Anda di halaman 1dari 6

Sekolahku

Sekolahku tampak bersih. Halamannya luas dan ditumbuhi rumput-rumput hijau yang membuat suasana
tampak sejuk. Selain itu, di halamannya ada pohon Beringin yang cukup lebat. Ruang kelas sekolahku
cukup besar. Semua lantai ruangan menggunakan keramik. Dinding kelasnya berwarna kuning. Warna
cat pintu dan jendelanya berwarna hijau.

Kafe pelita adalah kafe yang sangat nyaman bagi para pelanggannya, kafe ini dikelilingi oleh banyak
tanaman serta pepohonan yang membuat udara di sekitar kafe terasa segar dan sejuk. Kafe ini juga
dilengkapi dengan fasilatas free wifi yang menjadikannya tempat asyik untuk nongkrong bagi kalangan
muda –mudi. Ketika bulan puasa tiba kafe pelita akan semakin ramai karena menjadi salah satu tujuan
pelanggan sebagai tempat untuk berbuka puasa bersama.

Bu Jeni merupakan guru yang ditakuti muridnya, dia mengajarkan muridnya untuk displin dalam belajar.
Ia memiliki postur tubuh yang kecil namun ketika ia marah ia akan membuat seolah-olah orang yang di
sekelilingnya menjadi lebih kecil dibandingkan dia. Suaranya yang keras ketika marah bak suara
gemuruh ketika hujan. Tetapi dibalik sifatnya yang galak saat mengajar ia bermaksud untuk mendidik
siswanya agar menjadi pribadi yang displin dalam melakukan semua hal.

Venus adalah planet terdekat kedua dari Matahari setelah Merkurius. Planet ini mengorbit Matahari
selama 224,7 hari Bumi.[11] Venus tidak memiliki satelit alami dan dinamai dari dewi cinta dan
kecantikan dalam mitologi Romawi. Setelah Bulan, planet ini merupakan objek alami tercerah di langit
malam, dengan magnitudo tampak Sebesar −4,6 yang cukup cerah untuk menghasilkan bayangan.[12]
Venus merupakan planet inferior dengan sudut elongasi yang mencapai 47,8°. Kecerahan maksimal
planet ini dapat dilihat segera sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam, sehingga
disebut Bintang Fajar atau Bintang Senja.

Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) atau dalam bahasa Sunda disebut Tangkil adalah suatu spesies tanaman
berbiji terbuka (Gymnospermae) berbentuk pohon yang berasal dari Asia tropik, melanesia, dan Pasifik
Barat.[1] Melinjo dikenal pula dengan nama belinjo, mlinjo (bahasa Jawa), tangkil (bahasa Sunda) atau
bago (bahasa Melayu dan bahasa Tagalog), Khalet (Bahasa Kamboja).[1] Melinjo banyak ditanam di
pekarangan sebagai peneduh atau pembatas pekarangan dan terutama dimanfaatkan buah dan
daunnya.[1]

Berbeda dengan anggota Gnetum lainnya yang biasanya merupakan liana, melinjo berbentuk pohon.[1]

Penguin atau pinguin (ordo Sphenisciformes, famili Spheniscidae) adalah hewan akuatik jenis burung
yang tidak bisa terbang dan secara umum hidup di belahan Bumi selatan.
Di seluruh dunia terdapat 16 spesies penguin[1] tergantung pada apakah dua spesies Eudyptula dihitung
juga sebagai spesies. Walaupun seluruh jenis penguin awalnya berasal dari belahan bumi selatan,
namun penguin tidak hanya ditemukan di daerah dingin atau di Antartika saja. Terdapat tiga spesies
penguin yang hidup di daerah tropis. Salah satu spesies hidup di Kepulauan Galapagos (Penguin
Galapagos) dan biasanya menyeberangi garis khatulistiwa untuk mencari makan.

Spesies penguin terbesar adalah Penguin Kaisar (Aptenodytes forsteri) dengan tinggi mencapai 1,1
meter dan berat 35 kilogram atau lebih.

Spesies penguin terkecil adalah Penguin Peri (Eudyptula Minor) dengan tinggi sekitar 40 cm dan berat
satu kg. Secara umum, penguin yang berukuran besar lebih dapat mempertahankan suhu tubuhnya
sehingga dapat bertahan di daerah dingin, sementara penguin yang berukuran lebih kecil biasanya
ditemukan di daerah yang lebih hangat bahkan daerah tropis.

Umumnya penguin memakan krill (sejenis udang), ikan,[1] cumi-cumi dan hewan air lainnya yang
tertangkap ketika berenang di laut dengan paruhnya. Penguin dapat meminum air laut karena kelenjar
supraorbital pada tubuhnya menyaring kelebihan garam laut dari aliran darah. Garam ini lalu
dikeluarkan dalam bentuk cairan lewat saluran pernapasan penguin.

Penguin terlihat tidak takut dengan kehadiran manusia. Mereka akan mendekat pada kelompok peneliti
yang sedang mempelajari mereka.

Namun satu bentuk pertengkaran besar antar penguin akan terjadi jika seekor ibu penguin kehilangan
anaknya (karena tidak bisa bertahan dalam badai besar atau dimakan oleh hewan pemangsa). Jika
seekor anak hilang, maka ibu penguin akan "mencuri" seekor anak penguin dari ibu penguin yang lain.
Tingkah laku ini menarik perhatian ilmuwan. Menariknya, penguin-penguin betina lain dalam kelompok
penguin tersebut tidak menyukai "pencurian" ini dan akan menolong dan "membela" ibu penguin yang
anaknya dicuri.

Tubuh penguin sangat sesuai untuk berenang dan hidup di air[1]. Sayapnya merupakan pendayung dan
tidak mampu untuk terbang. Di daratan penguin menggunakan ekor dan sayapnya untuk menjaga
keseimbangan ketika berjalan.

Setiap penguin memiliki warna putih di sebelah dalam tubuhnya dan warna gelap (biasanya hitam) di
sebelah luar tubuh. Hal ini berguna untuk kamuflase. Hewan pemangsa seperti singa laut dari dalam air
akan sulit untuk melihat penguin karena perutnya yang berwarna putih bercampur dengan pantulan
permukaan air laut. Sedangkan permukaan gelap pada punggungnya juga menyamarkan penguin dari
pandangan hewan pemangsa di atas air.

Penguin mampu berenang dengan kecepatan 6 hingga 12 km/jam bahkan pernah tercatat hingga 27
km/jam. Penguin yang berukuran kecil biasanya menyelam selama satu hingga dua menit dari
permukaan air untuk menangkap makanan. Penguin yang berukuran lebih besar, yaitu penguin emperor
bisa menyelam lebih dalam hingga 565 meter selama 20 menit.

Pelangi

1. Pernyataan Umum (Pembuka)

Pelangi merupakan suatu busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh
butir-butir air. Pelangi juga dianggap sebagai gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka
warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Pelangi tampak sebagai busur cahaya
dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di
sekitar air terjun yang jelas.

2. Deretan Penjelas (Isi)

Pelangi dan efek cahaya lain di langit di sebabkan oleh cahaya yang membias dan menyimpang
menjauhi partikel. Saat matahari terbenam, langit menjadi merah karena karena sinar matahari lewat
melalui atmosfer yang jauh lebih tebal daripada ketika matahari berada tinggi di langit pada siang hari.
Pelangi tidak akan tampak pada malam hari atau ketika cuaca mendung. Hal itu terjadi karena pelangi
merupakan hasil dari pembiasan cahaya. Pada mulanya cahaya matahari melewati sebuah tetes hujan,
kemudian di belokkan atau dibiaskan menuju tengah tetes hujan sehingga memisahkan cahaya putih
menjadi warna spektrum.

3. Penutup (Interpretasi)

Pelangi hanya dapat di lihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar tapi dari sisi yang
berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan terkesan air
dengan matahari di belakang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus
berada dalam satu garis lurus. Cahaya dengan panjang gelombang terpendek seperti ungu, terdapat di
bagian kurva dan yang memiliki panjang gelombang terpanjang seperti merah terdapat pada bagian luar
Pernyataan Umum:

Tsunami berasal dari bahasa jepang dan terdiri dari 2 suku kata yaitu “tsu” (pelabuhan) dan “nami”
(gelombang). Para ilmuwan biasa mengartikan dengan sebutan tidal wave (gelombang pasang) atau
seismic sea waves (gelombang laut akibat gempa).

Tsunami merupakan gelombang laut yang datang secara tiba-tiba dengan kecepatan yang tinggi yang
menuju kawasan pantai, disebabkan karena aktivitas gunung berapi atau gempa dibawah laut.

Urutan Sebab-Akibat:

Saat gempa terjadi dan permukaan dasar laut naik turun di sepanjang patahan maka saat itulah tsunami
terbentuk. Patahan itu menyebabkan keseimbangan air laut terganggu. Patahan yang besar akan
menghasilkan gelombang yang besar juga.

Sesaat setelah gempa terjadi, air laut akan mengalami surut. Dan akan kembali ke daratan dalam bentuk
gelombang besar (tsunami).

Tsunami juga terjadi karena letusan gunung berapi di dasar laut yang mengakibatkan tingginya
pergerakan air laut atau perairan di dekatnya.

Tsunami memiliki kecepatan gelombang yang lebih besar daripada gelombang biasa. Bahkan sampai
700km/jam dan hampir sama dengan kecepatan pesawat.

Biasanya tinggi gelombang tsunami 50 – 100 meter dan menyebar ke semua arah. Ketinggian tsunami
juga dipengaruhi oleh bentuk dan kedalaman pantai. Maka dari itu gempa bumi di dasar laut sangat
memungkinkan untuk terjadinya tsunami.

Simpulan/Penutup (interpretasi):

Nyatanya, tsunami menjadi salah satu peristiwa alam yang sangat berbahaya bagi manusia karena bisa
menyebabkan kerusakan besar bahkan bisa merenggut ribuan jiwa sekaligus apabila terjadi secara
mendadak.
Maka dari itu kita wajib waspada setiap saat dan menyiapkan diri untuk menghadapi bencana alam
tsunami. Walau tidak semua gempa dan letusan gunung berapi di dasar laut menyebabkan tsunami.

Gunung Meletus. Fenomena alam ini terjadi karena adanya endapan magma yang ada di perut bumi dan
disemburkan oleh gas dengan kekuatan besar.

Selain tsunami, gunung meletus juga menjadi salah satu bencana alam yang mengerikan dan bisa
menyebabkan banyak korban jiwa.

Urutan Sebab-Akibat:

Bisa dikatakan bahwa nyaris semua gunung berapi berkaitan dengan daerah kegempaan yang aktif,
karena berkaitan langsung dengan batas lempeng bumi. Peristiwa alam gunung meletus diawali dengan
perubahan tekanan batas lempeng bumi dan perubahan suhu yang drastis.

Hal tersebut membuat material batuan disekitarnya meleleh, biasa kita sebut dengan magma atau
cairan pijar. Magma ini akan mengintruksi material disekitarnya melewati rekahan-rekahan menuju
permukaan bumi.

Bahkan di kedalaman yang relatif, suhu yang sangat tinggi bukan hanya mampu melelehkan magma
bahkan bisa seluruh material yang berada di dalam perut bumi.

Disaat itu juga akan muncul gas yang akan bercampur dengan magma. Magma yang keluar saat gunung
meletus terbentuk di kedalaman 60-160 KM dibawah permukaan bumi.

Lalu gas yang bercampur dengan magma tersebut berada dibawah tekanan batuan-batuan padat yang
ada disekitar kawah. Sehingga tekanan ini membuat gas dan magma bergerak ke permukaan bumi dan
meletus secara bersamaan.

Maka terbentuklah lubang utama. Karena nyatanya memang sebagian besar magma dan material
vulkanik lain menyembur melalui lubang ini.
Ketika semburan telah berhenti, biasanya di bagian puncak gunung akan terbentuk kawah yang
menyerupai mangkuk dan lubang utama terletak di dasar kawah tersebut.

Ada dampak negatif dan positif yang disebabkan oleh letusan gunung berapi. Dampak negatif yang
paling terlihat yaitu bahayanya terhadap manusia dan makhluk hidup di sekitarnya.

Karena mengeluarkan gas beracun, awan panas, debu vulkanik, dan bebatuan yang keluar dari gunung
yang meletus. Setelah erupsi berakhir terdapat kemungkinan terjadi hujan lahar, rusaknya lahan
pertanian dan perkebunan.

Bahkan sejarah pernah mencatat pernah ada bencana alam letusan gunung berapi yang mengakibatkan
tewasnya ribuan orang dan menyebabkan iklim di dunia berubah.

Sedangkan dampak positif yang bisa terlihat yaitu lahan di daerah gunung berapi menjadi subur,
material yang keluar bisa dijadikan sebagai mata pencaharian masyarakat, sumber daya air, wisata alam,
dan energi panas bumi.

Simpulan/Penutup (interpretasi):

Sehingga hingga sekarang gunung berapi masih menjadi hal yang menyeramkan untuk manusia. Karena
luar biasanya gunung berapi sampai bisa mengakibatkan terbentuknya pulau dan danau, bahkan bisa
menutupi atmosfer bumi yang menyebabkan perubahan suhu yang ekstrim.

Untuk itu kita perlu memperhatikan Skema peringatan gunung berapi di Indonesia yang diberikan oleh
BMKG. Sehingga kita bisa menentukan waktu yang tepat untuk mengungsi apabila terjadi erupsi gunung
berapi di sekitar daerah kita.