Anda di halaman 1dari 9

RESUME AUDITING 1

TENTANG
KERTAS KERJA AUDIT (WORKING PAPER)

NAMA DOSEN :
DR. H. YUSKAR, SE., MA., AK. CA
NAMA KELOMPOK 8:
YOZHA PEBRIYANA 1310536018
SRI PURWANTI 1310536023
FITRI 1310536027
RENI WAHYUNI 1310536028
PROGRAM STUDI S1 INTANKE DIII AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ANDALAS
2014
KERTAS KERJA AUDIT (WORKING PAPER)

1. Definisi dan Tujuan Pembuatan Kertas Kerja Audit

a. Definisi Kertas Kerja Audit

Kertas kerja audit adalah catatan yang diselenggarakan auditor mengenai prosedur

audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan

kesimpulan yang dibuat berkenaan dengan pelaksanaan audit. Bisa dikatakan kertas

kerja audit merupakan media penghubung antara catatan klien dengan laporan audit.

Contoh kertas kerja antara lain :

 Catatan memo

 Hasil analisa jawaban konfirmasi

 Clients Representation Letter

 Komentar yang dibuat atau didapat oleh akuntan pemeriksa

 Tembusan (copy) dari dokumen penting dari suatu daftar baik yang diperoleh ataupun

yang didapat dari klien dan diverifikasi oleh akuntan.

Dengan kata lain kertas kerja audit dapat berasal dari pihak klien, hasil analisis

yang dibuat auditor atau dari pihak ketiga yang independen baik secara langsung

maupun tidak langsung. Berkas kertas kerja yang berasal dari klien dapat berupa

neraca saldo (Trial balance), rekonsiliasi bank (Bank reconciliation), analisa umur

piutang (Accounts Receivable Aging Schedule), rincian persediaan (Final Inventory

List), rincian utang, rincian biaya umum dan administrasi, rincian biaya penjualan,

dan surat pernyataan langganan.

b. Tujuan Pembuatan Kertas Kerja Audit

 Medukung opini auditor mengenai kewajaran laporan keuangan.

 Untuk mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap pengauditan.


 Sebagai pendukung yang penting terhadap pendapat akuntan atas laporan

keuangan yang diauditnya.

 Sebagai penguat kesimpulan akuntan dan kompetensi pengauditannya.

 Sebagai Pedoman dalam pengauditan berikutnya.

2. Kertas Kerja dan Standar Auditing

Kertas kerja berhubungan erat dengan ketiga kelompok standar auditing yakni, standar

umum, standar pekerjaan lapangan, dan standar pelaporan.

 Kertas Kerja dengan Standar Umum

Standar umum menyatakan tentang kompetensi, independensi, kecermatan dan

keseksamaan pelaksanaan tugas. Kertas kerja merupkan bukti latihan teknis dan

kecakapan auditor yang ditunjukkan dengan pengetahuan auditor tentang SAK dan

kemampuannya menerapkan prosedur audit yang tepat sesuai dengan situasi dan

kondisi yang dihadapi.

 Kertas Kerja dan Standar Pekerjaan Lapangan

Standar Pekerjaan Lapangan berhubungan dengan perencanaan dan pengawasan SPI

serta bukti pelaksanaan audit yang kompeten. Kegunaan kertas kerja selama proses

pelaksanaan audit adalah untuk mengkoordinasikan pekerjaan yang dilakukan dalam

penugasan profesionalismenya. Kertas kerja memudahkan pemeriksaan pada setiap

tingkat perencanaan dan pengawasan. Kertas kerja berisi bukti dokumentasi

pemahaman SPI klien, kertas kerja berguna untuk mendokumentasikan bukti-bukti

yang diperoleh selama pelaksanaan audit.

 Kertas Kerja dan Standar Pelaporan

Kertas kerja membantu dalam memudahkan dalam membuat kertas kerja audit,

mendukung dan menetukanjenis pendapat auditor. Kertas kerja harus meliputi bukti
yang berkaitan dengan kesesuaian SAK, konsisten, pengungkapan yang memadai, dan

pernyataan pendapat.

3. Isi Kertas Kerja Audit

Kertas kerja harus cukup memperlihatkan bahwa catatan akuntansi cocok dengan laporan

keuangan atau informasi lain yang dilaporkan serta standar auditing yang dapat

diterapkan telah dilaksanakan.

Dalam SA 339 dikemukakan bahwa kertas kerja biasanya berisi dokumentasi

yang memperlihatkan :

1. Pemeriksaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik, yang menunjukkan

dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan yang pertama.

2. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern telah diperoleh untuk

merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah

dilakukan.

3. Bukti audit telah diperoleh, prosedur pemeriksaan yang telah diterapkan dan pengujian

yang telah dilaksanakan, yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar

yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan, yang

menunjukkan dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan yang ketiga.

4. Pedoman Pembuatan Kertas Kerja

Ada empat teknik dasar dalam pembuatan kertas kerja, yaitu:

a. Pembuatan Heading yang berisi nama klien dan judul untuk mengidentifikasikan isi

kertas kerja serta tanggal neraca atau periode audit.

b. Nomor indeks untuk memudahkan identifikasi dan referensi silang antar kertas kerja.

Penomoran kertas kerja pada dasarnya diurutkan berdasarkan akun diikuti dengan

nomor halamannya.
c. Ticks marks yang berupa simbol yang digunakan auditor untuk membuat referensi

penjelasan naratif dalam kertas kerja.

d. Pencantuman tanda tangan pembuat dan tanggal pembuatan serta penelaahan.

Faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan kertas kerja audit :

 Kertas Kerja kerja harus dibuat lengkap : membuat informasi pokok dan tidak

memerlukan penjelasan lisan.

 Teliti : bebas dari kesalah penulisan atau penjumlahan.

 Ringkas : berisi informasi pokok dan relevan dengan tujuan pemeriksaan dapat

dimengerti.

 Jelas : menggunakan isitilah yang mudah dimengerti, tidak punya arti ganda dan

sistematis.

 Rapi : jika kertas kerja rapi akan mempermudah dalam pemahaman, dan mudah

dalam mmeperoleh informasi yang diperlukan dikemudian hari.

Ciri- Ciri Kertas Kerja yang Baik:

 Kertas kerja harus dapat memberikan bukti bahwa SPI telah diperiksa dan dapat

menunjukkan kekuatan dan kelemahannya.

 Kertas kerja harus dapat memperjelas masalah yang dikemukakan waktu audit

sebelumnya.

 Kertas kerja harus memiliki hubungan erat dengan Kertas kerja lainnya.

 Kertas kerja harus dapat menjelaskan semua prosedur audit yang dijalankan auditor.

 Kertas kerja harus dapat memberikan bukti bahwa auditor telah melakukan

pemeriksaan transaksi dan kejadian setelah tangga neraca.

 Kertas kerja harus dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan klien

dan pihak lain.

 Kertas kerja harus dapat digunakan untuk menjelaskan analisis audit.


5. Tipe Kertas Kerja dan Susuna KKP

a. Tipe Kertas Kerja Ada Enam, yaitu:

1) Program Audit

Agar tak menimbulkan kerancuan istilah maka perlu dipisahkan pengertian program

audit dan prosedur audit. Program audit (program pemeriksaan) merupakan daftar

prosedur pengauditan untuk seluruh pemeriksaan elemen tertentu. Sedangkan

Prosedur audit adalah instruksi terinci untuk mengumpulkan tipe bukti pemeriksaan

tertentu yang harus diperoleh pada saat pemeriksaan. Program pemeriksaan dapat

digunakan untuk merencanakan berapa orang yang diperlukan untuk melaksanakan

pemeriksaan, serta jadwal pemeriksaan yang direncanakan.

2) Working Trial Balance

Merupakan suatu daftar yang memuat saldo dari seluruh rekening buku besar pada

akhir tahun yang diperiksa dari akhir tahun sebelumnya, koreksi yang diusulkan serta

saldo menurut hasil pemeriksaan. Kertas kerja ini dapat pula dipisahkan menjadi

Working Balance Sheet dan Working Profit and Loss.

3) Ringkasan Jurnal Penyesuain dan Jurnal Reklasifikasi

Ringkasan ini merupakan daftar yang berisikan jurnal-jurnal koreksi yang diusulkan

kepada klien yang diperoleh selama pemeriksaan berlangsung.

4) Top Schedules

Merupakan kertas kerja pemeriksaan yang digunakan untuk meringkas informasi yang

dicatat dalam daftar pendukung untuk rekening-rekening yang berhubungan.

5) Supporting schedules

Merupakan kertas kerja yang memuat detail dari pada temuan hasil pemeriksaan, serta

koreksi-koreksi yang ada, serta memuat berbagai informasi dan teknik pemeriksaan
yang dilaksanakana oleh akuntan. Dengan kata lain supporting schedule merupakan

rincian dari pada top schedule.

6) Memorandum Audit dan Dokumentasi Informasi Pendukung

Merupakan data tertulis yang disiapkan auditor dalam bentuk naratif.

Tahap Penyusunan Audited Financial Statements

a). Pembuatan atau pengumpulan daftar pendukung (supporting schedules) sebagai langkah

pengumpulan bukti pemeriksaan.

b). Penyusunan daftar utama (lead schedules atau top schedules) dengan cara meringkas

supporting schedules dan summary of adjustment journals entris.

c). Meringkas informasi yang tercantum dalam daftar utama dan daftar pendukung ke

dalam Working Trial Balance.

d). Menyusun Audited Financial Statements.

b. Susunan Kertas Kerja Audit

 Draft laporan pemeriksaan ( audit report ).

 Audited financial statements.

 Ringkasan informasi bagi penelaah.

 Program pemeriksaan.

 Laporan keuangan atau neraca lajur yang dibuat klien.

 Ringkasan journal adjustment.

 Working trial balance.

 Daftar utama (Top schedule)

 Daftar pendukung (Supporting schedule)

6. Penelaahan Kertas Kerja oleh Penyelia

Sebagaimana pada banyak aktivitas lainnya, kontrol terbaik adalah pengawasan oleh

penyelia yang memiliki pengetahuan lebih. Penelaahan ini harus dibuktikan pada setiap
kertas kerja menggunakan nama atau inisial penyelia dan tanggal penelaahan. Pertanyaan

yang muncul harus tercakup dengan setiap kelompok kertas kerja yang berhubungan, dan

kertas kerja tersebut tidak boleh dianggap selesai hingga pertanyaan-pertanyaan tersebut

dijawab dengan jawaban yang memuaskan penyelia

Pengarsipan Kertas Kerja Audit Ada 2, yaitu:

a. Current File, yaitu arsip pemeriksaan tahunan yang diperoleh dari pemeriksaan tahun

berjalan, informasi dari current file pada umumnya mempunyai manfaat untuk tahun

yang diperiksa.

Contoh : Neraca saldo, Berita acara kas opname, rekonsiliasi bank, rincian piutang,

rincian persediaan rincian utang, rincian biaya dan lain lain.

b. Permanent File, merupakan arsip kertas kerja yang secara relatif tidak mengalami

perubahan. Arsip ini dapat digunakan berulang ulang untuk beberapa periode

pengauditan.

Contoh : Akte pendirian, accounting manual (pedoman akuntansi), kontrak kontrak,

notulen rapat

Tujuan dari permanent file :

 Sebagai acuan yang digunakan untuk pemeriksaan tahun-tahun mendatang.

 Memberikan ringkasan mengenai kebijakan dan organisasi klien bagi staff yang baru

pertama kali menangani pemeriksaan laporan keuangan.

 Untuk menghindari pengulangan pembuatan kertas kerja yang sama dari tahun ke

tahun.

7. Kepemilikan Kertas Kerja Audit

Kertas kerja audit akuntan yang disusun selama pelaksanaan audit, baik yang disusun

oleh auditor sendiri maupun yang disusunkan oleh klien untuk auditor, adalah milik

auditor (akuntan publik), oleh karena itu semua kertas kerja tersebut harus disimpan oleh
auditor dengan sebaik-baiknya, dalam arti disimpan secara teratur sesuai dengan urutan

yang logis.

Walaupun kertas kerja tersebut milik auditor, tetapi auditor dilarang memperlihatkan

atau membocorkan informasi yang ada pada kertas kerja tersebut kepada pihak ketiga

tanpa seizin kliennya, kecuali atas perintah pengadilan atau profesi akuntan. Selama

melaksanakan audit, auditor memperoleh sejumlah informasi yang sifatnya rahasia antara

lain berupa informasi tentang gaji karyawan penting (key personels), rencana advertensi,

data biaya produksi dan metode penentuan harga jual produk. Jika auditor membocorkan

informasi-informasi pada pihak ketiga atau kepada karyawan kliennya, maka auditor

tersebut dapat dimintai pertanggung jawabannya atau dituntut ke pengadilan.