Anda di halaman 1dari 3

Faktor Pencetus

Faktor Risiko dan Predisposisi

riwayat penyakit kepekaan atopi aktivitas fisik perubahan bulu bahan polutan
keluarga (gerak badan berlebih) cuaca binatang indoor

pernapasan berpotensi epidemik contohnya :


memiliki
orang tua asma, terjadi melalui mulut dengan alergen protein cat rambut dan
kemungkinan 8-16 x badai hairspray
menurunkan asma napas cepat dan
terhadap anak volume udara yang meningkatkan iritasi pada
(R.I Ehlich, 1996) terhirup banyak konsentrasi saluran napas
partikel alergen bagian atas
otot disekitar
pernapasan
mengencang sehingga Kurang
saluran udara pengetahuan untuk
menyempit menghindari
pencetus atau
udara belum mendapatkan alergen
kelembaban, penghangatan,
pembersihan dari partikel
alergen Risiko Respons
Alergi

alergen masuk ke saluran napas saat inhalasi

reaksi hipersensitifitas tipe I

yang paling berperan mast cell atau


basofil IgE dan Atopi (sifat
kecenderungan menderita alergi)

alergen dipresentasikan oleh APC

Th2 menstimulasi IL4


(bertanggung jawab untuk produksi sel mast)

terjadi ikatan antara antigen oleh minimal 2


molekul IgE pada permukaan sel mast

A
A

aktivasi enzim IgE melekat pada reseptor IgE juga melekat reseptor
proesterase menjadi spesifik berafinitas tinggi spesifik berafinitas rendah :
enzim esterase aktif (FceR I) FceR II, limfosit, netrofil,
trombosit, monosit, eosinofil
agregasi mikrotubuli dan dendritik

tempat keluarnya mediator


yang diperlukan sel mast terjadi cross lingking atau
bridging dari molekul
FceR I oleh ikatan antigen
dengan IgE

aktivasi sel mast (terjadi


reaksi biologik)

reaksi sel mast (zat-zat yang sel mast mensintesa lipid sel mast membentuk
telah terbentuk dan mediator secara enzimatik dan mensekresi
dilepaskan keluar secara dari precursor yang tersimpan sitokin
eksositosis atau degranulasi) didalam membrane sel

pengeluaran mediator kimia

histamin prostaglandin
leukotrien

LT4 hidrolisis jenis O2


berikatan dengan dengan (P9D2)
dengan reseptor reseptor
LTC4
reseptor H1 H2 H3
bronkokorstriktor
LTD4 dan LTE 4
pada otot pada sel pada
polos saluran parietal terminal bronkokonstriksi
napas dan konstriksi saluran napas
lambung saraf
sistem
vaskular
ASMA
bronkospasme
B
C D E
C D
B

gangguan ventilasi
produksi mucus pada (hiperventilasi) Sesak napas
jalan napas dan
peningkatan Hcl

Gangguan Pola Napas Ggn. Pemenuhan O2


sekret berpotensi sulit untuk aktivitas
dikeluarkan terstimulasinya normal
nervus vagal dan
visceral
ketidakmampuan
untuk membersihkan
Mual sering terjadi
sekresi dan untuk Intoleransi
pada malam
mempertahankan Aktivitas
hari
bersihan jalan napas
menstimulasi 2 regio
anatomi di medulla
istirahat tidur
Ketidakefektifan terganggu E
Bersihan Jalan
central vomiting
Napas kemoreseptor
zone (CVZ) Merasa khawatir
triggerzone Gangguan Pola
(CTZ) terhadap
Tidur
perubahan status
kesehatan yang
muntah
influx ion Ca2+ dialami
ekstraseluler ke intake nutrisi
dalam sel mast Menutup indera
tidak adekuat Ansietas
penciuman dan taste
bud
membrane sel mast
tidak stabil
Tidak mampu
mengecap rasa dan
mediator kimia
membaui makanan
mudah menembus
membrane sel mast
Penurunan BB ≥
20 %

Ketidakseimbangan
Nutrisi: Kurang dari
Kebutuhan Tubuh