Anda di halaman 1dari 20

VVVVV

PROGRAM ORIENTASI KARYAWAN BARU


DI BAGIAN CSSD

RS ISLAM Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


SULTAN AGUNG 0 1/1
SEMARANG

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR
TETAP

Dr. H. Masyhudi, AM, M.Kes

Pengertian Proses orientasi untuk karyawan baru atau karyawan lama yang pindah
ke bagian CSSD.

Tujuan 1. Memberikan pengetahuan dasar kepada karyawan baru


mengenai kegiatan yang dilaksanakan di CSSD.
2. Mensosialisasikan tata kerja unit CSSD.

Kebijakan 1. Program orientasi karyawan baru dilaksanakan selama 1 bulan.

1. Karyawan baru diterima oleh Ka.Instalasi / Penjab.


Prosedur 2. Diberikan pengarahan mengenai kegiatan operasional di CSSD.
A. Karyawan baru
 Memberikan pengarahan tentang struktur
organisasi RS dan jenis pelayanan di RS.
 Memberikan pengarahan tentang alur kerja CSSD
 Memberikan pengarahan tentang ruang kerja
CSSD
 Memberikan pengarahan tentang penggunaan APD
CSSD
 Memberikan pengarahan tentang jadwal dinas
CSSD
B. Karyawan lama yang pindah ke bagian CSSD
 Memberikan pengarahan tentang alur kerja CSSD
 Memberikan pengarahan tentang ruang kerja
CSSD
 Memberikan pengarahan tentang penggunaan APD
CSSD
 Memberikan pengarahan tentang jadwal dinas
CSSD

Unit terkait 1. Bagian Pengembangan staf


2. Bagian Personalia
PEMILAHAN

RS ISLAM
SULTAN AGUNG Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :
SEMARANG 0 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR
TETAP

Dr. H. Masyhudi, AM, M.Kes

Pengertian Mencatat jumlah dan mengelompokkan masing-masing alat yang


diterima dari ruangan di mana terdiri dari instrumen, tromol kasa, alat-
alat karet, plastik dan doek.

Tujuan 1. Inventarisasi alat/instrumen.


2. Memudahkan proses
pencucian/sterilisasi.
Kebijakan Instrumen/alat dan linen yang akan disteril dipisahkan sesuai jenisnya
yaitu : Instrumen/alat yang tahan panas dan tidak tahan panas.

Prosedur 1. Petugas memakai APD pada waktu memilah-milah


alat/instrumen.
2. Petugas memisahkan alat/instrument sesuai jenisnya yaitu
instrumen yang tahan panas dan tidak tahan panas.
3. Proses selanjutnya yaitu proses dekontaminasi, packing dan
sterilisasi.

Unit terkait Ruangan Keperawatan


PROSES STERILISASI

RS ISLAM
SULTAN AGUNG Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :
SEMARANG
0

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR
TETAP

Prof. DR. Dr. H. Rifki Muslim, SpB, SpU

Pengertian Strilisasi yaitu Suatu sistem yang dimulai dari penerimaan alat-alat,
pemilahan alat, desinfeksi alat dengan cairan desinfektan, pencucian,
packing, alat siap disteril dan penyimpanan alat steril.

Tujuan 1. Mensterilkan alat-alat instrumen.


2. Alat-alat instrumen siap pakai.
3. Memutus mata rantai infeksi di Rumah Sakit.

Kebijakan Proses sterilisasi menggunakan & metode yaitu sterilisasi suhu tinggi
(uap air) dan sterilisasi suhu rendah ( gas EO)

Prosedur 1. Proses sterilisasi dimulai dari penerimaan alat, pemilahan,


desinfeksi, pencucian, packing, sterilisasi dan penyimpanan alat
steril.
2. Alat-alat/instrument dari ruangan dipilih sesuai jenisnya
a. Jenis linen, kasa, instrument disterilkan dengan metode
suhu tinggi menggunakan uap panas suhu 134 0C selama 45
menit pada mesin suhu tinggi (belimed).
b. Alat dari bahan plastic/karet disterilkan dengan metode
suhu rendah menggunakan gas ethylene oxide (EO) suhu 37 -
50 0C 3 jam, aerasi 6-12 jm.

Unit terkait -
STERILISASI BERDASARKAN JENIS BARANG

Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


RS ISLAM
SULTAN ………………… ……………… ………
AGUNG
SEMARANG

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR
TETAP

Dr. H. Masyhudi, AM, M.Kes

Proses sterilisasi berdasarkan jenis barang yang akan disterilkan


Pengertian

Tujuan 1. Bahan yang disterilkan tidak rusak


2. Proses sterilisasi lebih efektif

Kebijakan
1. Melakukan pemilahan alat/instrument yang terdiri dari :
Prosedur  Jenis linen, kasa,instrument,
 Alat dari bahan plastic/karet
2. Melakukan sterilisasi :
 Jenis linen, kasa, instrument disterilkan dengan cara tehnik
panas/uap panas dengan tekanan tinggi 134 0C memakai mesin
suhu tinggi (belimed) dalam waktu 45 menit.
 Alat dari bahan plastic/karet disterilkan dengan
menggunakan mesin sterilisasi gas ethylene oxide dalam waktu 3
jam, aerasi 6-12 jm.

Unit terkait -
PENGENDALIAN ALAT TIDAK STERIL

Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


RS ISLAM
SULTAN AGUNG ………………… ……………… ………
SEMARANG

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR
TETAP

Dr. H. Masyhudi, AM, M.Kes

Mengelola dan mengendalikan alat hasil sterilisasi CSSD yang tidak


Pengertian steril atau tidak memenuhi persyaratan serta menentukan tindakan
selanjutnya.

Tujuan 1. Mengontrol hasil sterilisasi CSSD


2. Memastikan setiap alat/instrumen sudah steril
3. Mutu sterilisasi terjamin
4. Supaya pelaksanaannya dilakukan dengan baik
dan benar.

Kebijakan
1. Pastikan alat/instrument adalah steril dengan memonitor
Prosedur expaire date alat/instrument diruang penyimpanan.
2. Monitoring dilakukan 1 bulan sekali diruang penyimpanan
alat/instrument untuk mengetahui expaire date.
3. Mengingatkan user untuk memeriksa alat/instrument harus
tetap steril
4. Bila menemukan alat/instrument steril dalam keadaan
lembab/basah,maka alat tersebut dinyatakan tidak steril.
5. Menarik alat/insterumen tidak steril untuk dilakukan
sterilisasi ulang

Unit terkait - Petugas CSSD


- Petugas ruang perawatan
PEMAKAIAN ALAT STERILISASI SUHU TINGGI
( STEAM STERILIZER MERK BELIMED 6-6-6 )

RS ISLAM Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


SULTAN AGUNG
SEMARANG ………………… ……………… ………

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR
TETAP

Dr. H. Masyhudi, AM, M.Kes

Steam sterilizer merk belimed adalah mesin untuk mensterisasi semua


Pengertian alat yang tahan panas , yang berhubungan dengan pelayanan /tindakan
medis di ruang perawatan
Untuk mensteril alat,memutus mata rantai infeksi, menekan angka
Tujuan infeksi selama pasien dalam perawatan.

Steam sterilizer merk belimed harus selalu siap untuk digunakan dan
Kebijakan tidak ada kemasan steril yang harus diproses ulang.
1. Hubungkan kabel power pompa air compressor dengan stop
Prosedur kontak PLN
2. tutup saluran udara dibawah tangki compressor, tunggu sampai
udara tangki penuh
3. hidupkan handle power listrik
4. Putar saklar kunci POWER SWTCH
5. Tunggu beberapa saat sampai keluar MODE pada layer
6. Pilih MODE LEAK TEST untuk pemanasan heater dan
mendeteksi kemungkinan ada kebocoran pada saluran pipa air atau
compressor udara, lalu tekan CYCLE START
7. Tunggu ± 18 menit sampai proses selesai disertai bunyi alarm
8. Nyalakan printer jika dibutuhkan printout proses per cycle
9. Tekan OPER DOOR untuk memasukkan bahan yang akan
disteril
10. Mode steril : FEBRIC untuk bahan linen, RUBBER untuk
bahan karet, HEAVY INSTRUMENT untuk alat instrument
11. Tekan CYCLE START untuk memulai proses steril
12. Bila Proses steril selesai, tunggu beberapa saat pada layer akan
muncul OPEN DOOR
13. Buka pintu dengan menekan tombol <II>
14. Tutup kembali pintu bila memulai proses pensterilan
15. Ulangi langkah no 8 - 11

Unit terkait - Petugas CSSD

PEMAKAIAN ALAT STERILISASI SUHU RENDAH


( 3M STERI – VAC 5XL )

RS ISLAM Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


SULTAN AGUNG
SEMARANG ………………… ……………… ………

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR
TETAP

Dr. H. Masyhudi, AM, M.Kes

Alat sterilisasi suhu rendah adalah mesin untuk mensterisasi semua alat
Pengertian yang tidak tahan panas , yang berhubungan dengan pelayanan
/tindakan medis di ruang perawatan
Untuk mensteril alat,memutus mata rantai infeksi, menekan angka
Tujuan infeksi selama pasien dalam perawatan.

1. Jadwal sterilisasi memakai mesin suhu rendah dilakukan satu


Kebijakan bulan sekali.
2. Apabila ada alat yang harus disteril sawaktu-waktu
( emergency ) bisa dilakukan tidak harus menunggu sesuai jadwal.
3. Mesin STERI – VAC 5XL harus selalu siap untuk digunakan.
1. Hidupkan mesin melalui tombol power terletak pada bagian kiri
Prosedur dari mesin STERI – VAC 5XL, dan memastikan udara bertekanan
telah masuk dengan cara membuka valve udara bertekanan (minimal
3,5 bar)
2. Buka pintu chamber
3. Masukkan gas Ethylene Oxide cartridge dalam mesin STERI –
VAC 5XL dan pasangkan pada tempatnya dengan baik.
4. Masukkan keranjang yang telah siap dengan material yang
hendak disterilkan kedalam mesin STERI – VAC 5XL
5. Tutup kembali pintu chamber.
6. Pilih suhu yang akan digunakan dalam proses sterilisasi (37 &
0
55 C) dengan cara menekan tombol pilihan suhu sehingga muncul
pada display.
7. Pilih waktu untuk Aerasi (minimal 3 jam ) dengan cara menekan
tombol pilihan aerasi sehingga muncul pada display waktu yang
akan digunakan.
8. Nyalakan printer jika dibutuhkan printout proses per cycle.
9. Tekan tombol star sehingga prose sterilisasi dan aerasi berjalan
secara automatis sampai proses selesai.
10. Tekan tombol stop jika proses sterilisasi dan aerasi telah selesai
ditandai dengan bunyi alarm dan seluruh garis telah memenuhi
seluruh proses pada display.
11. Putar handle pintu chamber keatas, dan agar tekanan vakum
didalam chamber sama dengan tekanan udara luar chamber dan
pintu akan terbuka dengan sendirinya.Diamkan/biarkan 30-60 detik
posisi pintu terbuka untuk tujuan pendinginan.
12. Keluarkan keranjang dari dalam chamber, dan ambilah chamber
untuk segera dilakukan proses inkubasi.
13. Keluarkan juga bekas gas cartridge dari dalam chamber
14. Tekanlah tombol stop sekali lagi untuk kembali pada posisi
stanby siap untuk melkukan proses sterilisasi kembali.

Unit terkait - Petugas CSSD


PENERIMAAN JASA STERILISASI DARI LUAR
RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG

RS ISLAM Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


SULTAN AGUNG
SEMARANG ……………… 01 01/02

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR
TETAP

Dr. H. Masyhudi, AM. M.Kes

Pengertian Proses sterilisasi alat/instrumen/linen yang berasal dari luar RS. Islam
Sultan Agung dan dibayar secara tunai dan non tunai.
1. Memberikan layanan sterilisasi untuk rumah sakit, klinik,
Tujuan rumah bersalin dan instansi lain.
2. Meningkatkan volume layanan CSSD.
3. Menambah pendapatan rumah sakit.
1. Alat/instrumen/linen yang akan disetril ke bagian CSSD harus
Kebijakan dalam keadaan bersih.
2. Pembayaran non tunai harus memiliki PKS (Perjanjian Kerja
Sama) dengan RS. Islam Sultan Agung.

Prosedur A. Pembayaran tunai


1. Pelanggan dari luar RS/Klinik/Instansi lain
langsung menuju ke unit CSSD RS. Islam Sultan Agung
menyerahkan alat/instrument/linen yang akan disteril pada
loket penerimaan alat/instrument di waktu jam kerja yaitu jam
07.00 – 14.00 WIB.
2. Petugas CSSD menerima alat/instrument/linen
dari luar RS/klinik/Instansi lain kemudian dicatat pada buku
expedisi.
3. Petugas CSSD membuatkan surat tanda terima
barang alat/instrument/linen apa saja yang akan disteril.Harga
disesuaikan dengan tarif yang berlaku, bila tidak ada sesuai
dengan kelompok set yang sudah ditentukan dibagian CSSD
yaitu :
 Set Besar : > 15 alat. Contoh Orthopedi set.
 Set Sedang : 4 – 15 alat. Contoh GB set, Hecting Set
 Set Kecil : 1 – 3 alat atau yang memiliki tutup. Contoh
bengkok, bak instrumen
 Set Satuan : 1 alat. Contoh gunting jaringan, pincet.
4. Pada saat pencucian, peralatan yang berasal dari
luar RS. Islam Sultan Agung dipisah tersendiri dan diberi label
atau tanda untuk menghindari kehilangan atau kekeliruan
dalam pengembalian.
5. Waktu yang digunakan untuk proses sterilisasi
yaitu:
 Metode suhu tinggi (uap panas ) waktu 1
jam
 Metode suhu rendah ( gas EO ) waktu 6
jam
6. Setelah proses sterilisasi berakhir petugas
CSSD menghubungi RS/Klinik/Instansi lain yang bersangkutan
untuk mengambil alat yang sudah disterilkan.
7. Sebelum pengambilan alat di CSSD pelanggan
dari luar menunjukkan tanda terima ke bagian kasir RS. Islam
Sultan Agung untuk pembayaran, kemudian petugas kasir
membuat kwitansi sebagai bukti pembayaran.
8. Setelah membayar dikasir, pelanggan menuju
ke CSSD untuk mengambil alat/instrument/linen yang sudah
steril pada loket pengambilan alat steril di waktu jam kerja
dengan menyerahkan bukti kopian lembar kwitansi lunas.

B. Pembayaran non tunai / inkaso.


1. Pelanggan dari luar RS/Klinik/Instansi lain
langsung menuju ke unit CSSD RS. Islam Sultan Agung
menyerahkan alat/instrument/linen yang akan disteril pada
loket penerimaan alat/instrument
2. Petugas CSSD menerima alat/instrument/linen
dari luar RS/klinik/Instansi lain kemudian dicatat pada buku
expedisi.
3. Petugas CSSD membuatkan surat tanda terima
barang alat/instrument/linen apa saja yang akan disteril,
lembar pertama disimpan di bagian CSSD, sedangkan
lembar kedua diserahkan untuk pelanggan serta lembar
ketiga untuk penagihan. Harga disesuaikan dengan tarif yang
berlaku, bila tidak ada sesuai dengan kelompok set yang
sudah ditentukan dibagian CSSD yaitu :
 Set Besar : > 15 alat. Contoh Orthopedi set.
 Set Sedang : 4 – 15 alat. Contoh GB set, Hecting Set.
 Set Kecil : 1 – 3 alat atau yang memiliki tutup. Contoh
bengkok, bak instrumen.
 Set Satuan : 1 alat. Contoh gunting jaringan, pincet.
4. Pada saat pencucian, peralatan yang berasal dari
luar RS. Islam Sultan Agung dipisah tersendiri dan diberi
label atau tanda untuk menghindari kehilangan atau
kekeliruan dalam pengembalian.
5. Waktu yang digunakan untuk proses sterilisasi
yaitu:
 Metode suhu tinggi (uap panas ) waktu 1
jam
 Metode suhu rendah ( gas EO ) waktu 6
jam
6. Setelah proses sterilisasi berakhir petugas
CSSD menghubungi RS/Klinik/Instansi lain yang
bersangkutan untuk mengambil alat yang sudah disterilkan.
7. Pengambilan alat/instrument/linen pada loket
pengambilan di waktu jam kerja.
8. Bagian CSSD membuat rekapan tagihan setiap
bulan dan diserahkan ke bagian keuangan max tanggal 05.
9. Bagian keuangan kemudian membuatkan
kwitansi untuk ditagihkan ke pelanggan yang bersangkutan.

Unit terkait  Bagian Keuangan


 Bagian Penagihan
 Bagian Pemasaran

ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


RS ISLAM
SULTAN AGUNG ………………… ……………… ………
SEMARANG

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR
TETAP

Dr. H. Masyhudi, AM, M.Kes

Pengertian Tata kerja petugas yang bekerja di CSSD :


1. Ganti pakaian dengan mempergunakan pakaian CSSD yang
tersedia, memakai tutup kepala, masker, alas kaki, kalau perlu
memakai sarung tangan.
2. Mencuci tangan.
3. Melaksanakan tugas CSSD
Tujuan 1. Mencegah infeksi di rumah sakit
2. Mencegah pencemaran yang berasal dari rambut
3. Agar terlindung dari panas steam / listrik.

Kebijakan
1. Semua petugas yang akan bekerja di CSSD harus mengganti
Prosedur pakaian dengan mempergunakan pakaian CSSD ( memakai topi
harus menutupi seluruh rambut, pakai masker, alas kaki, kalau
perlu memakai sarung tangan).
2. Sebelum mulai bekerja dan sesudah bekerja mencuci tangan
pakai desinfektan.
3. Untuk petugas pencuci instrument harus memakai sarung
tangan karet dan scort plastik, alas kaki/sepatu boot, kaca mata .
4. Untuk petugas bila akan mensterilkan dan mengeluarkan alat-
alat steril dari mesin sterilisasi harus memakai masker dan
menggunakan sarung tangan anti panas.
5. Untuk petugas, mengambil alat steril di bagian distribusi harus
memakai tutup kepala dan masker.
6. Pekerjaan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku
1.

Unit terkait Seluruh Unit Pengguna

MENCUCI INSTRUMEN / ALAT KOTOR

RS ISLAM
SULTAN Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :
AGUNG
SEMARANG ………………… ……………… ………

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR
TETAP

Dr. H. Masyhudi, AM, M.Kes

Proses mencuci alat dengan menggunakan jenis desinfektan tertentu yang


Pengertian dapat membunuh kuman.

Tujuan Membersihkan dan menghilangkan kotoran yang terlihat dan tidak terlihat
dan menghilangkan sebanyak mungkin mikroorganisme berbahaya.
1. Semua alat dianggap infeksius, sehingga perlakuan pencucian
Kebijakan sama.
2. Memcuci alat dengan menggunakan desinfektan, larutan
enzymatik, atau larutan detergen

a. Decontaminasi
Prosedur Alat yang kotor dipisah menurut jenisnya kemudian direndam dalam
cairan desinfektan ( aniosyme DD1 ) dengan perbandingan cairan
aniosyme DD1 25 ml dilarutkan kedalam 5 liter air. Perendaman ± 5
-15 menit.
b. Pencucian & Pengeringan
1. Petugas yang mencuci alat memakai APD antara lain : scort
plastik, masker, sarung tangan,kaca mata (gogle) dan alas kaki
(sepatu bot).
2. Pencucian secara manual dengan menyikat instrumen dan
membilas sampai bersih.
3. Jika alat dirakit lebih dari satu komponen dan semua
sambungan harus dibuka untuk memastikan seluruh permukaan
alat tercuci bersih.
4. Instrumen yang telah selesai dicuci, disemprot menggunakan
kompresor dan dikeringkan memakai lap kain bersih sampai
kering kemudian diserahkan ke bagian packing.

Unit terkait Pelayanan Keperawatan

PELAYANAN STERILISASI ULANG DENGAN SUHU RENDAH

RS ISLAM Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


SULTAN
AGUNG ………………… ……………… ………
SEMARANG

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR
TETAP

Dr. H. Masyhudi, AM, M.Kes

Pelayanan sterilisasi ulang dengan suhu rendah adalah kegiatan sterilisasi


Pengertian yang dilakukan terhadap alat ( kesehatan / kedokteran) dengan
menggunakan suhu rendah

Tujuan 1. Menghasilkan alat yang siap pakai, aman, nyaman bagi pasien dan
pegawai.
2. Untuk menghilangkan mikroorganisme berbahaya.
3. Untuk membantu efektifitas dari proses sterilisasi dan desinfeksi.
A. Alkes / alked yang boleh disterilisasi ulang ( Re-useble)
Kebijakan 1. Gudel 4. Tubing ventilator
2. Konektor ETT 5. Selang laminer
3. Selang respirator 6. Pompa ASI

B. Alkes / alked yang tidak boleh disterilisasi ulang


( Disposible)
1. Three way 8. Inserter
2. Catheter urin bercabang 9. Papsmear
3. Spatel plastik 10. Cyto brush
4. Vaselin 11. Catheter
fridman
5. Catheter suction 12. Silicon
shunting
6. Sarung tangan 13. Semua bentuk
Catheter
7. Magslang/sonde/NGT 14. Perlak
C. Alkes yang disterilisasi ulang (karena sudah dipakai
/dibuka segel)
1. Benang seide 9. Speculum body
2. Tubing milenium 10. Puncer
3. Hand pice cryo 11.Baju /duk
disposible
4. Causet stelaris 12. Cutisorb
5. Cutting handpico + prube 13. Sitobras
6. Marking pen 14. Catheter
7. Optem
8. Vanas panjang
D. Alkes / Alked yang dalam keadaan rusak dan tidak bisa di
re-useble dikembalikan ke ruangan lagi.
1 Petugas ruangan membawa alat ke CSSD
Prosedur 2 Alat diserahkan oleh petugas ruangan dan
diterima oleh petugas CSSD diloket penerimaan.
3 Alat diperiksa dan diteliti oleh petugas
CSSD kelengkapannya dan keutuhannya.
4 Penyerahan dan penerimaan alat dicatat di
buku milik ruangan oleh petugas ruangan sesuai dengan
jumlahnya,kemudian petugas CSSD mengecek bila sudah
benar,memberikan tanda tangan dan nama jelas.
5 Petugas CSSD menulis jumlah dan nama
alat, nama ruangan, nama yang menyerahkan,nama petugas CSSD yang
menerima dan petugas ruangan maupun petugas CSSD harus
mencantumkan tanda tangan dan nama jelas.

Unit terkait - Pelayanan Rawat Inap & Rawat Jalan


- PPI
CARA MENGHILANGKAN KOTORAN
DARI ALAT MEDIS SETELAH TINDAKAN
DI RUANG KEPERAWATAN

RS. ISLAM
SULTAN AGUNG Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :
SEMARANG 0 1/2

Tanggal terbit DITETAPKAN OLEH


DIREKTUR
PROSEDUR
TETAP
Dr. H. Masyhudi, AM. M.Kes

Pengertian Langkah-langkah untuk menghilangkan kotoran dari alat medis setelah


dilakukan tindakan medis di ruang keperawatan.
Tujuan Untuk menghilangkan kotoran yang ada pada alat medis setelah
dilakukan tindakan medis di ruang keperawatan.
Kebijakan Alat medis setelah digunakan untuk tindakan segera dihilangkan kotoran
yang menempel pada alat medis tersebut dengan menggunakan air
mengalir atau direndam dengan cairan desinfektan.
Prosedur 1. Persiapan menghilangkan kotoran yang menempel pada alat yaitu
dengan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).
2. Setelah melakukan tindakan medis, alat bekas tindakan yang kena
darah atau jaringan tubuh manusia segera direndam menggunakan
cairan desinfektan Aniozyme DD1 dengan pengenceran 0.5% yang
telah disediakan di CSSD.
3. Semua alat direndam hingga terendam semuanya. Min
perendaman 5 menit. Perendaman di bak instrumen kemudian
dimasukkan ke dalam box/kontainer.
4. Diserahkan ke CSSD untuk proses pencucian dan seterusnya.
5. Bila instrumen bekas tindakan tidak terlalu kotor hanya disiram
dengan air mengalir. Kemudian ditiriskan dan diangin-anginkan.
6. Alat-alat seperti gunting dan klem dibuka agar tidak basah karena
akan mudah berkarat.
7. Diserahkan ke CSSD dengan menggunakan tas khusus alat kotor
untuk proses pencucian dan seterusnya.
Unit terkait 1. Ruang Keperawatan Rawat Inap
2. Ruang Keperawatan Poliklinik

CARA MENCUCI ALAT MEDIS


DENGAN MENGGUNAKAN CAIRAN DESINFEKTAN

RS. ISLAM
SULTAN AGUNG Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :
SEMARANG 0 1/2

Tanggal terbit DITETAPKAN OLEH


29 April 2012 DIREKTUR
PROSEDUR
TETAP
Dr. H. Masyhudi, AM. M.Kes

Pengertian Langkah-langkah untuk mencuci alat medis setelah dilakukan tindakan


medis di ruang keperawatan dengan menggunakan cairan desinfektan
Aniozyme DD1.
Tujuan 1. Untuk membersihkan, menghilangkan dan membunuh kuman
mikroorganisme berbahaya dari kotoran yang ada pada alat medis
setelah dilakukan tindakan medis di ruang keperawatan dengan
menggunakan cairan desinfektan.

Kebijakan 1. Setiap alat yang habis dipakai diruang perawatan harus segera di
bawa ke bagian CSSD sebelum jam 16.00 wib, sebab CSSD buka
pelayanan mulai jam 08.00 -16.00 wib.
2. Apabila setelah jam pelayanan CSSD ada tindakan yang
mendadak di simpan ditempat alat kotor yang tertutup rapat,pagi
langsung diantar ke CSSD
Prosedur 8. Persiapan mencuci alat yaitu dengan menggunakan APD (Alat
Pelindung Diri) antara lain :
- Scort / clemek
- Kaca mata Gogle
- Topi kerja
- Handscoon sedang & panjang tebal
- Sepatu boot
- Masker
9. Setelah melakukan tindakan medis, alat bekas tindakan tersebut
segera direndam menggunakan cairan desinfektan Aniozyme DD1
dengan pengenceran 0.5%. Pengenceran Aniozyme DD1 0,5%
dilakukan dengan cara :
 Diukur sebanyak 5 ml cairan Aniozyme DD1 dan dilarutkan
dalam air sampai 1 liter air.
 Larutan yang sudah diencerkan bisa dipakai 2-3 kali dalam 1
hari tergantung tingkat kekeruhan air.
 Bila dalam 1 kali pemakaian sudah keruh atau kotor sekali
sebaiknya dibuang dan diganti yang baru.
10. Alat-alat seperti gunting dan klem pada saat perendaman dibuka,
agar cairan desinfektan bisa sampai ke sela-sela yang terkecil.
11. Semua alat direndam hingga terendam semuanya. Min
perendaman 5 menit. Perendaman bisa di baskom plastik atau bak
pencucian.
12. Disikat sampai bersih.
13. Dibilas menggunakan air mengalir.
14. Ditiriskan, setelah itu dikeringkan secara manual dengan
menggunakan kain bersih. Gunting atau klem tetap dalam keadaan
terbuka agar tetap kering untuk menghindari alat mudah berkarat.
15. Dikemas dengan menggunakan Doek atau pembungkus lainnya
bila ada.
16. Disterilkan bila memiliki alat sterilisasi sesuai dengan prosedur
sterilisasi alat atau diserahkan ke CSSD untuk proses sterilisasi
menggunakan tas atau plastik yang tertutup dan dalam keadaan
bersih.
Unit terkait 3. Ruang IBS
4. Ruang IGD
5. Ruang SEC
6. Ruang VK
7. Ruang ICU
8. Ruang Poli Kulit dan Kelamin
9. Ruang Poli Gigi

MONITORING DAN EVALUASI MUTU


PROSES & HASIL STERILISASI

RS ISLAM Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


SULTAN AGUNG
SEMARANG ………………… ……………… ………

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR
TETAP

Prof. DR. Dr. H. Rifki Muslim, SpB, SpU

Melakukan monitoring dan evaluasi mutu proses dan hasil sterilisasi


Pengertian dengan menggunakan cara (Bowie Dick Test), Attest Biological,
Indikator Strip Steam dan Gas EO) hasil akhir akan dievaluasi dengan
pemeriksaan laboratorium.

Tujuan Sebagai acuan supaya tindakan dilakukan dengan benar


Dapat membuktikan bahwa alat-alat layak pakai/steril
Pemakai alat dapat mengetahui bahwa alat yang dipakai telah steril.
1. Bowie dick test dilakukan setiap hari sebelum mesin proses
Kebijakan sterilisasi.
2. Attest biologi steam dilakukan setiap seminggu sekali.
3. Indikator Strip, semua alat /instrument / duk yang dikemas
memakai plastik / pouches di sertai indikator strip.

1. Cara Bowie Dick Test


Prosedur  Dilakukan setiap hari sebelum mesin suhu tinggi
(belimed) digunakan
 Letakkan kertas bowie Dick Test di tengah-tengah tabung
uji bowiie dick test.
 Tabung uji bowie dick tes diletakkan di rak dalam mesin.
 Nyalakan mesin sesuai program sampai selesai,matikan
mesin setelah selesai proses sterilisasi.
 Keluarkan tabung uji bowie dick tes dari mesin.
 Keluarkan kertas bowie dick test dari tabung uji test.
 Amati hasil kertas uji bowie dick test.
 Hasil dapat dikatakan bagus apabila warna gambar hitam
merata.
 Tulis pada lembar dokumen hasil sterilisasi yang meliputi
tanggal pemeriksaan,hasil pemeriksaan, nama pemeriksa dan
arsipkan.
2. Attest Biologi Steam
 Attest Biologi Steam dilakukan seminggu sekali
 Letakkan kertas bowie Dick Test di tengah-tengah tabung
uji bowiie dick test.
 Tabung uji bowie dick tes diletakkan ditengah-tengah
alat / linen ,kemudian dimasukkan dalam mesin sterilisasi suhu
tinggi (belimed), mesin tersebut dijalankan sesuai dengan tata
laksana selama 45 menit, setelah alat-alat steril. Attest Biologi
Steam diambil, dipecahkan dan diletakkan pada Attest
incubator.Tulis tanggal dan jam masuk indicator, untuk
control/perbandingan, ambil Attest Biologi Steam yang masih
hidup (tidak masuk dalam mesin suhu tinggi), pecahkan dan
letakkan dalam Attest Steam incubator dengan suhu 56 0C, tulis
tanggal pemecahan dan jam, bedakan/tulis antara yang control
dan yang sudah masuk mesin sterilisasi suhu tinggi, hasil dapat
dibaca ± 24 jam (1 hari). Hasil dicatat dalam buku antara Attest
Biologi Control dan Attest Biologi yang sudah masuk dalam
mesin steam, hasil yang bagus Attest Biologi control (+) warna
ungu berubah warna kuning, Attest Biologi yang sudah masuk
mesin sterilisasi suhu tinggi (-) warna tetap biru, tulis nama hasil
dan nama pemeriksa.
3. Indikator Strip
 Indikator Strip steam
Indikator strip untuk steam diletakkan di tengah-tengah/diantara
linen sebelum di packing dan disterilkan, untuk packing pouches
indicator strip diletakkan dalam pouches sebelum dipacking dan
disterilkan.Dikatakan alat-alat steril apabila setelah linen dan
instrument disterilkan dengan steam indicator berubah warna dari
kuning menjadi hitam.
 Indikator strip Gas EO
Indikator gas EO dimasukkan dalam pouches terutama untuk alat
berupa karet/plastic yang akan disterilkan dengan gas EO. Alat-
alat dikatakan steril apabila indicator strip setelah distrilkan
dalam gas EO berubah warna dari merah maron menjadi coklat
tua
4. Tiap 6 bulan dilakukan uji biakan kuman terhadap hasil sterilisasi
secara acak.

Unit terkait - Sanitasi