Anda di halaman 1dari 20

contoh motivasi menjadi anggota BEM

MAR 18

Posted by diffa95
Semua orang pasti mempunyai harapan dan cita-cita bagaimana sebuah kehidupan yang baik.
Mahasiswa adalah orang yang terdaftar di perguruan tinggi (akademik, institut, universitas),
mengikuti semester berjalan dan tentunya memiliki kartu mahasiswa untuk pembuktian. Ini
pengertian secara administratif. Menurut Sarwono (1978) mahasiswa adalah setiap orang yang
secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi.
Perlukah mahasiswa mengikuti organisasi di tempatnya study?
Bagaimana peran organisasi dalam menumbuhkan karakter dan kepribadian mahasiswa?
Menjadi seorang mahasiswa bukanlah hal mudah, namun bisa dipermudah jika kita berusaha
untuk menjalaninya dengan baik. Caranya, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai
mahasiswa dengan semestinya. Menjadi mahasiswa jangan hanya sebatas mahasiswa biasa.
Kita harus mengikuti arus pergaulan kampus, tentunya pergaulan yang memberikan dampak
positif bagi perkuliahan kita.
Di kampus, kita harus bisa membiasakan diri untuk menunjukkan rasa sosial yang tinggi. Itu
semua bisa diwujudkan dengan bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada di kampus.
Disana kita bisa menunjukkan bahwa kita mampu memberikan dampak yang baik di lingkungan
kampus. Kita harusnya bisa menjadi contoh bagi rekan-rekan kita yang lain maupun junior
yang akan bergabung nantinya.
Organisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan mahasiswa yang menimba
ilmu di kampus. Organisasi sebetulnya sangat penting untuk kebaikan kita sebagai mahasiswa,
namun kesadaran berorganisasi itu sangat minim dewasa ini. Sudah semakin berkurang
tampaknya mahasiswa yang berminat untuk bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada
di kampus. Padahal, dengan berorganisasi kita mampu menemukan jati diri kita sesungguhnya
sebagai kaum intelektual. Tidak hanya sekedar duduk dan mendengarkan dosen memberi
perkuliahan, tetapi kita juga bisa merasakan kepuasan menjadi seorang pemimpin pada
sebuah organisasi.
Dalam berorganisasi, kita bisa mengenal dunia kampus lebih luas. Misalnya, kita adalah
seorang mahasiswa yang tidak terbiasa dengan pidato ataupun sering gugup ketika berbicara di
depan orang ramai, dengan berorganisasi kita akan dibina untuk hal itu. Setidaknya, keluar
dari organisasi tersebut kita mampu untuk berbicara secara terbuka di depan orang banyak.
Aspek utama yang harus kita miliki dalam berorganisasi yaitu mental. Jika kita sudah punya
mental untuk berlabuh pada sebuah organisasi, maka akan mudah bagi kita untuk melanjutkan
perjalanan selanjutnya. Setelah itu barulah kita melaksanakan pembinaan dalam organisasi
tersebut dengan baik. Berbeda dengan orang yang tidak pernah berorganisasi, jangankan
untuk berbicara di depan orang ramai, berdiskusi dengan ruang lingkup yang kecilpun tidak
sanggup rasanya untuk berpendapat.
Betapa pentingnya organisasi tidak mampu kita ukur secara formal, namun bisa kita rasakan
dengan perasaan. Dahulunya kita hanyalah seorang yang pendiam dan jarang bergaul, setelah
mencoba untuk berorganisasi maka kita bisa untuk mengeluarkan pendapat dan berbicara
dengan tenang. Kita tidak lagi merasakan gugup atau gemetar melihat kumpulan orang yang
akan mendengar apa yang akan kita ucapkan.
Bagi mahasiswa yang belum menemukan jati dirinya sebagai
seorang mahasiswa, maka berusahalah untuk bergabung dengan
organisasi yang ada di kampus. Semua itu akan berguna untuk
kelangsungan perkuliahan dan mampu menjalin persahabatan
antara sesama mahasiswa di kampus. Janganlah menjadi
mahasiswa seperti batu yang terselip dalam pondasi, yang hanya
bertahan pada satu tempat berdiam. Sama halnya dengan
mahasiswa yang hanya duduk di bangku kuliah tanpa memberikan
umpan balik dalam perkuliahan.
Mungkin kita sering mendengar istilah “mahasiswa kupu-kupu”
yang artinya mahasiswa tersebut hanya datang untuk perkuliahan
semata. Sementara untuk informasi lainnya yang ada di kampus
tidak ia hiraukan jika tidak ada sangkut pautnya dengan mata
kuliah. Sebaiknya, kita jangan mencontoh mahasiswa yang
demikian. Hendaknya kita bisa menjadi mahasiswa sejati dan
mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan kita dengan
berorganisasi di kampus.
Sebagaimana yang kita ketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
adalah suatu Lembaga Tertinggi dalam organisasi kemahasiswaan.
Fungsi dari BEM itu sendiri adalah sebagai media penyaluran
aspirasi, dan prestasi yang membawahi segala organisasi yang ada
di Jurusan Keperawatan Kesehatan. Atau dapat dikatakan, bahwa
BEM adalah DPRnya mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas
Kedokteran dan Ilmu – Ilmu Kesehatan.
Salah satu motivasi terbesar saya untuk mencalonkan diri dalam
pemilihan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) adalah untuk
mengasah kemampuan kepemimpinan (leadership), bekerja sama
dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama, dan
berusaha dengan rekan – rekan yang lainnya untuk bersama-sama
memajukan dan meningkatkan kualitas Jurusan Keperawan serta
mampu bekerjasama dalam pengembangan dan penerapan ipteks
keperawatan pada tingkat lokal, nasional dan internasional.
Minat saya terhadap kepengurusan BEM KMJK UNSOED adalah
pada Kementrian Luar Negeri dan Biro Sosial Masyarakat.
Kementerian luar negeri ini bertanggung jawab untuk menjalin
hubungan yang baik dengan pihak eksternal kampus meliputi
alumni, perguruan tinggi lain, tokoh masyarakat, tokoh
pemerintahan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan media
terkait lainnya. Departemen ini memiliki peran penting dalam
membawa nama baik Mahasiswa ke lingkungan luar kampus
sehingga dapat mencari dan membangun jaringan komunikasi di
kalangan luar BEM Provisi demi menjaga konsistensi citra BEM
KMJK UNSOED. Selain itu juga kementrian luar negeri melakukan
koordinasi dan konsolidasi tentang kebijakan luar negeri serta
mempertanggungjawabkan semua kegiatan kepada Presiden BEM.
Biro Sosial Masyarakat bertugas melaksanakan kegiatan sosial yang
berhubungan dengan kesehatan baik internal maupun eksternal,
memfasilitasi mahasiswa keperawatan sebagai upaya peningkatan
kepedulian sosial dan konstribusi mahasiswa terhadap lingkungan
sosialnya, mempertanggungjawabkan semua kegiatan kepada
kementeri dalam negeri dan Presiden BEM, berkoordinasi kepada
kementerian luar negeri.
Besar sekali harapan saya untuk bisa ikut serta dan berkontribusi
dalam memperbaiki kinerja BEM KMJK yang keliru, melengkapi
segala kekurangan di BEM KMJK, dan ikut serta dalam
mengembangkan kinerja positif BEM KMJK Universitas Jenderal
Soedirman. Kesungguhan saya untuk ikut serta berkontribusi
untuk kemajuan BEM KMJK tidak cukup hanya dituliskan dalam
essay ini. Terimakasih atas perhatian dan waktunya untuk
membaca essay ini. Mohon maaf atas segala kekurangannya.
Salam Sukses……

Purwokerto, 25 Desember 2013


Homat saya

Doni Fitri Firdaus


G1D013077
esai masuk BEM
CURRICULUM VITAE (CV)

Nama Lengkap : Kartika Nuraini


Nama Panggilan : Tika
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
TTL : Jakarta Selatan, 16 Juli 1991
Alamat Asal : Jl. Bukit Wato-wato blok DIII/2 Perum bukit Permata Puri, Ngalian Semarang
Alamat Kost : -
Golongan darah : B
Hobi : Membaca, dan nonton film korea
Pengalaman Organisasi : OSIS / MPK, Buku Tahunan, LKIR, Mading, MAZE
Prestasi : - Juara I lomba mewarnai tingkat SD
- Juara II lomba menyanyi HUT RI 50
- Juara I lomba rancang bangun KIR
- Juara III lomba debat Bahasa Inggris SMA
Motto Hidup : Dunia akam lemah pada orang yang keras pada kehidupan, maka sebaliknya dunia akan
keras pada orang yang lemah.
No Telp / HP : 024-7628862 / 085648350012
E-mail : carson_whitemoon@rocketmail.com

Deskripsi tentang profil diri :


Nama Lengkap saya Kartika Nuraini, dan biasa dipanggil Tika. Saya lahir di Jakarta Selatan pada hari
Selasa tanggal 16 Juli tahun 1991. Saat ini saya bertempat tinggal di Jl. Bukit Wato-wato blok D.III no. 2
Perumahan Bukit Permata Puri, Kecamatan Ngalian, Semarang. Golongan darah saya B dan saya
beragama Islam sejak lahir, begitu pula dengan kedua orang tua saya
5 Alasan Mengapa Harus Berorganisasi
IN MANAJEMEN DIRI ORGANISASI - ON RABU, JANUARI 19, 2011 - 11 COMMENTS

Artikel ini saya tujukan untuk para mahasiswa yang sedang berjuang dalam aktivitas di organisasinya,

mereka yang akan menempuh jalan aktivis, para calon mahasiswa yang akan merenda kehidupan

kampus dan sahabat-sahabatku yang tertarik dengan dunia organisasi.

Hidup mahasiswa!

Ya, pekikan itu yang pertama menggema dalam kehidupan mahasiswa saya. Kalau bicara soal aktivis

wuih pasti berat ya. Karena saya juga baru 1 tahun makan bangku kampus dan sedikit sekali

pengalaman organisasi. Tapi saya tergugah dengan 2 orang teman yang bertanya, “Kasih gue alasan

kenapa harus masuk organisasi...” atau kurang lebih seperti itu lah. Menarik, sampai saya bisa-bisanya

menulis prolog gak jelas seperti di atas. Saya jadi teringat buku berjudul Agar Ngampus Tak Sekadar

Status yang ditulis oleh Robi’ah al-Adawiyah dan Hatta Syamsuddin. Buku itu membahas seperti apa

dan harus seperti apa mahasiswa itu.

Oke, karena saya diminta kasih alasan, saya akan rangkum dari buku tersebut dan pengalaman saya

yang secuil beberapa alasan utama mengapa kita harus berorganisasi. Baik itu saat kuliah atau tidak.

Let’s check it out!

1. Menambah teman, cari pengalaman, belajar berorganisasi, mengisi waktu

Ini jawaban paling banyak orang kalau ditanya mengapa memilih masuk dalam sebuah organisasi.

Sekilas tidak ada yang salah. Tapi apa cuma itu saja? Kalau cuma segitu berarti biasa saja dong.

2. Memberi sebanyak-banyaknya manfaat bagi orang lain

Nah, ini alasan yang benar-benar visioner. Mengapa? Bayangkan saja, orang dengan jawaban seperti ini

sadar akan potensi-potensinya. Bahwa dalam diri tiap manusia ada raksasa tidur yang akan bermanfaat

dengan melakukan aktivitas-aktivitas. Dengan memilih jalan organisasi, membuka pintu kita untuk tahu

kekurangan dan kelebihan kita untuk selanjutnya kita optimalkan demi kebermanfaatan orang.
Karena saya tahu siapa saya dan saya tahu apa manfaat yang saya dapatkan. Jadi
orang biasa sudah banyak! Saya ingin menjadi extra ordinary person yang bisa
memberi manfaat untuk orang lain dan dengan beraktivitas, maka akan tergali
potensi diri

Wah, dalam ya. Coba perhatikan lagi alasan-alasan di bawah.

3. Aktif di kampus itu panggilan jiwa, mempertahankan idealisme

Saya merasakannya. Saat sedang lemah dan ingin berhenti berorganisasi, saya seolah terpanggil untuk

terus berpartisipasi lagi dan lagi. Ada juga orang yang tetap di organisasi tersebut untuk

memperjuangkan sesuatu yang dianggapnya benar. Nanti kita akan bahas masalah panggilan jiwa

organisasi ini.

4. Optimalisasi masa studi

Lama kuliah di UI maksimal 6 tahun. Ukuran normal seorang calon sarjana 4 tahun. Bayangkan jika

dalam jangka waktu tersebut kita tidak melakukan apapun kecuali kuliah... ‘kunang-kunang’ dan

‘kupu-kupu’ akan bertebaran di mana-mana. Banyak teman saya seperti ini. Saya tidak mau mendebat.

Saya hanya ingin menyampaikan perkataan orang bijak, “Barangsiapa tidak disibukkan oleh kebaikkan,

maka dia akan disibukkan oleh keburukan.”

5. Mengubah cara berpikir

Banyak yang merasa hidupnya berubah setelah banyak bergaul dengan orang-orang yang produktif dan

bergabung dengan organisasi yang bermanfaat. Di antara mereka menyatakan cara berpikirnya berubah

saat mengikuti beragam aktivitas kemahasiswaan. Hatinya tergerak untuk berperan dalam gerakan

moral. Dan kepekaannya semakin terasah. Betapa banyak orang yang tidak beruntung bukan karena

tidak bisa berorganisasi, tapi karena mereka tidak mau berorganisasi. Pahamilah sobat, pilihan apapun

adalah pilihanmu! Anda bebas menentukan.


Hemm, serius banget ya. Memang, harusnya semangat Anda tergedor untuk bergerak sekarang juga

menentukan organisasi mana yang terbaik buat Anda. Percaya deh, dimanapun Anda berkontribusi,

Anda akan mendapatkan manfaat yang luar biasa banyak dibanding kontribusi yang Anda berikan.
Contoh Esai Magang BEM: “Alasan Mengapa Anda Harus
Menerima Saya”
Haiiii semua :D

Maaf nih udah lama banget nggak bikin postingan baru. Soalnya habis UN kemarin kena hawa deg-
degan pengumuman SNMPTN 2014. Alhamdulillah bisa lolos SNMPTN pilihan pertama di Fakultas
Hukum Universitas Airlangga :) Habis pengumuman itu sibuk registrasi-cari kos-PPKMB-kuliah-
UTS. Dan sekarang ini masih UTs lho, loh kok malah nulis? terserah aku lah :p

Oke, kali ini aku pengen berbagi contoh esai untuk magang, kalau yang ini sih magang di BEM KM
Universitas Airlangga. Esai ini aku buat waktu mengikuti seleksei magang BEM KM UNAIR bulan
lalu. Masih nunggu pengumuman nih, doakan ya :3 Untuk esainya, apabila banyak kekurangan,
tolong masukannya ya, maklum masih belajar.. hhehe

“Alasan Mengapa Anda Harus Menerima Saya”


oleh:
Disca Betty Viviansari

Perkenalkan, nama saya Disca Betty Viviansari. Saya lahir di Bumi Bung Karno,
Blitar, pada tanggal 12 Januari 1996 sebagai anak ketiga dari empat bersaudara. Saya
tinggal dan dibesarkan di kota terkecil kedua di Jawa Timur, Blitar, kota kecil yang dikenal
dengan potensi pariwisata sejarah dan Bung Karno nya. Tepat diusia 18 tahun ini saya
memutuskan untuk menjadi “anak rantau” karena sekarang saya adalah bagian dari
keluarga besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga.
Masa awal di SMA saya memutuskan mengikuti ektrakurikuler pramuka, takmir
mushola sekolah, dan jurnalistik. Selain itu saya tergabung di kepengurusan OSIS SMA
Negeri 1 Blitar dalam Divisi ketuhanan YME Subdivisi Agama Islam. Di luar sekolah saya
aktif dalam Pramuka Kwartir Cabang Kota Blitar, Brigade Penolong 1331, dan komunitas
pemuda di kota saya. Saat kenaikan kelas XI sekolah menjuruskan dan memasukkan
saya ke dalam kelas IPA. Sejak dulu saya ingin masuk ke kelas IPS karena di perguruan
tinggi nanti saya ingin melanjutkan ke program studi ilmu hukum atau ilmu politik.
Seketika itu juga saya segera mengurus perpindahan jurusan ke IPS melalui wakil kepala
sekolah. Sikap yang saya ambil ini menarik beberapa guru untuk mendekati dan
memastikan kebenaran keputusan saya. Mereka heran kenapa saya lebih memilih
jurusan IPS ketika teman-teman saya ingin menjadi dokter, sarjana teknik, dan
sebagainya. Dalam proses perpindahan jurusan itu, salah satu guru pembimbing
olimpiade yang melihat potensi saya segera menarik saya untuk masuk ke kelas
Olimpiade. Padahal saat itu pendaftaran kelas olimpiade belum dibuka, tetapi saya telah
terdaftar dalam siswa kelas olimpiade dan lolos tanpa seleksi (teman-teman saya harus
seleksi dulu untuk masuk kelas olimpiade).
Selama di jenjang SD, SMP, dan SMA saya sering mendapat amanah untuk
menjadi delegasi sekolah atau kota di kegiatan dan perlomban-perlombaan, aktif dalam
kepengurusan kelas, OSIS, dan kegiatan ektrakurikuler di sekolah. Memiliki banyak
kegiatan tidak membuat saya lupa dengan tanggung jawab sebagai pelajar, saya selalu
masuk setidaknya dalam 10 besar terbaik kelas. Saya sangat menyukai kegiatan
menulis, presentasi, debat, dan mengerjakan hal-hal yang perlu analisis dan pemikiran
mendalam. Saya adalah tipe orang yang belajar melalui tampilan visual dan kinestetik
yang menyukai alam, karena itu saya tidak suka bekerja di belakang meja dan lebih suka
terjun langsung ke lapangan.
Bagi saya menjalin relasi dan pertemaan itu sangat penting. Melalui kegiatan
kepramukaan, organisasi, dan forum-forum pelajar, saya memiliki banyak teman (baik
pelajar ataupun mahasiswa) yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan,
dan Sulawesi. Walaupun sebagian dari mereka saya belum pernah bertatap muka, kami
tetap menjalin pertemanan yang sangat baik. Karena saya percaya bahwa ukhuwah yang
baik akan mendatang hal-hal yang baik pula.
Motivasi saya mendaftarkan diri dalam OPREC MAGANG PROTOKOLER BEM
UNAIR 2014 adalah saya ingin tahu dan belajar bagaimana kegiatan organisasi di tingkat
perguruan tinggi (khususnya BEM), meningkatkan soft skill, bekerja dalam tim baru, dan
sebagai mahasiswa baru saya ingin turut serta menyukseskan program kerja BEM di sisa
masa kerja ini.
Ada banyak alasan yang dapat dijadikan pertimbangan anda untuk saya dapat
mengikuti magang protokoler di BEM UNAIR 2014. Bagi saya organisasi bukan
merupakan hal baru karena sudah sejak SMP saya terjun di dalamnya. Tergabung dalam
kepanitiaan banyak kegiatan dan pernah mendapat posisi sebagai sekretaris umum,
bendahara, sie acara, sie kesekretariatan, sie publikasi, sie dokumentasi, sie
perlengkapan, sie dana usaha dan sponsor membuat saya memiliki cukup pengalaman.
Kemampuan berkomunikasi, banyak relasi, bekerja keras, pantang menyerah, teliti,
detail, fokus, dan komitmen adalah modal awal saya untuk magang protokoler di BEM
UNAIR 2014. Saya sangat berharap dapat mengikuti magang protokoler di BEM UNAIR
2014 dan merasakan bagaimana atmosfer kerja keras BEM dalam pengabdiannya untuk
almamater kita tercinta Universitas Airlangga.
Contoh essay persyaratan oprec staf himpunan mahasiswa jurusan
“Motivasi Menjadi Fungsionaris HIMATEKLA 13/14”

Manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi
lingkungan dimana dia berada. Berangkat dari pepataah tersebut, manusia harus selalu berusaha
untuk menjadi pribadi yang aktif, kreatif,reaktif, dan kontributif. Satu kata yang akan saya garis
bawahi adalah kata kontributif, yang menurut saya kata tersebut sangat cocok untuk dijadikan
pegangan bagi setiap pemuda terlebih mahasiswa. Seseorang dikatakan kontributif jika mampu
mengabdikan dirinya untuk orang lain, dalam artian dirinya mampu dan mau untuk melakukan
tindakan untuk memajukan suatu organisasi atau agar kebutuhan dan kepentingan orang lain
terpenuhi. Sejalan dengan pemikiran diatas, saya sebagai seorang mahasiswa jurusan Teknik
Kelautan FTK ITS Surabaya mempunyai keinginan untuk ikut berkontribusi memajukan jurusan,
fakultas, institut, dan pada akhirnya memajukan bangsa dan negara Indonesia.
Ada banyak sekali cara untuk berkontribusi bagi Jurusan Teknik Kelautan ini, dan salah
satunya adalah dengan menjadi fungsionaris HIMATEKLA ITS 13/14. Dengan menjadi
fugsionaris HIMATEKLA maka kesempatan untuk mengabdikan diri bagi kemajuan jurusan ini
akan sangat terbuka lebar, terlebih HIMTEKLA sangat membutuhkan kader-kader yang
kompeten. Alasan lain yang mendorong saya untuk menjadi fungsionaris HIMATEKLA 13/14
adalah karena di jurusan inilah saya dididik, digembleng, dan diberikan bekal untuk menyongsong
masa depan untuk berkecimpung di dunia teknologi kemaritiman, oleh karena itu sudah
sepantasnya lah HIMATEKLA menjadi tempat pertama bagi saya untuk mengabdikan diri,
memberikan yang terbaik untuk kemajuan jurusan ini. Memang saya bukan orang yang pantas
untuk diberikan kepercayaan dan tanggung jawab besar menjadi fungsionaris HIMATEKLA,
tetapi jika diberikan kepercayaan, saya akan menjadi orang yang mau untuk belajar dan belajar
memperbaiki diri sendiri dan lingkungan.
Menilik kata “ Reformasi Progresif”, maka dalam fikiran saya terbersit harapan akan
munculnya proker-proker baru dan berbeda dari kepengurusan sebelum nya yang akan membawa
HIMATEKLA menjadi lebih baik. Reformasi progresif mengacu pada perubahan yang sangat
cepat dan terarah menuju keadaan yang lebih baik dan lebih ideal dibandingkan keadaan
sebelumnya. Akan sangat membanggakan jika saya bisa menjadi bagian dari para pejuang
perubahan tersebut. Jika saya mendapat kesempatan untuk bergabung dalam kepengurusan
HIMATEKLA 13/14, inshaAllah saya akan mencurahkan perhatian dan konsentrasi saya untuk
menjalankan proker-proker yang menjadi jobdesk saya, karena keberhasilan dalam menjalankan
proker-proker tersebut merupakan tolok ukur bagi berhasilnya kepengurusan suatu organisasi.

Dan akhirnya saya sangat berharap bisa benar-benar bergabung menjadi fungsionaris
HIMATEKLA ITS 13/14. Amanah adalah sebuah beban dan harus dilaksanakan sebaik-baiknya,
maka tidak ada alasan bagi saya untuk menyia-nyiakan amanah yang telah diberikan pada saya.
Siapapun yang terpilih menjadi fungsionaris, maka berarti bahwa orang yang terpilih tersebut telah
menghilangkan kesempatan bagi orang lain untuk berkontribusi secara langsung pada
HIMATEKLA, hal tersebut menjadi renungna bagi kita semua, khususnya bagi saya pribadi, sudah
sewajarnya kita mengabdikan diri pada jurusan kita ini. Kalau bukan kita yang memajukan jurusan
kita ini maka siapa lagi?, ditangan kita lah masa depan HIMATEKLA FTK ITS dipertaruhkan.
Essay: Apa yang akan Saya Lakukan Jika
Masuk MTI
Apa yang akan saya lakukan jika masuk Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (MTI) Institut
Teknologi Bandung (ITB)? Pertanyaan ini merupakan sumber yang diberikan oleh panitia
Penerimaan Pembinaan Anggota Baru (PPAB) MTI ITB 2012 untuk dikembangkan menjadi suatu
essay sebagai tugas liburan para peserta PPAB. Hmm, pertanyaan yang sederhana sih, tetapi tetap
saja tidaklah mudah untuk menjawabnya. Untuk menjawab pertanyaan ini, setidaknya kita harus
mengenali dua bagian penting, yakni bagian dari MTI serta bagian dari diri kita sendiri. Kedua
bagian ini pada akhirnya akan saling melengkapi sehingga pertanyaan di atas ini akan terjawab
dengan lugas.

Oke, jadi kita mulai dengan MTI. MTI merupakan singkatan dari Keluarga Mahasiswa Teknik Industri
seperti telah disebutkan di atas. Lho, mengapa bukan KMTI namanya? Jadi ternyata, para founding
father (pendiri) dari MTI ini berpendapat bahwa tanpa dicantumkanpun, harusnya makna
kekeluargaan tetap melekat di setiap benak anggota MTI. MTI didirikan pada tanggal 24 Februari
1971 pukul 04.00 WIB oleh tiga orang mahasiswa teknik industri ITB, yakni Kuntoro Mangkusubroto,
Surna Thahja, dan Hari Purnomo (kelak Hari Purnomo menjadi Ketua Umum MTI yang pertama).
MTI ini didirikan untuk mewadahi mahasiswa teknik industri dalam berkemahasiswaan dan
merupakan pecahan dari Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) ITB. Tujuan dasar MTI ada empat,
yakni:

1. Ikut mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan dan pengajaran di Departemen Teknik Industri
ITB dengan jalan yang sebaik-baiknya

2. Mengusahakan dan menyelenggarakan kepentingan-kepentingan Mahasiswa Teknik Industri ITB


khususnya dan mahasiswa Institut Teknologi Bandung umumnya.

3. Mengusahakan dan memelihara suasana kekeluargaan yang sehat antara civitas akademika,
alumni Departemen Teknik Industri, dan alumni ITB khususnya, serta Perguruan Tinggi pada
umumnya.

4. Menanamkan kepada mahasiswa rasa tanggung jawab dan kesadaran untuk mengisi kehidupan
masayarakat serta membawa ke arah tatanan kehidupan yang harmonis.[1]

Itu tujuan dasar MTI dengan visinya yakni membentuk sarjana-sarjana teknik industri yang cakap
dan mempunyai rasa pengabdian serta bermoral tinggi. Saat ini, visi ini mungkin memerlukan sedikit
revisi pada bagian “sarjana teknik industri”. Bagian tersebut harus ditambahkan sarjana manajemen
rekayasa industri (MRI). Hal ini karena kondisi teraktual MTI beranggotakan mahasiswa jurusan
Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Industri. Mungkin bisa jadi masukan untuk pengurus MTI.
Seperti halnya organisasi lain, MTI juga memiliki struktur organisasi yang jelas. Pemegang
kedaulatan tertinggi di MTI adalah Rapat Anggota, sejenis Majelis Permusyawaratan Rakyat MTI.
Kemudian di bawah rapat anggota ada tiga unsur yang berkedudukan sama yaitu Ketua Umum,
Badan Perwakilan Anggota, dan Senator dengan tugas yang diembannya. Di MTI ada empat
kesekjenan, yakni sekjen internal, eksternal, pengabdian masyarakat, dan keilmuan dan
pengembangan minat. Setiap unsur organisasi ini memiliki tugas masing-masing namun pada
dasarnya semua berfungsi dalam menunjang kelangsungan MTI sebagai suatu wadah mahasiswa
TI-MRI dalam berkemahasiswaan di tingkat jurusan.

Saat hari Sabtu, 4 Agustus 2012 kami mengikuti amazing race dan pengenalan struktur MTI serta
fungsinya, kami seperti mendapat inspirasi mau berkontribusi dalam bentuk apa nantinya. Hal ini
disesuaikan dengan karakter diri saya sendiri yang selalu mencari cara untuk beraktualisasi diri,
namun tetap memprioritaskan akademik dan kesehatan badan. Selain itu saya memiliki cita-cita
untuk memiliki pengalaman ke luar negeri serta ingin bisa mengapresiasi prestasi teman-teman di
jurusan nanti. Oleh karena itu, sepertinya pilihan saya akan tertuju ke kesekjenan keilmuan dan
pengembangan minat atau kesekjenan internal.

Di kesekjenan keilmuan dan pengembangan minat, saya bisa lebih mengenal keprofesian teknik
industri dan manajemen rekayasa industri lebih dalam. Saya memiliki visi hidup “menjadi salah satu
tenaga ahli professional yang ikut serta mengembangkan teknologi industri manufaktur Indonesia
paling lambat 2030.” Dalam mewujudkan visi tersebut, saya memerlukan bekal pengetahuan yang
mumpuni dari segi akademis serta pemahaman keprofesian TI-MRI. Sebetulnya tanpa harus
menjadi anggota kesekjenan keilmuan dan pengembangan minat, kita semua sebagai mahasiswa
wajib memiliki kompetensi dalam pemahaman keprofesian kita. Namun, alangkah lebih baiknya jika
pemahaman itu telah dipupuk sejak awal dan ditanamkan dalam kehidupan keseharian kita.

Dengan beraktifitas di kesekjenan keilmuan dan pengembangan minat, kita akan lebih mengenal TI-
MRI lebih dekat, mengenal kurikulum dan memahami tujuan akhir dari pendidikan dan pengajaran di
TI-MRI ini. Selain itu, menurut saya, kemungkinan untuk memperoleh informasi mengenai peluang
untuk ke luar negeri dapat diperoleh dengan lebih mudah jika kita masuk ke kesekjenan ini.
Keilmuan dan pengembangan minat pastinya akan menjadi corong utama penerimaan informasi
sejenis ini sebelum diteruskan dan dipropagandakan oleh bagian media MTI. Informasi yang sampai
lebih awal ini dapat memperbesar peluang kita untuk mempersiapkan diri melengkapi persyaratan
yang tertera. Memang terkesan oportunis, namun tidak berarti kita tidak berkontribusi kepada massa
MTI. Kita juga bisa merekomendasikan orang-orang di MTI yang memiliki kapasitas mumpuni untuk
mengikuti kegiatan ke luar negeri ini, tidak terbatas hanya kita bagian kesekjenan saja yang bisa
mendapatkan kesempatan tersebut.

Selanjutnya, pilihan saya jatuh ke kesekjenan internal, terutama divisi kekeluargaan. Saat amazing
race, saya mendapatkan penjelasan bahwa divisi kekeluargaan ini bertugas untuk menjaga tali
silaturahmi dan keakraban di antara massa MTI. Divisi ini juga menjadi saran massa MTI melepas
penat dan tekanan dari kehidupan kampus yang penuh dinamika. Acara-acara internal MTI sering
diadakan oleh kekeluargaan dan itu berperan besar mengembalikan semangat massa MTI untuk
beraktifitas lagi. Kegiatan semacam ini akan menjadi suatu kepuasan tersendiri bagi saya karena
membuat diri sendiri dan orang lain senang adalah hal yang selalu ingin saya lakukan. Dengan
masuk ke kesekjenan internal, ada peluang saya lebih mengenal dekat massa MTI sehingga bisa
menjadi komunitas yang akan saling bahu membahu membangun peradaban Indonesia yang lebih
baik.

Oh iya, ada lagi alasan yang penting bagi saya untuk memilih masuk kesekjenan internal,
khususnya divisi kekeluargaan. Divisi kekeluargaan juga adalah divisi yang berwenang memberikan
apresiasi resmi MTI kepada massa MTI yang berprestasi. Semasa Sekolah Menengah Pertama
(SMP), saya merasakan betapa tidak enaknya saat pencapaian kita tidak mendapatkan apresiasi
yang layak. Apresiasi menjadi suatu hal yang penting untuk memacu motivasi setiap orang. Motivasi
untuk terus berkarya bagi penerimanya (pemacu), serta motivasi bagi yang belum menerimanya
untuk berusaha lebih giat lagi untuk memperolehnya (pemicu). Kedua-duanya tentu saja akan
membuat kinerja MTI lebih optimal, kan?

Sebenarnya terlepas dari kedua pilihan saya di atas, saya tetap mau berkontribusi di bagian lain di
MTI. Bagi saya, pengalaman itu datangnya dari mana saja asalkan kita bisa menyikapi kesempatan
yang datang dengan bijak dan menjadikannya pengalaman yang berharga dan benar-benar
setimpal. Pengorbanan tetap diperlukan dalam memperoleh pengalaman, namun percayalah bahwa
buah dari pengorbanan kita tidak akan sia-sia jika kita sungguh-sungguh menjalankannya. Hal ini
saya dapatkan saat mengikuti kepanitiaan OSKM ITB 2012 sebagai tata tertib kelompok dan akan
saya coab terus kembangkan dengan berkontribusi di MTI. Kontribusi nyata bung!

sumber:

MTI ITB. (n.d.). http://mti.ti.itb.ac.id/. Retrieved 8 12, 2012,


[1]

from http://mti.ti.itb.ac.id/:http://mti.ti.itb.ac.id/
essay 1000 kata – ketika saya
masuk MTI…..
POSTED ON AUGUST 15, 2012 BY ANISCHRYSSANTHY
0
Selama berkuliah kurang lebih 1 tahun di ITB sebagai mahasiswa STPB (sarjana TPB) saya telah
merasakan apa perbedaan diantara bangku kuliah dan sekolah menengah atas. Awal mulanya
saya pikir TPB seperti sma kelas 4 namun lebih dari itu banyak pengalaman yang saya dapat
sehingga saya tidak lagi berpikir bahwa kuliah itu hanya mengejar nilai tanpa ilmu yang
berharga. Selain itu juga saya mulai menyadari pentingnya memiliki tujuan semasa kuliah.
Dahulu ketika saya belum menyadari hal ini, langkah saya sebagai mahasiswa tidaklah begitu
jelas. Kuliah pulang adalah rutinitas saya, karena saya belum begitu memahami apa yang akan
menjadi tujuan saya.Namun ketika seorang individu mengetahui apa tujuannya selain
langkahnya lebih terarah, individu tersebut juga memiliki suatu motivasi untuk mengejar tujuan
tersebut. Sehingga apabila semasa perkuliahan itu sendiri diri kita merasa jenuh dan malas, maka
apabila kita melihat lagi tujuan yang hendak kita capai niscaya timbul motivasi dalam diri
sendiri. Oleh karena itu ketika saya mengikuti ppab MTI 2012 ini untuk menjadi bagian dari
keluarga MTI, semestinya saya juga sudah memiliki tujuan yang akan saya lakukan ketika hal
tersebut sudah terwujud. Salah satunya ialah ketika saya masuk MTI, keinginan saya saat ini
tidak muluk – muluk, saya berkeinginan untuk mahir dalam kemampuan organisasi , berkarya di
himpunan serta yang terakhir ialah belajar mengasihi keluarga baru saya.
Menurut arti umumnya tujuan adalah sesuatu (apa) yang akan dicapai atau dihasilkan dalam
jangka waktu satu sampai lima tahun. Dalam kurun waktu tersebut berbagai langkah dan metode
digunakan agar tujuan kita tersebut tercapai. Pentingnya tujuan dalam setiap langkah yang kita
ambil ialah memberi arah agar kita mengambil langkah dan tindakan yang tepat.

Tujuan yang saya buat dalam waktu dekat ini ialah tujuan saya ketika saya sudah masuk MTI,
yaitu mahir berorganisasi, berkarya dalam himpunan serta belajar mengasihi keluarga baru saya.
Untuk menjadi individu yang mahir berorganisasi maka saya harus terlibat aktif dalam organisasi
tersebut dalam hal ini MTI. Saya harus berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan
MTI serta belajar berorganisasi sebaik baiknya. Salah satu langkah belajar sebaik – baiknya
berorganisasi ialah terlibat dalam struktur kepengurusan organisasi tsb yaitu MTI. Selain itu
melaksanakan tanggung jawab serta tugas yang ada juga merupakan indikator keberhasilan
dalam proses belajarnya. Sehingga untuk tujuan saya yang pertama ini prosesnya mungkin
memakan waktu dan energi namun hal ini bermanfaat kelak.
Selanjutnya tujuan saya yang kedua ialah berkarya dihimpunan. Himpunan sendiri menurut
saya merupakan suatu organisasi ataupun perkumpulan yang terdiri lebih dari satu orang dan
mempunyai tujuan yang sama, maka sudah sewajarnya suatu organisasi mempunyai suatu cita-
cita mulia yang sering diidentikkan dengan sebuah tujuan yang biasanya tertuang dalam suatu
aturan-aturan baku yang telah disepakati oleh semua anggotanya. Tujuan sebisa mungkin
merupakan representasi dari keinginan-keinginan semua anggotanya. Begitu juga dengan
Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (MTI) yang merupakan salah satu organisasi
kemahasiswaan yang ada dilingkungan ITB , yang mempunyai suatu tujuan yang ingin dicapai .
Menurut saya sampai saat ini, cita-cita mulia tersebut belum dapat terealisasi sepenuhnya. Ini
terbukti dengan masih dibutuhkannya eksistensi himpunan di lingkungan civitas akademik.
Mengapa disebut demikian? Karena apabila seseorang / organisasi telah mampu merealisasikan
suatu tujuannya, maka fungsi dan eksistensi seseorang/oragnisasi itu tidak dibutuhkan lagi.
Namun apabila ada peningkatan atau perubahan tujuan, maka fungsi dan eksistensinya masih
tetap dibutuhkan.Melihat dari tujuan yang telah dituangkan, sungguh sangat mulia sekali apa
yang di inginkan oleh semua anggota himpunan. Tentunya ini menuntut kita semua untuk
bekerja keras dan ekstra kerja guna dapat merealisasikannya. Dan yang bisa dipahami disini ialah
bahwa dalam setiap usaha untuk merealisasikannya dibutuhkan suatu pemahaman yang benar-
benar mendalam, bahwa semua itu dilakukan atas dasar kekeluargaan dan belajar. Ini seharusnya
menjadi semangat yang selalu ada ketika kita menjalankan semua kegiatan-kegiatan. Maka dari
ini saya ingin berkarya dalam himpunan MTI sebagai sumbangsih saya sebagai anggotanya kelak
agar bisa turut membantu mencapai cita – cita dan tujuan MTI. Bentuk karya yang akan saya
lakukan saat ini belumlah yergambar dengan jelas karena saya baru memulai menapaki langkah
untuk masuk jadi bagian keluarga MTI namun saya yakin dan berharap kelak gambaran dan
rencana karya saya pasti akan terangkai dengan jelas sehingga saya dapat merealisasikan karya
tersebut.

Kemudian tujuan saya yang ketiga adalah belajar mengasihi keluarga baru saya yaitu MTI.
Mungkin hal ini terdengar klise di banyak telinga orang namun menurut saya hal ini adalah hal
yang essential karena prosesnya berlangsung terus menerus dan alasan fundamental mengapa
saya memilih masuk ke dalam MTI. Jika saya hanya mengejar kemampuan berorganisasi yang
baik, bisa saja saya mengikuti organisasi lainnya. Tapi karena dan atas dasar ingin kekelurgaan
saya mengikuti MTI. Saya berkeinginan kelak saya bisa mengasihi keluarga baru saya ini dengan
tulus bukan hanya perkataan manis semata karena organisasi ini memiliki tujuan dan cita – cita
yang baik serta para anggota yang terbaik.
Oleh karena itu, pentingnya memiliki tujuan dalam setiap langkah kita merupakan hal yang tidak
terelakkan lagi. Bukan hanya sebagai penunjuk arah namun juga penjaga semangat dalam diri
kita. Kita tau bahwa tujuan sendiri memiliki arti sesuatu (apa) yang akan dicapai atau dihasilkan
dalam jangka waktu satu sampai lima tahun. Dan dalam kurun waktu tersebut berbagai langkah
dan metode digunakan agar tujuan kita tersebut tercapai. Maka semestinya saya juga sudah
memiliki tujuan yang akan saya lakukan ketika saya masuk MTI. Dan oleh karenannya ketika
saya sudah masuk MTI, saya berkeinginan untuk mahir dalam kemampuan organisasi , berkarya
di himpunan serta yang terakhir ialah belajar mengasihi keluarga baru saya. Untuk Tujuan saya
yang pertama yaitu ingin mahir dalam kemampuan organisasi, caranya ialah dengan terlibat aktif
dalam berpartisipasi dan turut serta dalam struktur kepengurusan MTI. Kemudian untuk tujuan
kedua ialah berkarya dalam himpunan. Setelah kita mengetahui himpunan itu sendiri maka
untuk berkarya dalam himpunan MTI menjadi lebih pasti dan yakin karena atas dasar – dasar
yang telah disebutkan diatas. Meskipun bentuk dan gambaran dari karya yang ingin saya
kerjakan belumlah begitu jelas, namun saya yakin seiring dengan waktu hal itu akan berubah
karena saat ini saya baru dalam tahap awal. Kedepannya setelah menjalani berbagai kegiatan dan
diterima sebagai bagian keluarga MTI saya yakin harapan saya bisa terlaksana. Yang terakhir
ialah mengasihi keluarga baru saya. Saya ingin harapan ini menjadi pengikat ketika saya berada
di MTI sehingga semangat saya untuk kedua tujuan diatas bisa dibantu dengan tujuan
ini.Sejujurnya ketika saya mulai menjalani kegiatan ppab ini banyak halangan yang saya temui
yang kemudian saya sesalkan.Dan juga sejauh ini saya belum memberikan yang terbaik dari
diri saya.Maka dari itu mulai saat ini saya ingin melakukan setiap kegiatan dengan sebaik – baik
semoga kesalahan saya di masa awal dapat diperbaiki.
Pelopor Berkarya Untuk Almamater
dan Indonesia
“Badan Eksekutif Mahasiswa!” widih…. Kesannya keren! Cool! Elegant!
Sampai-sampai sejak aku kelas 1 SMA sudah memiliki cita-cita kuat untuk
memasuki ranah organisasi ini. Simpel aja, dulu alasannya yaitu menjadi anak
BEM berarti menjadi mahasiswa eksklusif. Kenyataannya setelah setengah
terjun ke dalamnya, sama sekali gak merasa eksklusif tuh, justru lebih tertuntut
untuk merasa lebih peka terhadap keadaan sekitar, berfikir kritis dalam
pemecahan kasus sosial, dan bertindak cepat dalam keadaan genting.

Baiklah gak usah berpanjang lebar, disini aku cuma mau nulis ulang essay yang
pernah kubuat dalam penyeleksian anggota BEM tahap II sambil inget pas
nulisnya yang ngantuk-ngantuk dikejar deadline hehehe :D

PELOPOR BERKARYA UNTUK


ALMAMATER DAN INDONESIA

Oleh : Fierdha Wafa Azkia

Mahasiswa merupakan salah satu komponen masyarakat yang memiliki


potensi dan kesempatan lebih sehingga kedudukannya berada sedikit diatas
masyarakat. Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh
mahasiswa, tidak sepantasnya mahasiswa memiliki sifat egois yang hanya
mementingkan kebutuhan pribadinya sendiri tanpa memberikan kontribusi
terhadap lingkungan sekitar, bangsa, dan negaranya. Mahasiswa identik
dengan pemuda. Pemuda yang memiliki gejolak semangat perubahan yang
progresif. Mahasiswa identik dengan kaum intelektual yang dengan ide-ide dan
gagasan – gagasan cemerlangnya mampu membuat arus perubahan yang
signifikan bagi kemajuan suatu bangsa.

Peran mahasiswa diantaranya adalah mahasiswa sebagai agent of


change (agen suatu perubahan) dimana mahasiswa merupakan golongan yang
harus menjadi garda terdepan dalam melakukan aksi perubahan. Mengapa
harus melakukan Perubahan? Alasannya adalah karena kondisi bangsa saat ini
jauh sekali dari kondisi ideal, dimana banyak sekali penyakit-penyakit
masyarakat yang menghinggapi hati bangsa ini, mulai dari pejabat-pejabat atas
hingga bawah, dan tentunya tertular pula kepada banyak rakyatnya. Sudah
seharusnyalah kita melakukan tindakan nyata terhadap hal ini. Mahasiswa
tidak boleh lepas tangan jika terjadi perubahan ke arah salah atau negatif.
Mahasiswa sebagai iron stock (generasi pemimpin) yang diharapkan menjadi
manusia-manusia tengguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang
dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Sejarah telah
membuktikan bahwa di tangan generasi mudalah perubahan-perubahan besar
terjadi, dari zaman nabi, kolonialisme, hingga reformasi, pemudalah yang
menjadi garda depan perubah kondisi bangsa. Hal yang bisa dilakukan untuk
menjalakan peran ini yaitu memperkaya diri kita dengan berbagai pengetahuan
baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan, dan tak lupa untuk
mempelajari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di generasi-generasi
sebelumnya. Pada intinya mahasiswa adalah aset, cadangan, dan harapan
bangsa untuk masa depan. Sedangkan fungsi mahasiswa adalah insan
akademis yang crisis of senseyaitu peka dan kritis terhadap masalah yang
terjadi di sekitarnya dan selalu mengembangkan dirinya menjadi generasi yang
tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Mahasiswa juga
sebagai Guardian of Value berarti mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-
nilai di masyarakat. kita harus melihat mahasiswa sebagai insan akademis yang
selalu berpikir ilmiah dalam mencari kebenaran. Kita harus memulainya dari
hal tersebut karena bila kita renungkan kembali sifat nilai yang harus dijaga
tersebut haruslah mutlak kebenarannya sehingga mahasiswa diwajibkan
menjaganya. Sedikit sudah jelas, bahwa nilai yang harus dijaga adalah sesuatu
yang bersifat benar mutlak, dan tidak ada keraguan lagi di dalamnya. Selain itu
masih ada satu nilai lagi yang memenuhi kriteria sebagai nilai yang wajib dijaga
oleh mahasiswa, nilai tersebut adalah nilai-nilai dari kebenaran ilmiah. Oleh
karena itu, Guardian of Value adalah penyampai, dan penjaga nilai-nilai
kebenaran mutlak dimana nilai-nilai tersebut diperoleh berdasarkan watak
ilmu yang dimiliki mahasiswa itu sendiri. Watak ilmu sendiri adalah selalu
mencari kebenaran ilmiah.

Untuk menjalalankan peran dan fungsi mahasiswa tersebut maka


diperlukan sebuah wadah yang mampu menampung aspirasi-aspirasi
mahasiswa untuk pergerakan menuju perubahan. BEM UNSOED Kabinet
Pelopor Berkarya merupakan suatu badan eksekutif resmi kampus yang
mewadahi mahsiswa Universitas Jenderal Soedirman untuk menjalankan
peran dan fungsinya sebagai mahasiswa. Kabinet ini dibentuk pada tahun 2013
setelah memenangkan Pemilihan Raya. Visi utama dari kabinet ini adalah
menjadikan individu-individu mahasiswa UNSOED sebagai pelopor maupun
perintis untuk berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan internal maupun
eksternal kampus.

Pemuda (mahasiswa) selalu disebut-sebut sebagai pelopor perubahan,


perubahan sistem, perubahan kehidupan yang berasal dari keterpurukan
menuju kehidupan bangsa yang lebih baik. Bentuk kongkrit yang bisa
direalisasikan dari Pelopor Bangsa untuk almamater UNSOED adalah menjadi
penggerak terdepan dalam melakukan perubahan ataupun perbaikan sistem
lingkungan internal kampus. Misalnya selalu memantau kebijakan yang
detetapkan oleh petinggi-petinggi universitas. Apabila ada kebijakan yang tidak
diterima atau memberatkan mahasiswa kampus, maka tidak segan-segan
Pelopor Berkarya untuk segera berpikir kritis, mencari dan menampung solusi-
solusi atau alternatif untuk memecahkan permasalahan tersebut. Selain itu
golongan Pelopor Berkarya dituntut untuk terus memberikan inovasi-inovasi
terbaru untuk menghasilkan hasil terbaik karya pemuda bangsa yang pada
akhirnya mangharumkan nama almamater.

Dari waktu ke waktu, bangsa Indonesia memang selalu membutuhkan


inovasi-inovasi baru untuk mengatasi permasalahan – permasalahan baru yang
juga semakin berkembang menuntut suatu perubahan. Sedangkan mahasiswa
adalah lapisan intelektual yang memiliki tanggung jawab sosial yang khas yaitu
mencipta dan menyebar kebudayaan tinggi, menyediakan bagan – bagan
nasional antar bangsa, membina keberdayaan dan bersama mempengaruhi
perubahan sosial dan memainkan peran politik.

Oleh karena itu, Pelopor Berkarya sebagai komunitas pemuda masa kini
diharapkan mampu bermetamorfosa menjadi penerus tombak estafet
pembangunan negara, dengan intelegensinya diharapkan bisa mendobrak pilar
– pilar kehampaan suatu negara dalam mencari kesempurnaan kehidupan
berbangsa dan bernegara, serta secara moril akan dituntut tanggung jawab
akademisnya dalam menghasilkan “buah karya” yang berguna bagi kehidupan
lingkungannya.

Anda mungkin juga menyukai