Anda di halaman 1dari 90

RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang


senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya pada kita semua,
sehingga penyusunan Rencana Strategis Bisnis (RSB) ini dapat
diselesaikan dengan baik. Penyusunan RSB adalah salah satu
persyaratan yang harus dipenuhi dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum (BLU) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman
Petunjuk Teknis Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
pasal 11 tentang persyaratan administratif yang perlu dipenuhi oleh
Unit Kerja/SKPD yang akan menerapakan Pola Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD).

RSB yang telah tersusun ini dapat diharapkan menjadi


pedoman bagi kami untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi
pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama lima tahun kedepan.

Disamping itu, RSB ini juga akan terus disesuaikan dengan


perkembangan dan kebutuhan yang ada serta diharapkan dapat
meningkatkan kesadaran dan pembelajaran masyarakat umum
tentang apa dan bagaimana penyelenggaraan pelayanan yang
dilakukan oleh Puskesmas Rembang.

Kami menyadari penyusunan RSB ini jauh dari kesempurnaan,


untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun
agar RSB ini menjadi lebih sempurna

puskesmas rembang Page 2


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

Wassalammualaikum Wr. Wb.

Purbalingga, 28 Juli 2018

Kepala Puskesmas Rembang

dr. RUNDITO
NIP.197304212007011011

puskesmas rembang Page 3


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Landasan Hukum.
C. Maksud dan Tujuan.
D. Sistematika Penulisan.
BAB II GAMBARAN PELAYANAN PUSKESMAS REMBANG
A. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi.
B. Sumber Daya.
C. Kinerja Pelayanan.
D. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan.
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
A. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi
Pelayanan.
B. Telaahan Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati
Purbalingga.
C. Telaahan Renstra Kementrian dan Renstra Provinsi.
D. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian
Lingkungan Hidup Strategis.
E. Penentuan Isu-isu Strategis.
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN
KEBIJAKAN
A. Visi dan Misi Puskesmas Rembang
B. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah.
C. Strategi Bisnis.
BAB V PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
SASARAN, PENDANAAN INDIKATIF, DAN PROYEKSI
LAPORAN KEUANGAN
BAB VI INDIKATOR KINERJA PUSKESMAS REMBANG YANG
MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
BAB VII PENUTUP

puskesmas rembang Page 4


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penyusunan Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Reformasi administrasi publik berjalan dengan baik jika


didukung oleh adanya reformasi birokrasi yang dapat
mentransformasi lembaga birokrasi dari lembaga yang
konvensional menjadi modern. Reformasi birokrasi pada
hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan
dan perubahan mendasar dalam sistem penyelenggaraan
pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan
(organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber
daya manusia aparatur. Reformasi birokrasi dilaksanakan
dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik
(good governance). Dengan kata lain, reformasi birokrasi adalah
langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih
berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas
umum pemerintahan dan pembangunan nasional. Selain itu
dengan sangat pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi
informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis
menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan
disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat.

Seiring dengan bergulirnya era reformasi dan globalisasi


yang menuntut segala pelayanan publik harus dapat
menampilkan pelayanan yang lebih transparan, akuntabel dan
kredibel, maka Puskesmas sebagai pelayanan publik di bidang
kesehatan harus dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang

puskesmas rembang Page 5


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

berkaitan dengan kesehatan baik pelayanan dasar kesehatan


perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas,


konsep saat ini dikenal dengan Good Corporate Governance.
Diharapkan dengan penggunaan corporate governance ini akan
ada sistim manajemen yang dapat meningkatkan efesiensi yaitu
bagaimana cara meningkatkan hasil semaksimal mungkin
dengan biaya yang efisien tapi berkualitas. Beberapa
keuntungan pada lembaga yang menggunakan Corporate
Governance ini digunakan untuk : 1)perbaikan sistim
pengawasan internal, 2)peningkatan efesiensi dan 3)
meningkatkan daya saing dengan lembaga sejenis.

Era globalisasi merupakan tantangan bagi Puskesmas,


masalah sekaligus menjadi potensi yang besar untuk
pembangunan kesehatan yang lebih baik. Adanya perdagangan
bebas termasuk masuknya tenaga kesehatan asing yang
menyerbu pengguna layanan Indonesia, menjadikan kita harus
semakin berbenah utnuk memperbaiki diri. Perbaikan dapat
dilakukan adalah meningkatkan kualitas SDM, perbaikan
sarana prasarana dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Saat ini kita menghadapi tantangan yang sangat banyak


di sektor kesehatan terlebih dalam memenuhi harapan
masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas
dimana Puskesmas banyak mengalami pergeseran fungsi yang
tidak hanya menitikberatkan pada upaya kuratif. Selain itu,
konsep pelayanan kesehatan primer harus dipahami, agar
pelayanan kesehatan dilaksanakan dengan memperhatikan
prinsip kendali mutu dan biaya. Hal ini merupakan tantangan
yang sangat besar bagi seluruh stakeholders terkait khususnya
Pemerintah Daerah.

puskesmas rembang Page 6


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

Kesiapan Puskesmas sangat penting mengingat telah


dimulainya pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional dengan
penerapan pelayanan kesehatan berjenjang maka
pengembangan upaya kesehatan dasar melalui Puskesmas
harus dilakukan. Hal ini tidak terlepas dari penyediaan sarana
dan prasarana di Puskesmas merupakan prioritas utama dalam
penerapan pelayanan kesehatan primer. Oleh karena itu, perlu
kesiapan Puskesmas dalam penerapan pelayanan kesehatan
primer di era JKN sangat diperlukan untuk mengefektifkan
terlaksananya skema SJSN Nasional dengan target Universal
Health Coverage tahun 2019.

Jika melihat pada pentahapan RPJP Nasional dan


RPJMN bidang kesehatan tahap III (tahun 2015-2019) secara
indikatif maka: 1)akses masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan yang berkualitas diharapkan telah mulai mantap,
2)Puskesmas telah dapat melaksanakan upaya kesehatan secara
serasi dan sinergis sesuai dengan perkembangan IPTEK
kesehatan, 3)pembelanjaan dana kesehatan untuk pelayanan
kesehatan perorangan bersumber dari pembiayaan pemerintah,
swasta dan masyarakat sebagian besar telah dilaksanakan
secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel dengan
pelayanan terkendali secara berkesinambungan melalui jaminan
kesehatan nasional yang telah melembaga dan 4) dukungan
sumber daya untuk pengembangan dan pemberdayaan SDM
Kesehatan telah terpenuhi.

Dalam RPJMD Kabupaten Purbalingga 2016- 2021 masih


rendahnya kinerja penyelenggaraan Pemerintahan khususnya
dalam hal pelayanan publik masih menjadi isu strategis.

Jika melihat kondisi yang ada saat ini terutama di


wilayah Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga memang
terdapat “gap expectation” yang besar antara kinerja

puskesmas rembang Page 7


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
pembangunan kesehatan yang dicapai saat ini dengan yang
direncanakan serta antara apa yang diharapkan masyarakat
dengan kondisi nyata di lapangan. Dalam kondisi Puskesmas
dihadapkan pada tuntutan reformasi birokrasi, era globalisasi
dengan mulai dilaksanakan MEA dan pelaksanaan Jaminan
Kesehatan Nasional maka gap terutama di segi mutu pelayanan
kesehatan harus segera dihilangkan agar harapan masyarakat
terpenuhi, salah satunya adalah dengan memberikan
fleksibilitas pengelolaan dana kepada Puskesmas dengan
penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Daerah (PPK- BLUD).

Bisnis Puskesmas adalah bisnis kepercayaan (Trusty


Business/ Value Business) yang berarti bahwa berkembang
tidaknya organisasi ini tergantung pada besarnya kepercayaan
pengguna layanan / pengguna jasa pelayanan Puskesmas, hal
ini terlihat dengan semakin maraknya tuntutan sosial terhadap
Puskesmas , dokter maupun tenaga profesional lainnya di
Puskesmas.

Dengan adanya aturan – aturan yang ada yang


kadangkala justru menimbulkan kekakuan dalam pengelolaan
keuangan Puskesmas serta dengan semakin menurunnya
kemampuan dana pemerintah dalam anggaran, memacu
Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis untuk mencari jalan
keluar. Oleh karena itu berbagai upaya penyempurnaan dan
peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat perlu terus
dilakukan, salah satu langkah strategis yang harus ditempuh

puskesmas rembang Page 8


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas


pelayanan tersebut adalah dengan secara aktif meningkatkan
kinerja organisasi Puskesmas secara profesional dan mandiri.

Dalam penerapan PPK-BLUD pada Puskesmas Rembang


disamping persyaratan substantif juga harus dipenuhi
persyaratan teknis dan administratif. Untuk itu perlu dilakukan
analisis tentang berbagai aspek yang ada di lingkungan internal
maupun eksternal Puskesmas Rembang dengan memperhatikan
1) kondisi pencapaian, 2) target pelayanan yang akan dicapai, dan
3)kemampuan, potensi, kondisi, karakteristik dan prioritas
pembangunan kesehatan di wilayah Kecamatan Rembang. Semua
data itu dirangkum dan dianalisa menjadi satu dokumen Rencana
Strategi Bisnis Puskesmas Rembang sebagai Badan Layanan
Umum Daerah.

B. Landasan Hukum Penerapan PPK-BLUD Pada Puskesmas


Rembang

Ada beberapa landasan hukum yang memberikan


peluang bagi Puskesmas untuk menerapkan pola pengelolaan
keuangan yang memberikan fleksibilitas pengelolaan dana yaitu:

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan


Negara;

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang


Perbendaharaan Negara mengamanatkan bahwa instansi
Pemerintah yang mempunyai tugas dan fungsi memberikan
pelayanan umum kepada masyarakat dapat diberikan
fleksibilitas dalam Pola Pengelolaan Keuangan dengan
sebutan Badan Layanan Umum (BLU);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang


Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum,

puskesmas rembang Page 9


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

memberikan fleksibilitas untuk menerapkan praktek-


praktek bisnis yang sehat bagi instansi pemerintah, sebagai
pengecualian dari ketentuan umum pengelolaan keuangan
negara. Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
(PPK-BLU) merupakan contoh penerapan pengelolaan
keuangan berbasis kinerja pada instansi pemerintah;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang


Pengelolaan Keuangan Daerah, juga menyatakan bahwa
perangkat daerah yang memiliki spesifikasi teknis di
bidang pelayanan umum berpotensi untuk dikelola melalui
Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Daerah(PPK-BLUD);

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007


tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah.

6. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 8


Tahun 2006 tentang Kewenangan Pengadaan Barang/Jasa
pada Badan Layanan Umum;

7. Peraturan Bupati Purbalingga Nomor 79 Tahun 2016


Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi
serta Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga.

puskesmas rembang Page 10


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

C. Maksud dan Tujuan Penyusunan Rencana Strategis Bisnis


(RSB)

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004


yang kemudian diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23
Tahun 2005 tentang Badan Layanan Umum yang diperbaharui
terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2012,
dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007
tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum Daerah, lembaga-lembaga pelayanan sosial milik
pemerintah baik di Provinsi/Kabupaten/Kota dapat mengubah
statusnya dari lembaga birokratis menjadi Badan Layanan
Umum ( BLU ) yang merupakan Badan yang memiliki otonomi
atau semi otonomi dalam pengelolaan keuangannya. Dalam
Peraturan Pemerintah tersebut, Puskesmas dapat
diklasifikasikan sebagai Lembaga Usaha Non Profit, dengan
demikian prinsip efisiensi dan produktifitas harus menjadi
bagian dari social management. Hal inilah yang nantinya dapat
dijadikan titik awal untuk meningkatkan sosial manajemen di
Puskesmas.

Dengan adanya PP Nomor 23 tahun 2005 yang


diperbaharui terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74
tahun 2012, dan Permendagri Nomor 61 tahun 2007 tersebut,
maka dalam upaya untuk pengusulan dan penetapan satuan
kerja instansi pemerintah untuk menerapkan PPK-BLUD,
Puskesmas Rembang termasuk salah satu unit pelayanan
kesehatan yang juga berkewajiban memenuhi persyaratan pada
peraturan tersebut. Dengan pengelolaan Badan Layanan Umum
Daerah diharapkan Puskesmas Rembang akan lebih mampu
bersaing dengan pesaing yang saat ini sudah jauh melangkah
kedepan, disamping juga akan lebih leluasa dalam menerapkan
prinsip - prinsip manajemen bisnis guna menjawab tuntutan
pelayanan kepada masyarakat yang prima dan paripurna.
puskesmas rembang Page 11
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun


2007 tentang Pedoman Petunjuk Teknis Pola Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Pasal 11 huruf C menyatakan
bahwa, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) wajib
membuat dan menyampaikan dokumen Rencana Strategis
Bisnis (RSB), yang akan dijadikan sebagai persyaratan
administrasi untuk penetapan sebagai Unit BLUD. Maka dari
itu, maksud dari penyusunan RSB ini adalah sebagai salah satu
syarat dokumen yang harus dipenuhi Puskesmas Rembang
yang akan menetapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah (BLUD).

Selain itu RSB merupakan proses penyusunan rencana


kerja utama yang bersifat strategis dengan melakukan analisis
terhadap tantangan eksternal dan keunggulan internal organisasi,
dalam upaya mempersiapkan seluruh elemen organisasi untuk
menjawab tantangan dan tuntutan lingkungan yang lebih luas di
masa depan. RSB juga merupakan rencana strategis lima tahunan
yang mencakup, antara lain pernyataan visi, misi, program
strategis, pengukuran pencapaian kinerja, rencana pencapaian
lima tahunan dan proyeksi keuangan lima tahunan dari
Puskesmas Rembang.

Dengan demikian, arti penting RSB bagi puskesmas


rembang untuk dapat memberikan layanan kesehatan yang
sebaik mungkin bagi masyarakat yaitu:

1. Membantu menghadapi kejadian-kejadian masa yang akan


datang;

2. Memberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-


kesalahan yang tak dapat di hindari di masa lalu;

3. Membantu membuat keputusan-keputusan mengenai hal


yang tepat pada waktu yang tepat;

puskesmas rembang Page 12


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
4. Memusatkan perhatian pada tindakan-tindakan yang harus
di lakukan guna mencapai visi dan misi yang ditetapkan.

D. Sistematika Penulisan

Rencana Strategis Bisnis Puskesmas Rembang disusun dengan


sistematika sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN: Pada Bab Pendahuluan dipaparkan Latar


Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan dan diakhiri
dengan Sistematika Penulisan Rencana Strategis.

BAB II GAMBARAN PELAYANAN PADA PUSKESMAS REMBANG


:Dalam Bab ini diuraikan mengenai Tugas,Fungsi dan struktur
Organisasi, Sumber Daya yang dimiliki, serta Kinerja Pelayanan
sasaran/target Puskesmas Rembang periode sebelumnya.

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI:Pada


bab ini berisi uraian Identifikasi Permasalahan Berdasarkan
Tugas dan Fungsi, Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah
dan Wakil Kepala Daerah, Telaah Renstra Dinas Kesehatan
Kabupaten Purbalingga, Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan
Kajian Lingkungan Hidup Strategis, dan diakhiri Perumusan Isu-
Isu Strategis.

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN


: Dalam Bab ini dirumuskan Visi dan Misi Puskesmas Rembang,
Tujuan dan sasaran Jangka Menengah, yang diakhiri perumusan
Strategi dan Kebijakan Puskesmas Rembang

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR


KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN
INDIKATIF : Dalam
Bab ini akan dikemukakan dijelaskan Rencana Program dan
Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan
Indikatif.

puskesmas rembang Page 13


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
BAB VI INDIKATOR KINERJA PUSKESMAS REMBANG YANG
MENGACU PADA TUJUAN
DAN SASARAN RPJMD: Pada Bab ini dikemukakan Indikator
Kinerja Puskesmas Rembang yang secara langsung menunjukkan
kinerja yang akan dicapai dalam lima tahun mendatang sebagai
komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran
RPJMD.

puskesmas rembang Page 14


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
BAB VII PENUTUP

LAMPIRAN-LAMPIRAN

puskesmas rembang Page 15


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

BAB II
GAMBARAN PELAYANAN PUSKESMAS REMBANG

A. Gambaran Umum, Tugas, Fungsi dan


Struktur Organisasi
Gambaran Umum
Wilayah kerja Puskesmas Rembang termasuk di dalam wilayah

Kabupaten Purbalingga bagian timur, tepatnya pada posisi : 2040’ –

2045’ Bujur Timur, dan 7015’ – 7020’ Lintang Selatan.

puskesmas rembang Page 16


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
Wilayah kerja Puskesmas Rembang memiliki ketinggian 100

meter sampai dengan 500 meter di atas permukaan air laut (DPAL),

sedangkan keadaan iklimnya tidak terlalu berbeda dengan rata-rata

keadaan iklim di Purbalingga. Rata-rata curah hujannya berkisar antara

2.500 mm – 3.000 mm per tahun dengan kelembaban relatif berkisar

antara 70% s.d 90 % sedangkan temperatur antara 22 0 C s.d 30 0 C.

Batas-batas administratif wilayah kerja Puskesmas Rembang

adalah sebagai berikut:

- Sebelah Utara : Kabupaten Pemalang

- Sebelah Timur : Kabupaten Banjarnegara.

- Sebelah Selatan : Kecamatan Pengadegan.

- Sebelah Barat : Kecamatan Karangmoncol.

Jarak dari Puskesmas Rembang ke beberapa kota dan Kecamatan

sekitarnya sebagai berikut :

- Purbalingga : 28 km. - Pengadegan : 12 km.

- Purwokerto : 48 km. - Karangmoncol : 15 km.

- Cilacap : 88 km. - Kejobong : 12 km.

Luas wilayah kerja Puskesmas Rembang adalah 61,88 km2.

Adapun rincian luas Wilayah Kerja Puskesmas Rembang menurut Desa

sebagai berikut :

Tabel 1. Luas Wilayah Kerja Puskesmas Rembang Menurut Desa Tahun

2017

Luas Wilayah Prosentase


No. Desa
(Ha) (%)
1 Wlahar 684,1 7,06
2 Bantarbarang 1.213,3 15,61
3 Karangbawang 609,3 5,85

puskesmas rembang Page 17


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
4 Gunungwuled 810,5 9,10
5 Losari 965,1 11,60
6 Bodaskarangjati 513,9 4,30
7 Wanogarawetan 460,4 3,44
8 Wanogarakulon 376,5 2,08
9 Makam 823,5 9,30
10 Sumampir 822,5 9,29
11 Tanalum 702,5 7,35
12 Panusupan. 1.177,5 15,02
Jumlah 9.159,2 100
Sumber :Badan Pusat Statistik (BPS)
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 12 desa, desa terluas

adalah Desa Bantarbarang yaitu 1.213,3 Ha sedangkan desa tersempit

adalah desa Wanogara Kulon yaitu 376,5 Ha.

Wilayah kerja Puskesmas Rembang mempunyai topografi yang beraneka

ragam meliputi dataran tinggi/perbukitan dan dataran rendah.

Adapun pembagian bentang alamnya adalah sebagai berikut :

- Bagian Utara, dan Timur merupakan daerah dataran tinggi yang

berbukit-bukit dengan kemiringan lebih dari 40 persen, meliputi :

Panusupan, Tanalum, Gunungwuled, Karangbawang, Sumampir

sebagian, Losari bagian timur, Bantarbarang bagian Timur.

- Bagian Selatan, dan barat merupakan daerah yang relatif rendah

dengan nilai faktor kemiringan berada antara 0 persen sampai dengan

25 persen, meliputi : wilayah Desa Bantarbarang sebagian, Wlahar,

Wanogarawetan, Wanogarakulon, Bodaskarangjati dan Makam.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat

di wilayah kerja Puskesmas Rembang, Puskesmas Rembang memiliki

puskesmas rembang Page 18


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
tiga Puskesmas Pembantu (Pustu) yaitu Pustu Bantarbarang, Pustu

Makam, dan Pustu Gunungwuled. Selain itu, memiliki 9 Poliklinik

Kesehatan Desa (PKD) yaitu :

1) PKD Wlahar

2) PKD Wanogara Wetan

3) PKD Wanogara Kulon

4) PKD Tanalum

5) PKD Sumampir

6) PKD Panusupan

7) PKD Bodaskarangjati

8) PKD Karangbawang

Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Rembang tahun 2017

yaitu sebanyak 60.100 jiwa. Komposisi penduduk menurut Desa dan

Jenis Kelamin tahun2017 dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2.Komposisi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis


Kelamin di Wilayah Kerja Puskesmas Rembang Tahun 2017.

TABEL 2

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR


KABUPATEN/KOTA PURBALINGGA
TAHUN 2016

KELOMPOK UMUR JUMLAH PENDUDUK


NO
(TAHUN) L P L+P RASIO JENIS KELAMIN
1 2 3 4 5 6

1 0- 4 2,801 2,588 5,389 108.23


2 5- 9 2,708 2,496 5,204 108.49
3 10 - 14 2,584 2,408 4,992 107.31
4 15 - 19 2,545 2,395 4,940 106.26
5 20 - 24 2,207 2,225 4,432 99.19
6 25 - 29 1,970 2,085 4,055 94.48
7 30 - 34 2,108 2,225 4,333 94.74
8 35 - 39 2,159 2,221 4,380 97.21
9 40 - 44 2,006 2,034 4,040 98.62
10 45 - 49 1,916 1,986 3,902 96.48
11 50 - 54 1,743 1,882 3,625 92.61
Sumber
12 :Badan Pusat Statistik (BPS) 1,562
55 - 59 1,594 3,156 97.99
13 60 - 64 1,408 1,279 2,687 110.09
14 65 - 69 1,003 967 1,970 103.72
15 70 - 74 704 719 1,423 97.91
16 75+ 697 875 1,572 79.66

JUMLAH 30,121 29,979 60,100 100.47


ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 52

Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/kota


- Sumber lain…... (sebutkan)

puskesmas rembang Page 19


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah penduduk yang
berjenis kelamin perempuan lebih sedikit yaitu 29.979 jiwa sedangkan
penduduk yang berjenis kelamin laki-laki sebesar 30.121 jiwa.
Jumlah penduduk tertinggi berdasarkan kelompok umur yaitu dari
umur 0-4 tahun sejumlah 5.389 jiwa dengan komposisi Laki-laki 2.801
jiwa dan perempuan 2.588 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk terendah
berdasar umur berkisar antar umur 70-74 tahun yaitu sejumlah 1.423
jiwa dengan komposisi antar Laki-laki 697 jiwa dan Perempuan 875 jiwa.
Tingkat kepadatan penduduk menurut Desa di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Rembang dapat dilihat dalam Tabel 3.

Tabel 3.
Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Kepadatan, dan Sebaran Penduduk di
Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rembang Menurut Desa Tahun 2017.
TABEL 3

LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA,


DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN
WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS REMBANG
TAHUN 2017

LUAS JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN


JUMLAH
NO DESA WILAYAH DESA + RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK
DESA KELURAHAN PENDUDUK
(Km) KELURAHAN TANGGA TANGGA per Km
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 WLAHAR 684.1 1 0 1 3,217 1,123 2.86 470
2 BANTARBARANG 1,213.3 1 0 1 7,470 2,314 3.23 616
3 KARANGBAWANG 609.3 1 0 1 1,696 593 2.86 278
4 GUNUNGWULED 810.5 1 0 1 4,995 1,420 3.52 616
5 LOSARI 965.1 1 0 1 7,605 2,349 3.24 788
6 BODAS KARANGJATI 513.9 1 0 1 3,496 1,125 3.11 680
7 WANOGARA WETAN 460.4 1 0 1 2,276 867 2.63 494
8 WANOGARA KULON 376.5 1 0 1 1,562 558 2.80 415
9 MAKAM 823.5 1 0 1 8,395 2,397 3.50 1,019
10 SUMAMPIR 822.5 1 0 1 8,444 2,414 3.50 1,027
11 TANALUM 702.5 1 0 1 3,725 1,100 3.39 530
12 PANUSUPAN 1,177.5 1 0 1 7,219 2,024 3.57 613

JUMLAH (KAB/KOTA) 9,159.2 12 0 12 60,100 18,284 3.29 656

Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/Kota


- sumber lain : Promkes

puskesmas rembang Page


20
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
3. Keadaan Tingkat Pendidikan
Keadaan tingkat pendidikan di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Rembang dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4.
Prosentase Penduduk Usia10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan
Kecamatan Rembang Tahun 2017
N Pendidikan Tertinggi Jumlah
o Yang Ditamatkan (%)
Tidak/Belum pernah
1 29,12
Sekolah
2 SD / MI 36,30
3 SMP/MTs 19,49
4 SMA/SMK/MA 11,85
5 Diploma 1,06
6 Universitas 2,17
Sumber :Profil Desa

Sebagian besar penduduk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rembang


bekerja di sektor informal, misalnya sebagai wiraswasta, petani, maupun
sebagai buruh bangunan. Di samping itu, banyak pula penduduk yang
merantau ke luar Jawa bekerja di perkebunan, pertanian, sebagai buruh
bangunan, maupun sebagai pedagang.
Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, pada pasal

4 dijelaskan bahwa Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan

kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan

di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan

sehat. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di

atas,Puskesmas menyelenggarakan fungsi:

a. penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan

puskesmas rembang Page 21


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
b. penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya.

Sedangkan berdasarkan Peraturan Bupati Purbalingga Nomor

79 Tahun 2016 tentang penjabaran Tugas Pokok, Fungsi dan tata kerja

Dinas Kesehatan Kabupaten, tugas dan fungsi Puskesmas adalah sebagai

berikut :

1) Tugas Pusat Kesehatan Masyarakat adalah melaksanakan

pelayanan, pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan secara

paripurna kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

2) Untuk menyelenggarakan tugas dimaksud, Puskesmas mempunyai

fungsi:

a) Pelayanan upaya kesehatan kesejahteraan ibu dan anak, KB,

perbaikan gizi, perawatan kesehatan masyarakat, pencegahan,

pemberantasan penyakit, imunisasi, pembinaan kesehatan

lingkungan, pendidikan kesehatan masyarakat, UKS, olah raga,

pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan,

kesehatan gigi dan mulut, laboratorium sederhana, upaya

kesehatan kerja serta usia lanjut, upaya kesehatan jiwa,

khusus dan lain-lainnya serta pencatatan dan pelaporan ;

b) Pembinaan upaya kesehatan, peran serta masyarakat,

koordinasi semua upaya kesehatan, sarana pelayanan

kesehatan, pelaksanaan rujukan medik, pemantauan sarana dan

pembinaan teknis kepada Puskesmas Pembantu, unit pelayanan

kesehatan swasta dan kader pembantu kesehatan;

c) Pengembangan upaya kesehatan dalam hal pengembangan kader

pembantu bidang kesehatan di wilayah dan pengembangan

kegiatan swadaya masyarakat.


puskesmas rembang Page 22
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
Dalam hal ini Puskesmas menyelenggarakan pelayanan

kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan

berkesinambungan dalam bentuk pelayanan kesehatan

perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Jumlah

kunjungan puskesmas rembang tahun 2017 adalah 32.403

orang dengan rata-rata kunjungan perhari 90 orang.

Disamping tugas itu berdasarkan Perpres Nomor 12 tahun

2013 dan Permenkes Nomor 71 tahun 2013 sebagaimana telah

dirubah melalui Permenkes Nomor 99 tahun 2015 yang mengatur

tentang pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional maka

kemampuan pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan di

puskesmas rembang harus meliputi pelayanan kesehatan non

spesialistik yaitu:

1. Administrasi pelayanan kesehatan;


2. Pelayanan promotif dan preventif;

puskesmas rembang Page 23


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

3. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis;


4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non
operatif;
5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
6. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat
pratama;

7. Rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi medis

puskesmas rembang Page 24


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

Dengan mempertimbangkan peran dan kemampuan

puskesmas rembang dalam lima tahun kedepan akan membuka

layanan baru berupa pelayanan PONED serta mengembangkan

Pustu Bantarbarang sebagai Puskesmas Rembang II dengan

standar pelayanan yang sama seperti Puskesmas Induk

(Puskesmas Rembang I) sesuai dengan kebutuhan medis,

kegiatan umum puskesmas rembang adalah dalam usaha

pelayanan kesehatan perorangan dengan pendekatan pelayanan

medis, tindakan medik dan keperawatan, pelayanan penunjang

medis dan upaya rujukan dengan core bisnis adalah pelayanan

kesehatan dasar. Dalam upaya menghadapi persaingan global,

terutama terhadap kompetitor layanan sejenis di Kabupaten

Purbalingga, Puskesmas Rembang berusaha memenangkan

persaingan dengan cara menjaga mutu layanan kesehatan

sesuai standar, meningkatkan sarana prasarana kesehatan,

menjaga profesionalitas tenaga kesehatan dan memperluas akses

bagi semua lapisan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan

kesehatan.

Struktur organisasi Puskesmas Rembang Kabupaten

purbalingga berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 75

tahun 2014 tentang Puskesmas adalah sebagai berikut:

puskesmas rembang Page 25


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
STRUKTUR ORGANISASI UPTD PUSKESMAS REMBANG KABUPATEN
KEPALA PUSKESMAS
dr. RUNDITO

KA.SUB.BAG.TATA USAHA
MISMO

1. Sistem Informasi Manajemen Puskesmas


2. Kepegawaian
3. Rumah Tangga
4. Keuangan

PENANGGUNG JAWAB UKM


ESSENSIAL PENANGGUNG JAWAB PENANGGUNG JAWAB UKP

DAN KEPERAWATAN KESMAS UKM PENGEMBANGAN KEFARMASIAN DAN LABORATORI


SITI BAROROH,SKM dr. DAYITA APRITUTI

1.Prog.Promkes : Siti Baroroh,SKM 1.Rawat Jalan : dr. Dayita Aprituti


: Anto Triwiantoro, A. 2.Kes.Gigi dan
2.Prog.Kesling Md 1. Prog. Kes. Jiwa Mulut : drg. Sulistyowati
3.Prog.KIA KB : Junaenah,A.Md.Keb : Mukhdin, S.Kep.Ners 3.KIA - KB : Sri Rejeki Handayani,
4.Prog.Gizi : Condro HM, S.ST 4.Gawat Darurat : Tusyono, S.Kep.Ners
5. : Sulistiyani Kusuma Pu
Prog,P2P : Sartono, A. MK 5.Gizi Gz

6.Prog.Perkesmas : Supanggih, A. MK 6.Rawat Inap : dr. Dika Satya Negara


7.Kefarmasian : R. Adi Soeprijanto, S.F
8.Laboratorium : Dwi Atiqoh
9.Rekam Medis : Ermanto Susanto, A.M
PURBALINGGA

puskesmas rembang Page 26


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

B. Sumber Daya
1. Pegawai

Secara keseluruhan jumlah personil UPTD Puskesmas Rembang


Kabupaten Purbalingga sampai dengan semester II 2017
sebanyak 74 orang, dengan komposisi pegawai sebagai berikut:
a). Pegawai Negeri Sipil (PNS) berjumlah 39 orang, yaitu :
1) Tenaga Struktural 2 orang
2) Tenaga Fungsional Umum (Staf) 3 orang
3) Tenaga Fungsional Kesehatan, terdiri dari :
a) Dokter umum 3 orang
b) Dokter gigi 1 orang
c) Perawat 11 orang
d) Perawat gigi 1 orang
e) Bidan 16 orang
f) Driver 1 orang
g) Asisten apoteker 1 orang
h) Sanitarian 1 orang
i) Nutrisionis 1 orang
j) Tenaga promkes 1 orang
Sub total tenaga fungsional Kesehatan 38 orang
b). Tenaga kontrak SK Bupati sejumlah 13 orang, yang terdiri dari :
1) Tenaga kebersihan kantor sejumlah 3 orang
2) Tenaga penjaga gedung kantor sejumlah 3 orang
3) Tenaga perawat sejumlah 4 orang
4) Tenaga Administrasi sejumlah 3 orang
c). Tenaga Kontrak SK Kadinkes sejumlah 12 orang
1) Tenaga promkes sejumlah 1 orang
2) Tenaga dokter sejumlah 1 orang
3) Tenaga Apoteker sejumlah 1 orang
4) Tenaga bidan sejumlah 1 orang
5) Tenaga perawat sejumlah 1 orang
6) Tenaga Gizi 1 orang
7) Tenaga laboratorium sejumlah 2 orang
puskesmas rembang Page 27
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
8) Tenaga Rekam Medis sejumlah 1 orang
9) Tenaga administrasi sejumlah 2 orang
10) Tenaga kebersihan sejumlah 1 orang
Total SDM 74 orang
2. Aset

Aset tetap terdiri dari


KODE KODE JUMLAH HARGA
JU
No. GOLONG BIDANG NAMA BIDANG BARANG JUMLAH DLM RIBUAN
T
AN BARANG (Rp.)

1 2 3 4 5 6
1 01 TANAH - - -
2 01.01 TANAH - - -
3 02 PERALATAN DAN MESIN - - 59
4 02.02 ALAT-ALAT BESAR 1 14,000,000 -
5 02.03 ALAT-ALAT ANGKUT 19 711,472,250 -
6 02.04 ALAT-ALAT BENGKEL 9 9,500,000 -
7 02.05 ALAT-ALAT PERTANIAN 1 2,000,000 -
8 02.06 ALAT KANTOR DAN RUMAH TANGGA 327 665,933,083 -
9 02.07 ALAT STUDIO DAN KOMUNIKASI 19 63,925,160 -
10 02.08 ALAT KEDOKTERAN 195 616,587,744 -
11 02.09 ALAT LABORATORIUM 24 345,981,799 -
12 02.10 ALAT KEAMANAN - - -
13 03 GEDUNG DAN BANGUNAN - - 8
14 03.11 BANGUNAN GEDUNG 8 607,852,029 -
15 03.12 BANGUNAN MONUMEN - - -
16 04 JALAN, JEMBATAN DAN IRIGASI - - 3
17 04.13 JALAN DAN JEMBATAN - - -
18 04.14 BANGUNAN AIR IRIGASI 1 10,000,000 -
19 04.15 INSTALASI 1 8,300,000 -
20 04.16 JARINGAN 1 483,000 -
21 05 LAINNYA - - 1
22 05.17 BUKU DAN PERPUSTAKAAN - - -
23 05.18 BARANG BERCORAK KEBUDAYAAN 1 3,535,000 -
24 05.19 HEWAN TERNAK SERTA TANAMAN - - -
25 06 KONTRUKSI DALAM PENGERJAAN - - -
26 06.11 BANGUNAN GEDUNG - - -
27 06.12 BANGUNAN MONUMEN - - -
28 06.13 GEDUNG RENOVASI - - -
29 06.14 JALAN RENOVASI - - -

JUMLAH 607 3,059,570,065 60

puskesmas rembang Page


28
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

3. Kinerja Pelayanan

Jenis pelayanan yang dijalankan oleh Puskesmas


Rembang adalah pelayanan kesehatan perorangan dan
pelayanan kesehatan masyarakat. Dan layanan yang
ditawarkan dalam pelayanan kesehatan perorangan,
meliputi:
a. Pelayanan Medik
1) Rawat Jalan. Meliputi:
a) Poliklinik Umum
b) Poliklinik Gigi
c) Poliklinik KIA/KB
d) Poliklinik Jiwa
2) Gawat Darurat
3) Rawat Inap
b. Pelayanan Penunjang Medik yang terdiri dari :
1) Laboratorium
2) Farmasi
c. Pelayanan Penunjang Non Medik
1) Gizi
2) Sanitasi
3) Promosi Kesehatan
d. Pelayanan Administrasi
1) Rekam Medik
2) Administrasi dan Keuangan

Sedangkan Pelayanan upaya kesehatan masyarakat


meliputi:
a. Pelayanan Promosi Kesehatan termasuk
didalamnya UKS;
b. Pelayanan Kesehatan Lingkungan;
c. Pelayanan Kesehatan Ibu dan
Anak dan Keluarga Berencana
puskesmas rembang Page 29
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
termasuk di dalamnya kesehatan
remaja dan lansia;
d. Pelayanan Gizi;
e. Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit.
Dan hasil dari berbagai kegiatan layanan yang
ditawarkan tersebut menghasilkan capaian kerja yang
terukur sebagai kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten
Purbalingga secara umum. Kinerja selama lima tahun ke
belakang dari tahun ke tahun terus mengalami
peningkatan.

Tabel Capaian Kinerja Puskesmas Rembang tahun


2017
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Capaia
. n
1 2 3 4 5
1. Setiap Ibu Hamil 1. Cakupan K4 97,3% 84,4 %
Mendapat 2. Bumil KEK 9,0% 6,7 %
pelayanan ANC 3. Persentase IH KEK yg 100% 100 %
Sesuai standar mendapat Makanan
Tambahan
4. Persentase IH yg 100% 100 %
mendapat Tablet Tambah
Darah
2. Setiap Ibu Bersalin 5. Kematian 0 ks 0%
Mendapat 6. Cakupan Persalinan di 100% 99 %
Pelayanan Fasyankes 100% 96, 47 %
Persalinan sesusi 7. Cakupan Pelayanan Nifas
standar
3. Setiap Balita 8. Kematian Bayi 0 ks 9 ks
Mendapatkan 9. Cakupan KN Lengkap 100% 99,18 %
Pelayanan 10. Cakupan Neonatal 97% 100 %
kesehatan sesuai Komplikasi yang di
standar tangani
11. Cakupan Kunjungan 100%
111,6 %
Bayi
12. Prevalensi Bayi lahir <5, % 6,4 %
dengan BBLR 65%
13. Persentasi Bayi Lahir 33,0 %
yang di beri IMD
4. Setiap balita 14. Kematian Balita 0 0%
mendapatkan 15. Cakupan Asi Eklusif 70% 40,56 %
pelayanan 16. Cakupan Pelayanan 100% 100 %

puskesmas rembang Page


30
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
kesehatan sesuai Anak Balita
standar 17. Prevalensi Balita Gizi 0,10% 0%
Buruk
18. Prevalensi Balita Gizi 2,85% 2,49 %
Kurang
19. Persentase balita kurus 85% 0
mendapat PMT
100%
20. Cakupan Balita Gibur 100 %
yang mendapat
perawatan 100%
21. Cakupan penemuan 6,9 %
kasus pnemonie pada 44%
Balita
22. Cakupan Balita Diare 26,6 %
yang di tangani 100%
23. Cakupan Universal child
Imunisation (UCI) 100 %
5. Setiap Anak pada 24. Cakupan penjaringan 100% 91,6 %
usia pendidikan siswa SD sederajat
dasar 25. Cakupan penjaringan 100% 95,1 %
mendapatkan siswa sltp sederajat
skrining kesehatan 26. Cakupan siswa SLTA 100% 94,5 %
sesuai dengan sederajat
standar
6. Setiap warga 27. Jumlah warga usia 15-59 100% 121,66 %
Negara Indonesia mendapat pemeriksaan
usia 15 – 59 tahun kesehatan. 100% 100 %
mendapat skrening 28. Persentasi remaja putri
kesehatan sesuai mendapat tablet tambah 77,5% 78,80 %
standar darah
29. Cakupan peserta KB
Aktif
7. Setiap warga 30. Cakupan Pelayanan 40% 24 %
Negara Indonesia kesehatan lansia
usia 60 tahun
keatas mendapat
sekrining
kesehatan sesuai
dengan standar
8. Setiap penderita 31. Proporsi kenaikan 6,18% 91,85 %
hipertensi penemuan kasus baru
mendapan hipertensi di Fasyankes
pelayanan
kesehatan sesuai
standar
9. Setiap penderita 32. Proporsi kenaikan 1% 72,68 %
diabetes mellitus penemuan kasus baru
mendapat DM di Fasyankes
pelayanan
kesehatan sesuai

puskesmas rembang Page 31


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
standar
10. Setiap orang 33. Cakupan pelayanan 100% 100 %
dengan gangguan kesehatan jiwa
jiwa (ODGJ) berat
mendapatkan
pelayanan
kesehatan sesuai
standard
11. Setiap orang 34. Case Notification Rate 134 91,9 %
dengan TB (CNR)TBC/100.000
mendapat 35. Angka Penemuan kasus 67% 77 %
pelayanan TB baru TB
sesuai standar
12. Setiap orang yg 36. Cakupan pelayanan 100% 100 %
beresiko HIV/AIDS
< tahun Pusk =
terinfeksi HIV 37. Jumlah Penemuan
2016 0
(IH, TB, IMS, kasus baru ODHA
Kiriman
Waria,
<0,5% RSU = 4
transgender, 38. Prevalensi HIV/AIDS
0%
pengguna Napza, usia 15 – 49 tahun.
dan warga binaan
lembaga
persyaratan
mendapatkan
pemeriksaan, HIV
sesuai standar.

puskesmas rembang Page 32


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan

Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan


PP No 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintahan
antara pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah
kabupaten / kota dan PP Nomor 41 tahun 2007 tentang
organisasi perangkat daerah.

Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 , PP Nomor 38


tahun 2007 dan PP Nomor 41 tahun 2007 tentang organisasi
perangkat daerah seara umum merubah paradigma
desentralisasi kesehatan nasional dengan adanya tuntutan
pembaharuan. Tuntutan tersebut menyangkut pembaharuan
sistem kesehatan didaerah dan dipusat, diantaranya puskesmas
semakin berkembang menjadi ujung tombak pemerintah
disektor kesehatan yang mempunyai banyak fungsi yakni (1)
sebagai pelaksana kegiatan , dan (2) membiayai pelayanan
kesehatan. Puskesmas semakin tegas didorong menjadi lembaga
pelayanan non – birokratis. Puskesmas menjadi unit pelayanan
yang bersifat tidak mencari untung, dalam sistem Badan
Layanan Umum (BLU)

puskesmas rembang Page 33


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

PP nomor 23 tahun 2005 tentang Pola Pengelolaan


Keuangan Badan Layanan Umum dan PERMENDAGRI Nomor
61 tahun 2007 tentang pedoman tekhnis Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum Daerah, dimana PP tersebut memberikan
keleluasaan terhadap badan Layanan Umum Daerah unutk
mengelola keuangan secara mandiri dan fleksibel dengan
menonjolkan produktifitas ,efisiensi dan efektifitas.

Secara umum PP dan PERMENDAGRI tersebut


memberikan peluang sekaligus tantangan bagi Puskesmas
Rembang , karena untuk dapat mengelola keuangan sesuai PPK-
BLUD, Puskesmas Rembang harus mampu meningkatkan
kinerjanya baik dalam aspek pelayanan, administrasi, sumber
daya keuangan maupun sarana dan prasarana.

A. Analisa Peluang dan Ancaman Dari Faktor


Internal/Eksternal
a. Aspek Pelayanan
Pelayanan kesehatan sudah terkonsentrasi pada
pelayanan minimal/dasar akan tetapi kualitas
pelayanan masih belum berkategori memuaskan bagi
pelanggan.
b. Aspek Keuangan
 Biaya pelayanan kesehatan termasuk kategori
rendah bila dibandingkan dengan sarana kesehatan
yang lain

 Beban biaya operasional (gaji tenaga kontrak) yang


besar
 Adanya PP 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum dan Permendagri
61 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah, yang
memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan
keuangan
 Sumber pendanaan dari pemerintah daerah sudah

puskesmas rembang Page 34


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
sesuai dengan amanat UU No 36 tahun 2009
 Tingkat kemiskinan di masyarakat belum
mengalami penurunan
 Krisis keuangan global yang mengancam daya beli
masyarakat.
c. Aspek SDM
 Jumlah tenaga medis belum memadai jika
dibandingkan dengan jumlah kunjungan pasien tiap
harinya.
Lemahnya pengambilan kebijakan rekrutmen

pegawai berakibat surplus pada tenaga perawat dan
bidan serta kurangnya tenaga administrasi
d. Aspek Administrasi
 Jumlah tenaga administrasi masih sedikit yang
berkualifikasi S1 (sarjana) administrasi terutama
akuntansi berakibat pada lemahnya pengelolaan
administrasi dan keuangan.
 Pembinaan kesehatan di bawah dua instansi
(Kementrian Kesehatan dan Pemerintah Daerah
Kabupaten Purbalingga) sering tidak sinkron.

A. ANALISIS SWOT
Berikut ini adalah hasil analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang
dan ancaman) Puskesmas Rembang:

Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman


No Uraia
n 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 tot

ASPEK PELAYANAN

1. Indeks kepuasan pasien 1

2. Produk jasa yang


2
dihasilkan

3. Kinerja pelayanan 1
kesehatan

4. Biaya pelayanan 2
kesehatan relatif rendah
dibandingkan pesaing

5. Jumlah pelayanan
kesehatan masih sedikit 2
dibandingkan pesaing

puskesmas rembang Page 35


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
6. Kemampuan
meraih pasar 2
dibandingkan
pesaing
7. Potensi pasar masih
3
besar

8. Puskesmas hanya 1
menawarkan pelayanan
kesehatan yang sama
dengan pesaing

Subjumlah 1 2 0 3 1 0 0 1 0 2 3 5 1 4 0 5

Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman


No Uraia
n 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 tot

ASPEK KEUANGAN

1. Pendapatan operasional
1
naik

2. Subsidi 3
pemerintah masih
besar
3. Operational Cost 2
Recovery 40%

4. Anggaran dari 3
pemerintah untuk
kesehatan sudah sesuai
UU 36 Tahun 2009

5. Adanya PP No 23 tahun 3
2005 dan Permendagri
No 61 tahun 2007 yang
memberikan
fleksibilitas
pengelolaan keuangan
6. Tingkat kemiskinan di 2
masyarakat belum
mengalami penurunan

Subjumlah 1 0 3 4 0 2 0 2 0 0 6 6 0 0 2 2

Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman


No Uraia
n 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 tot

puskesmas rembang Page 36


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
ASPEK ADMINISTRASI

1. Pelayanan kesehatan
yang dibuka terus 2
bertambah

2. PP 38/2007 dan PP
3
41/2007
menuntut
perubahan sistem
kesehatan di
daerah
3. Pelayanan 3
administrasi
pasien belum
menerapkan
SIMPUS secara
optimal
4. Pembinaan 2
Puskesmas di
bawah dua
instansi
(Kementrian
Kesehatan dan
Dinas
Kesehatan)tidak
sinkron
Sub Jumlah 0 2 0 2 0 0 3 3 0 0 0 0 0 2 5
3

Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman


No Uraia
n 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 tot

ASPEK SARANA
&
PRASARANA
1. Pemanfaatan teknologi
3
informasi masih
terbatas
2. Sarana dan prasarana 2
baru mencapai 50% dari
standar pelayanan
minimal
Sub Jumlah 0 0 0 0 0 2 3 5 0 0 0 0 0 0 0 0

puskesmas rembang Page 37


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

B. POSISI ORGANISASI
Dari hasil tabulasi di atas dapat disimpulkan :

- Skor Kekuatan 9
- Skor Kelemahan 11
- Selisih skor kekuatan dan -2
kelamahan
- Skor Peluang 13
- Skor Ancaman 12

- Selisih skor peluang dan ancaman 1


Peluan
g
Kuadran 10 Kuadran
III I
8

Kelemaha (-2,1)
2
n

-14 -12 -10 -8 -6 -4 -2 2 4 6 8 10 12 14

Kekuatan

-2

-4 (7,- 4)

-6

Kuadran -8 Kuadran
IV II
-10

Ancaman

Puskesmas Rembang Page


38
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

Kuadran I

- Merupakan posisi yang sangat menguntungkan


- Organisasi mempunyai peluang dan kekuatan sehingga
ia dapat memanfaatkan peluang yang ada secara
maksimal
- Seyogyanya menerapkan strategi yang mendukung
kebijakan pertumbuhan yang agresif

Kuadran II

- Meskipun menghadapi berbagai ancaman, organisasi


mempunyai keunggulan sumber daya
- Organisasi-organisasi pada posisi seperti ini dapat
menggunakan kekuatannya untuk memanfaatkan
peluang jangka panjang
- Dilakukan melalui penggunaan strategi diversifikasi produk atau pasar

Kuadran III

- Organisasi menghadapi peluang pasar yang besar tetapi sumber


dayanya lemah
- Karena itu tidak dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal
- Fokus posisi organisasi pada posisi seperti inilah
meminimalkan kendala-kendala internal organisasi

Kuadran IV

- Merupakan kondisi yang serba tidak menguntungkan


- Organisasi menghadapi berbagai ancaman eksternal
sementara sumber sementara sumber daya yang
dimiliki mempunyai banyak kelemahan
- Strategi yang diambil : defensive, penciutan atau likuidasi.

Dari diagram di atas, terlihat bahwa


Puskesmas Rembang Page
39
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
Puskesmas Rembang berada di kuadran III yang
berarti organisasi mempunyai peluang yang besar
namun menghadapi kendala internal. Sehingga fokus
strategi yang harus dikembangkan dalam posisi ini
adalah diversifikasi dengan cara :

1. Pengembangan jenis pelayanan kesehatan


Strategi ini dapat berupa pembukaan pelayanan
kesehatan baru seperti pelayanan PONED,
poliklinik perawatan luka, akupuntur serta
pengembangan Pustu Bantarbarang menjadi
Puskesmas Rembang II dengan standar dan jenis
pelayanan rawat jalan yang sama dengan
Puskesmas Induk (Piskesmas Rembang I).
Disamping itu dapat diupayakan pengembangan
unit usaha yang bersifat komersial seperti Apotek
dan Toko Peralatan Kesehatan
2. Pembenahan internal untuk meningkatkan daya saing
Pembenahan internal perlu dilakukan terutama
untuk memperbaiki kelemahan- kelemahan yang
ada seperti pembenahan bidang sumber daya
manusia, sarana dan prasarana serta administrasi
.
3. Peningkatan pelayanan yang berorientasi pelanggan
Peningkatan pelayanan kesehatan yang
berorientasi pelanggan perlu dilaksanakan
terutama menghadapi persaingan fasilitas
kesehatan tingkat pertama yang semakin ketat.
Pasien dalam memilih FKTP tentu saja melihat
keunggulan FKTP yang bersangkutan. Strategi ini
dapat berupa pengembangan fasilitas-fasilitas
penunjang medis, peningkatan kesembuhan
pasien, peningkatan pendidikan dan pelatihan
SDM bidang kesehatan.
Puskesmas Rembang Page
40
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
4. Restrukturisasi pengelolaan keuangan
Pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien
merupakan kunci kinerja keuangan yang sehat.
Oleh sebab itu restrukturisasi perlu dilaksanakan
dengan cara antara lain evaluasi sistem keuangan
yang berlaku dan menyesuaikan dengan pola
pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum
Daerah (PPK-BLUD) yang mendorong efisiensi,
efektivitas dan produktivitas.

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS


DAN FUNGSI
A. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi
Pelayanan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang
Pusat Kesehatan Masyarakat, pada pasal 4
dijelaskan bahwa Puskesmas mempunyai tugas
melaksanakan kebijakan kesehatan untuk
mencapai tujuan pembangunan kesehatan di
wilayah kerjanya dalam rangka mendukung
terwujudnya kecamatan sehat. Dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas
UPTD Puskesmas menyelenggarakan fungsi:
a) penyelenggaraan UKM tingkat pertama
di wilayah kerjanya; dan
Puskesmas Rembang Page
41
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
b) penyelenggaraan UKP tingkat pertama
di wilayah kerjanya.
Sedangkan berdasarkan Peraturan Bupati
Purbalingga Nomor 79 Tahun 2016 tentang
penjabaran Tugas Pokok, Fungsi dan tata kerja
Dinas Kesehatan Kabupaten, tugas dan fungsi
Puskesmas adalah sebagai berikut :
1) Tugas Pusat Kesehatan Masyarakat
adalah melaksanakan pelayanan,
pembinaan dan pengembangan upaya
kesehatan secara paripurna kepada
masyarakat di wilayah kerjanya.
2) Untuk menyelenggarakan tugas
dimaksud, Puskesmas mempunyai
fungsi:
a) Pelayanan upaya kesehatan
kesejahteraan ibu dan anak, KB,
perbaikan gizi, perawatan
kesehatan masyarakat,
pencegahan, pemberantasan
penyakit, imunisasi,
pembinaan kesehatan
lingkungan, pendidikan
kesehatan masyarakat, UKS,
olah raga, pengobatan termasuk
pelayanan darurat karena
kecelakaan, kesehatan gigi
dan mulut, laboratorium
sederhana, upaya kesehatan
kerja serta usia lanjut, upaya
kesehatan jiwa, khusus dan
lainlainnya serta pencatatan
dan pelaporan ;
b) Pembinaan upaya kesehatan,

Puskesmas Rembang Page


42
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
peran serta masyarakat,
koordinasi semua upaya
kesehatan, sarana pelayanan
kesehatan, pelaksanaan
rujukan medik, pemantauan
sarana dan pembinaan teknis
kepada Puskesmas Pembantu,
unit pelayanan kesehatan
swasta dan kader pembantu
kesehatan;
c) Pengembangan upaya
kesehatan dalam hal
pengembangan kader pembantu
bidang kesehatan di wilayah
dan pengembangan kegiatan
swadaya masyarakat.

Permasalahan-permasalahan yang sering


dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan di Puskesmas
Rembang antara lain :

a. Faktor Internal
1) Jenis SDM tertentu masih kurang, namun berlebih dijenis
yang lain
2) Sarana dan Prasarana di Puskesmas baru memenuhi 50% dari
standar minimal
3) SIMPUS masih belum berjalan dengan optimal
4) Sulitnya merubah paradigma business as usual membuat
produktivitas pegawai sangat rendah.
5) Motivasi kerja pegawai belum mengarah kepada budaya kerja
yang berorientasi pada pelanggan

b. Faktor Ekternal
1) Masih rendahnya kesadaran/ pengetahuan masyarakat dibidang
kesehatan
2) Faktor ekonomi yang kurang mendukung untuk saat ini

Puskesmas Rembang Page


43
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
3) Penggunaan kartu KPS dan KIS yang kurang tepat sasaran.
4) Sebagian Wilayah Puskesmas Rembang termasuk daerah Rawan
Longsor.
5) Sebagian akses ke Puskesmas Rembang kurang lancar dan tidak
dilalui oleh angkutan desa.
6) Daya beli masyarakat menurun

B. Telaah Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati


Purbalingga
Visi misi, Bupati dan Wakil Bupati
Purbalingga ditujukan untuk memahami arah
pembangunan yang akan dilaksanakan selama
kepemimpinan dan untuk mengidentifikasi
faktor-faktor penghambat dan pendorong
pelayanan Puskesmas Rembang.
Visi Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga
adalah “purbalingga yang mandiri dan berdaya
saing menuju masyarakat sejahtera yang
berakhlak mulia”
Misi yang akan dilaksanakan untuk
mewujudkan visi tersebut adalah

1. Menyelenggarakan Pemerintahan yang


Profesional, Efisien, Efektif, Bersih dan
Demokratis, sehingga mampu memberikan
pelayanan secara prima kepada masyarakat
2. Mendorong kehidupan masyarakat religius
yang beriman dan bertaqwa kehadirat Allah
SWT serta mengembangkan paham
kebangsaan guna mewujudkan rasa aman dan
tenteram dalam masyarakat yang berdasar
pada realitas kebhinekaan.
3. Mengupayakan kecukupan kebutuhan pokok
manusia utamanya pangan dan papan secara
layak.
4. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia
utamanya melalui peningkatan derajat
pendidikan dan derajat kesehatan masyarakat.
5. Mempercepat pertumbuhan dan pemerataan
ekonomi, rakyat, dengan mendorong simpul-
simpul perekonomian utamanya industri
kreatif dengan tetap berorientasi pada

Puskesmas Rembang Page


44
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
kemitraan dan pengembangan potensi lokal
serta didukung dengan penciptaan iklim
kondusif untuk pengembangan usaha,
investasi dan penciptaan lapangan kerja
6. Mewujudkan kawasan perkotaan dan
pedesaan yang sehat dan menarik untuk
melaksanakan kegiatan ekonomi, sosial dan
budaya melalui gerakan masyarakat, yang
didukung dengan penyediaan infrastruktur /
sarana prasarana wilayah yang memadai
7. Mewujudkan kelestarian fungsi lingkungan
hidup

Menelaah ketujuh misi Kabupaten Purbalingga


dihubungkan dengan pelayanan Puskesmas Rembang
maka terdapat hubungan yang sangat erat pada misi
pertama, keempat, dan keenam. Pada misi pertama
dihubungkan dengan pelayanan Puskesmas Rembang
terhadap masyarakat dituntut untuk menciptakan iklim
pelayanan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Untuk misi yang keempat dan keenam pelayanan
kesehatan yang diberikan Puskesmas Rembang melalui
sumber daya manusia yang berkualitas dan ketersediaan
sarana prasarana kesehatan seharusnya dapat
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah
kerjanya sehingga mampu mewujudkan kawasan yang
sehat dan menarik yang diharapkan dapat mendukung
kegiatan perekonomian, sosial dan budaya.
Permasalahan yang ada dalam mewujudkan
pelayanan Puskesmas Rembang agar selaras dengan Visi
Misi Kabupaten Purbalingga yaitu:

1) Jenis SDM tertentu masih kurang, namun berlebih dijenis


yang lain
2) Sarana dan Prasarana di Puskesmas Rembang baru memenuhi
50% dari standar minimal
3) SIMPUS (Sistim Informasi Manajemen Puskesmas) masih
belum berjalan dengan optimal
4) Motivasi kerja pegawai belum mengarah kepada budaya kerja
yang berorientasi pada pelanggan

Puskesmas Rembang Page


45
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
5) Sulitnya merubah paradigma business as usual membuat
produktivitas pegawai sangat rendah.
6) Masih rendahnya kesadaran/ pengetahuan masyarakat
dibidang kesehatan

Sedangkan faktor pendorong guna terwujudnya pelayanan kesehatan yang


selaras dengan visi misi Kabupaten Purbalingga yaitu:
1) Dukungan dari pemerintah pusat untuk mengalokasikan
anggaran APBN
2) Dukungan pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran
APBD
3) Potensi peningkatan pendapatan yang besar

C. Telaah Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten


Purbalingga
Dalam upaya mewujudkan visi dan misi Kabupaten Purbalingga
strategi yang akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten Purbalingga dalam periode 2016-2021 menurut
agendanya adalah
1. Melaksanakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan
berkeadilan
2. Mewujudkan sumber daya manusia yang berdaya saing
3. Mewujudkan peran serta masyarakat dan pemangku
kepentingan dalam pembangunan kesehatan
4. Melaksanakan pelayanan publik yang bermutu
Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan
berkewajiban untuk melaksanakan strategi yang telah dicanangkan
oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga dalam mencapai visi,
misi Kabupaten Purbalingga seperti tersebut di atas.
D. Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah(RTRW) dan
Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)

3 (Tiga) Prinsip Dasar KLHS

1. Keterkaitan / holistik : Keterkaitan kebijakan pusat dan


daerah, global dan lokal, keterkaitan sektor, keterka-
itan kelembagaan, sebab-akibat dampak
2. Keseimbangan : Keseimbangan antara pertumbuhan

Puskesmas Rembang Page


46
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
ekonomi dan konservasi, fungsi ekonomi dan fungsi
sosial, kepentingan jangka pendek dan jangka panjang.
3. Keadilan : Distribusi akses dan kontrol terhadap
sumber daya alam dan lingkungan yang lebih baik,
distribusi kegiatan ekonomi yang lebih merata.

UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang


Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal
14 menyatakan bahwa instrumen pencegahan
pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup salah
satunya adalah dengan melakukan kajian lingkungan
hidup strategis (KLHS). Kajian ini wajib disusun oleh
pemerintah dan pemerintah daerah untuk memastikan
bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi
dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah
dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program (KRP).
E. Penentuan Isu-isu Strategis

1) Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai


(sesuai standar minimal yang dipersyaratkan di PMK
No.75 tahun 2014) terutama untuk pembangunan
gedung dan peralatan kesehatan.
2) Tersedianya sumber daya manusia yang memadai, berintegritas,
mempunyai inovasi dalam memberikan pelayanan dan berorientasi
pada kepuasan pelanggan/ masyarakat.
3) Adanya dukungan instansi terkait
4) Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan
meningkatkan mutu pelayanan yang sudah ada
maupun menambah pelayanan yang belum ada sesuai
dengan kebutuhan masyarakat.
5) Bekerjanya sistim informasi manajemen puskesmas
(SIMPUS) sehingga resiko- resiko dari pelaksanaan
kegiatan dapat dipertanggung jawabkan.
6) Meningkatkan komunikasi dan informasi di seluruh jajaran
Puskesmas Rembang

Puskesmas Rembang Page


47
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN


KEBIJAKAN
Tata Nila disusun sebagai acuan bagi civitas
Puskesmas dalam berperilaku yang menunjang
tercapainya Visi dan Misi Puskesmas Rembang Kabupaten
Purbalingga. Nilai tersebut diharapkan menjadi budaya
organisasi dan menjadi motivator bagi setiap individu
untuk senantiasa bekerja lebih baik dan profesional dalam
memberikan pelayanan kepada pasien. Individu
Puskesmas bukan hanya dituntut menjadi pintar, tetapi
juga memiliki perilaku yang baik. Oleh karena itu,
Manajemen Puskesmas Rembang Kabupaten Purbalingga
berupaya menumbuhkan sistem nilai yang diyakini dapat
dijalani bersama dan menjadi acuan berperilaku setiap
insan Puskesmas yang andal dan terpercaya, yaitu melalui
pengembangan tata nilai ”CERIA” (Cepat, Edukatif,
Ramah, Inovatif, Akurat). Pengertian dan penerpan tata
nilai ”CERIA” dalam memberikan layanan kepada pasien
meliputi:
Cepat : melaksanakan pekerjaan/ pelayanan sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan.
Edukatif : dalam setiap kegiatan/ pelayanan ada unsur
pembelajaran/pendidikan kesehatan
terhadap masyarakat
Ramah : dalam memberikan pelayanan menggunakan
tutur kata, perilaku yang baik
Inovatif : mampu memberikan solusi apabila
ditemukan hambatan yang dalam
pelaksanaan pelayanan/kegiatan.

A. VISI DAN MISI PUSKESMAS REMBANG

Visi adalah gambaran arah pembangunan atau kondisi masa

Puskesmas Rembang Page


48
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
depan yang ingin di capai melalui penyelenggaraan tugas dan
fungsi dalam kurun waktu lima tahun yang akan datang,
sedangkan Misi adalah rumusan umum mengenai upaya- upaya
yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan Visi.

Visi dan Misi Puskesmas Rembang yaitu:

Visi “mewujudkan masyarakat Kecamatan Rembang yang sehat


dan mandiri tahun 2021”

Misi:

1. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu,


terpadu dan profesional

2. Memberdayakan masyarakat untuk meningkatakan


perilaku hidup bersih dan sehat

3. Meningkatkan kerjasama lintas sektor dan kemitraan


untuk berperan aktif mendukung pembangunan kesehatan

Dengan misi tersebut diharapkan dapat menunjang salah satu


misi Dinas Kesehatan

B. TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH PUSKESMAS


REMBANG

Berdasarkan Misi yang telah dirumuskan, maka tujuan dan sasaran


jangka menengah Puskesmas Rembang adalah sebagai berikut:
Tujuan:
1. Tujuan : Meningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga
dan masyarakat yang optimal
Sasaran :
a) Terwujudnya pelayanan kesehatan yang sesuai standar
b) Terwujudnya kerjasama lintas program yang optimal
c) Tersedianya sumber daya manusia yang kompeten
2. Tujuan : Meningkatkan kemandirian peran serta masyarakat
dalam bidang kesehatan
Sasaran : Meningkatnya perilaku masyarakat untuk hidup bersih
dan sehat
3. Tujuan : Mendapatkan dukungan dan peran aktif dari lintas
sektor serta mitra kerja puskesmas dalam pembangunan
Puskesmas Rembang Page
49
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
kesehatan
Sasaran: Terwujudnya tatanan sehat kecamatan rembang

C. STRATEGI BISNIS
Strategi adalah cara/upaya yang dilaksanakan oleh
Puskesmas dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran
yang akhirnya mewujudkan visi.
1. Strategi
Strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut
yaitu:

1. Tujuan : Meningkatkan derajat kesehatan individu,


keluarga dan masyarakat yang optimal
Sasaran :
a) Terwujudnya pelayanan kesehatan yang sesuai standar
Strategi:
1) Seluruh pelaksanaan pelayanan di Puskesmas
Rembang harus menggunakan standar operasional
prosedur (SOP) yang berlaku disetiap jenis pelayanan.
2) Pemenuhan sarana dan prasarana penunjang
pelayanan dengan mengalokasikan anggaran untuk
pembelian sarana dan prasarana yang belum
memadai agar sesuai dengan standar minimal yang
dipersyaratkan PMK nomor 75 tahun 2014.
b) Terwujudnya kerjasama lintas program yang optimal
Strategi:
1) Penyusunan rencana kegiatan/pelayanan harus
melibatkan program terkait guna pelaksanaan
pelayanan yang bermutu
2) Penanganan masalah kesehatan harus dilaksanakan
secara lintas program
3) Dilaksanakan kegiatan pengarahan, pengawasan,
serta evaluasi seluruh program melalui lokakarya
mini tingkat puskesmas.
c) Tersedianya sumber daya manusia yang kompeten
Strategi:
1) Dalam melakukan rekrutmen pegawai, Puskesmas
Rembang menetapkan tahapan kelengkapan
persyaratan administratif, ujian tertulis dan
wawancara. Dengan maksud pegawai yang terjaring
benar-benar kompeten dibidangnya.

Puskesmas Rembang Page


50
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
2) Mengalokasikan anggaran untuk memfasilitasi
pelatihan/ diklat bagi pegawai sesuai bidang keahlian
2. Tujuan : Meningkatkan peran serta masyarakat dalam
bidang kesehatan
Sasaran: Meningkatnya perilaku masyarakat untuk hidup
bersih dan sehat
Strategi:
1) Melakukan penyuluhan/ pendidikan kesehatan
disetiap kegiatan pelayanan yang dilakukan
puskesmas
2) Memperbanyak media promosi kesehatan untuk
menimbulkan kesadaran pada masyarakat tentang
pola hidup bersih dan sehat
3. Tujuan : Mendapatkan dukungan dan peran aktif dari
lintas sektor serta mitra kerja puskesmas dalam
pembangunan kesehatan
Sasaran: Terwujudnya tatanan sehat kecamatan rembang
Strategi:
1) Melaksanakan rapat koordinasi dengan lintas sektor
melalui lokakarya mini lintas sektor tingkat
kecamatan guna membahas dan mencari solusi
terhadap isu-isu strategis bidang kesehatan di wilayah
kerja Puskesmas Rembang
2) Melibatkan lintas sektor dalam pelaksanaan kegiatan
Upaya Kesehatan Masyarakat guna terwujudnya
kecamatan rembang yang sehat
3) Mengoptimalkan fungsi lintas sektor dalam sistim
kewaspadaan dini dan respon terhadap permasalahan
kesehatan
Untuk mewujudkan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran tersebut
maka STRATEGI yang telah dijabarkan di atas dikembangkan dalam 5
program Puskesmas Rembang yaitu:
1. Program Penguatan Kelembagaan Perangkat Daerah
2. Program Pemantapan Fungsi Manajemen Kesehatan
3. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat dalam Bidang Kesehatan serta Penyehatan
Lingkungan
4. Program Jaminan Kesehatan Masyarakat
5. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan
Dan untuk melaksanakan program-program tersebut maka
Puskesmas Rembang mengacu pada kebijakan-kebijakan yang
telah ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah

Puskesmas Rembang Page 51


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
daerah.
2. Kebijakan
Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-
ketentuan yang telah ditetapkan oleh yang berwenang
untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk
dalam pengembangan ataupun pelaksanaan
program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan
keterpaduan dalam perwujudan sasaran, tujuan, serta
misi dan visi Puskesmas Rembang. Untuk pelaksanaan
strategi dimaksud, Puskesmas Rembang mengacu
pada ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh
Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Kebijakan-kebijakan yang ada saat ini yang diacu antara


lain adalah:
a. Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara.
b. Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara.
c. Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2004 tentang
Pemeriksaan Tanggung Jawab Pengelolaan Keuangan
Negara.
d. Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
e. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan.
f. Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah.
g. Peraturan Pemerintah RI Nomor 23 Tahun 2005
tentang Pola Pengelolaan Keuangan BLU, yang
diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74
Tahun 2012.
h. Peraturan Pemerintah RI Nomor 2 Tahun 2018
tentang Standar Pelayanan Minimal.

Puskesmas Rembang Page


52
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
i. Peraturan Presiden RI Nomor 12 Tahun 2013 tentang
Jaminan Kesehatan.
j. Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014 tentang
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
k. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun
2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Badan
Layanan Umum Daerah.
l. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun
2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah
Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara
Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan
Rencana Pembangunan Daerah.
m. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota.
n. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit.
o. PermenPAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang
Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja dan Tatacara Reviu
atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
p. KEPMENKES Nomor 374/Menkes/SK/V/2009
tentang Sistem Kesehatan Nasional.
q. Peraturan Bupati Purbalingga Nomor 65 Tahun 2008
tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit
Pelaksana Teknis Dinas Pusat Kesehatan Masyarakat
(UPTD Puskesmas) Pada Dinas Kesehatan.
r. Peraturan Bupati Purbalingga Nomor 79 Tahun
2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi,
Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas
Kesehatan Kabupaten Purbalingga.

Puskesmas Rembang Page


53
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

BAB V
PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
SASARAN, PENDANAAN INDIKATIF, DAN PROYEKSI KEUANGAN

A. Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Sasaran, dan Pendanaan


Indikatif

Puskesmas Rembang memiliki 5 program yang dijabarkan dalam


kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Program penguatan kelembagaan perangkat daerah
a) Penyediaan bahan dan jasa perkantoran
b) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi
c) Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor
d) Pengadaan sarana dan prasarana kantor
2. Program pemantapan fungsi manajemen kesehatan terdiri dari
satu kegiatan yaitu Bantuan Operasional Kesehatan
3. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
dalam bidang kesehatan serta penyehatan lingkungan
dijabarkan dengan satu kegiatan yaitu fasilitasi kegiatan
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif
4. Program jaminan kesehatan masyarakat juga terdiri dari satu
kegiatan yaitu jaminan kesehatan masyarakat tidak mampu
5. Program peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
a) Upaya pelayanan kesehatan
b) Penyediaan bahan dan jasa pelayanan kesehatan

B. PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN

Tinjauan dari sisi keuangan ini dimaksudkan untuk


mendapat paparan lebih baik mengenai kondisi Puskesmas Rembang
dari sisi keuangan. Sehingga, pada akhirnya akan saling melengkapi
dengan kajian dari aspek yang lain. Didalam aspek keuangan juga
dihitung besarnya pendapatan, biaya, investasi dan lain-lain yang
akan dilakukan untuk masa lima tahun yang akan datang.

A. Asumsi Keuangan

Puskesmas Rembang Page


54
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
Pada penghitungan proyeksi keuangan Puskesmas
Rembang digunakan asumsi-asumsi keuangan. Asumsi
keuangan yang digunakan pada pembuatan Rencana Strategis
Bisnis (RSB) Puskesmas Rembang adalah sebagai berikut:
1. Tarif untuk pasien umum didasarkan pada Peraturan
Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 21 Tahun 2012
Tentang Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan Puskesmas
dan Labkesda
2. Tarif untuk pasien jaminan, berdasarkan besaran kapitasi
dari BPJS sesuai kesepakatan dengan BPJS.(Untuk
perhitungan proyeksi pendapatan pasien
jaminan,digunakan kesepakatan dengan BPJS).
B. Tarif Pelayanan
Saat ini tarif yang berlaku di Puskesmas Rembang dibagi
ke dalam 2 (dua) golongan, yaitu:
1. Tarif untuk pasien umum (out of pocket); dan
2. Tarif untuk pasien Jaminan.
Untuk menghitung proyeksi pendapatan pelayanan
selama lima tahun ke depan, dipakai tarif rata-rata pelayanan
yang berlaku saat ini.

1. Tarif Pasien Umum


Berikut ini disampaikan mengenai dasar tarif pasien
umum untuk setiap produk dan pelayanan yang diberikan
kepada konsumen. Tarif yang digunakan disini
berdasarkan tarif yang berlaku terakhir di Puskesmas
Rembang.

Tarif Rata-Rata (dalam rupiah)

Tarif Umum (Rp)


Variabel
2019 2020 2021 2022 2023

Rawat jalan 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000

Rawat inap 10.000 100.000 100.000 100.000 100.000

Puskesmas Rembang Page


55
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

Sumber : Data Primer Puskesmas Rembang

2. Tarif Pasien Jaminan


Tarif pasien Jaminan Kesehatan Nasional dalam
bentuk kapitasi sesuai kesepakatan dengan BPJS, sebesar
Rp.6.000. ( enam ribu rupiah ).

Puskesmas Rembang Page


56
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

C. Proyeksi Laporan Operasional/ Aktivitas


Proyeksi Laporan Operasional terdiri dari proyeksi
pendapatan dan proyeksi biaya yang dikeluarkan oleh
Puskesmas Rembang untuk melakukan aktivitas pelayanan.

1. Proyeksi pendapatan
Proyeksi pendapatan yang akan diperoleh Puskesmas
terdiri dari:
a. Jasa layanan yang diberikan kepada masyarakat
(umum) sebagai imbalan atas pemberian pelayanan
dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Hasil
pendapatan dari jasa layanan ini merupakan hasil dari
perkalian dari rencana pemasaran dan tarif yang
diberlakukan.
Masing-masing proyeksi pendapatan dari jasa layanan
dibedakan berdasarkan cara pembayaran.
b. Hibah tidak terikat dan/atau hibah terikat yang
diperoleh dari masyarakat atau badan lain;
c. Hasil kerjasama Puskesmas dengan pihak lain yang
diperoleh dari kerjasama operasional, sewa menyewa,
dan usaha lainnya yang tidak berhubungan langsung
dengan tugas dan fungsinya; dan/atau
d. Penerimaan yang bersumber dari APBN/APBD
e. Lain-lain Pendapatan puskesmas yang sah.

Puskesmas Rembang Page


57
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

1) Proyeksi Pendapatan Retribusi Pelayanan Kesehatan

Proyeksi Pendapatan Berdasarkan Retribusi Pelayanan Kesehatan

Proyeksi Pendapatan (Rp)


Variabel
2019 2020 2021 2022 2023
Retribusi
Pelayanan 641,760,000 705,936,000 776,529,600 854,182,560 939,600,816
Kesehatan

2) Proyeksi pendapatan dari Pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam bentuk Kapitasi

Proyeksi Pendapatan berdasarkan pasien JKN dari dana Kapitasi

Proyeksi Pendapatan pasien J K N


Variabel
2019 2020 2021 2022 2023
Pasien
2,658,600,000 2,791,530,000 2,931,106,500 3,077,661,825 3,231,544,916
JKN

Puskesmas Rembang Page


78
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

2. Proyeksi biaya
Untuk proyeksi biaya didalam proyeksi laporan
operasional,terdiri dari :
a. Biaya Operasional
b. Biaya Non Operasional
Pembagian biaya menjadi operasional dan non
operasional mengikuti nomenklatur yang ada di
Permendagri Nomor 61 Tahun 2007. Hal ini untuk
memudahkan pada saat penyusunan RBA dan laporan
keuangan.
a. Biaya operasional, mencakup seluruh biaya yang
menjadi beban Puskesmas dalam rangka menjalankan
tugas dan fungsi,terdiri dari:
1) biaya pegawai:(biaya gaji/honor staff);
2) biaya bahan: (biaya bahan yang digunakan pada
pelayanan, seperti obat dan bahan medis habis
pakai);
3) biaya jasa pelayanan: (biaya jasa yang diberikan
kepada pejabat pengelola dan pegawai
Puskesmas);
4) biaya pemeliharaan;
5) biaya promosi;
6) biaya umum dan administrasi kantor:(biaya yang
berhubungan dgn administrasi kantor, spt
suratmenyurat);
7) biaya barang dan jasa;
8) biaya penyusutan dan amortisasi; dan
9) biaya operasional lain-lain.

b. Biaya non operasional, mencakup biaya yang


dikeluarkan oleh Puskesmas yang tidak berkaitan
langsung dengan tugas pokok dan fungsi, terdiri dari:
1. biaya bunga;

Puskesmas Rembang Page 79


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

2. biaya administrasi bank;


3. kerugian penjualan aset tetap (seluruh perolehan
aset tetap bersumber dari pendapatan non
APBD/APBN);
4. kerugian penurunan nilai; dan
5. biaya non operasional lain-lain.

Puskesmas Rembang Page


80
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

Proyeksi Biaya Operasional/ Aktivitas


BIAYA OPERASIONAL 2019 2020 2021 2022 2023
Biaya Pelayanan
Biaya Pegawai 708,500,000 708,500,000 708,500,000 708,500,000 708,500,000
Biaya Bahan 340,000,000 374,000,000 411,400,000 452,540,000 497,794,000
Biaya Jasa Pelayanan 1,165,822,000 1,282,404,200 1,410,644,620 1,551,709,082 1,706,879,990
Biaya Pemeliharaan 20,000,000 23,000,000 37,300,000 43,030,000 50,333,000
Biaya Barang dan Jasa 318,338,000 351,861,800 382,091,480 408,365,303 429,938,742
Biaya Pelayanan Lainnya
Jumlah Biaya Pelayanan 2,552,660,000 2,739,766,000 2,949,936,100 3,164,144,385 3,393,445,733
Biaya Umum dan
Administrasi
Biaya Pegawai 637,700,000 637,700,000 637,700,000 637,700,000 637,700,000
Biaya Administrasi Kantor
Biaya Pemeliharaan 110,000,000 100,000,000 50,000,000 50,000,000 50,000,000
Biaya Barang dan jasa
Biaya Promosi
Biaya Umum dan administrasi
lainnya
Jumlah Biaya Umum dan
Administrasi 747,700,000 737,700,000 687,700,000 687,700,000 687,700,000
JUMLAH BIAYA 3,300,360,000 3,477,466,000 3,637,636,100 3,851,844,385 4,081,145,733

Puskesmas Rembang Page


81
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

Proyeksi Laporan Operasional/ Aktivitas Tahun 2019-2023


No. URAIAN 2019 2020 2021 2022 2023

I. PENDAPATAN
1. Jasa layanan/ Retribusi 641,760,000 705,936,000 776,529,600 854,182,560 939,600,816
2. Hibah
Hasil kerjasama
3. dengan pihak lain
4. APBD(JKN) 2,658,600,000 2,791,530,000 2,931,106,500 3,077,661,825 3,231,544,916
5. APBN
Lain-lain pendapatan
6.
BLUD yang sah.
JUMLAH
PENDAPATAN 3,300,360,000 3,497,466,000 3,707,636,100 3,931,844,385 4,171,145,732
II. BIAYA
1. Biaya Operasional
a. Biaya Pelayanan
a). biaya pegawai 708,500,000 708,500,000 708,500,000 708,500,000 708,500,000
b). biaya bahan 340,000,000 374,000,000 411,400,000 452,540,000 497,794,000
c). biaya jasa
pelayanan 1,165,822,000 1,282,404,200 1,410,644,620 1,551,709,082 1,706,879,990
d). biaya
pemeliharaan 20,000,000 23,000,000 37,300,000 43,030,000 50,333,000

Puskesmas Rembang Page


82
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

e). biaya barang


dan jasa 318,338,000 351,861,800 382,091,480 408,365,303 429,938,742
f). biaya
pelayanan lain-
lain.
Jumlah Biaya
Pelayanan 2,552,660,000 2,739,766,000 2,949,936,100 3,164,144,385 3,393,445,733
Biaya Umum dan
b. Administrasi
a). Biaya pegawai 637,700,000 637,700,000 637,700,000 637,700,000 637,700,000
b). Biaya
administrasi
kantor
c). Biaya
pemeliharaan 110,000,000 100,000,000 50,000,000 50,000,000 50,000,000
d). Biaya barang
dan jasa
e). Biaya promosi
f). Biaya umum
dan administrasi
lain-lain.
Jumlah Biaya
Umum dan ADM 747,700,000 737,700,000 687,700,000 687,700,000 687,700,000
Biaya Non
2. Operasional
a. Biaya bunga

Puskesmas Rembang Page


83
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

Biaya
administrasi
b. bank
Biaya kerugian
penjualan aset
c. tetap
Biaya kerugian
d. penurunan nilai
Biaya non
operasional lain-
f. lain
JUMLAH BIAYA 3,300,360,000 3,477,466,000 3,637,636,100 3,851,844,385 4,081,145,733
III. SURPLUS DEFISIT
1. Surplus
2. Defisit

Puskesmas Rembang Page


84
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

D. Proyeksi Arus Kas


Salah satu laporan keuangan yang ada dalam Rencna Strategis Bisnis adalah proyeksi arus kas

Proyeksi Arus Kas

URAIAN 2019 2020 2021 2022 2023


I. ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASIONAL

A. PENDAPATAN DARI LAYANAN

Pendapatan Pelayanan

Pendapatan Retribusi Pelayanan 641,760,000 705,936,000 776,529,600 854,182,560 939,600,816

Pendapatan Pasien JKN 2,658,600,000 2,791,530,000 2,931,106,500 3,077,661,825 3,231,544,916

Jumlah Pendapatan 3,300,360,000 3,497,466,000 3,707,636,100 3,931,844,385 4,171,145,732


B. BIAYA OPERASIONAL

Biaya Operasional; biaya pelayanan


2,552,660,000 2,739,766,000 2,949,936,100 3,164,144,385 3,393,445,733
Biaya Operasional; biaya umum dan
administrasi 747,700,000 737,700,000 687,700,000 687,700,000 687,700,000

Jumlah biaya 3,300,360,000 3,477,466,000 3,637,636,100 3,851,844,385 4,081,145,733

ARUS KAS AKTIVITAS


OPERASIONAL 0 20,000,000 70,000,000 80,000,000 90,000,000

Puskesmas Rembang Page


85
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

II. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI


Arus Kas Masuk
Hasil Penjualan Aset Tetap 0 0 0 0 0

Hasil Penjualan Aset Lainnya 0 0 0 0 0


Jumlah Arus kas Masuk 0 0 0 0 0
Arus Kas Keluar
Perolehan Aset Tetap 43,500,000 47,850,000 52,635,000 57,898,500 63,688,350
Perolehan Aset Lainnya 0 0 0 0 0
Jumlah Arus Kas Keluar (43,500,000) (47,850,000) (52,635,000) (57,898,500) (63,688,350)
AKTIVITAS INVESTASI (43,500,000) (47,850,000) (52,635,000) (57,898,500) (63,688,350)
III. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Arus Kas Masuk :
Perolehan Pinjaman 0 0 0 0 0
Penerimaan Kembali Pokok Pinjaman 0 0 0 0 0
Jumlah Arus Kas Masuk 0 0 0 0 0

Arus Kas Keluar


Pembayaran Pokok Pinjaman 0 0 0 0 0
Pemberian Pinjaman 0 0 0 0 0
Jumlah Arus Kas Keluar 0 0 0 0 0

0 0 0 0 0
AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan/penurunan bersih kas (43,500,000) (47,850,000) (52,635,000) (57,898,500) (63,688,350)

Saldo Awal Kas dan Setara Kas 194,545,324 151,045,324 123,195,324 140,560,324 162.661,824
Saldo Akhir Kas dan Setara Kas
151,045,324 123,195,324 140,560,324 162.661,824 188,973,474

Puskesmas Rembang Page


86
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

E. Proyeksi Neraca
Proyeksi Neraca
Neraca Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
NO Perkiraan 2018-12-31 2019-12-31 2020-12-31 2021-12-31 2022-12-31 2023-12-31
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6 7 8
ASET
I Aset lancar
1. Kas dan Setara Kas 194,545,324.00 151,045,324.00 123,195,324.00 140,560,324.00 162.661,824.00 188,973,474.00
2. Investasi Jangka Pendek -
3. Piutang Usaha 71,970,000.00 71,970,000.00 71,970,000.00 71,970,000.00 71,970,000.00 71,970,000.00
4. Piutang Lain-lain
5. Persediaan 219,169,402.75 219,169,402.75 219,169,402.75 219,169,402.75 219,169,402.75 219,169,402.75
6. Biaya Dibayar di Muka -
Jumlah Aset Lancar 485,684,726.75 442,184,726.75 414,334,726.75 431,699,726.75 453,801,226.75 480,112,876.75

II Investasi Jangka Panjang

III Aset Tetap


1. Tanah -
2. Peralatan dan Mesin 2,429,400,036.00 2,472,900,036.00 2,520,750,036.00 2,573,385,036.00 2,631,283,536.00 2,694,971,886.00
3. Gedung dan Bangunan 607,852,029.00 607,852,029.00 607,852,029.00 607,852,029.00 607,852,029.00 607,852,029.00
4. Jalan, Irigasi dan Jaringan 18,783,000.00 18,783,000.00 18,783,000.00 18,783,000.00 18,783,000.00 18,783,000.00
5. Aset Tetap Lainnya 3,535,000.00 3,535,000.00 3,535,000.00 3,535,000.00 3,535,000.00 3,535,000.00
6. Kontruksi dalam Pengerjaan -
Jumlah Aset Tetap 3,059,570,065.00 3,103,070,065.00 315,0920,065 3,203,555,065 3,261,1453,565 3,325,141,915

Puskesmas Rembang Page


87
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

7. Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap (1,602,525,578.10)


Nilai Buku Aset Tetap 1,457,044,486.90

IV Aset lainnya -
Aset Lain-lain 3,140,625,00
Aset tidak berwujud 4,250,000,00
7,390,625,00

Jumlah Aset 1,950,119,838,65

KEWAJIBAN
V Kewajiban Jangka Pendek
1. Utang Usaha 63,951,500,00
2. Biaya yang Masih Harus Dibayar -
3. Pendapatan Diterima di Muka -
4. Utang Jangka Pendek Lainnya -
Total Kewajiban Jangka Pendek 63,951,500,00

VI Kewajiban Jangka Panjang -


Jumlah kewajiban 63,951,500,00

EKUITAS
VII Ekuitas Tidak Terikat
Ekuitas Awal 1,886,168,338.65
Surplus & Defisit
Tahun Lalu
Surplus & Defisit
Tahun Berjalan
Ekuitas Donasi
Puskesmas Rembang Page
Jumlah Ekuitas 1,886,168,338.65 88
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
Tidak Terikat
VIII Ekuitas Terikat Temporer - - - - - -
IX Ekuitas Terikat Permanen - - - - - -
Jumlah Ekuitas 1,886,168,338.65

Jumlah kewajiban dan Ekuitas 1,950,119,838,65

Puskesmas Rembang Page


89
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

Puskesmas Rembang Page


90
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

F. Rasio Keuangan
A. Service Level Solvency
Service Level Solvency = Total Aset

Masyarakat
yang dilayani

Tahun I 351.335.900 = 22.582

15.558

Tahun II 407.636.285 = 24.038

16.958

Tahun III 468.781.728 = 25.361

18.484

Tahun IV 539.098.987 = 26.758

20.147

Tahun V 619.963.835 = 28.231

21.960

Service Level Solvency untuk melihat seberapa banyak


asset puskesmas yang digunakan untuk melayani masyarakat.

B. Cost Recovery Rasio


Cost Recovery Rasio = Pendapatan Operasional x 100%
Biaya Operasional
Tahun I 724.506.000 X 100 % = 100%

724.506.000

Puskesmas Rembang Page


89
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

Tahun II 836.781.900 X 100% = 100%

836.781.900

Tahun III 962.299.185 X 100% = 100%

962.299.185

Tahun IV 1.106.644.063 X 100% = 100%

1.106.644.063

Tahun V 1.272.640.672 X 100% = 100%

1.272.640.672

Cost Recovery Rasio untuk melihat berapa jumlah pendapatan dari


operasional yang digunakan untuk biaya operasional.
Dari perhitungan cost recovery rasio dan data Proyeksi Laporan Keuangan dan
Rencana Keuangan tahun 2019 – 2023, menunjukkan bahwa dari tahun 2019 hingga tahun
2023 Puskesmas Rembang mampu mendanai (meng-cover) belanja operasional secara penuh
dari Pendapatan Operasional sehingga pada tahun-tahun berikutnya diharapkan Puskesmas
Rembang mampu berinvestasi dari pendapatan operasional.

Puskesmas Rembang Page


90
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

BAB VI
INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU
PADA TUJUAN DAN SASARAN RENSTRA SKPD DAN RPJMD

Indiaktor kinerja digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja atau keberhasilan
Puskesmas Rembang dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya yang pada
akhirnya akan berperan terhadap pencapaian target yang ada dalam Renstra Dinas
Kesehatan maupun RPJMD Kabupaten Purbalingga. Puskesmas Rembang mempunyai
tugas untuk mendukung keberhasilan Misi pertama (menyelenggarakan pemerintahan
yang profesional, efisien, efektif, bersih dan demokratis sehingga mampu memberikan
pelayanan prima kepada masyarakat), keempat (meningkatkan kualitas sumber daya
manusia utamanya melalui peningkatan derajat pendidikan dan derajat kesehatan
masyarakat), dan keenam (Mewujudkan kawasan perkotaan dan pedesaan yang
sehat dan menarik untuk melaksanakan kegiatan ekonomi, sosial dan budaya melalui
gerakan masyarakat, yang didukung dengan penyediaan infrastruktur / sarana
prasarana wilayah yang memadai)
.Pada misi pertama dihubungkan dengan pelayanan Puskesmas Rembang terhadap
masyarakat, dituntut untuk menciptakan iklim pelayanan yang berorientasi pada
kepuasan masyarakat. Untuk misi yang keempat dan keenam pelayanan kesehatan yang
diberikan Puskesmas Rembang melalui sumber daya manusia yang berkualitas dan
ketersediaan sarana prasarana kesehatan harus dapat meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat di wilayah kerjanya sehingga mampu mewujudkan kawasan yang sehat dan
menarik yang diharapkan dapat mendukung kegiatan perekonomian, sosial dan budaya.

Upaya peningkatan pelayanan kesehatan dimaksudkan untuk memberikan pelayanan


kesehatan yang terjangkau dan berkualitas dalam rangka meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat. Upaya ini ditempuh dengan meningkatkan akses dan kualitas
pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,
peningkatan pengawasan terhadap obat dan makanan. Tercapainya tujuan dan sasaran

Puskesmas Rembang Page 91


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
tersebut dengan tersedianya sarana dan prasarana serta terpeliharanya sarana dan
prasarana Puskesmas Rembang dengan menentukan indikator kinerja RSB yang
bersumber dari Renstra Dinas Kesehatan maupun RPJMD Kabupaten Purbalingga.

B. Indikator dan capaian standar pelayanan minimal Puskesmas

Maksud ditetapkannya Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi puskesmas adalah guna
memberikan pedoman standar pelayanan minimal yang harus dicapai puskesmas sebagai
tolok ukur kinerja dalam menentukan capaian jenis dan mutu pelayanan kesehatan di
Puskesmas Rembang Kabupaten Purbalingga.

Tujuan ditetapkannya SPM bagi puskesmas adalah:


1. Terlaksananya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan
puskesmas yang bermutu dan terjangkau;
2. Terlaksananya kegiatan peningkatan mutu berkelanjutan yang sesuai standar
berbasis profesionalisme dengan tetap mengedepankan aksesibilitas bagi masyarakat;
3. Terlaksananya pelayanan yang tepat guna dan berjalan lancar sesai dengan tuntutan
masyarakat diwilayah cakupannya.

Standar Pelayanan Minimal bagi puskesmas meliputi jenis indikator dan standar
pencapaian kinerja pelayanan puskesmas, jenis pelayanan puskesmas yang wajib
disediakan oleh puskesmas

Indikator dan Standar Pelayanan Minimal yang akan


dilaksanakan oleh Puskesmas Rembang sesuai dengan fungsi
Puskesmas yaitu indikator dan target kinerja Pelayanan Upaya
Kesehatan Perorangan dan indikator kinerja pelayanan Upaya
Kesehatan Masyarakat, yang didukung oleh kinerja keuangan dan
kinerja manfaat.

1. Indikator dan capaian Standar Pelayanan


Minimal Upaya Kesehatan Masyarakat

Puskesmas Rembang Page 92


RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

Indikator dan Target Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat

N JENIS IN T TARGET
O PELAYANAN DI U
KA J
TO U
R A
N
1 Pelayanan 1 Penyuluhan Kelompok 12x @ Meningkatkan kemandirian 100%
Promosi 60 menit masyarakat untuk hidup
Kesehatan 2 Pengelola Promosi Kesehatan sehat yang berdaya guna dan ada
3 Promosi untuk pemberdayaan berhasil guna dalam
masyarakat bidang kesehatan mencapai kecamatan sehat 100%
12x @
120 menit

2 Pelaya 1 Inspeksi sanitasi di Sekolah meningkatkan mutu


100%
nan pendidikan dasar lingkungan hidup yang dapat
Keseh 2 Inspeksi sanitasi di tempat - menjamin masyarakat untuk
atan tempat umum dan tempat mencapai derajat kesehatan 100%
Lingku pembuatan yang optimal
ngan makanan dan minuman

3 Pelayanan 1 paket pelayanan ibu hamil di Menurunkan Angka Kematian


100%
Kesehatan Ibu puskesmas dan jaringannya Ibu (AKI) dan Angka
dan kesehatan 2 Ibu hamil yang ditemukan Kematian Bayi (AKB) ,
100%
anak kelainan Angka Kematian Balita
atau gizi buruk dirujuk (AKABA)
3 paket pertolongan persalinan
100%
di
puskesmas dan jaringannya
4 paket pelayanan kesehatan
100%
bayi baru
PUSKESMAS BUNUT Page 51
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
lahir di puskesmas dan
jaringannya
5 paket pelayanan kesehatan
100%
balita di
puskesmas dan jaringannya

PUSKESMAS BUNUT Page


52
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

N I T TARGET
O N U
D J
JENIS I U
PELAYANA K A
N A N
T
O
R
3 Pelay 6 Skrining Kesehatan siswa Sekolah meningkatkan
anan pendidikan dasar pengetahuan dan 100%
Keseh kemampuan masyarakat
7 Skrining Kesehatan pada penduduk
atan agar dapat mengatasi 100%
remaja (15 - 18 tahun) di
Ibu masalah kesehatan
puskesmas dan jaringannya
dan sedini mungkin dalam
8 Skrining Kesehatan pada penduduk
keseh mencapai derajat
dewasa (19 - 59 tahun) di 100%
atan kesehatan yang optimal
puskesmas dan jaringannya
anak
(termasuk WUS dan PUS)
9 Skrining Kesehatan pada penduduk
lansia (usia 60 tahun keatas) di 100%
puskesmas dan jaringannya
4 Pelayanan 1 pemeriksaan terduga tuberkulosis Menurunkan angka
pencegaha (TB) di puskesmas dan jaringannya kesakitan, kecacatan dan 100%
n dan 2 pemeriksaan terduga HIV dan AIDS kematian akibat
pengendali di puskesmas dan jaringannya penyakit menular dan 100%
an tidak menular
penyakit 3 Sistem Kewaspadaan dini dan respons
100%
dalam
waktu kurang dari 24 jam
5 Keperawat 1 adanya perencanaan Meningkatkan 100%
an keperawatan kesehatan kemampuan masyarakat
Kesehatan masyarakat dalam memelihara

PUSKESMAS BUNUT Page


53
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
masyaraka 2 Ibu hamil dengan resiko tinggi kesehatan secara 100%
t mandiri
3 Bayi dengan BBLR Menanankan perilaku 100%
4 Balita dengan gangguan gizi sehat melalui upaya 100%
pendidikan
kesehatan
5 Drop out atas paket pelayanan Tertanganinya kelompok 100%
6 paket menular kronis - kelompok resiko tinggi 100%
yang rawan terhadap
7 Desa/kelurahan dengan masalah 100%
masalah kesehatan
kesehatan

PUSKESMAS BUNUT Page


54
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

JENIS
N IN T TARGET (tahun)
PELAYANA
O DI U
N
KA J
TO U 201 202
R A 9 0
N

6 Manajemen 1 Adanya tim manajemen Meningkatkan kerjasama


100
Puskesmas puskesmas tim dan kualitas SDM
%
dalam mencapai tujuan
2 Terlaksananya minilokakarya 100
Puskesmas dan tujuan
pembangunan kesehatan %
3 Adanya pertemuan berkala 100
%
4 Tindak lanjut hasil 100
pertemuan %
5 Staf Mendapatkan Pelatihan
minimal 20 jam / tahun 100
%
6 Kecepatan pelaporan
kejadian luar biasa 100
Tertanganinya kelompok - %
7 ketersediaan mobil kelompok resiko tinggi
yang rawan terhadap 100
puskesmas
masalah kesehatan %
keliling
8 ketersediaan mobil 100
ambulance %
9 Ketersediaan Fasilitas dan Terciptanya lingkungan yang
peralatan pengelolaan limbah bersih dan aman 100
puskesmas : padat, cair %

PUSKESMAS BUNUT Page


55
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
1 pengelolaan limbah cair 100
0 %
1 pengelolaan limbah padat 100
1 %
1 baku mutu limbah 100
2 %

PUSKESMAS BUNUT Page


56
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

2. Indikator dan capaian Standar Pelayanan Minimal Upaya Kesehatan Perorangan

Indikator dan Standar Pelayanan Minimal Upaya Kesehatan


Perorangan
INDIK
JENIS ATOR
NO TUJUAN TARG
PELAYANAN
ET
Jenis Ur
aia
n
PELAYANA Pemberi pelayanan di poliklinik Terselenggaran
1 1
1 N RAWAT umum ya pelayanan
Input 0
JALAN rawat jalan oleh
0
tenaga %
kompeten dan
2 Pemberi pelayanan di poliklinik 1
sesuai SOP yang
Gigi 0
mendukung
0
keselamatan
%
pasien dan
3 Pemberi pelayanan di KIA 1
mampu
0
memberikan
0
kepuasan %
pelanggan
1 Jam buka pelayanan sesuai
dengan ketentuan

Waktu Penyediaan Dokumen


2 Rekam Medik ≤
Proses
1
0

PUSKESMAS BUNUT Page


57
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
M
e
n
i
t
3 Kepatuhan hand hygiene 1
0
0
%
4 Waktu tunggu rawat jalan ≤
6
0

m
e
n
i
t
5 Penegakan diagnosa Tubercolosis 1
0
0
%
Pasien rawat jalan TB yang di
6 tangani dengan strategi DOTS 1
0
0
%
Peresepan obat sesuai
1 1
formularium
0
Nasional
Output 0
%

PUSKESMAS BUNUT Page


58
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
Pencatatan dan pelaporan
2 Tubercolosis di puskesmas 1
0
0
%
Kepuasan pelanggan pada rawat
3 jalan ≥
9
0

PUSKESMAS BUNUT Page


59
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

2 PELAYANAN kemampuan menangani life saving Tersedianya


1 100%
GAWAT pelayanan gawat
DARURAT Pemberi pelayanan kegawat- darurat yang
input daruratan bersertifikat ditangani oleh
2 (ATLS/BTLS/ACLS/PPGD/GELS) tenaga 100%
yang masih berlaku profesional dan
kompetensi
sesuai SOP
1 Jam buka pelayanan gawat darurat
1. Rawat inap
24 jam
2. Non rawat inap 6 jam
Waktu tanggap pelayanan dokter di
2
Proses gawat darurat
< 5 menit setelah
1. Rawat inap
pasien datang
< 5 menit setelah
2. Non rawat inap
pasien datang
Tidak adanya keharusan membayar
3 100%
uang muka
Kepuasan pelanggan pada gawat
Outcome 1 ≥ 70 %
darurat

PUSKESMAS BUNUT Page


60
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

JENIS INDIKATOR
NO TUJUAN TARGET
PELAYANAN Jenis Uraian
3 Pelayanan 1 Pemberi pelayanan gizi Tersedianya
Gizi Ketersediaan pelayanan Pelayanan Gizi
input yang dalam tenaga terlatih tersedia
2 Konsultasi gizi
menangani
masalah gizi
outcome 1 Kepuasan pelanggan ≥ 80 %

4 pelayanan Pemberi pelayanan persalinan Terselenggaranya


persalinan 1 normal pelayanan
dokter / bidan tim
input persalinan oleh
PONED terlatih
tenaga yang
2 Adanya Tim Poned kompeten sesuai
1 Penggunaan APD Saat Bertugas SOP dalam rangka 100%
penurunan AKB
Pelayanan kontrasepsi oleh dan AKI
2 100%
Proses dokter umum atau bidan
terlatih
Kepatuhan hand hygiene
3 100%
output Kejadian kematian ibu karena
1 0%
persalinan
Kepuasan Pelanggan
outcome 1 ≥80 %

PUSKESMAS BUNUT Page


61
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

5 PELAYANAN 1 pemberi pelayanan Terselenggaranya 100%


RAWAT INAP 2 Tempat tidur dengan pengaman pelayanan rawat 100%
input inap oleh tenaga
Kamar mandi dengan
3 yang kompeten 100%
pengaman pegangan tangan
sesuai SOP, sarana
Dokter penanggung jawab dan prasarana
1 100%
Proses pasien rawat inap yang sesuai
2 Jam visite dokter standar 08,00 s/d 14,00
3 Kepatuhan hand hygiene 100%
Tidak adanya kejadian pasien
4 100%
Proses jatuh
waktu penyediaan dokumen
5 ≤5 %
rekam medik
kelengkapan pengisisan rekam
1 medik 24 jam setelah selesai 100%
pelayanan
output
2 ketersediaan linen sesuai standar
ketepatan waktu penyediaan
3 100%
linen
Kepuasan pelanggan pasien
outcome 1 ≥90 %
rawat inap

PUSKESMAS BUNUT Page


62
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

JENIS INDIKATOR
NO TUJUAN TARGET
PELAYANAN Jenis Uraian
6 Pelayanan Pemberi pelayanan farmasi 100% ( tenaga farmasi
1
Kefarmasian )
Ketersediaan fasilitas dan peralatan Terselenggaranya 100% fasilitas &
input 2
pelayanan farmasi pelayanan kefarmasian tersedia
Ketersediaan Formularium oleh tenaga yang kompeten tersedia dan up date
3 sesuai SOP dan paling lama 3 tahun
tersedianya obat dalam
1 Waktu tunggu pelayanan obat jadi jumlah yang cukup, aman ≤30 menit
proses Waktu tunggu pelayanan obat dan bermutu sesuai
2 ≤60 menit
racikan standar pengobatan dasar
Tidak adanya kejadian kesalahan
output 1 100%
pemberian obat
outcome 1 Kepuasan Pelanggan ≥80 %
7 Pelayanan Ketersediaan fasilitas dan peralatan Terselenggaranya
input 1 Sesuai Standar 100%
Laboratorium laboratorium pelayanan laboratorium
Waktu tunggu hasil pelayanan oleh tenaga yang kompeten
1 ≤ 120 menit
laboratorium sesuai SOP, fasilitas dan
Tidak adanya kejadian tertukar peralatan yang sesuai
2 standar Puskesmas 100%
output spesimen pemeriksaan laboratorium
3 Kemampuan memeriksa HIV - AIDS Tersedia100%
Kemampuan memeriksa Mikroskopis
4 Tersedia100%
Tubercolosis paru
Tidak adanya kesalahan
1 penyerahan hasil pemeriksaan 100%
ouput laboratorium
Kesesuaian hasil pemeriksaan Baku
2 100%
mutu Eksternal
outcome 1 Kepuasan pelanggan >80%

PUSKESMAS BUNUT Page


63
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023
Indikator Kinerja Keuangan dan Kinerja Manfaat
NO JENIS INDIKATOR KINERJA TUJUAN TARGET
PELAYANAN

2019 2020 2021 2022 2023


1 KINERJARENCANA STRATEGIS
Tingkat ketersediaanBISNIS TAHUN 2019-2023
dana penunjang Terselenggaranya pelayanan 100% 100% 100% 100% 100%
KEUANGAN layanan kesehatan , tingkat efisiensi kesehatan yang bermutu, adil
dan efektifitas pengelolaan sumber dan merata sesuai SOP yang
daya keuangan yang dilaksanakan didukung ketersediaan SDM,
Puskesmas sehingga dapat menopang sarana dan prasarana yang
keberhasilan pencapaian kinerja memadai
Puskesmas

2 KINERJA Tingkat kualitas proses pelayanan Menyediakan pelayanan yang 100% 100% 100% 100% 100%
MANFAAT kesehatan, tenaga kesehatan, system berorientasi pada pengguna
dan standar layanan kesehatan yang
dilaksanakan oleh Puskesmas
RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN 2019-2023

BAB VII
PENUTUP

Rencana Strategis Bisnis (RSB) Badan Layanan Umum Daerah Puskesmas Rembang Kabupaten Purbalingga merupakan dokumen
perencanaan jangka menengah lima tahunan yang akan digunakan oleh BLUD Puskesmas Rembang sebagai:
a. Pedoman dalam penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA)
b. Acuan bagi perencanaan dan pengendalian pembangunan
c. Dasar evaluasi dan laporan atas kinerja tahunan dan lima tahunan.
Rencana Strategis Bisnis ini, nantinya tidak lagi sekedar sebagai dokumen administrasi semata, namun lebih utama sebagai parameter keberhasilan
BLUD dalam melaksanakan kegiatan selama lima tahun.
Secara substansi RSB sudah mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan BLUD, sehingga
setiap BLUD wajib menyusun dokumen tersebut.
Penyusun menyadari bahwa dalam menyusun RSB ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan masukan yang membangun sangat
kami harapkan demi sempurnanya penyusunan RSB Puskesmas Rembang.
RENCANA
Demikian Rencana STRATEGIS BISNIS
Strategis Bisnis TAHUN
ini kami 2019-2023
susun, semoga bisa berguna dan bermanfaat dalam pengembangan pelayanan kesehatan di
Puskesmas Rembang.
Purbalingga, 28 Juli 2018
Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat Rembang
Kabupaten Purbalingga

dr. RUNDITO
NIP. 197304212007011011