Anda di halaman 1dari 2

Latihan Dasar Kepemimpinan / LDK adalah sebuah pelatihan dasar tentang segala hal yang

berkaitan dengan kepemimpinan. Pelatihan ini biasanya yang diberikan oleh Pengurus OSISlama
kepada calon Pengurus OSIS baru, baik untuk tingkat Sekolah Menengah
Pertama maupun Sekolah Menengah Atas (untuk LDK tingkat sekolah menengah). Pelatihan
dasar yang diberikan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepemimpinan kepada Pengurus
OSIS baru yang nantinya akan menjadi pemimpin dari seluruh kesatuan OSIS dari sekolah yang
bersangkutan.
LDK biasanya diberikan dalam 2 bagian yaitu LDK Fisik dan LDK Mental. Pemberian materi dari
kedua jenis LDK ini biasanya diberikan di waktu dan tempat yang berbeda. Untuk LDK Mental,
yang menjadi pemberi materi bukanlah lagi para Pengurus OSIS lama
melainkan Dewan Guru, Pembina OSIS, Kepala Sekolah serta Guru Psikologi dan Konseling dari
sekolah yang bersangkutan, atau bisa juga dengan cara menyewa dari suatu Lembaga
Psikologi Independen. LDK Fisik biasanya diberikan di sekolah dalam waktu 3-5 Hari penuh,
sedangkan LDK Mental biasanya diberikan di luar kota dalam waktu 2-4 hari.

Daftar isi

 1Materi
o 1.1LDK Fisik
o 1.2LDK Mental
 2Pelantikan

Materi[sunting | sunting sumber]


LDK Fisik[sunting | sunting sumber]
Untuk LDK Fisik pada umumnya, materi yang diberikan secara garis besar ialah dalam bentuk
PBB / Pelatihan Baris Berbaris. PBB ini meliputi beberapa hal seperti :

 Baris Berbaris dasar :


 Hadap Kanan,
 Hadap Kiri,
 Balik Kanan,
 Hadap Serong Kanan,
 Hadap Serong Kiri,
 Jalan Ditempat,
 Langkah Tegap Maju, dan
 Meluruskan Barisan.

 Baris Berbaris Tingkat Menengah :


 Perpaduan antara Langkah Tegap Maju dengan Balik Kanan serta keempat jenis hadap-
hadapan,
 Perpaduan antara Jalan Ditempat dengan Balik Kanan serta keempat jenis hadap-
hadapan, dan
 Buka - Tutup Barisan.

 Baris Berbaris Tingkat Tinggi :


 Langkah Tegap Maju beregu,
 Haluan Kanan beregu,
 Haluan Kiri beregu,
 Belok Kanan beregu, dan
 Perpaduan antara Langkah Tegap Maju, Balik Kanan, keempat jenis hadap-hadapan,
dan Jalan Ditempat.

 Ujian Akhir : Perpaduan Keseluruhan Materi PBB.

Dalam LDK Fisik ini peserta dituntut untuk memiliki kedisiplinan yang tinggi, terlebih selama
mengikuti 3-5 hari LDK. Beberapa peraturan yang pada umumnya diterapkan dalam LDK ialah :

 Selama pelaksanaan LDK, peserta harus hadir di tempat LDK tepat waktu,
 Kebersamaan ialah hal yang amat diperhatikan selama pelaksanaan LDK. Jika ada 1 peserta
saja yang tidak membawa air minum, saputangan, topi, ataupun atribut-atribut lainnya yang
telah ditetapkan, maka seluruh pesertalah yang akan menanggung hukumannya,
 Setiap peserta wajib mematuhi seluruh peraturan dan perintah yang diberikan oleh tim
pemberi LDK. Jika tidak, maka kepadanya akan diberikan hukuman, dan
 Kebersamaan juga diterapkan apabila ada salah satu peserta LDK yang melakukan
kesalahan
Hukuman dalam LDK Fisik biasanya berupa push-up untuk pria atau squat jump untuk wanita.
Jumlahnya tergantung perintah dari pemberi LDK.

LDK Mental[sunting | sunting sumber]


Untuk LDK Mental pada umumnya, materi yang diberikan secara garis besar ialah dalam bentuk
Penyuluhan Mental Kepemimpinan. Kegiatan yang biasa dilakukan dalam LDK Mental adalah :
Outbond / Kegiatan Alam, seperti :

 Hiking
 Menyeberangi sungai
 Mendaki bukit
 Menyusuri terassering / pematang sawah
Permainan-permainan yang memiliki nilai kepemimpinan, seperti :

 Memasukkan paku dalam botol dengan mata tertutup. Salah seorang yang lain memberikan
aba-aba agar paku tersebut masuk. Dibutuhkan kemampuan untuk menganalisis segala
macam kemungkinan dan kemampuan untuk memerintah secara hati-hati dan
terpertimbangkan agar bisa mencapai goal dari permainan ini yaitu memasukkan paku dalam
botol
 Bisik berantai. Dibutuhkan kemampuan sebagai pendengar sekaligus penyampai pesan yang
baik agar dapat menyampaikan pesan yang benar dari awal hingga akhir.
Pemberian materi kepemimpinan yang dibagi dalam beberapa sessi, seperti :

 Sesi Kepemimpinan : Penyuluhan mengenai karakter pemimpin yang benar.


 Sesi Komunikasi : Penyuluhan mengenai cara-cara berkomunikasi yang benar sebagai
layaknya seorang pemimpin.
 Sesi Problem Solving / Challange - Proses manajemen konflik : Penyuluhan mengenai cara-
cara seorang pemimpin memecahkan masalah secara efektif dan benar.
 Sesi Dinamika Kelompok : Berupa permainan.