Anda di halaman 1dari 7

PERANAN HUKUM DALAM GLOBALISASI EKONOMI

Ngadino
Email : notarisngadino@yahoo.com

Abstract
The role of law in the development of economic globalization among the nation’s increasingly
important role, particularly regulate all forms of advances in information technology, communications,
transportation in international transaction. economic globalization regulate human activities in
meeting human needs through trade in goods and services, be right revealer of new powers
which requires the establishment of public welfare, running a variety of interests between
citizens who are heading on technology-based society, in addition to the law here to protect,
organize and plan economic life so that the dynamics of economic activity that can be directed
to the progress and welfare of the entire community, economic globalization cannot be avoided
by any country. With compliance with international legal norms, the harmony and well-being of
society can be achieved.
Keyword : law, Globalization, Economic

Abstrak
Peranan hukum dalam pengembangan Globalisasi ekonomi antara bangsa semakin memegang
peranan penting, khususnya mengatur segala bentuk kemajuan teknologi informasi, komunikasi,
transportasi dalam transaksi internasional. Globalisasi ekonomi mengatur aktivitas manusia dalam
memenuhi kebutuhan manusia melalui perdagangan barang dan jasa, menjadi pengungkap yang
tepat dari kekuatan baru yang menghendaki munculnya kesejahteraan masyarakat, menjalankan
berbagai kepentingan antar warga masyarakat yang sedang menuju pada masyarakat berbasis
teknologi, selain itu hukum di sini untuk melindungi, mengatur dan merencanakan kehidupan
ekonomi sehingga dinamika kegiatan ekonomi itu dapat diarahkan kepada kemajuan dan
kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, globalisasi ekonomi tidak dapat dihindari oleh negara
manapun. Dengan ditaatinya norma hukum antar bangsa, maka kerukunan dan kesejahteraan
masyarakat dapat tercapai.
Kata kunci : Hukum, Globalisasi, Ekonomi.

A. Latar Belakang Masalah mengharuskan penghapusan seluruh batasan


Globalisasi ekonomi adalah kehidupan dan hambatan terhadap arus modal barang dan
ekonomi global yang bersifat terbuka dan tidak jasa.1 Negara dengan bebas untuk melakukan
mengenal batas-batas teritorial, atau kewilayahan usaha di negara lain, tentunya keuntunganlah
antara daerah yang satu dengan daerah yang yang hendak diraih.
lain, atau tidak ada batas antara negara yang satu Percepatan proses globalisasi dalam
dengan negara yang lain. Globalisasi ekonomi dua dekade terakhir ini secara fundamental
ini ditandai dengan adanya perdagangan bebas telah mengubah struktur dan pola hubungan
atau perdagangan internasional, sebagai cirinya perdagangan dan keuangan internasional. Hal ini
adalah perdagangan dan investasi menuju ke menjadi fenomena penting sekaligus merupakan
arah liberalisasi kapitalisme, sehingga semua 1 Dalam http://hukum.kompasiana.com/2011/01/24/globalisasi
-ekonomi-dan-tantangan-dalam-perdagangan-internasional-
orang bebas untuk berusaha di mana saja dan sebagai-implementasi-dari-konvensi-wina-1969-335867.html,
kapan saja di dunia ini. Globalisasi perekonomian diakses pada tanggal 26 Agustus 2013, pukul. 3.15 pm.

Jurnal Pembaharuan Hukum Peranan Hukum dalam Globalisasi Ekonomi


Volume I No.1 Januari –April 2014 Ngadino 59
suatu “era baru” yang ditandai dengan adanya besar, dengan demikian akan dicapai
pertumbuhan perdagangan internasional yang economic of scale dan dengan tingkat
tinggi.2 efisiensi yang tinggi;
Perekonomian dunia telah memasuki era 3. Perdagangan bebas memungkinkan setiap
perdagangan bebas. Hampir tidak ada satu bangsa menikmati aneka ragam komoditi
negarapun yang tidak melakukan hubungan dari bangsa lain dalam kawasan itu. Hal
dengan negara lain. Pada masa kini, globalisasi ini jelas akan memperkaya citarasa dan
ekonomi dan perdagangan dilakukan dengan karsa bangsa sendiri;
jalan damai melalui perundingan dan perjanjian 4. Perdagangan bebas akan menghapus
internasional yang melahirkan aturan perdagangan garis rasial yang sempit, dan terjadinya
bebas serta memfokuskan pengembangan pasar transformasi sosial yang dahsyat.
bebas terbuka.3 Sehingga pola pikir yang sempit “narrow
Untuk mencapai kondisi perdagangan bebas minded nationalism” ditukar dengan
perlu cukup waktu, sebab konsekuensi yang “hidup damai di mayapada”. Kotak-kotak
ditimbulkan tidak sedikit. Penghapusan hambatan isolasionisme dan eksklusivisme akan
perdagangan internasional disatu sisi dapat pecah dan merekah; dan
membawa kebaikan, misalnya perdagangan 5. Perdagangan bebas akan mendorong
bebas memungkinkan arus masuk produk terciptanya rasa solidaritas antar bangsa
impor lebih melaju, banyak beragam, sehingga yang terkait di kawasan itu (last but not
menambah pilihan bagi konsumen. Proses ke least).
arah perdagangan bebas ini disebut dengan Seiring dengan meningkatnya transaksi bisnis
liberalisasi perdagangan atau trade liberalization.4 akibat dari perdagangan bebas dan globalisasi
Berkaitan dengan manfaat pasar bebas secara ekonomi, baik yang bersifat nasional, regional
teoritis, Amir MS mengemukakan, bahwa pasar maupun internasional ini sudah barang tentu akan
bebas akan membawa keuntungan bagi suatu membawa konsekuensi perlunya aturan main
negara peserta antara lain sebagai berikut : 5 (rule of the game) yang berupa regulasi yang
1. Perdagangan bebas akan mendorong dapat menjamin kontinuitas aktifitas dunia usaha
setiap orang atau setiap bangsa untuk sendiri secara adil dan pasti. Demi terciptanya
memproduksi komoditi yang paling keteraturan dan kepastian dalam mengakomodasi
menguntungkan dalam arti kata yang berbagai kepentingan pelaku bisnis, hukum
mempunyai keunggulan comparative dan ekonomi dan bisnis akan menjadi kebutuhan yang
daya saing yang tinggi untuk diekspor tidak terelakkan sebagai pedoman fundamental.
ke negara lain. Sebaliknya negara Sebagaimana ditegaskan oleh Erman Radjagukguk,
itu akan mengimpor komoditi yang Bahwa berbagai studi tentang hubungan
dibutuhkan dari negara-negara yang hukum dan pembangunan ekonomi
dapat memproduksinya lebih murah menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi
dan lebih bermutu; tidak akan berhasil tanpa pembaruan
2. Perdagangan bebas memungkinkan hukum, memperkuat institusi hukum adalah
suatu bangsa melakukan spesialisasi precondition for economic change, crucial
produksi dan dapat dilakukan dalam skala to the viability of new political systems and
an agent of social welfare.6
2 Bismar Nasution, 2009, Hukum Kegiatan Ekonomi I, Books
Terrace & Library, Bandung, hlm. 1. Memahami dinamika globalisasi dengan
3 Erman Rajagukguk, Globalisasi Hukum dan Kemajuan Teknologi segala dimensinya, baik itu globalisasi politik
: Implikasinya Bagi Pendidikan Hukum dan Pembangunan
Hukum Indonesia, Jurnal hukum, Vol.01, No.1, 2005, hlm.
dan ekonomi, maka globalisasi juga akan
12. memberi pengaruh terhadap hukum. Globalisasi
4 Ida susanti dan Bayu Seto, 2003, Aspek Hukum Dari Per-
dagangan Bebas : Menelaah Kesiapan Hukum Indonesia
hukum akan menyebabkan peraturan-peraturan
Dalam Melaksanakan Perdagangan Bebas, Citra Aditya Bakti 6 Erman Rajagukguk, Artikel Hukum Ekonomi Indonesia, Menjaga
Bandung, hlm. 5. Persatuan Bangsa, Memulihkan Ekonomi, dan Memperluas
5 Amir MS, 2000, Seluk Beluk dan Teknik Perdagangan Luar Kesejahteraan Sosial, Jurnal Hukum Bisnis, Vol. 22 No. 5,
Negeri, PPM, Jakarta, hlm. 203. Tahun 2003, hlm. 22.

Peranan Hukum dalam Globalisasi Ekonomi Jurnal Pembaharuan Hukum


60 Ngadino Volume I No.1 Januari –April 2014
negara-negara berkembang mengenai investasi, business, other influences cross
perdagangan, jasa-jasa dan bidang-bidang traditional borders, and boundaries
ekonomi lainnya mendekati negara-negara such as nations, national cultures,
maju (convergency).7 time, space, and business industries
Keberadaan hukum sangat penting di era with increasing ease
globalisasi yang ditandai dengan globalisasi (adanya peningkatan makna
ekonomi yang kapitalis. Hal ini juga untuk dan peristiwa yang terjadi di seluruh
melindungi aset-aset dari suatu negara, dan dunia yang menyebar dengan cepat
memberikan keadilan bagi negara lainnya yang untuk membentuk suatu dunia yang
berinvestasi atau melakukan kerjasama dengan tunggal, terintegrasi secara ekonomi,
negara lain. sosial, budaya, teknologi, bisnis, dan
Dari uraian di atas, maka dalam penulisan pengaruh lainnya yang menembus
jurnal ini penulis merumuskan permasalahan: batas dan sekat tradisional seperti
Bagaimanakah Peranan Hukum Dalam Rangka bangsa, kebudayaan nasional, waktu,
Globalisasi Ekonomi? ruang, dan bisnis industri meningkat
dengan mudah).
B. Pembahasan 2. Pieterse
● Peranan Hukum Dalam Rangka There are almost as many
Globalisasi Ekonomi conceptualization of globalization
Motivasi manusia dalam memenuhi as there are discipline
berbagai kebutuhan hidup, sebagaimana (menunjukkan adanya aneka
digambarkan oleh Maslow, akan menjadi konseptualisasi akan globalisasi
penggerak dinamika berbagai aktifitas, sebanyak disiplin ilmu yang ada).
baik dalam skala lokal, regional maupun 3. Brown dan Renesch
internasional. Apabila suatu kebutuhan Globalization is as interconnections
masih dapat terpenuhi dalam internal between overlaping intersets of
komunitas lokal, sebagaimana era business and society
perekonomian primitif, interaksi antar (globalisasi adalah saling
komunitas bahkan antar bangsa keterkaitan antara kepentingan
sebagaimana dewasa ini tidak akan bisnis dan masyarakat).
terjadi. Kondisi masyarakat modern 4. Sera dan Ohmae
telah menciptakan saling ketergantungan As a popular view of globalization
antar bangsa dan interaksi di bidang is as the absence of borders and
perdagangan internasional semakin barriers to trade between nations
kompleks,8 sehingga terjadi globalisasi (merupakan suatu pandangan
ekonomi. populer tentang globalisasi adalah
Dalam mengartikan globalisasi, para lintas batas dan kendala perdagangan
akademisi memiliki perbedaan pendapat antar bangsa)
satu sama lain, antara lain : 9 5. Dicken, 1992
1. Barbara Parker; Globalization is more usually
There is growing sense that events described in the business literatur
occuring throughout the world are as a shifts in traditional patterns of
converging rapidly to shape a single, international production, investment
integrated world where economic, and trade
social, cultural, technological, (globalisasi lazimnya lebih
7 Erman Radjagukguk,Peranan Hukum Dalam Pembangunan digambarkan dalam literatur bisnis
Pada Era Globalisasi, Jurnal Hukum, No. II Vol. 6, hlm.114. sebagai sebagai suatu penggantian pola
8 Ade Maman Suherman, 2005, Aspek Hukum Dalam Ekonomi
Global, Ghalia Indonesia, Bogor, hlm.3 dan 4.
tradisional dalam produksi internasional,
9 Ibid., hlm. 15 dan 16. investasi, dan perdagangan).

Jurnal Pembaharuan Hukum Peranan Hukum dalam Globalisasi Ekonomi


Volume I No.1 Januari –April 2014 Ngadino 61
Begitu banyaknya pengertian dari di mana masing-masing negara akan
globalisasi, namun pada intinya globalisasi mengekspor barang maupun jasa ke
ini dipengaruhi adanya perkembangan pasar internasional yang dianggap paling
ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga menguntungkan dari segi biaya produksi
tidak ada batas antar negara untuk maupun jasa kepasar internasional.12
melakukan kerjasama dalam berbagai Berbagai transaksi dan kontrak
bidang, terutama dalam bidang ekonomi. bisnis baru diperkenalkan ke negara
Perekonomian global sungguh mencakup berkembang. Mau tidak mau, negara-
persoalan dan kompleksitas yang luas negara berkembang menerima model-
dan melingkupi berbagai aspek, di model kontrak bisnis internasional
antaranya adalah tort law, alternatif tersebut, bisa karena sebelumnya
dispute resolution (ADR), perusahaan tidak mengenal model tersebut, dapat
multinasional, perlindungan konsumen, juga karena posisi tawar yang lemah.
perlindungan hak kekayaan intelektual, Oleh karena itu tidak mengherankan,
antidumping, teknologi dalam bisnis, dan perjanjian patungan (joint venture),
lain-lain.10 perjanjian waralaba (franchise),
Globalisasi ekonomi sebenarnya perjanjian lisensi, perjanjian keagenan,
sudah terjadi sejak lama, masa hampir sama disemua negara. Tuntutan
perdagangan rempah-rempah, masa keterbukaan (transparency) yang semakin
tanam paksa (cultuur stelsel) dan besar, berkembangnya kejahatan
masa di mana modal swasta Belanda internasional dalam pencucian uang
zaman kolonial dengan buruh paksa. (money laundering) dan insider trading
Pada ketiga periode tersebut hasil bumi mendorong kerjasama internasional.
Indonesia sudah sampai ke Eropa dan Dibalik usaha keras menciptakan
Amerika. Sebaliknya impor tekstil dan globalisasi hukum, tidak ada jaminan
barang-barang manufaktur, betapun bahwa hukum tersebut akan memberikan
sederhananya telah berlangsung lama.11 hasil yang sama yang di semua tempat.
Terlebih di masa sekarang ini, di Hal mana dikarenakan perbedaan politik,
mana perkembangan dalam teknologi ekonomi, dan budaya. Hukum itu tidak
dan pola kegiatan ekonomi membuat sama dengan kuda. Orang tidak akan
masyarakat di dunia semakin saling menamakan keledai atau zebra adalah
bersentuhan, saling membutuhkan, dan kuda. Walau bentuknya hampir sama.
saling menentukan nasib satu sama lain, Kuda adalah kuda. Hukum tidak demikian.
tetapi juga saling bersaing. Hal ini secara Apa yang disebut hukum itu tergantung
dramatis terutama terlihat dalam kegiatan kepada persepsi masyarakatnya.13
perdagangan dunia atau internasional, Hukum lebih tampak bukan lagi
baik di bidang barang-barang (trade in sebagai perekam kebiasaan yang telah
goods), maupun di bidang jasa (trade membentuk didalam bidang kehidupan
in services), di mana lalu lintas barang masyarakat, melainkan diharapkan pula
dan jasa berlangsung dengan cepat. hukum dapat menjadi pengungkap
Smith juga mengajarkan bahwa yang tepat dari kekuatan baru yang
perdagangan bebas akan dengan menghendaki terbentuknya kesejahteraan
sendirinya menciptakan international masyarakat. Akibatnya hampir seluruh
devision of labour (pembagian kerja aspek-aspek kehidupan ditemui adanya
internasional) yang saling menguntungkan, peraturan hukum.
12 Bob S. Hadiwinata dan Aknolt K. Pakpahan, 2004, Fair Trade
10 Ibid. Gerakan Perdagangan Alternatif, Pustaka Belajar Oxfam,
11 Erman Rajagukguk, 4 Januari 1997, Peranan Hukum Da- Bandung, hlm. 2.
lam Pembangunan Pada Era Globalisasi : Implikasinya Bagi 13 Erman Rajagukguk, Peranan Hukum Dalam Pembangunan
Pendidikan Hukum di Indonesia, Pidato Pengukuhan Guru Pada Era Globalisasi : Implikasinya Bagi Pendidikan Hukum
Besar FH UI, Jakarta, hlm. 11-12. di Indonesia..., op.cit., hlm. 18 dan 19.

Peranan Hukum dalam Globalisasi Ekonomi Jurnal Pembaharuan Hukum


62 Ngadino Volume I No.1 Januari –April 2014
Tujuan hukum akan tergantung dari Indonesia merupakan bagian dari
perspektif mana seseorang melihat hukum masyarakat global sehingga Indonesia pun
itu sendiri. Namun demikian, secara umum tidak terlepas dari hukum internasional
tujuan hukum meliputi berikut ini : 14 termasuk yang menyangkut ekonomi.
1. The goal of promoting morality (untuk Tetapi walaupun demikian, kita juga harus
menegakan moral); bersikap kritis dan memperjuangkan hak
2. The goal of reflecting custom (untuk bagi kesejahteraan negara kita, karena
merefleksikan kebiasaan); tidak semua kebijakan ekonomi tersebut
3. The goal of social welfare (untuk dapat diterapkan dan kalaupun diterapkan
kesejahteraan masyarakat); harus ada penyesuaian dengan hukum
4. The goal of serving power (untuk yang berlaku di Indonesia.
melayani kekuasaan). Bagi Indonesia sendiri, pengaruh
Roscoe Pound berkata bahwa hukum globalisasi itu selain menuntut penyesuaian
adalah “hukum adalah alat perubahan sistem hukum nasional, globalisasi hukum
sosial”. Berdasarkan teori tersebut, sekaligus menghadapkan Indonesia
Roscoe Pound hendak menjelaskan pada berbagai penuntasan persoalan
bahwa sesungguhnya dalam masyarakat, hukum yang harus diselesaikan. Tidak
hukum juga dapat mendahului perubahan saja menyangkut grand desain hukum
yang ada, ia bahkan juga bisa merekayasa nasonal yang belum ada, ada sejumlah
suatu keadaan yang tidak ada menjadi keadaan hukum Indonesia atau apa
ada. Ada 4 macam fungsi hukum, yaitu : yang dinamakan dengan (the existing
1. Hukum sebagai pemelihara ketertiban; legal system) yang menunjukkan hal-hal
2. Hukum sebagai sarana pembangunan; sebagai berikut:15
3. Hukum sebagai sarana penegak 1. Dilihat dari substansi hukum, asas
keadilan; dan kaedah, hingga saat ini terdapat
4. Hukum sebagai sarana pendidikan berbagai sistem hukum yang berlaku,
masyarakat. yakni sistem hukum adat, sistem
Beranjak dari keempat fungsi hukum hukum agama, sistem hukum
yang di atas, di mana keempat fungsi barat, dan sistem hukum nasional.
itu sesungguhnya saling berkaitan satu Tiga sistem hukum yang pertama
dengan yang lain. Hukum telah menjadi merupakan akibat politik hukum
suatu sarana yang cukup penting dalam masa penjajahan. Secara negatif,
proses pembangunan. Kajian atas politik hukum tersebut dimaksudkan
peranan hukum dalam pembangunan untuk membiarkan rakyat tetap hidup
ekonomi itu sendiri kiranya terbagi dalam dalam lingkungan hukum tradisional
dua kelompok, yaitu : dan sangat dibatasi untuk memasuki
1. Satu kelompok yang hanya sistem hukum yang diperlukan bagi
membahas norma-norma hukum suatu pergaulan yang modern;
yang berhubungan dengan ekonomi 2. Ditinjau dari segi bentuk, sistem hukum
dan norma-norma hukum itu yang berlaku lebih mengandalkan
dikelompokkan dalam satu kelompok pada bentuk-bentuk hukum tertulis.
sebagai hukum ekonomi; Para pelaksana dan penegak hukum
2. Kelompok yang membahas senantiasa mengarahkan pikiran
bagaimana hukum itu berperan hukum pada peraturan-peraturan
dalam pembangunan ekonomi tertulis. Pemakaian kaidah hukum
tanpa mempersoalkan mana saja adat atau hukum Islam hanya
kelompok hukum yang termasuk 15 Bagir Manan, 1999, Pembinaan Hukum Nasional, dalam Mochtar
dalam kelompok hukum ekonomi. Kusumaatmadja : Pendidik & Negarawan, Kumpulan Karya
Tulis, Menghormati 70 Tahun Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja,
14 Ade Manan Suherman, op.cit., hlm. 8. SH.,LL.M., Alumni, Bandung, hlm 238-245.

Jurnal Pembaharuan Hukum Peranan Hukum dalam Globalisasi Ekonomi


Volume I No.1 Januari –April 2014 Ngadino 63
dipergunakan dalam hal-hal yang globalisasi ekonomi. Globalisasi
secara hukum ditentukan harus hukum dalam artian tanggung jawab
diperiksa dan diputus menurut global telah menempatkan dirinya
kedua hukum tersebut. Penggunaan sebagai alat bagi global state. Kondisi
jurisprudensi dalam mempertimbang ini mirip dengan hukum sebagai
kan suatu putusan hanya sekedar alat kekuasaan sebagaimana terjadi
untuk mendukung peraturan hukum pada negara-negara bangsa (negara
tertulis yang menjadi tumpuan utama; nasional).
3. Hingga saat ini masih cukup banyak Semakin pesatnya angka per­tumbuhan
hukum tertulis yang dibentuk serta perkembangan perekonomian dunia,
pada masa pemerintahan Hindia maka lahirlah hukum ekonomi. Di seluruh
Belanda. Hukum-hukum ini bukan dunia, hukum ekonomi berfungsi mengatur
saja dalam banyak hal tidak sesuai dan membatasi kegiatan ekonomi,
dengan alam kemerdekaan, tetapi dengan harapan sistem pembangunan
telah pula ketinggalan orientasi dan perekonomian tidak mengabaikan hak-
mengandung kekosongan, baik hak dan kepentingan masyarakat.17
ditinjau dari sudut kebutuhan dan
fungsi hukum maupun perkembangan C. Penutup
masyarakat; 1. Kesimpulan
4. Keadaan hukum kita dewasa ini Peranan hukum dalam globalisasi
menunjukkan pula banyak aturan ekonomi berada pada pengaturan aktivitas
kebijakan (beleidsregel). Peraturan- manusia dalam pemenuhan kebutuhan
peraturan kebijakan ini tidak saja melalui perdagangan barang dan jasa,
berasal dari administrasi negara, menjadi pengungkap yang tepat dari
bahkan ada pula dari badan justisial; kekuatan baru yang menghendaki
5. Keadaan hukum kita dewasa ini adalah terbentuknya kesejahteraan masyarakat.
sifat departemental centris. Hukum, Selain itu hukum di sini untuk melindungi,
khususnya peraturan perundangan mengatur dan merencanakan kehidupan
seringkali dipandang sebagai urusan ekonomi sehingga dinamika kegiatan
departemen yang bersangkutan ekonomi itu dapat diarahkan kepada
6. Tidak pula jarang dijumpai kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh
inkonsistensi dalam penggunaan masyarakat, globalisasi ekonomi tidak
asas-asas hukum atau landasan dapat dihindari oleh negara manapun.
teoretik yang dipergunakan. Dengan ditaatinya norma hukum
Berdasarkan dinamika globalisasi antar bangsa, maka kerukunan dan
yang mempengaruhi bidang hukum, maka kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.
globalisasi hukum sepertinya berakar 2. Saran
pada dua hal, yaitu: 16 Pengaruh globalisasi ekonomi, sangat
1. Globalisasi hukum yang berakar dirasakan oleh seluruh masyarakat. Tidak
pada globalisasi ekonomi dan bidang hanya pertukaran barang dan jasa, tetapi
lainnya yang menempatkan global juga budaya negara lain dengan mudah
state sebagai “masyarakat pasar”; masuk dan mempengaruhi budaya suatu
2. Globalisasi hukum yang berakar pada Negara. Diperlukan filter kuat untuk
global state yang menampakkan membendung efek negatif dari globalisasi,
wujudnya dalam apa yang disebut seperti sifat konsumerisme yang tinggi,
dengan “tanggung jawab global”. yang telah menjangkiti sebagian besar
Hal ini mengindikasikan, globalisasi masyarakat. Barang-barang bermerek,
hukum ternyata lebih rumit dibanding 17 Elsi Kartika Sari dan Advendi Simangunsong, 2005, Hukum
Dalam Ekonomi, Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta,
16 Boy Yendra Tamin, loc.cit. hlm. 4.

Peranan Hukum dalam Globalisasi Ekonomi Jurnal Pembaharuan Hukum


64 Ngadino Volume I No.1 Januari –April 2014
telah menggusur produksi lokal. Masuknya menggunakan produk dalam negeri,
barang-barang impor perlu diminimalisir, sehingga dapat meningkatkan nilai jual
dan perlu sosialisasi terhadap pentingnya produksi dalam negeri.

DAFTAR PUSTAKA

• Buku-Buku :
Ade Maman Suherman, 2005, Aspek Hukum Dalam Ekonomi Global, Ghalia Indonesia, Bogor.
Amir MS, 2000, Seluk Beluk dan Teknik Perdagangan Luar Negeri, PPM, Jakarta,
Bagir Manan, 1999, Pembinaan Hukum Nasional, dalam Mochtar Kusumaatmadja : Pendidik
& Negarawan, Kumpulan Karya Tulis, Menghormati 70 Tahun Prof. Dr. Mochtar
Kusumaatmadja, SH.,LL.M., Alumni, Bandung,
Bismar Nasution, 2009, Hukum Kegiatan Ekonomi I, Books Terrace & Library, Bandung.
Bob S. Hadiwinata dan Aknolt K. Pakpahan, 2004, Fair Trade Gerakan Perdagangan Alternatif,
Pustaka Belajar Oxfam, Bandung,
CST. Kansil, 1992, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta,
Elsi Kartika Sari dan Advendi Simangunsong, 2005, Hukum Dalam Ekonomi, Gramedia
Widiasarana Indonesia, Jakarta,
Ida susanti dan Bayu Seto, 2003, Aspek Hukum Dari Perdagangan Bebas: Menelaah Kesiapan
Hukum Indonesia Dalam Melaksanakan Perdagangan Bebas, CitraAditya Bakti Bandung,
Mochtar Kusumaatmadja dan B. Arief Sidharta, 2000, Pengantar Ilmu Hukum, Suatu Pengenalan
Pertama Ruang Lingkup Berlakunya Ilmu Hukum, Alumni, Bandung,
Sumantoro, 1987, Kegiatan Perusahaan Multinasional, Problematika Politik, Hukum dan
Ekonomi Dalam Pembangunan Nasional, Gramedia, Jakarta.

• Jurnal Hukum dan Pidato :


Erman Radjagukguk, Peranan Hukum Dalam Pembangunan Pada Era Globalisasi, Jurnal
Hukum, No. II Vol. 6.
____________, Artikel Hukum Ekonomi Indonesia, Menjaga Persatuan Bangsa, Memulihkan
Ekonomi, dan Memperluas Kesejahteraan Sosial, Jurnal Hukum Bisnis, Vol. 22 No.
5, Tahun 2003.
____________, Globalisasi Hukum dan Kemajuan Teknologi : Implikasinya Bagi Pendidikan
Hukum dan Pembangunan Hukum Indonesia, Jurnal hukum, Vol.01, No.1, 2005.
____________, Peranan Hukum Dalam Pembangunan Pada Era Globalisasi : Implikasinya
Bagi Pendidikan Hukum di Indonesia, Pidato Pengukuhan Guru Besar FH UI, Jakarta,
4 Januari 1997.

• Internet :
http://boyyendratamin.blogspot.com/2011/08/globalisasi-hukum.html.
http://hukum.kompasiana.com/2011/01/24/globalisasi-ekonomi-dan-tantangan-dalam-perdagangan-
internasional-sebagai-implementasi-dari-konvensi-wina-1969-335867.html.

Jurnal Pembaharuan Hukum Peranan Hukum dalam Globalisasi Ekonomi


Volume I No.1 Januari –April 2014 Ngadino 65