Anda di halaman 1dari 6

1

Deskripsi

Desain Model Untuk Peningkatan Kualitas Air Waduk Lahor

5
Bidang Teknik Invensi
Invensi ini berkaitan dengan perumusan upaya konservatif pengelolaan waduk untuk
meningkatakan kualitas air waduk. Upaya yang dirumuskan berdasarkan kondisi kualitas air
waduk dan sumber penyebab terjadinya pencemaran air di perairan waduk. Penurunan kualitas
10air waduk disebabkan oleh meningkatnya aktivitas karamba jaring apung atau aktivitas budidaya
perikanan yang dapat mencemari perairan waduk yang berasal dari sisa pakan ikan yang tidak
termakan oleh ikan dan dari sisa metabolisme ikan. Sehingga, dalam perumusan upaya ini
berkaitan dengan budidaya perikanan seperti pengaplikasian karamba jarring apung ramah
lingkungan yang terintegrasi dan menerapakan sistem Trophic Level Based Aquaculture untuk
15budidaya perikanan. Selain itu pengaturan pola operasi waduk juga dapat dijadikan upaya
penurunan alga atau fitoplankton karena berpengaruh terhadap respirasi fitoplankton. Introduksi
jenis zooplankton pemakan alga dominan di waduk yang mengalami blooming alge. Untuk
lokasi studi berada di waduk Lahor.

20Latar Belakang Invensi


Pemanfaatan waduk antara lain seperti perikanan atau budidaya ikan dalam keramba,
perbaikan pengangkutan, air baku, irigasi, industri, dan fasilitas pariwisata. Dari kegiatan
pemanfaatan waduk dan sumber air waduk yang sebagian besar dari sungai berpotensi untuk
terjadinya pencemaran pada perairan waduk. Salah satu kegiatan pemanfaatan waduk yang akan
25menyebabkan pencemaran air waduk adalah kegiatan perikanan, karena dari sisa pakan ikan
yang tidak termakan dan dari feses ikan akan mengganggu kesuburan waduk. Sedangkan untuk
sumber pencemar yang berasal dari daerah tangkapan air waduk salah satunya berasal dari
limbah pertanian yang melimpas atau dibuang ke sungai sehingga ketika air sungai masuk ke
waduk akan menyumbang beban pencemar ke perairan waduk. Oleh sebab itu, beberapa waduk
30di Indonesia saat ini telah berstatus tercemar. Waduk Ir. H. Djuanda berdasarkan penelitian oleh
Caesar tahun 2015 memiliki status trofik hipereutrof yang berarti tercemar sangat tinggi. Waduk
Selorejo berdasarkan penelitian dari Ayu Pratama P tahun 2015 memiliki status trofik
Hipereutrof. Waduk Sutami berstatus Hipereutrof pada tahun 2011 (Gilang, 2011) dan beberapa
waduk lainnya di Indonesia telah mengalami pencemaran. Oleh sebab itu, perlu dilakukan
35penelitian mengenai kualitas air pada waduk untuk menjaga kelestarian waduk. Salah satu waduk
yang perlu diteliti adalah waduk Lahor, karena selain berpotensi terjadinya pencemaran pada
2
waduk Lahor jarang diadakan penelitian mengenai kualitas air selain dari pihak pengelola
waduk.
Hingga saat ini paten mengenai upaya konservatif pengelolaan waduk pada waduk Lahor
untuk desain karamba jaring apung bertingkat terintegrasi dan pengaturan pola operasi waduk
5belum ada. Paten Indonesia IDS000001163 tentang keramba jarring apung bertingkat untuk
pembesaran ikan demersal merupakan penelitian yang dilakukan oleh Sunaryat, SP dan Herno
Minjoyo, M.Sc yang bertujuan untuk meningkatkan pembesaran ikan demersal. Selain itu paten
Indonesia IDS000001488 yang berjudul karamba jarring apung bertingkat rolling net system
(KJABB-RNS) yang dilakukan oleh Drs. Sapto Putro, M.si., Ph.D. yang bertujuan untuk
10meningkatkan kapasitas produksi perikanan budidaya.
Hasil invensi Indah dkk, menunjukan bahwa kondisi kualitas air pada waduk Lahor tercemar
tinggi karena ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu air yang telah ditetapkan oleh
pemerintah dan didominasi oleh satu alga dominan yaitu microsystis yang dapat menghasilkan
racun berupa microsystin jika kadarnya berlebih di perairan. Maka dari itu, untuk meningkatkan
15kualitas air waduk dirumuskan upaya konservatif pengelolaan waduk berupa penerapan desain
karamba jarring apung bertingkat terintegrasi dan pengaturan pola operasi waduk.

Ringkasan Invensi
Upaya konservatif pengelolaan waduk untuk peningkatan kualitas air waduk yaitu dengan
20cara pengaturan pola operasi waduk dimana prinsip dari upaya ini yaitu memindahkan alga yang
berada di permukaan menuju ke perairan dalam waduk sehingga, alga yang berada pada
permukaan waduk akan mati karena tidak mendapatkan cahaya matahari. Selain itu penerapan
desain karamba jaring apung ramah lingkungan yang terintegrasi juga dapat diterapkan untuk
mengatasi peningkatan unsur hara yang berada pada waduk. prinsip dari upaya ini yaitu
25mengurangi limbah hasil budidaya perikanan yang ada di waduk dengan cara membedakan
membuat KJA bertingkat dimana pada tingkat satu diisi dengan ikan kecil dan pada tingkat 2
diidi dengan ikan besar, sehingga sisa pakan ikan yang tidak termakan oleh ikan kecil dapat
termakan oleh ikan besar. Serta jenis ikan yang berada pada KJA merupakan ikan karnivora
pemakan pellet dan protein dan jenis ikan yang berada pada hamparan luar KJA yaitu jenis ikan
30herbivora pemakan detritus, fotoplankton, dan bentos sehingga ikan herbivora akan memakan
alga yang berada di perairan waduk. Upaya-upaya ini dapat diterapkan pada waduk-waduk yang
mengalami pencemaran akibat aktivitas budidaya perikanan ataupun daerah tangkapan air
waduk.

35
3
Uraian Lengkap Invensi
Pengaturan kondisi hidrodinamik dapat mengurangi masalah eutrofikasi waduk terutama
pada musim kering. Pada musim kering, pergerakan atau arus air cenderung lambat serta kondisi
lingkungan waduk juga sangat mendukung untuk pertumbuhan alga misalnya suhu yang hangat
5dan angin yang rendah, kondisi tersebut menyediakan lingkungan yang sesuai untuk
pertumbuhan alga. Operasi waduk akan membantu untuk peningkatan kualitas air karena akan
meningkat pertukaran air antara arus utama dari waduk ke outlet waduk dengan demikian alga
akan berpindah ke perairan dalam sehingga alga tidak bisa melakukan fotosintesis karena tidak
ada cahaya pada perairan dalam. Adanya pergerakan yang menimbulkan arus yang tinggi dari
10waduk ke outlet akan mengakibatkan pengenceran yang lebih tinggi.
Perumusan aturan operasi waduk didasarkan pada simulasi skenario. Pergerakan air dan
produktivitas primer dari alga disimulasikan dan dianalisis dibawah skenario yang berbeda dari
fluktuasi debit air setiap hari sebagai operasi jangka pendek. Klorofil-a digunakan sebagai
indikator untuk produktivitas primer dan alga. Pengaturan debit air setiap hari direncanakan
15sesuai dengan inflow harian dan regulasi beban puncak. Skenario pembagiannya yaitu dalam 1
hari dabagi mejadi 4 periode utama dan 4 periode transisi dengan total 48 interval waktu
(masing-masing menjadi 0,5 jam), termasuk periode debit rendah yaitu pukul (0: 00 – 6:00), pagi
periode beban puncak (8:00 – 11:00), periode beban menengah (12:00 – 17:00), dan periode
beban puncak malam (19:00 – 22.00) dan disela-sela pembagian tersebut merupakan periode
20transisi.
Untuk operasi jangka menengah, pengaturan selama dua minggu untuk kenaikan muka air waduk
dapat dilakukan. Dalam penelitian ini, model kulitas hidrodinamik dan air untuk arus utama
waduk dan outlet dikalibrasi menggunakan software CE-QUAL W2.
Dalam system budidaya trophic level, gambaran hasil produksi ikan akan berbentuk
25menyerupai piramida. Jumlah ikan pemakan plankton, perifiton dan detritus (trophic level
rendah) jauh lebih besar daripada jumlah ikan karnivora (trophic level tinggi). Dalam budidaya
berbasis trophic level, yang terpenting adalah pemanfaatan energi yang berasal dari sisa
metabolism ikan. Pada prinsipnya semua nutrient limbah budidaya ikan yang jumlahnya lebih
banyak daripada nutrient yang diretensi menjadi daging ikan, dimanfaatkan untuk budidaya ikan
30kembali. Bentuk pemanfaatannya dengan cara menanam benih ikan pemakan plankton,
perifiton, dan detritus. Tiga sumber pakan alami ini banyak dihasilkan dari sisa metabolism ikan
pemakan pallet.
Desain karamba jaring apung ramah lingkungan yang terintegrasi juga dapat diterapkan
untuk mengatasi peningkatan unsur hara yang berada pada waduk. prinsip dari upaya ini yaitu
35mengurangi limbah hasil budidaya perikanan yang ada di waduk dengan cara membedakan
membuat KJA bertingkat dimana pada tingkat satu diisi dengan ikan kecil dan pada tingkat 2
4
diidi dengan ikan besar, sehingga sisa pakan ikan yang tidak termakan oleh ikan kecil dapat
termakan oleh ikan besar. Serta jenis ikan yang berada pada KJA merupakan ikan karnivora
pemakan pellet dan protein dan jenis ikan yang berada pada hamparan luar KJA yaitu jenis ikan
herbivora pemakan detritus, fotoplankton, dan bentos sehingga ikan herbivora akan memakan
5alga yang berada di perairan waduk. Upaya-upaya ini dapat diterapkan pada waduk-waduk yang
mengalami pencemaran akibat aktivitas budidaya perikanan ataupun daerah tangkapan air
waduk.
5
Klaim
1. Penelitian fitoplankton pada waduk Lahor untuk mengidentifikasi kondisi kualitas air
aduk Lahor
2. Desain karamba jaring apung bertingkat terintegrasi untuk peningkatan kualitas air
5 Waduk Lahor

10

15
6

Abstrak

Desain Model Untuk Peningkatan Kualitas Air Waduk Lahor


5
Waduk Lahor merupakan waduk yang berpotensi untuk terjadinya pencemaran air
karena salah satu fungsinya sebagai kegiatan perikanan dan pada DTA waduk Lahor
didominasi oleh kegiatan pertanian. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui kondisi kualitas air dari segi mutu air, status trofik, kelimpahan dan jenis
10fitoplankton, dan daya tampung beban pencemaran air serta merumuskan upaya
konservatif pengelolaan waduk berdasarkan kondisi kualitas air waduk Lahor pada tahun
2017. Data yang diperlukan untuk analisa kualitas air waduk Lahor berupa parameter
kualitas air seperti total-P, NO3-N, NO2-N, NH3-N, BOD, DO, TSS, dan pH, data
hidrologi dan morfologi waduk seperti data hujan, volum tampungan waduk, luas
15perairan waduk dan Q outflow waduk Lahor serta data kelimpahan dan jenis fitoplankton.
Hasil analisa mutu air waduk Lahor cenderung tidak memenuhi baku mutu air kelas II
dan status trofiknya yaitu Eutrof menuju ke Hipereutrof yang berarti waduk lahor telah
tercemar. Kelimpahan fitoplankton yang terjadi pada waduk Lahor melebihi batas
kelimpahan fitoplankton yang ditetapkan serta didominasi oleh alga hijau biru jenis
20microsystis yang dapat merusak perairan waduk. Maka dari itu, upaya yang
direkomendasikan adalah penerapan desain karamba jarring apung bertingkat terintegrasi
yang mampu mengurangu unsur hara yang berlebihan pada waduk Lahor akibat sisa
pakan ikan yang tidak termakan oleh ikan dan hasil metabolisme ikan. Selain itu
pengaturan pola operasi waduk direkomendasikan untuk mengurangi alga yang ada pada
25permukaan perairan waduk Lahor.