Anda di halaman 1dari 69

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang PKL / Magang


PT. PJB UP Cirata merupakan perusahaan yang bergerak khusus di bidang
jasa ketenagalistrikan, dimana telah terpasang 8 unit pembangkit dengan total
daya terpasang sebesar 1008 MW, masing - masing unit berkapasitas 126 MW.
PLTA Cirata berperan sebagai pemikul beban puncak (peak load) karena dapat
dengan cepat mengikuti perubahan beban tanpa mengorbankan efisiensi.
Suatu rotary equipment (turbin dan generator) yang bekerja secara terus
menerus membutuhkan sistem pendinginan agar tidak terjadi over temperature,
hal inilah yang dapat menyebabkan unit mengalami gangguan dan akhirnya unit
stop (trip). Pada PLTA Cirata terdapat 4 sistem pendinginan yaitu, Air Cooler
Generator,Oil Cooler Generator Thrust Bearing, Governor Oil Cooler, dan
Turbine Guide Bearing Oil Cooler. Untuk keempat sistem pendinginan tersebut
menggunakan air sebagai media pendinginannya, dan air tersebut didistribusikan
oleh Cooling Water Pump (CWP), yang diambil dari area pembuangan air
keluaran turbin (draft tube).
Dari peranan penting tiap sistem pendinginan tersebut maka diperlukan
kegiatan pemeliharaan untuk menjaga kinerja suatu sistem tetap dalam kondisi
optimumnya. Pemeliharaan sistem pendingin di PLTA Cirata dibagi menjadi 3
jenis, yaitu: Preventive Maintenance, Corrective Maintenance, dan Predictive
Maintenance.

1.2. Ruang Lingkup PKL / Magang


Kerja Praktik dilakukan di PT. PJB UP Cirata, mengenai komponen utama
dan komponen bantu pada PLTA Cirata serta beberapa kegiatan pemeliharaan
rutinnya. Secara khusus tugas yang kami kerjakan ialah mengamati proses
Preventive Maintenance pada Oil Cooler Generator Thrust Bearing unit 4 yang
meliputi perbaikan dan penggantian alat.

1
Ruang lingkup penulisan ini adalah proses kerja, pemeliharaan dam
penggantian Oil Cooler Generator Thrust Bearing unit 4 dengan mengabaikan
penghitungan sebelum dan sesudah penggantian Oil Cooler Generator Thrust
Bearing.

1.3. Tujuan dan Manfaat PKL / Magang


1.3.1. Tujuan PKL / Magang
a. Untuk mengetahui jenis - jenis, komponen, proses kerja dan prosedur
pemeliharaan pada sistem pendingin di PLTA Cirata.
b. Untuk memperoleh pengalaman kerja yang aplikatif di dunia industri,
terutama berkaitan dengan proses kerja serta pemeliharaan sistem
pendinginan yang belum didapatkan di kampus.

1.3.2. Manfaat PKL / Magang


Dari praktik kerja lapangan ini manfaat yang didapatkan adalah:
A. Mahasiswa
1. Menambah wawasan tentang PLTA Cirata, khususnya karakterisitik dan
prosedur pemeliharaan pada sistem pendinginan di PLTA Cirata.
2. Menambah pengalaman praktik serta meningkatkan sikap kerjasama tim dan
rasa bertanggung jawab saat bekerja di lapangan (unit).

B. Perusahaan
1. Sebagai bentuk kepedulian perusahaan pada bidang akademis khususnya
Perguruan Tinggi, sehingga diharapkan nantinya akan terjalin kerjasama
yang baik antara PT. PJB UP Cirata dengan Politeknik Negeri Jakarta.
2. Laporan ini diharapkan bisa menjadi bahan rujukan dalam rangka
meningkatkan kualitas serta kuantitas dari produk yang dihasilkan sekaligus
mendapatkan masukan apabila menemukan suatu potensi improvement.

2
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Singkat Perusahaan


PLN Proyek Induk Pembangkit Hidro Jawa Barat (PIKITDRO JABAR)
adalah unit PLN yang diserahi untuk menangani pembangunan pusat - pusat
listrik tenaga air di wilayah Jawa Barat. Salah satu diantaranya adalah proyek
PLTA Cirata yang dapat membangkitkan energi listrik rata-rata sebesar 1.428 juta
kilowatt jam per tahun. Untuk itu perlu dibangun sebuah bendungan tipe urugan
batu dengan permukaan berlapis beton sebagai bahan kedap air setinggi 125
meter, dengan ketinggian air maksimum 223 meter di atas permukaan laut.
PLTA Cirata merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, dengan bangunan
Power House 4 lantai di bawah tanah yang pengoperasiannya dikendalikan dari
ruang kontrol switch yard yang berjarak kurang lebih 2 km dari mesin – mesin
pembangkit. PLTA Cirata pertama kali dioperasikan pada tahun 1988, dikelola
oleh PLN (Persero) pembangkitan dan penyaluran listrik Jawa Barat (PLN KJB)
sektor Cirata. Pada tanggal 3 Oktober 1995 terjadi restrukturisasi di PLN
(Persero) yang mengakibatkan pembentukan dua anak perusahaan, yaitu PT PJB I
dan PT PJB II. Dengan perkembangan organisasi sejak tanggal 3 Oktober 2000,
PT PLN Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa - Bali II diubah menjadi PT. PJB UP
Cirata.

1) Tahap – Tahap Pembangunan Proyek PLTA Cirata Meliputi:


a) Survey pendahuluan dimulai pada tahun 1975
b) Studi kelayakan dilaksankan tahun 1980 – 1981
c) Studi analisa dampak lingkungan tahun 1981
d) Perencanaan terperinci dilaksanakan Februari 1981 – Oktober 1982
e) Tahap pembangunan.

3
2) Dampak Positif Pembangunan PLTA Cirata:
a) Menghasilkan listrik dengan daya terpasang 1.008 MW (Mega Watt) dan
energi per tahun 1.428 GWh (Giga Watt Hour), sehingga menambah daya
dan keandalan pada sistem kelistrikan
b) Menghemat bahan bakar minyak
c) Memacu perkembangan industri / perekonomian
d) Mengembangkan usaha perikanan dan pariwisata
e) Menyediakan lapangan kerja baru

3) Dampak Negatif Pembangunan PLTA Cirata:


a) Tergenangnya Lahan
Luas tanah yang diperlukan untuk daerah genangan kuang lebih 6.334 Ha
yang meliputi Kabupaten Bandung (38%), Kabupaten Cianjur (41%), dan
Kabupaten Purwakarta (21%). Selain itu masih diperlukan kurang lebih 629 Ha
tanah yang terletak di luar daerah untuk pembangunan konstruksi.

Tabel II-1 PERINCIAN TATA GUNA LAHAN DAERAH TERGENANG


No. Lahan Daerah Tergenang Luas
1. Tanah desa (perumahan) 219 Ha
2. Sawah 1.656 Ha
3. Ladang dan perkebunan 3.584 Ha
4. Kehutanan 689 Ha
5. Tanah Negara (jalan, sungai, dll) 186 Ha
Total 334 Ha

4
b) Pemindahan Penduduk
Pada dasarnya sasaran kebijakan pemindahan penduduk ialah
mengusahakan peningkatan kesejaheraan yang paling tidak mempertahankan taraf
kesejahteraan hidup yang sama dengan saat sebelum masyarakat dipindahkan.
Dampak negatif lain yang diperkirakan mempunyai potensi berkembang, sehingga
perlu dipantau / diamati:
a. Eksplosi gulma air.
b. Timbulnya berbagai penyakit karena adanya genangan air.
c. Meningkatnya erosi, sampah dan limbah kota yang menyebabkan
pencemaran.

2.1.1. Biaya Pembangunan


Pembangunan PLTA Cirata selain dibiayai langsung oleh Pemerintah
Indonesia melalui dana APBN dan Non APBN serta dana PLN juga mendapat
pinjaman dari luar negeri, yaitu : IBRD (International Bank for Recontruction and
Development), CDC (Commonth Wealth Development Cooperation), SC
(Supplier Credits) dan Pemerintahan Austria.

Tabel II-2 BIAYA PEMBANGUNAN PLTA CIRATA


Cirata I Cirata II
- $ 565.000.000,00 US - Rp 132.272.182.061,00,-
Dollars - SFR 997.291,00,- (nilai kontrak
dilaksanakan pada tahun 1993 dan
1994)
- NTD 207.993.845,00
- Yen 2.971.593.431

5
2.1.2. Data Teknis PLTA Cirata
Tabel II-3 DATA TEKNIS PADA PLTA CIRATA
WADUK
Elevasi muka air banjir, normal, rendah +223m; +220m; +205m
Luas waduk 62 km2
Isi waduk, isi efektif 2.165 juta m3, 796 m3
Daerah aliran sungai 4.119 km2
KAPASITAS PEMBANGKIT
Daya terpasang 1008 MW
Energi rata-rata per tahun ± 1428 GWH
Debit maksimum 1080 m3/detik
Tinggi jatuh efektif 112,5 m
BENDUNGAN
Urungan batu dengan permukaan
Tipe lapis beton sebagai bahan kedap
air
Tinggi, elevasi puncak 125 m; +225 mdpl
Panjang puncak 453,5 m
Isi tubuh bendungan 3,9 juta m3
BANGUNAN PELIMPAH
Urungan batu dengan permukaan
Tipe lapis beton sebagai bahan kedap
air
Diameter, kapasitas 10 m, 2.600 m3/detik
TEROWONGAN PENGELAK
Tipe, diameter Lingkaran; 10m
Panjang terowongan 1;2 732,1 m; 769,6m

TEROWONGAN TEKAN
Tipe, diameter Lingkaran; 8,40 m
Panjang terowongan 1;2 639,85 m; 639,95 m

6
TANGKI PENDATAR AIR
Tipe, jumlah Restricted orifice 4 buah
Diameter, tinggi 18,6 m; 82 m
PIPA PESAT
Jumlah 8 buah
Diameter; panjang 5,2 m; 201,84 m
RUMAH PEMBANGKIT
Bangunan bawah tanah dengan
Tipe
bentuk bulat telur
Lebar, tinggi 35 m; 49,5 m
Panjang (termasuk tahap II) 253 m
TURBIN
Tipe Francis dengan poros tegak
Jumlah 8 unit
Kapasitas 129.000 KW per unit
Putaran 187,5 rpm
Tinggi jauh efektif 112,5 m
Debit maksimum 135 m3/detik
GENERATOR
Jumlah 8 unit
Tipe Phase Synchronous
Kapasitas 140.000 KVA per unit
TRAVO UTAMA
Tipe 3x1 phase
Jumlah 4 unit
Kapasitas 280 A per unit

7
2.2 Kegiatan Operasional Perusahaan
Produksi dan sistem pengoperasian kegiatan usaha inti adalah pembangkit
tenaga listrik dengan total daya terpasang 1.008 MW, terdiri atas 8 unit
pembangkit dengan masing – masing berkapasitas 126 MW. PLTA Cirata mampu
memproduksi energi listrik rata-rata 1.427 GW per tahun yang kemudian
disalurkan melalui jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi 500 kV ke sistem
interkoneksi Jawa – Madura - Bali (JAMALI).

Tabel II-4 KAPASITAS DAYA TERPASANG PLTA CIRATA


MULAI
No UNIT PABRIK PEMBUAT KAPASITAS
OPERASI
1. PLTA VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 25 MEI 1988
#1
2. PLTA VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 29 PEB 1988
#2
3. PLTA VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 30 SEP 1988
#3
4. PLTA VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 10 AGS 1988
#4
5. PLTA VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 15 AGS 1997
#5
6. PLTA VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 15 AGS 1997
#6
7. PLTA VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 15 APR 1998
#7
8. PLTA VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 15 APR 1998
#8

8
Untuk menghasilkan energi listrik sebesar 1.428 GW dioperasikan delapan
unit dengan kapasitas masing - masing 129.000 kW dan putaran 187,5 rpm.
Adapun tinggi air jatuh efektif untuk memutar turbin 112,5 meter dengan debit air
maksimum 135 𝑚3 /sekon.
Mengoperasikan unit pembangkit Cirata dapat dilakukan dengan tiga mode
sistem pengoperasian,diantaranya:
1. Mode operasi local manual, yaitu sistem pengoperasian yang dilakukan
oleh operator secara manual dari panel unit kontrol Power House.
2. Mode operasi local automatic, yaitu sistem pengoperasian yang dilakukan
oleh operator secara otomatis dari panel unit kontrol Power House.
3. Mode operasi remote, yaitu sistem pengoperasian yang menggunakan
teknologi tinggi berbasis komputer dimana unit dioperasikan dari control
desk diruang kontrol switch yard yang berjarak 2 km dari lokasi pembangkit
listrik. Dalam mengoperasikan seluruh unit pembangkit listrik Cirata,
diutamakan mode operasi remote untuk mengoperasikan dan mengontrol
semua sistem, karena lebih efisien dan efektif. Namun demikian operator
dilokasi rumah pembangkit selalu siap (standby) dengan mode operasi local
auto maupun mode operasi local manual. Kinerja operasional PT PJB UP
Cirata beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa hasil avalaibility factor
dan forced outage rate di atas standar kelas dunia NERC EAF-89,59;
EFOR-4,46; SOFF-7,22

9
Gambar II-1 Water Way PLTA Cirata

Penjelasan Gambar II-1:


1. Dam, berfungsi sebagai penampung / reservoir dari beberapa sungai
sebelum air menuju intake.
2. Intake Gate, yaitu pintu masuknya air menuju head race. Terdapat dua jenis
gate, yakni maintenance gate (dipasang 42,5 m diatas head tunnel) yang
dioperasikan saat kegiatan maintenance dan service gate (dipasang 10,5 m
diatas head tunnel)yang dioperasikan saat keadaan darurat.
3. DCC (Dam Control Centre), yaitu pusat pengendali elevasi air pada dam.
4. Head Race Tunnel, yaitu tempat aliran air menuju penstock.
5. Surge Tank, yaitu pengaman pipa pesat apabila terjadi tekanan mendadak
atau tekanan kejut saat katup utama ditutup seketika.

10
6. Penstock, pipa yang mengubah energi potensial air menjadi energi kinetik
yang akan dialirkan menuju turbin.
7. Inlet Valve, yaitu katup utama yang berfungsi mengalirkan air menuju spiral
case.
8. Spiral Case, yaitu bagian turbin yang berfungsi membuat tekanan air sama
besar pada sisi in dan out.
9. Turbin, yaitu alat konversi energi yang mengubah energi kinetik air dari
penstock menjadi energi mekanik yang menggerakkan poros turbin.
10. Tail Race, yaitu pipa pembuangan yang mengalirkan air yang telah dipakai
untuk memutar turbin.
11. Draft Tube, yaitu pipa yang mengembalikan tekanan air yang tinggi ke
tekanan atmosfer.
12. Generator, yaitu alat konversi energi yang mengubah energi mekanik poros
turbin menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip GGL induksi.
13. Transformer, yaitu alat yang berfungsi menaikkan (step - up) atau
menurunkan (step - down) tegangan.
14. GITET (Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi), pusat transmisi dan
distribusi tegangan menuju jaringan JAMALI (Jawa, Madura, Bali).
15. SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi), jaringan penyalur energi
listrik dari GITET menuju konsumen.

11
Potensial Kinetik
(Waduk) (Penstock)

Listrik Mekanik
(Generator) (Turbin)

Gambar II-2 Proses Konversi Energi Pada PLTA

Penjelasan Gambar II-2:


Air dari bendungan memiliki ketinggian yang memanfaatkan energi
potensial untuk dialirkan menuju head race. Ketinggian air di head race
kemudian masuk menuju penstock sehingga energi potensial berubah menjadi
energi kinetik berupa kecepatan aliran air. Lalu, kecepatan aliran air tersebut
digunakan untuk memutar runner turbin sehingga terjadi perubahan energi, dari
energi kinetik menjadi energi mekanik berupa putaran pada poros turbin. Putaran
poros turbin yang di-coupling dengan poros generator inilah yang menghasilkan
energi listrik dari hasil eksitasi GGL induksi.

2.3 Struktur Organisasi Unit Pembangkitan Cirata


Organisasi PT. PJB UP Cirata sudah dibangun sejak 21 Oktober 1999 dan
mengalami perubahan mengikuti perkembangan organisasi di PLN PJB yang
fleksibel dan dinamis sehingga mampu menghadapi dan menyesuaikan situasi
bisnis yang selalu berubah. Perubahan yang mendasar dari unit pembangkit adalah
dipisahkannya fungsi operasional dan fungsi pemeliharaan sehingga unit
pembangkit menjadi organisasi yang lean and clean dan hanya mengoperasikan
untuk menghasilkan GWh.

12
General Manager

Manajer SDM &


Manajer Operasi Manajer Pemeliharaan Manager Engineering
Keuangan

SPV Rendal Op &


SPV Har Rendal SPV System Owner SPV SDM
Mgt Energi

SPV Hidrologi & SPV Teknologi


SPV Har Mesin SPV Keuangan
Efisiensi Owner

SPV Knowledge SPV Sekretariat,


SPV Produksi SPV Har KONIN
Owner Humas & CSR

SPV Pengadaan &


SPV Har Sipil Component Analyst
Kontrak Bisnis

SPV Kontrol & SPV Administrasi


SPV Kepatuhan
Kataloger Gudang

SPV Outtage
Management

SPV LK3
Gambar II-3 Bagan Susunan Jabatan PT.PJB UP Cirata

13
2.4 Deskripsi Kerja
1. Manager
General Manager merupakan salah satu fungsi dan jabatan yang ada di
setiap perusahaan. General Manager bertugas memimpin, mengelola dan
mengkoordinasikan semua hal yang berkaitan jalannya roda perusahaan.
2. Manager Operasi
Manager operasi bertanggung jawab untuk memastikan organisasi berjalan
dengan sebaik mungkin dalam memberikan pelayanan dan memenuhi harapan
para pelanggan dan klien dengan cara yang efektif dan efisien. Inti tugas manager
operasi ini adalah bagaimana membuat perusahaan bisa mendapat keuntungan
yang lebih banyak dengan biaya yang lebih rendah.
3. Manager Pemeliharaan
Manager pemeliharaan ialah orang yang memiliki tugas untuk mengawasi
pelaksanaan pekerjaan – pekerjaan pemeliharaan terhadap seluruh peralatan,
proses penggunaan alat sampai dengan utilitasnya.
4. Manager Engineering
Manager Engineering ini bertanggung jawab atas urusan teknis yang ada
dilapangan, memberikan cara - cara penyelesaian atas usul-usul perubahan desain
dari lapangan berdasarkan persetujuan pihak pemberi perintah kerja, sedemikian
rupa sehingga tidak menghambat kemajuan pelaksanaan di lapangan, serta
melakukan pengawasan terhadap hasil kerja apakah sesuai dengan dokumen
kontrak.
5. Manager SDM dan Administrasi
Manager SDM dan Administrasi ialah bagian yang mengurus menjamin
adanya Sumber Daya Manusia yang ada dalam suatu perusahaan dan mengurus
segala administrasi keluar dan masuk agar termanajemen dengan baik.
6. Manager Keuangan
Manager keuangan ini bertanggung jawab akan proses keluar masuknya
rekening atau uang perusahaan agar berlangsungnya kegiatan perusaan dan
termanajemen dengan baik.

14
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

3.1. Fungsi Utama Desalination Plant


Untuk mengubah air laut menjadi air tawar atau sistem penyulingan air laut
menjadi air tawar, dimana air destilat/air kondensasi yang dihasilkan untuk
keperluan supply air pengisi ke HRSG.

3.2. Cara Kerja Sistem


1. Kondisi Normal Operasi
Evaporator dibagi dalam sejumlah tingkat dan masing-masing tingkat terdiri
dari sebuah flash chamber dan sebuah condenser dalam kondisi normal operasi:
Air laut dipompakan dari water intake oleh DSWP (Desalination Sea Water Feed
Pump) ke unit desalination melalui seawater feed press CV terus ke seawater feed
flow CV. Lalu masuk tubes evaporator dan dari evaporator air laut dipanaskan di
brine heater hingga mencapai temperature tertentu (top brine temp.).
Supply uap yang berasal dari header HP steaam turbine. Setelah air laut
dipanaskan di brine heater masuk ke dalam flash chamber tingkat pertama, maka
air laut mulai terevaporasi (penguapan secara tiba-tiba) ketika air laut dimasukkan
ke ruangan dengan kondisi tekanan dibawah tekanan penuh dari air laut tersebut
secara tiba-tiba aliran laut yang sudah terkondensasi pada flash chamber tingkat
pertama mengalir melalui peralatan sealing antar tingkat (orifice) dan mengulang
flash evaporator di setiap tingkat dimana tekanan dikontrol relative lebih rendah
dari tingkat sebelumnya.
Uap panas yang dihasilkan di dalam setiap flash chamber/tingkat menguap
keatas dan menyentuh tube evaporator aliran air laut yang temperaturnya lebih
rendah (ambient air laut) maka uap panas tersebut akan terkondensasi.
Ketika pada proses penguapan mungkin menghasilkan butiran-butiran air
garam yang terbawa keatas, maka dipasang demister di lintasan uap untuk
menyaring butiran-butiran air garam yang terbawa oleh uap.

15
Dan hasil dari kondensasi dikumpulkan di dalam penampung distillate dan
mengalir ke bawah menuju ke tingkat berikutnya melalui saluran penghubung
distillate antar tingkat.
Aliran air laut yang sudah terkondensasi maupun distillate akan menuju
evaporator tingkat pertama. Untuk distillate di ambil pompa distillate memompa
ke tangki SWT (Service Water Tank) dan aliran air laut yang sudah terkonsentrasi
diambil oleh pompa blowdown di pompa dibuang ke laut dan sistem venting
terdiri atas ejector. Untuk mempertahankan kondisi vacuum di dalam evaporator
sambil menghilangkan gas-gas yang tidak terkondensasi yang dilepaskan air laut
yang terkumpul di evaporator.
Sebagian air laut yang disuplai ke desalination plant digunakan sebagai air
pendingin ejector condensor.

2. Kondisi Unit Stop


Untuk kondisi unit stop drain-drain evaporator di buka untuk menghindari
tumbuhnya kerang-kerang dan pengendapan/deposit.

3.3. Peralatan Utama Desalination Plant


Peralatan utama dari Desalination Plant terdiri dari :
1. Evaporator
Evaporator berfungsi untuk menghasilkan air kondensasi/destillate setelah
melalui proses pemanasan, penguapan dan kondensasi di Evaporator.

16
2. Brine Heater
Brine Heater berfungsi sebagai pemanas lanjut atas untuk memanaskan air
laut Evaporator hingga mencapai temperature tertentu (Top Brine
Temperature).

3. Ejector Condensor
Ejector Condensor berfungsi sebagai pengembun/penampung uap
bekas/jenuh dari Ejector dimana Ejector Condensor ini didinginkan air laut.

17
4. Drain Cooler
Drain Cooler berfungsi untuk mendinginkan air kondensasi Brine Heater
sebelum dialirkan ke Flash Box.

5. Pompa Distillate
Pompa Distillate berfungsi untuk memompa/mengalirkan air
kondensasi/distillate dari Evaporator ke tangki Service Water Tank.

18
6. Pompa Condensate
Pompa Condensate berfungsi untuk memompa/mengalirkan air kondensasi
dari uap pemanas yang disuplaikan ke dalam Brine Heater.

7. Pompa Brine Blowdown


Pompa Brine Heater berfungsi untuk memompa/mengalirkan air laut yang
sudah terkonsentrasi oleh penguapan di dalam sistem/Evaporator dibuang
(dump) ke laut.

19
8. Ejector
Ejector berfungsi untuk menghasilkan dan mempertahankan kondisi vacuum
di dalam Evaporator dan menghilangkan gas-gas yang tidak terkondensasi
yang dilepaskan oleh air laut.

9. Pompa Chemical Injection


Pompa Chemical Injection berfungsi untuk menginjeksi kimia untuk
treatment air laut, supaya tidak terjadinya deposit kerak pada tube-tube
pemindah panas di dalam Brine Heater dan Evaporator dan untuk
mengurangi terbentuknya buih-buih (foaming) pada aliran air air laut pada
saat proses Evaporation di dalam Flash Chamber.

20
10. Tangki Chemical
Tangki Chemical berfungsi untuk menampung/menyimpan bahan kimia
yaitu anti scale chemical, anti foam chemical dan air.

11. Valve-valve/Control Valve


a) Control Valve Brine Temperature
Valve ini berfungsi untuk menyuplai/mengatur panas yang masuk ke
Brine Heater untuk memanaskan air laut hingga mencapai temperatur
tertentu (Top Brine Temperature).
b) Control Valve Pressure Seawater Feed Pressure
Valve ini berfungsi untuk mensupply uap dari air laut ke pompa
dump.
c) Control Valve Seawater Feed Flow
Valve ini berfungsi untuk mengatur flow air laut yang masuk ke
Evaporator. Untuk mengatur supply/aliran air laut, panas yang masuk,
air distillate.
d) Control Valve Brine Level
Valve ini berfungsi untuk mengatur air laut yang dibuang sesudah
terkondensasi oleh penguapan.

21
e) Distilate Level Dump On-Line Control Valve
Valve ini berfungsi untuk mengatur air distillate yang dialirkan ke
Supply Water Pump (SWP) atau di dump jika melebihi conductivity
yang diizinkan/set.
f) Condensate Level Dump On-Line
Valve ini berfungsi untuk mengatur air condensate yang dialirkan ke
flash box atau di dump jika melebihi conductivity yang diizinkan/set.
g) Ejector Steam
Valve ini berfungsi untuk menyuplai/mengalirkan tekanan uap steam
untuk sistem Evaporator.
h) Vacuum Break
Valve ini berfungsi untuk membuang udara di Evaporator.
12. Pompa Ball Cleaning
Ball Cleaning berfungsi untuk membersihkan tube-tube pemindah panas
pada Evaporator dan Brine Heater selama plant operasi untuk
menghilangkan deposit kerak-kerak lunak dan lumpur pada tube.
Membersihkan tube-tube pemindah panas pada Evaporator dan Brine Heater
selama plant operasi pada Load Setter 65% atau flow seawater ± 300 m3/h,
untuk menghilangkan deposit kerak-kerak lunak dan lumpur pada tube.

22
3.4. Spesifikasi Peralatan Utama Desalination Plant
1. Evaporator
Flash Evaporator Module 2 (Sasakura Engineering)
Item No. : DP2 – E – 01 B
Shell Side Tube Side
Design Pressure : -1 & 1 -1 & 5 kg/cm2 G
o
Design Temperatur : 115 110 C
Hydrolic Test Press. : 1,5 7,5 kg/cm2 G
Surface Area per stage : 57,9 h2
Empty Weight : 30.000 kg
Year Built : FEB – 1993
MFD NO. : 021-0504
2. Brine Heater
Brine Heater (Sasakura Engineering)
Item No. : DP2 – E – 02
Shell Side Tube Side
Design Press. : -1 & 4 -1 & 5 kg/cm2
o
Design Temperature : 190 116 C
Hydrolic Test Press. : 6 7,5 kg/cm2 G
Surface Area : 127,5 m2
Empty Weight : 4000
Year Built : FEB – 1993
MFD NO. : 021-0504
3. Ejector Condensor
Ejector Condensor (Sasakura Engineering)
Item No. : DP1 – E – 03
Shell Side Tube Side
Inter After
Design Press. : -1 & 1 -1 & 1 5 kg/cm2 G
o
Design Temperature : 70 100 50 C

23
Hydrolic Test Press. : 1,5 1,5 7,5 kg/cm2 G
Surface Area : 15,5 m2
Empty Weight : 700 kg
Year Built : FEB – 1993
MFD NO. : 021-0504
4. Drain Cooler
Drain Cooler (Sasakura Engineering)
Item No. : DP2 – E – 04
Shell Side Tube Side
Design Press. : -1 & 6 5 kg/cm2 G
o
Design Temperature : 125 60 C
Hydrolic Test Press. : 9 7,5 kg/cm2 G
Surface Area : 14,7 m2
Empty Weight : 600 kg
Year Built : FEB – 1993
MFD NO. : 021-0504
5. Pompa Distillate
Distillate Motor (Fuji Electric)
3 Phase Induction Motor
Type : MLA 6186 B Frame : 180 L
Output : 15 kW Rating : Cont
Poles : 4 Insul : F
Hz : 50 Rotor : CAGE
Volt : 380 Rule : IEC 34–1 (1983)
Amp : 28 Conn : ∆
RPM : 1465 PF : 0,895
Distillate Pump (Torishima Pump)
Type & Size : CPC 80 – 400 No. : 2–2
Produk No. : P.752126 Speed : 1460 Min-1
Total Head : 38 m Driver : 15 kW

24
Capacity : 50 m3/h
6. Pompa Condensate
Condensate Motor (Fuji Electric)
3 Phase Induction Motor
Type : MLA 6115 B Frame : 112 M
Output : 3,7 kW Rating : Cont
Poles : 4 Insul : F
Hz : 50 Rotor : CAGE
Volt : 380 Rule : IEC 34 – 1 (1983)
Amp : 7,6 Conn : λ
RPM : 1415 PF : 0,87
Condensate Pump (Torishima Pump)
Type & Size : CPC 40 – 32e No. : 2–1
Produk No. : P.752134 Speed : 1440 Min-1
Total Head : 30 m Driver : 3,7 kW
Capacity : 8,9 m3/h
7. Pompa Brine Blowdown
Brine Blow Down Motor (Fuji Electric)
3 Phase Induction Motor
Type : MLA 6207 B Frame : 200 L
Output : 30 kW Rating : Cont.
Volt : 380 Amp. : 58
Hz : 50 RPM : 975
SEC V SEC A
Poles : 6 Rotor : CAGE
Insul : F Conn : ∆
PF : 0,85
Brine Blow Down Pump (Torishima Pump)
Type & Size : CPM 300x200 No. : 2–2
Produk No. : P.752118 Speed : 980 Min-1

25
Total Head : 20 M Driver : 30 kW
Capacity : 368 m3/h
8. Ejector
Ejector 1st Stage
Item No. : DP2 – EJ – 01
Design Pressure : -1 & 1 kg/cm2 G
Design Temperature : 70 oC
Hydolic Test Pressure : 1,5 kg/cm2 G
Driving Steam Pressure : 4,5 kg/cm2 G
Empty Weight : 100 kg
MFD No. : 021-0504
Year Built : FEB – 1993
Ejector 2nd Stage (Sasakura Engineering)
Item No. : DP2 – EJ – 02
Design Pressure : -1 & 1 kg/cm2 G
Design Temperature : 100 oC
Hydolic Test Press. : 1,5 kg/cm2 G
Driving Steam Press. : 4,5 kg/cm2 G
Empty Weight : 60 kg
MFD No. : 021-0504
Year Built : FEB – 1993
9. Pompa Chemical Injection
Chemical Injection Motor (Fuji Electric)
3 Phase Induction Motor
Type : MLA 6075 B Frame : 7 L
Output : 200 W Ratting : Cont
Poles : 4 Insul : F
Hz : 50 Rotor : CAGE
Volt : 380 Rule : IEC 34 – 1 (1983)
Amp : 0,69 Conn :

26
RPM : 1430 PF : 0,64
Chemical Injection Pump (Iwaki Metering Pump)
Model : AXJW-DL 15S6-02Es MFG NO. : 12511657
Max Flow : 0,177 l/m Hz : 50
Max Press. : 8 kgf/cm2 (1,0 MPa) SPM : 72
10. Tangki Chemical
Ø (Diameter) : 1250 x t3 Area
x x
A = ———— r2 = ———— x 12442
4 4
= 12148 cm2
11. Pompa Ball Cleaning
Ball Cleaning (Taprogge Japan)
Strainer Section Type “E1”
Equipment No. : DP1 – S – 02
Date Manufacture : 1992
Design Pressure : 6 kg/cm2 G
Design Temperature : 115 oC
Liquid : Hot Sea Water
Max Quantity of Flow : 360.000 kg/hr
MFG No. : K92/00/0600
Weight : 200 kgs
Ball Collector
Equipment No. : DP2 – S – 02
Type : CWRI 22
Design Pressure : 7 kg/cm2 G
Design Temperature : 115 oC
Year of MFG : 1992
MFG No. : K92/00/0600
Weight : 120 kgs

27
3.5. Desalination Plant Piping Diagram

3.6.

28
BAB IV
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

4.1. Pengoperasian Desalination Plant


4.1.1. Start Sistem
A. Persiapan Start
1. DSWP operasi.
2. Sumber listrik untuk motor-motor control instrument ready.
3. Supply uap untuk proses dan condensate system didesalt siap untuk
ditampung.
4. Semua swicth untuk control yang di off → di on.
5. Pemeriksaan visual secara umum diplant.
6. Pelumas-pelumas dan greas pada pompa-pompa motor harus ada,
posisi katup ready.
7. Katup-katup tangan pada sea water (line) distillate steam supply pada
posisi open.
8. Semua katup-katup dan udara control/semua Control Valve dan
Transmitter terbuka.
9. Semua vent-vent drain pada posisi tutup.
10. Semua injection kimia dibuka.
11. Siapkan campuran bahan kimia pada tank.
B. Prosedur Start
1. Select “Overview Display.”
2. Cursor mode → click mouse tekan 1 “enter” akan tampil mode
selection.
3. Cursor reset → tekan 1 “enter.”
4. Cursor “start” → tekan on (start) dan 1 “enter” maka;
5. Seawater pressure CV (GDK 01 AA003) → open.
6. Untuk seawater flow CV (GDK 01 AA003) → open.
a) Setelah seawater press CV (GDK 01 AA003) → open, dan

29
b) Seawater feed press (GDK 01 CP001) mencapai 0,5 kg/cm2.
7. Chemical (in) pump (GDN 13 AP001 atau GDN 14 AP001) operasi
(run).
a) Untuk berdasarkan : * waktu timer 300 sec dan seawater flow
(GDK 01 CF001) mencapai 130 m3/H.
8. Brine blowdown pump (GDR 02 AP001) operasi, untuk berdasarkan
brine level (GDG 20 CL014) = 80 % dan seawater flow (GDK 01
CF001) mencapai 130 m3/H.
9. Brine level CV (GDR 10 AA002) → open.
10. Ejector steam valve (GDH 31 AA001) → open.
a) Vacuum break valve (GDH 20 AA001) → close.
b) Dan ejector condenser cooling water flow (GDK 10 CF001)
mencapai 50 m3/H.
11. Brine temperature CV (GDT 01 AA002) → open.
Jika chemical injection pump (GDN 13 AP001/GDN 14 AP001) →
operasi.
a) Dan ejector steam valve (GDH 31 AA001) → open.
b) Dan evaporator pressure → -0,72 kg/cm2.
12. Distillate pump (GDK 21 AP001) → operasi.
Jika brine temperatur (GDK 04 CT001) → 65oC dan Distillate level
(GDD 20 CL012) → 80 %.
13. Distillate level CV (GDK 30 AA001 atau GDK 31 AA001) → open.
14. Condensate pump (GDT 10 AP001) → operasi.
Jika brine temperature CV (GDT 03 CT002) → open dan Condensate
level (GDT 03 CL002) → 80 %.
15. Condensate level CV (GDT 30 AA001 atau GDT 31 AA001) → open.
16. Start sudah finish tinggal memperhatikan conductivity (GDK 30
CO001).

30
4.1.2. Stop Sistem
A. Persiapan Stop
1. Lihat level tangki SWT sudah penuh.
2. Turunkan load setter sampai 56 %.
2. Prosedur Stop
1. Select “Overview Display.”
2. Cursor mode → click mouse tekan 1 “enter” akan tampil mode
selection.
3. Cursor “stop” → tekan 1 “enter.”
4. Cursor “reset” → tekan off (stop) atau 1 “enter.”
5. Maka brine temperature controller (GDK 04 CT001) akan
mengurangi/menurunkan temperature.
6. Condensate level controller (GDT 03 CL002) akan turun reduce SV.
7. Brine temperatur CV (GDT 01 AA002) akan menutup jika/setelah :
a) Brine temperatur control (GDK 04 CT001) sampai 50 oC, maka
b) Brine temperatur controller (GDK 04 CT001) sampai 50oC.
8. Brine temperatur (GDK 04 CT001) sampai 50oC, maka :
9. a) Seawater flow CV (GDK 01 AA002) → close.
b) Chemical injection pump (GDN 13 AP001) → stop.
10. Jika brine temperatur (GDK 04 CT001) sampai 50oC, maka :
a) Distillate level controller (GDG 20 CL012) akan mulai
menurun.
11. Seawater flow CV (GDK 01 AA002) → close.
12. Ejector steam valve (GDH 31 AA001) → close.
13. Brine level controller (GDG 20 CL014) reduce SV.
14. Seawater press CV (GDK 01 AA003) → close.
15. a) Brine blowdown pump (GDR 02 AP001) → stop.
b) Brine level CV (GDR 10 AA002) → close.
16. a) Condensate pump (GDT 10 AP001) → stop.

31
b) Condensate level CV (GDT 30 AA001) → close dan untuk CV
dump (GDT 31 AA001) → open.
6. a) Distillate pump (GDK 21 AP001) → stop.
b) Distillate CV (GDK 30 AA001) → close dan untuk CV dump
(GDK 31 AA001) → open.
Setelah distillate level (GDG 20 CL012) → 10 % atau timer 120
menit.
7. Finish desalination plant stop/shutdown.
4.2. Pemeliharaan Desalination Plant

4.3. Bentuk Kegiatan PKL / Magang


Kegiatan Kerja Praktik ini dilakukan pada PLTA Cirata, bidang
pemeliharaan mesin. Kegiatan yang dilakukan selama Kerja Praktik berlangsung
ialah melakukan praktik kerja sesuai dengan kemampuan, bidang, dan izin yang
diberikan pembimbing yakni pemeliharaan harian berupa Preventive
Maintenancedan Corrective Maintenance. Untuk Preventive Maintenance
dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Kegiatan Preventive Maintenance diantaranya adalah pemeliharaan Turbin
Pit, Air Cooler Generator,Cooling Water Pump dan pemanasan Genset pada
Crane Barge, Intake Gate, Dam Control Center (DCC) serta Genset utama Switch
Yard. Sedangkan untuk kegiatan Corrective Maintenance diantaranya adalah
penggantian pipa Shaft Seal yang bocor dan penambalan pada Combine Filter di
instalasi Cooling Water Pump (CWP).
Selama pelaksanaan Kerja Praktik, terdapat aturan-aturan diantaranya :
a. Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) yang terdiri dari safety shoes,
helmet, safety gloves dan ear plug.
b. Tidak diperkenankan melakukan suatu pekerjaan tanpa seizin dari
pembimbing.
c. Melakukan semua pekerjaan sesuai dengan IK (Instruksi Kerja).
d. Mengikuti semua kegiatan yang diadakan perusahaan.

32
4.4. Prosedur Kerja PKL / Magang
Laporan Kerja Praktik ini mengenai pelaksanaan kegiatan penggantian Oil
Cooler Generator Thrust Bearing Unit 4 PLTA Cirata yang dilaksanakan pada
tanggal 22 Juli 2016 pukul 19.00 sampai dengan 23 Juli pukul 04.00 WIB.
Penggantian Oil Cooler Generator Thrust Bearing ini merupakan kegiatan
pemeliharaan terencana berdasarkan jam operasi peralatan tersebut, yakni selama
4 tahun atau ± 35.000 jam. Hal ini tetap dilakukan meskipun tidak ada kerusakan
pada komponen – komponennya, atau dikenal dengan istilah Roll In - Roll Out.
Kegiatan ini dilakukan agar fungsi Oil Cooler Generator Thrust Bearing sebagai
salah satu sistem pendingin di PLTA Cirata beroperasi dengan kinerja yang lebih
baik.
Perawatan yang juga dilakukan terhadap bagian Oil Cooler Generator
Thrust Bearing dapat dilakukan dengan cara:
1. Preventive Maintenance yang dilakukan setiap minggu pada hari Senin
berupa pengecekan secara visual terhadap kobocoran dan kebersihan
instalasi. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan instruksi kerja IKC-17.2.1.40.
2. Perawatan terhadap tube adalah dengan membersihkan kotoran yang ada di
dalamnya. Metode pembersihannya yaitu dengan mekanik dan hidrolik yang
dilakukan dalam waktu enam bulan sekali yang juga disebut Condition
Based Maintenance (CBM) , diantaranya yaitu :
a. Pembersihan secara Mekanik

33
Dengan menyikat dinding dalam tube dengan Brush dan dibantu air
yang disemprotkan, namun metode ini beresiko menyebabkan
menipisnya bagian dalam Tube dan bisa menyebabkan kebocoran.
b. Pembersihan secara Hidrolik
Dengan menyemprotkan air berkecepatan tinggi (Water Jet) melalui
alat peyemprot dengan Nozzle khusus yang masuk ke dalam Tube.
Dalam hal ini sifat air yang dipakai tidak boleh Abrasive dan
penyemprotan tidak boleh dipancarkan pada satu tempat dalam waktu
yang cukup lama karena dapat terjadi erosi paksa pada dinding Tube.

Spesifikasi Oil Cooler GeneratorThrust Bearing pada PLTA Cirata adalah


sebagai berikut:

Tabel IV-1 SPESIFIKASI OIL COOLER GENERATOR THRUST BEARING


Type Shell & Tube
Water Flow 852 Liter/min
Oil Flow 1300 Liter/min
Oil Type Shell T68 CRT1
Generator
Oil Pressure 0,8 bar (self)
Thrust
Oil Inlet Temp. 46°C
Bearing
Oil Outlet Temp. 38°C
Maximum Oil Level 20 mm
Minimum Oil level - 20 mm
Bearing Temperature 65°C 68°C

Tabel IV-2 SPESIFIKASI PADA TUBE (FLUIDA DINGIN)


No Keterangan Ukuran / Jumlah /Jenis
1. Diameter luar (do) 3/8 [inch]
2. Diameter dalam (di) 9,5 [mm]
3. Pitch (PT) 13 [mm]
4. Jumlah Tube (NT) 556 buah

34
5. Fluida yang digunakan Air
6.. Flow air 1586,1 [l/min]
7. Jumlah passes (Np) 2 passes
8. Temperatur fluida masuk (t1) 28 oC
9. Temperatur fluida keluar (t2) 32 oC
10. Spesific heat capacity air 4,186 kJ/kg oC
11. Massa Jenis Air 1000 kg/m3

Penggantian Oil Cooler Generator Thrust Bearing dilakukan berdasarkan


intruksi kerja IKC-17.2.5.46. Berikut adalah tata caranya:

Tabel IV-3 PROSEDUR PENGGANTIAN OIL COOLER GENERATOR


No Langkah Kerja Dokumentasi

35
Sebelum melakukan
penggantian Oil Cooler
Generator Thrust Bearing ada
baiknya melakukan tahapan
persiapan. Diantaranya adalah
menyiapkan :
a. Surat Perintah Kerja (WO)
1 b. Surat Izin Kerja dan
intruksi Kerja (IK)
c. Alat Pelindung Diri (APD)
d. Peralatan kerja dan
material yang dibutuhkan

Gambar IV-1 IK Penggantian

Melapor kepada operator


untuk melakukan isolasi dan
pemblokiran pada katup
2 utama, katup In dan Out
instalasi Oil Cooler Generator
Thrust Bearing.

Gambar IV-2 Pelaporan ke operator

36
Lakukan Drain oli
menggunakan Press Pump,
kemudian Drain air yang ada
pada instalasi Oil Cooler
Generator Thrust Bearing.

Gambar IV-3 Pengedrainan oli menggunakan


press pump

Bongkar instalasi air Release.

Gambar IV-4 Instalasi air release


Lepaskan katup In dan Out
untuk Line air dan oli.

Gambar IV-5 Pembongkaran line air untuk Oil


Cooler Generator

37
Bongkar instalasi oli pada Oil
Cooler Generator Thrust
Bearing.

Gambar IV-6 Pembongkaran baut-baut pada


sambungan Oil Cooler Generator

Pemasangan Chain Block di


atas dan pada sisi samping
dinding Oil Cooler Generator
Thrust Bearing.
7

Gambar IV-7 Pemasangan chain block pada sisi


atas Oil Cooler Generator
Lakukan pengangkatan
menggunakan bantuan Slink
dan Chain Block kemudian
tempatkan Oil Cooler
Generator Thrust Bearing
8 lama di tempat yang aman.

Gambar IV-8 Pemasangan chain block dan Sling


Nylon pada badan Oil Cooler Generator sebelum
pengangkatannya.

38
Bersihkan sisi Flange Line oli
dan air supaya tidak ada
kebocoran setelah penggantian
Oil Cooler Generator Thrust
9 Bearing.

Gambar IV-9 Pembersihan sisi Flange

Pasang Oil Cooler Generator


Thrust Bearing yang baru
pada dudukannya.

10

Gambar IV-10 Pemasangan Oil Cooler


Generator Thrust bearing yang baru pada
dudukannya.
Kembali pasang katup Line air
pendingin dan Line oli pada
Oil Cooler Generator Thrust
Bearing.

11

Gambar IV-11 Pemasangan kembali line oli


pendingin ke dudukan awal.

39
Kemudian pasang instalasi air
Release.

12

Gambar IV-12 Instalasi Air Release

Setelahnya lakukan pengisian


oli Thrust Bearing hingga ke
level normal.

13

Gambar IV-13 Pengisian Oli kembali menuju Oil


Cooler GeneratorThrust bearing
Terakhir lakukan penormalan

14 air pada sistem pendinginan.

Lapor kepada operator bahwa

15 pekerjaan sudah selesai.

Tabel IV-4 MATERIAL PENGGANTIAN OIL COOLER GENERATOR

No. Material Consumable Satuan Jumlah


1. Oil cooler generator EA 2
2. Ampelas roll halus lbr 1
3. Majun kg 2
4. Paint and Gasket remover buah 1

40
5. Penetrating oil Can 1
6. Seal tape Can 3
7. Grease

Tabel IV-5 PERALATAN PENGGANTIAN OIL COOLER GENERATOR


No. Nama Alat Ukuran Jumlah
1. Chain Block 1 ton 6 buah
2. Kunci ring pukul 30 mm 2 buah
3. Kunci ring pukul 24 mm 2 buah
4. Kunci pas 24 mm 8 buah
5. Kunci pas ring 30 mm 4 buah
6. Kunci pas 17 mm 2 buah
7. Palu besi 2 kg 2 buah
8. Kunci inggris 2 buah
9. Kunci pipa 2 buah
10. Obeng + 2 buah
11. Sling nylon 60 buah
12. Sling baja 2 buah
13. Press pump + selang 1 buah
14. Triplek 8 buah
15. Sekap (KP) 2 buah
16. Vallet 2 buah
17 Drum oli 209 ltr 16 buah

4.3. Hasil Penggantian Oil Cooler Generator Thrust Bearing


Tabel IV-6 DATA OPERASI SEBELUM DAN SESUDAH PENGGANTIAN
Generator Thrust Bearing Oil Cooler
Waktu (WIB) Kamis, 21 Juli 2016 Sabtu, 23 Juli 2016
In : 46 oC In : 46 oC
14.00
Out : 38 oC Out : 36 oC

41
In : 46 oC In : 46 oC
18.00
Out : 39 oC Out : 36 oC
In : 46 oC In : 46 oC
20.00
Out : 39 oC Out :36 oC
Generator Thrust Bearing Segment
Waktu (WIB) Kamis, 21 Juli 2016 Sabtu, 23 Juli 2016
14.00 80 oC 76 oC
18.00 78 oC 78 oC
20.00 78 oC 77 oC

4.4. Kendala Kerja dan Pemecahannya


1. Kendala: Sulitnya pemindahan Oil Cooler Generator Thrust Bearing saat
penggantian, dikarenakan jarak letak pemasangan antara Oil Cooler dengan
Duplex Filter yang terlalu dekat.
Pemecahannya: Untuk kendala ini, solusi yang dilakukan yaitu proses
pemindahan Oil Cooler dengan sangat hati - hati dan sangat memperhatikan
jarak ruang terhadap Duplex Filter agar Oil Cooler tidak menabrak Duplex
Filter.
2. Kendala: Diameter salah satu lubang Flange yang tidak center dengan
lubang Flange yang lainnya.
Pemecahannya: Untuk kendala ini, solusi yang dilakukan yaitu pembesaran
diameter lubang Flange dengan cara di-reamer hingga diameternya sesuai
dengan diameter Flange lainnya sehingga baut dapat terpasang.

42
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
a. Sistem pendingin pada PLTA Cirata dibutuhkan untuk menjaga kestabilan
temperatur komponen saat berjalannya proses pembangkitan listrik.
b. Oil Cooler Generator Thrust Bearing merupakan sistem pendingin yang
berfungsi menjaga temperatur Generator Thrust Bearing Segment yang
menahan gaya aksial poros turbin dengan media pendingin air. Sumber air
pendingin pada Oil Cooler Generator Thrust Bearing bersumber dari Draft
Tube yang dipompakan oleh Cooling Water Pump.
c. Terdapat 3 jenis pemeliharaan di PLTA Cirata, yakni Preventive
Maintenance, Corrective Maintenance dan Predictive Maintenance.

43
d. Kegiatan penggantian Oil Cooler Generator Thrust Bearing dilakukan
berdasarkan jam operasi peralatan atau dikenal dengan istilah Roll In - Roll
Out.
e. Proses penggantian Oil Cooler Generator Thrust Bearing dilakukan
berdasarkan intruksi kerja IKC 17.2-05.46.
f. Dari data penggantian Oil Cooler Generator Thrust Bearing diketahui
bahwa nilai delta T di Oil Cooler sebelum penggantian rata - ratanya yaitu
o o
sebesar 7.33 C dan setelah penggantian nilai rata ratanya yaitu 10 C.
Berarti dapat dikatakan proses pertukaran panasnya lebih baik.
g. Sedangkan suhu rata rata pada Generator Thrust Bearing segment sebelum
penggantian sebesar 78o C dan setelah penggantian nilai rata - ratanya yaitu
77o C. Ini menandakan panas Generator Thrust Bearing segment dapat
berkurang.

5.2 Saran
a. Mempersiapkan alat pelindung diri dan tools yang akan digunakan agar
tidak menghambat proses kerja.
b. Menambah tempat penampungan oli supaya tidak ada ceceran oli di lantai.
c. Lebih berhati-hati dalam menggunakan chain block saat melakukan proses
pemindahan agar chain block tidak tersangkut pada instalasi lainnya.
d. Menambah peralatan seperti kipas atau blower agar sirkulasi udara menjadi
lancar sehingga dapat memperlancar proses pengerjaan

44
DAFTAR PUSTAKA

[1] Wright, Stephen.,“Norval Valve Perfomance”, Northvale Korting, 2009.


[2] Beasley, Albert Jr., “Fluid Power”, United State Navy, Navendra ,1990.
[3] Kern Donald Q., Process Heat Transfer, McGraw Hill Book Company,
1965.
[4] Bengtson, Harlan., “Double Pipe Heat Exhanger Design”, Engineer, Bright
Hub, 2010 http://www.brighthubengineering.com ; 18 Agustus 2016.
[5] _____; “Jenis – Jenis Alat Penukar Panas dan Tipe Aliran HE” Ilmu Institute,
Samudera, 2012, http://pelatihanguru.net/tag ; 18 agustus 2016.
[6] Dairany, Ilham, “Analisa Tegangan Theermal Desain Heat Exchanger Tipe
Shell And Tube Pada Binary Power Plant Berkapasitas 100 KW dengan
Software Finite Elemen Analysis (FEA)”, Digital Repository UNILA,
2014, http://digilib.unila.ac.id/5775/ ; 18 Agustus 2016
[7] Buku Panduan Expert PLTA Cirata.
[8] Database Laporan Operator Unit 4 PLTA Cirata.
[9] Intruksi Kerja PLTA Cirata.
[10] Dokumen Har Mesin PLTA Cirata

45
LAMPIRAN

LAMPIRAN 1. IK Penggantian Oil Cooler Generator Thrust Bearing

46
47
LAMPIRAN 2. Inside Drawing Oil Cooler Generator Thrust Bearing

48
LAMPIRAN 3. Outside Drawing Oil Cooler Generator Thrust Bearing

49
LAMPIRAN 4. Data Record Oil Cooler Sebelum Penggantian (Kamis, 21 Juli 2016)

50
51
LAMPIRAN 5. Data Record Oil Cooler Sesudah Penggantian (Sabtu, 23 Juli 2016)

52
53
LAMPIRAN 6. Spesifikasi Retubing Oil Cooler Generator Thrust Bearing

54
LAMPIRAN 7. Sertifikat Material Retubing Oil Cooler Generator Thrust
Bearing

55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
49