Anda di halaman 1dari 2

BAHAYA ASAP ROKOK TERHADAP BAYI DAN ANAK

10 Zat Berbahaya Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok

 Kromium. Salah satu zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok adalah zat kromium. ...
 Kadmium. Kadmium yang masih termasuk dalam golongan logam ini adalah kandungan zat
berbahaya yang juga dapat ditemukan dalam baterai. ...
 Formaldehida. ...
 Benzena. ...
 Arsenik. ...
 Hidrogen Sianida. ...
 Karbon Monoksida. ...
 Amonia.

Jutaan anak bernapas di lingkungan perokok pasif, bahkan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Merokok pasif dapat merusak kesehatan, khususnya anak-anak, karena paru-paru mereka masih
dalam kondisi berkembang. Jadi, jika Mama atau Papa merokok di dekat si kecil atau mereka ada di
lingkungan perokok pasif di luar rumah, bahaya yang mengintai mereka lebih besar dari yang Mama
ketahui. Anak-anak dengan orang tua yang hanya merokok saat di luar rumahpun tetap berisiko
menjadi perokok pasif.

Apa Itu Perokok Pasif?

Perokok pasif (secondhand smoke) atau lingkungan dengan paparan asap rokok merupakan asap yang
dikeluarkan oleh perokok ke udara. Asap tersebut dihasilkan dari proses pembakaran rokok maupun
cerutu. Di dalamnya terkandung sekitar 4.000 bahan kimia. Sebagian besar bahan kimiawi tersebut
berbahaya, lebih dari 50 di antaranya terbukti menjadi penyebab kanker. Kapanpun anak-anak
bernapas di lingkungan perokok pasif, sudah pasti mereka menghirup zat kimiawi tersebut.

Bagaimana dengan thirdhand smoke? Apakah pakaian dan benda-benda yang terkena asap rokok
aman? American Academy Pediatrics (AAP) telah melakukan penelitian terhadap efek thirdhand
smoke atau bau yang tertinggal pada pakaian maupun benda-benda di sekitar perokok, dan ternyata
risikonya tidak kalah besar dari merokok pasif. Tempat yang sebelumnya ditempati perokok ketika
merokok berbahaya karena toksin menempel pada benda-benda di sekitarnya. Toksin tersebut dapat
ditemukan pada dinding bar, kain pelapis kursi mobil, bahkan tidak terkecuali rambut si kecil setelah
berada di dekat perokok.

Pengaruh Asap Rokok Terhadap Perkembangan Bayi

Jika Mama merokok atau terpapar asap rokok saat hamil, bayi yang ada di dalam kandungan Mama
juga berisiko terpapar bahan kimia berbahaya. Hal ini menyebabkan berbagai masalah kesehatan
serius seperti:

Keguguran

Kelahiran prematur (lahir dengan pertumbuhan yang belum sempurna)

Berat badan lahir rendah


Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

Gangguan kemampuan belajar dan hyperactivity disorder (ADHD)

Risiko akan meningkat tergantung berapa lama Mama merokok atau terpapar rokok.

Bahaya Asap Rokok bagi Kesehatan Bayi/Balita/Anak-anak

Bayi memiliki tingkat risiko SIDS lebih tinggi jika terpapar asap rokok. Anak-anakpun memiliki risiko
masalah kesehatan yang lebih tinggi. Anak-anak yang menghirup asap rokok di antaranya berisiko
mengalami:

Infeksi telinga

Batuk dan pilek

Masalah pernapasan, seperti bronkitis dan pneumonia

Kerusakan gigi

Anak-anak dengan orang tua perokok lebih sering batuk dan mengi sekaligus mengalami pilek parah.
Asap rokok bahkan bisa menimbulkan gejala lain, seperti hidung tersumbat, sakit kepala, radang
tenggorokan, iritasi mata, dan suara serak. Anak-anak dengan asma memiliki sensitivitas yang tinggi
terhadap paparan asap rokok. Hal ini menyebabkan seringnya terjadi serangan asma, bahkan mungkin
lebih parah dan harus dirawat di rumah sakit.

Efek Jangka Panjang Perokok Pasif

Anak-anak yang tumbuh dengan orang tua perokok lebih cenderung merokok saat remaja atau
dewasa. Anak-anak dan remaja yang merokok memiliki masalah kesehatan yang sama dengan
perokok dewasa. Beberapa masalah kesehatan yang disebabkan oleh asap rokok di antaranya:

Kanker paru-paru

Perkembangan paru-paru yang buruk

Penyakit jantung

Katarak