Anda di halaman 1dari 3

KATA SAMBUTAN

DALAM RANGKA PELATIHAN KONSELING DAN TES HIV UNTUK PETUGAS DI FASILITAS
PELAYANAN KESEHATAN
Program Dukungan GF AIDS NFMc Tahun 2018
Indonesia HIV Respons : Eliminating the AIDS Epidemic in Indonesia By 2030
Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, 14 – 16 Agustus 2018

BISMILLAHIRRAHMANNIRRAHIM ASSALAMUALAIKUM WR.WB

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT, atas berkat Rahmat & Hidayah-NYA kita dapat
berkumpul di tempat yang berbahagia ini, selanjutnya tak lupa kita sampaikan salawat dan salam pada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta sahabat beliau yang telah membawa kita dari alam
kebodohan, ke alam yang penuh dengan Ilmu pengetahuan ini
 Yang terhormat Para narasumber :
- Bapak Suparman Lisda, SKM. M.Kes (Konselor Klinik VCT RSUDZA)
- Ibu dr. Cut Yuniati (Dokter Konselor Klinik VCT RSUDZA)
- Dede Riswandi, Amd. AK, SKM (Staff LABKESDA Aceh)
- Wahyudi, AMK (ADMIN SIHA Puskesmas Kuta Alam)
 Yang terhormat Ibu Desvita,SKM.M.Kes Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh
 Yang terhormat Pengelola Program HIV/Aids Dinas Kesehatan Aceh
 Yang terhormat Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh
 Yang terhormat Pengelola Program HIV/Aids Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh
 Serta para Para Peserta Pelatihan konseling dan tes hiv untuk petugas di fasilitas pelayanan kesehatan

Pertama- tama kami ucapkan Selamat Datang dan terima kasih kepada seluruh Peserta yang hadir pada
kegiatan ini.
I. Latar Belakang

Kasus HIV/Aids pertama kali ditemukan di Indonesia pada April 1987, kasus AIDS Warga
Negara Belanda (EH) di RS. Sanglah, Denpasar, Bali. Kasur dan peralatan dibakar oleh RS dan kasus
ini menarik perhatian media. Kehadiran HIV tidak bisa diredam. Indonesia menjadi negara ke 13
yang melaporkan kasus AIDS. Penelitian di Psikologi Sosial, UI mengenai HIV/AIDS. Hingga akhir
1987, ada enam orang yang didiagnosis HIV positif, dua di antara mereka mengidap AIDS.
Kasus HIV / Aids pertama kali ditemukan di Kota Banda Aceh pada tahun 2008 dengan
diangnosa Aids sebanyak 2 kasus dan telah meninggal dunia. Sampai dengan bulan Desember 2017
kasus yang ditemukan di Kota Banda Sebanyak 74 kasus terdiri dari 43 kasus HIV dan 31 kasus
Aids.
Kota Banda Aceh menempati urutan kedua kabupaten/kota dengan kasus HIV/Aids yang
tertinggi setelah Aceh Utara pada rekapitulasi temuan kasus tahun 2017, ada kemungkinan terjadi
penambahan kasus pada tahun 2018 ini. Khusus untuk tahun 2018 dari Januari s/d Juli 2018
penambahan kasus yang dilaporkan sebanyak 8 kasus terdiri dari HIV 6 dan Aids 2 Kasus.
Untuk penaggulangan kasus Infeksi Menular Seksual, Klinik IMS pertama sekali diresmikan
pada tahun 2013 di Puskesmas Kuta Alam dengan nama Klinik Smile, sedangkan untuk puskesmas
lainnya pada tahun 2014 telah dilatih sebanyak 5 puskesmas tambahan yang diharapkan akan
membuka klinik layanan IMS yaitu : Puskesmas Baiturrahman, Puskesmas Kopelma Darussalam,
Puskesmas Meuraxa, Puskesmas Jeulingke dan Puskesmas Batoh.
Berikut Klinik yang sudah terbentuk di Puskesmas Kota Banda Aceh, yaitu :
1. Klinik IMS & VCT Puskemas Kuta Alam : Klinik Smile
2. Klinik IMS Puskesmas Batoh : Klinik Edelweis
3. Klinik IMS Puskesmas Meuraxa : Klinik Happy
4. Klinik IMS Puskesmas Kopelma : Klinik Geutanyo

1
II. Tujuan dan sasaran
Tujuan : Melatih petugas puskesmas agar dapat melakukan inisiatif pemeriksaan screening
test
HIV pada setiap orang yang beresiko terinfeksi HIV sesuai dengan PERMENKES RI
Nomor 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal pada SPM ke 12.

Sasaran : 1. Untuk memperkuat jaringan koordinasi lintas program dan lintas terkait lainnya.

2. Untuk mendukung tercapainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) terbaru sesuai


dengan PERMENKES RI Nomor 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan pada SPM ke 12 yaitu “ Setiap orang beresiko
terinfeksi HIV (ibu hamil, Pasien TB, pasien IMS, waria/transgender, pengguna
napza, dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan) mendapatkan pemeriksaan
HIV sesuai standar”.

III. Proses
 Pelatihan dalam bentuk pemaparan materi dan diskusi kelompok serta role play.

IV. Peserta
Peserta sebanyak 30 yang terdiri dari :
Dokter
Spesialis Petugas
/ Umum / Admin /
No Peserta Perawat / Petugas Record Jumlah
Bidan Laboratorium Report Orang
sebagai (RR)
Konselor
1 Puskesmas Baiturrahman 1 1 1 3
2 Puskesmas Ule Kareng 1 1 1 3
3 Puskesmas Lampaseh 1 1 1 3
5 Puskesmas Banda Raya 1 1 - 2
7 Puskesmas Lampulo 1 1 - 2
4 Puskesmas Jelingke 1 - - 1
6 Puskesmas Jaya Baru 1 - - 1
8 BKPM 1 1 1 3
9 RUMKIT KESDAM 1 1 1 3
10 RSU Ibu dan Anak 1 1 1 3
11 RS Harapan Bunda 1 1 1 3
12 Dinas Kesehatan Kota 3 - - 3
T O TAL 14 9 7 30

2
Untuk peserta dari puskesmas tidak semua diundang dikarenakan terbatasnya anggaran yang
di support oleh Global Found, jadi hanya puskesmas yang petugas terjadi pergantian dari yang lama
ke yang baru karena sesuatu dan lain agar program ini dapat berjalan dengan baik.
Untuk peserta dari rumah sakit yang dipilih adalah rumah sakit daerah yang sudah otomatis
menjadi layanan dibawah Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dan Rumah Sakit swasta yang telah
melakukan MoU/ ikatan perjanjian dengan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh untuk melaksanakan
program penanggulangan penyakit menular.

V. Penutup
Demikian, dengan mengucapkan Bismilallahirrahmanirrahim Pelatihan Konseling dan Tes HIV Di
Kota Banda Aceh Tahun 2018 SAYA NYATAKAN DIBUKA,
Wabillahi Taufiq wal Hidayah Ass.Wr.Wb