Anda di halaman 1dari 6

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis atau Rancangan Penelitian


Penelitian ini merupakan penelitian observasional pendekatan
deskriptip untuk memperoleh data kondisi fisik di rumah penderita ISPA di
wilayah Puskesmas Kepadangan Kabupaten Sidoarjo. Penelitian deskriptip
merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menemukan
pengetahuan yang seluas luasnya terhadap obyek penelitian pada suatu
masa tertentu. (Hidayat,2010)

B. Lokasi dan Waktu Penelitian


1. Lokasi penelitian ini di wilayah puskesmas Kepadangan Kabupaten
Sidoarjo.
2. Waktu penelitian dilaksanakan pada periode Desember 2017 – Juni 2018.

C. Populasi dan Sampel


1. Populasi penelitian ini adalah penderita ISPA di wiayah Puskesmas
Kepadangan Kabupaten Sidoarjo pada periode Desember 2017 sampai
Februari 2018 dengan jumlah 275 responden. Bila terdapat 2 penderita
di dalam rumah diambil salah satu.
2. Sampel Penelitian
a. Penentuan pengambilan sampel dihitung berdasarkan formula slovin
( Riduwan 2005) sebagai berikut :
n = N
N(d)2 + 1
keterangan:
n = sampel
N = Populasi
d = nilai presisi 90% (sig = 0,1)
sehingga didapatkan sampel sebagai berikut:
n = N
1 + N(d)2
= 275
1 + 275(0,1)2

20
21

= 275
3,75
= 73 sampel rumah
b. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling,
yaitu metode penarikan sebuah populasi atau semesta dengan cara
tertentu sehingga setiap anggota populasi atau semesta tadi memiliki
peluang yang sama untuk terpilih atau terambil (Kerlinger, 2006).
Dalam penelitian ini dilakukan pengundian terhadap rumah pasien .

D. Variabel Penelitian

Variabel yang diteliti adalah :


Kondisi fisik rumah meliputi :
- Ventilasi
- Suhu
- Pencahayaan
- Kelembaban
- Kepadatan penghuni

E. Definisi Operasional Variabel


Tabel 3.1 Definisi Operasional
Variabel Definisi Skala
No Alat Ukur Hasil Ukur
Penelitian Operasional Pengukuran
1 2 3 4 5 6
1 Kondisi Fisik Adalah kondisi Permenkes a. Memenuhi Nominal
Rumah Sehat rumah secara No.1077 tahun syarat jika
fisik telah 2011 pengukuran
memenuhi ventilasi,penca
syarat meliputi hayaan,kepa
ventilasi, datan
pencahayaan, hunian,suhu
kepadatan dan
penghuni, suhu kelembaban
dan hasil
kelembaban pengukuran
22

1 2 3 4 5 6
kelima-
limanya
memenuhi
syarat
b. Tidak
memenuhi
syarat jika
pengukuran
ventilasi,
pencahayaan,
kepadatan
hunian, suhu
dan
kelembaban
hasil
pengukuran
nya ada yang
tidak
memenuhi
syarat
2 ventilasi Ventilasi Observasi a. Memenuhi Nominal
merupakan (pengukuran) syarat apabila
lubang angin luas lubang
untuk proses ventilasi
pergantian minimum 10%
udara segar ke dari luas lantai
dalam dan ruangan dan
mengeluarkan cross ventilation
udara kotor dari b. Tidak
suatu ruangan memenuhi
tertutup secara syarat apabila
alamiah luas lubang
maupun buatan ventilasi kurang
dari 10 % dari
luas lantai
ruangan dan
tidak cross
23

ventilation

1 2 3 4 5 6
3 Pencahayaan Pencahayaan Observasi a. Memenuhi
alami (lux meter) syarat apabila
merupakan pencahayaann
penerangan ya > 60 lux
rumah secara dan tidak silau
alami oleh sinar b. Tidak
matahari untuk memenuhi
mengurangi syarat apabila
kelembaban pencahayaan
dan membunuh nya < 60 lux
bakteri dan silau
penyebab ISPA
4 Kepadatan Kepadatan Observasi a. Memenuhi Nominal
penghuni hunian adalah (Pengukuran) syarat apabila
banyaknya luas lantai
penghuni kamar kamar tidur ≥ 8
tidur m2/ 2 orang
dibandingkan b. Tidak
dengan luas memenuhi
lantai kamar syarat apabila
tidur luas lantai
kamar tidur < 8
m2 /2 orang
5 Suhu Suhu Thermometer a. Memenuhi Nominal
merupakan syarat bila
ukuran yang suhu 18o-30oC
menunjukkan b. Tidak
panas atau memenuhi
dingin udara di syarat apabila
dalam ruangan suhu <18oC
yang paling dan >30oC
sering atau
lama ditempati
yaitu ruang
24

keluarga

1 2 3 4 5 6
6 Kelembaban Kelembaban Hygrometer a. Memenuhi Nominal
merupakan syarat apabila
kandungan uap kelembaban
air yang dapat nya (40-60%)
dipengaruhi b. Tidak
oleh sirkulasi memenuhi
udara dalam syarat apabila
rumah dan kelembaban
pencahayaan nya (<40%
yang masuk atau >60%)
dalam rumah

F. Sumber Data
1. Data primer
Data primer adalah data yang secara langsung diambil di
lapangan di rumah penderita ISPA yang meliputi observasi dan
pengukuran antara lain meliputi ventilasi, pencahayaan, suhu,
kelembaban dan kepadatan penghuni.

2. Data sekunder
Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi kesehatan seperti
dinas kesehatan kabupaten, puskesmas serta yang meliputi data
jumlah kasus ISPA sebelumnya, gambaran umum lokasi penelitian
dan data demografi wilayah Puskesmas Kepadangan Kabupaten Sidoarjo

G. Cara Pengumpulan Data Dan Pengolahan Data


1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dengan
pengamatan secara visual untuk mendapatkan data sebenarnya tentang
kondisi fisik rumah dan pengukuran dengan menggunakan peralatan
25

untuk mengukur suhu, pencahayaan alami, kelembaban dan kepadatan


hunian kamar

2. Pengolahan Data
Data yang telah terkumpul selanjutnya akan ditabulasi,
berdasarkan variabel yang telah diteliti. Kemudian dilakukan editing untuk
memperoleh angka persetase sesuai tabulasi, sehingga data tersebut
siap untuk dianalisis.

H. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi
dan formulir isian pengukuran. Alat ukur Thermometer untuk mengukur
suhu, higrometer untuk mengukur kelembaban, Luxmeter untuk mengukur
pencahayaan dan Rollmeter untuk mengukur luas ventilasi dan kepadatan
hunian kamar.

I. Analisis Data
Data dianalisis secara deskriptif, guna mendapatkan gambaran
kondisi fisik rumah penderita ISPA di Wilayah Puskesmas Kepadangan
Kabupaten Sidoarjo.