Anda di halaman 1dari 8

Topologi Peer-to-peer Network

Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa
komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang
diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama.
Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer ‘kuno’, misalnya
Pentium 2, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah Pentium 4, tidak perlu membuang komputer
lamanya. Ia cukup memasang network card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang
khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih
sederhana sehingga lebih mudah dipelajari dan dipakai.

Selain itu Peer to peer Juga merupakan aplikasi yang menghandle resource dari sejumlah autonomous
participant atau user yang terkoneksi secara mandiri, artinya user dapat mengoneksikan dirinya sesuai dengan
keinginannya, tidak terikat oleh struktur jaringan secara fisik. Peer-to-peer menjadi sebuah alternatif aplikasi
untuk mencari resource tertentu yang tidak ada diwebsite ataupun alternatif untuk berbagi resource tanpa
sebuah web server yang harganya masih tergolong mahal. Selain itu pada jaringan Peer to Peer host dapat
dijadikan server dan juga menjadi client secara bersamaan, Contohnya ;

Dalam file sharing antar komputer di jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri
nama A, B, C, D, dan E) yang memberi hak akses terhadap file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga
memberi akses file soal_uas.doc kepada C. saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai server.
Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer-to-peer
“Keunggulan dan Kelemahan Jaringan Peer to Peer”
Keunggulan Jaringan Peer To Peer
1. Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk,
drive, fax/modem, printer
2. Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya
karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan
dan menyediakan fasilitas jaringan.
3. Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer
mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
Kelemahan Jaringan Peer To Peer
1. Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer
dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah
antara server dengan workstation.
2. Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client- server, karena setiap komputer/peer
isamping harus mengelola emakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi
sendiri.
3. Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur masing- masing
fasilitas yang dimiliki
4. Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus
dilakukan oleh masing- masing komputer tersebut.
Cara Instalasi Sederhana Jaringan Peer to Peer
Untuk membangunnya, langkah pertama tentu saja siapkan jaringan anda. Silahkan beli dan pasang perangkat
keras yang perlu, lalu desain alamat IP intranet. Misal gunakan 10.0.0.1 – 10.0.0.254, netmask 255.255.255.0
(disingkat 10.0.0.0/24). Selanjutnya, anda perlu pasang sistem operasi yang mampu layanan peer-to-peer
network di tiap komputer. Dalam hal ini anda bisa pakai Windows maupun Linux.
Keluarga Windows yang mendukung model ini adalah Windows for Workgroup, Windows 95/98/XP, maupun
Windows NT/2000/2003 workstation. Agar suatu komputer jadi server, aktifkan layanan “File and Print
Sharing”, lalu tentukan folder dan printer yang akan di-sharing. Sementara itu di sisi client, aktifkan layanan
“Client for Microsoft Network”. Si client akan bisa memakai Network Neigborhoud untuk mengakses folder di
komputer server, dan juga pakai printer di server. Layanan ini tersedia dengan seragam di semua versi
Windows.

Sementara itu di Linux, filosofinya agak berbeda. Layanan hanyalah tambahan pada sistem operasi yang
dijalankan sebagai daemon. Jadi anda bisa pakai distro Linux apa saja, versi berapa saja, yang penting aktifkan
daemonnya. Susahnya, atau lebih tepat enaknya, untuk layanan yang sama anda punya banyak pilihan daemon !
Untuk file sharing, anda bisa pakai daemon NFS (Network File System) atau SAMBA. NFS khusus untuk file
sharing antar *nix. Kalau pakai SAMBA, anda bisa sharing file antara Linux/Windows. Sementara itu untuk
printer sharing, anda bisa pakai daemon lpr, klasik untuk semua *nix. Kalau mau sharing Windows/Linux,
pakai SAMBA.

Jadi demikianlah. Dengan jaringan peer-to-peer, masing-masing karyawan kantor bisa kerja di komputer
sendiri, hanya perlu beranjak ke printer jika mau ambil hasilnya. Namun kemudian, komputer di kantor makin
banyak, demikian pula karyawannya. Nah, pusinglah urusan alamat/nama komputer dan juga nama/password
pemakai. Anda perlu naik tingkat ke jaringan berpusat.

7. Topologi Hybrid

PENGERTIAN
Kombinasi dari dua atau lebih topologi yang berbeda untuk membuat topologi hybrid.
Ketika topologi dasar yang berbeda yang terhubung ke satu sama lain, mereka tidak
menampilkan karakteristik dari setiap topologi satu tertentu. Ini adalah ketika itu
menjadi topologi hibrida.

KELEBIHAN
· Fleksibilitas
· Menambah koneksi perangkat lainnya adalah mudah, karena node baru dan / atau
periferal dapat dihubungkan ke topologi dan kata topologi dapat dihubungkan dengan
topologi hybrid dengan mudah.

KEKURANGAN
· Pengelolaan sulit
· Biaya mahal dibanding topologi lainnya
· Instalasi dan konfigurasi topologi sulit

8. Topologi Broadcast
PENGERTIAN
Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada
seluruh host lain pada media jaringan.

9. Topologi Hierarki

PENGERTIAN
Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang
diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih
tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini
digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa
cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau
sebaliknya.

KELEBIHAN
· Data terpusat secara hirarki sehingga manajeman data lebih baik dan mudah
· terkontrol; Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas;

KEKURANGAN
· Komputer di bawahnya tidak dapat dioprasikan apabila kabel pada komputer tingkat
atasnya terputus;
· Dapat terjadi tabrakan file (collision)
Topologi Wireless (Nirkabel)
 Jaringan nirkabel menjadi trend sebagai alternatif dari jaringan kabel, terutama untuk pengembangan LAN
tradisional karena bisa mengurangi biaya pemasangan kabel dan mengurangi tugas-tugas relokasi kabel
apabila terjadi perubahan dalam arsitektur bangunan dsb. Topologi ini dikenal dengan berbagai nama,
misalnya WLAN, WaveLAN, HotSpot, dsb.
 Model dasar dari LAN nirkabel adalah sbb:

GAMBAR: Prinsip LAN Nirkabel

 Blok terkecil dari LAN Nirkabel disebut Basic Service Set (BSS), yang terdiri atas sejumlah station /
terminal yang menjalankan protokol yang sama dan berlomba dalam hal akses menuju media bersama yang
sama.
 Suatu BSS bisa terhubung langsung atau terpisah dari suatu sistem distribusi backbone melalui titik akses
(Access Point).
 Protokol MAC bisa terdistribusikan secara penuh atau terkontrol melalui suatu fungsi kordinasi sentral
yang berada dalam titik akses.
 Suatu Extended Service Set (ESS) terdiri dari dua atau lebih BSS yang dihubungkan melalui suatu sistem
distribusi.
 Interaksi antara LAN nirkabel dengan jenis LAN lainnya digambarkan sebagai berikut:

GAMBAR: Koneksi Jaringan Nirkabel

 Pada suatu jaringan LAN bisa terdapat LAN berkabel backbone, seperti “Ethernet” yang mendukung server,
workstation, dan satu atau lebih bridge / router untuk dihubungkan dengan jaringan lain. Selain itu terdapat
modul kontrol (CM) yang bertindak sebagai interface untuk jaringan LAN nirkabel. CM meliputi baik
fungsi bridge ataupun fungsi router untuk menghubungkan LAN nirkabel dengan jaringan induk. Selain itu
terdapat Hub dan juga modul pemakai (UM) yang mengontrol sejumlah stasiun LAN berkabel.
 Penggunaan teknologi LAN nirkabel lainnya adalah untuk menghubungkan LAN pada bangunan yang
berdekatan.
 Syarat-syarat LAN nirkabel :
 Laju penyelesaian: protokol medium access control harus bisa digunakan se-efisien mungkin oleh media
nirkabel untuk memaksimalkan kapasitas.
 Jumlah simpul: LAN nirkabel perlu mendukung ratusan simpul pada sel-sel multipel.
 Koneksi ke LAN backbone: modul kontrol (CM) harus mampu menghubungkan suatu jaringan LAN ke
jaringan LAN lainnya atau suatu jaringan ad-hoc nirkabel.
 Daerah layanan: daerah jangkauan untuk LAN nirkabel biasanya memiliki diameter 100 hingga 300 meter.
 Kekokohan dan keamanan transmisi: sistem LAN nirkabel harus handal dan mampu menyediakan sistem
pengamanan terutama penyadapan.
 Teknologi LAN nirkabel:
 LAN infrared (IR) : terbatas dalam sebuah ruangan karena IR tidak mampu menembus dinding yang tidak
tembus cahaya.
 LAN gelombang radio : terbatas dalam sebuah kompleks gedung, seperti bluetooth, WiFi, danHomeRF.
 LAN spektrum penyebaran: beroperasi pada band-band ISM (industrial, scientific, medical) yang tidak
memerlukan lisensi.
 Gelombang mikro narrowband : beroperasi pada frekuensi gelombang mikro yang tidak termasuk dalam
spektrum penyebaran.

Kelebihan dan Kelemahan dalam implementasi Wireless LAN

Kelebihan Kelemahan
 Mobilitas dan Produktivitas Tinggi,  Biaya peralatan mahal (kelemahan ini
WLAN memungkinkan client untuk dapat dihilangkan dengan
mengakses informasi secara realtime mengembangkan dan memproduksi
sepanjang masih dalam jangkauan WLAN, teknologi komponen elektronika sehingga
sehingga meningkatkan kualitas layanan dapat menekan biaya jaringan),
dan produktivitas. Pengguna bisa  Delay yang besar, adanya masalah
melakukan kerja dimanapun ia berada asal propagasi radio seperti terhalang,
dilokasi tsb masuk dalam coverage area terpantul dan banyak sumber interferensi
WLAN. (kelemahan ini dapat diatasi dengan
 Kemudahan dan kecepatan instalasi, teknik modulasi, teknik antena diversity,
karena infrastrukturnya tidak memerlukan teknik spread spectrum dll),
kabel maka instalasi sangat mudah dan  Kapasitas jaringan menghadapi
cepat dilaksanakan, tanpa perlu menarik keterbatasan spektrum (pita frekuensi
atau memasang kabel pada dinding atau tidak dapat diperlebar tetapi dapat
lantai. dimanfaatkan dengan efisien dengan
 Fleksibel, dengan teknologi WLAN sangat bantuan bermacam-macam teknik seperti
memungkinkan untuk membangun spread spectrum/DS-CDMA) dan
jaringan pada area yang tidak mungkin keamanan data (kerahasiaan) kurang
atau sulit dijangkau oleh kabel, misalnya terjamin (kelemahan ini dapat diatasi
dikota-kota besar, ditempat yang tidak misalnya dengan teknik spread spectrum).
tersedia insfrastruktur kabel.
 Menurunkan biaya kepemilikan, dengan
satu access point sudah bisa mencakup
seluruh area dan biaya pemeliharaannya
murah (hanya mencakup stasiun sel bukan
seperti pada jaringan kabel yang
mencakup keseluruhan kabel)
1. Topologi Broadcast/Ethernet
Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada seluruh host
lain pada media jaringan.

2. Topologi Token Passing


Mengatur pengiriman data pada host melalui media dengan menggunakan token yang secara teratur
berputar pada seluruh host. Host hanya dapat mengirimkan data hanya jika host tersebut memiliki
token. Dengan token ini, collision dapat dicegah.

3. Topologi FDDI (Fiber Distributed Data Interchange)


Menggunakan kabel fiber optik dan bekerja berdasarkan dua ring konsentrik, masing-masin
berkecepatan 1200 mbps dengan menggunakan skema token passing. Salah satu ring dapat berfungsi
sebagai backup atau dibuat menjadi pengirim saja (mengirim dan menerima data dalam arah yang
berbeda).
Read more: Topology
Jaringan http://www.blogofnurjaya.com/2010/01/topology.html#ixzz2C5YE88yr
Under Creative Commons License: Attribution Share Alike
Follow us: @blogofnurjaya on Twitter | blogofnurjaya on Facebook