Anda di halaman 1dari 23

MODUL

TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN


TENAGA LISTRIK

A. Pengenalan Kontaktor

1. Pendahuluan

Kontaktor adalah saklar daya yang bekerja berdasarkan azas


kemagnitan yang berfungsi sebagai penghubung yang
menghubungkan suplai daya dari jala-jala / sumber tegangan ke
beban (motor listrik). Bagian utamanya terdiri atas kumparan magnet
dan kontak atau penghubung. Prinsip kerja dari kontaktor adalah jika
kumparan magnet/inti koil kontaktor dialiri arus, maka koil akan
menjadi magnet karena asas kemagnitan dan menarik kontak-kontak
yang bergerak, sehingga arus akan mengalir dan kontak NO
(Normally Open) akan menjadi hubung, dan kontak NC (Normally
Close) akan lepas. Bila arusnya hilang, kotak-kontak akan kembali ke
posisi semula karena ada pegas pendorong. Jadi, jika koil (kumparan
magnit) tidak dialiri arus listrik, akan melepaskan kontak-kontak
yang bergerak, sehingga kontak NC (Normally Open) dan kontak NC
(Normally Close) akan kembali ke keadaan semula.

Kontaktor memiliki dua macam kontak, yakni kontak utama (main


contact) dan kontak bantu (auxiliary contact). Kontak utama digunakan
untuk menghubungkan arus listrik menuju beban yaitu motor listrik.
Tipe dari kontak utama adalah NO (Normally Open). Sedangkan
kontak bantu digunakan sebagai sarana pengendali yang bekerja
bersamaan dengan tombol tekan (push button) dan sarana kendali
lainnya sebagai pengendali beban. Pada umumnya, kontaktor
dilengkapi dengan kontak bantu tipe NO maupun tipe NC. Kontak
NO, artinya saat kontaktor magnet belum bekerja kedudukannya
membuka dan bila kontaktor bekerja kontak itu
menutup/menghubung. Sedangkan kontak NC berarti saat kontaktor
belum bekerja kedudukan kontaknya menutup dan bila kontaktor
bekerja kontak itu membuka. Jadi fungsi kerja kontak NO dan NC
berlawanan. Kontak NO dan NC bekerja membuka sesaat lebih cepat
sebelum kontak NO menutup. Tabel 1.1 menunjukkan notasi standar
yang digunakan untuk penomoran terminal yang ada pada kontaktor.

Sebuah kontaktor harus mampu mengalirkan arus dan


memutuskan arus dalam keadaan kerja normal. Arus kerja normal
ialah arus yang mengalir selama pemutusan tidak terjadi. Sebuah

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 1


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK
kontaktor dapat memiliki koil yang bekerja pada tengangan DC atau
AC. Pada tengangan AC, tegangan minimal adalah 85% tegangan
kerja, apabila kurang maka kontaktor akan bergetar. Ukuran dari
kontaktor ditentukan oleh batas kemampuan arusnya.

Secara konstruksi, kontak-kontak penghubung kontaktor


dihubungkan menjadi satu dengan inti besi I yang terdapat di dalam
kontaktor. Selain itu, ada pula teras besi E yang di dalamnya ada koil
magnit. Tegangan kerja koil kontaktor berkisar antara: 110 V; 220 V;
380 V; dan ada pula kontaktor DC yang bertegangan kerja ekstra
rendah pada 24 V DC.

(a) (b)

(c)
Gambar 1. (a) Kontaktor jenis Schneider, (b) kontaktor jenis
Mitshubishi, (c) Kontaktor jenis Telemecanique

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 2


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK

TEST
KONTAK

Gambar 2. Bagian-bagian kontaktor secara umum

2. Wiring atau Pengkabelan Kontaktor


Pengkabelan merupakan suatu kegiatan menghubungkan
hardware yang dibutuhkan sesuai dengan rangkaian yang telah
dibuat. Berikut contoh pengkabelan untuk input dan output kontaktor.

Gambar 3. Pengkabelan kontaktor

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 3


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK

Notasi dan penomoran kontak-kontak kontaktor ditunjukkan


pada tabel berikut:
Tabel 1.1 Notasi Kontak pada Kontaktor
Notasi Jenis
Kontak Penggunaan
Huruf Angka Kontak
L1 L2 L3
Utama R S T 1 3 5 NO Ke Jala-jala
U V W 2 4 6 NO Ke Motor
- NO Pengunci
13 14
Bantu
19 20
NO Fungsi Lain
31 32
Dsb
- 21 22
Pengaman dan
41 42 NC
Fungsi lain
dsb
Kumparan Magnit a - b
Notasi Huruf
(COIL) A1 - A2

(a)

(b)

Gambar 4. (a) Simbol dan notasi kontak kumparan (coil) atau kontak
utama kontaktor; (b) simbol dan notasi kontak bantu kontaktor

B. Dasar Pengontrolan Kontaktor

Pengasutan motor atau starting motor dijalankan pada saat awal


yang arus asutnya sangat tinggi. Semua mesin listrik dengan daya lebih
besar dari 370 W / 0.37 kW harus disuplai melalui sebuah pengasut
motor yang tepat untuk keperluan proteksi. Arus asut yang besar
merupakan penyebab beberapa gangguan, diantaranya:

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 4


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK
a) Tegangan pada sisi penyulang akan susut (drop) tiba-tiba sehingga
akan berpengaruh terhadap kinerja mesin, peralatan listrik, bahkan
menggagalkan starting motor.
b) Nilai arus asut yang tinggi akan berakibat tingginya torka asut
sehingga akan mengghentak kopling ataupun bantalan.
Beberapa jenis pengasutan yang umum digunakan adalah
pengasutan langsung (direct on line), putar kiri-kanan (forward-
reverse), bintang segitiga (star-delta), running-inching-jogging, tahanan
primer (primmary resistance), auto-transformator (auto-transformer),
dan pengaturan tahanan rotor.

1. Diagram Kontrol
Kata kontrol berarti mengatur atau mengendalikan, jadi yang
dimaksud dengan pengontrolan motor adalah pengaturan atau
pengendalian motor mulai dari pengasutan, pengoperasian hingga
motor itu berhenti. Pengontrolan motor dibagi menjadi tiga bagian
menurut fungsinya, yaitu:
a. Pengontrolan pada saat pengasutan (starting)
b. Pengontrolan pada saat motor dalam keadaan beroperasi
(pengaturan kecepatan, pembalikan arah putaran dan lain-lain)
c. Pengontrolan pada saat motor berhenti beroperasi (pengereman).
Suatu sistem kontrol dapat digambarkan dengan dua tipe
diagram rangkaian. Kedua diagram rangkaian sistem kontrol tersebut
berdasarkan urutan penggambaran detail dan kelengkapan komponen
dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Diagram Pengawatan Rangkaian Kontrol
Diagram pengawatan rangkaian kontrol adalah diagram yang
ditunjukkan dengan simbol-simbol dari masing-masing komponen.
Simbol-simbol tersebut memberikan pengertian sifat-sifat dasar
komponen, sehingga menunjukkan lebih banyak informasi mengenai
pengontrolan sistem tenaga listrik yang akan dikontrol. Garis-garis
yang menghubungkan berbagai jenis komponen digambarkan dengan
dua atau lebih penghantar. Diagram pengawatan rangkaian kontrol
dapat dilihat pada Gambar 5 berikut:

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 5


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK

Gambar 5. Diagram Pengawtan Rangkaian Kontrol

b. Diagram Pengawatan Rangkaian Utama


Diagram pengawatan menunjukkan hubungan antar komponen-
komponen, dilihat dari posisi penempatan fisik terminal-terminal dan
bahkan juga warna penghantarnya. Diagram pengawatan digunakan
pada saat merangkai peralatan/komponen kontrol sistem tenaga listrik
atau pada saat menghubungkan sebuah rangkaian sistem tenaga listrik
ke sumber tegangan / jala-jala. Diagram pengawatan dapat dilihat
seperti pada gambar berikut:

Gambar 6. Diagram Pengawatan Rangkaian Utama

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 6


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK
c. Diagram Pengawatan Lengkap
Diagram pengawatan lengkap menunjukkan keseluruhan
hubungan rangkaian listrik antar komponen, tanpa melihat penempatan
posisi komponen-komponen ataupun pengaturan terminalnya. Tipe
diagram ini sangat diperlukan pada sat menghubungkan sebuah
rangkaian atau pada saat menganilsa pengoperasian rangkaian
tersebut. Diagram pengawatan lengkap dapat dilihat pada gambar
berikut:

Gambar 7. Diagram Pengawatan Lengkap

2. Metode Starting

Sistem pengoprasian motor dilakukan pada saat start, running


dan stop. Keberhasilan suatu pengoperasian sebuah motor listrik bukan
saja ditentukan pada “Running Performance“ motor, tetapi juga juga
ditentukan oleh “Starting Performance“

Pemilihan metoda starting banyak dipengaruhi oleh beberapa


faktor seperti kapasitas daya motor / keperluan arus starting, torsi
starting, kecepatan, jenis atau tipe motor dan macam-macam beban
yang digerakkan oleh motor tersebut.

Starting motor induksi rotor sangkar yang sering digunakan


antara lain:

1. Direct On Line / Pengasutan Langsung.


2. Star-Delta / Pengasutan Bintang-Segitiga.
3. Primary Resistance / Pengasutan Menggunakan Tahanan Primer
4. Auto Transformer / Pengasutan dengan Auto Transformator
5. Pengasutan Pengaturan Tahanan Rotor

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 7


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK
3. Titik Kontak
a. Titik kontak jenis Normally Open (NO)

Titik kontak ini sebelum bekerja dalam keadaan terbuka dan bila
bekerja maka titik kontak akan menutup. Titik kontak semacam ini
banyak dipakai pada Push Bottom untuk tombol start karena hanya
akan mengbungkan kontak selama tombol ditekan.

(a) (b)

Gambar 8. (a) Kontak belum bekerja (terbuka); (b) kontak bekerja


(tertutup)

b. Titik kontak jenis Normally Close (NC)

Kontak ini dalam keadaan tertutup atau terhubung pada kondisi


normal. Apabila kontak ini ditekan atau bekerja, maka titik kontak akan
terbuka. Titik kontak ini banyak dipakai dalam Push Botton untuk
tombol stop karena kontaknya akan membuka, jika tombol ditekan.

(a) (b)

Gambar 9. (a) Kontak belum bekerja (tertutup); (b) kontak


bekerja (terbuka)

c. Titik kontak seporos

Titik kontak ini bekerja dengan prinsip kedua kontak diatas.


Kontak ini memiliki tiga atau empat buah titik kontak. Apabila kontak
belum bekerja maka salah satu kontak akan terhubung dengan kontak
lain sedangkan kontak yang lain akan terbuka.

(a) (b)

Gambar 10. (a) Kontak belum bekerja; (b) kontak bekerja

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 8


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK
4. Komponen Rangkaian Kendali Elektromagnetik
a. Miniatur Circuit Breaker (MCB)
MCB merupakan bentuk mini dari circuit breaker yaitu sebagai
pengaman hubung singkat dan beban lebih. Proteksi beban lebih akan
bekerja jika MCB mendeteksi arus listrik yang melebihi rating-nya.
Arus listrik lebih yang melewati bimetal akan menyebabkan bimetal
panas sehingga akan memuai atau melengkung. Ketika bimetal
semakin memuai, switch mekanis akan memutus arus listrik dan toogle
switch akan pindah ke posisi off. Sedangkan proteksi hubung singkat
akan bekerja bila terjadi ‘korsleting’ atau hubung singkat. Ketika
rangkaian mengalami hubung singkat, magnetic trip yang berupa
selenoid (berbentuk seperti lilitan/coil) akan dialiri arus listrik yang
besar sehingga menimbulkan gaya tarik magnit di selenoid yang
kemudian menarik switch pemutus aliran listrik. MCB dibedakan
menjadi 3 jenis yaitu MCB 1 fasa, MCB 2 fasa dan MCB 3 fasa.
Penggunaanya tergantung pada jenis tegangan dan batas arus yang
digunakan.

(a)

(b) (c)
Gambar 11. (a) Macam-macam MCB; (b) konstruksi MCB; (c)
simbol kontak MCB dalam keadaan NO

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 9


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK
b. Thermal Overload Relay (TOR)

Thermal Overload Relay atau relay pengaman arus lebih


merupakan pengamanan motor akibat adanya arus lebih atau beban
lebih. Beberapa penyebab terjadinya beban lebih antara lain:

1) Arus start yang terlalu besar


2) Beban mekanik motor terlalu besar
3) Motor berhenti secara mendadak
4) Terbukanya salah satu fasa dari saluran motor
5) Terjadinya hubung singkat

(a)

(b)

Gambar 12. (a) Bagian-bagian TOR, simbol dan notasi kontaknya; (b)
konstruksi TOR

TOR dipasang seri dengan kontak utama kontaktor magnit. Pada


gambar 10. b, bimetal akan dialiri arus utama. Jika terjadi arus lebih,
maka bimetal akan membengkok dan secara mekanis akan mendorong
kontak bantu NC 95-96. Oleh karena itu, dalam prakteknya kontak

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 10


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK
bantu NC 95-96 dihubung seri pada rangkaian koil kontaktor magnit,
maka jika NC lepas, koil kontaktor tidak ada arus, kontaktor magnit
tidak aktif dan memutuskan kontak utama.

c. Push Button (PB)

Push Button merupakan suatu jenis saklar yang banyak


dipergunakan dalam rangkaian pengendali dan pengaturan. Saklar ini
bekerja dengan prinsip titik kontak NC atau NO saja, kontak ini
memiliki 2 buah terminal baut sebagai kontak sambungan. Sedangkan
yang memiliki kontak NC dan NO kontaknya memiliki 4 buah terminal
baut. Push button akan bekerja bila ada tekanan pada tombol dan
saklar ini akan memutus atau menghubung sesuai dengan jenisnya. Bila
tekanan dilepas maka kontak akan kembali ke posisi semula karena
ada tekanan pegas.

Push Button pada umumnya memiliki konstruksi yang terdiri dari


kontak bergerak dan kontak tetap. Dari konstruksinya, maka push
button dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu:

1) Tipe NO
Tombol ini disebut juga dengan tombol start karena kontak akan
menutup bila ditekan dan kembali terbuka bila dilepaskan. Bila tombol
ditekan maka kontak bergerak akan menyentuh kontak tetap sehingga
arus listrik akan mengalir.

13

14

(a) (b)

Gambar 13. (a) Sistem kerja PB NO ; (b) simbol dan notasi PB NO

2) Tipe NC
Tombol ini disebut juga dengan tombol stop karena kontak akan
membuka bila ditekan dan kembali tertutup bila dilepaskan. Kontak
bergerak akan lepas dari kontak tetap sehingga arus listrik akan
terputus.

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 11


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK

21

22

(a) (b)

Gambar 14. (a) Sistem kerja PB NC ; (b) simbol dan notasi PB NC

3) Tipe NC dan NO
Tipe ini kontak memiliki 4 buah terminal baut, sehingga bila
tombol tidak ditekan maka sepasang kontak akan NC dan kontak lain
akan NO, bila tombol ditekan maka kontak tertutup akan membuka dan
kontak yang membuka akan tertutup.

(a) (b)

Gambar 15. (a) Sistem kerja PB NO NC; (b) simbol dan notasi PB NO NC

d. Time Delay Relay (TDR)

Relay penunda waktu disebut juga sakelar pewaktu (Time Delay


Relay/TDR). Merupakan suatu sakelar dimana proses membuka dan
menutupnya kontak hubung ditentukan oleh pengaturan waktu.
Bentuknya sama dengan relay 8 pin. Tegangan kerja yang banyak
digunakan untuk sarana kendali instalasi misalnya 220 VAC, jumlah
kaki yang banyak digunakan adalah 8 pin. Nomor kaki 2 – 7 ditempati
ujung-ujung coil, nomor 1 – 8 sebagai kontak induk, dan yang lain
sebagai penghubung yang terdiri atas 2 kontak NC (no.4 & 5) dan 2
kontak NO (NO 3 & 6). Operasionalnya komponen ini juga ditancapkan
pada soket sebagai media untuk menyambung kontak-kontak timer
menuju ke rangkaian luar. Komponen ini biasanya digunakan untuk:
(a) mengubah hubungan star-delta secara otomatis, (b) mengubah arah
putar motor secara otomatis, (c) mengubah kecepatan putaran motor
secara otomatis, dan lain sebagainya.

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 12


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK

(a) (b)

Gambar 16. (a) Simbol kontak kumparan (coil); (b) simbol kontak timer;
(c) kontak dan notasi TDR
Tabel 1.2 Simbol-Simbol Perlengkapan Instalasi Motor Listrik
No. Nama Perlengkapan Lambang/Simbol

a. Skakelar SPST
1 b. Skakelar DPST
c. Skakelar TPST

a. Skakelar SPDT
2 b. Skakelar DPDT
c. Skakelar TPDT

3 Skakelar On-Off

Skakelar push-button
4
forward-reverse

5 Limit switch

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 13


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK

6 Overload

7 Kontaktor

8 Relay 8 pine

9 Skakelar star-delta

10 Motor kapasitor

11 Motor induksi tiga fasa

12 Motor dahlander

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 14


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK

C. Rangkaian Dasar Kontaktor

Rangkaian ON/OFF

Rangkaian ON/OFF ini memiliki prinsip kerja seperti ditunjukkan


pada Gambar 17. ketika tombol PB ON ditekan, akan mengalirkan arus
ke coil kontaktor sehingga kontaktor aktif. Aktifnya coil K1 akan
menyebabkan kontak NO K1 yang dihubung paralel pada PB ON akan
berubah menjadi NC sehingga arus akan tetap mengalir atau
dipertahankan meski PB ON dilepas. Jika PB OFF ditekan, maka akan
memutuskan aliran arus listrik, sehingga coil K1 akan mati atau tidak
bekerja.

Gambar 17. Rangkaian ON/OFF

D. Sistem Hubungan Motor

Hubungan Motor

Untuk menjamin keandalan motor induksi 3 fasa dalam setiap


kegiatan pengoperasian instalasi motor listrik, perlu dilakukan teknik-
teknik untuk menjamin motor tetap bekerja secara kontinyu atau stabil.
Jika motor induksi 3 fasa dihubungkan ke sumber tegangan, data pada
pelat nama motor harus disesuaikan dengan sumber tegangan dan

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 15


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK
frekuensinya. Hubungannya diimplementasikan melalui enam terminal
pada kotak terminal motor dan perbedaannya antara dua jenis
rangkaian, hubungan bintang dan hubungan segitiga.

1. Hubungan Bintang (Star)

Hubungan bintang terbentuk dengan menyatukan masing-


masing ujung kumparan stator sejenis dari ketiga kumparan stator
sedangkan ketiga ujung lainnya dihubungkan dengan masing-masing
fasa dari sumber tenaga listrik tiga fasa. Sebagaimana telah diketahui
bahwa pada motor 3 fasa memiliki tiga belitan fasa dengan notasi:
belitan I: ujung-ujungnya U – X; belitan II: ujung-ujungnya V – Y; dan
belitan III: ujung-ujungnya W – Z. Untuk melakukan koneksi dalam
hubungan bintang dengan cara menghubung singkat di terminal box
ujung-ujung X – Y – Z, sedangkan ujung U – V – W dihubungkan ke
jala-jala 3 fasa melalui kontaktor. Contoh untuk hubungan bintang
dengan sumber tegangan 3 fasa 400 Volt, 50 Hz dapat dilihat pada
Gambar 18.

Gambar 18. Hubungan bintang (star)

Karakteristik tegangan dan kuat arus listrik pada hubungan bintang:

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 16


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK
besar tegangan sumber
Besar tegangan terbentuk pada kumparan 
3
U1
U Z1 
3

Kuat arus pada kumparan = Kuat arus sumber


I Z1  I1

2. Hubungan Segitiga (Delta)

Hubungan segitiga terbentuk dengan melakukan penyatuan


masing-masing ujung kumparan stator berbeda jenis dari 2 (dua) buah
kumparan stator yang berlainan sedangkan masing-masing titik simpul
dihubungkan dengan masing-masing fasa dari sumber tenaga listrik
tiga fasa. Sebagaimana telah diketahui bahwa pada motor 3 fasa
memiliki tiga belitan fasa dengan notasi: belitan I: ujung-ujungnya U –
X; belitan II: ujung-ujungnya V – Y; dan belitan III: ujung-ujungnya W –
Z. Untuk koneksi dalam hubungan delta ujung-ujung U ke Z ; V ke X;
dan W ke Y, kemudian ketiga ikatan tersebut dihubungkan ke jala-jala
melalui kontaktor.

Gambar 19. Hubungan segitiga (delta)

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 17


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK
Karakteristik tegangan dan kuat arus listrik pada hubungan segitiga
adalah:
Besar tegangan terbentuk pada kumparan = besar tegangan sumber
UZ1 = U1

Besar kuat arus pada kumparan = besar kuat arus sumber / 3


I1
I Z1 
3
Keenam ujung belitan motor 3 fasa ini ditempatkan di terminal
box motor, kita tinggal menentukan koneksi apa yang akan digunakan,
disesuaikan dengan tegangan kerja yang ada. Bila pada pelat nama
motor tertulis data tegangan kerja Δ/Y (220/380V), bila tegangan jala-
jala PLN 220/380 V maka motor harus dihubungkan Star. Sedangkan
pada pelat nama motor tertulis data tegangan kerja Δ/Y (220/380V),
bila tegangan jala 127/220 V, motor harus dihubungkan secara delta.

C. Langkah Perancangan Instalasi


Motor Listrik

Langkah Perancanagn Instalasi Motor Listrik

Siswa diharapkan dapat berperan aktif dan berinteraksi


dengan buku ajar yang digunakan, oleh karena itu dalam
perancangan Instalasi Motor Listrik harus memperhatikan hal-hal
berikut :
a) Langkah-langkah belajar yang ditempuh:
1) Pastikan tempat sekitar aman dari sengatan listrik.
2) Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
3) Pastikan alat dan bahan yang akan digunakan dalam keadaan
baik
4) Bacalah dengan seksama uraian materi pada setiap kegiatan
belajar pada buku ajar yang tersedia!
5) Cermatilah langkah-langkah pengerjaan proyek pada
setiap kegiatan belajar yang ada pada buku ajar sebelum
mengerjakan, bila belum jelas tanyakan pada guru
pembimbing.

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 18


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK
6) Desain dan pahami gambar rangkaian yaang dibuat (diagram
pengawatan rangkaian kontrol, diagram pengawatan
rangkaian utama dan diaagram pengawatan lengkap)
7) Rangkailah komponen sesuai kegiatan belajar yang
dilaksanakan (rangkaian kontrol terlebih dahulu kemudian
rangkaian utama).
8) Jangan menghubungkan alat ke sumber tegangan secara
langsung sebelum disetujui oleh guru pembimbing!
9) Kembalikan semua peralatan yang digunakan bila telah
selesai!
b) Perlengkapan yang Harus Dipersiapkan
Guna menunjang keselamatan dan kelancaran tugas atau
pekerjaan yang harus dilakukan, maka persiapkanlah seluruh
perlengkapan yang diperlukan. Beberapa perlengkapan yang
harus dipersiapkan adalah:
1) Pakaian kerja (katelpack).
2) Alat kerja, seperti tespen, obeng, tang.
3) Bahan, seperti trainer Instalasi Motor Listrik atau kendali
elektromagnetik, peralatan kontrol, kabel jumper.

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 19


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK

Rangkuman

1. Kontaktor merupakan saklar daya yang bekerja


berdasarkan azas kemagnitan sebagai
penghubung yang menghubungkan suplai daya
ke beban (motor listrik).
2. Bagian-bagian umum kontaktor meliputi : (1)
kontak koil, (2) kontak utama, (3) kontak bantu,
(4) test kontak.
3. Macam-macam diagram kontrol dalam
rangkaian kendali kontaktor yaitu : (1) diagram
pengawatan rangkaian kontrol, (2) diagram
pengawatan rangkaian utama, (3) diagram
pengawatan lengkap.
4. Metode starting pada rangkaian kendali
kontaktor diantaranya yaitu : (1) direct on line,
(2) putar kiri-kanan (forward reverse), (4)
bintang-segitiga (star-delta), (5) running-
inching-jogging, (6) tahanan primer (primmary
resistance), (7) auto-transformator (auto-
transformer), dan (8) pengaturan tahanan rotor.
5. Komponen utama dalam sistem kendali
kontaktor yaitu : (1) Kontaktor, (2) Tombol tekan
/ Push Button, (3) Miniatur Circuit Breaker
(MCB), (4) Thermal Overload Relay (TOR).
6. MCB merupakan bentuk mini dari circuit
breaker yaitu sebagai pengaman hubung
singkat dan beban lebih.
7. Thermal Overload Relay atau relay pengaman
arus lebih merupakan pengamanan motor
akibat adanya arus lebih atau beban lebih.

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 20


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK

TOR dipasang seri dengan kontak utama


kontaktor magnit.
8. Push Button merupakan suatu jenis saklar yang
banyak dipergunakan dalam rangkaian
pengendali dan pengaturan.
9. Relay penunda waktu disebut juga sakelar
pewaktu (Time Delay Relay/TDR). Merupakan
suatu sakelar dimana proses membuka dan
menutupnya kontak hubung ditentukan oleh
pengaturan waktu. Bentuknya sama dengan
relay 8 pin.
10. Rangkaian dasar kendali kontaktor yaitu
rangkaian ON/OFF.
11. Sistem hubungan motor digunakan diperlukan
saat pengoperasian instalasi motor listrik untuk
menjamin motor tetap bekerja secara kontinyu
atau stabil. Sistem hubungan yang sering
digunakan adalah bintang dan segitiga (star
delta)
12. Untuk melakukan koneksi dalam hubungan
bintang dengan cara menghubung singkat di
terminal box ujung-ujung X – Y – Z, sedangkan
ujung U – V – W dihubungkan ke jala-jala 3 fasa
melalui kontaktor
13. Untuk koneksi dalam hubungan delta ujung-
ujung U ke Z ; V ke X; dan W ke Y, kemudian
ketiga ikatan tersebut dihubungkan ke jala-jala
melalui kontaktor

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 21


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK

Soal Latihan

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat!


1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kontaktor!
......................................................................................................
......................................................................................................
2. Sebutkan bagian-bagian kontaktor secara umum!
......................................................................................................
......................................................................................................
3. Jelaskan yang dimaksud diagram pengawataan rangkaian
kontrol!
......................................................................................................
......................................................................................................
4. Sebutkan metode starting yang ada pada kendali kontaktor!
......................................................................................................
......................................................................................................
5. Sebutkan jenis-jenis kontak pada rangkaian kendali kontaktor!
......................................................................................................
......................................................................................................
6. Jelaskan fungsi Miniatur Circuit Breaker (MCB) dalam rangkaian
kendali kontaktor!
......................................................................................................
......................................................................................................
7. Komponen utama apa saja yang dibutuhkan dalam
pengoperasian sistem kendali kontaktor!
......................................................................................................
......................................................................................................
8. Sebutkan 3 diaagram kontrol yang harus dikuasai dalam
perencanaan kendali elektromagnetik!
......................................................................................................
......................................................................................................
9. Jelaskan peran Thermal Overload Relay (TOR) dalam rangkaian
diagram pengawatan atau daya sistem kendali kontaktor!
......................................................................................................
......................................................................................................

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 22


MODUL
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN
TENAGA LISTRIK

10. Perhatikan diagram satu garis pada Gambar 20!

Gambar 20

a) Bagaimana agar output dapat menyala!


......................................................................................................
......................................................................................................
b) Bagaimana agar output dapat mati!
......................................................................................................
......................................................................................................

Sumber Acuan:
1. Sumardjanti dkk, Prih. 2008. Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik untuk
Sekolah Menengah Kejuruan Jilid 2. Jakarta. Direktorat Pembinaan
Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan
Dasar dan Menengah, Depaertemen Pendidikan Nasional.
2. Amin, M. Mustaghfirin. 2013. Instalasi Motor Listrik Semester 3 Kelas
XI. Jakarta. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia.
3. Automation Solution Guide, Schneider Electric Indonesia, 2007
4. ....................... Electronic Motor Starters and Drives. Moeller Wiring
Manual, 2008

INSTALASI MOTOR LISTRIK | KELAS XI SEMESTER 1 23