Anda di halaman 1dari 6

PERENCANAAN FILTER PASIF UNTUK MENGURANGI HARMONIK

PADA CONVERTER SATU FASA


1. Tujuan
a. Untuk mengetahui karakteristik harmonik yang diakibatkan oleh converter sebagai
pengendali motor dc.
b. Merencanakan filter pasif untuk mengurangi harmonik yang sesuai dengan
karakteristik harmonik yang terjadi.

2. Pengukuran harmonik tanpa filter

Gambar rangkaian converter tanpa filter dengan motor dc berbeban T = 1 Nm.

Gambar grafik harmonik arus dengan beban motor T = 1 Nm.


Gambar pengukuran arus fundamental dimulai dari frekuensi 50 Hz, urutan harmonisa ke-2
dengan frekuensi 100 Hz, urutan harmonisa ke-3 dengan frekuensi 150 Hz, dan seterusnya.

1 1
ITHD = (∑∞
ℎ=2 𝐼ℎ )2 x 100%
𝐼1

ITHD = 15, 07 %
Gambar grafik harmonik tegangan dengan beban motor T = 1 Nm.

1 1
VTHD = (∑∞
ℎ=2 𝑉ℎ )2 x 100%
𝑉1

VTHD = 14,487 %

Dari hasil pengukuran yang dilakukan , maka dapat direncananakan filter pasif yang
terdiri dari komponen induktor dan kapaistor. Filter yang digunakan merupakan filter pasif
low pass, yaitu filter yang hanya melewatkan frekuensi dibawah frekuensi cut-off.
Sedangkan frekuensi di atas frekuensi cut-off akan di potong atau akan mengalami
penurunan amplitudo. Nilai komponen induktor dan kapasitor dihitung dengan
menggunakan persamaan pada referensi dengan menentukan frekuensi cut-off terlebih
dahulu. Frekuensi Cut-off merupakan hasil perkalian frekuensi dasar sistem dengan
harmonik ke-n. Pada penelitian ini frekuensi cut-off (fn) 100 Hz karena arus harmonik
tertinggi terjadi pada harmonik ke-2 yaitu (2 x 50 Hz =100 Hz ).

Untuk menentukan nilai komponen filter dapat dilakukan dengan menetapkan salah
satu nilai L atau C. Jika nilai C ditetapkan maka nilai induktor dapat ditentukan, begitupun
jika L yang ditetapkan maka nilai C dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan
berikut :

Zf = XL - Xc
1
Zf = 2𝜋fnL -
2𝜋𝑓𝑛 𝐶
Untuk impedansi ideal Zf = 0, dimana dalam kenyataan terdapat nilai besar
impedansi. Perhitungan Zf ideal sebagai berikut :

Dimisalkan untuk nilai L = 84 mH, maka:

XL = 2πfnL = 2π.100.84.10-3

XL = 52,779 Ω

Karena Zf = 0, maka XC = XL

1
XC = = XL
2𝜋𝑓𝑛 𝐶

1
= 52,779
2𝜋.100 𝐶
1
C= = 30,15.10-6 F
200𝜋.52,779

3. Pengukuran harmonik dengan filter

Dari perhitungan sebelumnya maka didapatkanlah nilai L dan C untuk filter harmonik
adalah L = 84 mH dan C = 30 µF. Maka rangkaian converter dengan filter harmonik adalah
sebagai berikut:

Gambar rangkaian converter dengan filter harmonik berbeban motor DC T = 1 Nm.


Gambar grafik harmonik arus dengan filter beban motor dc T = 1 Nm.

Gambar pengukuran arus fundamental dimulai dari frekuensi 50 Hz, urutan harmonisa ke-2
dengan frekuensi 100 Hz, urutan harmonisa ke-3 dengan frekuensi 150 Hz, dan seterusnya.
1 1
ITHD = (∑∞
ℎ=2 𝐼ℎ )2 x 100%
𝐼1

ITHD = 3, 803 %

Gambar grafik harmonik tegangan dengan filter.

1 1
VTHD = (∑∞
ℎ=2 𝑉ℎ )2 x 100%
𝑉1

VTHD = 3,245 %
Setelah filter dipasang ke rangkaian converter 1 fasa harmonik yang ditimbulkan
berubah secara signifikan lebih kecil dari sebelum rangkaian dipasang filter. Dimana
harmonik sebelum dipasang filter ITHD = 15,07% dan VTHD = 14,487% dan sesudah dipasang
filter harmonik menjadi ITHD = 3,8% dan VTHD = 3,24%.

4. Kesimpulan
a. Rangkaian filter dipasangkan sebelum converter dimana induktor (L)
terhubung seri dan kapasitor (C) terhubung paralel terhadap beban.
b. Dengan dipasangnya filter harmonik didapat nilai total harmonik distorsi
dibawah 5% yang berarti telah memenuhi standart.
c. Dengan menentukan frekuensi cut-off 100 Hz, yakni pada urutan harmonisa
ke-2 maka arus-arus dan tegangan-tegangan harmonisa yang diatas urutan
ke-2 dipotong amplitudonya oleh filter. Sehingga arus dan tegangan
harmonisa menjadi sangat kecil.