Anda di halaman 1dari 26

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

POPOPERS BIODEGRADABLE : Inovasi Popok Bayi Sekali Pakai


Berbahan Dasar Singkong dan Kulit Pisang Sebagai Alternatif Popok Yang
Sehat dan Ramah Lingkungan

BIDANG KEGIATAN :
PKM-KARSACIPTA (PKM-KC)

Diusulkan oleh:
Layyin Nadiya Rosyida Ketua ( / 2015)
Cipta Ningrum Anggota ( /2012)
Rohma Anggota (/2015)
Siti Hartinah Qurbayni Anggota (150332600471 / 2015)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


MALANG
2015

i
PENGESAHAN PKM-KARSACIPTA

1. Judul Kegiatan : POPOPERS BIODEGRADABLE : Inovasi


Popok Bayi Sekali Pakai Berbahan Dasar
Singkong dan Kulit Pisang Sebagai
Alternatif Popok Yang Sehat dan Ramah
Lingkungan
2. Bidang Kegiatan : PKM-KC
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Layyin Nadiya Rosyida
b. NIM :
c. Jurusan : S1-Kimia
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Negeri Malang
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP :
f. Alamat email :
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar :
b. NIDN :
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP :
6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp 12.060.000,-
b. Sumber lain : Rp -
7. 7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 bulan

Malang, September 2015


Menyetujui,
Ketua Jurusan Ketua Pelaksana Kegiatan

(Dr.Agr.Eko Setiawan. Sp. M.Si.) (Warsipah)


NIP/NIK.197803152008011011 NIM. 12.03.111.00120

Mengetahui,
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan/ Dosen Pendamping

(Dr.Drs.H.Moh.Syari ,Ec. M. Si.) (Diana Nurus S.,S.Farm,M.Si,Apt)


NIP/NIK. 196311302001121001 NIDN. 0008068303

DAFTAR ISI

A. HALAMAN SAMPUL................................................................................ I

ii
B. HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... Ii
C. DAFTAR ISI................................................................................................ iii
D. DAFTAR GAMBAR................................................................................... iv
E. RINGKASAN.............................................................................................. v

F. BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah.................................................................. 3
1.3 Tujuan........................................................................................ 3
1.4 Luaran Yang Diharapkan.......................................................... 3
1.5 Manfaat...................................................................................... 3

G. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


2.1 BPOM....................................................................................... 4
2.2 Kemanan Makanan dan Obat-obatan....................................... 4
2.3 Sistem Informasi Android …………………............................ 5
2.4 Barcode …………………....................................................... 5

H. BAB 3 METODE PELAKSANAAN


3.1 Kerangka Program .................................................................. 6
3.2 Ilustrasi Kerangka Progam...................................................... 6

I. BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1 Biaya Anggaran ...................................................................... 9
4.2 Jadwal Kegiatan ..................................................................... 9

J. DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 10

K. LAMPIRAN
1.Biodata Ketua, Anggota Kelompok dan Dosen Pembimbing ............... 11
2.Justifikasi Anggaran Kegiatan ................................................................ 18
3.Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas ..................... 21
4.Surat Pernyataan Ketua .......................................................................... 22
5.Gambaran Teknologi Yang Hendak Diterapkembangkan ..................... 22

DAFTAR GAMBAR

iii
Gambar 1. Diagram Alir Progam ................................................................ 6
Gambar 2. Rancangan Kontruksi Autofips (automatic field anti
pest)............................................................................................ 22

RINGKASAN

iv
Pembangunan dibidang kesehatan merupakan unsur yang sangat penting
dalam pembangunan nasional karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Makanan sehat adalah
makanan yang terbebas dari bahaya fisik, kimia ataupun mikrobiologi dan dapat
meningkatkan kesehatan tubuh bagi yang memakannya. Berdasarkan penelitian
yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan
bahwa terdapat 80 makanan dalam kemasan dan setelah diuji di laboratorium,
hasilnya terdapat 32 merek makanan dalam kemasan yang mengandung bahan
kimia berbahaya. Melihat kondisi pelaku usaha yang seringkali menggunakan
segala cara untuk memasarkan produknya, membuat masyarakat atau konsumen
yang menjadi korban terkadang tidak tahu kemana harus mengadukan keluhan
apabila mereka mengalami kerugian. Gaya hidup manusia memang selalu dinamis
yang dipengaruhi oleh perkembangan teknolgi dan padatnya aktivitas. Memang
tidak dimungkiri bahwa saat ini teknologi berkembang begitu pesat sehingga
memunculkan banyak piranti atau perangkat baru demi terpenuhinya kebutuhan
mempermudah dan mempercepat suatu pekerjaan. Dengan hadirnya smartphone
android, fitur-fitur aplikasi yang dibutuhkan manusia untuk beraktivitas bisa
didapatkan. Oleh karena itu, kehadiran smartphone android dapat dijadikan
sebagai solusi untuk mempermudah mengontrol keamanan makanan dan obat-
obatan, sekaligus dapat memastikan keaslian kode registrasi BPOM dengan
menggunakan teknologi barcode. Proses pembuatan aplikasi smarphone android
di mulai dari tahap persiapan, yaitu menyiapkan literatur dan bahan. Tahap
perancangan yaitu merancang logo, desain aplikasi, tampilan aplikasi. Selanjutnya
tahap pempuatan, simulasi, evaluasi dan pelaporan. Dengan demikian selain
terjaga keamanan makanan dan obat-obatan, dapat membantu program Indonesia
sehat dan memenuhi target Millenium Development Goals (MDGs).

Kata kunci: Makanan, Barcode, Android

v
1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia adalah negara dengan potensi sumber daya alam yang sangat
melimpah, baik di daratan maupun di lautan. Setiap pulau di Indonesia
mempunyai potensi untuk di manfaatkan untuk membangun sumber daya
manusia. Hampir seluruh kekayaan alam di dunia ada di Indonesia baik
kekayaan tambang, minyak, pertanian, perairan. Selain itu bonus demografi di
Indonesia sangat berpotensi untuk mengelola kekayaan alam di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah penduduk Indonesia pada tahun
sebanyak 252.124.458 jiwa dengan pertumbuhan penduduk 1.1%. Sementara
itu jumlah untuk kelompok umur 0-4 tahun sebanyak 24.062.106 dengan laju
pertumbuhan sebesar 8.8%. Semakin meningkatnya jumlah bayi atau umur 0-4
tahun makan semakin meningkat pula kebutuhan yang harus dipenuhi, salah
satunya adalah popok atau diapers.
Diapers adalah peralatan popok bayi sekali pakai, ini tentu bukan sifat
berhemat tapi pemborosan dan merusak lingkungan, sebaiknya beli popok kain
bila kotor bisa di cuci lagian bisa menghemat pengeluaran, sehingga popok
kain bisa di pakai berulang-ulang, daripada pada menggunakan popok sekali
pakai dan popok sekali pakaian juga sangat merusak lingkungannya. Seiring
dengan meningkatnya penggunaan pempers atau popok sekali pakai, maka
semakin meningkat pula jumlah sampah yang dihasilkan. Menurut data
perdagangan menyebutkan bahwa pengguna popok bayi sekali pakai mencapai
85% dari total bayi di Indonesia.
Berdasarkan temuan LSM disebutkan bahwa persentase sampah popok
bayi bisa mencapai 15 persen dari jumlah sampah setiap harinya. Jika setiap
harinya seluruh Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 96 juta Kg maka
jumlah sampah popok bayi sekali pakai adalah 14,4 juta Kg. Selain itu,
diketahui bahan spons pada pampers terbuat dari polimer yang relatif tidak
mudah terdegradasari. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi popok sekali pakai
yang ramah lingkungan, tidak menimbulkan banyak sampah dan dapat mudah
terdegradasi, yaitu mengguna bioplastik dari umbi singkong dan absorban
pisang.
Singkong (Dioscore hispida Dennst) merupakan tanaman umbi – umbian
yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber pangan.
Selama ini singkong dimanfaatkan oleh masyarakat terbatas hanya diolah
sebagai kerupuk. Sementara itu potensi singkong yang cukup prospektifdapat
digunakan untuk bahan pembuatan bioplastik. Bioplastik atau yang sering
disebut plastik biodegradable merupakan salah satu jenis plastik yang hampir
keseluruhannya terbuat dari bahan yang dapat diperbarui, salah satunya umbi
singkong. Ketersediaan umbi singkong di alam sangat melimpah dengan
2

keragaman struktur tidak beracun. Bahan yang dapat diperbarui ini memiliki
biodegradabilitas yang tinggi sehingga sangat berpotensi untuk dijadikan bahan
pembuat bioplastik.
Sementara itu, pembuatan absorban menggunakan pisang. Tanaman
pisang (Musaceaea sp) merupakan salah satu golongan tanaman pangan yang
sangat banyak tumbuh di Indonesia. Menurut hasil penelitian Anhwange
et al (2009), di dalam pisang terkandung 59% karbohidrat. Polisakarida
pada pisang di dominasi oleh jenis selulosa, hemiselulosa dan pektin.
Selulosa merupakan suatu polisakarida yang tersusuan dari monomer β-
glukosa dengan ikatan β-1-4 glikosidik pada masing-masing monomernya.
Pada dasarnya, selulosa memiliki kemampuan untuk menjerap zat cair karena
struktur selulosa memiliki rongga-rongga yang memungkinkannya untuk
menjerab suatu senyawa seperti air. Dengan demikian, pembuatan popok
sekali pakai dengan bahan bioplastik dari umbi singkong dan absorban pisang
diharapkan mudah terdegradasi , mengurangi volume jumlah sampah dan
ramah lingkungan, sehingga dapat membantu program go green yang
direncanakan pemerintah.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka timbul permasalahan
sebagai berikut:
1. Bagaimana cara membuat popok bayi dengan bahan dasar umbi singkong
dan pisang ramah lingkungan ?
2. Apakah popok bayi dengan bahan dasar umbi singkong dan pisang ramah
lingkungan ?
1.3 Tujuan
Tujuan dari program ini adalah:
1. Memahami cara membuat popok bayi dengan bahan dasar umbi singkong
dan pisang ramah lingkungan.
2. Mengetahui bahwa popok bayi dengan bahan dasar umbi singkong dan
pisang ramah lingkungan.
1.4 Luaran Yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya suatu inovasi
popok bayi sekali pakai yang ramah lingkungan, dan mudah terdegradasi.
Inovasi ini diharapkan dapat dijadikan solusi mengenai permasalahan
lingkungan. Di samping itu inovasi ini diharapkan tidak hanya diaplikasikan
untukpopok bayi saja, namun juga dapat diaplikasikan yang yang lain.
Sehingga dapat mengurangi dampak sampah dari popok bayi sekali pakai dan
dapat membantu program go green yang digalakkan pemerintah. Selain itu
dari inovasi ini diharapkan mendapatkan hak paten dan publikasi ilmiah
melalui jurnal ilmiah.
1.5 Manfaat Program
Berdasarkan luaran yang diharapkan dalam program ini, maka dapat
diperoleh manfaat dan kegunaannya, antara lain:
1. Pemerintah
3

a. Membantu pemerintah dalam mensukseskan program go green


b. Membantu pemerintah efesien dalam anggaran dana untuk mengelola
sampah.
2. Bagi Masyarakat
a. Memberikan solusi pada masyarakat untuk mendapatkan popok bayi
yang aman dan berkualitas.
b. Membantu masyarakat menghemat pengeluaran dalam pemenuhan
kebutuhanpopok bayi.
c. Membantu masyarakat agar tanah tidak tercemar oleh sampah popok
bayi.
3. Bagi Mahasiswa
a. Melatih kemampuan mahasiswa di bidang kimia dan lingkungan
sehingga mampu menerapkan ilmu dan pengetahuan.
b. Memberikan pengetahuan kimia untuk sebagai solusi terhadap
permasalahan lingkungan.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Diapers (Popok Sekali Pakai)


4

Diapers merupakan alat yang berupa popok sekali pakai berdaya serap tinggi
yang terbuat dari plastik dan campuran bahan kimia untuk menampung sisa-sisa
metabolisme seperti air seni dan feses (Diena,2009). Dalam perkembangan
anak, orang tua mempunyai peran penting yang membantu menentukan
bagaimana kepribadian anaknya akan terbentuk dan membawa kehidupan
mereka selanjutnya. Diapers ternyata mempunyai efek yang berbahaya dalam
jangka panjang dan akan menghambat perkembangan anak anak-anak yang
telah terbiasa dari bayi hingga agak besar menggunakan diapers, akan
mengalami beberapa perbedaan dari anak-anak lainnya, tentu saja jika diapers
itu dipakai setiap saat, bukan pada saat-saat tidak berdekatan dengan toilet saja
atau dalam bepergian. kandungan kimia yang terdapat pada diapers yang
tentunya dapat memberikan efek bagi anak-anak. Disposable diaper atau popok
sekali pakai terdiri dari bahan-bahan kimia berbahaya, di antaranya adalah
Sodium Polyacrylate. Sodium Polyacrylate memang bisa bekerja sebagai super
absorbent yang hebat, bahan yang berbentuk serbuk sebelum dicampurkan pada
lapisan dalam disposable diaper memiliki daya serap lebih dari 100 kali dari
beratnya di dalam air. Bahan kimia inilah yang mengubah cairan menjadi gel
yang akan menempel di bayi dan menimbulkan reaksi alergi. Disamping itu,
bahan ini juga dicurigai sebagai biang keladi iritasi dan demam. Ketika
disuntikkan pada tikus percobaan menimbulkan hemorhage, kegagalan
kardivaskuler, bahkan kematian. Anak- anak bisa terbunuh jika menelan 5 gram
Sodium Polycrylate. Selain itu penggunaan popok sekali pakai akan
menghasilkan tumpukan sampah yang tidak mungkin didaur ulang karena
terlalu menjijikkan, bisa dilihat TPA dan Sungai penuh tumpukan bekas popok
bayiyang dapat menjadikan kebanjiran dan sumber penyakit.
2.2 Plastik Biodegradable
Bioplastik merupakan nama lain dari plastik biodegradabel, plastik yang dapat
digunakan layaknya seperti plastik konvensional, namun akan hancur terurai
oleh aktivitas mikroorganisme menjadi hasil akhir air dan gas karbondioksida
setelah habis terpakai dan dibuang ke lingkungan. Karena sifatnya yang dapat
kembali ke alam, plastik biodegradabel merupakan bahan plastik yang ramah
terhadap lingkungan (IBAW Publication, 2005). Plastik biodegradabel adalah
polimer yang dapat berubah menjadi biomassa, H2O, CO2 dan atau CH4 melalui
tahapan depolimerisasi dan mineralisasi. Depolimerisasi terjadi karena kerja
enzim ekstraseluler (terdiri atas endo dan ekso enzim). Endo enzim memutus
ikatan internal pada rantai utama polimer secara acak, dan ekso enzim memutus
unit monomer pada rantai utama secara berurutan. Bagian-bagian oligomer yang
terbentuk dipindahkan ke dalam sel dan menjadi mineralisasi. Proses
mineralisasi membentuk CO2, CH4, N2, air, garam-garam, mineral dan biomassa.
Definisi polimer biodegradabel dan hasil akhir yang terbentuk dapat beragam
bergantung pada polimer, organisme, dan lingkungan.
2.3 Absorban Kulit Pisang
5

Tanaman pisang (Musaceaea sp) merupakan salah satu golongan tanaman


pangan yang sangat banyak tumbuh di Indonesia. Menurut hasil penelitian
Anhwange et al (2009), di dalam kulit pisang terkandung 59% karbohidrat.
Polisakarida pada kulit pisang di dominasi oleh jenis selulosa, hemiselulosa dan
pektin. Selulosa merupakan suatu polisakarida yang tersusuan dari monomer β-
glukosa dengan ikatan β-1-4 glikosidik pada masing-masing monomernya. Pada
dasarnya, selulosa memiliki kemampuan untuk menjerap zat cair karena struktur
selulosa memiliki rongga-rongga yang memungkinkannya untuk menjerab suatu
senyawa seperti air.
2.4 Singkong (Manihot esculenta Crantz)
Kedudukan tanaman pisang dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan
adalah sebagai berikut.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Spesies : Manihot esculenta Crantz
Varietas-varietas ketela pohon unggul yang biasa ditanam, antara lain:
Valenca, Mangi, Betawi, Basiorao, Bogor, SPP, Muara, Mentega, Andira 1,
Gading, Andira 2, Malang 1, Malang 2, dan Andira 4. Di dunia, ketela pohon
merupakan komoditi perdagangan yang potensial. Negara-negara sentra ketela
pohon adalah Thailand dan Suriname. Sedangkan sentra utama ketela pohon di
Indonesia di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dilansir dari Nutrition and You,
singkong memiliki jumlah kalori dua kali lipat dibandingkan kentang. Maka
tak salah jika singkong menjadi salah satu makanan pokok sebagai sumber
karbohidrat. Dalam 100 gram singkong, mengandung 160 kalori, sebagian
besar terdiri dari sukrosa.

Pembuatan diapers Tahap evaluasi


Mulai
diapers
BAB 3 diapers
Simulasi
Tahap Persiapan (Studi METODE PELAKSANAAN
literatur dan tidak
menyiapkan bahan dan Tahap pelaporan
1.1 Kerangka Program tidak
peralatan penunjang Ananlisis
sesuaikah
Perancangan diapers dengan
rancangan ? Selesai

tidak
Apakah desain
sudah sesuai ? Tahap monitoring dan
publikasi

ya
Gambar 1. Diagram alir program
6

1.2 Ilustrasi Kerangka Program


a. Tahap Persiapan
Tahap ini merupakan serangkaian kegiatan penelusuran literatur atau
sumber-sumber yang relevan dan terpercaya dalam pengumpulan materi.
Pada tahapan ini juga akan mengumpulkan bahan-bahan dan peralatan
penunjang yang dibutuhkan. Pada tahapan ini juga tim akan mengumpulkan
informasi terkait diapers yang sering digunakan oleh masyarkat, untuk
dipelajari.
b. Tahap Perancangan Diapers Biodegradable
Pada tahap design, tim akan melakukan rancangan bentuk popok sekali
pakai. Rancangan bentuk popok agar nyaman digunakan,sehingga akan
mempengaruhi rancangan absorben dan plastik yang digunakan untuk
pembuatan popok. Selain perancangan pembuatan popok sekali pakai, juga
perancangan proses pembuatan plastik biodegradable dan absorbennya.
c. Tahap Pembuatan Diapers Biodegradable
Tahapan pembuatan diapers biodegradable sebagai berikut :
1. Pembuatan Bioplastik
Dalam proses pembuatan plastik, terlebih dahulu dibuat bahan baku
yaitu pati singkong yang kering. Proses pembuatan pati singkong diawali
dengan cara membersihkan singkong sebanyak 100 gram sehingga
dihasilkan singkong bersih dan putih. Lalu ditambahkan 100 ml air yang
berfungsi untuk mempermudah penghancuran. Proses penghancuran
singkong dilakukan dengan blender. Bubur singkong yang telah didapat
kemudian disaring dan dibiarkan selama 30 menit untuk mendapatkan
endapan dari bubur singkong. Jika sudah 30 menit endapan dipisahkan
dari air, kemudian endapan yang diperoleh ditambahkan lagi dengan air
dan diendapkan kembali dengan waktu yang sama yaitu 30 menit.
Endapan yang didapat kemudian dikeringkan didalam oven dengan suhu
70oC selama 30 menit. Setelah didapat pati kering dari persiapan bahan
baku, selanjutnya proses pembuatan plastik biodegradable. Pati singkong
sebanyak 12 gram dimasukkan kedalam beaker glass, kemudian
ditambahkan 25 ml air. Setelah diperoleh campuran pati singkong dengan
air, tambahkan 3 ml asam asetat yang berfungsi sebagai pelarut,
7

kemudian ditambahkan kembali 2 ml gliserol yang berfungsi sebagai


plastisizer lalu campuran tersebut dipanaskan sambil diaduk didalam
waterbath selama 30 menit. Dicetak diatas cetakan yang berbahan dasar
polietilen. Kemudian dikeringkan pada suhu ruangan selama 24 jam.
2. Pembuatan Absorban Limbah Pisang
Pembuatan lapisan absorban dengan bahan dasar limbah pisang
diawali dengan mencuci bersih pisang dengan akuades. Kemudian,
dengan menggunakan sarung tangan, pisang diiris kecil-kecil dan
dicampurkan dengan air untuk dipanaskan di atas penangas air. Kristal
NaOH kemudian dicampur dalam gelas piala tesebut sambil diaduk.
Selanjutnya campuran bahan-bahan tersebut dipanaskan pada penangas
selama 15 menit, dilanjutkan dengan menghilangkan NaOH melalui
pencucian sampai bersih agar tidak meninggalkan bau dari larutan
pemasaknya. Setelah itu, rebusan yang telah dibilas direndam dengan
larutan hidrogen peroksida dalam suasana asam untuk proses pemutihan.
Bahan yang telah berubah warna dari hitam menjadi sedikit pudar
kemudian dibilas ulang. pisang yang telah diproses kemudian di blender.
Setelah itu, ditambahkan talcum. Adonan halus tersebut dituang ke dalam
screen sablon untuk pencetakan. Lapisan ekstrak selulosa dicetak di atas
kaca dan dikeringkan.
3. Perakitan Diapers Biodegradable
Pada proses ini, bioplastik dan absorban yang sudah terbentuk
dipotong-potong sesuai dengan rancagan diapers yang di inginkan.
Selanjutnya potongan-potongan bioplastik dan diapers tersebut di rangkai
membentuk diapers yang sudah dirancang sebelumnya.
d. Simulasi dan Analisis Diapers Biodegradable
Pada tahapan ini diapers digunakan kepada beberapa pengguna (users).
Simulasi ini bertujuan untuk mencari kesalahan-kesalahan yang terjadi.
Simulasi ini juga bertujuan untuk mendapatkan masukan untuk
pengembangan diapers biodegradable selanjutnya. Selain itu, simulasi ini
untuk mengetahui kemampuan bioplastik terdegradasi dan kemampuan
absorban menyerap cairan.
e. Tahap Analisis
Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap hasil dari hasil simulasi
popok biodegradable. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor
penyebab kekurangan dan kesesuaian terhadap rancangan sehingga dapat
dilakukan perbaikan.
f. Tahap Monitoring, dan Publikasi
Tim memonitor perkembangan respon beberapa masyarakat terkait
produk tersebut. Selanjutnya dilakukan beberapa perbaikan sesuai dengan
respon yang ada. Tahapan selanjutnya adalah melakukan publikasi kepada
user melalui media elektronik seperti facebook dan twitter dan juga melalui
8

media poster. Tim juga melakukan seminar awal atau kita sebut dengan soft
launching.
g. Tahap Evaluasi
Melaksanakan review dan evaluasi terhadap kegiatan mulai dari
persiapan, perancangan, pembuatan dan simluasi yang telah dilakukan.
Evaluasi ini ada dua, yaitu evaluasi mingguan dan evaluasi bulanan.
h. Tahap Pelaporan
Pada tahap pelaporan dilakukan penyusunan laporan hasil dari
pembuatan diapers biodegradable. Laporan dibagi menjadi dua bagian yaitu,
laporan kepada DIKTI dan laporan yang bersifat manajerial yaitu laporan
kepada tim diapers biodegradable. Laporan kepada DIKTI dilakukan
melalui Logbook, Laporan Kemajuan dan Laporan Akhir. Laporan kepada
tim diapers biodegradable dilakukan dalam bentuk diskusi terkait
pengembangan dan perawatan diapers biodegradable kedepan.

BAB 4
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya


Tabel 4.1. Ringkasan Anggaran Biaya PKM
No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1. Peralatan penunjang 4.210.000,-
2. Bahan habis pakai/bahan utama 6.048.000,-
3. Perjalanan 520.000,-
4 Lain-lain 790.000,-
9

Jumlah 11.568.000,-

4.2 Jadwal Kegiatan


Kegiatan PKM ini direncanakan berkangsung selama empat bulan,
rencana pelaksanaan ini tertera pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.2. Rencana Jadwal Pelaksanaan Program
BULAN I BULAN II BULAN III BULAN IV
NO KEGIATAN
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Tahap persiapan
2 Tahap perancangan
3 Tahap pembuatan
4 Tahap simulasi
5 Tahap analisis
Tahap monitoring,
6
dan publikasi
7 Tahap evaluasi
8 Tahap pelaporan

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmito, 2008. Analisis Kebijakan Nasional MUI dan BPOM dam Labeling
Obat dan Makanan. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Ahmadi. 2011. Prinsip-prinsip perlindungan hukum bagi konsumen di


Indonesia. Rajawali Pers.

BPOM, 2001. Kajian Penyusunan Standar Pangan Fungsional. Bogor

Gazza. 2013. Rancang Bangun Aplikasi Android Virtual Shopping Berbasis QR


Code dan Global Positioning System untuk User Bergerak. JURNAL
10

TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1. Jurusan Teknik Informatika, Fakultas


Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Istiyanto, (2013). Pemrograman Smartphone MenggunakanSDK Android dan


Hacking Android. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Wahyutama. 2013. Penggunaan Teknologi Augmented Realit Berbasis Barcode


sebagai Sarana Penyampaian Informasi Spesifikasi dan Harga Barang yang
Interaktif Berbasis Android, Studi Kasus pada Toko Elektronik ABC
Surabaya. JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 3. Jurusan Sistem
Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh
Nopember

Yusuf. 2009. Perlindungan Konsumen dan Instrumen-instrumen


hukumnya. Citra Aditya Bakti. Bandung.

Zakaria. 2014. Komponen Kimia Berbahaya. Materi Pelatihan Singkat Keamanan


Pangan, Standart dan Peraturan Pangan. PAU Pangan dan Gizi IPB

LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing


1. Biodata Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Layyin Nadiya Rosyida
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Kimia
4 NIM
5 Tempat, dan Tanggal Lahir
6 E-mail
7 No Telp/HP
B. Riwayat Pendidikan
11

SD SMP SMA
Nama Institusi
Jurusan IPA
Tahun Masuk
Lulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan
No
Ilmiah/Seminar Ilmiah Tempat
1
2
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi
atau institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup
menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM_KC

Malang, September 2015


Pengusul

(Layyin Nadiya Rosyida)

2. Biodata Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap
2 Jenis Kelamin
3 Program Studi
4 NIM
5 Tempat, dan Tanggal Lahir
6 E-mail
7 No Telp/HP
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi
Jurusan IPA
Tahun Masuk
Lulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
12

Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan


No
Ilmiah/Seminar Ilmiah Tempat
1
2
3
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi
atau institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup
menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM_KC

Malang, September 2015


Pengusul

()
13

3. Biodata Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap
2 Jenis Kelamin
3 Program Studi
4 NIM
5 Tempat, dan Tanggal Lahir
6 E-mail
7 No Telp/HP
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi
Jurusan
Tahun Masuk
Lulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan
No
Ilmiah/Seminar Ilmiah Tempat
1
2
3
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi
atau institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup
menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM_KC

Malang, September 20145


Pengusul

()
14

4. Biodata Anggota
E. Identitas Diri
1 Nama Lengkap
2 Jenis Kelamin
3 Program Studi
4 NIM
5 Tempat, dan Tanggal Lahir
6 E-mail
7 No Telp/HP
F. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi
Jurusan
Tahun Masuk
Lulus
G. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan
No
Ilmiah/Seminar Ilmiah Tempat
1
2
3
H. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi
atau institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup
menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM_KC

Malang, September 20145


Pengusul

()
15

5. Biodata Dosen Pembimbing


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap
2 Jenis Kelamin
3 Program Studi
4 NIM
5 Tempat, dan Tanggal Lahir
6 E-mail
7 No Telp/HP
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama
Institusi
Jurusan IPA
Tahun
Masuk
Lulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan
No
Ilmiah/Seminar Ilmiah Tempat
1
2
3
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi
atau institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan

No Judul Tahun
1.
2.
3.
4.
5.

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup
menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM_KC
16

Malang, September 2015


Dosen Pembimbing

()
17

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Peralatan Penunjang
Harga
Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Keterangan
Satuan
Erlemeyer 100 ml Wadah bahan kimia 3 45,000 135,000
Mengukur cairan kimia
Gelas ukur 100 ml 3 50,000 150,000
yang digunakan
Pipet tetes Pengambilan baha kimia 5 2,000 10,000
Untuk menghancurkan
Blender 1 400,000 400,000
bahan baku
Tabung reaksi Wadah reaksi kimia 20 3,000 60,000
pH meter merk hanna Mengukur pH produk 1 885,000 885,000
Mengeringkan bahan
Oven 1 750,000 750,000
baku
Pisau Memotong bahan baku 3 10,000 30,000
Rak tabung reaksi Tempat tabung reaksi 1 36,000 36,000
Melimdumgi tangan dari
Sarung tangan karet 6 18,000 108,000
bahan kimia
Membersihkan bahan
Sikat tabung reaksi kimia dalam tabung 1 3,000 3,000
reaksi
Membersihkan bahan
Sikat erlemeyer 1 3,000 3,000
kimia dalam erlemeyer
Perandaman bahan dan
Gelas beeker 300 ml 3 40,000 120,000
pemansan
Penempatan bahan
Cawan 3 20,000 60,000
setelah pemanasan
Printer Mencetak file 1 750,000 750,000
Alat parutan
Cobek
Modem
Saringan
Panci
Baskom
Screen sablon

Sub total 3,765,000

2. Bahan Habis Pakai


Harga
Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Keterangan
Satuan
Bahan baku kosmetik
Singkong 50 Kg 5,000 250,000
kolagen
Sebagi botol kemasan
Kulit pisang 50 Kg 1,000 50,000
produk
18

ATK Proses ekstraksi kolagen 450 gr 6,500 2,925,000


HCL Proses ekstraksi kolagen gr 1,500 2,300,000
NaOH Bahan pembuatan spray gr 1,500 415,000
Aquades Proses reaksi kimia 10 liter 5500 55,000
Menutup tabung reaksi dan
Larutan kaporit 2 pack 20,000 40,000
gelas beeker
Menyaring setelah
kertas saring 2 pack 20,000 40,000
melembutkan bahan baku
Membersihkan dari sisa-sisa
Tisu 2 pack 7,500 20,000
bahan kimia
Tempat proses pembuatan
Sewa laboratorium 3 bulan 300,000 300,000
kosmetik
Talcum Branding produk 50 lembar 1,300 65,000
Jasa jahit Branding produk 75 buah 1,000 75,000
Menghubungkan dan
Kain 3 buah 10,000 30,000
merekatkan
Gliserol 35000
H2O2 500ml 750000
Asam asetat 3000
Lem perakat
Sub total 6,965,000

3. Perjalanan

4. Lain-lain

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas


Program Alokasi
No Nama/NIM Bidang Ilmu Waktu(Jam/ Uraian Tugas
Studi
Minggu)
19

1 Warsipah/1203 SI Pertanian 6 jam /minggu Ketua, sebagai


111100120 -Agroekotekn pusat
ologi
komunikasi
direktur
kemahsiswaan
dan dosen
pembimbing.
Serta
pembantu
pengerjaan dan
pengembangan
alat

2 Moh.Abd.Khol S1-Teknik Tehnik 5 jam /minggu Teknisi, pusat


iq/1204111001 Informatika Perancangan dan
13 pengembangan
alat
3 Angga Bagus S1- Tehnik 5 jam /minggu Tehnisi, pusat
Saputro/13043 Teknik Pengerjaan dan
11100110 Elektro
pengembangan
alat

4 Irvan Aris Pertanian 4 jam/Minggu Sekretaris


Kurniawan/120 Agroekotekno sebagai pusat
311100005 logi
adminstrasi

5 Sukma Agroekotekno Pertanian 4jam/Minggu Bendahara


logi
sebagai pusat
pengelolaan
uang
20

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN


KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
FAKULTAS PERTANIAN
Jl. Raya Telang, PO.Box. 2 Kamal, Bangkalan –
Madura
Telp : (031) 3013234, Fax. (031) 3011506
SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : Warsipah
NIM : 12.03.111.00120
Program Studi : Agroekoteknologi
Fakultas : Pertanian
Dengan ini menyatakan bahwa proposal (Isi sesuai dengan bidang PKM) saya
dengan judul: SAHAM: Sawah Anti Hama Sebagai Solusi Untuk Mencegah
Gagal Panen Berbasis Mikrokontroler Atmega16 yang diusulkan untuk tahun
anggaran 2015 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga
atau sumber dana lain.
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan
ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas
negara. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan
sebenar-benarnya.

Mengetahui, Bangkalan, 25 September 2014

Pembantu Rektor/Ketua Yang menyatakan,


Bidang kemahasiswaan, Mahasiswa

SCAN BARCODE
Dr.Drs.H.Moh.Syarif, Ec. M.INFORMASI
Si. Warsipah
(NIP/NIK.196311302001121001) (NIM. 120311100120)
TENTANG
Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Hendak Diterapkembangkan
BUKA

PENGATURAN SCAN

BAGI RIWAYAT BUKA


21