Anda di halaman 1dari 2

Etika mahasiswa

Belakangan ini sedang marak kasus bullying dikalangan mahasiswa. Hal ini dipengaruhi oleh bobroknya
etika dan moral mahasiswa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Etika adalah ilmu
tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Pada
dasarnya etika dapat menjadi gambaran atau pertimbangan bagi seorang mahasiswa dalam mengambil
keputusan atau dalam melakukan sebuah tindakan yang baik atau yang buruk. Oleh karena itu, makna
etika harus dipahami seara jelas dan utuh serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal
kenyataan yang terjadi saat ini tidaklah seperti itu, banyak mahasiswa yang tidak memahami tentang
makna etika dan peranan etika itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap komunitas memiliki sistem nilai masing-masing, baik dari unit komunitas yang paling kecil yaitu
keluarga, komunitas dunia Pendidikan atau persekolahan, dan komunitas yang lebih luas lagi yaitu,
masyarakat. Para anggota komunitas itu dituntut untuk dapat memahami dan menjalani sistem nilai
atau biasa disebut etika yang berlaku. Begitupun di lingkungan kampus, setiap civitas akademika
diharapkan ikut membangun sistem nilai di lingkungan kampus, baik dosen, karyawan dan mahasiswa.

Etika dan mahasiswa memiliki hubungan yang tidak dapat diipisahkan, mahasiswa yang memiliki etika
pasti lebih cepat diterima oleh lingkungan tempatnya berada. seorang mahasiswa yang memahami etika
akan dapat berpikir secara logis perbuatan apa yang layak ia lakukan dan yang kurang pantas dilakukan
oleh seorang mahasiswa. Salah satu bentuk etika dalam kehidupan mahasiswa adalah menerapkan 6S
kepada seluruh warga kampus, 6S sendiri merupakan singkatan dari senyum, sapa, sopan, santun,
salam, dan spiritual.

Membiasakan budaya beretika yang belakangan ini mulai terkikis memang tidak mudah, apalagi
sekarang budaya beretika sudah tidak dianggap penting lagi oleh generasi muda Indonesia. Sebagai
seoarang mahasiswa yang beretika, minimal harus mengerti dan paham keseimbangan antara hak dan
kewajiban. Salah satu contoh kecil dari penerapan 6S adalah memberi senyum, saalam, dan menyapa
siapapun warga kampus ketika bertemu, baik dosen, warga sekitar, SENIOR, karyawan kampus, bahkan
tukang kebun kampus seharusnya mendapatkan hak yang sama. Dengan begitu secara langsung maupun
tak langsung akan terjadi suatu hubungan timbal balik antara seorang mahasiswa dengan warga
kampus. Selain senyum dan sapa hal lain yang tidak kalah penting adalah tentang sopan santun.
Penerapan budaya sopan santun dilingkungan kampus perlu lebih diperhatikan oleh mahasiswa saat ini,
banyak mahasiswa sekarang yang merasa dirinya lebih tinggi dan lebih baik dari orang lain, bahkan dari
orang yang lebih tua sekalipun sehingga ia menyepelekan dan tidak mempedulikan tentang sopan
santun kepada orang lain. Hal ini tidak dapat dibiarkan terus menerus terjadi, harus ada sebuah gerakan
perubahan yang mampu mengubah pemikiran generasi muda Indonesia tentang pentingnya beretika
Pada dasarnya etika adalah suatu sikap atau tingkah laku yang ramah terhadap orang lain, ketika
seorang mahasiswa memiliki etika ia akan dipandang memiliki nilai lebih oleh orang disekitarnya. Bagi
mahasiswa, etika dapat menjadi sebuah alat kontrol di dalam bertindak sehingga dapat membedakan
mana yang baik dan mana yang buruk. Mahasiswa saat ini mulai kehilangan budaya beretika. Memang,
beretika tidak selalu menghasilkan kebaikan hati, keadilan, kepuasan, atau rasa syukur tetapi paling
tidak dengan beretika dapat membuat seorang mahasiswa bisa dihargai oleh orang disekitarnya. Maka
dari itu, sebagai seorang mahasiswa yang menanggung beban masa depan negeri ini hendaknya selalu
menjaga etika kapanpun dan dimanapun.