Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS SWOT

ASPEK YANG STRENGHT ( KEKUATAAN ) WEAKNESS ( KELEMAHAN ) OPPORTUNITY THREAT ( ANCAMAN )


DIKAJI ( KESEMPATAN )
INPUT 1. Jumlah tenaga 1. Kwalitas staf perawat 1. Motivasi perawat Pasien tidak dapat
Man keperawatan yng ada di belum memenuhi untuk melanjutkan menerima asuhan
ruang flamboyant adalah spesifikasi syarat pendidikan. keperawatan secara
11 orang yang terdiri pprofesional. komprehansif
dari 1 kepala ruangan, 1
orang administrasi, 9
orang perawat pelaksana
( 2 Ketua TIM ).
2. Kualifikasi pendidikan 2. Klasifikasi pasien 2. Menambah staf
ruang flamboyant di menurut perawat
antaranya 2 orang S1, 7 ketergantunganbelum professional dalam
orang D3, 1 orang SPK dilakukan. ruangan.
dan 1 orang SMA
Material 1. Rata – rata peralatan 1. Ketidak sesuaian jumlah 1. Adanya kebijakan 1. Lamanya waktu
kesehatan di ruang peralatan medis RS untuk pengajuan yang dibutuhkan
flamboyant dalam dibandingkan dengan perbaika alat – alat dalam tindakan
kondisi baik. jumlah pasien. kesehatan yang karena
rusak. keterbatasan alat.
2. Adanya rencana 2. Peralatan kurang 2. Pengajuan alat –
perbaikan peralatan. memenuhi standar . alat kesehatan yang
kurang mencukupi
jumlahnya.
Money 1. Sumber dana ruangan di 1. Belum terdapat otonomi 1. Ada kebijakan dari 1. Adanya kebijakan
peroleh dari dana secara penuh dalam pemerintah PEMDA untuk
operasional atau intensif pengelolaan dana dan kabupaten tentang menurunkan
yang di berikan dari peningkatan kualitas jaminan kesehatan. subsidi di bidang
pihak RS dan DAK ( Dana asuhan keperawatan. pelayannan.
Alokasi Khusus )
Metode 1. Ada visi, misi, motto, 1. System penugasan 1. Pengembangan Pemberian askep kurang
falsafah dan tujuan menggunakan metode metode TIM yang maksimal.
ruangan sebagai TIM tetapi lebih baik.
pedoman dalam pelaksanaannya secara
memberikan asuhan fungsional.
keperawatan.
2. Mempunyai 2 TIM 2. Dokumentasi masih 2. Perencanaan
belum optimal. sentralisasi obat.
3. Terdapat lembar 3. Tidak dilakukan pre dan 3. Penerapan
dokumentasi. pos konpren. dokumentasi
keperawatan setiap
tindakan.
4. Adanya rode 4. Pelatihan /
keperawatan. sosialisasi mengenai
model
keperawatan.
5. Adanya pengelolaan 5. SDM DIII dan SI
sentralisasi obat.
6. Adanya buku timvbang 6. Pelatihan supervise
terima terhadap tim
7. Adanya pelaksanaan supervisi
operan jaga.
PROSES 1. Memiliki tujuan ruangan. 1. Pemberian askep tidak 1. Pengembangan 1. Adanya pasien
Planning 2. Memiliki peraturan sesuai berdasarkan SOP pemberian askep yang tidak
tertulis bagi pasien. 2. Evaluasi SAK tidak berdasarkan SOP mematuhi
3. Memiliki prosedur dilakukan 2. Penetapan peraturan
4. Ada visi, misi, dan motto peraturan tertulis
di ruangan. bagi perawat
Organizing 1. Memiliki struktur 1. dalam pelaksanaannya 1. Pengembangan 1.Pelaksanaan tugas tidak
organisasi. menggunakan metode metode TIM yang sesuai dengan metode
fungsional lebih baik TIM.
2. Jadwal dinas sudah ada 2. pre dan post conference 2. Penambahan
belum berjalan. jumlah perawat
3. Ada absensi harian 3. Tidak ada kejelasan 3. Peningkatan SOP
perawat tugas ketua TIM.
4. System penugasan 4. Peningkatan
menggunakan metode kedisiplinan
TIM. perawat.
Staffing 1. Sudah ada pembagian 1. Kurangnya dukungan 1. Banyaknya masalah 1. Tuntutan pasien
kerja secara shifh. dari pihak pelayanan pasien dan untuk
2. Pengembangan shifh untuk perawat komplikasinya. mendapatkan
dilakukan dengan mengikuti program 2. Adanya kebijakan askep yang lebih
symposium dan bedah pendidikan professional. pemerintah tentang baik.
kasus. 2. Kurangnya perawat yang profesionalisasi
bertugas pada setiap keperawatan.
shif.
3. Jumlah staf yang tidak
sesuai dengan jumlah
pasien.
4. Kualifikasi tenaga
keperawatan belum
memenuhi spesifikasi
syarat propesional.
Directing 1. Adanya manajemen 1. Adanya reward dan 1. Adanya kebijakan
konflik. punishment yang belum profesionalisasi
2. Pola kepemimpinan optimal. perawat.
kepela ruangan
DEMOKRATIS IDEALIS.

Controlling 1. Sudah terdapat SAK 1. Belum dilakukan 1. Adanya suvervisi 1. Adanya audit dari
untuk setiap prosedur supervise terhadap dari bidang pemerintah
tindakan. pendokumentasian pelayanan Rumah berhubungan
2. Sudah dilakukan evaluasi askep. Sakit. ddengan
tentang tindakan dan 2. Belum ada standar kebijakaan baru.
kinerja keperawatan. operasional prosedur
3. Secara umum control untuk supervisi
terhadap kualitas yang pendokumentasian
berkaitan dengan askep.
pelayanan di RS sudah
dilakukan.
4. Sudah dilakukan
pemantauan tentang
audit klien.
OUT PUT 1. Tersedia sarana dan 1. Pendokumentasian
Dokumentasi prasarana untuk pasien proses keperawatan
dan tenaga kesehatan. belum optimal.
2. Kepala ruangan 2. Kurang motivasi perawat
mendukung kegiatan. dalam melakukan
3. Adanya kemauan pendokumentasian
perawat untuk berubah. asuhan keperawatan
4. Terdapat format 3. Belum dilakukan
pendokumentasian supervise
asuhan keperawatan. pendokumentasian
asuhan keperawatan.
4. Belum ada format
standar operasional
prosedur untuk
pelaksanaan supervise
terhadap
pendokumentasian
asuhan keperawatan.
Prosedur 1. Terdapat SOP dan SAK. 1. Perawat melakukan 1. Terdapat penilaian 1. Adanya tuntutan
tindakan 2. Setiap ada SOP dan SAK tindakan perawatan kepuasan pasien masyarakat untuk
baru selalu di tanpa mengacu pada terhadap pelayanan mendapatkan
sosialisasikan. SOP dan SAK yang ada di RS. pelayanan yang
ruangan. professional.
Kepuasan 1. Adanya kepuasan 1. Perawat jarang 1. Terdapat 1. Adanya
terhadap pemberian hak memperkenalkan diri penyusunan jadwal peningkatan
– hak yang seharusnya saat melakukan yang sistematis. standar kepuasan
diberikan perawat tindakan. 2. Terdapat penilaian masyarakat
kepada pasien. kepuasan pasien tehadap penilaian
terhadap pelayanan kualitas
RS. pelayanan.
3. Kesempatan bagi
perawat untuk
mengikuti seminar
maupun
peningkatan
pengetahuannya.