Anda di halaman 1dari 10

Nama : IBRAHIM MALIK

No Peserta : 18120222010158
Tugas : TUGAS AKHIR MODUL 3 PROFESIONAL

Instructions

1. Dalam pembahasan keilmuan fisiologi olahraga, ergosistema atau system kerja


merupakan kumpulan sistema tubuh yang dikategorikan menjadi 3 bagian.3
Kategori tersebut memiliki kumpulan system tubuh yang berbeda dan fungsi
yang berbeda juga. Sebutkan ketigapembagian tersebut!
2. Apakah pengertian ilmu anatomi dan sebutkan pembagian ilmu anatomi!
3. Jelaskan bagaimana mekanisme gerak dapat terjadi!
4. Jelaskan aplikasi gaya geser dalam olahraga Basket.
5. Jelaskan aplikasi tumbukan dalam Olahraga Tenis Lapangan

JAWABAN:
1. Dalam pembahasan keilmuan fisiologi olahraga, ergosistema atau system kerja
merupakan kumpulan sistema tubuh yang dikategorikan menjadi 3 bagian.3
Kategori tersebut memiliki kumpulan system tubuh yang berbeda dan fungsi
yang berbeda juga. Sebutkan ketiga pembagian tersebut!

3 Kategori ergosistema tersebut memiliki fungsi yang berbeda dalam memulai


sebuah gerak manusia. Tubuh manusia ketika bergerak, seperti halnya sebuah
mesin motor yang akan digunakan. Ada sistem sebagai pemicu terjadinya
gerakan atau pemberi perintah dan ada juga sebagai penerima perintah. Atau
seperti mesin smartphone android dan iphone pada saat ini yang sedang
merajai pasar smartphone. Dalam smartphone tersebut terdapat sistem kerja
juga, yang diklasifikasikan mirip dengan ergosistema pada manusia
A. Ergosistema 1 atau sistem kerja primer
Kategori pertama dari ergosistema adalah ergosistema 1 atau sistem kerja
primer. Ergosistema ini, memiliki 3 sistem tubuh yaitu sistem neurvorum
(saraf), muscular (otot) dan skeletal (tulang dan sendi).
Fungsi dasar dari ergosistema ini adalah sebagai penghantar rangsang,
kontraksi otot dan pergerakan sendi. Komponen kondisi fisik yang terkandung
di dalamnya adalah kelentukan, kekuatan dan koordinasi.
Pada saat kita mengawali sebuah gerakan, maka ergosistema inilah yang
menjadi motor utama sebagai penggerak dengan bantuan energi yang
tersimpan yang sudah tersimpan di dalam otot kita. Ergosistema 1 atau sistem
kerja primer ini berkaitan dengan jenis olahraga anaerobik, yang energinya
tidak membutuhkan pemecahan dari oksigen terlebih dahulu karena sudah siap
pakai di dalam otot. Energi tersebut tidak berlangsung lama dan cepat habis,
sekitar 10 detik penggunaan energi anaerobik berupa ATP-PC.

B. Ergosistema 2 atau sistem kerja sekunder


Supaya ergosistema 1 atau sistem kerja primer bisa berlangsung lama untuk
melakukan olahraga, maka didukung oleh ergorsistema 2 atau sistem kerja
sekunder. Ergosistema ini memiliki 3 sistem tubuh yang terlibat yaitu: sistem
hemo-hidro-limpatik (darah dan cairan getah bening), respirasi (pernapasan),
dan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah).

Fungsi dasar dari ergosistema 2 ini adalah sebagai transport O2, CO2, Nutrisi,
dan kandungan zat lainnya yang dibutuhkan otot ketika melakukan olahraga.
Komponen kondisi fisik yang terlibat adalah daya tahan umum (endurance).
Setelah kita mengawali sebuah gerakan melalui ergosistema 1, maka
ergosistema 2 menjadi sarana transportasi zat-zat yang dibutuhkan oleh otot
yang sedang bekerja. Sehingga proses pembentukan energi di dalam otot akan
bisa terus berlangsung jika kualitas ergosistema 2 sebagai alat transportasi
bisa bekerja secara terus menerus.

Keberlangsungan sebuah olahraga atau latihan fisik ditentukan juga oleh


ergosistema 2 ini karena berkaitan juga dengan kemampuan daya tahan
(endurance). Selain itu, ergosistema 2 juga berkaitan dengan jenis olahraga
aerobik yang memiliki karakteristik waktu melakukannya lama minimal 20
menit untuk menggunakan energi dari pemecahan glikogen oleh oksigen.
Seperti contoh diawal artikel ini, analoginya seperti mesin motor atau mesin
smarthpone. Supaya mesin motor atau smartphone tersebut bisa bertahan
lama untuk bekerja maka dibutuhkan suplai energi terus menerus tanpa adanya
sumbatan pada saluran transportasi energinya. Begitu juga manusia,
keberlangsungan tubuhnya untuk berolahraga ditentukan oleh sistem
transportasi zat-zat yang bagus untuk mensuplai zat yang dibutuhkan dalam
pembentukan energi.
Ergosistema II merupakan Ergosistema sekunder yang berperan sebagai
pendukung. Ergosistema II terdiri dari :
· Sistema respirasi
· Sistema kardiovaskuler
· Sistema hemo-hidro-limfatik

FUNGSI DASAR DAN KUALITAS


ANATOMIS FUNGSI DASAR KUALITAS
Sistema Respirasai Pertukaran gas O2 dan
CO2
Sistema Kardiovaskuler Sirkulasi Daya tahan umum
Sistema hemo-hidro- Transportasi : O2, CO2,
limfatik nutrisi, zat sampah,
panas.

Ergosistema II atau Ergosistema sekunder berperan sebagai ergositema


pendukung Ergosistema I. kenapa disebut Ergosistema pendukung karena pada
dasarnya ketika melakukan aktifitas olahraga proses berlangsungnya
Ergosistema I harus didukung oleh kemampuan Ergosistema II. Pada saat
Ergosistema I melakukan fungsinya, ergosisteam II melalui Sistema respirasi,
kardiovaskuler dan hemo-hidro-limfatik menyokong berlangsungnya kerja
Ergosistema I melalui mekanisme fisiologis yang sesuai dengan fungsi
dasarnya. Sistema respirasi mempunyai fungsi dasar untuk pertukaran gas O2
dan CO2, pertukaran gas yang dilakukan oleh Sistema respirasi berguna untuk
membantu kerja otot karena dalam proses kerjanya sitema otot butuh O2 yang
berasal dari Sistema respirasi untuk proses metabolisme di dalam sel-sel otot
agar menghasilkan energi. Sitema kardiovaskuler merupakan Sistema yang
membantu kinerja dari Sistema respirasi karena ketika pertukaran gas yang
dilakukan oleh Sistema respirasi gas O2 yang akan dikirim menuju otot akan
diangkut terlebih dahulu oleh Sistema kardiovaskuler melalui arteri pulmonalis
yang kemudian akan disebarkan keeluruh tubuh salah satunya menuju otot.
fungsi O2 dalam otot untuk proses metabolisme di dalam sel otot agar
menghasilkan energy yang akan dipakai untuk olahraga dan aktifitsa
lainnya.ketika proses metabolisme dalam sel otot yang melibatkan O2 maka
hasil akhirnya akan menghasilkan zat sampah CO2. Gasa sampah CO2 akan di
keluarkan ke udara bebas yang pada awal proses pengeluarannya akan
diangkut terlebih dahulu oleh pembuluh darah vena yang akan dikirim menuju
jantung dan dari jantung akan dikirim ke paru-paru melalui pembuluh darah
vena pulmonalis yang pada akhirnya akan dikeluarkan oleh Sistema respirasi
melalui hidung saat mengeluarkan nafas. Peran dari Sistema hemo-hidro-
limfatik adalah sebagai transportasi gas, nutrisi, zat sampah, dan panas dalam
darah sebagai perantara transportasi dari organ ke jantung dan ke dalam otot.

C. Ergosistema 3 atau sistem kerja sekunder


Ergosistema yang terakhir ini, memiliki fungsi sebagai pemasok bahan baku
(kecuali O2) pembentukan energi dan pembuangan zat sampah sisa
metabolisme energi. Sistem tubuh yang terlibat di dalam ergosistema 3 ini
adalah sistem digestivus (pencernaan), sistem sensoris, sistem eksresi
(pembuangan), sistem endoktrin, sistem reproduksi.

Ketika kita berolahraga, maka tubuh membutuhkan pasokan bahan baku energi
yang berasal dari makanan yang kita konsumsi beberapa jam sebelum
berolahraga yang telah diproses menjadi nutrisi oleh sistem pencernaan.
Sehingga faktor asupan makanan juga menentukan tubuh kita bisa berolahraga
dengan waktu lama atau tidak.

Keterkaitan antara ergosistema 1, 2 dan 3 atau sistem kerja primer, sekunder


dan tersier seperti halnya sebuah mekanisme yang berjalan secara runtut dan
sistematis.
2. Apakah pengertian ilmu anatomi dan sebutkan pembagian ilmu anatomi!
DEFINISI ILMU ANATOMI

Anatomi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari


dua kata yaitu, Ana :memisahkan, mengurai dan
Tomos : memotong atau membagi-bagi. Anatomi
adalahsuatu ilmu yang mempelajari tentang
struktur atau susunan tubuh manusia
sertahubungan dengan bagian-bagiannya.
Sedangkan olahraga berasal dari kata Sport yang
artinya bersenang-senang. Jadi olahraga adalah
kegiatan fisik yang mengandung sifat permainan

PEMBAGIAN ILMU ANATOMI


a. Anatomi Makroskopis: Ilmu anatomi yang mempelajari susunan tiap-tiap
oran tubuh dengan jalan memotong dan memisah-misahkan bagian-
bagian dari tubuh.

b. Anatomi Mikroskopis: Ilmu anatomi yang mempelajari susunan tiap-tiap


organ tubuh dengan menggunakan kaca pembesar atau mikroskop,
misalnya mempelajari tentang sel dan penyelidikian tentang jaringan.

c. Anatomi Sistemik: Ilmu anatomi yang mempelajari tentang setiap sistem


yang terdapat dalam tubuh. Setiap sistem dalam tubuh mempunyai
jaringan yang sama dan membentuk fungsi yang khusus, misalnya sistem
otot, sistem jantung dan lainnya.

d. Anatomi Regional: Ilmu anatomi yang mempelajari letak organ-organ


tubuh satu dengan lainnya. Hal ini penting dalam melakukan
pembedahan (operasi), misalnya mengetahui letak saraf. pembuluh
darah dan lainnya.

e. Anatomi Perkembangan (embriologi): Ilmu anatomi yang mempelajari


perubahan-perubahan pada sel pertama kehamilan sampai anak lahir.
f. Anatomi Permukaan (surface anatomy): Ilmu anatomi yang mempelajari
tentang letak organ-organ dalam tubuh yang diproyeksikan ke
permukaan tubuh.

g. Anatomi Perbandingan (Comperative anatomy): Ilmu anatomi yang


berhubungan dengan persamaan dan perbedaan antara susunan tubuh
manusia dengan makhluk yang lebih rendah (binatang).

h. Anatomi Radiologi (anatomy X-ray): Ilmu yang mempelajari susunan


organ-organ tubuh manusia secara radiologi.

i. Anatomi Antroologi: Ilmu yang mempelajari tentang ukuran tubuh


manusia yang berbeda antara satu bangsa dengan bangsa yang lain.

3. Jelaskan bagaimana mekanisme gerak dapat terjadi!

Manusia merupakan
makhluk ciptaan Tuhan
YME yang paling
sempurna. Berbeda
dengan makhluk hidup
lainnya, yaitu hewan
dan tumbuhan, dimana
pergerakan mereka
sangat terbatas dan
memiliki ruang lingkup
yang sempit.
Manusia bisa bergerak
dengan bebas dan kemana saja yang ia inginkan. Pada dasarnya, pergerakan
tersebut didukung oleh sebuah sistem yang kita sebut sebagai sistem
pergerakan yang didukung oleh organ tulang dan rangka.
Berbicara soal tulang, memang ada banyak sekali jenis tulang yang terdapat
dalam tubuh manusia, paling tidak ada 206 tulang yang menyusun kerangka
manusia. Namun, bagaimana cara kerja kerangka itu atau mekanisme gerak
pada manusia itu
Pada umumnya, mekanisme gerak pada manusia sudah sangat terkoordinasi
dan dirangkai dengan sangat baik. Artinya, gerakan yang kita lakukan sudah
diproses secara baik. Bergerak tentulah menyenangkan.

Jika manusia tidak bisa bergerak, maka ia tidak bisa melakukan aktivitasnya
sehari-hari. Mungkin anda juga sudah merasa tidak asing lagi dengan materi
mekanisme gerak pada manusia ini.

Mengingat bahwa materi ini pernah anda pelajari ketika anda duduk di bangku
sekolah. Materi ini merupakan bagian dari pelajaran biologi atau IPA (Ilmu
Pengetahuan Alam). Pada dasarnya, mekanisme gerak pada manusia
merupakan aspek dari kehidupan manusia.
Pada hakikatnya, rangsangan atau impuls yang diterima oleh tubuh kita akan
diterima oleh organ reseptor dan kemudian diteruskan ke pusat saraf. Dari
pusat saraf akan diteruskan ke organ efektor. Respon ini biasanya berbentuk
gerakan.
Proses perambatan impuls ini meliputi cara merambat melalui sel saraf dan
sinapsis. Oleh karena itu, tidak ada salahnya anda membaca kembali
mekanisme gerak pada manusia agar lebih memahaminya. Berikut ini adalah
uraian singkat mengenai mekanisme gerak pada manusia.

Perambatan impuls melalui sel saraf


Pada umumnya, rambatan impuls atau rangsangan melalui serabut saraf terjadi
dalam bentuk aliran elektrik. Aliran impuls yang terjadi adalah rangsangan
masuk ke dalam dendrite, kemudian menuju badan sel saraf dan neurit. Setelah
itu akan keluar melalui sinapsis.

Pada dasarnya, perambatan impuls ini terjadi karena adanya perbedaan


potensial listrik antara bagian luar dan dalam sel saraf. Pada saat beristirahat,
sel saraf bagian luarnya merupakan kutub positif, sedangkan bagian dalamnya
merupakan kutub negatif.
Adanya rangsangan dari organ reseptor dapat menyebabkan pembalikan beda
potensial (depolarisasi), sehingga terjadi perambatan gelombang sesuai beda
potensial. Variasi kecepatan perambatan gelombang dipengaruhi oleh diameter
akson dan ada atau tidaknya selubung myelin, yaitu antara 1 sampai 120 m per
detik.
Pengembalian posisi ke posisi awal memerlukan waktu sekitar 1/500 sampai
1/1000 detik. Stimulus yang lemah tidak akan menghasilkan impuls yang dapat
merubah potensial listrik, namun sebaliknya jika stimulus kuat, maka impuls
yang akan dihantarkan ke sel saraf lainnya.

Perambatan impuls melalui sinapsis


Ujung akson sel saraf akan membentuk tonjolan sinapsis yang berisi
sitoplasma, di dalam sitoplasma ini terdapat lagi membran kecil yang berisi
neurotransmitter. Ketika impuls sampai ke ujung neuron, maka vesikula akan
melepaskan neurotransmitter.
Perambatan impuls dari saraf motorik ke otot pada organ efektor melalui
sinapsis. Sinapsis ini berbentuk seperti cawan dan mengelilingi sel otot. Otot
merupakan organ yang dapat bergerak dan menggerakan organ.

Berdasarkan alur stimulus, gerakan bisa dibedakan menjadi dua, yaitu gerakan
biasa dan gerak reflex. Gerakan biasa merupakan gerakan yang disadari oleh
tubuh, sedangkan gerakan reflex terjadi dalam waktu yang cepat dan dilakukan
oleh tubuh secara spontan.

Gerakan biasa
Untuk melakukan gerakan biasa ada alur impuls yang harus dilewati, yaitu
stimulus pada organ reseptor menuju sel saraf sensorik dan kemudian dibwa
ke otak. Setelah itu, digerakan melalui sel saraf motorik dan respon pada organ
efektor.

Gerakan reflex
Gerakan ini terjadi secara otomatis dan spontan oleh tubuh. urutannya adalah
stimulus pada organ reseptor menuju sel saraf sensorik dan sel penghubung
atau asosiasi pada sumsum tulang belakang. Setelah itu merambat ke sel saraf
motorik dan respon pada organ efektor.
4. Jelaskan aplikasi gaya geser dalam olahraga Basket.

Gaya geser dapat dialikasikan ke dalam olah


raga seperti olah raga bola basket. Di dalam
olah raga bola basket sangat diperlukan
kecepatan gerak kaki dan tangan. Ketika
mendrible bola dan melempar bola pada
teman diperlukan keseimbangan yang tepat
agar bola benar-benar tepat sampai di tangan
teman. Kemungkinan dari pergerakan kaki
yang ideal adalah tergelincir karena sepatu
pemain yang licin ketika bersentuhan dengan
lantai. Hal ini bisa diminimalisir dengan
menerpakan gaya gesr pada olah raga basket,
diantaranya pemain dapat mengganti bahan
sol spatu dengan sol karet yang tidak licin dan
sedikit diperlebar agar gaya geser yang
dihasilkan dari gaya yang menekan
permukaan sepatu dengan gaya yang menekan permukaan lantai dapat
diminamilir sehingga tidak terjadi gaya geser yang cukup besar yang dapat
menyebabkan pemain tergelincir.
5. Jelaskan aplikasi tumbukan dalam Olahraga Tenis Lapangan

Tumbukan terjadi pada olah raga tenis lapangan diantaranya adalah oleh raga
tenis lapangan. Arah gerap pukulah bola pada tenis lapangan sangat
tergantung dari sudut penekanan yang dibentuk anatara tangan dan juga raket.
Ketika pemain memukul bola dengan raket maka yang terjadi adalah tumbukan
antara raket dengan tenis yang menghasilkan arah gerak pukulan. Sehingga
ketika atlet menginginkan gerak pukulan yang baik maka ia harus
mengkoordinasikan tumbukan yang terjadi antara bola dengan raket tenis
lapangan.