Anda di halaman 1dari 8

Operasi Perhitungan Pada Sistem Bilangan | Bespus Community Page 1 of 8

kisah antara secangkir kopi, elektronika, dan bahasa pemrograman


• Artikel
Teori Elektronika
Analisis Rangkaian Listrik
Elektronika Digital
Bahasa Pemrograman
Mikrokontroler
• Software
Software Online
Kalkulator

Beranda » Mikrokontroler » Operasi Perhitungan Pada Sistem Bilangan Langgan

Operasi Perhitungan Pada Sistem Bilangan


Wahyu P. Bonatia | Rabu, November 14, 2012 | 17 komentar
Kategori: Bahasa Pemrograman, Elektronika Digital, Mikrokontroler

Pada artikel ini akan dibahas tentang operasi perhitungan yang terdiri dari operasi penjumlahan,
pengurangan, perkalian, dan pembagian dari sistem bilangan biner, oktal, dan heksadesimal. Pada
artikel yang lalu telah dijelaskan tentang metode komplemen bilangan dimana hal tersebut sangat
berguna untuk diterapkan pada operasi perhitungan ini, karena komputer digital tidak mengenal
bilangan negatif.

Operasi Penjumlahan
1. Penjumlahan sistem bilangan biner
Aturan dasar dari penjumlahan biner adalah sebagai berikut:
0+0=0
0+1=1
1+0=1
1 + 1 = 10

Dengan aturan tersebut, kita dapat menjumlahkan bilangan biner seperti penjumlahan bilangan
desimal (dilakukan dari kanan ke kiri). Lebih jelasnya dapat dilihat seperti beberapa contoh di
bawah ini.

https://bespus-community.blogspot.com/2012/11/operasi-perhitungan-pada-sistem-bilang... 2018-08-20
Operasi Perhitungan Pada Sistem Bilangan | Bespus Community Page 2 of 8

Contoh:
Berapakah 11010,12 + 10111,02 Berapakah 1011,11012 + 11011,111012
111 1 111 1
11010,1 1011,1101
10111,0 + 11011,11101 +
110001,1 100111,10111

11010,12 + 10111,02 = 110001,12 11010,12 + 10111,02 = 100111,101112

2. Penjumlahan istem bilangan oktal


Aturan dasar dari penjumlahan biner adalah sebagai berikut:
0+0=0 0+5=5 1+3=4 3 + 5 = 10
0+1=1 0+6=6 1+5=6 4 + 5 = 11
0+2=2 0+7=7 1 + 7 = 10 4 + 6 = 12
0+3=3 1+1=2 2 + 6 = 10 Dst…
0+4=4 1+2=3 2 + 7 = 11

Dengan dasar ini, penjumlahan oktal sama halnya dengan penjumlahan bilangan desimal. Lebih
jelasnya depat dilihat pada beberapa contoh berikut ini.

Contoh:
Berapakah 1258 + 468 Berapakah 4248 + 25678
1 111
125 424
46 + 2567 +
173 3213

1258 + 468 = 1738 4248 + 25678 = 3213 8

3. Penjumlahan sistem bilangan heksadesimal


Operasi penjumlahan heksadesimal sama halnya seperti penjumlahan pada desimal. Lebih
jelasnya depat dilihat pada beberapa contoh berikut ini.

Contoh:
Berapakah 2B516 + 7CA16 Berapakah 658A16 + 7E616
1 11
2B5 658A
7CA + 7E6 +
A7F 6D60

2B516 + 7CA16 = A7F16 658A16 + 7E616 = 6D6016

Operasi Pengurangan
1. Pengurangan sistem bilangan biner
Pengurangan pada sistem bilangan biner diterapkan dengan cara pengurangan komplemen 1
dan pengurangan komplemen 2 dimana cara inilah yang digunakan oleh komputer digital.

https://bespus-community.blogspot.com/2012/11/operasi-perhitungan-pada-sistem-bilang... 2018-08-20
Operasi Perhitungan Pada Sistem Bilangan | Bespus Community Page 3 of 8

a. Pengurangan biner menggunakan komplemen 1


Bilangan biner yang akan dikurangi dibuat tetap dan bilangan biner sebagai pengurangnya
diubah ke bentuk komplemen 1, kemudian dijumlahkan. Jika dari penjumlahan tersebut ada
bawaan putaran ujung (end-around carry), maka bawaan tersebut ditambahkan untuk
mendapatkan hasil akhir. Lebih jelasnya dapat dilihat seperti contoh di bawah ini.

Contoh:
Berapakah 10112 – 01112
1011 Bilangan biner yang dikurangi
1000 + Komplemen 1 dari bilangan pengurangnya (01112)
10011
end-around carry
0011 Hasil penjumlahan tanpa end-around carry
1+ end-around carry dari hasil penjumlahan
0100

10112 – 01112 = 01002

Berapakah 111102 – 100012


11110 Bilangan biner yang dikurangi
01110 + Komplemen 1 dari 100012
101100
end-around carry
01100 Hasil penjumlahan tanpa end-around carry
1+ end-around carry dari hasil penjumlahan
01101

111102 – 100012 = 011012

Jika dari penjumlahan tersebut tidak terdapat bawaan putaran ujung, maka hasil
penjumlahan bilangan yang dikurangi dengan komplemen 1 bilangan pengurangnya adalah
bilangan negatif dimana hasil akhirnya negatif dari hasil komplemen 1 penjumlahan tadi.
Lebih jelasnya dapat dilihat beberapa contoh di bawah ini.

Contoh:
Berapakah 011102 – 111102
01110 Bilangan biner yang dikurangi
00001 + Komplemen 1 dari 111102
01111
karena tidak ada end-around carry,
maka hasilnya adalah bilangan negatif (komplemen 1 dari 011112)

011102 – 111102 = – 100002

Berapakah 010112 – 100012

https://bespus-community.blogspot.com/2012/11/operasi-perhitungan-pada-sistem-bilang... 2018-08-20
Operasi Perhitungan Pada Sistem Bilangan | Bespus Community Page 4 of 8

01011 Bilangan biner yang dikurangi


01110 + Komplemen 1 dari 100012
11001
karena tidak ada end-around carry,
maka hasilnya adalah bilangan negatif (komplemen 1 dari 110012)

010112 – 100012 = – 001102

b. Pengurangan biner menggunakan komplemen 2


Bilangan biner yang dikurangi tetap kemudian bilangan biner sebagai pengurangnya di
komplemen 2, lalu dijumlahkan. Jika hasilnya ada bawaan (carry), maka hasil akhir adalah
hasil penjumlahan tersebut tanpa carry (diabaikan). Lebih jelasnya dapat dilihat beberapa
contoh di bawah ini.

Contoh:
Berapakah 11002 – 00112
1100 Bilangan biner yang dikurangi
1101 + Komplemen 2 dari 00112
11001 Carry diabaikan

11002 – 00112 = 10012

Berapakah 1100002 – 0111102


110000 Bilangan biner yang dikurangi
100001 + Komplemen 2 dari 0111102
1010001 Carry diabaikan

1100002 – 0111102 = 0100012

Sekarang bagaimana kalau hasil penjumlahan dari bilangan yang dikurangi dengan
komplemen 2 bilangan pengurangnya tanpa bawaan? Untuk menjawab ini, maka caranya
sama seperti pengurangan komplemen 1, dimana hasil akhirnya negatif dan hasil
penjumlahan tersebut di komplemen 2 merupakan hasil akhirnya. Lebih jelasnya dapat
dilihat seperti contoh di bawah ini.

Contoh:
Berapakah 011112 – 100112
01111 Bilangan biner yang dikurangi
01101 + Komplemen 2 dari 100112
11100
Karena tidak ada carry,
maka hasilnya adalah bilangan negatif (komplemen 2 dari 111002)

011112 – 100112 = – 001002

Berapakah 100112 – 110012

https://bespus-community.blogspot.com/2012/11/operasi-perhitungan-pada-sistem-bilang... 2018-08-20
Operasi Perhitungan Pada Sistem Bilangan | Bespus Community Page 5 of 8

10011 Bilangan biner yang dikurangi


00111 + Komplemen 2 dari 110012
11010
Karena tidak ada carry,
maka hasilnya adalah bilangan negatif (komplemen 2 dari 110102)

100112 – 110012 = – 001102

2. Pengurangan sistem bilangan oktal dan heksadesimal


Untuk pengurangan bilangan oktal dan heksadesimal, polanya sama dengan pengurangan
bilangan desimal. Untuk lebih jelasnya lihat contoh di bawah ini.

Contoh untuk bilangan oktal:


Berapakah 1258 – 678 Berapakah 13218 – 6578
78 borrow 778 borrow
125 1321
67 – 657 –
36 442

1258 – 678 = 368 13218 – 6578 = 4428

Contoh untuk bilangan heksadesimal:


Berapakah 125616 – 47916 Berapakah 324216 – 198716
FF10 borrow FF10 borrow
1256 3242
479 – 1987 –
DDD 18CA

125616 – 47916 = DDD16 324216 – 1987 16 = 18CA16

Operasi Perkalian
1. Perkalian sistem bilangan biner
Perkalian biner dapat juga dilakukan seperti perkalian desimal, bahkan jauh lebih mudah karena
pada perkalian biner hanya berlaku empat hal, yaitu :
0×0=0
0×1=0
1×0=0
1×1=1

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat seperti beberapa contoh di bawah ini.

Contoh:
Berapakah 10112 × 10012 Berapakah 101102 × 1012
1011 Multiplikan (MD) 10110 Multiplikan (MD)
1001 × Multiplikator (MR) 101 × Multiplikator (MR)
1011 10110
0000 00000

https://bespus-community.blogspot.com/2012/11/operasi-perhitungan-pada-sistem-bilang... 2018-08-20
Operasi Perhitungan Pada Sistem Bilangan | Bespus Community Page 6 of 8

1011 10110 +
1011 + 1101110
1100011
101102 × 1012 = 11011102
10112 × 10012 = 11000112

2. Perkalian sistem bilangan oktal dan heksadesimal


Untuk perkalian bilangan oktal dan heksadesimal, lebih jelasnya dapat diperhatikan caranya
seperti beberapa contoh berikut ini.

Contoh untuk bilangan oktal:


Berapakah 258 × 148 Berapakah 4538 × 658
25 453
14 × 65 ×
124 2727
25 + 3402 +
374 36747

258 × 148 = 3748 4538 × 658 = 367478

Contoh untuk bilangan heksadesimal:


Berapakah 52716 × 7416 Berapakah 1A516 × 2F16
527 1A5
74 × 2F ×
149C 18AB
2411 + 34A +
255AC 4D4B

52716 × 7416 = 255AC16 1A516 × 2F16 = 4D4B16

Operasi Pembagian
1. Pembagian sistem bilangan biner
Untuk pembagian bilangan biner tak ubahnya seperti pada pola pembagian bilangan desimal.
Lebih jelasnya dapat dilihat caranya seperti beberapa contoh berikut ini:

Contoh:
Berapakah 11000112 ÷ 10112 Berapakah 11011102 ÷ 101102
1011 1100011 = 1001 10110 1101110 = 101
1011 – 10110 –
10 1011
0– 0–
101 10110
0– 10110 –
1011 0
1011 –
0 11011102 ÷ 101102 = 1012

11000112 ÷ 10112 = 10012

https://bespus-community.blogspot.com/2012/11/operasi-perhitungan-pada-sistem-bilang... 2018-08-20
Operasi Perhitungan Pada Sistem Bilangan | Bespus Community Page 7 of 8

2. Pembagian sistem bilangan oktal dan heksadesimal


Untuk pembagian bilangan oktal dan heksadesimal, lebih jelasnya dapat diperhatikan caranya
seperti beberapa contoh berikut ini.

Contoh untuk bilangan oktal:


Berapakah 3748 ÷ 258 Berapakah 1154368 ÷ 6428
25 374 = 14 642 115436 = 137
25 – 642 –
124 3123
124 – 2346 –
0 5556
5556 –
3748 ÷ 258 = 148 0

1154368 ÷ 6428 = 1378

Contoh untuk bilangan heksadesimal:


Berapakah 1E316 ÷ 1516 Berapakah 255AC16 ÷ 52716
15 1E3 = 17 527 255AC = 74
15 – 2411 –
93 149C
93 – 149C –
0 0

31E316 ÷ 1516 = 1716 225AC16 ÷ 52716 = 7416

Sekian artikel tentang operasi perhitungan pada sistem bilangan ini, jika ada kesalahan dalam
penulisan maupun pembahasan diatas... mohon dikoreksi... terimakasih...

Informasi Artikel

Diposkan oleh : Wahyu P. Bonatia

pada Rabu, November 14, 2012

Kategori : Bahasa Pemrograman, Elektronika Digital, Mikrokontroler

Artikel Terkait
Komentar Anda

https://bespus-community.blogspot.com/2012/11/operasi-perhitungan-pada-sistem-bilang... 2018-08-20
Operasi Perhitungan Pada Sistem Bilangan | Bespus Community Page 8 of 8

«Sistem Pengkodean Bilangan Beranda Bilangan Floating-Point dan Metode Komplemen Bilangan »

Langganan: Posting Komentar (Atom)

https://bespus-community.blogspot.com/2012/11/operasi-perhitungan-pada-sistem-bilang... 2018-08-20