Anda di halaman 1dari 1

Setiap bidang studi di SD memiliki kekhasan dari hakikat, objek kajian, tujuan bidang studi, tujuan

pembelajaran bidang studi, struktur materi, komptensi dan nilai yang dikembangkan. Matematika
dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif,
serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar siswa dapat memiliki
kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada
keadaan yang selalu berubah, penuh dengan ketidakpastian, dan bersifat kompetitif. Bahasa
Indonesia merupakan media penerima dan penyampai (penghela) mata pelajaran lainnya. Bahasa
Indonesia merupakan sarana untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang,
baik berbentuk perasaan, pikiran, gagasan, dan keinginan yang dimilikinya (sebagai alat ekspresi
diri) serta untuk menyatakan dan memperkenalkan keberadaan diri seseorang kepada orang lain
dalam berbagai tempat dan situasi. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sering disebut juga Sains
yang dalam bahasa Inggris disebut Science merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala-gejala
alam dan kebendaan yang sistematis tersusun secara teratur, berlaku secara umum, berupa
kumpulan hasil observasi dan eksperimen. Tidak hanya sebagai kumpulan benda atau makhluk
hidup, tetapi tentang cara kerja, cara berpikir, dan cara memecahkan masalah. Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS) adalah mata pelajaran yang mempelajari tentang kehidupan manusia dalam berbagai
dimensi ruang dan waktu serta berbagai aktivitas kehidupannya. Mata pelajaran IPS bertujuan
untuk menghasilkan warganegara yang religius, jujur, demokratis, kreatif, kritis, senang membaca,
memiliki kemampuan belajar, rasa ingin tahu, peduli dengan lingkungan sosial dan fisik,
berkontribusi terhadap pengembangan kehidupan sosial dan budaya, serta berkomunikasi secara
produktif. PPKn merupakan mata yang menjadi wahana edukatif dalam mengembangkan siswa
menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai
Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, semangat Bhinneka
Tunggal Ika dan komitmen Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) merupakan aktivitas belajar yang
menampilkan karya seni estetis, artistik, dan kreatif yang berakar pada norma, nilai, perilaku, dan
produk seni budaya bangsa. Mata pelajaran ini bertujuan mengembangkan kemampuan siswa untuk
memahami seni dalam konteks ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta berperan dalam
perkembangan sejarah peradaban dan kebudayaan, baik dalam tingkat lokal, nasional, regional,
maupun global. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada hakikatnya adalah
proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam
kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. PJOK memperlakukan anak sebagai
sebuah kesatuan utuh, makhluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang
terpisah kualitas fisik dan mentalnya. Pendekatan pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru
untuk diterapkan di kelas antara lain pendekatan saintifik, konstruktivisme, berbasis proyek,
berbasis masalah, berbasis penemuan, kontekstual, kooperatif, dan kuantum. Pendekatan secara
operasional diturunkan menjadi model-model pembelajaran yang memiliki langkah spesifik
(sintaks) yang telah dikaji oleh penemunya. Pendekatan kontekstual menurunkan model
pembelajaran REACT, pendekatan kooperatif menurunkan pendekatan Jigsaw, TGT, STAD, TAI,
TI, NHT, dll., pendekatan kuantum menurunkan model TANDUR dan AMBAK.