Anda di halaman 1dari 2

Cloning / kloning Harddisk atau windows tanpa harus bongkar cpu, bener kan....

Selama ini bongkar pasang terus capek dan ribet.


Apalagi Anda adalah teknisi komputer / warnet / toko komputer / yang suka otak atik
komputer.
Apalagi kalo harus install windows pake cd windows...
Bisa makan waktu ber Jam-jam wah bisa habiskan waktu buanyak........

Nah disini saya share sama sampeyan all my friend,,............

Persiapan :
1. Komputer / laptop dengan OS Windows 2000/XP/Vista/7, atau GNU / Linux.
2. Akses Internet untuk men-download download file ISO untuk boot.
3. Sebuah USB drive dengan partisi FAT.
Disini Akan di praktekkan di OS Windows ke USB
1. Download yang Clonezilla Live file zip.
2. Jika Anda sudah memiliki partisi sebesar paling sedikit 200 MB pada flash drive USB
anda diformat dengan sistem berkas FAT / FAT32 kemudian melompat ke langkah
berikutnya (3).
Jika membuat setidaknya sebuah partisi 200 MB flash drive USB anda dan format
dengan FAT16 atau sistem file FAT32.
3. Extract semua isi dari file zip ke partisi FAT16/FAT32 pada flash drive USB. Jauhkan
arsitektur direktori, misalnya, "COPYING" file harus dalam direktori atas USB flash
drive (misal G: \ COPYING).
4. Browse ke flash drive USB anda dan sebagai administrator, klik makeboot.bat di utils
dir \ win32 \.. Makeboot.bat >>> PERINGATAN ! "Makeboot.bat" Harus dijalankan
dari USB flash drive Anda ( kalo dijalankan di PC wah bisa gak bisa boot lagi PC
nya.....:)
5. Ikuti petunjuk pada layar.
Tips: Jika USB flashdisk tidak bisa boot, periksa hal berikut:

 Pastikan bahwa Anda flash drive USB berisi setidaknya satu partisi FAT.
 Pastikan bahwa partisi yang ditandai sebagai "bootable" pada tabel partisi.
 Pastikan bahwa partisi dimulai pada batas silinder. Untuk partisi pertama ini biasanya sektor
63.

Nah sekarang kita mulai cloning harddisk Komputer A ke Komputer B melalui


Jaringan, dan dikomputer B sudah kita siapkan direktory agar dapat diakses oleh
komputer dari jaringan lain (Baca/Tulis)
1. Seting komputer booting via flashdisk.
2. Tekan Enter dan pilih “Clonezilla live (Default settings, VGA 1024×768)”
3. Pilih bahasa anda "english" dan tekan “Enter”
4. Tekan Enter dan pilih default “Don’t touch keymap”.
5. Tekan Enter lalu “Start Clonezilla”.
6. Tekan Enter dan pilih device-image, pilihan ini akan memungkinkan Clonezilla untuk
menyimpan seluruh partisi harddisk anda kedalam sebuah file image.
7. Pilih “samba_server”, pilihan ini memungkinkan kita untuk menyimpan hasil cloning
harddisk kita ke komputer lain yang menjalankan sistem operasi windows melalui
jaringan ke folder/drive yang di share.
8. Tekan Enter dan pilih “DHCP“, jika komputer anda sudah terkoneksi memakai kabel
ataupun wi-fi, maka kemungkinan 99% anda sudah bisa terhubung dengan opsi
DHCP ini.
9. Masukkan IP address komputer B ( Komputer yang sudah kita siapkan untuk
menerima dan menyimpan hasil kloning dari komputer A), atau bisa dicoba dengan
memasukkan nama komputer nya ( Komputer B )
10. Tekan tombol “TAB” di keyboard anda 2 x sampai opsi “Cancel” terpilih lalu tekan
“Enter”.
11. Masukkan nama akun dikomputer B yang mempunyai akses ke folder yang dishare.
12. Masukkan nama direktory difolder yang di share tadi dimana file image yang dibuat
oleh Clonezilla ini akan disimpan ( Contoh: /image )
13. Tekan Enter apabila muncul pertanyaan untuk memasukkan password.
14. Sekarang masukin password akun lalu dikuti dengan menekan tombol Enter.
15. Tekan “Enter” dan pilih Beginner mode.
16. Sekarang kita bisa memilih apakah akan menyimpan seluruh isi harddisk atau hanya
partisi saja, untuk memyimpan isi harddisk sebagai file image, pilih “savedisk” dan
tekan “Enter”.
17. Masukkan nama file yang kita inginkan untuk file image ini.
18. Jika anda hanya mempunya sebuah harddisk, maka Clonezilla akan otomatis
memilih harddisk anda, Tekan “Enter” untuk lanjut.
19. Tekan Enter untuk melanjutkan.
20. Konfirmasi akhir, pilih “Y” dikeyboard anda lalu tekan“Enter”.