Anda di halaman 1dari 2

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Patient Safety merupakan masalah kesehatan publik mempengaruhi tingkat

perkembangan suatu negara. Patient Safety diberlakukan pada tahun 2004 untuk

memobilisasi upaya global untuk meningkatkan keamanan kesehatan untuk

pasien. World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa jutaan pasien

di seluruh dunia menderita cedera atau kematian setiap tahun karena praktek dan

pelayanan medis yang tidak aman sementara satu dari sepuluh pasien dirugikan

saat menerima pelayanan kesehatan di rumah sakit

1. Mayoritas Tindakan promotif Keselamatan dalam kategori baik sebanyak


94,3%.
2. Mayoritas Organizational Learning Perbaikan Berkelanjutan pada kategori
baik sebanyak 91,4%.
3. Mayoritas Kerjasama dalam unit pada kategori baik sebanyak 97,1%.
4. Mayoritas keterbukaan Komunikasi pada kategori baik sebanyak 94,3%.
5. Mayoritas umpan balik dan komunikasi terkait kesalahan yang terjadi pada
kategori baik sebanyak 91,4%.
6. Mayoritas respon tidak menyalahkan pada kategori baik sebanyak 94,3%.
7. Mayoritas Penyusunan staff pada kategori baik sebanyak 94,3%.
8. Mayoritas Dukungan Staff Management pada kategori baik sebanyak
94,3%.
9. Mayoritas Kerjasama Antar Unit pada kategori baik sebanyak 94,3%.
10. Mayoritas Serah terima dan Transisi pasien pada kategori baik sebanyak
94,3%.

47
48

5.2 Saran

1. Bagi Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin.

Disarankan bagi pihak rumah sakit dapat meneruskan, mempertahankan,

mengembangkan program-program keselamatan pasien yang telah berjalan

serta memelihara budaya keselamatan pasien yang telah berjalan serta

melaksanakan evaluasi secara berkelanjutan.

2. Bagi STIKes Sumut

Sebagai informasi dan bahan baca bagi mahasiswa di perpustakaan Institusi

Pendidikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Utara.

3. Peneliti Selanjutnya

Sebagai bahan perbandingan untuk penelitian dengan topik penelitian

tentang budaya keselamatan pasien.