Anda di halaman 1dari 21

INVESTASI DAN PASAR MODAL

Makalah Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pasar Modal

Dosen Pengampu Dianing Ratna Wijayani S.E.,M.Si.,Akt dan Diah Ayu Susanti S.E,Ak,M.cc

Disusun Oleh : Kelompok 1


1. Eko Dewi Cahyani (2011-12- 038)
2. Indah Fajjeriah (2011-12- 040)
3. Husnul Khotimah (2011-12-141)
4. Agung Jasmanto (2011-12-194)
5. Suprihadi (2011-12-034)

Kelas: VIII B

PROGRAM STUDI: AKUNTANSI – EKONOMI

UNIVERSITAS MURIA KUDUS


2014/2015
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latarbelakang

Perkembanganperekonomian global
memberidampaktersendiribagiperekonomianterutamadalambidangbisnis.Saatinibisnis di
Indonesia mengalamikemajuan yang sangatpesat.Perkembangantersebuttidaklepasdarifaktor-
faktor yang internal maupuneksternal yangmempengaruhiperkeembanganbisnistersebut,
salahsatufaktorpentingtersebutadalahfaktorpembiayaanatau modal usaha. Modal
adalahsalahsatutiangterpentingdalampendirianusaha. Modal tersebut yang
nantinyaakandikeloladandiharapkanakanmenghasilkankeuntunganbagipelakubisnismaupunba
giperusahaan. Seiringperkembangannyasaatiniuntukmemperoleh modal
sendiritidaksesulitdulu, karena saat ini modal
tidakhanyadiperolehdaripemilikusahanamundapatjugadiperolehdaripihakluarsepertidaripinja
man bank maupun investor.Hal inidapatmemudahkanparapelakubisnisuntuk
membukausahadanmengembangkanusahanya.

Seperti yang telahdisebutkandiatas, pembiayaanperusahaanatau modal


usahadapatdiperolehdaripihakluarsepertidaripara
investor.Keberadaaninvesetorinisangatmembantuparapemilikusahadalammenjalankanbisnisn
yaolehkarenaitumunculahistilahpasar modal, dimanadenganadanyapasar modal
inipemilikusaha yang membutuhkandanaatau modal dapatmemperoleh modal daripara
investor yang maumenanamkan modal kedalamperusahaanpemilik modal yang membutuhkan
modal tersebutataudapatdisebutdenganistilahinvestasi. Investasiadalahkomitmen
atassejumlahdanaatausumberdayalainnya yang
dilakukanpadasaatinidengantujuanmemperolehsejumlahkeuntungandimasaakandatang.

Sesuaidengandefinisiinvestasiitusendiri,
sangatmemungkinkanbagiparapemilikusahadalammemperoleh modal
secaralebihefisientanpaharusmembuangbanyakwaktudantenagadalammemperolehpinjaman
modal, hanyadenganmendaftarkanperusahaanyakedalampasar modal
perusahaantersebutdapatmenjualsekuritassahamnyapadapara investor gunamemperoleh
modal usaha, sehinggadenganadanyapasar modal
dankegiataninvestasisecaralangsungmaupuntidaklangsungdapatmempengaruhi
perkembanganperekonomian.

Umumnyakegiatanjualbeli sekuritasdilakukan di bursa efek.Agar kegiatan yang ada di


dalam bursa efekdapatberjalandenganbaik, makadibutuhkanstandar professional pasar modal
dan kode etik.Standarinilah yang nantinyamenjadilandasanatauacuanbagiparapihak yang
berkepentingandalammelakukankegiatan di bursa efektersebut.Sedangakankodeetiksendiri di
buatdengansalahsatutujuanyayaitumelindungimasyarakatdarikemungkinandirugikanolehkelal
aianbaiksecaradisengajamaupuntidakdisengajaolehparapihak yang terkaitdengan bursa
efektersebut, sertabertujuanuntukmelindungikeseluruhanpihak yang
terkaittersebutdariperilaku-perilakuburuk orang tertentuatauoknum yang
mengakudirinyaterkaitdalamkegiatan di bursa efektersebut.

I.2 Tujuan

1. Mengetahuiperanpasar modal dalamkegiataninvestasidanperekonomian


2. Mengetahuikodeetikdanstandar professional pasar modal
Tinjauan teoritis

1. Investasi

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam PSAK:

Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan
(accreation of wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti: bunga, royalti, deviden dan
uang sewa), untuk apresiasi nilai investasi atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang
berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.

Menurut Eduardus Tandelilin (2001 : 3), pengertian investasi adalah sebagai berikut:
“Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan
pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan datang.”

Sedangkan pengertian investasi menurut Jogiyanto (2007 : 5) :

“Investasi dapat didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di


dalam produksi efisien selama periode waktu yang tertentu.”

2. Pasar Modal

Perekonomian dunia semakin berkembang. Banyak perusahaan yang membutuhkan dana


maupun pihak-pihak yang kelebihan dana yang menggunakan pasar modal untuk bertemu.

Menurut Tandelilin (2010 : 26) pengertian pasar modal :

“Pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak
yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas.”

Menurut UU no. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal:

“Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan

Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga

dan profesi yang berkaitan dengan Efek.”

Dari pernyataan di atas, maka jelaslah bahwa pasar modal merupakan tempat pertemuan
antara pihak yang saling membutuhkan antara pemilik dana dengan yang membutuhkan dana,
di mana kegiatan tersebut berhubungan dengan kegiatan jual beli sekuritas atau hal lain yang
berhubungan dengan efek.

3. Peran pasar modal dalam kegiatan investasi dan perekonomian

Menurut Eduardus Tandelilin (2001:26) fungsi pasar modal adalah sebagai lembaga perantara
yang menunjukkan peran penting pasar modal dalam menunjang perekonomian karena pasar
modal dapat menghubungkan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang yang
mempunyai kelebihan dana. Selain itu, pasar modal dapat mendorong terciptanya alokasi
dana yang efisien, karena dengan adanya pasar modal mka pihak yang kelebihan dana
(investor) dapat memilih alternatif investasi yang memberikan return yang optimal.

4. Kode etik dan standar profesional pasar modal

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kode etik adalah norma dan asas yang diterima oleh
kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku.

Menurut Carroll dan Buchholtz dalam Business & Society: Ethics and
Stakeholder Management (2008) etika adalah sebuah disiplin yang secara jelas
mengatur tentang apa yang baik dan apa yang buruk serta apa yang sesuai dengan moralitas
dan yang tak sesuai moralitas. ”Morality is a doctrine or system of moral conduct. Moral
conduct refers tothat Penunjang Pasar Modal harus mengikuti ketentuan yang diatur dalam
Undang-undangan ini dan atau peraturan pelaksanaannya.Hal ini penting untuk melindungi
kepentingan para pemodal.which relates to principles of right and wrong in behavior.
Business ethics, therefore, is concerned with good and bad or right and wrong behavior that
takes place within a business context.”

UU no 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal Pasal 66

Kode etik dan standar profesi merupakan suatu standar pemenuhan kualitas minimal jasa
yang diberikan kepada nasabahnya, dan merupakan suatu kewajiban bagi setiap Profesi
PenunjangPasarModaluntukmenaatinyaProfesi
BAB II

PEMBAHASAN

Dalam berkembangnya perekonomian sekarang ini seseorang maupun perusahaan sering


dihadapkan pada pilihan untuk mengalokasikan dana atau sumber daya yang mereka miliki
untuk mendapatkan manfaat di masa yang akan datang. Kegiatan tersebut serng disebut
dengan investasi.

Investasi sendiri dapat berkaitan dengan berbagai macam aktivitas seperti investasi emas,
tanah,bangunan,deposito, saham, dan lain-lain. Ada beberapa pengertian investasi
diantaranya:

a. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam PSAK:Investasi adalah suatu aktiva yang
digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (accreation of wealth) melalui
distribusi hasil investasi (seperti: bunga, royalti, deviden dan uang sewa), untuk
apresiasi nilai investasi atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi
seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.
b. Menurut Eduardus Tandelilin (2001 : 3), pengertian investasi adalah sebagai berikut:
“Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang
dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa
yang akan datang.”
c. Menurut Jogiyanto (2007 : 5) : “Investasi dapat didefinisikan sebagai penundaan
konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi efisien selama periode waktu
yang tertentu.”

Investasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Investasi dalam bentuk aset riil (real assets) Yaitu investasi dalam bentuk aktiva
berwujud fisik, seperti emas, batu mulia dan sebagainya
2. Investasi dalam bentuk surat berharga/sekuritas (marketable securities financial
assets) Yaitu investasi dalam bentuk surat-surat berharga yang pada dasarnya
merupakan klaim atas aktiva riil yang diawasi oleh suatu lembaga/perorangan tertentu

Pemilikan aktiva finansial dalam rangka investasi pada sebuah institusi/perusahaan dapat
dilakukan dengan dua cara:
1. Investasi Langsung (DirectInvesting)

Diartikan sebagai suatu kepemilikan surat-surat berharga secara langsung dalam suatu
institusi/perusahaan tertentu yang secara resmi telah di go public dengan tujuan
mendapatkan tingkat keuntungan berupa deviden dan capital gain.

2. Investasitidak langsung (indirect investing)


Terjadi apabila suatu surat berharga yang dimiliki diperdagangkan kembali oleh
perusahaan investasi yang berfungsi sebagai perantara. Kepemilikan aset secara tidak
langsung dilakukan melalui lembaga-lembaga keuangan yang terdaftar, yang
bertindak sebagai perantara. Dalam perannya sebagai investor tidak langsung,
pedagang perantara mendapatkan deviden seperti halnya dalam investasi langsung
serta capital gain atau hasil perdagangan portofolio yang dilakukannya.

Sedangkan menurut jangka waktu lamanya investasi dibagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Investasi jangka panjang

Dengan jangka waktu minimal 5 tahun, maka beberapa pilihan investasi yang
mungkin adalah rumah,emas,asuransi,saham atau reksadana.

2. Investasi jangka menengah

Dengan jangka antara 1 hingga 5 tahun, maka beberapa pilihan investasi yang
mungkin adalah emas, asuransi, atau reksadana.

3. Investasi jangka pendek

Dalam jangka maksimal 1 tahun, maka pilihan investasi yang mungkin adalah deposito
atau reksadana

Pasar modal merupakan salah satu tempat yang dipilih para investor sebagai tempat
bertemunya dengan perusahaan- perusahaan yang sedang membutuhkan dana. Pasar modal
sendiri memiliki berbagai pengertian diantaranya:

a. Menurut Tandelilin (2010 : 26) pengertian pasar modal : “Pasar modal adalah
pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang
membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas.”
b. Menurut UU no. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal:“Pasar Modal adalah kegiatan
yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan
Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi
yang berkaitan dengan Efek.”

Dari pernyataan di atas, maka jelaslah bahwa pasar modal merupakan tempat pertemuan
antara pihak yang saling membutuhkan antara pemilik dana dengan yang membutuhkan dana,
di mana kegiatan tersebut berhubungan dengan kegiatan jual beli sekuritas atau hal lain yang
berhubungan dengan efek. Menurut UU pasar modal no. 8 tahun 1995, efek adalah Efek
adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial , saham,
obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas
Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

Pasar modal dibedakan menjadi 2 yaitu pasar perdana dan pasar sekunder :

1. Pasar perdana (primary market )

Pasar perdana adalah penawaran saham pertama kali dari emiten kepada para pemodal
selama waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit sebelum saham tersebut belum
diperdagangkan di pasar sekunder. Harga saham di pasar perdana ditentukan oleh
penjamin emisi dan perusahaan yang go public berdasarkan analisis fundamental
perusahaan yang bersangkutan.

2. Pasar sekunder (secondary market)


Pasar sekunder adalah tempat terjadinya transaksi jual-beli saham diantara investor
setelah melewati masa penawaran saham di pasar perdana, dalam waktu selambat-
lambatnya 90 hari setelah ijin emisi diberikan maka efek tersebut harus dicatatkan di
bursa.

Manfaat Pasar Modal

Banyak mafaat yang diperoleh dari kegiatan pasar modal, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Dapat menghipun dana-dana yang berasal dari masyarakat untuk memperluas usaha dan
membuka proyek-proyek baru
2. Memperluas lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran
3. Dapat menungkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat
4. Perusahaan yang manawarkan efek kepada masyarakat memiliki ketergantungan yang
rendah pada bank
5. Waktu dalam menggunakan dana masyarakat lebih luas
6. Bila dilaksnakan sesuai ketentuan dan didukung oleh semua pihak terkait, kemampuan
manajemen pasar modal akan terus meningkat.
7. Pemegang saham maupun obligasi sama-sama emperoleh keuntungan baik berupa
deviden maupun bunga.
8. Investor lebih mudah berpindah dari sebuah perusahaan ke perusahaan yang deviden atau
bunganya lebih tinggi.
9. Investor turut serta dalam kegiatan perusahaan melalui rapat umum pemegang saham.
10. Pasar modal turut serta meningkatkan kegiatan pembangunan ekonomi.

Pelaku Pasar Modal

Para pemain utama yang terlibat di pasar modal dan lembaga penunjang yang terlibat
langsung dalam proses transaksi atara pemain utama adalah sebagai berikut:

1. Emiten: Perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga atau


melakukan emisi di bursa (disebut emiten). Dalam melakukan emisi, para emiten
memiliki berbagai tujuan dan hal ini biasanya sudah tertuang dalam rapat umum
pemegang saham (RUPS), antara lain :

a. Perluasan usaha, modal yang diperoleh dari para investor akan digunakan untuk
meluaskan bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi.

b. Memperbaiki struktur modal, menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal


asing.

c. Mengadakan pengalihan pemegang saham. Pengalihan dari pemegang saham lama


kepada pemegang saham baru.

2. Investor. Pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang
melakukan emisi (disebut investor). Sebelum membeli surat berharga yang ditawarkan,
investor biasanya melakukan penelitian dan analisis tertentu. Penelitian ini mencakup
bonafiditas perusahaan, prospek usaha emiten dan analisis lainnya.
Tujuan utama para investor dalam pasar modal antara lain :
a. Memperoleh deviden. Ditujukan kepada keuntungan yang akan diperolehnya berupa
bunga yang dibayar oleh emiten dalam bentuk deviden.

b. Kepemilikan perusahaan. Semakin banyak saham yang dimiliki maka semakin besar
pengusahaan (menguasai) perusahaan.

c. Berdagang. Saham dijual kembali pada saat harga tinggi, pengharapannya adalah
pada saham yang benar-benar dapat menaikkan keuntungannya dari jual beli sahamnya.

3. Lembaga Penunjang. Fungsi lembaga penunjang ini antara lain turut serta mendukung
beroperasinya pasar modal, sehingga mempermudah baik emiten maupun investor
dalam melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pasar modal. Lembaga
penunjang yang memegang peranan penting di dalam mekanisme pasar modal adalah
sebagai berikut :

a. Penjamin emisi (underwriter). Lembaga yang menjamin terjualnya


saham/obligasi sampai batas waktu tertentu dan dapat memperoleh dana yang
diinginkan emiten.

b. Perantara perdagangan efek (broker / pialang). Perantaraan dalam jual beli


efek, yaitu perantara antara si penjual (emiten) dengan si pembeli (investor).
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh broker antara lain meliputi :

1) Memberikan informasi tentang emiten

2) Melakukan penjualan efek kepada investor

c. Perdagangan efek (dealer), berfungsi sebagai :

1) Pedagang dalam jual beli efek

2) Sebagai perantara dalam jual beli efek

d. .Penanggung (guarantor). Lembaga penengah antara si pemberi kepercayaan


dengan si penerima kepercayaan. Lembaga yang dipercaya oleh investor
sebelum menanamkan dananya.
e Wali amanat (trustee). Jasa wali amanat diperlukan sebagai wali dari si
pemberi amanat (investor). Kegiatan wali amanat meliputi :

1) Menilai kekayaan emiten

2) Menganalisis kemampuan emiten

3) Melakukan pengawasan dan perkembangan emiten

4) Memberi nasehat kepada para investor dalam hal yang berkaitan dengan
emiten

5) Memonitor pembayaran bunga dan pokok obligasi

6) Bertindak sebagai agen pembayaran

f. Perusahaan surat berharga (securities company). Mengkhususkan diri dalam


perdagangan surat berharga yang tercatat di bursa efek. Kegiatan perusahaan
surat berharga antara lain :

1) Sebagai pedagang efek

2) Penjamin emisi

3) Perantara perdagangan efek

4) Pengelola dana

g. Perusahaan pengelola dana (investment company). Mengelola surat-surat


berharga yang akan menguntungkan sesuai dengan keinginan investor, terdiri
dari 2 unit yaitu sebagai pengelola dana dan penyimpan dana.

h. Kantor administrasi efek. Kantor yang membantu para emiten maupun


investor dalam rangka memperlancar administrasinya.

1) Membantu emiten dalam rangka emisi


2) Melaksanakan kegiatan menyimpan dan pengalihan hak atas saham para
investor

3) Membantu menyusun daftar pemegang saham

4) Mempersiapkan koresponden emiten kepada para pemegang saham

5)Membuat laporan-laporan yang diperlukan

CaraInvestasi di Pasar Modal

Sebelum berinvestasi di Pasar Modal, investor harus terlebih dahulu membuka rekening di
Perusahaan Efek. Faktor-faktor yang harus diperhatikan sebelum memilih Perusahaan Efek:

(a) Jika calon investor lebih ingin berinvestasi di saham-saham yang baru ditawarkan di
Pasar Perdana, pilihlah Perusahaan Efek yang aktif dalam proses Penjaminan Emisi
Saham.
(b) Jika calon investor hanya memerlukan jasa yang paling mendasar dari Perusahaan Efek
seperti melaksanakan perintah jual dan/atau perintah beli, pilihlan Perusahaan Efek yang
dapat memberikan jasa tersebut secara cepat dan akurat.
(c) Jika calon investor memerlukan jasa tambahan seperti nasihat dan saran-saran dalam
mengambil keputusan investasi, pilihlah Perusahaan Efek yang mempunyai Analis Efek
dengan kualifikasi yang baik serta pengalaman yang memadai.

Investor dapat membuka rekening di Perusahaan Efek dengan cara mengisi dokumen-
dokumen yang diperlukan. Secara umum, biasanya Perusahaan Efek mewajibkan investor
untuk menyetorkan sejumlah dana tertentu sebagai jaminan dalam proses penyelesaian
transaksi.

Untuk transaksi Saham:

• Transaksi diawali dengan memberikan perintah jual dan/atau perintah beli ke Perusahaan
Efek. Perintah tersebut dapat diberikan melalui telepon atau perintah secara tertulis.
Perintah tersebut harus berisikan nama saham, jumlah yang akan dijual dan/atau dibeli,
serta berapa harga jual dan/atau harga beli yang diinginkan.
• Perintah tersebut selanjutkan akan diverifikasi oleh Perusahaan Efek yang bersangkutan.
• Selanjutnya, perintah tersebut dimasukkan ke dalam sistem perdagangan di Bursa Efek.
• Semua perintah jual dan/atau perintah beli dari seluruh Perusahaan Efek akan
dikumpulkan di Bursa Efek dalam sistem yang disebut JATS (Jakarta Automated Trading
System).

Untuk transaksi Obligasi:

• Transaksi dimulai dengan penempatan kuotasi di sistem perdagangan di BES yang


disebut OTC-FIS, sehingga semua kuotasi yang masuk ke dalam sistem dapat dilihat
secara langsung (real time) oleh pelaku pasar lainnya.
• Melalui OTC-FIS, partisipan dapat melihat kuotasi yang paling menarik bagi dirinya.
• Kemudian, partisipan yang tertarik untuk membeli/menjual dapat menghubungi
partisipan yang akan menjual/membeli untuk negosiasi lebih lanjut.

Hubungan investasi dengan pasar modal ialah, pasar modal merupakan wadah bagi para
investor untuk menanamkan modalnya agar terus berkembang.Pasar modal merupakan suatu
fasilitas untuk mempemudah para investor

Peran Pasar Modal dalam Kegiatan Investasi dan Perekonomian

Menurut Eduardus Tandelilin (2001:26) fungsi pasar modal adalah sebagai lembaga perantara
yang menunjukkan peran penting pasar modal dalam menunjang perekonomian karena pasar
modal dapat menghubungkan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang yang
mempunyai kelebihan dana. Selain itu, pasar modal dapat mendorong terciptanya alokasi
dana yang efisien, karena dengan adanya pasar modal maka pihak yang kelebihan dana
(investor) dapat memilih alternatif investasi yang memberikan return yang optimal.
Asumsinya, investasi yang memberikan return relatif besar adalah sektor-sektor produktif
yang ada di pasar modal.denagan demikian dana yang berasal dari investor dapat didunakan
secara produktif oleh perusahaan tersebut.
Dengan meningkatnya investasi di pasar modal otomatis lebih banyak modal yang dapat
digunakan perusaan dalam mengembangkan usaha.Perusahaan-perusahaan ini merupakan
salah satu agen produksi yang secara nasional akan membentuk Gross Domestic Product
(GDP). Perkembangan pasar modal akan menunjang kegiatan peningkatan GDP. Oleh karena
itu, semakin banyak perusahaan berkembang maka semakin baik pula perekonomian suatu
negara. Dengan begitu kehidupan masyarakat di suatu negara diharapkan lebih sejahtera.

Etika dalam Praktik Investasi dan Pasar Modal

Pasar modal adalah pertemuan permintaan dan penawaran dana jangka panjang yang
diwujudkan dalam bentuk elemen-elemen keuangan yang dapat diperjualbelikan. Dalam
pasar ini terdapat dua pelaku utama yang terlibat, yaitu investor sebagai pihak yang
menanamkan dana danemiten sebagai pihak yang menerima dan mengelola dana investor.

Agar kegiatan investasi di pasar modal dapat berjalan dengan baik di perlukan kode etik dan
standar profesional yang mengatur pihak pihak yang terkait dengan pasar modal.

Kode etik dan standar profesi merupakan suatu standar pemenuhan kualitas minimal jasa
yang diberikan kepada nasabahnya, dan merupakan suatu kewajiban bagi setiap Profesi
Penunjang Pasar Modal untuk menaatinyaProfesi Penunjang Pasar Modal harus mengikuti
ketentuan yang diatur dalam Undang-undangan ini dan atau peraturan pelaksanaannya.Hal ini
penting untuk melindungi kepentingan para pemodal

Kode etik untuk profesi penunjang pasar modal umumnya dibuat oleh asosiasi terkait. Namun

BAPEPAM juga menetapkan standar profesional yang berkaitan dengan pasar modal. Standar

dan aturan yang mengatur tentang profesional di pasar modal antara lain: UU no 8 tahun

1995 tentang pasar modal, PP no. 45 tahun 1995 tentang penyelenggaraan kegiatan di pasar

modal dan PP no. 46 tahun 1995 tentang pemeriksaan di bidang pasar modal.

Etika Bagi Emiten

Dalam menanamkan dana, investor menilai kondisi dan kinerja perusahaan. Untuk
itulah informasi yang menggambarkan kondisi dan kinerja emiten menjadi hal yang sangat
krusial dalam pasar modal. Dengan posisinya sebagai pihak yang pasif dan tidak mengetahui
secara detail seluk-beluk perusahaan, investor berpotensi menjadi pihak yang dirugikan
dalam kaitannya dengan keandalan informasi. Untuk itulah, pemerintah melalui Bapepam-LK
melindungi kepentingan investor melalui aturan-aturan, salah satunya adalah Undang-
Undang yang mengatur mengenai pasar modal di Indonesia adalah UU No.8 Tahun 1995
tentang Pasar Modal.

Meskipun telah dilindungi dengan aturan, investor masih merupakan pihak yang
berpotensi dirugikan.Hal ini disebabkan karena banyak celah yang belum diatur oleh
peraturan dan sifat dari akuntansi yang memiliki berbagai alternatif dalam menyajikan
kondisi atau aktivitas ekonomi emiten.Dengan sifat akuntansi yang demikian, maka laporan
keuangan yang dihasilkan juga dapat disajikan dengan berbagai pendekatan. Emiten sebagai
pengelola dana tidak boleh sekedar memenuhi batasan-batasan yang tertuang dalam aturan.
Emiten harus mengutamakan kepentingan investor meskipun tidak diatur dalam aturan.Dalam
hal ini kepentingan investor adalah laporan keuangan yang handal dan relevan.

Terkait dengan penyajian laporan keuangan, Bapepam-LK mewajibkan emiten


untuk menyerahkan laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan triwulanan.Laporan
keuangan tahunan wajib diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Bapepam-
LK.Sedangkan laporan keuangan triwulanan tidak wajib diaudit.Makalah ini tidak membahas
secara mendetail etika akuntan publik, sehingga diasumsikan bahwa akuntan publik telah
menjalankan tugasnya dengan etis dan penuh profesionalisme.

Fungsi dari audit yang dilakukan oleh akuntan publik adalah untuk meningkatkan
keandalan informasi dalam laporan keuangan. Setiap upaya emiten untuk menyajikan
informasi yang bersifat menyesatkan akan diminimalisir dan dikoreksi oleh akuntan publik,
sehingga investor dapat menggunakan informasi tersebut untuk membuat keputusan investasi.
Karena hanya laporan keuangan tahunan yang diwajibkan untuk diaudit, maka terdapat celah
bagi emiten untuk menyajikan informasi yang tidak semestinya dalam laporan triwulanan.

Meskipun pada periode audit akan dikoreksi oleh akuntan publik, investor telah
menyajikan informasi yang tidak semestinya selama tiga triwulan. Dalam periode tiga
triwulan tersebut, investor berpotensi membuat keputusan yang tidak efisien terkait alokasi
modal yang dimiliki sebagai akibat dari laporan keuangan triwulanan yang disajikan oleh
emiten. Dampak negatif dari pembuatan keputusan yang tidak efisien tersebut akan
terakumulasi pada kuartal ke empat setelah laporan keuangan tahunan yang diaudit oleh
akuntan publik disajikan.
Dengan memperjualbelikan sahamnya pada bursa, secara langsung manajemen
memiliki kepentingan terhadap harga saham. Perusahaan yang dianggap memiliki kinerja
baik oleh para investor akan diapresiasi ke dalam peningkatan harga saham, dan peningkatan
harga saham tersebut merupakan salah satu dasar yang digunakan untuk memberikan
kompensasi kepada manajemen perusahaan. Adanya kepentingan tersebut membuat
manajemen emiten melakukan tindakan-tindakan yang mampu meningkatkan harga saham
perusahaan dengan cara yang tidak beretika, yang pada akhirnya akan menguntungkan
dirinya sendiri dan merugikan para investor. Beberapa macam praktik penyimpangan yang
terjadi pada pasar modal:

1) Insider Trading. Insider trading merupakan perdagangan efek yang dilakukan oleh orang
dalam perusahaan, dimana perdagangan efek tersebut didasarkan karena adanya informasi
dari orang dalam perusahaan yang penting dan mengandung fakta material.Umumnya para
pelaku insider trading mengharapkan keuntungan ekonomi.

2) Marking the close. Yaitu tindakan merekayasa harga permintaan atau penawaran Efek pada
saat atau mendekati saat penutupan perdagangan dengan tujuan membentuk harga efek atau
harga pembukaan yang tinggi pada hari perdagangan berikutnya.

3) Painting the tape, yaitu kegiatan perdagangan antara rekening efek satu dengan rekening
efek lain yang masih berada dalam penguasaan satu pihak atau mempunyai sedemikian rupa
sehingga tercipta perdagangan semu.

4) Cornering the market, yaitu membeli efek dalam jumlah besar sehingga dapat menguasai
pasar (menyudutkan pasar).

5) Pools yaitu penghimpunan dana dalam jumlah besar oleh sekelompok investor dimana dana
tersebut dikelola oleh broker atau seseorang yang memahami kondisi pasar. Manager dari
pools tersebut membeli saham suatu perusahaan dan menjualnya kepada anggota kelompok
investor tersebut untuk mendorong frekuensi jual beli Efek sehingga dapat meningkatkan
harga Efek tersebut.

6) Wash Sale yaitu transaksi yang terjadi antara pihak pembeli dan penjual yang tidak
menimbulkan perubahan kepemilikan dan/atau manfaatnya (beneficiary of ownership) atas
transaksi saham tersebut. Tujuannya untuk membentuk harga naik, turun atau tetap dengan
memberi kesan seolah-olah harga terbentuk melalui transaksi yang berkesan wajar.Selain itu
juga untuk memberi kesan bahwa Efek tersebut aktif diperdagangkan.
Contoh dari perilaku tidak etis emiten terkait laporan keuangan kuartalan adalah PT
Indofarma, Tbk. pada tahun buku 2002.INAF membukukan laba hingga kuartal ketiga tahun
2002 sebesar Rp 80 miliar.Akan tetapi setelah laporan keuangan diaudit oleh KAP Hans
Tuanakota Mustofa (Afiliasi Deloitte Touche Tohmatsu), laporan keuangan INAF
menunjukan rugi sebesar Rp 59 miliar.Kondisi tersebut sangat membingungkan investor
karena dalam kurun waktu satu kuartal, kondisi dan kinerja perusahaan mengalami perubahan
yang sangat tragis.Setalah diusut oleh otoritas pasar modal, ditemukan bahwa manajemen
INAF tidak melaporkan secara benar kondisi perusahaan dalam laporan kuartal dengan tidak
menghapus persediaan yang telah usang.

Permasalah tersebut mengantarkan manajemen puncak INAF kepada hukuman


pengadilan. Di sisi lain, investor mengalami kerugian yang cukup besar. Pasalnya, setelah
melangsungkan IPO, harga saham INAF melonjak hingga Rp 300.Akan tetapisetelah kasus
ini terungkap, harga saham INAF turun hingga menyentuh titik terendah yang diijinkan BEI,
yaitu Rp 50. Itu artinya investor mengalami kerugian 83,33%. Bahkan di pasar non-reguler,
harga ditawarkan di bawah Rp 50.

Etika Bagi Investor

Dalam melakukan investasi di pasar modal kebanyakan investor mencari dan


memfokuskan perhatiannya terhadap investasi yang aman dan menjanjikan keuntungan yang
tinggi, hanya sedikit yang memperhatikan investasi yang beretika. Apabila investor akan
melakukan investasi yang berdasar etika, hendaklah perhatian utamanya ditujukan kepada
produk dan jasa perusahaan tersebut. Misalnya, jangan melakukan investasi di perusahaan
yang memproduksi bahan-bahan yang mengakibatkan penyakit atau merusak lingkungan.
Selanjutnya, memperhatikan bagaimana dana yang diperoleh perusahaan tersebut disalurkan,
misalnya investasi di reksadana dapat menjadi investasi yang tidak beretika apabila dana
yang dihimpun diinvestasikan di perusahaan- perusahaan yang produksinya mengakibatkan
penyakit atau merusak lingkungan.

Bagi investor yang tidak aktif menjalankan bisnis itu sendiri terdapat tiga pendekatan
yang dapat digunakan yaitu:

a. Pendekatan Negatif
Pendekatan negatif ini disebut juga teori penghindaran, di mana para investor yang beretika,
akan menghindari investasi di bidang atau perusahaan yang tidak disukainya,
atau bertentangan dengan prinsip etika bisnis yang dianutnya atau juga melakukan kegiatan
bisnis di bidang-bidang yang melanggar ketentuan lingkungan, produksi zat kimia yang
berbahaya, produksi senjata, atau melakukan investasi di negara-negara yang melakukan
pelanggaran hak-hak asasi manusia.

b. Pendekatan Positif

Dalam hal ini para investor hanya akan melakukan investasi pada bidang usaha atau bisnis
yang sesuai dengan etika bisnis yang dianutnya. Dalam penerapannya investor dapat
menyusun daftar perusahaan atau bidang bisnis yang dipandang sesuai dengan etika bisnis
yang umum.

c. Pendekatan Aktif

Dengan pendekatan ini para investor akan melakukan investasi di bidang bisnis yang
menurutnya tidak sesuai dengan etika bisnis yang umum dianut, dan dalam melakukan
investasi di bidang itu terkandung tujuan untuk mengambil alih kontrol terhadap perusahaan
tersebut untuk selanjutnya melakukan perubahan agar perusahaan tersebut menjalankan
bisnis sesuai dengan etika bisnis yang umum.

Contoh kasus yang menjadi perhatian publik adalah produk investasi reksadana fiktif
yang menyeret tiga institusi, PT Antaboga Delta Sekuritas, PT Bank Century Tbk (BCIC),
dan PT Signature Capital Securities.Investasi reksadana fiktif tersebut menyebabkan nasabah
mengalami kerugian.Produk investasi fiktif yang dijual melalui Bank Century ini
menunjukkan bahwa ada unsur ketidakjujuran yang bertujuan untuk memperkaya diri sendiri.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, etika dalam
berbisnis telah ditinggalkan hanya untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan
menghalalkan segala cara bahkan cara yang tidak jujur dan tidak memperdulikan pihak-pihak
yang dirugikan akibat tindakan mereka. Kasus pelanggaran etika tersebut tidak hanya terjadi
sekali saja tetapi sudah berulang kali dan tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di
negara-negara lain. Selain itu, adanya aksi penggelapan dana nasabah PT Sarijaya Permana
Sekuritas semakin menyita perhatian publik. Kasus-kasus ini belum termasuk aksi
penggorengan saham dan naked short selling yang diduga menyebabkan bursa saham minus
besar-besaran hingga perdagangannya sempat dihentikan sementara.
Kesimpulan

Pasar modal merupakansalahsatu alternative bagiparapemilik modal


untukbisamemperoleh modal usahadengancara yang lebihefisien. Selain
memudahkanparapemilikusahadalammemperolehdana, pasar modal
jugamempunyaiperanpentingbagipara investor yang inginmengalokasikandana yang dimiliki
agar lebihmempunyainilaimanfaatdandapatmemperolehkeuntungan. Agar kegiatandalampasar
modal tersebutdapatberjalandenganbaikmakadibutuhkan standar professional dankode etik
yang nantinyadapatmenjadilandasanatauacuanparapihak yang
terkaitdalammenjalankankegiatanya yang berhubungandenganpasar
modal.Jikakegiatandalampasar modal tersebuttelahmemenuhistandart professional
danmematuhikodeetikmakakegiatan yang ada di dalampasar modal
tersebutdapatberjalandenganefisiendansecaraotomatisakanmembantuperkembanganperekono
mian.

Saran

Bagiparapihak yang terkaitdenganpasar modal harusmemenuhistandar professional


dan kode etik agar kegiatandalampasar modal
tersebutdapatberjalandenganbaikdandapatmembantumengembangkanperekonomian.
Daftar Pustaka

 Eduardus Tandelilin. (2001) Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio,


Yogyakarta: BPFE
 UU no.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal
 PP No. 45 Tahun 1995 tentang Penyelengggaraan Kegiatan di Pasar Modal
 PP No. 46 tahun 1995 Pemeriksaan di Bidang Pasar Modal
 https://ratnajea.wordpress.com/2013/04/11/investasi-dan-pasar-modal/
 http://www.infovesta.com/infovesta/learning/learning.jsp?id=55
 http://www.bapepam.go.id/desain_baru/pasar_modal/regulasi_pm/uu_pm/index.htm
 http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/pasar-modal-definisi-pelaku-jenis-dan.html
 http://wediajar.blogspot.com/2013/08/peranan-dan-manfaat-pasar-modal.html