Anda di halaman 1dari 2

1.

PENDAHULUAN
Organoklorin merupakan golongan pestisida yang bahan-bahannya diklasifikasikan
dalam empat kelompok, yaitu DDT (klorofenotan) dan analognya, benzene heksaklorida,
siklodiena, dan toksafen. Bahan tersebut memiliki senyawa aril, karbosiklik, atau heterosiklik
yang mengandung subtituen klorin. Masing-masing dapat diserap melalui kulit serta oleh inhalasi
atau asupan oral yang dapat mengakibatkan toksikasi pada manusia (Katzung, 2012). Organisasi
kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi sekitar 25 juta kasus keracunan
pestisida atau sekitar 68.493 kasus setiap hari . Beberapa kasus keracunan pestisida yang terjadi
di wilayah Indonesia yaitu pada tahun 1982. Bertempat di desa Plaeng, Jawa tengah keracunan
makanan terjadi akibat residu DDT yang masih ada pada makanan saat acara selamatan. Hal ini
mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Kemudian pada tahun 1985 di desa Cicadas Jawa
barat, warga yang kebanyakan anak-anak juga mengalami keracunan makanan yang tercemari
oleh pestisida DDT. Kejadian ini mengakibatkan 25 orang meninggal dunia (Salikin 2012).
Kedua kasus tersebut tidak tercatat bagaimana penanganan pertama yang dilakukan untuk
mengobati toksikasi yang terjadi pada warga yang keracunan pestisida golongan organoklorin.

2. TOKSIKOLOGI PADA MANUSIA

Secara kualitatif , sifat toksik akut semua pestisida organoklorin pada manusia adalah
serupa. Bahan-bahan tersebut mengganggu inaktivasi saluran natrium di membran peka
rangsang, dan menyebabkan lepas muatan yang berulang cepat pada sebagian besar neuron.
Transpor ion kalsium terhambat. Efek-efek ini memengaruhi repolarisasi dan meningkatkan
kepekaan neuron. Efek yang terutama adalah stimulasi susunan syaraf pusat (Katzung, 2012).
Pada kasus keracunan DDT, tremor mungkin merupakan manifestasi awal, kemudian
dapat berlanjut hingga terjadinya kejang. Sedangkan kejang merupakan tanda klinis umum
terjadinya toksikasi senyawa lain. Sementara ini belum ada pengobatan yang spesifik untuk
keadaan intoksikasi akut, dan penatalaksanaannya bersifat simtomatik (Katzung 2012).
3. PENANGANAN INTOKSIKASI
1. Kumbah lambung
2. Larutan MgSO4 30 gram
3. Fenobarbital 100-200 (IM)
4. Diazepam 5-10 mg (IV)
(Farmakologi UI, 2012)

4. KOMENTAR FARMASIS
1. Diperlukan tips mengurangi residu pestisida pada produk pertanian seperti memilih
sayuran dan buah dengan cermat
2. Saat memilih daging pisahkan lemak karena biasanya pestisida terakumulasi pada lemak
3. Sebelum makan sayur dan buah harus dicuci dengan air mengalir dan bersih
4. Buang bagian luar sayur dan kupas kulit buah sampai bersih
5. Apabila ada rasa tidak enak setelah mengkonsumsi makanan tertentu sampai terjadinya
mual muntah yang diduga gejala keracunan khususnya organoklorin, disarankan segera
dibawa ke rumah sakit agar dapat dilakukan tindakan penanganan awal dan lanjutan jika
diperlukan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Gunawan, gan sulista. Farmakologi dan terapi edisi 5. Departemen Farmakologi dan
terapetik FKUI.2012.
2. Katzung, Bertram G. Farmakologi Dasar dan Klinik vol.2. Salemba Medika. Jakarta.
2012.
3. Salikin, Karyawan A. Sistem Pertanian Berkelanjutan. Kanisius. Yogyakarta. 2011.