Anda di halaman 1dari 26

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Insomnia

2.1.1 Fisiologi Tidur

Tidur adalah suatu periode istirahat bagi tubuh atas kemauan serta

kesadaran dan secara utuh atau sebagian fungsi tubuh yang akan dihambat atau

dikurangi tidur juga digambarkan sebagai suatu tingkah laku yang ditandai

dengan karakteristik pengurangan gerakan tetapi bersifat reversible terhadap

rangsangan dari luar.8

Tidur dibagi menjadi dua tahap secara garis besarnya yaitu:

1. Fase rapid eye movement (REM) disebut juga active sleep

2. Fase non-rapid eye movement (NREM) disebut juga quiet.

a. Tidur REM

Tidur Rem merupakan tidur dalam kondisi aktif atau tidur paradoksial

yang ditandai dengan mimpi yang bermacam-macam, otot-otot yang meregang,

kecepatan jantung dan pernapasan tidak teratur (seringnya lebih cepat),

perubahan tekanan darah, gerakan otot tidak teratur, gerakan mata cepat,

pembebasan steroid, sekresi lambung meningkat dan ereksi penis pada pria.

Saraf-saraf simpatetik bekerja selama tidur REM, diperkirakan terjadi proses

5
6

penyimpanan secara mental yang digunakan sebagai pelajaran, adaptasi

psikologis dan memori.9

b. Tidur NREM

Tidur NREM merupakan tidur yang nyaman dan dalam tidur gelombang

pendek karena otak selama tidur NREM lebih lambat daripada gelombang

alpha dan beta pada orang yang sadar atau tidak dalam keadaan tidur.Biasanya

tidur pada malam hari itu adalah tidur NREM. Tidur ini sangat dalam, tidur

penuh dan dapat memulihkan kembali beberapa fungsi fisiologis.9

2.1.2 Pengertian Insomnia

Menurut DSM-IV, Insomnia didefinisikan sebagai keluhan dalam hal

kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur atau tidur non-restoratif

yang berlangsung setidaknya satu bulan dan menyebabkan gangguan signifikan

atau gangguan dalam fungsi individu. The International Classification of

Diseases mendefinisikan Insomnia sebagai kesulitan memulai atau

mempertahanakan tidur yang terjadi minimal 3 malam/minggu selama minimal

satu bulan. Menurut The International Classification of Sleep Disorders,

insomnia adalah kesulitan tidur yang terjadi hampir tiap malam, disertai rasa

tidak nyaman setelah episode tidur tersebut. Jadi, Insomnia adalah gejala

kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau

mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk melakukannya.

Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki

Universitas Abulyatama
7

berbagai penyebab, seperti kelainan emosional, kelainan fisik dan pemakaian

obat-obatan.9

2.1.3 Etiologi Insomnia

1.Stress

Kekhawatiran tentang pekerjaan, kesehatan, sekolah, atau keluarga dapat

membuat pikiran mejadi aktif dimalam hari, sehingga sulit untuk

tidur.Peristiwa kehidupan yang stress, seperti kematian atau penyakit dari

orang yang dicintai, perceraian atau kehilangan pekerjaan, dapat menyebabkab

insomnia.

2. Kecemasan dan depresi

Hal ini mungkin disebabkan ketidakseimbangan kimia dalam otak atau

karena kekhawatiran yang menyertai depresi.

3. Obat-obatan

Beberapa resep obat dapat mempengaruhi proses tidur, termasuk beberapa

anti depresan, obat jantung dan tekanan darah, obat alergi, stimulant (seperti

Ritalin) dan kortikosteroid.

4. Kafein, Nikotin dan Alkohol.

Kopi , teh, cola dan minuman yang mengandung kafein adalah stimulant

yang terkenal. Nikotin merupakan stimulant yang dapat menyebabkan

insomnia.Alcohol adalah obat penenang yang dapat membantu seseorang


Universitas Abulyatama
8

jatuh tertidur, tetapi mencegah tahap lebih dalam tidur dan sering

menyebabkan terbangun di tengah malam.

5. Kondisi medis

Jika seseorang memiliki gejala nyeri kronis, kesulitan bernapas dan sering

buang air kecil, kemungkinan mereka untuk mengalami insomnia lebih besar

dibandingkan mereka yang tanpa gejala tersebut. Kondisi ini dikaitkan

dengan insomnia akibat arthritis, kanker, gagal jantung, penyakit paru-paru,

gastroesophageal reflux disease (GERD), stroke, penyakit Parkinson dan

penyakit Alzheimer.

6. Perubahan lingkungan atau jadwal kerja

Kelelahan setelah perjalan jauh atau pergeseran waktu kerja dapat

menyebabkan terganggunya irama sirkadian tubuh, sehingga sulit untuk tidur.

Ritme sirkadian bertindak sebagai jam internal, mengatur siklus tidur-bangun,

metabolisme, dan suhu tubuh.10,11

Terdapat beberapa perilaku yang dapat menyebabkan seseorang terkena

insomnia yaitu :

 Hygiene tidur yang kurang secara umum misalnya cuci muka

 Kekhawatirantidak dapat tidur

 Mengkonsumsi kafein berlebihan

 Merokok sebelum tidur

 Jadwal atau bangun tidur tidak teratur.11

Universitas Abulyatama
9

2.1.4 Faktor Resiko Insomnia

Hampir setiap orang memiliki kesulitan untuk tidur pada malam hari tetapi

resiko insomnia meningkat jika terjadi pada:

1.Wanita

perempuan lebih mungkin mengalami insomnia. Perubahan hormon

selama siklus menstruasi dan menopause mungkin memainkan peran. Selama

menopause, sering berkeringat pada malam hari dan hot flashes sering

mengganggu tidur.

2.Usia lebih dari 60 tahun

Karena terjadi perubahan dalam pola tidur, insomnia meningkat sejalan

dengan usia.

3.Memiliki gangguan kesehatan mental

Banyak gangguan, termasuk depresi, kecemasan, gangguan bipolar dan

post-traumatic stress disorder, mengganggu tidur.

4.Stress

Stress dapat menyebabkan insomnia sementara, stress jangka panjang

seperti kematian orang yang dikasihi atau perceraian, dapat menyebabkan

insomnia kronis. Menjadi miskin atau pengangguran juga meningkatkan

resiko terjadinya insomnia.

5.Perjalanan jauh (jetlag) dan Perubahan jadwal kerja

Universitas Abulyatama
10

Bekerja dimalam hari sering meningkatkan resiko insomnia.12,13

2.1.5 Klasifikasi Insomnia

Berdasarkan etiologinya, terdapat 2 kalsifikasi insomnia, yaitu:

1. Insomnia primer adalah insomnia yang etiologi umunya tidak

terkait dengan kondisi penyerta seperti gangguan psikiatri,

gangguan medis dan pengunaan obat. Walaupun ada kondisi

penyerta, Insomnia primer akan dibedakan penyebabnya dengan

kondisi penyerta tersebut.

2. Insomnia sekunder adalah insomnia yang etiologinya disebabkan

oleh kondisi penyerta seperti gangguan psikiatri, gangguan medic,

penyalahgunaan obat, atau gangguan tidur terkait lainnya. Hal ini

biasanya hanya akan digambarkan sebagai gejala atau kumpulan

gejala.14

2.1.6 Epidemiologi Insomnia

Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering dialami pada

masyarakat. Gejala insomnia dialami 30-40% pada orang dewasa dan

gangguan insomnia terjadi 5-10% pada orang dewasa. 40% diantaranya

mengalami gangguan pskiatri seperti stress, depresi dan kecemasan.15

Universitas Abulyatama
11

2.1.7 Tanda dan Gejala Insomnia

1. Kesulitan untuk memulai tidur pada malam hari

2. Sering terbangun pada malam hari

3. Bangun tidur terlalu awal

4. Kelelahan atau mengantuk pada siang hari

5. Konsentrasi dan perhatian berkurang

6. Peningkatan kesalahan dan kecelakaan

7. Ketegangan dan sakit kepala

8. Gejala gastrointestinal.12,10,1

2.1.8 Kriteria Diagnostik Insomnia

Diagnosis Insomnia dapat ditegakkan dengan menggunakan kriteria

Diagnostic and Statistic Manual (DSM V-TR). Kriteria ini membedakan

insomnia primer (yang berhubungan dengan distress) dengan insomnia

sekunder kriteria diagnostic berdasarkan DSM V-TR dalam menentukan

insomnia primer apabila terdapat gejala-gejala berikut:

a. Keluhan adanya kesulitan masuk tidur atau mempertahankan tidur,

atau kualitas tidur yang buruk.

b. Gangguan terjadi minimal 3kali dalam seminggu selama minimal

satu bulan.

Universitas Abulyatama
12

c. Adanya preokupasi dengan tidak bisa tidur (sleeplessness) dan

peduli yang berlebihan terhadap akibatnya pada malam hari dan

sepanjang siang hari.

d. Ketidakpuasan terhadap kuantitas dan atau kualitas tidur

menyebabkan penderitaan yang cukup berat dan mempengaruhi

fungsi dalam sosial dan pekerjaan.16

2.1.9 Penatalaksanaan Insomnia

1. Non Farmakologi

a. Terapi Tingkah Laku

Terapi tingkah laku bertujuan untuk mengatur pola tidur yang baru dan

mengajarkan cara untuk menyamankan suasana tidur. Tetapi tingkah laku

ini umunya direkomendasikan sebagai terapi tahap pertama untuk

penderita insomnia.

Terapi tingkah laku meliputi:

 Edukasi tentang kebiasaan tidur yang baik

 Teknik relaksasi

o Meliputi merelaksasikan otot secara progresif, dan latihan

pernapasan.

 Terapi kognitif

o Meliputi merubah pola pikir dari kekahawatiran tidak tidur dengan

pemikiran yang positif.


Universitas Abulyatama
13

b. Gaya hidup dan pengobatan dirumah

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi insomnia:

 mengatur jadwal tidur yang konsisten termasuk pada hari libur

 tidak berada ditempat tidur ketika tidak tidur

 tidak memaksakan diri untuk tidur ketika tidak bisa

 relaksasi sebelum tidur, seperti mandi air hangat, membaca,

latihan pernapasan, atau beribadah

 mengindari atau membatasi tidur siang

 menghindari nikotin, alkohol, dan kafein

 menghindari makan besar sebelum tidur.

2. Farmakologi

Pengobatan Insomnia secara farmakologi dibagi menjadi dua golongan

yaitu benzodiazepine dan non benzodiazepine.

a) Benzodiazepine (Nitrazepam, Trizolam, dan Estazolam)

b) Non benzodiazepine (Chloral-hydrate, Phenobarbital).10,17

Universitas Abulyatama
14

2.2 Media Sosial

2.2.1 Sejarah Media Sosial

Pada tanggal 29 Oktober 1969, computer SDS Sigma 7 milik University of

California Los Angeles (UCLA) Amerika Serikat (AS) sukses mengirim pesan

computer SRI di Universitas Standford yang jauhnya 560km. Pesan yang

bersejarah itu dikirim oleh peneliti UCLA Bill Duvall kepada rekannya di

Stanford, Charley Kline sekitar pukul 22.30 waktu setempat.Pesan berupa teks

itu dikirim via jaringan pocket switching Advanced Research Project Agency

NET (ARPANET), yang dalam perkembangannya menjadi cikal bakal dari

tulang punggung jaringan internet modern bersama TCP/IP.

Dari sukses pengiriman kata “login” itu, internet yang awalnya

menghubungkan bebrapa kampus di AS, kelak berubah menjadi jaringan global.

Dalam kurun 45 tahun internet berevolusi sehingga menghubungkan jutaan

komputer dengan beragam jenis konten, mulai dari data, musik, gambar,

hingga file video beresolusi tinggi dengan kecepatan tinggi pula. Asosiasi

professional teknologi dari Institute of Electrical and Electronics Engineers

(IEEE) dalam sebuah plakat menyatakan UCLA sebagai tempat lahir internet.

Pada tahun 1969 tercatat pula lahirnya CompuServe yang merupakan

internet service provider komersil pertama untuk public di Amerika

Serikat.Teknologi yang digunakan dikenal dengan sebutan dial-up dan terus

banyak digunakan sampai pertengahan tahun 1990-an.

Universitas Abulyatama
15

Embriologi medsos sendiri bermula pada era 70-an, tepatnya tahun 1978,

saat sistem papan bulletin atau bulletin board system (BBS) ditemukan oleh

Ward Christensen dan Randy Suess yang merupakan pecinta dunia komputer.

Sistem papan ini memungkinkan pengguna (user) untuk bisa berhubungan

dengan orang lain memakai surat elektronik atau pun mengunggah dan

mengunduh melalui perangkat lunak yang tersedia saat itu. Ini merupakan

awal sebuah komunitas virtual dalam lingkup terbatas. Kala itu konektivitas

internet berlangsung menggunakan saluran telepon yang terhubung dengan

modern.

Pada tahun 1993 lahir World Wide Web di internet dengan browser grafis

pertama, mosaik, dan halaman web seperti dikenal saat ini oleh National

Center for Supercomputing Applications (NCSA) yang ada di University

Illionis Urbana Champaign. Terobosan dalam teknologi komunikasi dan

informasi ini ikut mengubah wajah dunia melalui kemampuan untuk

menyuarakan opini dan mengakses beragam informasi yang ada.

Pada tahun 1995 muncul situs Classmates.com yang merupakan situs

jejaring sosial terbatas pada lingkungan orang-orang tertentu saja.Dua tahun

kemudian situs Sixdegree.com lahir.Situs ini dinilai sebagai kelahiran dari

sistem jejaring sosial pertama, karena lebih menawarkan sebuah situs jejaring

sosial ketimbang Classmates.com.Situs ini memiliki aplikasi untuk membuat

profil, menambah teman, dan mengirim pesan.

Universitas Abulyatama
16

Pada tahun 1998 Google muncul sebagai mesin pencari utama di internet

dan memunculkan tampilan indeks.Laju perkembangan jejaring sosial begitu

evolutif.Tahun 1999 muncul situs yang dapat digunakan untuk membuat blog

pribadi, yaitu Blogger.Situs ini memberi peluang kepada penggunanya untuk

dapat membuat halaman situs sendiri.Dengan demikian pengguna Blogger bisa

memuat halaman blognya dengan berbagai informasi, seperti hal atau

pengalaman bersifat pribadi dan ide, kritik serta pendapatnya mengenai suatu

topik persoalan yang sedang hangat.

Kemudian pada tahun 2001, Wikipedia sebuah ensiklopedia online dan

wiki terbesar di dunia muncul. Berikutnya pada tahun 2002, muncul Friendster

sebagai situs anak muda pertama yang semula disediakan untuk tempat

pencarian jodoh. Konektivitas dalam jaringan maya menjadi awal untuk

kemudian dapat disusul dengan temu darat.Oleh karena itu, situs ini lebih

diminati anak muda untuk saling berkenalan.Friendster mengalami booming

dan kehadirannya begitu fenomenal.

Bak jamur yang tumbuh di musim hujan, dalam waktu singkat

bermunculan situs sosial interaktif lain menyusul Friendster. Seakan Friendster

tidak dibiarkan eksis sendirian dalam waktu lama, karena sejak 2003 terus

bermunculan berbagai medsos dengan seabrek keunggulan, keunikan,

karakteristik dan segmentasi yang beragam.

Tahun 2003 lahir pula MySpace.Kemudahan dalam penggunaan

ditawarkan oleh MySpace, sehingga situs jejaring sosial ini lebih mudah

Universitas Abulyatama
17

digunakan.Hingga akhir tahun 2005, Friendster dan MySpace merupakan situs

jejaring sosial yang paling diminati.

Salah satu unsur mendasar yang ada pada situs-situs medsos tersebut

adalah fungsi dan layanan jejaring sosial. Layanan jejaring sosial memberikan

jasa konektivitas melalui situs, platform dan sarana yang berfungsi

memfasilitasi pembentukkan jaringan atau hubungan sosial diantara beragam

orang yang mempunyai ketertarikan, minat, kegiatan, latar belakang, maksud,

kepentingan, tujuan, atau korelasi dunia nyata yang sama. Berbagi situs

jejraing sosial memudahkan pengguna untuk berbagi ide, saran, pandangan,

aktivitas, informasi, acara, ajakan dan ketertarikan di dalam jaringan individu

masing-masing orang.Selain layanan jejaring sosial bersifat terpusat pada

individu, sosok atau tokoh, berkembang pula layanan komunitas yang sifatnya

lebih terpusat pada grup atau kelompok bersama.

Pada tahun 2004 Facebook lahir. Situs jejaring sosial ini sampai kini

masuk dalam jajaran lima besar yang paling dikenal karena memiliki banyak

anggota. Memasuki tahun 2006, pengguna Friendster dan MySpace mulai

tergeser dengan adanya Facebook.Situs ini dengan corak tampilan yang lebih

modern memungkinkan orang untuk berkenalan dengan mengakses informasi

seluas-luasnya.

Tahun 2006 Twitter lahir.Kemunculan Twitter menambah jumlah situs

sosial bagi kaum muda.Pengguna Twitter hanya bisa meng-update status yang

bernama tweet atau kicauan, dan dibatasi hanya 140 karakter saja. Twitter

Universitas Abulyatama
18

menggunakan system mengikuti-tidak mengikuti (follow-unfollow), di mana

seseorang dapat melihat status terbaru dari orang yang diikuti (follow).

Pada tahun 2007Wiser lahir. Situs jejaring sosial ini meluncur bertepatan

dengan peringatan Hari Bumi (22 April) 2007, dengan tujuan menjadi sebuah

direktori online organisasi lingkungan seluruh dunia termasuk gerakan pro

lingkungan hidup yang dilakukan individu, organisasi dan kelompok.

Tidak mau ketinggalan oleh situs jejaring sosial yang lebih dulu eksis,

Google pada tahun 2011 mengeluarkan Google+. Situs jejaring sosial ini di

awal peluncurannya hanya terbatas pada orang yang telah di-invite oleh

Google. Akan tetapi tidak lama kemudian Google+ diluncurkan secara umum.

Tahun 2012 muncul Ketiker. Situs untuk semua usia ini menambah daftar

panjang situs-situs jejaring sosial. Situs web ini lebih menawarkan jejaring

sosial berupa mikroblog yang memberi peluang bagi penggunanya untuk

mengirim dan membaca pesan secara leluasa. Belakangan, kemunculan Line,

We Chat, Kakao Talk, Instagram dan yang lainnya terus menambah panjang

daftar situs-situs jejaring sosial yang sudah ada. Hal itu ditopang oleh

kemajuan perangkat gadget, teknologi informasi dan kecepatanjaringan

internet yang makin pesat.18

Universitas Abulyatama
19

2.2.2 Definisi Media sosial

Media sosial merupakan perkembangan mutakhir dari teknologi-teknologi

web baru berbasis internet, yang memudahkan semua orang untuk

berkomunikasi, berpartisipasi, saling berbagi dan membentuk sebuah jaringan

secara online, sehingga dapat menyebarluaskan konten mereka sendiri. Post di

blog, tweet, atau video Youtube dapat direproduksi dan dapat dilihat secara

langsung oleh jutaan orang secara gratis.5

2.2.3 Fasilitas Media Sosial (Gadget)

Secara estimologi, gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang

berati perangkat elektronik kecil yang memilki fungsi khusus. Alat elektronik

yang memiliki pembaharuan dari hari ke hari sehingga membuat hidup manusia

lebih praktis.6

Cara bagaimana menggunakan gadget dan fitur-fitur didalamnya

khususnya media sosial adalah dengan cermat dalam pemakaianya, sehingga tidak

sampai mempengaruhi pola tidur atau insomnia.6

Beberapa jenis fasilitas media sosial (gadget) yang dapat digunakan untuk

mengakses media sosial adalah:

a. Komputer.

Komputer adalah serangkaian atau sekelompok mesin elektronik yang

terdiri dari ribuan bahkan jutaan komponen yang dapat saling bekerja

sama, serta membentuk sebuah sistem kerja yang rapi dan teliti.

Universitas Abulyatama
20

b. Laptop.

Laptop adalah komputer yang portabel, yang bisa digunakan secara mobile

dan tidak tergantung pada tempat.

c. Handphone .

Handphone adalah perangkat telemunikasi elektronik yang mempunyai

kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap,

namun dapat dibawa kemana mana dan tidak perlu disambungkan dengan

jaringan telepon dan bisa digunakan untuk mengakses internet dan lain

lain.

d. Tablet.

Tablet adalah suatu komputer portable lengkap yang seluruhnya berupa

layar sentuh datar.6

2.2.4 Jenis-Jenis Media Sosial

Media sosial mempunyai banyak bentuk, diantaranya yang paling popular

yaitu Twitter, Facebook, dan Blog, Line dan Instagram.

1. Twitter adalah suatu situs web yang merupakan layanan dari

mikroblog, yaitu suatu bentuk blog yang membatasi ukuran setiap

post-nya, yang memberikan fasilitas bagi pengguna untuk dapat

menuliskan pesan dalam twitter update hanya berisi 140 karakter.

Twitter merupakan suatu jejaring sosial yang paling mudah

digunakan, karena hanya memerlukan waktu yang singkat tetapi

informasi yang disampaikan dapat langsung menyebar secara luas.5

Universitas Abulyatama
21

2. Facebook adalah suatu situs jejaring sosial yang dapat dijadikan

sebagai tempat untuk menjalin hubungan pertemanan dengan

seluruh orang yang ada di belahan dunia umtuk dapat

berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Facebook merupakan

situs pertemanan yang dapat digunakan oleh manusia untuk

bertukar informasi, berbagi foto, video, dan lainnya.19

3. Blog merupakan singkatan dari web + log, yaitu sejenis website

pribadi yang dapat digunakan untuk menuliskan suatu pesan atau

informasi secara terus menerus dan mempublikasikannya. Blog

dapat berupa berita atau artikel yang nantinya akan terus

diperbaharui. Dalam satu blog dapat berisi bermacam-macam

artikel yang dikelompokkan dalam suatu kategori atau hanya terdiri

atas satu jenis kategori saja.20

4. Line adalah suatu aplikasi yang digunakan untuk kegiatan berkirim

pesan secara gratis diperangkat smartphone. Namun, aplikasi line

sebenarnya juga bisa disebut sebagai aplikasi jejaring sosial karena

terdapatnya fitur timeline sebagai wadah untuk berbagi status,

pesan suara, video, foto, kontak dan informasi lokasi.21

5. Instagram adalah sebuah aplikasi berbgai foto yang memungkinkan

pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan

membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk

instagram milik sendiri. Instagram dapat digunakan di iphone, ipad

atau ipod touch versi apapun.21

Universitas Abulyatama
22

2.2.5 Fungsi Media Sosial

Media Sosial memiliki beberapa fungsi sebagai berikut;

a) Sosial media adalah media yang didesain untuk memperluas

interaksi sosial manusia menggunakan internet dan teknologi web.

b) Sosial media berhasil mentransformasi praktik komunikasi searah

media siaran dari satu institusi media ke banyak audience menjadi

praktik komunikasi dialogis antar banyak audience.

c) Sosial media mendukung demokratisasi pengetahuan dan informasi.

Mentransformasi manusia dari pengguna isi pesan menjadi

pembuat pesan itu sendiri.21

2.2.6 Karakteristik Media Sosial

Berikut ini bebrapa karakteristik yang ada pada media sosial:

a. Partisipasi

Mendorong kontribusi dan umpan balik dari setiap orang yang tertarik

atau berminat menggunakannya, hingga mengaburkan batas antara

media dan audience.

b. Keterbukaan

Kebanyakan media sosial terbuka bagi umpan balik dan partisipasi

melalui sarana-sarana votting, komentar dan berbagi informasi. Jarang

Universitas Abulyatama
23

sekali dijumpai batasan untuk mengakses dan memanfaatkan isi pesan

( perlindungan password terhadap isi cenderung dianggap aneh).

c. Perbincangan

Memungkinkan terjadinya perbincangan antar pengguna.

d. Komunitas

Media sosial memungkinkan terbentuknya komunitas-komunitas

secara tepat dan berkomunikasi secara efektif tentang beragam

isu/kepentingan (dari hobi fotografi, politik, hingga tayangan tv

favorit).

e. Keterhubungan

Mayoritas media sosial tumbuh subur lantaran kemampuan melayani

keterhubungan antar pengguna, melalui fasilitas tautan (links) ke

website, sumber-sumber informasi dan pengguna-pengguna lain.21

2.2.7 Dampak Positif Media Sosial

Dampak Positif sosial media adalah sebagai berikut:

 Memperluas jaringan pertemanan. Mereka bisa memperluas

pertemanan seluas-luasnya karena tidak dibatasi oleh luas wilayah,

anak-anak dan remaja bisa menjadi lebih mudah menjalin

Universitas Abulyatama
24

pertemanan dengan orang lain di seluruh dunia, meskipun

sebelumnya belum pernah bertemu secara langsung.

 Remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri

melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena

mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.

 Memudahkan dalam memperoleh informasi. Remaja menjadi

mudah untuk memperoleh informasi yang ada di internet karena

adanya blog ataupun website. Selain itu media sosial juga bisa

digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan,

kebudayaan, dan lain-lain.

 Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih

bersahabat, perhatian dan empati. Misalnya memberikan perhatian

saat ada teman mereka berulang tahun, mengomentari foto, video

dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski

tidak dapat bertemu secara fisik.

 Anak-anak dan remaja bisa memanfaatkan untuk belajar

mengembangkan keterampilan teknis dan memiliki jiwa sosial

yang sangat di butuhkan di zaman era digital seperti saat ini.

mereka dapat belajar bagaimana cara beradaptasi, bersosialisasi,

dengan masyarakat banyak dan menjalin pertemanan dengan

berbagai orang dari berbagai daerah.

Universitas Abulyatama
25

 Memudahkan remaja untuk berbagi atau sharing. Dengan adanya

blog, remaja mudah berbagi mengenai pengalaman hidupnya dan

berbagai hal lainnya yaitu dengan mempostingnya ke blog.

 Bisa dijadikan tempat iklan bagi yang ingin melakukan usaha

online. Saat ini media sosial telah memberikan layanan iklan.

Seperti blogger, facebook, twitter dan lainnya bisa menempatkan

iklan di situs tersebut.

 Sebagai media diskusi, media dakwah, tukar informasi dan

mengajak kebaikan.

 Dengan media sosial kita dapat mendiskusikan tentang pemecahan

sebuah masalah, kita bisa berdakwah tentang kebaikan dan yang

pasti bertukar informasi atau sharingdengan orang lain. Sebagai

media iklan, baik iklan gratis dengan cara posting maupun iklan

berbayar yang telah disediakan.

 Media untuk kampanye. Sebagai contoh media kampanye untuk

pemenangan capres dan cawapres 2009. Seperti yang dilakukan

oleh Obama dalam pemilihan presiden lewat media internet seperti

facebook, myspace dan youtube yang menang karena lebih gaul ke

anak muda.22

2.2.8 Dampak Negatif Sosial Media

Dampak negatif sosial media adalah sebagai berikut:

Universitas Abulyatama
26

 Remaja menjadi kecanduan untuk menggunakan jejaring sosial

tanpa tahu waktu. Kebanyakan apabila seorang remaja

menggunakan jejaring sosial, mereka bisa saja berjam-jam untuk

menggunakannya.

 Remaja menjadi malas berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat

pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika remaja tersebut

terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya.

 Situs jejaring sosial akan membuat remaja lebih tidak sadar akan

lingkungan di sekitar mereka. Karena kebanyakan menghabiskan

waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan menjadi kurang

berempati di dunia nyata.

 Menjadikan seorang remaja menjadi malas belajar karena sering

menggunakan jejaring sosial untuk bermain game yang ada di situs

tersebut. Facebook menyediakan layanan game yang membuat

remaja menjadi kecanduan game.

 Menyebabkan kurangnya sopan santun remaja saat ini. dengan

adanya media sosial, semakin banyak para remaja yang

menggunakan bahasa yang tidak sepantasnya. Dan bagi remaja

yang masih polos, tentu akan menganggap bahwa bahasa tersebut

adalah bahasa modern anak zaman sekarang

 Untuk anak-anak dan remaja, tidak ada aturan cara mengeja dan

mematuhi tata bahasa seperti di dunia nyata. Hal ini dapat

membuat mereka semakin sulit membedakan anatar berkomunikasi

Universitas Abulyatama
27

di dunia maya dan dunia nyata. Hal ini dapat mempengaruhi

keterampilan menulis di sekolah dalm hal ejaan maupun tata

bahasa.

 Penipuan. Seperti media sosial lainnya, Facebook juga rentan

dimanfaatkan untuk tujuan penipuan. Kita tidak akan tahu

sebenarnya siapa dibalik akun facebook. Orang dengan mudah

membuat akun baru untuk keperluan yang tidak baik. Ada yang

menggunakan modus berkenalan dan akhirnya menjadi akrab di

dunia maya yang ternyata ujung-ujungnya digunakan untuk

melakukan penipuam atau tindakan kriminal lainnya. Belakangan

ini marak kasus penculikan terhadap gadis remaja setelah

berkenalan lewat jejaring sosial, ada pula yang melarikan diri atau

kabur dari rumah setelah berkomunikasi dengan teman jejaring

sosialnya.

 Pornografi. Anggapan yang mengatakan bahwa media sosial

identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan

kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet,

pornografi pun merajalela. Untuk mengantisipasi hal ini, para

produsen browser melengkapi program mereka dengan

kemampuan untuk memilih jenis home page yang dapat di akses.

Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang

bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak

kriminal.

Universitas Abulyatama
28

 Carding. Karena sifatnya yang real time (langsung). Cara belanja

dengan menggunakan kartu kredit adalah cara yang paling banyak

digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling

banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. dengan sifat yang

terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang

menggunakan Kartu Kredit) online dan mecatat kode Kartu yang

digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang

mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

 Perjudian. Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan

jejaring sosial yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke

trmpat khusus untuk memenuhi keinginannya. Kita hanya perlu

menghindari situs seperti ini, karena umunya situs perjudian tidak

agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.22

Universitas Abulyatama
29

2.3 kerangka teori

Etiologi Insomnia*
 Stress
 Depresi
 Obat-
obatan
Definisi :
 Kafein,nikoti Klasifikasi
n,alcohol Insomnia adalah kesulitan untuk
 Kondisi memulai atau mempertahankan  Primer
medis tidur.  Sekunder

Hal-ha yang mempengaruhi insomnia:

 Media sosial*
Jenis-jenis
mediasocial

Definisi:  Twitter
 Facebook
Media sosial merupakan perkembangan muthakir  Blog
dari teknologi-teknologi web baru berbasis internet.  Line
 Instagram

Dampak positif Dampak negatif

* variable yang di ukur dalam penelitian.

Gambar 2.1 Kerangka Teori

Universitas Abulyatama
30

2.4 Kerangka Konsep

Variable Independent Variable Dependent

Media sosial Insomnia

Gambar 2.2 Kerangka Konsep

2.5 Hipotesis

2.5.1 Hipotesis nihil (Ho) : tidak ada hubungan antara insomnia dengan

pengaruh media sosial.

2.5.2 Hipotesis kerja (HI) : ada hubungan antara insomnia dengan pengaruh

media sosial.

Universitas Abulyatama