Anda di halaman 1dari 25

PRINSIP DAN KONSEP DASAR

ETIKA PROFESI KEDOKTERAN GIGI


CV
Nama : -dr Emil Bachtiar Moerad, SpP
Lahir : -Banyuwangi, 12 Agustus 1953
Penddk : -Lulus Dokter 1981 - UNAIR
-Lulus DrSp Paru 1991 – UNAIR
Jabatan : -Dr Puskesmas, Madura - Jatim, 1981-87
-PPDS Paru, RSUD DrSoetomo Sby,1987-91
-DrSpP RSUD AWS/Dosen FK,1992/2001-skrng
-Wadir Yan RSUD AWS Samarinda 2003-2004
-Dekan FK Unmul 2004-2008-2016
Orgnsasi: -Ketua IDI Cab Samarinda 1994-1998
-Ketua IDI Wilayah Kaltim 1998-2008
-Ketua MKEK IDI Wil Kaltim 2008-2012
-Ketua Div.Akred & Pndftran Peserta KIDI P .
LAFAL SUMPAH/JANJI DOKTER GIGI
Demi Allah saya bersumpah/berjanji, bahwa :
1. Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan
perikemanusiaan, terutama dalam bidang kesehatan
2. Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik baiknya sesuai
martabat dan jabatan luhur jabatan kedokteran gigi
3. Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui
karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai dokter gigi
4. Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan
pengetahuan kedokteran gigi saya untuk sesuatu yang
bertentangan dengann hukum perikemanusiaan
5. Dalam menunaikan kewajiban, saya akan berikhtiar dengan
sungguh sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan
keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian atau
kedudukan sosial
6. Saya ikrarkann sumpah/janji ini dengan sungguh sungguh dan
dengan penuh keinsyafan
KODE ETIK KEDOKTERAN GIGI
INDONESIA

• - Mukadimah
• - Kewajiban Umum
• - Kewajiban terhadap penderita
• - Kewajiban terhadap teman sejawatnya
• - Kewajiban terhadap diri sendiri
Kewajiban umum
• 1. Menghayati mentaati dan mengamalkan Sumpah
dokter gigi
• 2. Menjalankan profesinya secara optimal
• 3. Menjunjung tinggi norma2 hidup yg luhur
• 4. Dilarang melakukan perbuatan yg bertentangan
dengan etik
• 5. Memberi keterangan/pendapat yang dapat
dipertanggung jawabkan
• 6. Menjalin kerjasama yg baik dg tenaga kes
• 7. Sebagai motivator dan pendidik masy
• 8. Berupaya meningkatkan kesehatan gigi masyarakat
dalam bidang promotif, preventif, kuratif, dan
rehabilitatif
Kewajiban terhadap penderita

• 1. memberikan pelayanan sebaik mungkin


• 2. merujuk/konsultasi kpd yang lebih ahli
• 3. merahasiakan segala sesuatu yg diketahui
tentang penderita, bahkan setelah meninggal
• 4. memberikan pertolongan darurat dalam
batas kemampuannya sbg tugas kemanusiaan
Kewajiban terhadap teman
sejawatnya

• 1. Memperlakukan teman sajawatnya


sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan
• 2. Tidak dibenarkan mengambil alih
penderita dari teman sejawatnya tanpa
persetujuan
*Bagi ahli Filsafat, Etik adalah kajian atau
bagian dari Ilmu Filsafat yang mengkaji
tentang Moral dan Moralitas.
Jadi, mempelajari tentang baik buruk,
benar salah, pantas atau tidak pantas,
pada kehidupan manusia didalam
lingkungannya.

*Bagi kaum Professional atau Praktisi, Etik


adalah pedoman dan aturan yang
disepakati bersama tentang bagaimana
mereka seharusnya berperilaku dalam
menjalankan profesi-nya dengan baik dan
Ethics : Consists of 3 meanings :

Moral values or norms that used to


be a guidelines of individuals or
groups in their activities

A moral philosophy that deals with


distinctions between right and
wrong

Collection of moral rules  ethical


codes
(K. Bertens, 2004)
Istilah-istilah

Etik (Yunani) = Ethos adat kebiasaan yang baik atau yang


seharusnya, yg sepantasnya dilakukan (dalam bahasa
Indonesia : “Etik” dari bhs Belanda de Ethiek atau “Etika”
dari bhs Inggris ethics).
Moral (Latin) = Mos/Mores  adat kebiasaan yang baik, yang
mendasar, yang universal.
Akhlak (Arab) = Kelakuan, tingkah laku yang baik.
Susila (Sansekerta) = Dasar, prinsip, atau aturan hidup yang
baik (Su : baik, Sila : dasar).
Etiket = Etiquette, artinya sopan santun, tata krama  tata
pergaulan yang baik (bedakan dengan Etiket dalam bahasa
Belanda artinya label tempelan pada botol)
• Etik dan Moral, keduanya berarti sama,
adat kebiasaan yang baik.
• Moral  berlaku universal, mendasar.
Misalnya : Moral bangsa Indonesia, Moral
Pancasila, Moral mahasiswa Indonesia
• Etik  berlaku lebih khusus, dalam satu
kelompok atau masyarakat tertentu.
Misalnya : Etik Kedokteran, Etik
Jurnalistik, Etik keperawatan, dsbnya
Sistem dan Azas Etik Kedokteran

• Ada 2 sistem Etik, yaitu :

1. Deontological Ethical System (Duty Oriented


Ethical System, Absolutisme, Formalisme) 
berorientasi pada kewajiban dan larangan yg
telah digariskan dalam agama/Tuhan

2. Teleological Ethical System (Consequence


Oriented Ethical System, Relativisme,
Utilitarianisme)  berorientasi pada tujuan atau
hasil/akibat yang timbul
• ETIKA MEDIS /KEDOKTERAN

-Sejak zaman dulu, ketika sejarah kedokteran


dimulai, umat manusia sudah mengetahui
dan memahami adanya sifat-sifat dasar yang
dimiliki dan melekat dalam sosok seorang
“dokter” yang : baik dan bijaksana, yang
dapat dipercaya sepenuhnya oleh orang
yang meminta pertolongan untuk
kesembuhan atau mengurangi
penderitaannya
-Sejak awal terbentuknya sejarah kedokteran,
maka Dokter  orang yang paling dianggap
tahu apa yang baik dan harus dikerjakan
terhadap pasient yang meminta pertolongan.
-Sifat paternalistik (doctor knows best) yang
sangat tidak seimbang menjadi sangat
dominan.
-Pasient berada dipihak yang sangat lemah,
yang hanya menyerahkan dan percaya penuh
kepada dokter apa yang terbaik bagi dirinya
-Dokter hanya bertanggung jawab terutama
kepada dirinya sendiri kemudian juga
bertanggung jawab kepada kolega
profesinya, dan kepada Tuhannya.
-Pola hubungan ini  hubungan bantuan
pertolongan (hulpverlenen) dari dokter
kepada pasien.
-Sifat hubungan itu disebut interpersonal
paternalistik karena didasarkan pada ”father
knows best”.
Imhotep, Hippocrates, dan Galenus yang
meletakkan sendi sendi permulaan
terbentuknya tradisi dan etik kedokteran
yang mulia itu  dilandasi prinsip-prinsip
dasar etik tradisional :
1.Beneficens,
2.Non maleficens
3.Justice dan
4.Veracity.
-Hippocrates (abad ke-5 SM) bersumpah kepada
masyarakat atas nama dewa-dewi Yunani, yang
dikenal sebagai Sumpah Hippocrates
(Hippocratic Oath), bersumpah bahwa ia akan
menempatkan kepentingan pasiennya diatas
kepentingannya sendiri.

Etika telah menjadi bagian integral dalam


proses pengobatan yang sekaligus munculnya
konsep pengobatan sebagai profesi.
Sumpah Hippocrates  2 bagian.

Bag1: Sumpah Bai’at (Oath of Initiation)


Dokter baru bersumpah demi dewa-dewi
(mitologi Yunani), bahwa ia akan setia kepada
mantan guru dan komunitas profesi
pengobatan.
 ia akan mengajarkan ilmu pengobatan (jika
dikehendaki oleh ybs) kepada anak laki-laki
guru-gurunya, tanpa imbalan, dan tidak
kepada siapapun diluar itu.
Bag 2 : memuat azas azas etika medisnya
sendiri. Azas azas utama Etika medis
Tradisional :
Beneficens (Kewajiban berbuat hal-hal yang
baik), Non Maleficens (Kewajiban untuk tidak
menimbulkan cidera atau kerugian pada
pasien), kewajiban berbudi dan berperilaku
luhur, menghormati hidup insani sejak masih
dalam kandungan, tidak serakah, menyadari
keterbatasan diri sendiri, dan kewajiban
menjaga kerahasiaan pasien.
Perkembangan Etika Medis

Etika Medis Kontemporer adalah kelanjutan


sekaligus profil dengan perspektif baru dari
Etika Medis Tradisional yang telah berusia 24
abad.

Lahir di Amerika sekitar tahun 1960, sebagai


dampak revolusi Biomedis dan perubahan-
perubahan besar dan cepat dalam bidang
ilmu-ilmu pengetahuan, teknologi, sosial
ekonomi politik, dsb nya
Azas-azas Etika Kedokteran
(Ethical Principles)
• “The health of my pasient will be my first
consideration” (Hippocrates)  kemudian dijabarkan
dlm 6 azas-azas etik yg universal :
1.Principles of Respect to the Patient’s Autonomy
(Menghormati Otonomi Pasen).
2.Principles of Veracity (Berbuat jujur, berkata benar).
3.Principles of Non Maleficence (Tidak berbuat yang
jelek atau merugikan bagi pasien).
4.Principles of Beneficence (Berbuat baik atau yang
Bermanfaat bagi pasien).
5.Principles of Confidentiality (Kerahasiaan).
6.Principles of Justice (Keadilan).
➢ Kepekaan Hati Seorang dokter merupakan dasar dari
semua pendapat & keputusan etik.

➢ Nilai2 inti Praktek Pengobatan :


1. Belas Kasih
2. Kompetensi
3. Otonomi
4. Hak Azasi Manusia

23
Rangkuman Inti :
Sifat Dasar Seorang Dokter/Dokter Gigi :

1. Ketuhanan
2. Keluhuran Budi
3. Kerendahan Hati
4. Kemurnian Niat
5. Kesungguhan Kerja
6. Kesejawatan
7. Integritas Ilmiah dan Sosial yang tinggi

24
Terima kasih
dan selamat belajar

Wassalamu’alaikum WrWb