Anda di halaman 1dari 8

23

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Tipe Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tipe penelitian deskriptif

kuantitatif, yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala,

peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan

perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat

penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha

mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa

memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut.

Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang

diangkakan. Data kualitatif yang diangkakan misalnya terdapat dalam skala

pengukuran. Suatu pernyataan/pertanyaan yang memerlukan alternatif jawaban, di

mana masing-masing sangat baik diberi angka 4, baik 3, cukup 2, dan kurang 1

(Sugiyono, 2002). Penelitian deskriptif ini guna melihat kemampuan berpikir

kritis dan hasil belajar siswa pada materi logika matematika melalui penerapan

model pembelajaran problem based instruction kelas X SMA Negeri 3 Masohi.

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Masohi kelas X semester I

Kabupaten Maluku Tengah.


24

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan mulai pada tanggal 21 September 2016 sampai

pada tanggal 5 Oktober 2016.

3.3. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2006: 130).

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Masohi

yang berjumlah 203 siswa terdiri dari 8 kelas.

2. Sampel

Menurut Sugiyono (2008) sampel adalah sebagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sedangkan menurut

sampel penelitian Suharsimi (1998) adalah sebagian atau wakil populasi

yang diteliti. Penelitian ini populasinya homogen (siswa). Penentuan

sampel pada penelitian ini ditentukan sendiri oleh peneliti karena

berdasarkan observasi peneliti dengan guru, kelas X3 di SMA Negeri 3

yang berjumlah 24 siswa daya berpikir kritisnya rendah dalam

pembelajaran.

3.4. Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 kategori, yaitu

variabel bebas independent variable dan variabel terikat dependent variable

(Sugiyono, 2011 : 39).


25

1. Variabel Bebas

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran

Problem Based Instruction pada materi logika matematika.

2. Variabel Terikat

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah melihat kemampuan berpikir

kritis dan hasil belajar siswa yang diteliti.

3.5. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti

dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih

baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.

Pada prinsipnya melakukan penelitian adalah melakukan pengukuran terhadap

suatu fenomena. Oleh karena I tu, harus ada alat ukur yang digunakan yang

disebut instrumen penelitian. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam

penelitian ini maka instrumen yang digunakan adalah:

1. Observasi

Observasi dalam instrumen ini digunakan untuk melihat tingkah laku awal

siswa, karakteristk siswa, kemampuan afektif, kognitif serta kemampuan

psikomotor siswa kelas X SMA Negeri 3 Masohi pada saat proses belajar

mengajar berlangsung. Observasi dilakukan dengan tujuan agar proses

pengamatan bisa lebih maksimal.


26

2. Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang

digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan intelegensi,

kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok

(Arikunto, 2010). Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes awal

dan tes akhir. Tes awal (pretest) digunakan untuk memperoleh informasi

tentang kemampuan awal siswa. Dan tes akhir (posttest) digunakan untuk

mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan siswa setelah diberi

perlakuan dan sebelum diberi perlakuan. Tipe tes yang akan digunakan

dalam instrumen penelitian adalah bentuk uraian. Bentuk tes uraian

dipakai untuk mengungkapkan proses berfikir, ketelitian dan sistematika

dalam menyelesaikan soal. Tes yang diberikan relatif sama, baik pada soal

pretes maupun pada soal postes. Sebelum penyusunan instrumen dalam

bentuk tes ini, terlebih dahulu dibuat kisi-kisi yang didalamnya mencakup

nomor soal, soal dan indikator tes hasil belajar matematika.

3. Rubrik

Rubrik merupakan panduan penilaian yang menggambarkan kriteria yang

diinginkan guru dalam menilai atau memberi tingkatan dari hasil

pekerjaan siswa. Rubrik yang telah disusun oleh peneliti dibagi pada siswa

untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar

siswa dalam proses pembelajaran. Setiap indikator pada rubrik diberi 4

skor penilaian, yaitu di mana masing-masing sangat baik diberi angka 4,

baik 3, cukup 2, dan kurang 1 (Sugiyono, 2002).


27

3.6. Teknik Pengumpulan Data

Agar memperoleh data yang akurat. Maka teknik yang digunakan untuk

mengumpulkan data diatas adalah :

1. Tes

Terdiri tes awal dan tes akhir. Tes dilakukan sebelum proses pembelajaran

menggunakan lembar soal tes dengan cara membagi soal kepada siswa

untuk dikerjakan. Tes akhir dimana dilakukan setelah proses pembelajaran

dengan membagi soal kepada siswa untuk dikerjakan. Kemudian

mengumpulkan hasil kerja siswa untuk dikoreksi. Jenis tes yang digunakan

adalah tes tertulis dalam bentuk uraian.

2. Lembar observasi

Lembar observasi berupa format yang harus di isi oleh obsever (peneliti

dan guru matematika) terdiri dari format pengamatan untuk aktivitas siswa

selama proses pembelajaran berlangsung. Dan format pengamatan tersebut

sebagai aktivitas guru selama pembelajaran dengan menggunakan

pendekatan problem based instruction yang terdiri atas Lembaran

observasi sistematis pada aspek afektif dan psikomotor siswa.

3. Rubrik

Digunakan untuk melihat kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar

siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika pokok bahasan logika

matematika. Rubrik penilaian diberikan pada sampel yang telah ditentukan

yaitu kelas X3 yang berjumlah 24 siswa.


28

4. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan suatu metode untuk memperoleh/mengetahui

sesuatu dengan melihat buku-buku atau catatan yang berhubungan dengan

memperoleh data sekolah SMA N 3 Masohi dan identifikasi siswa kelas X

antara lain seperti nama siswa, banyak siswa, daftar nilai dengan melihat

dokumentasi yang ada dalam sekolah serta foto rekaman proses penelitian

di SMA Negeri 3 Masohi.

3.7. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah suatu kegiatan untuk mencermati setiap langkah yang

dibuat melalui tahapan persiapan, proses, sampai dengan hasil pekerjaan atau

pembelajaran (Aunurrahman,dkk, 2009:1). Data dari hasil penelitian ini akan

diolah dengan mengunakan analisis data secara deskpritif yaitu dengan:

1. Menghitung kemampuan berpikir kritis siswa

Dari analisis data dapat diketahui presentasi siswa yang menuhi level 3

(kritis), level 2 (cukup kritis), level 1 (tidak kritis) dengan menggunakan

perhitungan menurut (Holili, 2008: 6) yaitu:


𝐡
Prosentasi = x 100%
𝐴

Keterangan : A = Jumlah Siswa Tiap Level berpikir Kritis

B = Jumlah Seluruh Siswa

2. Menghitung Nilai Skor hasil Belajar


29

Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah analisis

statistik deskriptif. Untuk mendiskripsikan hasil belajar siswa setelah

diterapkan pembelajaran problem based instruction (PBI) pada proses

pembelajaran dengan menggunakan rumus :

π‘†π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘’π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘’β„Ž


π‘π‘–π‘™π‘Žπ‘– = Γ— 100
π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘‘π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™

Dan untuk menghitung nilai rata-rata kelas, digunakan rumus :

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘†π‘–π‘ π‘€π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‡π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘ 


π‘ƒπ‘Ÿπ‘’π‘ π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘ π‘’ = Γ— 100%
π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž πΎπ‘’π‘ π‘’π‘™π‘’π‘Ÿπ‘’β„Žπ‘Žπ‘› π‘†π‘–π‘ π‘€π‘Ž

(Sudijono A, 2009: 318)

Kemudian dari hasil perolehan siswa pada pengukuran kuantitatif diubah

ke dalam bentuk komentar tuntas atau tidak tuntas sesuai dengan Kriteria

Ketuntasan Minimal (KKM) matematika SMA Negeri 3 Masohi.

Tabel 3.1. Kualifikasi Pencapaian KKM Siswa

Hasil Belajar Keterangan


β‰₯ 72.00 Mencapai KKM
< 72.00 Belum mencapai KKM
(sumber: KKM SMA Negeri 3 Masohi)

3. Menghitung Hasil Observasi Siswa

Untuk menghitung rata-rata aktivitas siswa untuk setiap indikator

digunakan rumus sebagai berikut:

π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘ π‘’π‘™π‘’π‘Ÿπ‘’β„Ž π‘ π‘–π‘ π‘€π‘Ž π‘‘π‘–π‘Žπ‘ π‘–π‘›π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘‘π‘œπ‘Ÿ


π‘…π‘Žπ‘‘π‘Ž βˆ’ π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž =
π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ π‘–π‘ π‘€π‘Ž

Pedoman penilaian yang digunakan dalam penilaian ini adalah

penilaian acuan patokan (PAP)


30

Tabel 3.2. Penilaian Acuan Patokan

Interval Kualifikasi
90 – 100 Sangat Baik
75 – 89 Baik
60 – 74 Cukup
40 – 59 Kurang
< 40 Gagal
(Arikunto, 2009: 235)

4. Menghitung Rubrik

Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui skor kemampuan

berpikir kritis siswa adalah menggunakan tes pratindakan dan tes akhir

siklus. Hasil pekerjaan siswa pada tes tersebut masing-masing diberi skor

sesuai dengan pedoman atau rubrik kemampuan berpikir kritis. Kemudian

untuk masing-masing aspek yang diteliti dari kemampuan berpikir kritis

dari skor seluruh siswa yang mengikuti tes dijumlah dan ditentukan

persentase skornya:

π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ 𝑑𝑒𝑠 π‘π‘’π‘Ÿ π‘–π‘›π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘‘π‘œπ‘Ÿ


π‘₯ = π‘₯ 100 %
π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ π‘–π‘ π‘€π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘–π‘˜π‘’π‘‘π‘– 𝑑𝑒𝑠

Setelah diperoleh persentase skor setiap aspek pada kemampuan berpikir

kritis dan kreatif, peneliti menentukan kriteria persentase skor yang

diperolah siswa. Kriteria yang digunakan peneliti adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3. Kriteria Nilai Konversi

Presentase Keterangan
89 % Λ‚ π‘₯ ≀ 100% Sangat Tinggi
79 % Λ‚ π‘₯ ≀ 89% Tinggi
64 % Λ‚ π‘₯ ≀ 79% Sedang
54% Λ‚ π‘₯ ≀ 64% Rendah
π‘₯ ≀ 54% Sangat Rendah
π‘₯ = persentase skor

Anda mungkin juga menyukai