Anda di halaman 1dari 6

Lembar Observasi

Keterangan Skor Kognitif :

0 : Tidak ada jawaban/ pernyataan tidsk mengetahui

1 : Terdapat jawaban namun salah total/ terdapat jawaban namun pernyataan salah total

2 : Ada jawaban, namun sebagian salah/ pernyataan jawaban sebagian salah

3 : Jawaban benar/ pernyataan benar selurunya

No. Domain Kognitif/ Respon Verbal 0 1 2 3


Pengetahuan
Mengenal Masalah
1 Definisi kejang demam Kejang demam adalah bangkitan pada anak yang
terjadi pada suhu tubuh lebih dari 38 °C

2 Penyebab kejang demam Penyebabnya yaitu penyakit infeksi seperti pada


pada anak infeksi saluran pernapasan atas, gastroenteritis,
infeksi saluran kemih menyebabkan demam.
Pada saat demam terjadi kenaikan suhu tubuh
yang tinngi yang beresiko menimbulkan kejang
pada anak.

3 Tanda dan gejala 1. Suhu tubuh mencapai 390 C


2. Saat kejang, anak kehilangan kesadaran,
kadang-kadang napas dapat berhenti
beberapa saat
3. Tubuh , termasuk tangan dan kaki jadi
kaku, kepala terkulai ke belakang, disusul
munculnya gerakan kejut yang kuat
4. Matanya terbelalak atau berputar-putar
5. Warna kulit berubah pucat, bahkan dapat
membiru, dan bola mata naik ke atas
6. Gigi terkatup dan terkadang disertai muntah
7. Napas dapat berhenti selama beberapa saat
(kadang-kadang)
8. Anak tidak dapat mengontrol untuk buang
air besar atau kecil

4 Pencegahan a. Menjaga keadaan gizi anak


b. Banyak minum air putih
c. Imunisai
d. Menjaga kebersihan perorangan dan
lingkungan
e. Pemantauan suhu tubuh anak saat demam
f. Pemberian obat penurun panas dan tepid
water sponge sebagai upaya perawatan
menurunkan panas

Skor Total

Keterangan Skor Afektif :

Skor 0 = Tidak memberikan pendapat


Skor 1 = Memberikan tanggapan tetapi tidak sesuai pokok permasalahan
Skor 2 = Memberikan tanggapan yang kurang sesuai pokok permasalahan
Skor 3 = Memberikan tanggapan sesuai pokok permasalahan
No. Domain afektif/ Sikap Respon Verbal 0 1 2 3
Mengambil keputusan untuk merawat kejang demam anak
1 Memberikan tanggapan Akibat lanjut dari kejang demam pada anak
akibat lanjut kejang demam adalah kejang demam berulang, terhambatnya
tumbuh kembang anak, kerusakan susunan saraf,
epilepsy, kelumpuhan atau kelemahan otot-otot
lengan, tungkai serta wajah pada salah satu sisi
tubuh dan kematian

2 Memberikan tanggapan 1. Tetap tenang dan tidak panik.


mengenai penanganan 2. Baringkan klien pada tempat yang aman
pertama kejang demam (datar, di bawah, singkirkan dari benda-
benda tajam)
3. Longgarkan pakaian yang ketat terutama di
sekitar leher.
4. Bila anak tidak sadar, posisikan anak miring
perlahan. Bila terdapat muntah, bersihkan
muntahan atau lendir di mulut atau hidung.
5. Walaupun terdapat kemungkinan (yang
sesungguhnya sangat kecil)
6. lidah tergigit, jangan memasukkan sesuatu
(benda, minum ataupun obat) kedalam
mulut.
7. Berikan kompres hangat dengan air suhu
35°c pada dahi dan aksila(ketiak), lipatan
lutut, punggung belakang dan lap seluruh
tubuh ke arah jantung selama 15-20 menit
8. Ukur suhu, observasi, dan catat bentuk dan
lama kejang.
9. Tetap bersama anak selama dan sesudah
kejang.
10. Berikan diazepam rektal melalui anus bila
kejang masih berlangsung lebih dari 5menit.
11. Jangan berikan bila kejang telah berhenti.
Diazepam rektal hanya boleh diberikan satu
kali oleh orangtua. diazepam rektal 5 mg
untuk anak dengan berat badan kurang dari
12 kg dan 10 mg untuk berat badan lebih
dari 12 kg.

12. Bawa ke dokter atau r umah sakit bila kejang


berlangsung 5 menit atau lebih, suhu tubuh
lebih dari 40 derajat Celsius, kejang tidak
berhenti dengan diazepam rektal, kejang
Skor Total

Keterangan Skor Psikomotor :

Skor 0 = Tidak mampu melakukan redemonstrasi seperti yang telah diinstruksikan


Skor 1 = Mampu melakukan redemonstrasi seperti yang telah diinstruksikan, tetapi tidak
selesai
Skor2 = Mampu melakukan redemonstrasi seperti yang telah diinstruksikan, tetapi tidak tepat
Skor3 = Sangat terampil melakukan redemonstrasikan seperti yang telah diinstruksikan

No. Domain Psikomotor/ Respon Verbal 0 1 2 3


Tindakan
Merawat kejang demam anak
1 Tetap tenang dan tidak panik.

2 Baringkan klien pada tempat yang aman


(datar, di bawah, singkirkan dari benda-benda
tajam)

3 Longgarkan pakaian yang ketat terutama di


sekitar leher.

4 Bila anak tidak sadar, posisikan anak miring


perlahan. Bila terdapat muntah, bersihkan
muntahan atau lendir di mulut atau hidung
5 Walaupun terdapat kemungkinan (yang
sesungguhnya sangat kecil) lidah tergigit,
Penanganan pertama kejang jangan memasukkan sesuatu (benda, minum
demam ataupun obat) kedalam mulut.

6 Berikan kompres hangat dengan air suhu


35°c pada dahi dan aksila(ketiak), lipatan
lutut, punggung belakang dan lap seluruh
tubuh ke arah jantung selama 15-20 menit
7 Ukur suhu, observasi, dan catat bentuk dan
lama kejang.

8 Tetap bersama anak selama dan sesudah


kejang.
9 Berikan diazepam rektal melalui anus bila
kejang masih berlangsung lebih dari 5menit.
10 Jangan berikan bila kejang telah berhenti.
Diazepam rektal hanya boleh diberikan satu
kali oleh orangtua. diazepam rektal 5 mg
untuk anak dengan berat badan kurang dari
12 kg dan 10 mg untuk berat badan lebih dari
12 kg.
11 Bawa ke dokter atau r umah sakit bila kejang
berlangsung 5 menit atau lebih, suhu tubuh
lebih dari 40 derajat Celsius, kejang tidak
berhenti dengan diazepam rektal
Skor Total

Keterangan Skor tingkat mandiri :


Tingkat kemandirian I : point 1 dan 2 dilakukan (ya)
Tingkat kemandirian II : point 1,2,3,4,dan 5 dilakukan (ya)
Tingkat kemadirian III : point 1,2,3,4,5,dan 6 dilakukan (ya)
Tingkat kemandirian IV : point 1,2,3,4,5,6, dan 7 dilakukan (ya)

No. Indikator Ya Tidak

1 Menerima petugas perawatan kesehatan komunitas.

2
Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana
keperawatan.

3 Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya secara benar.

4 Memanfaatkan fasilitas kesehatan secara aktif.

5
Melakukan perawatan sederhana sesuai yang dianjurkan. - Psikoterapi
individual.

6
Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif. - Rehabilitasi psikiatri.

7 Melaksanakan tindakan promotif secara aktif - Latihan keterampilan sosial.