak Tamrin. Tak jarang, Pak Tamrin meminta bantuan Pak
Wangsa untuk memecahkan urusan yang penting.

Kalimat yang berisi ungkapan yang tepat sesuai ilustrasi cerita di atas adalah … .
a. Pak Tamrin adalah tangan kanan Pak Wangsa
b. Pak Wangsa adalah tangan kanan Pak Tamrin
c. Pak Wangsa adalah kambing hitam Pak Tamrin
d. Pak Tamrin adalah kambing hitam Pak Wangsa

8. Doni merupakan anak yang pintar di kelasnya. Ia selalu menjadi juara kelas. Ayah Doni adalah
seorang pengusaha yang sangat kaya. Akan tetapi, Doni selalu baik terhadap semua temannya. Doni
tidak pernah memamerkan kelebihan yang ia miliki. Ia berteman dengan semua orang tanpa membeda-
bedakan.

Ungkapan yang tepat untuk menggambarkan perilaku Doni dalam ilustrasi cerita adalah ….
a. tinggi hati
b. bangga diri
c. rendah diri
d. rendah hati

9. Patih Reksadanu mempunyai kesaktian. Kesaktiannya itu tidak ada yang mampu menandingi.
Karena merasa mempunyai kesaktian, Patih Reksadanu tidak pernah mau menghargai orang lain. Ia
merasa paling perkasa.
Sifat yang dimiliki Patih Reksadanu dalam ilustrasi cerita di atas sesuai dengan ungkapan… .
a. tinggi hati
b. lemah hati
c. keras hati
d. rendah hati

10. Bima ingin meminum teh botol. Tutupnya yang terbuat dari logam sangat sulit dilepas dari botolnya
yang terbuat dari kaca. Walaupun sudah memakai tuas untuk melepasnya, ia masih kesulitan untuk
melepas tutup tersebut. Akhirnya, ia memanaskan sebentar tutup botol itu di atas kompor gas yang
menyala. Tutup botol itu memuai, kemudian dengan mudah Bima dapat melepasnya menggunakan
tuas.

Ungkapan yang tepat sesuai ilustrasi cerita di atas adalah … .


a. panjang akal
b. otak encer
c. akal bulus
d. berpikir jernih

(Baca juga: Soal Menentukan Ide Pokok Paragraf)

11. Danu bukan anak pandai, tapi dia menyukai sepakbola. Setiap hari ia berlatih. Ia bahkan masuk
dalam tim inti futsal di sekolahnya. Berbagai perlombaan sering diikuti Danu dan timnya. Sampai
akhirnya Danu menjadi sosok yang dikenal dalam dunia sepakbola. Kehadirannya dalam setiap
pertandingan selalu dinanti-nantikan oleh para pecinta sepakbola.

Ungkapan yang tepat untuk ilustrasi cerita di atas adalah ...


a. naik daun
b. bintang lapangan
c. naik pitam
d. hijau daun

12. Banyak orang yang heran klub itu memenangkan pertandingan itu karena selama ini klub itu hanya
dipandang remeh.

Ungkapan yang tepat untuk ilustrasi cerita di atas adalah ...


a. kuda hitam
b. lembah hitam
c. kambing hitam
d. kupu hitam

13. Pak Joko seorang buruh bangunan. Ia selalu bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Ia tidak
menghiraukan cuaca yang terjadi. Hujan dan panas tidak dapat menghalanginya untuk bekerja.
Keringat yang membasahi tubuhnya, tidak membuatnya putus asa dalam menjalani kehidupannya.

Ungkapan yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah….


a. kepala dingin
b. banting tulang
c. keras kepala
d. naik pitam

14. Larasati adalah orang desa yang mendadak terkenal karena ikut audisi menyanyi di televisi.
Sekarang ia menjadi kaya raya. Gaya hidupnya berlebih-lebihan dan suka menghambur-hamburkan
uang. Ia tidak menyadari bahwa sebelumnya ia hanya anak desa yang miskin. Ia bahkan kini tidak
memedulikan keluarganya yang miskin di desa.
Ungkapan yang tepat sesuai ilustrasi cerita di atas adalah … .
a. naik daun
b. tinggi hati
c. muka tebal
d. lupa daratan

15. Adikku mempunyai seorang teman, Ia bernama Anton. Anton anak orang kaya. Orang tuanya
sangat memanjakannya, apa pun keinginannya selalu dituruti. Akibatnya, Anton suka membanggakan
kekayaan orang tuanya.

Ungkapan yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....


a. Besar hati
b. Anak mama
c. Besar mulut
d. Tinggi hati

(Baca juga: Menentukan Pesan Pantun - Kumpulan Soal Sesuai Kisi-Kisi Ujian Sekolah SD/MI)

16. Tidak ada anak yang mau berteman dengan Bobon. Bukan karena badan Bobon yang sangat
tambun, Bobon sering membuat teman-temannya bosan dengan bualannya. Tidak jarang dia
mengarang cerita yang hebat tentang dirinya padahal sama sekali tidak benar adanya. Jika teman-
temannya meminta Bobon untuk membuktikan ucapannya, Bobon selalu berkilah.

Ungkapan yang sesuai dengan sifat Bobon dalam ilustrasi cerita adalah … .
a. besar mulut
b. besar kepala
c. keras hati
d. keras kepala

17. Setiap hari Radit terlambat datang ke sekolah. Ia tidak suka memakai seragam dengan rapi.
Berulang-ulang Radit mendapat peringatan. Radit pun sering mendapat bimbingan dari guru konseling.
Akan tetapi, Radit belum bisa mengubah kebiasaan buruknya. Hingga suatu hari orang tua Radit
dipanggil ke sekolah. Setelah mengetahui perbuatan Radit, emosi orang tua Radit naik. Akan tetapi,
guru kelas Radit dapat meredam emosi orang tua Radit.

Ungkapan yang tepat berdasarkan hal yang dialami orang tua Radit dalam ilustrasi cerita adalah. …
a. naik pangkat
b. naik darah
c. naik daun
d. naik haji

18. Jihan berasal dari keluarga yang berkecukupan dan terpandang di kampungnya. Namun demikian
ia tidak bersikap sombong dan merendahkan orang lain. Ia juga berteman dengan siapa saja tanpa
membeda-bedakan.

Ungkapan yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ….


a. Hati putih
b. Besar hati
c. Rendah hati
d. Lapang hati

19. Dayat termasuk anak yang cerdas di kelasnya. Setiap hari, ia pasti membuka internet untuk belajar
selain dari buku pelajaran yang ada. Melalui internet, ia menemukan cara membuat roket air.
Pengetahuannya dikembangkan menjadi sebuah karya tulis ilmiah dan dilombakan. Dayat pun berhasil
menjadi pemenang. Naskah yang ditulisnya itu dikirim ke majalah remaja. Hasil karya Dayat dibaca
banyak orang dan ia juga mendapat honor dari tulisannya. Meski demikan, Dayat tidak pernah sombong
atas prestasinya.

Ungkapan yang tepat untuk Dayat dalam ilustrasi cerita di atas adalah ....
a. rendah diri
b. rendah hati
c. kepala dingin
d. luas hati

20. Indah, Dani, Silvi, dan Amar akan mengerjakan tugas kelompok bersama. Mereka diberi tugas untuk
membuat kerajinan tangan dari bambu. Mereka sudah menyepakati tugas masing-masing. Indah dan
Silvi mendapat tugas membawa pisau dapur, Dani dan Amar bertugas membawa sepotong bambu.
Indah, Silvi, dan Dani membawa tugas masing-masing. Namun, Amar tidak membawa bambu yang
ditugasinya. Bahkan, saat ditanya oleh teman-temannya, Amar berkata bahwa dia tidak mendapatkan
tugas apapun.

Berdasarkan ilustrasi cerita tersebut, watak Amar dapat disamakan dengan ungkapan ....
a. Lepas tangan
b. Panjang tangan
c. Ringan tangan
d. Tangan kanan

(Baca juga: Menulis Dialog Berdasarkan Teks Cerita)

Silakan cek dengan kunci jawaban berikut!

Setelah mengerjakan soal ungkapan berdasarkan ilustrasi, silakan cek jawaban dengan kunci jawaban
berikut!
1. a

2. b

3. b

4. c

5. c

6. a

7. b

8. d

9. a

10. a

11. b

12. a

13. b

14. d

15. d

16. a
17. b

18. c
19. b

20. a

MELENGKAPI KALIMAT/TEKS DENGAN


ISTILAH/KATA/UNGKAPAN/PERIBAHASA
Melengkapi kalimat/teks dengan istilah/kata/ungkapan/peribahasa adalah mengisi bagian
yang rumpang kalimat/teks dengan istilah/kata/ungkapan/peribahasa yang tepat.

A. Istilah

Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep,
proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu (https://kbbi.web.id/istilah)

Contoh

Setiap siswa harus … dalam kegiatan tersebut.


Kata/istilah yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah berpartisipasi.
Berpartisipasi: ikut serta dalam kegiatan

B. Ungkapan

Ungkapan adalah kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus (makna
unsur-unsurnya sering kali menjadi kabur); (https://kbbi.web.id/ungkap)

Ungkapan merupakan gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan
dengan makna unsur yang membentuknya.
(https://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Ungkapan)

Contoh:

-tinggi hati : 'sombong'


-ringan kepala : 'mudah belajar'
-darah daging : 'anak kandung'
-dingin hati : 'tidak bersemangat
-uang panas : 'uang tidak halal'
-panas rezeki : 'sukar mencari rezeki'

Contoh

Memang tidak tahu diri anak itu. Sudah disoraki penonton masih tertawa juga. Bahkan, ia
tampak sangat percaya diri. Padahal penampilannya jauh dari kata menarik. Ah, benar-benar
… anak itu.

Ungkapan yang tepat melengkapi teks tersebut adalah …


Tebal muka: tidak punya rasa malu.

C. Peribahasa

Peribahasa adalah 1 kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan
maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan); 2
ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip
hidup atau aturan tingkah laku (https://kbbi.web.id/peribahasa)

Contoh

Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang jua. ( Budi baik itu tidak akan dilupakan
orang).

Seperti air dengan tebing.(persahabatan yang kokoh dan tolong-menolong).

Contoh

Peter seorang pelajar yang pandai, bahkan ia pernah meraih medali emas tingkat internasional
di Bali dalam lomba fisika. Namun, ia tidak sombong dengan kepandaiannya itu. Ia selalu
sopan dan baik kepada siapa saja. Ia memiliki prinsip hidup…

Peribahasa yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah…


Seperti ilmu padi kian berisi kian runduk.
Contoh soal dan pembahasan

1. Perhatikan teks berikut.

Udara di lingkungan kami sangat kotor terkena polusi. Polusi udara itu disebabkan oleh asap
pabrik dan asap kendaraan bermotor. Masyarakat berusaha mengurangi polusi dengan ... . Hal
itu diharapkan dapat mengurangi polusi udara dan memperindah pekarangan rumah.

Istilah yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah ....


A. pembibitan
B. penghijauan
C. pembenihan
D. penanaman

2. Perhatikan teks berikut.

Santosa murid kelas VI. Ia selalu ingin membeli aneka mainan di sekolahnya. Karena
uangnya tidak cukup, ia sering meminjam uang kepada teman- temannya. Padahal setiap hari
ia diberi saku Rp 5.000,00 oleh ayahnya, sedangkan harga mainan yang ia beli seharga Rp
9.000,00. Sikap Santosa bagaikan ….

Peribahasa yang tepat untuk melengkapi teks tersebut atas adalah . . . .


A. Besar pasak dari pada tiang.
B. Tong kosong berbunyi nyaring.
C. Air tenang menghanyutkan.
D. Air beriak tanda tak dalam.

3. Perhatikan teks berikut.

Budi anak dari keluarga yang kaya. Ia pandai di sekolahnya. Namun, ia tidak sombong dan
mau berteman dengan siapa saja. Sikap Budi tersebut membuat teman- temannya suka
kepadanya. Budi memang anak yang ….

Ungkapan yang sesuai untuk melengkapi teks tersebut adalah . . . .

A. besar hati.
B. rendah hati.
C. besar kepala.
D. hati emas
Menyunting kata/istilah, frase, kalimat, paragraf, ejaan, dan tanda baca
9. menunjukkan kesalahan penggunaan ejaan

10. menunjukkan kesalahan penggunaan tanda baca

15 Fungsi Huruf Kapital Sesuai EYD Terbaru, Nomor 7


Sering Tidak Kita Perhatikan

Jika ingin menulis dengan bahasa yang baik, seorang harus mengetahui fungsi huruf kapital sesuai
aturan ejaan yang sudah diatur oleh Pusat Bahasa. Sebagai warga negara Indonesia yang baik hati
dan tidak sombong, kita harus menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Nah, kali ini
DapurImajinasi akan membahas 20 fungsi huruf kapital yang beberapa di antaranya kurang
diperhatikan oleh para penulis. Fungsi huruf kapital juga sering dimunculkan dalam soal Ujian Nasional
(UN) maupun Ujian Sekolah/Madrasah (US/M). Berikut 20 fungsi huruf kapital yang sesuai dengan
aturan penulisan dalam EYD terbaru atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia terbaru.

(Baca juga: Kumpulan Soal UN atau US/M Bahasa Indonesia)

(Baca juga: Pedoman Ejaan yang Disempurnakan / EYD)

(Baca juga: Unduh Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Terbaru)

Fungsi huruf kapital


1. Huruf Kapital sebagai huruf pertama awal kalimat
Contoh

 Bunga mawar itu layu karena tiga hari belum disiram air.
 Siapa orang yang membeli rumahmu?
 Ayo, kita segera berangkat ke sekolah!

2. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama orang atau julukan


Contoh

 Nama guruku adalah Fajar Nur Amin.


 Orang itu dijuluki Dewa Puisi karena sering membuat puisi yang indah.

Catatan

Kata awal nama hewan atau tumbuhan tidak ditulis kapital


Contoh

 Doni membeli lima ekor sapi dari Boyolali.

 Ayah sedang menanam bunga mawar, melati, dan tulip di halaman rumah.

 Ibu sedang menebang pohon jati, akasia, dan jati.

Catatan

Nama yang menggunakan kata yang bermakna ‘anak dari’, seperti bin, binti, boru, atau van tetap ditulis
kecil. Begitu pula dengan nama julukan yang menggunakan kata tugas, seperti dari, di, ke, dan, dan
lain-lain.

Contoh

 Pedang yang terlihat sangat tajam itu milik Ali bin Abi Thalib.

 Pahlawan itu mendapat julukan Ayam Jantan dari Timur.

3. Huruf Kapital sebagai awal kalimat petikan langsung


Contoh

 Ibu berkata kepadaku, “Mereka sedang mandi di sungai.”


 “Nanti malam,” kata Ibu, “mereka akan tidur di sini.”

4. Huruf Kapital sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan
Tuhan
Contoh:

 Orang itu baru saja memeluk agama Islam.


 Orang itu sedang mempelajari kitab Injil.
 Aku percaya kepada Allah.
 Ya, Tuhan, lindungilah keluargaku dari siksa-Mu dan berilah petunjuk agar kami tetap di jalan
yang Engkau ridai.
 Aku yakin terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

5. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama gelar diikuti nama


Contoh:

 Raja Firaun marah kepada Nabi Musa.


 Dia sedang bertemu Profesor Malik Handoko di lobi hotel.
 Acara itu dihadiri oleh Haji Ali Munawar.

6. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama jabatan atau pangkat diikuti
nama/instansi/tempat
Contoh:
 Presiden kedua Indonesia adalah Presiden Soeharto.
 Acara itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat.
 Mereka juga mengundang Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

7. Haruf Kapital sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa
Contoh:

 Orang yang sedang makan mi ayam itu berasal dari bangsa Persia.
 Peneliti dari Inggris itu sedang mempelajari kebiasaan masyarakat suku Asmat.
 Aku senang mempelajari bahasa Arab karena ingin bekerja di Arab Saudi.

Catatan

Banyak orang yang masih salah menulis nama bangsa, suku, dan bahasa. Masih banyak ditemui untuk
penulisan kata bangsa, suku, dan bahasa ditulis masih huruf kapital, padahal kata-kata tersebut harus
ditulis kecil, sedangkan yang besar adalah huruf pertama nama bangsa, suku, atau bahasa.

Contoh

 Orang yang sedang makan mi ayam itu berasal dari Bangsa Persia. (SALAH)

 Peneliti dari Inggris itu sedang mempelajari kebiasaan masyarakat Suku Asmat. (SALAH)

 Aku senang mempelajari Bahasa Arab karena ingin bekerja di Arab Saudi. (SALAH)

8. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar
Contoh

 Negara ini menganut sistem penanggalan tahun Masehi.


 Aku akan pergi ke sana pada bulan Mei.
 Aku lahir pada malam Jumat Kliwon.
 Mereka merayakan hari Natal di gereja.

9. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama peristiwa sejarah


Contoh:

 Pak Amir sedang menerangkan terjadinya Perang Badar.


 Indonesia pernah menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika.

10. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama geografi


Contoh:

 Tahun kemarin aku pergi ke Pantai Parangtritis.


 Kapal itu sedang menyeberangi Selat Sunda.
 Telaga Warna adalah salah satu objek wisata di Dataran Tinggi Dieng.

Catatan

Nama diri geografi yang dipakai sebagai nama jenis tidak ditulis dengan huruf kapital
Contoh

 Mereka sedang menikmati jeruk bali pemberian Pak Ali.

 Ayah membeli terong belanda di pasar.

 Ayah memperbaiki sepeda dengan kunci inggris.

11. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama asal/khas suatu daerah
Contoh

 Ibu membeli batik Pekalongan.


 Aku suka makan batagor Bandung daripada satai Madura.
 Bibi sedang memasak gudeg Jogja.

12. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama lembaga atau dokumen resmi
negara
Contoh

 Undang-undang itu baru akan dirapatkan oleh para anggota Dewan Perwakilan Rakyat.
 Aku sudah menjadi anggota Persatuan Guru Republik Indonesia.
 Dia bertugas membaca Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

13. Huruf Kapital sebagai huruf pertama setiap kata dalam judul buku, karangan,
artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas
Contoh

 Aku sedang membaca buku Kelinciku yang Ganas.


 Sebentar lagi kami akan menerbitkan majalah Sinar Kata.
 Ia membaca cerita “Ayam-Ayam dari Afrika”.

14. Sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan
Contoh

 Aku diajar oleh Arif Budiman, S.Pd.


 Dosenku bernama Prof. Herman J. Waluyo, M.Pd.
 Itu rumah milik Ny. Soeharso.

15. Sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak,
ibu, kakak, adik, dan paman, serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam
penyapaan atau pengacuan
Contoh

 Surat Bapak sudah kami baca.


 Di mana uang itu, Nak?
 Selamat pagi, Dokter!
 Apakah Anda sudah mengenal dia?
Catatan
Hubungan kekerabatan tetap ditulis kecil jika bukan merupakan penyapaan atau pengacuan.

Contoh

 Surat itu sudah kuberikan kepada ayahku.

 Aku mempunyai dua kakak dan satu adik.

 Paman dan bibiku sedang pergi ke Samarinda.

(Baca juga: Kumpulan Soal EYD tentang Huruf Kapital)

Nah, itulah 15 fungsi penggunaan huruf kapital dan ada beberapa yang mungkin tidak sering kita
perhatikan. Semoga dengan memahami postingan DapurImajinasi ini, kita dapat mendapat
pencerahan yang lebih baik tentang ejaan bahasa Indonesia. Silakan postingan ini dijadikan referensi
atau sumber belajar dan silakan kirim komentar di kolom komentar atau ikuti blog ini untuk
mendapatkan informasi mengenai kebijakan kebahasaan-kebahasaan yang lain. Terima kasih dan
teruslah berimajinasi.
MENUNJUKKAN KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN

Menujukkan artinya memperlihatkan; menyatakan; menerangkan (dengan bukti dan sebagainya)


(https://kbbi.web.id/tunjuk).

Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam
bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca; (https://kbbi.web.id/eja)
Menujukkan kesalahan penggunaan ejaan artinya menyatakan atau menerangkan kata, kalimat, dan
sebagainya yang tidak sesuai dengan kaidah atau pedoman. Aturan atau kaidah mengenai ejaan
terdapat dalam pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI) sesuai dengan permendikbud
nomor 50 tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

(Unduh Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia DI SINI)

Contoh soal dan kunci jawaban

1. Penulisan kata depan yang tidak tepat terdapat dalam kalimat …


A. Kemarin Aira Aftani bertamasya ke Pulau Buton.
B. Ia pulang dari Jakarta.
C. Ayah berangkat keluar negeri.
D. Tikus itu bersembunyi di bawah meja.

Pembahasan: keluar negeri seharusnya ditulis ke luar negeri (kata depan ditulis terpisah dengan kata
lain)

2. Bacalah teks berikut.

(1) Kegiatan pramuka diadakan pada hari sabtu pukul 13.00. (2) Kegiatan pramuka ini dimulai
dengan upacara pembukaan. (3) Upacara dilakukan di halaman sekolah. (4) Setelah upacara, anggota
pramuka kembali ke kelas untuk mendapat pengarahan dari pembina pramuka.

Kalimat yang terdapat kesalahan penulisan ejaan adalah kalimat bernomor…

A. 1

B. 2

C. 3
D. 4

Pembahasan: kata sabtu seharusnya ditulis Sabtu (nama hari ditulis dengan huruf kapital pada awal
kata)

RINGKASAN MATERI

A. Penulisan Kata Depan

Kata depan, seperti di, ke, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Misalnya:
Di mana dia sekarang?
Kain itu disimpan di dalam lemari.
Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan.
Mari kita berangkat ke kantor.
Saya pergi ke sana mencarinya.
Ia berasal dari Pulau Penyengat.
Cincin itu terbuat dari emas.

B. Pemakaian Huruf Kapital

1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.


Misalnya:
Apa maksudnya?
Dia membaca buku.
Kita harus bekerja keras.
Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam.
2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.
Misalnya:
Amir Hamzah
Dewi Sartika
Halim Perdanakusumah
Wage Rudolf Supratman
Jenderal Kancil
Dewa Pedang
Alessandro Volta
André-Marie Ampère
Mujair
Rudolf Diesel
Catatan:
(1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang merupakan nama jenis atau
satuan ukuran.
Misalnya:
ikan mujair
mesin diesel
5 ampere
10 volt
(2) Huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata yang bermakna “anak dari”,
seperti bin, binti, boru, dan van, atau huruf pertama kata tugas.
Misalnya:
Abdul Rahman bin Zaini
Siti Fatimah binti Salim
Indani boru Sitanggang
Charles Adriaan van Ophuijsen
Ayam Jantan dari Timur
Mutiara dari Selatan
3. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.
Misalnya:
Adik bertanya, "Kapan kita pulang?"
Orang itu menasihati anaknya, "Berhati-hatilah, Nak!"
"Mereka berhasil meraih medali emas," katanya.
"Besok pagi," kata dia, "mereka akan berangkat."
4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan
Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan.
Misalnya:
Islam Alquran
Kristen Alkitab
Hindu Weda
Allah
Tuhan
Allah akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.
Ya, Tuhan, bimbinglah hamba-Mu ke jalan yang Engkau beri rahmat.
5. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan,
keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama
orang.
Misalnya:
Sultan Hasanuddin
Mahaputra Yamin
Haji Agus Salim
Imam Hambali

Nabi Ibrahim
Raden Ajeng Kartini
Doktor Mohammad Hatta
Agung Permana, Sarjana Hukum
Irwansyah, Magister Humaniora
b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan,
keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan yang dipakai sebagai sapaan.
Misalnya:
Selamat datang, Yang Mulia.
Semoga berbahagia, Sultan.
Terima kasih, Kiai.
Selamat pagi, Dokter.
Silakan duduk, Prof.
Mohon izin, Jenderal.
6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama
orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
Misalnya:
Wakil Presiden Adam Malik
Perdana Menteri Nehru
Profesor Supomo
Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara
Proklamator Republik Indonesia (Soekarno-Hatta)
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gubernur Papua Barat
7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Misalnya:
bangsa Indonesia
suku Dani
bahasa Bali
Catatan:
Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan tidakditulis
dengan huruf awal kapital.
Misalnya:
pengindonesiaan kata asing
keinggris-inggrisan
kejawa-jawaan
8. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari
raya.
Misalnya:
tahun Hijriah tarikh Masehi
bulan Agustus bulan Maulid
hari Jumat hari Galungan
hari Lebaran hari Natal
b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama peristiwa sejarah.
Misalnya:
Konferensi Asia Afrika
Perang Dunia II
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Catatan:
Huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama tidak ditulis dengan huruf kapital.
Misalnya:
Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.
9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
Misalnya:
Jakarta Asia Tenggara
Pulau Miangas Amerika Serikat
Bukit Barisan Jawa Barat
Dataran Tinggi Dieng Danau Toba
Jalan Sulawesi Gunung Semeru
Ngarai Sianok Jazirah Arab
Selat Lombok Lembah Baliem
Sungai Musi Pegunungan Himalaya
Teluk Benggala Tanjung Harapan
Terusan Suez Kecamatan Cicadas
Gang Kelinci Kelurahan Rawamangun
Catatan:
(1) Huruf pertama nama geografi yang bukan nama diri tidak ditulis dengan huruf kapital.
Misalnya:
berlayar ke teluk mandi di sungai
menyeberangi selat berenang di danau
(2) Huruf pertama nama diri geografi yang dipakai sebagai nama jenis tidak ditulis dengan huruf
kapital.
Misalnya:
jeruk bali (Citrus maxima)
kacang bogor (Voandzeia subterranea)
nangka belanda (Anona muricata)
petai cina (Leucaena glauca)
Nama yang disertai nama geografi dan merupakan nama jenis dapat dikontraskan atau disejajarkan
dengan nama jenis lain dalam kelompoknya.
Misalnya:
Kita mengenal berbagai macam gula, seperti gula jawa, gula pasir, gula tebu, gula aren, dan
gulaanggur.
Kunci inggris, kunci tolak, dan kunci ring mempunyai fungsi yang berbeda.
Contoh berikut bukan nama jenis.
Dia mengoleksi batik Cirebon, batik Pekalongan, batik Solo, batik Yogyakarta, dan batikMadura.
Selain film Hongkong, juga akan diputar film India, film Korea, dan film Jepang.
Murid-murid sekolah dasar itu menampilkan tarian Sumatra Selatan, tarian Kalimantan Timur, dan
tarian Sulawesi Selatan.
10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang
sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas,
seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk.
Misalnya:
Republik Indonesia
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2010 tentang Penggunaan BahasaIndonesia
dalam Pidato Presiden dan/atau Wakil Presiden serta Pejabat Lainnya
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di
dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata
tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
Misalnya:
Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
Tulisan itu dimuat dalam majalah Bahasa dan Sastra.
Dia agen surat kabar Sinar Pembangunan.
Ia menyajikan makalah "Penerapan Asas-Asas Hukum Perdata".
12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau
sapaan.
Misalnya:
S.H. sarjana hukum
S.K.M. sarjana kesehatan masyarakat
S.S. sarjana sastra
M.A. master of arts
M.Hum. magister humaniora
M.Si. magister sains
K.H. kiai haji
Hj. hajah
Mgr. monseigneur
Pdt. pendeta
Dg. daeng
Dt. datuk
R.A. raden ayu
St. sutan
Tb. tubagus
Dr. doktor
Prof. profesor
Tn. tuan
Ny. nyonya
Sdr. saudara
13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan,
sepertibapak, ibu, kakak, adik, dan paman, serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam
penyapaan atau pengacuan.
Misalnya:
"Kapan Bapak berangkat?" tanya Hasan.
Dendi bertanya, "Itu apa, Bu?"
"Silakan duduk, Dik!" kata orang itu.
Surat Saudara telah kami terima dengan baik.
“Hai, Kutu Buku, sedang membaca apa?”
“Bu, saya sudah melaporkan hal ini kepada Bapak.”
Catatan:
(1) Istilah kekerabatan berikut bukan merupakan penyapaan atau pengacuan.
Misalnya:
Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
(2) Kata ganti Anda ditulis dengan huruf awal kapital.
Misalnya:
Sudahkah Anda tahu?
Siapa nama Anda?
(Permendikbud nomor 50 tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)

Unduh EBI atau PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa


Indonesia)

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) merupakan edisi terbaru dari Ejaan yang
Disempurnakan (EYD). Oleh sebab itu, ketika muncul kali pertama, di sampul sudah tertera edisi
keempat. Pedoman Umum EBI ini dikeluarkan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 tanggal 26 November 2016. Dengan adanya
EBI terbaru ini, maka EYD dinyatakan sudah tidak berlaku lagi. Walaupun begitu, isi dari EBI tidak
jauh berbeda dengan EYD edisi tiga.

EBI edisi terbaru ini bisa menjadi pedoman dasar bagi semua orang untuk menggunakan bahasa
Indonesia secara baik dan benar. Tak dimungkiri, pesatnya perkembangan teknologi informasi,
membuat orang lebih leluasa menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Di sinilah, terkadang
orang melakukan kesalahan dalam berbahasa. Karena seringnya penggunaan bahasa yang salah,
hal itu sudah menjadi kebiasaan dan dianggap sebagai sebuah kebenaran. Untuk itu, perlu adanya
referensi tentang aturan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, terutama dalam
teknis penulisan. PUEBI bisa menjadi rujukan dasar bagi semua lapisan masyarakat tentang dasar
aturan penggunaan bahasa Indonesia.

Silakan unduh EBI yang terbaru ataupun EYD (edisi lama dari EBI) DI SINI.

MENUNJUKKAN KESALAHAN PENGGUNAAN TANDA BACA

Menujukkan artinya memperlihatkan; menyatakan; menerangkan (dengan bukti dan sebagainya)


(https://kbbi.web.id/tunjuk). Tanda baca adalah tanda yang dipakai dalam sistem ejaan (seperti titik,
koma, titik dua) (https://kbbi.web.id/tanda)

Menunjukkan kesalahan penggunaan tanda baca artinya memperlihatkan, menyatakan, atau


menerangkan tanda yang dipakai dalam sistem ejaan (seperti titik, koma, titik dua).
Contoh soal dan kunci jawaban

1. Cermatilah kutipan berikut.


Yth: Bapak Joko Sarwono, S. H.

Di tempat

Dengan hormat,

Sehubungan dengan akan diadakannya perpisahan kelas VI, kami mengundang Bapak/Ibu
dalam rapat persiapan acara tersebut.

Tanda baca yang tidak tepat dalam kutipan tersebut adalah…

A. titik dua (:) setelah singkatan Yth

B. koma (,) setelah kata Joko Sarwono

C. titik (.) pada singkatan S.H.

D. koma (,) setelah kata kelas VI

Pembahasan: tanda baca yang tepat setelah singkatan Yth adalah titik (.)

UNDUH KAIDAH PEMAKAIAN TANDA BACA DI PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA DI
SINI
Aplikasi: Menyimpulkan dan Menggunakan Konsep/Prinsip

A. Membaca Nonsastra
11. menentukan ide pokok teks

12. menggali informasi tersirat teks

13. menentukan pernyataan sesuai isi teks

14. mengidentifikasi jenis teks

an. Ide pokok seolah menjadi menu wajib di soal ujian, baik jenjang SD sampai dengan
SMA, atau bahkan di perkuliahan. Tidak sedikit siswa yang kesulitan menentukan ide
pokok paragraf karena kurangnya teknik yang diajarkan oleh guru. Guru pun harus kreatif
dan paham benar bagaimana cara menjelaskan ide pokok kepada siswa.

(Baca juga: Unduh Soal UN Bahasa Indonesia Sesuai Kisi-Kisi)

Cara menentukan ide pokok

Ada beberapa cara menentukan ide pokok secara sederhana. Dapur Imajinasi
menjelaskannya sebagai berikut!

1. Mengambil kalimat utama


Cara ini adalah cara termudah dalam mencari ide pokok. Ide pokok bisa diambil langsung
dari kalimat utama. Namun, ada juga beberapa kalimat utama yang tidak bisa dijadikan
ide pokok. Jadi, kalimat utama bisa jadi suatu ide pokok, tetapi ide pokok belum tentu
kalimat utama.

Nah, inilah paragraf yang ide pokoknya bisa diambil dari kalimat utama.

Buah kedondong memiliki berbagai manfaat. Buah ini bisa dijadikan bahan rujak yang
lezat. Buah ini juga bisa dijadikan manisan. Buah yang rasanya masam ini juga bisa
dijadikan obat batuk dengan cara makan daging buahnya yang sudah dicolek atau dilumuri
kecap.

Kalimat utama paragraf di atas adalah kalimat pertama, yakni “Buah kedondong memiliki
berbagai manfaat”.

Ide pokok sama dengan kalimat utama sehingga ide pokoknya adalah “Buah kedondong
memiliki berbagai manfaat”.

Baca juga: Cara menentukan kalimat utama.

2. Membalik kalimat utama atau menyimpulkan kalimat utama


Cara ini juga termasuk cara mudah dalam mencari ide pokok. Kita tinggal mencari kalimat
utama kemudian menyimpulkannya menjadi ide pokok atau bisa juga dengan cara
membaliknya.
Contoh:

Buah kedondong memiliki berbagai manfaat. Buah ini bisa dijadikan bahan rujak
yang lezat. Buah ini juga bisa dijadikan manisan. Buah yang rasanya masam ini juga bisa
dijadikan obat batuk dengan cara makan daging buahnya yang sudah dicolek atau dilumuri
kecap.

Kalimat utama: Buah kedondong memiliki berbagai manfaat.

Ide pokok:

- Manfaat buah kedondong

- Berbagai manfaat buah kedondong

- Khasiat buah kedondong

3. Menyimpulkan isi paragraf


Menyimpulkan isi paragraf digunakan untuk menentukan ide pokok jika kita tidak bisa
menyimpulkan dari kalimat utama.

Berikut contoh mencari ide pokok dengan cara menyimpulkan isi paragraf.

Ini adalah hewan berkaki empat. Hewan ini termasuk herbivora atau pemakan
tumbuh-tumbuhan. Dagingnya menjadi komoditas pokok di Indonesia. Saat hari Idul Adha,
hewan ini sering dijadikan hewan kurban. Hewan ini adalah sapi.

Kalimat utama: Hewan ini adalah sapi.

Paragraf di atas membahasa tentang ciri-ciri sapi, sehingga ide pokoknya adalah “ciri-ciri
sapi”.

Soal Mencari Ide Pokok dan Penjelasannya

Soal ide pokok sering dimunculkan dalam soal bahasa Indonesia. Tak heran jika,
banyak yang mencari referensi tentang soal ide pokok dalam bacaan.
Sebenarnya mencari ide pokok dalam bacaan adalah sesuatu hal yang mudah.
Mudah? Iya mudah, karena pada dasarnya mencari ide pokok dalam paragraf
atau bacaan itu intinya kita mencari jawaban dari “paragraf itu membahas
tentang apa? Namun, tidak hanya sekadar satu atau dua kata kunci “bahas
apa?” saja. Kita harus fokus pada inti permasalahan yang dibahas dalam
paragraf.

Sebelum lanjut ke bagian kumpulan soal mencari ide pokok, Dapur Imajinasi
akan menjelaskan contoh mencari ide pokok dalam sebuah bacaan yang terdiri
dari tiga paragraf. Dengan memahami ini, sebelum latihan mencari ide pokok,
setidaknya Sobat Dapur Imajinasi punya bekal yang mantap dalam mengerjakan
soal tentang mencari ide pokok. Apalagi soal ide pokok banyak kita temukan di
soal-soal Ujian Nasional (UN) atau Ujian Sekolah/Madrasah (US/M).

Baca juga: Kumpulan Soal UN Bahasa Indonesia

Tips mencari ide pokok:


1. Baca bacaan dengan saksama dan pahami isinya

2. Buatlah pertanyaan di dalam hati “paragraf itu membahas apa?”

3. Buatlah jawaban atas pertanyaanmu tadi.

4. Tulislah ide pokok sesuai jawaban yang sudah disimpulkan

Untuk lebih jelasnya, silakan terapkan tips di atas untuk mencari ide pokok dalam
bacaan berikut!

Baca juga: Cara Menentukan Ide Pokok

Perhatikan Cairan yang Masuk ke Tubuhmu

Mengatur pola minum air itu ternyata sangat penting. Jangan sampai kita
kekurangan cairan. Kenapa? Jika kekurangan cairan, kita bisa terkena dehidrasi.
Nah, saat dehidrasi konsentrasi kita berkurang dan badan kita juga akan terasa
lemas.

Ada cara untuk mengetahui keadaan cairan di tubuh kita. Caranya dengan
melihat warna urine kita. Jika urinenya berwarna kuning pekat, itu tandanya
kekurangan cairan. Namun, jika warna urine kita putih, itu tandanya cairan dalam
tubuh kita sudah cukup.

Kelebihan cairan juga tidak baik untuk tubuh. Hal ini terutama saat
melakukan olahraga berat. Ternyata kelebihan minum air saat olahraga itu bisa
menyebabkan kekurangan natrium yang bisa menyebabkan otak bengkak. Selain
itu, kelebihan minum air saat olahraga berat dapat membuat seseorang tiba-tiba
menjadi kejang-kejang, kesadaran menurun, dan gejala mual.
Setelah membaca paragraf pertama, membahas apakah paragraf tersebut?
Lebih detailnya, kita baca dan pahami lagi paragraf itu!

Mengatur pola minum air itu ternyata sangat penting. Jangan sampai kita
kekurangan cairan. Kenapa? Jika kekurangan cairan, kita bisa terkena dehidrasi.
Nah, saat dehidrasi konsentrasi kita berkurang dan badan kita juga akan terasa
lemas.

Paragraf di atas mempunyai kalimat utama “Mengatur pola minum air itu
ternyata sangat penting”. Dari kalimat utama tersebut dapat kita peroleh ide
pokoknya adalah “Pentingnya mengatur pola minum air”. Ide pokok itu
sudah mewakili isi paragraf dengan kata kunci “Mengatur pola minum air sangat
penting karena kalau tubuh kekurangan cairan bisa menyebabkan dehidrasi”.

Selanjutnya mari kita tentukan ide pokok paragraf kedua. Ada baiknya kita baca
lagi paragraf kedua.

Ada cara untuk mengetahui keadaan cairan di tubuh kita. Caranya dengan
melihat warna urine kita. Jika urinenya berwarna kuning pekat, itu tandanya
kekurangan cairan. Namun, jika warna urine kita putih, itu tandanya cairan dalam
tubuh kita sudah cukup.

Paragraf di atas mempunyai kalimat utama “Ada cara untuk mengetahui


keadaan cairan di tubuh kita”. Setelah itu kalimat itu dijelaskan dengan
beberapa kalimat penjelas yang berisi informasi atau pernyataan tentang cara
mengetahui keadaan cairan di tubuh. Dapat kita simpulkan, ide pokok paragraf
di atas adalah “Cara mengetahui keadaan cairan di tubuh”.

Baca juga: Cara Menentukan Kalimat Utama Paragraf

Terakhir, mari kita tentukan ide pokok paragraf ketiga. Mari kita baca lagi agar
lebih paham.

Kelebihan cairan juga tidak baik untuk tubuh. Hal ini terutama saat
melakukan olahraga berat. Ternyata kelebihan minum air saat olahraga itu bisa
menyebabkan kekurangan natrium yang bisa menyebabkan otak bengkak. Selain
itu, kelebihan minum air saat olahraga berat dapat membuat seseorang tiba-tiba
menjadi kejang-kejang, kesadaran menurun, dan gejala mual.
Setelah dibaca dengan saksama, paragraf di atas membahas tentang akibat
negatif jika kelebihan cairan tubuh. Hal itu terkandung dalam kalimat utama
paragraf, yakni “Kelebihan cairan juga tidak baik untuk tubuh”. Kalimat utama
tersebut kemudian diperjelas dengan kalimat penjelas yang menginformasikan
akibat-akibat jika kelebihan cairan yang masuk ke tubuh. Jadi, ide pokok
paragraf di atas adalah “Akibat negatif jika kelebihan cairan yang masuk
ke tubuh”.

Nah, secara keseluruhan, ide pokok yang terkandung dalam tiga paragraf
bacaan di atas, dapat diringkas seabagai berikut.
a. Ide pokok paragraf pertama
Pentingnya mengatur pola minum air
b. Ide pokok paragraf kedua
Cara mengetahui keadaan cairan di tubuh
c. Ide pokok paragraf ketiga
Akibat negatif jika kelebihan cairan yang masuk ke tubuh

Baca juga: Jenis-Jenis Paragraf Berdasar Kalimat Utama

Selanjutnya, untuk latihan-latihan soal mencari ide pokok, kami sajikan


beberapa soal tentang mencari ide pokok dengan bermacam tema. Silakan
gunakan soal ini untuk mengajar, sumber belajar, atau tes ujian dengan syarat
silakan isi komentar di bawah postingan ini atau bagikan postingan ini media
sosial yang sobat punyai.

Soal-Soal Mencari Ide Pokok

1. Sampah plastik sangat berbahaya jika dibuang sembarangan. Sampah plastik


tidak bisa membusuk. Ini berarti sampah plastik tidak dapat didaur ulang oleh
alam. Jika terbawa oleh air sungai akan mengganggu ekosistem. Banyak makhluk
hidup yang mati karena menelan sampah plastik.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. membuang sampah sembarangan

b. dampak membuang sampah sembarangan

c. dampak membuang sampah plastik secara sembarangan

d. sampah plastik tidak dapat didaur ulang oleh alam

2. Banyak jalan yang dilewati kendaraan-kendaraan bermotor mulai rusak berat.


Lubang-lubang yang cukup besar ada di mana-mana. Aspal-aspal mulai rusak
karena tidak dirawat. Hujan dan banjir menambah rusaknya jalan. Beban yang
berlebihan yang diangkut truk dan bis ikut mempercepat rusaknya jalan.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. akibat dari rusaknya jalan

b. penyebab kerusakan jalan

c. banyak jalan yang dilewati kendaraan

d. aspal jalan mulai rusak karena tak dirawat

3. Menjadi filatelis atau pengumpul prangko sudah dianggap kuno. D


i tengah kemajuan
teknologi, banyak pilihan untuk menikmati hobi dan hiburan. Ada
hobi gameonline, fashion, beternak, dll. Mengumpulkan prangko dan benda-
benda pos lainnya agaknya mulai ditinggalkan orang.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. hobi orang masa sekarang

b. anggapan filatelis itu kuno

c. banyak pilihan untuk menikmati hobi dan hiburan

d. jenis-jenis hobi

4. Perayaan tahun baru yang berlangsung meriah di


Jakarta meninggalkan sejumlah persoalan. Satu di antara persoalan tersebut
adalah rusaknya sejumlah taman kota di Jakarta. Kerusakan taman ini seperti
terlihat di Monas Jakarta. Hampir semua tanaman hias yang berada di area
tersebut rusak akibat terinjak-injak ribuan pengunjung.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. perayaan tahun baru berlangsung meriah

b. masalah yang muncul setelah perayaan tahun baru

c. taman kota di Jakarta rusak

d. tanaman hias rusak diinjak-injak

5. Udara di Bogor terasa dingin. Kali ini dinginnya melebihi hari-hari sebelumnya.
Dinginnya suhu udara di Bogor mencapai 24ºC. Data tingkat suhu udara ini,
terdapat di papan informasi pengukur suhu di jalan-jalan besar di kota Bogor.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. suhu di Bogor mencapai 24ºC


b. keadaan di Bogor

c. keadaan cuaca di Bogor yang dingin

d. informasi suhu di jalan-jalan Kota Bogor

Baca juga: Unduh Soal Try Out US/M

6. Pohon memberikan banyak manfaat bagi manusia dan makhluk hidup lain.
Pohon berperan sebagai sumber makanan, obat, dan bahan industri. Salah satu
peran pohon yang tidak kalah penting adalah penghasil udara segar.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. manfaat pohon bagi kehidupan

b. pohon sebagai penghasil udara segar

c. pohon sebagai sumber makanan

d. Salah satu peran pohon

7. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup. Pupuk
tersebut dapat berasal dari kotoran hewan. Selain itu, kotoran manusia dapat
dibuat untuk pupuk jenis ini. Ada pula pupuk organik yang berasal dari sisa
tumbuhan misalnya tanaman orok-orok.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. pupuk dari kotoran hewan

b. sisa-sisa makhluk hidup

c. pengertian pupuk organik

d. kotoran manusia dapat dijadikan pupuk

8. Para petani banyak diuntungkan dengan memanfaatkan pupuk organik.


Jangka waktu kesuburan tanah menjadi semakin lama. Biaya yang dikeluarkan
untuk pembelian pupuk juga semakin murah. Hasil panennya pun lebih
menyehatkan apabila dikonsumsi. Harga jual hasil panen dengan pupuk organik
di pasaran lebih tinggi. Dengan demikian, petani mendapatkan keuntungan yang
berlipat.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. keuntungan petani yang berlipat

b. manfaat pembuatan pupuk organik

c. hasil panen pupuk organik


d. keuntungan memakai pupuk organik

9. Persahabatan Annisa dan Fatimah begitu dekat. Pemikiran dan hobi mereka
sangat cocok. Mereka sudah bersahabat sedari kecil. Hubungan keduanya sangat
erat seperti tidak dapat dipisahkan.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. persahabatan dua anak yang dekat

b. bentuk persahabatan

c. jenis persahabatan

d. Annisa dan Fatimah tidak dapat dipisahkan

10. Festival rakyat di daerahku sangat meriah. Acara tersebut diadakan di alun-alun
dekat keraton. Di sana banyak pedagang yang menjual berbagai macam barang
kebutuhan masyarakat, misal baju, sepatu, dan tas. Tidak hanya barang-barang,
mereka juga menjual makanan tradisional. Wah, festival ini sangat meriah.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. acara di alun-alun dekat keraton

b. festival rakyat

c. festival rakyat di daerahku

d. kemeriahan festival rakyat

Baca juga: Soal US/M Bahasa Indonesia Sesuai Kisi-Kisi

11. Prestasi olahraga sekolah kita menurun dibandingkan dengan tahun lalu. Salah
satu penyebabnya adalah pembinaan yang tidak berkesinambungan. Pembinaan
olahraga harus dilakukan sejak dini. Salah satu cara yang kita tempuh adalah
menyelenggarakan beberapa kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Siswa dapat
memilih sesuai dengan bakat dan minatnya.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. penyebab prestasi sekolah

b. pembinaan olahraga yang tidak berkesinambungan

c. penyebab prestasi anak menurun

d. penyebab prestasi sekolah menurun


12. Insomnia bisa disebabkan oleh banyak faktor. Gangguan tidur ini umumnya
disebabkan kecemasan atau beban pikiran, bekerja sampai larut malam, kondisi
tempat tidur yang kurang nyaman, hingga kebiasaan memakai peralatan
elektronik sebelum tidur. Selain itu, hal-hal yang sering kali sepele tetapi banyak
dilakukan juga dapat memicu insomnia. Contohnya adalah kebiasaan berolahraga
di malam hari beberapa saat sebelum tidur. Dengan alasan kesibukan, banyak
orang di perkotaan yang baru sempat berolahraga pada malam hari. Dengan
mengenali penyebabnya, insomnia akan lebih mudah diatasi.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. faktor penyebab insomnia

b. akibat dari insomnia

c. pengertian insomnia

d. jenis penyakit gangguan tidur

13. Penyakit influenza termasuk ke dalam penyakit yang penularannya sangat


mudah. Penyakit ini menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak
langsung. Menurut penelitian terbaru, penyebaran virus flu sangat terkait dengan
level kelembapan udara. Di negara beriklim sedang seperti Amerika Utara dan
Eropa, wabah flu biasanya terjadi di musim dingin. Sementara di negara tropis
influenza menyebar di musim penghujan.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. jenis penyakit yang penularannya mudah

b. mudahnya menular

c. penyebaran penyakit influenza

d. penyebab penyakit influenza

14. Memainkan alat musik sasando tidaklah mudah. Dibutuhkan harmonisasi


perasaan dan teknik sehingga tercipta alunan nada merdu. Selain itu, diperlukan
keterampilan jari-jemari untuk memetik dawai seperti pada harpa.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. teknik memainkan sasando

b. memainkan sasando itu sulit

c. memainkan sasando tidak sulit

d. ciri-ciri alat musik sasando


15. Kelestarian hutan Suaka Margasatwa Nantu di Gorontalo semakin terancam.
Pasalnya, di sana kini mulai hadir penambang liar. Mereka mencari emas.
Penambang liar tersebut jumlahnya mencapai ratusan orang.

Ide pokok bacaan di atas adalah ... .

a. terancamnya kelestarian hutan Suaka Margasatwa Nantu

b. penambangan liar di hutan Suaka Margasatwa Nantu

c. penyebab penambangan liar di hutan Suaka Margasatwa Nantu

d. mencegah penambangan liar di hutan Suaka Margasatwa Nantu

Baca Juga: Soal US/M Bahasa Indonesia 2017 dan Kunci Jawaban

Cek dengan Kunci Jawaban


Setelah menjawab soal-soal mencari ide pokok di atas, ada baiknya silakan
koreksi jawaban dengan kunci jawaban yang sudah Dapur Imajinasi sediakan.
Kunci jawaban ini akan menjadi pedoman koreksian sehingga Sobat Dapur
Imajinasi bisa tahu seberapa kemampuan Sobat dalam memahami materi mencari
ide pokok yang sudah kami jelaskan sebelumnya.

Kunci Jawaban 15 soal di atas.

1. C

2. B

3. B

4. B

5. C

6. A

7. C

8. D

9. A

10. D

11. D

12. A

13. C

14. B

15. A
Itulah penjelasan mengenai soal mencari ide pokok dan kami sajikan lima belas
soal tentang mencari ide pokok. Semoga bermanfaat dan menjadi lebih paham
materi ide pokok pelajaran bahasa Indonesia.

MENENTUKAN IDE POKOK PARAGRAF


Ide pokok atau gagasan pokok adalah gagasan utama atau gagasan yang paling penting dalam
paragraf. ide pokok terdapat dalam kalimat utama. Ide pokok dan kalimat utama berfungsi
memberitahu pembaca tentang apa yg diperbincangkan dalam paragraf itu dan menjadi
sandaran bagi kalimat-kalimat lain dalam paragraf itu.

Langkah-langkah menentukan ide pokok adalah sebagai berikut.

1. Menentukan kalimat utama dalam paragraf


Cara menentukan kalimat utama dalam paragraf, yaitu dengan membandingkan kalimat-
kalimat dalam paragraf.
Ciri kalimat utama dalam paragraf sebagai berikut.

a. memberitahu pembaca tentang apa yg diperbincangkan dalam paragraf itu;

b. memberi arah/pengendali terhadap permasalahan yang akan dibicarakan;

c. sandaran bagi kalimat-kalimat lain dalam paragraf itu menjadi titik tolak dari kalimat
pengembang

2. Menentukan inti kalimat dari kalimat utama


Untuk menemukan ide pokok paragraf kita harus memahami inti kalimat utama. Inti kalimat
adalah satuan proporsi singkat yang terbentuk di dalam sebuah kalimat yang kompleks.
Umumnya inti kalimat dibentuk oleh pasangan fungsi gramatik minimal yaitu subjek dan
predikat; atau subjek, predikat, dan objek pada kalimat dengan verba transitif.
Contoh
Kalimat utama: Sikap kritis masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan oleh
tenaga medis masih sangat diperlukan
Inti kalimat:

a. Sikap kritis terhadap layanan kesehatan diperlukan. atau

b. Sikap kritis diperlukan terhadap layanan kesehatan.

3. Mengubah inti kalimat yang ditemukan menjadi frasa


Contoh
Inti kalimat: sikap kritis diperlukan terhadap layanan kesehatan
Ide pokok : perlunya sikap kritis terhadap layanan kesehatan
Contoh soal dan kunci jawaban

1. Bacalah teks berikut.

Tak hanya habitatnya yang dirusak, elang jawa juga kerap ditangkap dan diperjualbelikan
sebagai satwa peliharaan. Padahal, elang jawa merupakan burung yang dilindungi Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam
Hayati dan Ekosistemnya, serta diperkuat lewat Kepres No. 4/1993 tentang Satwa dan Bunga
Nasional. Elang jawa juga termasuk salah satu dari 14 satwa prioritas untuk diselamatkan
berdasarkan SK Dirjen PHKA No. 132/2011. Jika perdagangan dan alih fungsi hutan tidak
dihentikan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti elang jawa hanya dapat dilihat dalam
bentuk foto atau hanya dikenang sebagai burung yang identik dengan simbol negara, yaitu
garuda.

Ide pokok paragraf kedua pada teks tersebut adalah . . .


A. Perlindungan elang jawa diatur dalam Undang-Undang tentang Konservasi Sumber Daya
Alam Hayati dan Ekosistemnya.
B. Penyebab kepunahan elang jawa adalah alih fungsi hutan menjadi permukiman dan lahan
pertanian.
C. Keberadaan elang jawa dapat dilestarikan dengan menghentikan perdagangan dan
alih fungsi hutan.
D. Elang jawa identik dengan simbol negara, yaitu garuda.

2. Bacalah teks berikut

Air laut pasang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya kawasan Jakarta
Utara. Naiknya air laut di kawasan tersebut sudah berlangsung selama sepekan. Tingginya
kenaikan permukaan air dikhawatirkan akan membuat kawasan tersebut tergenang.

Ide pokok paragraf tersebut adalah

A. Air laut pasang terjadi di kawasan Jakarta Utara


B. Naiknya air laut sudah berlangsung selama sepekan
C. Pasangnya air laut dikhawatirkan membuat Jakarta Utara tergenang
D. Pasangnya air laut di beberapa wilayah di Indonesia sangat mengkhawatirkan
MENGGALI INFORMASI TERSIRAT TEKS NONSASTRA : SERI PERSIAPAN USBN
SD

Bacaan atau paragraf memuat informasi tersurat dan tersirat. Informasi tersurat adalah
informasi yang tertulis secara jelas dalam bacaan. Informasi tersirat adalah informasi yang
tidak tertulis secara jelas/tersembunyi.

Menggali informasi tersirat artinya upaya mencari dan menemukan informasi yang tidak
tertulis secara jelas/tersembunyi. Untuk menemukan informasi tersirat dapat dilakukan
dengan menghubung-hubungkan data atau informasi dalam teks yang dikenal dengan
istilah menyimpulkan isi teks atau membuat simpulan teks.

Kalimat simpulan adalah kalimat yang berisi opini atau pendapat akhir atas data-data yang ada
dalam teks. Rumusan kalimat simpulan bukan berupa salah satu kalimat dalam teks.

Langkah-langkah menyusun kalimat simpulan paragraf

1. Identifikasilah hal-hal penting dalam teks.

2. Buatlah opini atau pendapat yang mencakupi keseluruhan hal penting tersebut.

Mengidentifikasi kalimat simpulan paragraf

1. Perhatikan ciri khusus kalimat simpulan dalam paragraf misalnya kata jadi, oleh karena itu,
dengan demikian, dan sebagainya

2. Perhatikan isi kalimat/pernyataan. Kalimat simpulan berisi opini atau pendapat akhir yang
meliputi keseluruhan isi paragraph.

Contoh soal dan kunci jawaban

Nasib elang jawa sungguh memprihatinkan. Burung endemis Jawa ini tergolong
hewan terancam punah dengan status genting. Menurut data BirdLife International, saat ini
populasi elang jawa di alam diperkirakan hanya tersisa sekitar 300–500 individu dewasa.
Salah satu penyebab elang jawa terancam punah, yaitu semakin menyusutnya luas hutan
alami di Jawa. Sebagai pulau dengan populasi penduduk terpadat di Indonesia, kebutuhan
lahan untuk permukiman dan pertanian di Jawa semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Akibatnya, banyak hutan yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian maupun permukiman.
Saat ini, hutan alami yang tersisa di Jawa diperkirakan hanya sepuluh persen.

Tak hanya habitatnya yang dirusak, elang jawa juga kerap ditangkap dan
diperjualbelikan sebagai satwa peliharaan. Padahal, elang jawa merupakan burung yang
dilindungi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi
Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta diperkuat lewat Kepres No. 4/1993
tentang Satwa dan Bunga Nasional. Elang jawa juga termasuk salah satu dari 14 satwa
prioritas untuk diselamatkan berdasarkan SK Dirjen PHKA No. 132/2011. Jika perdagangan
dan alih fungsi hutan tidak dihentikan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti elang jawa
hanya dapat dilihat dalam bentuk foto atau hanya dikenang sebagai burung yang identik
dengan simbol negara, yaitu garuda.

Simpulan paragraf pertama adalah . . .


A. Salah satu penyebab elang jawa terancam punah adalah pengalihan fungsi hutan
menjadi
permukiman dan lahan pertanian.
B. Perluasan lahan permukiman dan lahan pertanian dilakukan karena Jawa memiliki
populasi
penduduk terpadat di Indonesia.
C. Elang jawa terancam punah disebabkan oleh pengalihan fungsi hutan dan perdagangan
elang
jawa sebagai hewan peliharaan.
D. Elang jawa merupakan salah satu satwa prioritas untuk diselamatkan berdasarkan SK
Dirjen
PHKA No. 132/2011.
10 Soal Menentukan Pernyataan Sesuai Isi Paragraf Ujian
Sekolah Bahasa Indonesia

Soal menentukan pernyataan sesuai isi paragraf dalam soal ujian sekolah merupakan salah satu soal
yang mudah untuk dikerjakan. Tanpa hafalan dan suatu rumus, kita dapat mengerjakan soal ini. Soal
menetukan pernyataan sesuai isi paragraf hanya membutuhkan kemampuan pemahaman kita dalam
membaca. Dengan memahami isi bacaan, kita dapat dengan mudah menentukan pernyataan yang
tepat sesuai isi bacaan. Setelah paham tentang Cara Menentukan Pernyataan Sesuai Isi
Paragraf yang dibahas di postingan sebelumnya, kita sebaiknya berlatih dengan soal-soal menentukan
pernyataan sesuai isi paragraf berikut:

(Baca juga: Cara Mudah Menentukan Ide Pokok Paragraf, Pasti Paham Usai Baca)

Soal-Soal Menentukan Pernyataan Sesuai Isi Paragraf


1. Bacalah paragraf berikut!

Kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman kelapa
sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh
mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan oksigen.

Pernyataan sesuai isi paragraf di atas adalah ….


a. Tinggi pohon kelapa sawit mencapai 24 cm
b. Kelapa sawit berakar serabut
c. Akar napas kelapa sawit mengarah tegak ke atas
d. Akar napas kelapa sawit berfungsi untuk mengeluarkan oksigen

2. Bacalah paragraf berikut!

Apakah kamu tahu? Sayuran hijau memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Kandungan zat
gizinya seperti vitamin, zat besi, dan serat sangat diperlukan tubuh kita. Vitamin bermanfaat untuk
menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat. Zat besi bermanfaat membantu proses pembentukan sel
darah merah. Sementara itu, serat sayuran berguna untuk melancarkan pencernaan. Zat-zat gizi
tersebut di antaranya terdapat pada bayam, kangkung, brokoli, dan daun singkong.

Pernyataan yang sesuai paragraf di atas adalah …


a. Sayuran hijau perlu dimasak dengan benar sebelum dikonsumsi.
b. Penderita anemia disebabkan jarang mengonsumsi sayuran hijau.
c. Sayuran hijau mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh.
d. Kandungan gizi pada sayuran hijau, seperti serat, vitamin, dan zat besi.
3. Bacalah paragraf berikut!

Hutan memiliki manfaat yang luar biasa bagi kita. Di hutan tumbuh bermacam-macam tumbuhan
yang dapat mencegah banjir, erosi dan tanah longsor. Hewan-hewan juga dapat hidup bebas di hutan,
kita juga dapat memanfaatkan hutan sebagai tempat wisata.

Pernyataan yang sesuai paragraf di atas adalah …


a. Hutan bermanfaat untuk menghasilkan kayu dari tumbuh-tumbuhan.
b. Hutan hanya dapat mencegah banjir, erosi, dan tanah longsor.
c. Hutan dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata.
d. Bermacam-macam tumbuhan langka hidup di hutan.

4. Bacalah paragraf berikut!

Hutan mangrove memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi fisik, fungsi biologis, dan fungsi sosial
ekonomi. Secara fungsi fisik, mangrove tak hanya melindungi pantai dari erosi saja, melainkan juga
menjaga garis pantai agar tetap stabil dan mengurangi risiko akibat dampak tsunami. Fungsi mangrove
secara biologis, yaitu sebagai habitat organisme biota laut yang hidup di padang lamun atau terumbu
karang. Selain itu, mangrove berperan sebagai sumber keanekaragaman bagi hewan, tumbuhan, dan
mikroorganisme. Dalam hal sosial ekonomi, mangrove berfungsi sebagai sumber mata pencarian,
tempat wisata alam, serta objek pendidikan dan penelitian.

Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf di atas adalah ...


a. Mangrove dapat merangkap sisa-sisa bahan organik.
b. Mangrove dapat mencegah abrasi.
c. Mangrove dapat menjadi habitat organisme biota laut.
d. Mangrove dapat mencegah kerusakan ekosistem laut.

5. Bacalah paragraf berikut!

Acara tahun baru di desaku dirayakan dengan meriah. Acara tahun baru tersebut diselenggarakan
di lapangan terbuka dengan menggelar konser dan menyalakan kembang api. Banyak orang-orang
yang datang ke lapangan untuk merayakan tahun baru bersama. Namun, kemeriahan tahun baru
tersebut tidak diimbangi dengan kesadaran para pengunjung untuk menjaga kebersihan lapangan.
Akibatnya banyak sampah makanan dan minuman yang tertinggal setelah perayaan tahun baru
tersebut.

Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf di atas adalah ...


a. Para pengunjung acara perayaan tahun baru membuang sampah di tempat sampah
b. Banyak pengunjung yang datang di acara perayaan tahun baru
c. Acara perayaan tahun baru dirayakan dengan meriah dengan mendatangkan artis ibu kota
d. Banyak sampah makanan dan minuman yang dibawa pengunjung setelah perayaan tahun baru

(Baca juga: Ternyata Penggunaan Kata "Pada" Itu Salah, Cek di Sini)

6. Bacalah paragraf berikut!

Eceng gondok dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok
dengan mudah menyebar melalui saluran air. Bagi masyarakat di sekitar pinggiran sungai, eceng
gondok adalah tanaman parasit yang hanya mengotori sungai. Eceng gondok dapat menyebabkan
sungai menjadi tersumbat atau meluap karena ditumbuhi eceng gondok terlalu banyak. Masyarakat di
sekitar pinggiran danau juga menganggap eceng gondok adalah tanaman pengganggu yang
menghalangi aktivitas mereka di danau.

Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf di atas adalah ...


a. Mengapa eceng gondok dianggap sebagai gulma?
b. Eceng gondok banyak berkembang biak di saluran air
c. Eceng gondok dikenal sebagai tanaman yang mengotori sungai
d. Eceng gondok dianggap tanaman pengganggu di sungai karena menghalangi aktivitas penduduk di
danau

7. Bacalah paragraf berikut!

Buah nangka memiliki serat yang rendah kalori. Serat rendah kalori banyak mengandung kalium.
Kalium dapat menurunkan tekanan darah sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit jantung,
apalagi yang mempunyai kolesterol tinggi.

Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf di atas adalah ...


a. serat dalam buah nangka tidak tinggi
b. serat buah nangka mengandung kalsium
c. kalium dapat menurunkan tekanan darah
d. serat rendah kalori

8. Bacalah paragraf berikut!

Seledri merupakan jenis tanaman herbal tegak dengan tinggi sekitar 25-100 cm. Batangnya persegi
dan berjalur membujur, dengan bunga kecil putih kehijauan. Seledri berbatang kecil, sehingga seluruh
bagiannya digunakan sebagai sayur. Cara mengembangbiakkannya melalui biji dan memindahkan
anak rumpunnya.

Pernyataan yang sesuai dengan paragraf di atas adalah ... .


a. Tinggi seledri sekitar 25 – 100 meter
b. Seledri termasuk tanaman herbal
c. Batang seledri berbentuk bulat persegi
d. Bunga seledri berwarna hijau

9. Bacalah paragraf berikut!

Seledri sangat bermanfaat karena mengandung vitamin dan zat gizi. Vitaminnya seperti A, B, dan
C. Adapun zat gizinya antara lain serat, sodium, kalium, magnesium, protein. Seledri juga mengandung
kalsium, garam pospat, minyak asiri, dan saponin. Karena itu, seledri dapat menyembuhkan panas
anak, reumatik, gagal ginjal, dan lain-lain. Seledri juga bisa menurunkan kadar asam urat, hormon stres,
tekanan darah tinggi, menormalkan gula darah, serta menjaga kesehatan gigi, jantung, tulang, dan
kecantikan.

Pernyataan yang sesuai dengan paragraf di atas adalah ... .


a. seledri mengandung vitamin B, C, dan D
b. seledri dapat menyembuhkan gula darah
c. seledri mengandung kalsium dan magnesium
d. seledri mengandung vitamin dan zat gizi

10. Bacalah paragraf berikut!


Biasanya, gejala penyakit leptospirosis adalah badan kita demam dengan suhu di atas 38 derajat
celcius. Kalau diabaikan dan tidak segera diobati, gejalanya akan meningkat menjadi kejang dan kaku
otot. Kita harus tahu gejala penyakit ini karena kalau dibiarkan bisa menyebabkan kematian.

Pernyataan yang sesuai dengan paragraf di atas adalah ... .


a. Tikus adalah hewan penyebar leptospirosis
b. Gejala leptospirosis adalah demam dengan suhu 38 derajat celcius
c. Kalau tidak segera diobati, penyakit leptospirosis akan sangat membahayakan bagi yang menderita
d. Orang yang tahu gejala penyakit lepstospirosis tidak bisa menyebabkan kematian

(Baca juga: Kumpulan Soal Melengkapi Pantun yang Rumpang - Materi Ujian Sekolah)

Kunci Jawaban Soal Menentukan Pernyataan Sesuai Isi Paragraf


Untuk mengecek kebenaran saat berlatih soal menentukan pernyataan sesuai isi paragraf, silakan cek
dengan kunci jawaban berikut!
1. b
2. d
3. c
4. c
5. b
6. c
7. c
8. b
9. d
10. c
MENENTUKAN PERNYATAAN SESUAI ISI TEKS
Bacaan atau paragraf memuat informasi tersurat dan tersirat. Informasi tersurat adalah
informasi yang tertulis secara jelas dalam bacaan. Informasi tersirat adalah informasi yang
tidak tertulis secara jelas/tersembunyi.
Pokok-pokok informasi terangkum dalam rumus 5W + 1H. Dalam bahasa Indonesia, pokok-
pokok informasi itu dapat pula disingkat dengan ADIKSIMBA (Apa, DI mana, SIapa, Mengapa,
BAgaimana) .

a. Apa (what) peristiwanya?

Jawaban sesuatu/perihal peristiwa dalam bacaan

b. Siapa (who) yang mengalami peristiwa itu?

Jawaban: Pihak (subjek) yang diinformasikan

c. Di mana (where) terjadinya peristiwa itu?

Jawaban: tempat terjadinya peristiwa

d. Kapan (when) terjadinya peristiwa itu?

Jawaban: Waktu terjadinya peristiwa

e. Mengapa (why) peristiwa itu terjadi?

Jawaban: alasan/penyebab terjadinya peristiwa

f. Bagaimana (how) proses peristiwanya?

Jawaban: proses terjadinya peristiwa

Tips menentukan pernyataan yang sesuai isi teks


Untuk menentukan pernyataan yang isi teks kita harus memahami isi teks secara
keseluruhan. Setelah itu, kita membandingkan pernyataan pada pilihan jawaban dengan
isi teks.

Contoh soal dan kunci jawaban

1. Ada cara memasak mie instan agar kandungan vitamin tetap terjaga. Pertama masukkan mie
ke dalam air mendidih. Kedua, angkat mie sebelum lembek. Selanjutnya, buat air rebusan baru
dan taruhlah di dalam mangkok. Terakhir, masukkan bumbu dan mie ke dalam mangkok. Mie
instan siap dihidangkan.

Pernyataan yang sesuai dengan teks di atas adalah

A. Mie harus segera diangkat dari air rebusan setelah lembek.


B. Mie semakin lernbek scmakin baik kandungan vitaminnya.

C. Langkah kedua masukkan mie ke dalam rebusan air mcndidih.

D. Mie jangan terlalu lembek agar kandungan vitaminnya terjaga.

2. Bank BRI memberikan pinjaman modal dengan bunga rendah kepada para pedagang kaki lima
(PKL) .Hal ini disambut baik oleh para PKL . Adapun alasan Bank BRI meminjamkan modal
tersebut adalah agar PKL mampu mengembangkan usahanya sekaligus memiliki warung tetap.

Pernyataan yang sesuai dengan paragraf tersebut adalah..

A. Bank BRI memimjamkan modal usaha kepada para PKL agar memiliki warung

B. Bank BRI meminjamkan modal usaha dengan tujuan usaha PKL mampu berkembang

C. Bank BRI meminjamkan modal usaha kepada para PKL dengan bunga tinggi

D. Rencana Bank BRI meminjamkan modal usaha disambut baik oleh PKL
MENGIDENTIFIKASI JENIS TEKS: RINGKASAN
MATERI DAN SOAL PERSIAPAN USBN SD

MENGIDENTIFIKASI JENIS TEKS NONSASTRA

Teks adalah naskah yang ditulis dengan tata organisasi tertentu (struktur/pola penyajian tertentu).
Teks nonsastra adalah naskah yang berisi permasalahan nonsastra.

Berikut disajikan penjelasan dan contoh-contoh jenis teks.

NO DEFINISI JENIS TEKS

1 Karangan yang bertujuan memberikan gambaran atau kesan A. Deskripsi


kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa,
dan semacamnya yang ingin disampaikan penulis. Dengan
karangan ini, pembaca dapat dibuat seolah-olah melihat,
mendengar, merasakan, atau terlibat dalam peristiwa yang
diuraikan penulis baik secara indera, logika, maupun emosi.

2 Karangan yang bertujuan mengisahkan atau bercerita. Dalam B. Narasi


karangan ini peristiwa biasanya disusun menurut urutan waktu
( kronologis), memiliki tokoh, dan terdapat konflik.

3 Karangan yang bertujuan membujuk atau menyarankan. DalamC. Persuasi


karangan ini mula-mula dipaparkan gagasan dengan alasan
untuk meyakinkan pembaca, kemudian diikuti dengan ajakan,
bujukan, rayuan, imbauan, atau saran kepada pembaca.

4 Karangan yang bertujuan menyampaikan suatu gagasan, ide, D. Argumentasi


pendapat, konsepsi, atau opini penulis disertai data sebagai
bukti dan alasan untuk meyakinkan pembaca atas kebenaran
gagasan itu.
5 Karangan yang bertujuan memaparkan, menjelaskan, E. Eksposisi
menyampaikan penyuluhan/informasi, mengajarkan, dan
menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar
pembaca menerima dan mengikutinya

JENIS
NO. TUJUAN PENULISAN
KARANGAN

1. Memberikan penjelasan kepada pembaca eksposisi

2. Memberikan gambaran yang jelas tentang suatu keadaan deskripsi

3. Menceritakan rangkaian peristiwa dengan tokoh-tokohnya narasi

4. Mengemukakan pendapat yang disertai alasan yang kuat argumentasi

5. Mempengaruhi pembaca untuk melakukan sesuatu persuasi

JENIS KARANGAN

NO CONTOH KARANGAN/PARAGRAF JENIS


KARANGAN

1 Setiap detik penduduk di bumi bertambah lima jiwa. Bisa dipastikan persuasi
bahwa pertumbuhan penduduk yang demikian pesat akan menjadi
masalah global.Oleh karena itu, kita perlu mengendalikan
pertambahan penduduk dan di sisi lain kita harus berusaha keras
mencari penemuan-penemuan baru untuk memenuhi tuntutan
kehidupan yang tak terelakkan tersebut.

2 Masih ada solusi yang baik untuk mengatasi polemik kapal ikan di argumentasi
perairan kita. Penambahan jumlah kapal besar diperairan Sulawesi,
Maluku, dan Irian tidak perlu diikuti dengan pemindahan kapal kecil
ke wilayah lain. Yang terpenting adalah rasionalisasi jumlah dan
ukuran kapal sesuai dengan pemberlakuan wilayah fishing ground dan
fishing base.

3 Ia terlentang seharian di atas trotoar panas itu. Tubuhnya yang tinggal deskripsi
tulang terbalut kulit itu tertutup oleh pakaian kotor dan dekil yang
telah robek di sana sini, sehingga perutnya yang kempis itu
menyeringai dari sela-sela baju. Bau anyir menyeruak dari borok di
borok di kedua kakinya yang melebar dengan warna merah

4 Olahraga jalan cepat bukanlah olahraga lari. Olahraga ini hampir sama eksposisi
dengan olahraga lari. Namun, yang membedakan adalah olahraga ini
selalu memungkinkan telapak kaki untuk meneyentuh tanah.
Sedangkan pada olahraga lari ada kalanya kedua kaki tidak
menyentuh tanah.

5 Tahun 1977 Dr. Alvarez dan rekan-rekannya dari Universitas narasi


California, Berkeley mendapati sesuatu yang aneh. Ketika sedang
meneliti lapisan lumpur menemukan kandungan tridium berkadar
tinggi di antara pembatas dua lapisan lumpur itu. Pada tahun
berikutnya kapal peneliti AS Glomar Challenger Two juga menmukan
tridium berkadar tinggi di perairan New Mexico bagian utara.

6 Pasar Blaura merupakan pasar perbelanjaan yang sempurna. Semua deskripsi


barang ada di sana. Di bagian terdepan berderet toko sepatu dalam
dan luar negeri. Di lantai satu terdapat toko pakaian yang lengkap
berderet-deret. Di sampaing kanan pasar terdapat stan-stan kecil
penjual perkakas dapur. Di samping kiri ada pula jenis buah-buahan.

7 Hujan adalah akibat dari pemanasan yang dilakukan oleh matahari eksposisi
pada permukaan air di bumi seperti laut, sungai, dan lain – lain.
Pemanasan ini menyebabakan penguapan sehingga partikel – partikel
air menjadi gas yang terbang dan berkumpul di atmosphere.
Kumpulan partikel – partikel ini kemudian menjadi awan dan akan
tertiup oleh angin menuju tempat lainnya. Jika konsentrasi awan
tersebut menjadi jenuh, partikel – partikel gas tersebut mengalami
kondensasi sehingga berubah bentuk kembali menjadi air dan jatuh ke
bumi.

8 Musim semi telah tiba dan salju mencair di ladang-ladang dan deskripsi
lembah-lembah. Salju di atas puncak-puncak gunung secara
berangsur-angsur mencair dan menggenangi jalan-jalan setapak yang
berliku-liku menuju ke dalam lembah ngarai, bergabung dengan
sebuah aliran air yang deras dan berdebur memperlihatkan kesadaran
alam

9 Sore itu kami pergi ke rumah Puspa. Sopir kusuruh memakirkan mobil. narasi
Kemudian, kami memasuki gang kecil. Beberapa waktu kemudian,
kami sampai di sebuah rumah yangh sederhana seperti rumah-rumah
di sekitarnya.

10 Kedisiplinan lalu lintas masayarakat di Jakarta cenderung menurun. argumentasi


Hal ini terbukti pada bertambahnya jumlah pelanggarannya yang
tercatat di kepolisian. Selain itu, jumlah korban yang meninggal akibat
kecelakaan pun juga semakin meningkat.

Untuk USBN SD jenis teks yang diujikan yaitu teks narasi dan deskripsi

Contoh soal dan kunci jawaban


1. Perhatikan teks berikut.
Bunga mawar ini benar-benar indah. Warna kelopaknya merah menawan. Bentuknya bulat
sempuma. Semakin memukau karena mawar itu menebarkan bau semerbak.
Paragraf tersebut termasuk jenis ....
A. deskripsi
B. eksposisi
C. persuasi
D. narasi

2. Perhatikan teks berikut.

Sore itu kami pergi ke rumah Puspa. Sopir kusuruh memakirkan mobil. Kemudian, kami memasuki
gang kecil. Beberapa waktu kemudian, kami sampai di sebuah rumah yangh sederhana seperti
rumah-rumah di sekitarnya.

Paragraf tersebut termasuk jenis ....

A. deskripsi

B. eksposisi

C. persuasi

D. narasi
B. Membaca Sastra
15. menggali informasi tersirat dalam karya sastra (menyimpulkan/ memaknai bagian teks )

16. menentukan unsur intrinsik karya sastra (konflik, amanat, tema)

10 Soal Menentukan Simpulan Paragraf dan Penjelasannya

Soal menentukan simpulan paragraf acapkali muncul dalam soal ujian bahasa Indonesia. Simpulan
adalah hasil akhir dari suatu pembahasan masalah dalam paragraf.

Cara Menentukan Simpulan Paragraf

Ada beberapa cara untuk menyimpulkan paragraf, yakni.

1. Langsung mengambil kalimat simpulan dalam paragraf


Kalimat simpulan biasa ditandai dengan kata jadi, dengan demikian, oleh sebab itu, oleh karena itu,
maka dari itu, dan lain-lain.

Contoh:

Salah satu jenis cokelat adalah compound chocolate. Cokelat ini memiliki rasa manis dan harganya
juga cukup murah. Selain itu, proses pembuatannya juga termasuk mudah. Jadi, tak heran kalau
compound chocolate termasuk cokelat yang sering dan banyak dikonsumsi.

Perhatikan kalimat terakhir paragraf di atas. Kalimat tersebut diawali dengan kata “jadi” yang
merupakan kata kunci dalam menentukan simpulan paragraf.

Simpulan paragraf di atas adalah Compound chocolate termasuk cokelat yang sering dan banyak
dikonsumsi.

2. Menggabungkan antara kalimat utama dan kalimat simpulan yang biasanya


berada di akhir paragraf

Contoh:

Acara tahun baru selalu dirayakan dengan meriah. Acara tahun baru tersebut biasanya
diselenggarakan di lapangan terbuka dengan menggelar konser dan menyalakan kembang api. Banyak
orang-orang yang datang ke lapangan untuk merayakan tahun baru bersama. Namun, kemeriahan
tahun baru tersebut tidak diimbangi dengan kesadaran para pengunjung untuk menjaga kebersihan
lapangan. Akibatnya banyak sampah yang tertinggal setelah perayaan tahun baru tersebut.

Kalimat utama paragraf di atas terletak di kalimat pertama, yakni “Acara tahun baru selalu dirayakan
dengan meriah”. Sementara itu, kalimat simpulan berada di akhir paragraf, yakni “Akibatnya banyak
sampah yang tertinggal setelah perayaan tahun baru tersebut”. Kalimat simpulan dapat dibentuk dari
penggabungan dua kalimat tersebut.

Simpulan Paragraf di atas adalah Kemeriahan acara tahun baru mengakibatkan lingkungan kotor
karena banyak sampah yang tertinggal.

3. Mencari sebab-akibat atau akibat-sebab dalam sebuah paragraf

Contoh:

Penggunaan plastik yang semakin marak menjadi masalah lingkungan yang tidak kunjung usai. Plastik
adalah bahan anorganik yang tidak ramah lingkungan. Hal ini disebabkan sifat plastik yang tidak mudah
hancur dan terurai oleh tanah. Butuh waktu beratus-ratus tahun hingga plastik terurai dalam tanah.

Akibat: Penggunaan plastik yang semakin marak menjadi masalah lingkungan

Sebab: plastik sulit diuraikan oleh tanah

Kalimat simpulan: Penggunaan plastik yang semakin marak menjadi masalah lingkungan karena
limbah plastik sulit diuraikan oleh tanah.

4. Jawaban dari ide pokok

Contoh:

Pencemaran akan semakin berbahaya jika sudah ada di dalam tubuh kita, seperti di dalam darah atau
rambut. Jika terus menerus terkumpul di tubuh, maka proses pertumbuhan dan perkembangan kita
akan terganggu. Selain itu, pembentukan tulang, perkembangan otak, dan saraf pun akan mengalami
gangguan.

Ide pokok paragraf di atas adalah “Dampak pencemaran yang masuk ke dalam tubuh. Nah, dari ide
pokok tersebut, bisa dibuat pertanyaan: Apa dampak pencemaran yang masuk ke dalam tubuh?

Jadi, kita dapat memperoleh kalimat simpulan dengan menjawab soal di atas, yakni Dampak
pencemaran yang masuk ke dalam tubuh adalah terganggunya pertumbuhan, perkembangan,
pembentukan tulang, perkembangan otak, dan saraf.

(Baca juga: 10 Soal Menentukan Pernyataan Sesuai Isi Bacaan - Kisi-Kisi Ujian Sekolah)

10 Contoh Soal Menentukan Simpulan Paragraf

1. Bacalah dan tentukan simpulan paragraf berikut!


ASI atau air susu ibu adalah sumber makanan utama bagi bayi. ASI mengandung banyak nutrisi penting
bagi bayi. ASI mengandung asam amino yang diperlukan untuk proses tumbuh kembang otak bayi.
Selain itu, ASI mengandung zat untuk kekebalan tubuh bayi.

Simpulan paragraf di atas adalah ... .

a. ASI adalah sumber makanan utama bagi bayi

b. ASI adalah sumber makanan utama bayi karena mengandung berbagai nutrisi yang penting untuk
bayi

c. ASI mengandung zat untuk kekebalan bayi

d. Asam amino diperlukan untuk proses tumbuh kembang otak bayi

2. Bacalah dan tentukan simpulan paragraf berikut!

Meski terlihat mungil dan berukuran kecil, tetapi menanam bonsai cukup sulit. Teknik menanam bonsai
sama sekali tidak bisa disepelekan. Sebab, seorang penanam bonsai harus menguasai berbagai teknik
perawatan.

Simpulan paragraf di atas adalah ... .

a. Teknik menanam bonsai sama sekali tidak bisa disepelekan.

b. Bonsai bentuknya mungil dan berukuran kecil

c. Cara menguasai teknik perawatan bonsai cukup sulit

d. Menanam bonsai cukup sulit karena harus menguasai berbagai teknik perawatan

3. Bacalah dan tentukan simpulan paragraf berikut!

Kadang kita mungkin harus mengonsumsi minuman manis setiap hari. Tapi, hal itu tidak baik bagi tubuh.
Untuk mengatasi keinginan itu, kamu bisa menggantinya dengan buah-buahan yang mengandung
banyak air, seperti semangka atau melon.

Simpulan paragraf di atas adalah ... .

a. Minuman manis dapat diganti dengan mengonsumsi buah yang berair banyak

b. Minum minuman manis tidak baik bagi tubuh

c. Semangka dan melon adalah buah yang mengandung banyak air

d. Kita mungkin harus mengonsumsi minuman manis setiap hari

4. Bacalah dan tentukan simpulan paragraf berikut!

Walaupun dianggap sebagai gulma, eceng gondok juga mempunyai manfaat. Eceng gondok dapat
dijadikan peluang usaha sebagai bahan dasar kerajinan tangan. Bagian tumbuhan eceng gondok yang
sudah dikeringkan ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tas, kopor, sandal,
keranjang, tatakan gelas, tikar, dan sebagainya. Akhir-akhir ini eceng gondok juga banyak
dimanfaatkan untuk mendukung industri mebel, yakni sebagai pengganti rotan yang harganya semakin
melangit.

Simpulan paragraf di atas adalah ....

a. Eceng gondok dimanfaatkan untuk bahan kerajinan tangan dan industri mebel

b. Eceng gondok dapat dijadikan bahan kerajinan yang berkualitas tinggi

c. Eceng gondok sebagai pengganti rotan yang harganya semakin melangit.

d. Eceng gondok dibuat tas, kopor, sandal, keranjang, tatakan gelas, dan tikar

5. Bacalah dan tentukan simpulan paragraf berikut!

Permainan sepakbola menuntut kemampuan teknik dasar yang baik. Teknik dasar ini merupakan
kemampuan dasar yang harus dimiliki pemain agar dapat mengembangkan kemampuan dan
keahliannya lebih lanjut. Penguasaan teknik dasar yang baik akan memberikan suguhan permainan
sepak bola yang menarik.

Simpulan paragraf di atas adalah ....

a. Teknik dasar dalam permainan sepakbola

b. Permainan sepakbola menuntuk kemampuan teknik dasar yang baik supaya menyuguhkan
permainan yang menarik

c. Teknik dasar harus dimiliki pemain agar mampu mengembangkan kemampuan dan keahliannya

d. Permainan sepakbola harus disuguhkan secara menarik

(Baca juga: Soal Menjawab Pertanyaan Sesuai Isi Paragraf - Kumpulan Soal Ujian Sekolah)

6. Bacalah dan tentukan simpulan paragraf berikut!

Betakaroten atau vitamin A merupakan zat gizi penting yang diperlukan mata. Zat ini memang tidak
dapat menyembuhkan kebutaan, tetapi dapat memperbaiki kondisi mata akibat kekurangan vitamin A.
Sifatnya yang antioksidan dapat mencegah penyakit katarak yang kerap menimpa para lansia. Untuk
itu, anak-anak perlu mengonsumsi betakaroten sejak dini.

Simpulan paragraf di atas adalah ... .

a. Betakaroten sangat penting untuk mata sehingga anak-anak perlu mengonsumsinya.

b. Betakaroten disebut juga vitamin A

c. Betakaroten tidak dapat menyembuhkan kebutaan

d. Betakaroten dapat mencegah penyakit katarak karena bersifat antioksidan

7. Bacalah dan tentukan simpulan paragraf berikut!


Minggu lalu, saya berekreasi ke Taman Tirta. Suasananya sangat menyenangkan. Sayangnya, ada hal
yang membuat kami tidak nyaman. Sampah-sampah berserakan di kawasan Taman Tirta. Ternyata,
fasilitas tempat sampah sangat minim sehingga tidak cukup untuk menampung sampah para
pengunjung.

Simpulan paragraf di atas adalah ... .

a. Suasana Taman Tirta sangat menyenangkan

b. Sampah-sampah berserakan di Taman Tirta karena minimnya tempat sampah

c. Taman Tirta adalah tempat rekreasi yang sangat menyenangkan walaupun banyak sampah

d. Tempat sampah di Taman Tirta sangat sedikit sehingga membuat tidak nyaman

8. Bacalah dan tentukan simpulan paragraf berikut!

Leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri Leptospira sp. Bakteri ini dapat ditularkan dari hewan pada
manusia atau sebaliknya. Apabila tikus terinfeksi, tinja atau kencingnya dapat menularkan virus pada
manusia. Penyakit ini juga disebut penyakit weil, demam sawah, demam pemotong tebu, demam
lumpur, dan lain-lain. Oleh karena itu, kita harus menjaga kebersihan lingkungan

Simpulan paragraf di atas adalah ... .

a. Leptospirosis juga disebut penyakit weil, demam sawah, demam pemotong tebu, demam lumpur,
dan lain-lain.

b. Leptospirosis dapat ditularkan dari hewan pada manusia atau sebaliknya.

c. Leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri Leptospira sp.

d. Kita harus menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit leptospirosis.

9. Bacalah dan tentukan simpulan paragraf berikut!

Kantong plastik juga membahayakan penyu. Di dalam air, kantong plastik yang transparan akan terlihat
menyerupai ubur-ubur. Sementara itu, ubur-ubur adalah makanan kesukaan penyu. Penyu akan
mengira plastik itu adalah ubur-ubur. Jika penyu memakan plastik itu, penyu akan mati.

Simpulan paragraf di atas adalah ... .

a. Bahaya kantong plastik bagi penyu

b. Plastik transparan di laut membahayakan penyu karena bisa dikira makanannya

c. Penyu sangat suka makan ubur-ubur

d. Penyu suka makan kantong plastik yang transparan di laut

10. Bacalah dan tentukan simpulan paragraf berikut!


Pembangunan dan aktivitas manusia juga turut mengancam keberadaan penyu. Penyu bertelur di
pinggir pantai. Di sisi lain, aktivitas manusia di pantai terus meningkat. Penyu jadi bingung mencari
tempat untuk bertelur. Lama kelamaan, tempat tinggal penyu akan hilang.

Simpulan paragraf di atas adalah ... .

a. Pembangunan dan aktivitas manusia berpengaruh terhadap perilaku penyu

b. Pembangunan dan aktivitas manusia terus meningkat

c. Pembangunan dan aktivitas manusia yang terus meningkat bisa menghilangkan tempat tinggal
penyu.

d. Penyu bertelur di pinggir pantai

(Baca juga: Cara dan Kumpulan Soal Menentukan Ide Pokok Paragraf)

Kunci Jawaban Soal Menentukan Simpulan Paragraf

1. B

2. D

3. A

4. A

5. B

6. A

7. B

8. D

9. B

10. C
MENGGALI INFORMASI TERSIRAT DALAM
KARYA SASTRA (MENYIMPULKAN/MEMAKNAI
BAGIAN TEKS)

MENGGALI INFORMASI TERSIRAT DALAM KARYA SASTRA (MENYIMPULKAN/ MEMAKNAI BAGIAN


TEKS )

Informasi tersirat adalah informasi yang tersembunyi. Menggali informasi tersirat dalam karya sastra
artinya mencari dan menentukan informasi yang tidak tertulis dengan jelas atau tersembunyi dalam
teks sastra.
Contoh soal dan pembahasan

1. Perhatikan teks cerita berikut.

Fahima murid kelas VI SD Mutiara. Ia tergolong anak rajin. Sepulang sekolah, ia membantu ibu
membersihkan rumah. Sekalipun banyak pekerjaan di rumah, ia tidak pemah lupa menyelesaikan
tugas sekolah. Prestasi Fahima di sekolah juga tetap memuaskan. Itu sebabnya, Fahima sering
mendapatkan pujian dari guru dan disukai oleh teman-teman.

Simpulan cerita tersebut adalah ....


A. Semua pekerjaan berat dapat diselesaikan oleh Fahima.
B. Anak yang suka membantu orang tua akan berprestasi di sekolah.
C. Fahima dipuji karena ia rajin dan berbakti kepada orung tua.
D. Anak yang memiliki banyak tugas akan mendapat pujian.

2. Perhatikan teks cerita berikut.

Raden Abimanyu terkepung prajurit Korawa. Kesatria Pandawa itu bertempur tanpa bala bantuan.
Raden Abimanyu terdesak dan gugur di medan Kurusetra. Dewi Subadra terdiam dengan tatap matu
sendu saat mendengar kabar anak semata wayangnya itu.

Maksud kalimat bercetak miring adalah ....


A. Dewi Subadra bergembira karena kematian bala tentara Korawa.
B. Dewi Subadra hendak maju berperang melawan Korawa.
C. Dewi Subadra bersedih karena kematian anak tunggalnya.
D. Dewi Subadra menatap prajurit Korawa yang berjumlah ribuan.

3. Perhatikan teks cerita berikut.

Seorang pengemis datang ke rumah kepala desa untuk meminta makan dan sedikit uang. Bukannya
memberi makan, sang kepala desa justru mengusir pengemis itu. Keesokan harinya, saat bangun
tidur, kepala desa yang kikir itu merasakan tangannya lumpuh dan tidak dapat digerakkan. Ia pun
membuat sayembara. Siapa pun yang dapat menyembuhkannya, akan diberi setengah dari
kekayaannya. Pengemis yang kemarin diusirnya datang, “Hai, orang kaya! Ini adalah akibat dari sifat
sombong dan kikirmu! Hanya ada tiga hal yang dapat menyembuhkanmu! Pertama, kau harus
mengubah sifat sombong dan kikirmu. Kedua,bertapalah di sebuah batu cekung di Gunung Karang
selama tujuh hari tujuh malam. Ketiga,jika kau sembuh, penuhilah janjimu. Bagikan setengah harta
kekayaanmu kepada orang-orang tidak mampu!”
Kepala desa yang kaya itu pun melakukan hal-hal yang disebutkan oleh pengemis. Ia pergi ke
Gunung Karang dan melewati perjalanan yang melelahkan. Ia bertapa dan berdoa selama tujuh hari
tujuh malam melewati berbagai cobaan. Pada hari ketujuh, tiba-tiba batu cekung itu menyemburkan
sumber mata air panas. Sang kepala desa itu segera mandi. Secara ajaib, ia pun sembuh dari
kelumpuhannya. Ia kembali ke desa dan memenuhi janjinya, mendermakan hartanya kepada orang-
orang tidak mampu. Akhirnya, kepala desa yang kaya raya itu dikenal sebagai orang yang dermawan.
Warga pun sangat menyayanginya.
Maksud pernyataan yang bercetak miring dalam cerita tersebut adalah . . .
A. Kepala desa memberikan setengah dari harta kekayaannya kepada pengemis yang diusirnya
waktu itu.
B. Kepala desa segera kembali ke desa dan merayakan kesembuhannya dengan mengundang
orang-orang ke rumahnya.
C. Setelah sembuh, kepala desa mengingkari janjinya untuk memberikan setengah hartanya kepada
orang-orang tidak mampu.
D. Setelah kepala desa sembuh, ia menepati janjinya dengan memberikan setengah dari harta
kekayaannya kepada orang-orang tidak mampu.

4. Bacalah cerita berikut dengan saksama!


Ciung Wanara tumbuh menjadi seorang pemuda yang sangat tampan. Suatu hari, ia ingin sekali pergi
ke Kerajaan Galuh untuk mengembara. Awalnya, aki dan nini tidak menginjinkan. Tetapi, Ciung
Wanara terus memaksa. Sebelum ia berangkat ke Kerajaan Galuh, ia bertanya kepada aki dan nini
siapa ayah dan ibu kandungnya. Awalnya, aki dan nini tidak mau menceritakan kebenarannya.
Namun, Ciung Wanara terus bertanya. Aki menjelaskan bahwa ayah kandungnya adalah seorang raja
dari Kerajaan Galuh. Ibunya diasingkan di dalam hutan belantara. Mendengar penjelasan tersebut.
Akhirnya, Ciung Wanara berangkat ke Kerajaan Galuh dengan membawa ayam jantan
kesayangannya.
Kesimpulan cerita tersebut adalah . . .
A. Ayah dan ibu kandung Ciung Wanara berasal dari Kerajaan Galuh.
B. Ciung Wanara memaksa aki dan nini untuk menceritakan tentang ayah dan ibunya.
C. Ciung Wanara tidak ingin berangkat ke Kerajaan Galuh sebelum mengetahui asal-usul ayah dan
ibu kandungnya.
D. Ciung Wanara mengetahui jati diri ayah dan ibunya, kemudian berangkat ke Kerajaan Galuh
membawa ayam jantan kesayangannya.

Contoh Soal Jenis dan Unsur-Unsur Untrinsik Cerita


Berikut soal unsur intrinsik cerita dan jenis cerita yang bisa dijadikan rujukan dalam belajar
memahami unsur intrinsik cerita.

1. Akhirnya Baru Klinting mencabut sendiri lidi yang ditancapkannya. Ternyata, lubang tancapan tadi muncul
mata air deras hingga menggenangi desa. Semua penduduk tenggelam, kecuali Nyai Latung yang naik lesung.
Semua desa menjadi rawa-rawa dan dinamakan Rawa Pening.

Jenis cerita berikut dinamakan ... .

2. Mereka dipersilakan masuk rumah oleh Paman Har. Sampai ruang tamu, anak-anak Paman Har sudah
menyambut mereka. Semua tampak ceria. Tiyo tampak senang karena ia bertemu dengan teman yang sebaya
dengannya, yaitu Risty dan Roby. Risty dan Roby berencana mengajak Tiyo bermain di luar rumah.

Latar tempat cerita di atas adalah ... .

3. Di sebuah padang rumput ada seekor singa sedang menyantap daging. Tiba-tiba, burung elang menyambarnya.
Singa pun marah dan menyatakan perang terhadap bangsa burung. Segala jenis burung akan menjadi musuhnya.
Pada malam hari kelompok yang dipimpin singa melakukan serangan. Bangsa burung kalah. Berdasarkan
tokohnya, jenis cerita di atas dinamakan ... .

4. Cerita Dewi Nawangwulan, Jaka Tarub, dan Nyi Roro Kidul termasuk jenis cerita .... .
Cerita berikut digunakan untuk soal nomor 5 – 8!

Di sebuah gurun yang sangat panas, seorang pengembara berjalan dengan gontai. Ia kelihatan lelah sekali. Ia
juga kehausan dan kelaparan. Setelah lama berjalan, ia menemukan sebuah tempat yang cukup teduh untuk
beristirahat. Saat ia beristirahat, ia melihat sebuah pohon rindang di kejauhan. Ia senang sekali melihatnya dan
berkata, "Andai saja aku punya air untuk minum."

5. Latar waktu cerita di atas adalah ... .

6. Latar tempat cerita di atas adalah ... .

7. Latar suasana cerita di atas adalah ... .

8. Alur cerita di atas adalah ... .

9. Dahulu kala, ada seorang murid panah yang sangat berbakat. Walaupun ia baru belajar panahan selama satu
tahun, ia sudah sangat pandai memanah. Ia pun dengan bangga, sering berkata bahwa dialah pemanah terhebat
di seluruh dunia dan tidak ada yang bisa mengalahkannya.

Watak tokoh dalam cerita di atas adalah ... .

10. Ketika mentari sudah mulai meredup, Kutilang segera pulang ke rumahnya. Ia mencari tempat persembunyian
karena para hewan pemangsa sebentar lagi akan bermunculan.

Latar waktu cerita di atas adalah ... .

11. Tukang becak di pasar jauh lebih sopan daripada di stasiun. Mungkin karena sudah sering melihat dan saling
kenal biasaya membuahkan rasa kasihan. Seperti yang pernah kualami, naik becak dan setelah tiba di depan
rumah, tukang becak yang tua itu berkata, “O, putranya Pak Hadi, ya?” Berhubung dia kenal ayahku, aku berikan
uang tanpa kuminta kembaliannya. Pak tua berterima kasih secara berlebihan.

Watak tokoh aku adalah ... .

12. Sore yang cerah, Nirma dan adiknya bermain. Mereka bermain dengan rukun. Nirma selalu menjaga dengan baik
adiknya apalagi saat ibunya pergi. Nirma tidak pernah nakal terhadap adiknya. Nirma juga tidak pernah
membuat adiknya menangis.

Tema paragraf di atas adalah ....

13. Di sebuah desa hiduplah sepasang suami istri yang bekerja sebagai petani. Keduanya hidup tenteram dan
bahagia. Suatu hari mereka menemukan seorang bayi di sawah kemudian diasuhnya dengan penuh kasih sayang.
Bayi tersebut sekarang sudah besar. Dia diberi nama si Jebul.

Latar tempat cerita secara utuh adalah ... .

14. Batang pisang mulai bergoyang hampir roboh, si Monyet tiba-tiba memegang perutnya karena kekenyangan
memakan seluruh pisang tanpa membagi kepada temannya. Kepalanya mulai terasa pusing, tiba-
tiba ”Kraaak ....!" Terdengar suara batang pisang tumbang menimpa semak-semak. Si Monyet terlempar ke
ranting-ranting kering.

Tema cerita di atas adalah ... .


15. Amanat cerita di atas adalah ... .

Soal (MS. Word) dan kunci jawaban soal di atas dapat diunduh DI SINI.

MENENTUKAN UNSUR INTRINSIK KARYA


SASTRA (KONFLIK, AMANAT, TEMA): MATERI
DAN SOAL PERSIAPAN USBN SD

MENENTUKAN UNSUR INTRINSIK KARYA SASTRA (KONFLIK, AMANAT, TEMA)

A. Unsur Intrinsik Prosa

Unsur intrinsik (intrinsik) adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur
inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra, unsur-unsur yang yang secara
faktual akan dijumpai jika orang membaca karya sastra. Unsur yang dimaksud misalnya peristiwa,
cerita, plot, penokohan, tema, latar, sudut pandang penceritaan, bahasa atau gaya bahasa, dan lain-
lain (Burhan Nurgiantoro, 2007).

Pembahasan terhadap unsur-unsur intrinsik pembangun cerita pendek/novel diuraikan sebagai


berikut.

1. Tema

Tema merupakan makna yang dikandung oleh sebuah cerita Senada dengan pengertian tersebut,
Hartoko dan Rahmanto (dalam Burhan Nurgiyantoro (2007) menyatakan bahwa tema merupakan
gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya. Tema menjadi pengembangan seluruh cerita
sehingga bersifat menjiwai keseluruhan cerita. Senada dengan pengertian tersebut, Tarigan (1983)
menyatakan bahwa tema adalah gagasan utama atau pikiran pokok.

Tema suatu karya sastra letaknya tersembunyi dan harus dicari sendiri oleh pembacanya. Pengarang
karya sastra tidak semata-mata mengatakan apa yang menjadi inti permasalahan hasil karyanya
walaupun kadang-kadang ada atau terdapat kata-kata, kalimat kunci dalam salah satu bagian karya
sastra, dari kalimat kunci pengarang seolah-olah merumuskan apa yang sebenarnya menjadi pokok
permasalahan.

Ada beberapa cara untuk menafsirkan tema menurut Stanton dalam Nurgiayantoro (2007) yakni (1)
harus memperhatikan detil yang menonjol dalam cerita rekaan, (2) tidak terpengaruh oleh detil
cerita yang kontradiktif, (3) tidak sepenuhnya tergantung oleh bukti-bukti implisit, tetapi harus yang
eksplisit, (4) tema itu dianjurkan secara jelas oleh cerita yang bersangkutan.

2. Penokohan
Penokohan merupakan salah satu unsur dalam cerita yang menggambarkan keadaan lahir maupun
batin seseorang atau pelaku. Setiap manusia mempunyai karakter yang berbeda-beda. Karena
cerpen/novel pada dasarnya adalah menceritakan manusia dalam berhubungan dengan dengan
lingkungannya, maka setiap tokoh dalam cerita akan memiliki watak yang berbeda-beda antara
tokoh yang satu dengan tokoh yang lainnya. Melalui karakter tokoh cerita pembaca mengikuti
jalannya cerita, sehingga maksud cerita akan menjadi lebih jelas.

Istilah tokoh merujuk pada orang atau pelaku cerita. Watak, perwatakan, dan karakter, menunjuk
pada sifat dan sikap para tokoh. Penokohan dan karakterisasi sering disamakan artinya dengan
karakter dan perwatakan. Penokohan menunjuk pada penempatan tokoh-tokoh tertentu dengan
watak-watak tertentu dalam sebuah cerita.

Senada dengan pendapat di atas Panuti Sudjiman (1988: 16-23) berpendapat tokoh ialah individu
yang mengalami peristiwa atau berlakuan dalam berbagai peristiwa dalam cerita. Watak berarti
tabiat, sifat kepribadian. Sedangkan penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra
tokoh.

Jadi yang dimaksud penokohan atau karakteristik adalah ciri-ciri jiwa seseorang tokoh dalam suatu
cerita. Seluruh pengalaman yang dituturkan dalam cerita kita ikuti berdasarkan tingkah laku dan
pengalaman yang dipelajari melalui pelakunya. Melalui perilaku ilmiah pembaca mengikuti jalannya
seluruh cerita dan berdasarkan karakter, situasi cerita dapat dikembangkan.

3. Plot atau Alur

Plot atau alur adalah urutan peristiwa yang merupakan dasar terciptanya sebuah cerita. Alur bisa
tampak apabila pengarang dalam menyusun cerita antara tema pesan dan amanat saling
berhubungan.

Cerita bergarak dari peristiwa yang lain, masing-masing peristiwa itu disusun secara runtut, utuh
dan saling berhubungan. Plot merupakan unsure fiksi yang penting, bahkan banyak orang
menganggap sebagai unsur yang terpenting. Plot dapat mempermudah dalam memahami suatu
cerita. Tanpa adanya plot pembaca akan kesulitan dalam memahami suatu cerita.

Plot karya fiksi yang kompleks sulit dipahami hubungan sebab akibat antarperistiwanya,
menyebabkan ceritanya sulit dipahami. Dalam suatu cerita biasanya dituliskan berbagai peristiwa
dalam urutan tertentu. Peristiwa yang diurutkan itulah yang disebut alur atau plot. Adapun
pengertiannya menurut Panuti Sudjiman (1998: 30) adalah jalinan peristiwa dalam karya sastra
untuk mencapai efek tertentu, lalu ia juga memberikan batasan bahwa alur adalah rangkaian
peristiwa yang dijalin dan direka secara seksama yang menggerakkan jalan cerita melalui rumusan ke
arah klimaks dan penyelesaian.

Penahapan plot dapat diuraikan sebagai berikut.

Tahapan plot: Awal-tengah-akhir. Tahap awal sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Tahap
ini berisi informasi-informasi penting yang berhubungan dengan berbagai hal yang akan dikisahkan
berikutnya. Tahap tengah atau tahap pertikaian menampilkan konflik atau pertentangan yang sudah
mulai dimunculkan pada tahap sebelumnya. Adapun tahap akhir atau tahap peleraian menampilkan
adagan tertentu akibat klimaks. Pada bagian ini, dimunculkan akhir dari cerita. (b) Tahapan plot
menurut Richard Summers.Richard Summers membagi plot menjadi lima tahapan yaitu tahap
situation (tahap penyituasian) yaitu tahap yang berisi pengenalan tokoh serta situasi yang ada dalam
cerita, tahap generating circumstances (tahap pemunculan konflik), tahap rising action (tahap
peningkatan konflik), tahap climax (klimaks) yaitu titik intensitas puncak konflik yang dialami tokoh,
tahap denouement (tahap penyelesaian).

Dari uraian pendapat yang telah dikemukakan, dapat dinyatakan bahwa plot mengandung indikator-
indikator berikut: (a) plot adalah kerangka atau struktur cerita yang merupakan jalin-menjalinnya
cerita dari awal sampai akhir, (b) dalam plot terdapat hubungan kausalitas (sebab akibat) dari
peristiwa-peristiwa, baik dari tokoh, ruang, maupun waktu. Jalinan sebab akibat itu bersifat logis
(masuk akal/dapat diterima akal sehat/mungkin terjadi), (c) jalinan cerita dalam plot erat kaitannya
dengan perjalanan cerita tokoh-tokohnya, (d) konflik batin pelaku adalah sumber terjadinya plot dan
berkaitan dengan tempat, dan waktu kejadian cerita, dan (e) plot berkaitan dengan perkembangan
konflik antara tokoh antagonis dengan tokoh protagonist.

4. Latar (setting)

Latar atau biasa disebut dengan setting merujuk pada pengertian tempat¸ hubungan waktu, dan
lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar memberikan kesan realistis kepada
pembaca. Latar dibedakan dalam tiga unsur pokok yaitu tempat, waktu dan sosial. Latar tempat
merujuk pada lokasi terjadinya peristiwa, latar waktu berhubungan dengan masalah kapan peristiwa
terjadi dan latar sosial menyaran pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial
masyarakat dalam cerita.

Latar adalah lingkungan fisik tempat kegiatan berlangsung yang mencakup tempat dan dalam waktu
serta kondisi psikologis dari semua yang terlibat dalam kegiatan (Henry Guntur Tarigan, 1984: 187).
Sesuai pendapat tersebut, Sudjiman (1988: 44) mengatakan bahwa segala keterangan, petunjuk,
pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, suasana terjadinya peristiwa dalam karya sastra
membangun latar cerita. Sedangkan menurut Kenney (1966: 40) latar meliputi penggambaran lokasi
geografis, termasuk topografi, pemandangan, sampai kepada perincian sebuah ruangan, pekerjaan
atau kesibukan sehari-hari tokoh, waktu berlakunya kejadian, masa sejarahnya, musim terjadinya,
lingkungan agama, moral, intelektual, sosial dan emosional para tokoh.

5. Sudut Pandang (point of view)

Sudut pandang atau point of view adalah cara dan atau pandang yang dipergunakan pengarang
sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar dan berbagai peristiwa yang membentuk
cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca (Abrams, dalam Burhan Nurgiantoro, 1995: 248).
Dengan demikian, sudut pandang pada hakikatnya merupakan strategi, teknik, siasat, yang secara
sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya. Segala sesuatu yang
dikemukakan dalam karya fiksi, memang milik pengarang, pandangan hidup dan tafsirannya
terhadap kehidupan. Namun, kesemuanya itu dalam karya fiksi disalurkan lewat sudut pandang
tokoh, lewat kaca mata tokoh cerita (Burhan Nurgiantoro, 1995: 248).

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, pada hakikatnya pembagian jenis point of view mempunyai
kesamaan yakni: (1) pengarang sebagai aku (gaya akuan), dalam hal ini ia dapat bertindak sebagai
omnicient (serba tahu) dan dapat juga sebagai limited (terbatas), (2) pengarang sebagai orang ketiga
(gaya diaan), dalam hal ini ia dapat bertindak sebagai omniscient (serba tahu) dan dapat juga dapat
bertindak limited (terbatas), (3) point of view gabungan, artinya pengarang menggunakan gabungan
dari gaya bercerita pertama dan kedua.

6. Gaya
Gaya dapat diartikan sebagai gaya pengarang dalam bercerita atau gaya bahasa yang digunakan
pengarang dalam karyanya. Keduanya saling berhubungan, yaitu gaya seorang pengarang dalam
bercerita akan terlihat juga dalam bahasa yang digunakannya (Jabrohim, 1986: 528).

Gaya bahasa adalah ekspresi personal keseluruhan respon pengarang terhadap persitiwa-peristiwa
melalui media bahasa seperti: jenis bahasa yang digunakan, kata-katanya, sifat atau ciri khas
imajinasi, struktur, dan irama kalimat-kalimatnya.

Menurut Waluyo dan Nugraheni (2008) gaya pengarang satu dengan yang lainnya berbeda. Oleh
karena itu, bahasa karya sastra bersifat ideocyncratic artinya sangat individual. Perbedaan gaya itu
disebabkan karena perbedaan pemikiran dan kepribadian. Gaya bercerita juga berfungsi untuk
membentuk kesatuan (unity) dari karya sastra.

Gaya adalah cara khas pengungkapan seseorang. Hal ini tercermin dalam cara pengarang menyusun
dan memilih kata-kata, tema, memandang tema, atau meninjau persoalan, pendeknya gaya
mencerminkan pribadi pengarang. Hal ini sesuai dengan pendapat yakob Sumardjo (1984: 37) yang
menyatakan bahwa hasil karya sastra adalah potret pengarangnya. Gaya pengarangnya adalah kaca
bening jiwanya. Pengarang yang religious akan tampak pada karya sastranya. Pengarang yang
matang pengalaman akan menampakkan pandangannya yang matang tentang kehidupan ini.
Dengan mempelajari gaya pengarang akan dapat memahami pribadi pengarang daripada membaca
biografi yang ditulis orang lain.

Gaya pengarang termasuk di dalamnya pilihan kata, majas, sarana retorik, bentuk kalimat, bentuk
paragraf, panjang pendeknya, serta setiap pemakaian aspek bahasa oleh pengarang. Namun, gaya
bahasa (majas) dapat diartikan penggunaan kata-kata kiasan dan perbandingan yang tepat untuk
melukiskan suatu maksud guna membentuk plastik bahasa. Gaya bahasa dapat dibagi menjadi
bahasa perbandingan, penegas, pertentangan, dan pertautan/sindiran. Jadi, gaya bahasa itu
merupakan cara seseorang untuk mengungkapkan suatu pengertian dalam kata, kelompok kata, dan
kalimat.

7. Amanat

Amanat adalah suatu ajaran moral yang ingin disampaikan pengarang. Panuti Sujiman (1988: 51)
menyatakan bahwa amanat adalah gagasan yang mendasari karya sastra, pesan yang ingin
disampaikan pengarang kepada pembaca. Menurut Suharianto (1982: 71) amanat dapat
disampaikan secara tersurat dan tersirat. Tersurat, artinya pengarang menyampaikan langsung
kepada pembaca melalui kalimat, baik itu berupa keterangan pengarang atau pun berbentuk dialog
pelaku. Seorang pengarang dalam karyanya tidak hanya sekedar ingin memgungkapkan gagasannya
tetapi juga mempunyai maksud tertentu atau pesan tertentu yang ingin disampaikan kepada
pembaca. Pesan tertentu itulah yang disebut amanat.

Amanat dalam sebuah karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang
bersangkutan, pandangan tentang nilai-nilai kebenaran dan berbagai hal yang ingin disampaikan
pengarang kepada pembaca. Amanat dalam cerita biasanya dimaksudkan sebagai suatu saran yang
berhubungan dengan hal tertentu yang bersifat praktis, yang dapat diambil dan ditafsirkan lewat
cerita yang bersangkutan oleh pembaca.

Berdasarkan uraian mengenai amanat di atas, jelas bahwa amanat adalah pesan yang ingin
disampaikan kepada pembaca yang terdapat dalam karya fiksi baik secara tersurat maupun tersirat.
B. Unsur Intrinsik Drama

Kata drama berasal dari bahasa Yunani Draomai yang berarti ‘berbuat, berlaku, bertindak’. Jadi
drama bisa berarti perbuatan atau tindakan. Arti pertama dari drama adalah kualitas komunikasi,
situasi, action (segala yang terlihat di pentas) yang menimbulkan perhatian, kehebatan (acting), dan
ketegangan pada para pendengar.

Menurut Krauss (1999: 249) dalam bukunya Verstehen und Gestalten, drama adalah suatu bentuk
gambaran seni yang datang dari nyanyian dan tarian adat Yunani kuno, yang di dalamnya dengan
jelas terorganisasi dialog dramatis, sebuah konflik dan penyelesaiannya digambarkan di atas
panggung.

Dalam perkembangan selanjutnya yang dimaksud drama adalah bentuk karya sastra yang berusaha
mengungkapkan perihal kehidupan manusia melalui gerak percakapan di atas panggung ataupun
suatu karangan yang disusun dalam bentuk percakapan dan dapat yang dipentaskan.

Unsur-unsur intrinsik drama adalah berbagai unsur yang secara langsung terdapat dalam karya
sastra yang berwujud teks drama, seperti: plot, tokoh, karakter, latar, tema, dan amanat, serta unsur
bahasa yang berbentuk dialog.

1. Tema

Tema merupakan dasar atau inti cerita. Suatu cerita harus mempunyai tema atau dasar, dan dasar
inilah yang paling penting dari seluruh cerita. Cerita yang tidak memiliki dasar tidak ada artinya sama
sekali atau tidak berguna (Lubis, 1981: 15). Tema sebagai central idea and sentral purpose
merupakan ide dan tujuan sentral (Stanton, 1965: 16). Tema dapat timbul dari keseluruhan cerita,
sehingga pemahaman antara seorang penikmat dengan penikmat lain tidak sama (Jones, 12968: 31).
Ada pula yang berpendapat bahwa tema merupakan arti dan tujuan cerita (Kenny, 1966: 88).

Menurut Nurgiyantoro (1995: 70), tema dapat dipandang sebagai gagasan dasar umum sebuah
karya novel. Gagasan dasar umum inilah yang tentunya telah ditentukan sebelumnya oleh
pengarang dan dipergunakan untuk mengembangkan cerita. Dengan kata lain cerita harus mengikuti
gagasan utama dari suatu karya sastra.

Pendapat di atas dapat menggambarkan simpulan bahwa: (1) tema merupakan dasar suatu cerita
rekaan; (2) tema harus ada sebelum pengarang mulai dengan ceritanya; (3) tema dalam cerita atau
novel tidak ditampilkan secara eksplisit, tetapi tersirat di dalam seluruh cerita; dan (4) dalam satu
cerita atau novel terdapat tema dominan atau tema sentral dan tema-tema kecil lainnya.

2. Plot

Plot adalah rangkaian cerita yang dibentuk dalam tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin
suatu cerita yang utuh. Plot disusun tidak lepas dari tema. Jalan cerita yang disusun atau dijalin tidak
boleh meloncat ke lain tema. Tiap-tiap kejadian akan berhubungan sehingga seluruh cerita
merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Lubis (1981: 18) menyampaikan cara memulai dan menyusun cerita yang disampaikan oleh Tasrif
yang dibagi menjadi lima tahapan, yakni penggambaran situasi awal (exposition), peristiwa mulai
bergerak menuju krisis diwarnai dengan konflik-konflik (complication), keadaan mulai memuncak
(rising action), keadaan mencapai puncak penggawatan (klimaks), kemudian pengarang memberikan
pemecahan atau jalan keluar permasalahan sehingga cerita berakhir (denouement). Cara memulai
dan menyusun cerita seperti di atas dinamakan plot atau dramatic conflict.

3. Penokohan dan perwatakan

Esten (dalam Kelan, 2005: 14) menyatakan bahwa penokohan adalah permasalahan bagaimana cara
menampilkan tokoh: bagaimana membangun dan mengembangkan watak tokoh-tokoh tersebut
dalam sebuah karya fiksi? Jadi antara pengertian tokoh dan penokohan memiliki makna yang
berbeda. Tokoh berbentuk suatu individu, sedangkan penokohan adalah proses menampilkan
individu tersebut dalam cerita.

Dalam proses penciptaan pemeranan, sang aktor atau aktris harus memunyai daya cipta yang tinggi
untuk mencoba semaksimal mungkin menjadi tokoh yang diperankan. Ia harus sanggup menjiwai
peran yang dipegangnya, sehingga ia (seperti) benar-benar merupakan sang tokoh dengan apa
adanya dalam pementasan lakon tersebut. Pada penampilan imajinasinya, tokoh juga dibantu oleh
laku, pakaian yang dikenakan, dan rias. Semua unsur tidak bisa dipisah-pisahkan, bahkan harus saling
mendukung, sehingga mampu mewujudkan karakter dari tokoh seperti yang dikehendaki dalam
lakon yang bersangkutan.

Untuk menggambarkan karakter seorang tokoh, pengarang dapat menggunakan teknik sebagai
berikut. (1) Teknik analitik: karakter tokoh diceritakan secara langsung oleh pengarang; (2) Teknik
dramatik, yaitu teknik karakter tokoh dikemukakan melalui: (a) penggambaran fisik dan perilaku
tokoh; (b) penggambaran lingkungan kehidupan tokoh; (c) penggambaran ketatabahasaan tokoh; (d)
pengungkapan jalan pikiran tokoh; dan (e) penggambaran oleh tokoh lain. Pendapat tersebut
dikuatkan oleh Waluyo (2009: 30) yang menuliskan bahwa penggambaran watak tokoh
mempertimbangkan tiga dimensi watak, yaitu dimensi psikis (kejiwaan), dimensi fisik (jasmaniah),
dimensi sosiologis (latar belakang kekayaan, pangkat, dan jabatan)

4. Amanat

Amanat merupakan unsur cerita yang berhubungan erat dengan tema. Amanat akan berarti apabila
ada dalam tema, sedangkan tema akan sempurna apabila di dalamnya ada amanat sebagai pemecah
jalan keluar bagi tema tersebut. Sudjiman (dalam Alwi, 1998: 08) manyatakan bahwa amanat adalah
pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang. Amanat terdapat pada sebuah karya sastra secara
implisit atau eksplisit. Amanat dinyatakan secara implisit jika jalan keluar atau ajaran moral itu
disiratkan dalam tingkah laku menjelang cerita berakhir. Sementara itu, amanat dilukiskan secara
eksplisit apabila pengarang pada tengah atau akhir cerita menyampaikan seruan, saran, peringatan,
nasihat, anjuran, larangan, dan sebagainya.

Pengertian amanat yang telah dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa amanat merupakan
pesan yang disampaikan pengarang, baik secara implisit atau eksplisit kepada pembaca. Di dalam
drama, ada amanat yang langsung tersurat, tetapi pada umumnya sengaja disembunyikan secara
tersirat dalam naskah drama yang bersangkutan. Hanya penonton yang profesional yang mampu
menemukan amanat implisit tersebut.
Sumber

Wibowo, Hari. dkk. 2017. Teori dan Genre Sastra Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bahasa

C. Unsur Intrinsik Puisi

Puisi adalah karya sastra yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irima dengan bunyi yang padu
dan pemilihan kata-kata yang kias. Puisi dibentuk oleh dua unsur, yaitu unsur bentuk dan unsur isi.

Unsur bentuk puisi sebagai berikut

1. Diksi (pilihan kata)

2. Unsur wujud, yaitu unsur puisi di bentuk dari susunan kata, baris, bait hingga membentuk puisi.

3. Unsur pertautan antar baris, atau antar bait yang bersifat logis imajinatif.

4. Unsur musikalitas yang berwujud irama dan rima. Rima merupakan persamaan bunyi. Irama
berhubungan berhubungan dengan pengulangan bunyi,kata, frasa dan kalimat.

5. Unsur gaya dan bahasa.

Unsur isi puisi sebagai berikut.

1. Tema, yaitu gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair melalui puisi. Tema bersifat khusus,
objektif dan lugas.

2. Amanat yaitu kesan yang ditangkap pembaca setelah membaca puisi. Cara menyimpulkan
amanat puisi berkaitan dengan cara pandang pembaca terhadap suatu hal.

3. Nada dan Suasana puisi. Nada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca. Suasana
menyangkut pengungkapan sikap penyair

4. Perasaan menyangkut hal yang diungkapkan penyair.

Contoh soal dan pembahasan


1. Bacalah kutipan teks drama berikut untuk menjawab soal nomor

Berani Jujur
Candra: "Andaikata keadaan rumahku tidak seperti ini, tentu aku tidak akan mendapat masalah."
Rusdi : "Ada apa Can? Katakanlah, mungkin aku dapat membantumu! Ayolah, bicara saja!"
Candra : "Begini Rus! Aku belum membayar buku karena orang tuaku belum mempunyai uang untuk
melunasi. Padahal, aku sudah berjanji hari ini akan melunasi."
Rusdi : "Begini ... kita harus berani! Nanti kita berdua menghadap kepala sekolah setelah pelajaran
selesai, kemudian kita mengatakan sejujurnya tentang keadaanmu. Bagaimana?"
Candra : "Ya itu ide baik sekali. Terima kasih, Rus."
Amanat yang terkandung dalam teks drama tersebut adalah ....
A. Hendaknya kita peduli terhadap teman yang sedang kesulitan.
B. Agar tidak menyerah dalam menghadapi kesusahan.
C. Agar saling membantu antara anggota keluarga.
D. Bantulah teman tetapi tidak melampaui kemampuan diri.

2. Bacalah teks berikut.

Pak Badu seorang petani yang rajin. Setiap hari dia pergi ke sawah. Jarak sawah yang jauh tak
menghalangi langkah kaki Pak Badu untuk bekerja. Matahari pagi membuat dia bersemangat. Panas
matahari siang juga membuat dia semakin giat bergelut dengan lumpur sawah. Saat Sinar matahari
mulai meredup, Pak Badu baru duduk beristirahat di pematang sawah.

Tema bacaan di atas adalah


A. mencari kerja
D. mendapatkan pekerjaan
C. rajin bekerja
D. sawah pertanian

3. Bacalah pantun berikut !

Kemumu di dalam semak,

Jatuh melayang selarahnya.

Meski ilmu setinggi tagak,

Tidak sembahyang apa gunanya.

Pesan yang terkandung dalam pantun tersebut adalah ...

A. Kita harus rajin sembahyang agar memiliki ilmu yang tinggi.


B. Ilmu yang tinggi tidak akan berguna jika kita tidak pernah bersembahyang.
C. Raihlah ilmu setinggi-tingginya untuk bekal hidupmu.
D. Seseorang yang memiliki ilmu yang tinggi tidak perlu melakukan sembahyang..

4. Bacalah kutipan cerpen di bawah ini!

(1) Ketika aku mau menyiramkan racun pembunuh tikus ke sudut rumahku, terutama lubang-lubang
persembunyiaannya, ada keraguan di hatiku.(2) Sebelum aku melangkah, dari lubang bermunculan
anak-anak tikus (3) Sekujur tubuhku menggigil (4) Aku pun lemas dan merasa bersalah.

Konflik yang muncul pada kutipan cerpen tersebut adalah.........

A. Aku menyiram pembunuh tikus

B. Dari dalam lubang bermunculan anak-anak tikus

C. Kebimbangan tokoh aku untuk membunuh tikus

D. Banyak lubang persembunyaian tikus di rumahku.


C. Menulis Terbatas
17. menyusun berbagai petunjuk (menggunakan/membuat sesuatu)

18. menyusun berbagai teks (deskripsi, narasi)

19. melengkapi berbagai jenis teks (laporan, iklan, pidato)

20. melengkapi kalimat/teks dengan kata bentukan

10 Soal Menyusun Petunjuk Memakai atau Menggunakan


Sesuatu

Soal menyusun petunjuk memakai atau menggunakan sesuatu sering dimunculkan dalam soal ujian.
Untuk soal Ujian Sekolah Bestandar Nasional (USBN) tahun ini, materi Soal Menyusun Petunjuk
Memakai dan Menggunakan Sesuatu ini juga muncul kembali. Soal ini biasanya berbentuk kalimat-
kalimat yang diacak. Peserta ujian diinstruksikan untuk menyusun kalimat acak tersebut agar
susunannya menjadi sebuah teks prosedur yang urut atau sistematis.

(Baca juga: Kisi-Kisi Bahasa Indonesia USBN 2018)

DapurImajinasi sebagai salah satu ruang belajar Bahasa Indonesia, akan memposting materi Soal
Menyusun Petunjuk Memakai dan Menggunakan Sesuatu. Dengan harapan, para guru maupun siswa
dapat menggunakan materi ini untuk latihan menghadapi USBN. Materi ini cukup menggunakan
pemahaman teks dan logika saja sehingga dikatakan soal ini termasuk soal yang mudah, tetapi
memperlukan ketelitian yang tinggi. Berikut kami sajikan 10 Soal Menyusun Petunjuk Memakai dan
Menggunakan Sesuatu.

(Baca juga: Unduh Soal Latihan Bahasa Indonesia USBN 2018 Disertai Analisis Indikator dan
Kunci Jawaban)

Soal 1 Menyusun Petunjuk

Urutkan petunjuk cara memakai semir sepatu padat yang masih acak berikut!

(1) Gosokkan sikat ke permukaan sepatu secara merata.


(2) Buka penutup semir sepatu.

(3) Bersihkan permukaan sepatu dengan kain lap.

(4) Ambil semir sepatu secukupnya dengan sikat

Kunci Jawaban: 3 – 2 – 4 – 1

(3) Bersihkan permukaan sepatu dengan kain lap.

(2) Buka penutup semir sepatu.

(4) Ambil semir sepatu secukupnya dengan sikat

(1) Gosokkan sikat ke permukaan sepatu secara merata.

Soal 2 Menyusun Petunjuk

Urutkan petunjuk cara memakai sampo berikut!

(1) Ratakan sampo ke rambut dan pijat-pijat

(2) Bilaslah sampai bersih

(3) Basahi rambut dengan air bersih

(4) Tuang sampo ke telapak tangan

Kunci Jawaban: 3 – 4 – 1 – 2

(3) Basahi rambut dengan air bersih

(4) Tuang sampo ke telapak tangan

(1) Ratakan sampo ke rambut dan pijat-pijat

(2) Bilaslah sampai bersih

Soal 3 Menyusun Petunjuk

Urutkan petunjuk cara menggunakan dispenser berikut!

(1) Tuang air ke gelas dengan menekan atau memutar keran.

(2) Colokkan steker dispenser ke stopkontak.

(3) Tunggu hingga mencapai suhu yang diinginkan.

(4) Tekan tombol ON untuk menyalakan dispenser.

Kunci jawaban: 2 – 4 – 3 – 1

(2) Colokkan steker dispenser ke stopkontak.

(4) Tekan tombol ON untuk menyalakan dispenser.


(3) Tunggu hingga mencapai suhu yang diinginkan.

(1) Tuang air ke gelas dengan menekan atau memutar keran.

Soal 4 Menyusun Petunjuk

Urutkan petunjuk cara menggunakan setrika listrik berikut!

(1) Gunakan setrika secara efektif

(2) Colokkan steker ke stopkontak

(3) Tunggu sampai panas yang diinginkan

(4) Putar sakelar pengatur suhu

Kunci jawaban: 2 – 4 – 3 – 1

(2) Colokkan steker ke stopkontak

(4) Putar sakelar pengatur suhu

(3) Tunggu sampai panas yang diinginkan

(1) Gunakan setrika secara efektif

Soal 5 Menyusun Petunjuk

Urutkan petunjuk cara menggunakan kamus untuk mencari makna kata berikut!

(1) Carilah kata berdasarkan huruf pertama kata yang dicari

(2) Catat arti kata tersebut

(3) Buka halaman kamus berdasarkan huruf pertama kata yang dicari

(4) Setelah menemukan kata yang dicari baca artinya di sebelah kanan kata

(Baca juga: Paket Soal USBN 2018: Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA Sesuai Kisi-Kisi)

Kunci jawaban: 3 – 1 – 4 – 2

(3) Buka halaman kamus berdasarkan huruf pertama kata yang dicari

(1) Carilah kata berdasarkan huruf pertama kata yang dicari

(4) Setelah menemukan kata yang dicari baca artinya di sebelah kanan kata

(2) Catat arti kata tersebut

Soal 6 Menyusun Petunjuk


Urutkan petunjuk cara menggunakan sabun mandi cair berikut!

(1) Tuang sabun ke telapak tangan.

(2) Gosokkan secara merata ke anggota tubuh.

(3) Bilas dengan air sampai bersih.

(4) Siram badan dengan air bersih.

Kunci jawaban: 4 – 1 – 2 – 3

(4) Siram badan dengan air bersih.

(1) Tuang sabun ke telapak tangan.

(2) Gosokkan secara merata ke anggota tubuh.

(3) Bilas dengan air sampai bersih.

Soal 7 Menyusun Petunjuk

Urutkan petunjuk cara menggunakan kompor gas!

(1) Tekan sakelar pemantik api ke kanan untuk menyalakan kompor.

(2) Tekan sakelar ke kiri jika sudah selesai memasak.

(3) Letakkan alat masak yang digunakan untuk memasak.

(4) Atur besarnya api sesuai dengan kebutuhan alat masak.

Kunci jawaban: 3 – 1 – 4 – 2

(3) Tekan sakelar pemantik api ke kanan untuk menyalakan kompor.

(1) Letakkan alat masak yang digunakan untuk memasak.

(4) Atur besarnya api sesuai dengan kebutuhan alat masak.

(2) Tekan sakelar ke kiri jika sudah selesai memasak.

Soal 8 Menyusun Petunjuk

Urutkan petunjuk cara menggunakan pompa angin berikut!

(1) Lepaskan selang pompa dari pipa udara ban.

(2) Pasangkan ujung selang pompa ke pipa udara ban sepeda.

(3) Tekan ban untuk mengetahui tingkat kekerasan ban.

(4) Pompalah dengan menaik turunkan tangkai pompa.


Kunci jawaban: 2 – 4 – 3 – 1

(2) Pasangkan ujung selang pompa ke pipa udara ban sepeda.

(4) Pompalah dengan menaik turunkan tangkai pompa.

(3) Tekan ban untuk mengetahui tingkat kekerasan ban.

(1) Lepaskan selang pompa dari pipa udara ban.

Soal 9 Menyusun Petunjuk

Urutkan petunjuk cara menggunakan televisi

(1) Pilih program televisi yang disukai

(2) Tekan tombol On di remot

(3) Keraskan atau turunkan volume setelah memilih

(4) Tekan tombol Off di remot jika sudah selesai menonton

Kunci jawaban: 2 – 1 – 3 – 4

(2) Tekan tombol On di remot

(1) Pilih program televisi yang disukai

(3) Keraskan atau turunkan volume setelah memilih

(4) Tekan tombol Off di remot jika sudah selesai menonton

Soal 10 Menyusun Petunjuk

Urutkan petunjuk cara menggunakan kipas angin berikut!

(1) Matikan kipas setelah selesai digunakan

(2) Colokkan steker ke stopkontak

(3) Tekan tombol On

(4) Pilih kecepatan kipas angin

Kunci jawaban: 2 – 3 – 4 – 1

(2) Colokkan steker ke stopkontak

(3) Tekan tombol On

(4) Pilih kecepatan kipas angin

(1) Matikan kipas setelah selesai digunakan


MENYUSUN BERBAGAI PETUNJUK
(MENGGUNAKAN/MEMBUAT SESUATU)

MENYUSUN BERBAGAI PETUNJUK (MENGGUNAKAN/MEMBUAT SESUATU)

Teks yang berisi petunjuk menggunakan atau membuat sesuatu disebut dengan teks prosedur.

A. Pengertian Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisikan tujuan dan langkah melakukan atau membuat sesuatu
dengan urutan-urutan tertentu.

B. Ciri-Ciri Teks Prosedur

Ciri-ciri teks prosedur antara lain sebagai berikut.

1. Umumnya menggunakan kalimat perintah atau imperatif.


2. Memakai kata kerja aktif.
3. Adanya penggunaan konjungsi guna mengurutkan kegiatan, seperti kemudian, setelah itu,
kemudian, dan selanjutnya.
4. Ada istilah tentang waktu, tempat, dan cara secara akurat.
5. Teks prosedur terdiri dari 3 bagian yaitu bagian tujuan teks prosedur / mekanisme, material,
dan langkah-langkah

C. Struktur Teks Prosedur Kompleks

Teks prosedur memiliki tiga struktur sebagai berikut.


1. Bagian tujuan, berisikan tujuan dari pembuatan teks prosedur tersebut atau hasil akhir yang
akan dicapai jika kita melakukan tahapan pada teks prosedur tersebut.
2. Bagian bahan dan alat/material, berisikan bahan-bahan, alat-alat, atau material yang
diperlukan. Bagian ini bersifat opsional.
3. Bagian langkah-langkah, bagian ini berisikan langkah-langkah yang urut dan harus ditempuh
untuk memperoleh hasil sesuai dengan tujuan teks prosedur.

D. Langkah-Langkah Melengkapi Teks Prosedur

1. Cermati jenis teks dan tujuan teks. Teks prosedur teks yang berisikan tujuan dan langkah
melakukan atau membuat sesuatu dengan urutan-urutan tertentu.
2. Cermati isi kalimat sebelum dan sesudah bagian yang rumpang. Isi kalimat pada teks
prosedur adalah urutan langkah-langkah melakukan atau membuat sesuatu.
3. Pilihlah kalimat yang berhubungan dengan kalimat sebelum dan sesudah bagian yang
rumpang. Kalimat-kalimat tersebut pada umumnya menunjukkan urutan logika berpikir.

E. Mengurutkan Kalimat Acak Menjadi Teks Prosedur.

Kalimat acak adalah kalimat lepas yang dapat dijadikan paragraf yang padu dengan cara kalimat
utama kemudian diikuti kalimat penjelas yang diurutkan secara logis dan berhubungan satu dengan
yang lain.

Dalam teks prosedur langkah yang paling mendasar diletakkan pada urutan pertama kemudian
diikuti langkah berikutnya yang berhubungan dengan langkah sebelumnya.

Langkah-langkah mengurutkan kalimat acak menjadi paragraf padu adalah sebagai berikut.

1. Bacalah dengan cermat.

2. Pilihlah data yang bersifat umum dan memuat gagasan utama. Gunakan data tersebut sebagai
kalimat utama kemudian diikuti kalimat penjelas.

3. Perhatikan penanda wacana atau kata penghubung seperti pertama, lalu, setelah itu, kemudian, dan
akhirnya. Kata pertama biasanya berada di awal teks, sedangkan kata akhirnya berada di akhir teks.

4. Susun data atau kalimat yang disajikan menjadi paragraf padu


Contoh soal dan pembahasan

1. Perhatikan kalimat-kalimat berikut.


Petunjuk Menyalakan Televisi

(1)Tekan tombol on/off pada remote.

(2) Tekan tombol power pada monitor.

(3) Hubungkan kabel TV dengan stop kontak.

(4) Pilih stasiun TV yang diinginkan.

Urutan petunjuk tersebut yang benar yaitu ....


A. (1), (3), (4), (2)
B. (2). (3), (1), (4)
C. (3), (2), (1), (4)
D. (3), (1), (2), (4)

2. Perhatikan teks berikut.


Cara Menyemir Sepatu

1) Bersihkan sepatu menggunakan kain lap!

2) Sikatlah secara perlahan, jangan terlalu keras!

3) Poleskan semir secukupnya!

4) ...

5) Setelah mengkilap berhentilah menggosok sepatu.


Kalimat yang tepat untuk melengkapi petunjuk nomor 4 adalah ....
A. Percikkan air secukupnya pada sepatu yang akan disemir!
B. Jemurlah sepatu itu di tempat panas hingga benar-benar kering.
C. Bersihkan sepatu dengan menggunakan air dan deterjen secukupnya!
D. Gosoklah sepatu yang telah dipoles semir menggunakan sikat halus!
Bacalah petunjuk penggunaan barang di bawah ini

3. Petunjuk Penggunaan Auto Teller Machine

1. Ambil uang yang keluar dari mesin

2. Masukkan kartu Auto Teller Machine ke dalam mesin

3. Pilih menu penarikan tunai tabungan

4. Masukkan PIN kartu Auto Teller Machine

5. Ambil kembali kartu Auto Teller Machine yang keluar dari mesin

Urutan petunjuk penggunaan Auto Teller Machine yang benar adalah . . . .

A. 2-4-3-5-1

B. 2-4-3-1-5

C. 4-2-3-1-5

D. 4-2-3-5-1

4. Pahami urutan petunjuk berikut !


Cara Membuat Agar-Agar

1) Masak agar-agar tersebut di atas kompor hingga mendidih.

2) Masukkan air 3 gelas ke dalam panci, 1 bungkus agar-agar, dan 100 gram gula pasir.

3) Agar-agar siap disantap.

4) Angkat dan tuangkan agar-agar ke dalam cetakan.

5) Tunggu agar-agar hingga dingin dan mengeras.

Urutan petunjuk membuat agar-agar yang tepat adalah . . . . .

A. 2)-1)-4)-5)-3)

B. 2)-4)-1)-5)-3)

C. 4)-1)-5)-2)-3)

D. 4)-2)-1)-5)-3)
INTERMEZZO

Contoh Soal Esai USBN Bahasa Indonesia SD 2018 Paket I

Mendekati waktu USBN SD yang rencananya diadakan sekitar bulan Mei, sekarang mulai banyak yang
mencari soal esai USBN Bahasa Indonesia. Berikut, DapurImajinasi sajikan contoh soal esai USBN
Bahasa Indonesia SD 2018 paket I.

1. Tulislah ide pokok paragraf berikut!

Ada cara untuk mengetahui keadaan cairan di tubuh kita. Caranya dengan melihat warna urine
kita. Jika urinenya berwarna kuning pekat, itu tandanya kekurangan cairan. Namun, jika warna urine
kita putih, itu tandanya cairan dalam tubuh kita sudah cukup.

2. Tulis ulang dan lengkapi pantun berikut dengan larik yang tepat!

Anak burung belajar terbang

....

....

Agar selamat di dunia akhirat

3. Perbaiki kalimat-kalimat berikut dengan ejaan yang tepat!

a. ibu membeli aneka kue jajanan pasar serabi lemper dan klepon di pasar legi

b. orang keturunan bangsa inggris yang sedang membeli kunci inggris di toko inggris itu ternyata tidak
bisa bahasa inggris.

4. Buatlah percakapan singkat dengan tema “Keindahan Alam Indonesia”!

5. Buatlah sebuah paragraf deskripsi dengan tema “Lingkungan Sekolah”.

(Baca juga: Latihan Soal USBN 2018)

Contoh Soal Esai USBN Bahasa Indonesia SD 2018 Paket II

Mendekati waktu USBN SD yang rencananya diadakan sekitar bulan Mei, sekarang mulai banyak yang
mencari soal esai USBN Bahasa Indonesia. Berikut, DapurImajinasi sajikan contoh soal esai USBN
Bahasa Indonesia SD 2018 paket II.

1. Bacalah penggalan cerita ini secara cermat!

Setelah lari dari sawah, Rubah terjebak di lubang yang dalam ketika sedang mengejar Kelinci di hutan.
Berkali-kali ia mencoba memanjat dinding lubang untuk keluar tetapi selalu gagal. Tiba-tiba ada
Kambing Tua yang pergi ke sungai melongok ke dalam lubang. Si Rubah berjanji akan memberi hadiah
jika si Kambing Tua mau menolong. Si Kambing Tua itu masuk ke dalam lubang. Tak lama kemudian
si Rubah berhasil melompat dari punggung si Kambing Tua dan berhasil keluar. Setelah keluar, si
Rubah lantas lari meninggalkan si Kambing Tua. Namun, tak lama kemudian si Rubah terperosok ke
dalam lubang lain yang lebih dalam.

Setelah membaca penggalan cerita di atas, tentukan:


a. Watak setiap tokoh

b. Amanat cerita

2. Bacalah dua paragraf berikut!

Teks I

Pada tahun 2011, Jepang dilanda gempa kuat yang diikuti tsunami. Beberapa hari sebelum gempa,
ada puluhan ikan oar yang terdampar. Ikan oar adalah hewan laut dalam yang jarang sekali terlihat.
Ikan oar yang terdampar pun dianggap sebagai tanda gempa akan datang.

Teks II

Karyawan di gedung-gedung tinggi di Jakarta berhamburan keluar setelah merasakan gempa dengan
getaran yang kuat. Gempa yang bermagnitudo 6,1 itu ternyata berpusat di Lebak, Banten. Gempat
terjadi pada hari Selasa (23/1/2018) siang. Jarak Banten ke Jakarta cukup jauh, kurang lebih 140
kilometer dengan waktu tempuh sekitar 4 jam, tetapi getaran sampai di Jakarta.

Tentukan persamaan dan perbedaan dua teks di atas!

3. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

a. Ia langsung menuju ke perpustakaan.

b. Bel tanda istirahat berbunyi, Dika bergegas keluar kelas.

c. Sambil mencari buku, Dika teringat kalau ternyata dia belum mengumpulkan tugasnya.

d. Sampai di perpustakaan, Dika mencari buku yang ingin dibacanya.

Susunlah kalimat-kalimat di atas menjadi paragraf yang utuh dan padu!

4. Tulis ulang kalimat berikut dengan ejaan yang benar!

a. orang dari suku jawa itu pandai bahasa arab

b. ayah membeli sapi di pulau bali

5. Buatlah paragraf deduktif dengan tema “Makhluk Hidup”!

(Baca juga: Kumpulan Contoh Paragraf Deduktif)

Kunci Jawaban Soal Esai USBN Bahasa Indonesia SD 2018 Paket I

Setelah mengerjakan soal esai USBN Bahasa Indonesia di atas, cocokkan jawaban dengan kunci
jawaban soal esai USBN Bahasa Indonesia SD 2018 paket I berikut.
1. Ide pokok bacaan tersebut adalah cara untuk mengetahui keadaan cairan di tubuh.

2. Pantun secara lengkap adalah sebagai berikut:

Anak burung belajar terbang

Naik tinggi kemudian mendarat

Rajin-rajinlah sembahyang

Agar selamat di dunia akhirat

3. Perbaikan ejaan yang tepat adalah sebagai berikut:

a. Ibu membeli aneka kue jajanan pasar: serabi, lemper, dan klepon di Pasar Legi.

b. Orang keturunan bangsa Inggris yang sedang membeli kunci inggris di Toko Inggris itu ternyata tidak
bisa bahasa Inggris.

4. Percakapan dengan tema “Keindahan Alam Indonesia”

Hani : “Des, kamu pernah ke Karimunjawa?”

Desti : “Belum, memangnya kamu pernah?”

Hani : “Iya, semingu yang lalu waktu liburan semester. Wow, di sana pemandangan bawah lautnya
sangat keren, lho!”

Desti : “Jadi, kamu ikut menyelam?”

Hani : “Iya, aku melihat aneka ikan dan terumbu karang yang sangat indah.”

5. Paragraf deskripsi tentang “Lingkungan Sekolah”

Di depan sekolahku ada taman yang asri. Taman itu ditanami beberapa jenis bunga, seperti melati,
mawar, kembang sepatu, dan lain-lain. Taman itu tampak asri karena selalu dirawat. Di tengah taman
juga ada kolam yang berisi beberapa jenis ikan.

(Baca juga: Kumpulan Soal Menentukan Pernyataan USBN)

Kunci Jawaban Soal Esai USBN Bahasa Indonesia SD 2018 Paket II

Setelah mengerjakan soal esai USBN Bahasa Indonesia di atas, cocokkan jawaban dengan kunci
jawaban soal esai USBN Bahasa Indonesia SD 2018 paket II berikut.

1. Watak setiap tokoh dalam cerita di atas adalah

(1) Rubah: ingkar janji

(2) Kambing Tua: penolong

2. Persamaan dan perbedaan teks di atas adalah sebagai berikut:

a. Persamaan dua teks di atas adalah sama-sama membahas tentang bencana alam gempa bumi.
b. Perbedaan dua teks di atas adalah teks pertama membahas anggapan bahwa terdamparnya ikan
oar dianggap sebagai tanda akan terjadinya gempa. Sementara itu, teks dua membahas getaran
gempa yang terjadi di Banten dirasakan sampai Jakarta.

3. Susunan kalimat sehingga menjadi paragraf yang baik adalah

Bel tanda istirahat berbunyi, Dika bergegas keluar kelas. Ia langsung menuju ke perpustakaan.
Sampai di perpustakaan, Dika mencari buku yang ingin dibacanya. Sambil mencari buku, Dika teringat
kalau ternyata dia belum mengumpulkan tugasnya.

4. Tulisan kalimat dengan ejaan yang benar adalah

c. Orang dari suku Jawa itu pandai bahasa Arab.

d. Ayah membeli sapi di Pulau Bali.

5. Paragraf deduktif dengan tema “Makhluk Hidup” adalah

Pohon jati mempunyai cara adaptasi yang unik untuk mempertahankan hidupnya. Saat kemarau, daun
jati akan menggugurkan daunnya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penguapan. Jika penguapan
sedikit, air yang dibutuhkan pohon jati juga berkurang.

(Baca juga: Kumpulan Soal Menentukan Ide Pokok Paragraf)

Artikel yang Berhubungan dengan Tulisan di Atas


 10 Soal Menyusun Petunjuk Memakai atau
MENYUSUN BERBAGAI TEKS (DESKRIPSI,
NARASI): MATERI DAN SOAL PERSIAPAN
USBN SD

MENYUSUN BERBAGAI TEKS (DESKRIPSI, NARASI)

A. Teks Deskripsi

Deskripsi adalah teks yang bertujuan memberikan gambaran atau kesan kepada
pembaca/pendengar terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan semacamnya yang ingin
disampaikan penulis. Dengan teks ini, pembaca/pendengar dapat dibuat seolah-olah melihat,
mendengar, merasakan, atau terlibat dalam peristiwa yang diuraikan penulis/pembicara baik secara
indera, logika, maupun emosi.

Contoh

Ia terlentang seharian di atas trotoar panas itu. Tubuhnya yang tinggal tulang terbalut kulit itu
tertutup oleh pakaian kotor dan dekil yang telah robek di sana sini, sehingga perutnya yang kempis
itu menyeringai dari sela-sela baju. Bau anyir menyeruak dari borok di borok di kedua kakinya yang
melebar dengan warna merah

B. Teks Narasi

Narasi adalah teks yang bertujuan mengisahkan atau bercerita. Dalam teks ini peristiwa biasanya
disusun menurut urutan waktu ( kronologis), memiliki tokoh, dan terdapat konflik.
Contoh

Sore itu kami pergi ke rumah Puspa. Sopir kusuruh memakirkan mobil. Kemudian, kami memasuki
gang kecil. Beberapa waktu kemudian, kami sampai di sebuah rumah yangh sederhana seperti
rumah-rumah di sekitarnya.

Contoh soal dan kunci jawaban

1. Perhatikan ilustrasi berikut.

Deskripsi yang sesuai dengan gambar binatang tersebut adalah ....


A. Punggungnya memiliki penutup tubuh berupa cangkang agar tidak mudah tenggelam dan dapat
menarik kepala untuk menangkap mangsa.
B. Punggungnya memiliki penutup tubuh berupa cangkang agar memudahkan berenang di air dan
memiliki tulang yang kuat di mulutnya.
C. Punggungnya memiliki penutup tubuh berupa cangkang yang keras sebagai pelindung dari
ancaman pemangsa.
D. Punggungnya memiliki penutup tubuh berupa cangkang untuk melindungi dirinya dan memiliki
leher panjang untuk menangkap mangsa.

2. Perhatikan gambar berikut!


Paragraf yang sesuai dengan gambar tersebut adalah . . . .
A. Pak Khoirudin sedang memberikan pelajaran Bahasa Indonesia tentang cerita anak. Para siswa
mendengarkan cerita yang disampaikan oleh Pak Khoirudin dengan saksama. Hal itu disebabkan
Pak Khoirudin bercerita dengan menarik dan menjiwai apa yang diceritakan.
B. Minggu yang lalu, Siswa-siswi mengikuti Ujian Nasional di sekolahan. Mereka berhasil
meraih yang terbaik tingkat Semarang. Oleh karenanya, Pak Rifa’i memberi hadiah buku
yang sangat tebal. Buku itu berisi cara-cara meraih kesuksesan pada masa yang akan datang.
C. Seorang direktur sedang memberikan pengarahan kepada para karyawan tentang pentingnya
keselamatan dalam bekerja. Supaya pekerjaan bisa terlaksana dengan baik, seluruh karyawan
harus bekerja dengan maksimal.
D. Para siswa bersedih setelah menyimak pengumuman hasil try out UN yang tidak
memuaskan. Mereka berjanji akan beruasah lebih baik bahkan mejadi yang terbaik di tingkat
kecamatan.
Menulis Laporan Pengamatan

Kali ini DapurImajinasi akan membagikan materi tentang menulis laporan pengamatan. Laporan
adalah uraian kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan bisa berupa pengamatan. Pengamatan
dilakukan untuk mencari suatu informasi yang diinginkan. Pengamatan adalah pengawasan terhadap
kegiatan atau peristiwa. Contoh laporan pengamatan adalah pengamatan pertandingan sepak bola,
proses pembuatan tempe, jalannya upacara bendera, pertumbuhan tanaman kedelai, dan lain-lain.

(Baca juga: Memprediksi Kejadian Berdasar Isi Bacaan)

Unsur-Unsur Laporan Pengamatan


Hasil pengamatan biasanya ditulis dalam bentuk paparan atau penjelasan dan bentuk format isian. Nah,
saat menulis laporan hasil pengamatan harus memperhatikan hal berikut.
1. Objek yang diamati
2. Waktu pengamatan
3. Tempat pengamatan
4. Tujuan pengamatan
5. Hasil pengamatan.
6. Orang yang mengamati

(Baca juga: Menentukan Ide Pokok Paragraf)

Ciri-Ciri Laporan Pengamatan


Ciri-ciri laporan yang baik di antaranya:
1. Ditulis dengan bahasa baku dan jelas
2. Ditulis berdasarkan kenyataan (faktual)
3. Disusun secara berurutan atau sistematis
4. Bahasa yang digunakan tidak ambigu atau mengandung lebih dari satu makna

(Baca juga: Lebih Paham Makna Denotasi dan Konotasi)

Perhatikan contoh laporan pengamatan berikut!

Hama Padi di Sawah Desa Putihan


Hal yang diamati : Hama padi
Waktu : Pukul 08.00 sampai 09.00 WIB
Pelaksanaan : Rabu, 19 Desember 2012
Lokasi : Sawah di Desa Putihan
Tujuan : Mengamati jenis hama yang menyerang padi
Hasil : - Hama yang menyerang padi, di antaranya walang sangit, wereng, dan belalang.
- Para petani menggunakan pestisida organik untuk membasmi hama padi.
- Pestisida organik tidak membunuh cacing yang bermanfaat menyuburkan tanah
Yogyakarta, 20 Desember 2012

Ttd.
Tedi Wisnu Hidayat

Berdasarkan hasil pengamatan di atas, kalian dapat menyampaikan hasil pengamatan tersebut dengan
cara diuraikan sebagai berikut.

(Baca juga: Unduh Soal Latihan UN Kelas VI SD)

Hama Padi di Sawah Desa Putihan


Pada hari Rabu , 19 Desember 2012, saya melakukan pengamatan terhadap hama padi di sawah Desa
Putihan. Pengamatan berlangsung selama satu jam, yakni mulai pukul 08.00 sampai 09.00 WIB.
Setelah diamati, ternyata padi di sawah Desa Putihan diserang beberapa hama padi. Hama padi
tersebut di antaranya walang sangit, wereng, dan belalang.

Para petani tidak tinggal diam dengan adanya hama tersebut karena hama tersebut dapat mengurangi
hasil panen nanti. Oleh karena itu, para petani membasmi hama tersebut menggunakan pestisida
organik. Para petani memilih menggunakan pestisida organik karena pestisida tersebut ramah
lingkungan. Pestisida tersebut tidak membunuh cacing yang dapat menyuburkan tanah. Demikian
laporan pengamatan yang telah saya buat, atas perhatian teman-teman dan Bapak/Ibu, saya ucapkan
terima kasih.
MELENGKAPI BERBAGAI JENIS TEKS
(LAPORAN, IKLAN, PIDATO): MATERI DAN
SOAL PERSIAPAN USBN SD

MELENGKAPI BERBAGAI JENIS TEKS (LAPORAN, IKLAN, PIDATO)

A. Pengertian Laporan, Iklan, dan Pidato

Laporan adalah segala sesuatu yang dilaporkan; berita; (https://kbbi.web.id/lapor).


Sesuatu yang dilaporkan dapat merupakan bentuk hasil dari sebuah pengamatan yang dilakukan..
Berdasarkan pengertian tersebut, teks laporan adalah sebuah bentuk tulisan yang memaparkan
suatu fenomena hasil dari pengamatan kepada para pembacanya.

Iklan adalah 1 berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik
pada barang dan jasa yang ditawarkan; 2 pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang
atau jasa yang dijual, dipasang di dalam media massa (seperti surat kabar dan majalah) atau
di tempat umum; (https://kbbi.web.id/iklan)

Pidato adalah 1 pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak;
2 wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak; (https://kbbi.web.id/pidato)

B. Contoh Soal dan Kunci jawaban Melengkapi Teks Pidato, Iklan, dan Pidato

1. Bacalah teks laporan berikut.

Laporan Hasil Kunjungan

1. Objek : Mengenal dunia penerbangan dan profesi pilot

2. Waktu : Minggu, 15 April 2012

3. Tempat : Skadron 31 Bandara Ahmad Yani Semarang

4. Pengamat : Farrah Kharisma Putri

5. Hasil :

Untuk menunjang proses pembelajaran, TK Nasima Jalan Pusponjolo Tengah Raya 69

Semarang menggelar kunjungan profesi ke Skadron 31 Bandara Ahmad Yani Semarang.


Anak-anak diajak menonton film macam-macam helikopter di aula . . . Mereka merasa

kegirangan berada di dalam helicopter.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi laporan tersebut adalah . . . .

A. Setelah itu, mereka diajak langsung masuk helikopter dan diperkenalkan beberapa

perlengkapan beserta fungsinya.

C. Mereka sangat senang meskipun hanya diberikan kesempatan menonton gambar helicopter.

D. Salah seorang pilot yang juga wali siswa, Joko Budiyanto mengaku senang teman-teman

anaknya dapat juga mengamati langsung bandara helicopter.

E. Bandara Ahmad Yani Semarang selalu ramai dikunjungi oleh sekolah-sekolah terutama

berasal dari Taman Kanak-kanak.

2. Bacalah kutipan pidato berikut.

……..

Untuk menghadapi situasi saat ini, kita harus selalu waspada. Sehubungan dengan isu penculikkan
dan pembunuhan di daerah kita ini, diharapkan orang tua khususnya para wali murid serta para
anak-anak tidak perlu merasa cemas. Bukankah belum ada bukti yang nyata ? Namun, kita harus
tetap waspada.

Kalimat pembuka yang tepat untuk melengkapi pidato di atas adalah. …

A. Bapak-bapak, Ibu-ibu wali murid, serta anak-anak

B. Mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa

C. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf

D. Assalamu’alaikum wr. wb. Salam sejahtera bagi kita semua

3. Perhatikan gambar berikut.


Kalimat iklan yang tepat untuk menyertai gambar tersebut adalah ….

A. Berguna untuk membuat jus.

B. Harga murah, terbuat dari plastic.

C. Perlengkapan dapur yang canggih.

D. Harga hemat, aneka jus tersaji cepat.


MELENGKAPI KALIMAT/TEKS DENGAN KATA
BENTUKAN

MELENGKAPI KALIMAT/TEKS DENGAN KATA BENTUKAN

A. Kata Dasar dan Kata Bentukan

Dalam bahasa Indonesia secara umum bentuk kata itu terdiri atas dua macam, yaitu kata
dasar dan kata bentukan. Kata dasar merupakan suatu kata yang utuh dan belum mendapat
imbuhan apa pun. Kata bentukan merupakan kata yang sudah dibentuk dari kata dasar
dengan menambahkan imbuhan tertentu.
Pembentukan kata adalah proses membentuk kata dengan menambahkan imbuhan atau
unsur lain pada kata dasar. Dalam bahasa Indonesia, pembentukan kata dapat dilakukan
dengan
menggunakan berbagai cara. Cara yang dimaksud adalah sebagai berikut.
(1) Pengimbuhan
(2) Penggabungan kata dasar dan kata dasar
(3) Penggabungan unsur terikat dan kata dasar
(4) Pengulangan
(5) Pengakroniman

Pada bagian ini akan dibahas pembentukan kata dengan cara pengimbuhan dan kata berimbuhan.

B. Pengimbuhan
Pengimbuhan adalah proses pembentukan kata dengan menambahkan imbuhan pada kata dasar.
Sehubungan dengan itu, imbuhan yang lazim digunakan sebagai unsur pembentuk kata dalam
bahasa Indonesia, paling tidak, terdiri atas empat macam, dan masing-masing diberi nama sesuai
dengan posisinya pada suatu kata. Pertama, imbuhan yang terletak pada awal kata lazim
disebutawalan (prefiks). Kedua, imbuhan yang terletak pada akhir kata lazim disebut akhiran
(sufiks).Ketiga, imbuhan yang terletak pada tengah kata lazim disebut sisipan (infiks). Keempat,
imbuhan yang terletak pada awal kata dan akhir kata sekaligus lazim disebut gabungan imbuhan
(konfiks). Beberapa contoh imbuhan itu dapat diperhatikan di bawah ini.
a. Awalan
meng- menulis, melamar, memantau
di- ditulis, dilamar, dipantau
peng- penulis, penyanyi, peramal
ber- berkebun, bermain, bermimpi
ter- terpaksa, terpadu, tersenyum
se- serupa, senada, seiring
b. Akhiran
-an tulisan, tatapan, tantangan
-i temui, sukai, pandangi
-kan tumbuhkan, sampaikan, umumkan
c. Sisipan
-el- geletar, geligi, gelantung
-em- gemuruh, gemetar
-er- gerigi
d. Gabungan Imbuhan
meng-...-kan menemukan, meratakan
meng-...-i memandangi,
mengunjungi
peng-...-an pendidikan, pemandian
ke-...-an kehujanan, kemajuan
se-...-nya seandainya, sebaiknya
per-...-an peraturan, persimpangan

C. Kata Berimbuhan

Kata berimbuhan adalah kata dasar yang telah mendapatkan imbuhan baik awalan, sisipan, akhiran,
maupun gabungan imbuhan.

Dalam bahasa Indonesia secara umum bentuk kata itu terdiri atas dua macam, yaitu kata dasar dan
kata bentukan. Kata dasar merupakan suatu kata yang utuh dan belum mendapat imbuhan apa pun.
Dalam proses pembentukan kata, kata dasar dapat diartikan sebagai kata yang menjadi dasar bagi
bentukan kata lain yang lebih luas. Dalam pengertian ini, kata dasar lazim pula disebut sebagai
bentuk dasar, kata asal, dan ada pula yang menyebutnya sebagai dasar kata. Terkait dengan itu,
untuk menghindari penyebutan yang berbeda -beda, dalam buku ini kata yang menjadi dasar bagi
bentukan kata lain yang lebih luas disebut kata dasar.

Berbeda dengan itu, kata bentukan merupakan kata yang sudah dibentuk dari kata dasar dengan
menambahkan imbuhan tertentu. Kata bentukan seperti ini lazim pula disebut dengan beberapa
istilah yang berbeda-beda, misalnya ada yang menyebutnya sebagai kata turunan, kata berimbuhan,
dan ada pula yang menyebutnya kata jadian.

Sumber

Mustakim. 2014. Bentuk dan Pilihan Kata. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

D. Contoh Soal dan Kunci Jawaban

1. Buku itu … ayahku sebelum ia meninggal dunia.


Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ….
A. ditulis

B. tulisan
C. menulis

D. tertulis

2. Hampir seluruh rakyat...kepada pejabat itu.


Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ….
A. dukungan

B. pendukung
C. mendukung

D. dukungannya

D. Menyunting Kata/Istilah, Frase, Kalimat, Paragraf, Ejaan, dan Tanda Baca


21. menggunakan ejaan

22. menggunaan tanda baca


Soal EYD: Penggunaan Huruf Kapital

Pada saat tes atau ujian mata pelajaran bahasa


Indonesia, banyak dimunculkan soal EYD tentang penggunaan huruf kapital.
Penggunaan huruf kapital sudah menjadi dasar dalam penulisan teks bahasa
Indonesia sesuai dengan aturan yang diberlakukan dalam EYD. Nah, kali
ini DapurImajinasi akan membagikan soal latihan EYD tentang penggunaan
huruf kapital. Soal ini bisa menjadi rujukan bagi guru atau siswa untuk berlatih
memahami aturan penggunaan huruf kapital. Silakan komentar di kolom bawah
atau kirim pertanyaan melalui laman kontak.

(Baca juga: Pedoman Aturan Ejaan yang Disempurnakan)

Kerjakan soal berikut dengan memilih jawaban yang paling benar dan tepat!
1. Manakah kalimat yang menggunakan ejaan secara benar?
a. Pada Hari Minggu aku ikut ayah ke kota.
b. Pada hari Minggu aku ikut Ayah ke kota.

c. Pada hari minggu aku ikut Ayah ke kota.

d. Pada hari minggu aku ikut ayah ke kota.

2. Manakah kalimat yang menggunakan ejaan secara benar?

a. Ayah membeli sapi ke kabupaten boyolali.


b. Ayah membeli Sapi ke Kabupaten Boyolali.
c. Ayah membeli sapi ke kabupaten Boyolali.
d. Ayah membeli sapi ke Kabupaten Boyolali.

3. Manakah kalimat yang menggunakan ejaan secara benar?

a. Orang suku Jawa itu pandai bahasa Sunda.


b. Orang Suku Jawa itu pandai Bahasa Sunda.
c. Orang suku jawa itu pandai bahasa sunda.
d. Orang suku Jawa itu pandai Bahasa Sunda.

4. Manakah kalimat yang menggunakan ejaan secara benar?


a. Aku bangga menjadi bangsa Indonesia.
b. Aku bangga menjadi Bangsa Indonesia.
c. Aku bangga menjadi bangsa indonesia.
d. Aku Bangga menjadi bangsa Indonesia.

5. Manakah kalimat yang menggunakan ejaan secara benar?

a. Ayah menanam bunga mawar dan melati.


b. Ayah menanam bunga Mawar dan Melati.

c. Ayah menanam Bunga Mawar dan Melati.

d. Ayah menanam Bunga mawar dan melati.

6. Manakah kalimat yang menggunakan ejaan secara benar?

a. Pulau Jawa dan Pulau Bali dipisahkan selat.


b. Pulau Jawa dan pulau Bali dipisahkan selat.
c. Pulau Jawa dan Pulau Bali dipisahkan Selat.
d. Pulau Jawa dan pulau Bali dipisahkan Selat.

7. Manakah kalimat yang menggunakan ejaan secara benar?

a. Orang yang pandai tari jaipong itu mau menjadi presiden.


b. Orang yang pandai Tari Jaipong itu mau menjadi presiden.
c. Orang yang pandai tari Jaipong itu mau menjadi presiden.
d. Orang yang pandai tari Jaipong itu mau menjadi Presiden.

8. Manakah kalimat yang menggunakan ejaan secara benar?


a. Aku percaya kepada Tuhan Yang Maha kuasa.
b. Aku percaya kepada Tuhan yang Maha Kuasa.
c. Aku percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa.
d. Aku percaya kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

9. Manakah kalimat yang menggunakan ejaan secara benar?

a. Umat agama Islam beribadah di masjid.


b. Umat Agama Islam beribadah di masjid.
c. Umat agama Islam beribadah di Masjid.
d. Umat Agama Islam beribadah di Masjid.

10. Manakah kalimat yang menggunakan ejaan huruf kapital secara benar?

a. Peringatan hari Kartini dilakukan pada 21 April.


b. Peringatan Hari Kartini dilakukan pada 21 april.
c. Peringatan Hari Kartini dilakukan pada 21 April.
d. Peringatan hari kartini dilakukan pada 21 april.

(Baca juga: 15 Fungsi Huruf Kapital dalam Bahasa Indonesia)


11. Kalimat yang menggunakan huruf kapital secara tepat adalah ... .
a. Kita harus menyembah Tuhan Yang Maha Esa.
b. Kita harus menyembah Tuhan yang Maha Esa.
c. Kita harus menyembah Tuhan Yang Mahaesa.
d. Kita harus menyembah Tuhan yang Mahaesa.

12. Kalimat yang menggunakan huruf kapital secara tepat adalah ... .

a. Aku membaca cerita “Gajah yang Kecil”.


b. Aku membaca Cerita “Gajah Yang Kecil”.
c. Aku membaca cerita “Gajah Yang Kecil”.
d. Aku membaca cerita “gajah yang kecil”.

13. Kalimat yang menggunakan huruf kapital secara tepat adalah ... .

a. Ana berkata, “aku berasal dari Kota Solo.”


b. Ana berkata, “Aku berasal dari Kota Solo.”
c. Ana berkata, “Aku berasal dari kota Solo.”
d. Ana berkata, “Aku berasal dari kota solo.”

14. Kalimat yang menggunakan huruf kapital secara tepat adalah ... .
a. Aku paham sejarah perang Badar.
b. Aku paham sejarah perang badar.
c. Aku paham sejarah Perang Badar.
d. Aku paham Sejarah Perang Badar.
15. Kalimat yang menggunakan huruf kapital secara tepat adalah ... .

a. Dik Mei lahir di Bulan Desember.


b. Dik mei lahir di bulan Desember.
c. Dik mei lahir di Bulan Desember.
d. Dik Mei lahir di bulan Desember.

16. Kalimat yang menggunakan huruf kapital secara tepat adalah ... .

a. Acara itu dikunjungi gubernur Jawa Tengah.


b. Acara itu dikunjungi gubernur jawa Tengah.
c. Acara itu dikunjungi Gubernur Jawa Tengah.
d. Acara itu dikunjungi gubernur jawa tengah.

17. Kalimat yang menggunakan huruf kapital secara tepat adalah ... .

a. Setelah menyeberangi Selat Bali, Dika makan Selat Solo.


b. Setelah menyeberangi selat Bali, Dika makan selat solo.
c. Setelah menyeberangi selat Bali, Dika makan selat Solo.
d. Setelah menyeberangi Selat Bali, Dika makan selat Solo.

18. Kalimat yang menggunakan huruf kapital secara tepat adalah ... .
a. Ardi membeli kunci inggris di negara Inggris.
b. Ardi membeli kunci Inggris di negara Inggris.
c. Ardi membeli Kunci Inggris di Negara Inggris.
d. Ardi membeli Kunci Inggris di Negara Inggris.

19. Kalimat yang menggunakan huruf kapital secara tepat adalah ... .

a. Aku membaca undang-undang dasar 1945.


b. Aku membaca Undang-undang Dasar 1945.
c. Aku membaca Undang-Undang Dasar 1945.
d. Aku membaca undang-undang Dasar 1945.

20. Kalimat yang menggunakan huruf kapital secara tepat adalah ... .
a. Ayahku bekerja di Kementerian keuangan.
b. Ayahku bekerja di kementerian Keuangan.
c. Ayahku bekerja di Kementerian Keuangan.
d. Ayahku bekerja di kementerian keuangan.

MENGGUNAKAN EJAAN: MATERI DAN SOAL


PERSIAPAN USBN SD

MENGGUNAKAN EJAAN: SERI PERSIAPAN USBN SD

Menggunakan artinya memakai atau melakukan sesuatu dengan (https://kbbi.web.id/guna). Ejaan


adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam
bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca; (https://kbbi.web.id/eja)

Menggunakan ejaan artinya memakai kaidah-kaidah kebahasaan (ejaan) dalam kegiatan berbahasa
(menyusun kata, kalimat, paragraf, dan sebagainya.

Contoh soal dan kunci jawaban

1. Penggunaan ejaan yang tepat terdapat pada kalimat ....

A. Dika membeli obat sesak napas di apotek.

B. Dika membeli obat sesak nafas di apotek.


C. Dika membeli obat sesak napas di apotik.

D. Dika membeli obat sesak nafas di apotik.

2. Bacalah paragraf rumpang berikut!

Ketahuilah, bahwa kebiasaan ramah lingkungan dapat dilakukan di rumah. Misalnya, saat memasak
sayuran. Potong bahan makanan menjadi bagian-bagian kecil, gunakan panci kecil dengan air
secukupnya, dan gunakan penutup panci saat mendidihkan air. Ini akan membantu mempersingkat
waktu memasak, sehingga gas yang digunakan juga lebih sedikit. Hal ini menjadi cara yang . . . .
untuk mengatasi pemborosan energi di rumah.

Kata baku yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah . . . .

A. higienis

B. efektif

C. kreatif

D. aman

RINGKASAN MATERI

A. Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku

Kata baku adalah kata yang sesuai dengan ejaan kaidah bahasa Indonesia. Sedangkan kata tidak
baku adalah kata yang tidak sesuai dengan ejaan kaidah bahasa Indonesia. Kaidah bahasa Indonesia
ini lebih dikenal sebagai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Selain itu, kamus bahasa
Indonesia juga menjadi salah satu rujukan dalam penentuan baku atau tidaknya suatu kata.

Kata baku sering digunakan pada kalimat resmi ataupun percakapan resmi, misalnya pada pidato
atau ketika berbicara kepada orang yang lebih dihormati. Kata tidak baku lebih sering digunakan
dalam percakapan sehari-hari, misalnya dengan teman atau anggota keluarga. Kata tidak baku dapat
dikenali salah satunya dari penulisannya.

B. Ciri-Ciri Kata Baku dan Tidak Baku

Beberapa penentuan kata baku dapat dilihat dari ciri-cirinya.

Ciri ciri kata baku antara lain:

1. Kata baku tidak dapat berubah setiap saat


2. Tidak terpengaruh bahasa daerah
3. Bukan bahasa percakapan sehari-hari
4. Tidak terpengaruh bahasa asing
5. Penggunaan kata baku sesuai dengan konteks di dalam kalimat
6. Kata baku tidak mempunyai arti yang rancu
7. Kata baku tidak mengandung arti pleonasme (lebih dari apa yang diperlukan)
8. Pemakaian imbuhan pada kata baku secara eksplisit
Ciri-ciri kata tidak baku antara lain:

1. Dapat terpengaruh bahasa daerah atau bahasa asing


2. Terpengaruh oleh perkembangan zaman
3. Digunakan pada percakapan santai
4. Dapat dibuat oleh siapa saja sesuai keinginannya
(http://dosenbahasa.com/ciri-ciri-kata-baku-dan-tidak-baku)

C. Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

No. Kata Baku Kata Tidak Baku

1 abjad abjat

2 advokat adpokat

3 afdal afdol

4 akhlak ahlak
5 aktif aktip

UNDUH KAIDAH PEMAKAIAN TANDA BACA DI PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA DI SINI

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterB


MENGGUNAKAN EJAAN: MATERI DAN SOAL
PERSIAPAN USBN SD

MENGGUNAKAN EJAAN: SERI PERSIAPAN USBN SD

Menggunakan artinya memakai atau melakukan sesuatu dengan (https://kbbi.web.id/guna). Ejaan


adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam
bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca; (https://kbbi.web.id/eja)

Menggunakan ejaan artinya memakai kaidah-kaidah kebahasaan (ejaan) dalam kegiatan berbahasa
(menyusun kata, kalimat, paragraf, dan sebagainya.

Contoh soal dan kunci jawaban

1. Penggunaan ejaan yang tepat terdapat pada kalimat ....

A. Dika membeli obat sesak napas di apotek.

B. Dika membeli obat sesak nafas di apotek.

C. Dika membeli obat sesak napas di apotik.

D. Dika membeli obat sesak nafas di apotik.

2. Bacalah paragraf rumpang berikut!

Ketahuilah, bahwa kebiasaan ramah lingkungan dapat dilakukan di rumah. Misalnya, saat memasak
sayuran. Potong bahan makanan menjadi bagian-bagian kecil, gunakan panci kecil dengan air
secukupnya, dan gunakan penutup panci saat mendidihkan air. Ini akan membantu mempersingkat
waktu memasak, sehingga gas yang digunakan juga lebih sedikit. Hal ini menjadi cara yang . . . .
untuk mengatasi pemborosan energi di rumah.
Kata baku yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah . . . .

A. higienis

B. efektif

C. kreatif

D. aman

RINGKASAN MATERI

A. Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku

Kata baku adalah kata yang sesuai dengan ejaan kaidah bahasa Indonesia. Sedangkan kata tidak
baku adalah kata yang tidak sesuai dengan ejaan kaidah bahasa Indonesia. Kaidah bahasa Indonesia
ini lebih dikenal sebagai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Selain itu, kamus bahasa
Indonesia juga menjadi salah satu rujukan dalam penentuan baku atau tidaknya suatu kata.

Kata baku sering digunakan pada kalimat resmi ataupun percakapan resmi, misalnya pada pidato
atau ketika berbicara kepada orang yang lebih dihormati. Kata tidak baku lebih sering digunakan
dalam percakapan sehari-hari, misalnya dengan teman atau anggota keluarga. Kata tidak baku dapat
dikenali salah satunya dari penulisannya.

B. Ciri-Ciri Kata Baku dan Tidak Baku

Beberapa penentuan kata baku dapat dilihat dari ciri-cirinya.

Ciri ciri kata baku antara lain:

1. Kata baku tidak dapat berubah setiap saat


2. Tidak terpengaruh bahasa daerah
3. Bukan bahasa percakapan sehari-hari
4. Tidak terpengaruh bahasa asing
5. Penggunaan kata baku sesuai dengan konteks di dalam kalimat
6. Kata baku tidak mempunyai arti yang rancu
7. Kata baku tidak mengandung arti pleonasme (lebih dari apa yang diperlukan)
8. Pemakaian imbuhan pada kata baku secara eksplisit
Ciri-ciri kata tidak baku antara lain:

1. Dapat terpengaruh bahasa daerah atau bahasa asing


2. Terpengaruh oleh perkembangan zaman
3. Digunakan pada percakapan santai
4. Dapat dibuat oleh siapa saja sesuai keinginannya
(http://dosenbahasa.com/ciri-ciri-kata-baku-dan-tidak-baku)

C. Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

No. Kata Baku Kata Tidak Baku

1 abjad abjat

2 advokat adpokat

3 afdal afdol

4 akhlak ahlak

5 aktif aktip
UNDUH KAIDAH PEMAKAIAN TANDA BACA DI PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA DI SINI

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook


MENGGUNAKAN TANDA BACA: SERI
PERSIAPAN USBN SD RUANG LINGKUP
MATERI MENYUNTING KATA, KALIMAT, DAN
PARAGRAF

MENGGUNAKAN TANDA BACA

Menggunakan artinya memakai atau melakukan sesuatu dengan (https://kbbi.web.id/guna). Tanda


baca adalah tanda yang dipakai dalam sistem ejaan (seperti titik, koma, titik dua)
(https://kbbi.web.id/tanda)

Menggunakan tanda baca artinya memakai tanda yang dipakai dalam sistem ejaan (seperti titik,
koma, titik dua) dalam kegiatan berbahasa. Misalnya dalam menyusun kalimat, paragraf, dan
sebagainya.

Contoh soal dan pembahasan

1. Lengkapilah tanda kurung di bawah ini dengan tanda baca yang tepat!

Kami mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri acara penamatan yang Insya Allah akan

dilaksanakan pada:

hari / tanggal (…) Senin/12 Juni 2012

pukul (…) 08.30 – selesai


tempat (…) Aula Sekolah

Tanda baca yang tepat sesuai kalimat suratyang disajikan adalah ....

A. koma (,)

B. tanda hubung (-)

C. titik dua (:)

D. tanda titik (.)

2.

UNDUH KAIDAH PEMAKAIAN TANDA BACA DI PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA DI
SINI
Penalaran: Mengevaluasi, Membandingkan Pola (Menganalisis),
Menanggapi

A. Membaca Nonsastra
23. memprediksi kejadian berdasarkan isi teks

24. membandingkan isi teks

25. melengkapi tabel dengan pokok-pokok pikiran berdasarkan isi teks