Anda di halaman 1dari 9

3/7/2018

TUJUAN
KELARUTAN
DAN
Pada akhir kuliah diharapkan mahasiswa mampu:
FENOMENA DISTRIBUSI 1. Mendefinisikan kelarutan,
2. Menjelaskan fenomena kelarutan
3. Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi
kelarutan
4. Memanfaatkan kelarutan senyawa obat dalam
pengembangan sediaan farmasi

DEWI ISADIARTUTI
DEPARTEMEN FARMASETIKA
FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA

DEFINISI KELARUTAN LARUTAN


Suatu sistem homogen yang terdiri dari
dua atau lebih komponen
Kualitatif
Interaksi spontan dari dua atau lebih zat untuk SISTEM HOMOGEN
membentuk dispersi molekuler homogen Larutan (true solution)

SISTEM HETEROGEN
Kuantitatif Koloid, suspensi, atau emulsi
Konsentrasi zat terlarut dalam suatu larutan
jenuh pada suhu tertentu Solut = zat terlarut
Solven = pelarut

LARUTAN Kurva Kelarutan Miers (Khanam, 2007)

1. LARUTAN JENUH

2. LARUTAN TIDAK JENUH

3. LARUTAN LEWAT JENUH

1
3/7/2018

PENENTUAN KELARUTAN PERNYATAAN KELARUTAN

1. Masa solut dalam masa solven


a. Persen berat (%b/b) : gram solut/100 gram solven
b.Molalitas (m) : mol solut/1000 gram solven
c. Fraksi mol (X) : x1 = n1/n1+n2
d. Persen mol : Fraksi mol X 100

2. Masa solut dalam volume solven ( ~ T)


a. Molaritas (M) : mol solut/1 Liter solven
b. Normalitas (N) : gram eqivalen solut/ 1 Liter solven
c. Persen Volum : % v/v
d. Persen berat/volume : % b/v, gram solut/100 mL solven

PERAN KELARUTAN ISTILAH KELARUTAN

1. Formulasi Sediaan cair Bagian Pelarut untuk Melarutkan


Istilah
1 Bagian zat Terlarut
Dosis ~ Volume sediaan
Sangat Mudah Larut Kurang dari 1 Bagian
Mudah Larut 1 sampai 10 bagian
Larut 10 sampai 30 bagian
2. Bioavailabilitas Sediaan
60 % API mempunyai kelarutan rendah dalam air Agak Sukar Larut 30 sampai 100 bagian
sebagian kecil dibuat dan dipasarkan Sukar Larut 100 sampai 1.000 bagian
Sangat Sukar Larut 1.000 sampai 10.000 bagian
Kelarutan yang baik, bioavailabilitas baik
Praktis tidak Larut Lebih dari 10 ribu Bagian
Efektivitas obat juga baik

SOLUBILITY DEFINITION IN THE USP CONTOH

Kelarutan asam mefenamat dalam air


0,0041 g/100 mL (25 ºC)
0,008 g/ 100 mL (37 ºC)

Kelarutan asam mefenamat dalam


alkohol 1 : 85
kloroform 1 : 150
eter 1 : 80

artinya ???

Sumber: Sinko P and Singhy, 2011

2
3/7/2018

TAHAP PROSES MELARUT PROSES KELARUTAN (LANGMUIR)

1. Pelepasan molekul dari fase solut (T ttt)


2. Pembentukan rongga dalam solven
3. Akomodasi molekul solut dalam rongga solven
Zat terlarut Pelepasan satu molekul dari sat terlarut

LIKE DISSOLVES LIKE ???

INTERAKSI SOLUT-SOLVEN (OS) BILA


Pelarut Pembentukan lubang dalam pelarut O-O + S-S → O-S OS > OO atau OS > SS

Kelarutan senyawa hidrofob tergantung pada:


-Struktur dan Muatan Elektrik Molekul
Pelarut Molekul zat terlarut larutan
-Ikatan Hidrogen dan Derajad Ionisasi
-Energi Kohesi dan Polaritas Molekul

FAKTOR YANG BERPENGARUH STRUKTUR MOLEKUL

1. SOLUT (ZAT TERLARUT) 1. Struktur Molekul


a. Struktur molekul Perbandingan gugus polar dan non polar
b. Solid state Panjang rantai nonpolar alkohol alifatik bertambah
→ kelarutan ↓
2. SOLVEN (ZAT YANG MELARUTKAN)
Alkohol monohidroksi, aldehida, keton, dan asam
Komposisi media
berantai lurus yang mengandung lebih dari 4 atau 5
karbon tidak dapat masuk ke dalam struktur ikatan
3. LINGKUNGAN hidrogen → kelarutan ↓
a. pH
b. Suhu
Gugus polar dalam molekul, spt PG, gliserin, asam tartrat
c. Adanya zat lain
→ kelarutan ↑

Percabangan rantai karbon mengurangi efek nonpolar →


kelarutan ↑

IKATAN HIDROGEN

3
3/7/2018

SOLID STATE

1. Bentuk Kristal

2. Morfologi

3. Ukuran

PELARUT

1. POLAR

2. NON POLAR

3. SEMI POLAR

PELARUT POLAR PELARUT NON POLAR

1. Air merupakan pelarut polar, konstanta dielektrik (ԑ = 80),


pelarut polar mengurangi gaya tarik menarik antar ion bermuatan Pelarut nonpolar tidak dapat mengurangi gaya tarik menarik antarion
berlawanan dalam kristal spt Na Cl. pada elektrolit kuat dan elektrolit lemah karena konstanta dielektrik
rendah.
2. Pelarut polar memecahkan ikatan kovalen pada elektrolit kuat dengan
reaksi asam basa karena bersifat amfiprotik. Tidak dapat memutus ikatan kovalen dan tidak dapat mengionisasi
Air menyebabkan ionisasi HCl: elektrolit lemah (gol pelarut aprotik)
HCl + H2O → H3O+ + Cl - Tidak dapat membentuk jembatan hidrogen dengan non elektrolit
3. Pelarut polar mensolvasi molekul dan ion dengan adanya interaksi
dipol, terutama pembentukan ikatan hidrogen Senyawa nonpolar dapat larut dalam pelarut nonpolar →
interaksi dipol induksi (van der waals lemah)

4
3/7/2018

PELARUT SEMI POLAR POLARITAS PELARUT

Intermediate solven

Menginduksi senyawa nonpolar dengan derajad


polaritas tertentu

Meningkatkan interaksi gugus solut nonpolar dalam


pelarut polar

Aseton menaikkan kelarutan eter dalam air


Propilen Glikol menaikkan kelarutan air dan minyak permen

KELARUTAN GAS DALAM CAIRAN Syarat :


a. Berlaku untuk gas yang kelarutannya kecil
Contah : Sediaan Effervescent, Aerosol b. Tidak berlaku untuk gas yang bereaksi dengan
Kelarutan Gas tergantung pada: pelarut
Tekanan, suhu , zat lain yang terlarut, reaksi kimia ( Cl2, NH3, CO2 bereaksi dengan air)
c. Suhu: T↑ → Kelarutan Gas ↓ (Ekspansi Gas)
Hukum Henry
Dalam larutan yang sangat encer, pada suhu konstan, d. Adanya Zat lain yang terlarut
kadar gas terlarut sebanding dengan tekanan parsial gas di NaCl, Sukrosa : salting out →mengurangi
atas larutan pada kesetimbangan.
densitas lingkungan air yang berdekatan dengan
Tekanan parsial gas = P uap total di atas larutan - P uap
pelarut molekul gas

C2 = kadar gas terlarut


C2 = k. p k = koefisien kelarutan
p = tekanan gas parsial gas yang
tidak terlarut

KELARUTAN CAIRAN DALAM CAIRAN Untuk kedua konstituen A dan B


PA = PAº XA
PB = PBº XB

Contoh : Elixir, Aromatic Water, Medicated Oil/Spray

LARUTAN IDEAL
Tidak ada perubahan sifat = kecuali pengenceran
Tidak ada ekspansi : Reaksi panas, penyusutan/penambahan
volume

Hukum Roult's
Dalam larutan ideal tekanan uap parsial dari setiap konstituen
volatil adalah sama dengan tekanan uap konstituen murni
dikalikan dengan fraksi mol konstituen tersebut dalam
larutan.

5
3/7/2018

LARUTAN NYATA atau LARUTAN NON IDEAL


2. Terjadi penyimpangan positif Hk Raoult
1. Terjadi penyimpangan negatif Hk Raoult
Gaya kohesi (A-A atau B-B) > gaya adhesi (A-B)
Gaya adhesi (A-B) > gaya kohesi (A-A atau B-B)

Contoh: benzena-etil alkohol


Contoh: kloroform dan aseton
karbon disulfida- aseton
Cl3C-H .....O=C(CH3)2
kloroform-etil alkohol

KELARUTAN PADATAN DALAM CAIRAN


LARUTAN IDEAL
Kelarutan zat padat dalam pelarut ideal
(tidak dipengaruhi oleh sifat pelarut)

Zat Padat Kristalin Lelehan zat padat

∆ Hf, T, Tm

Tergantung pada: Suhu, T.L dan ∆Hf

∆Hf : Panas peleburan = panas pelarutan (E kisi)


Struktur kimia - sifat ikatan
Struktur kristal- energi kisi
BM: Polaritas

LARUTAN NON IDEAL (REAL) PENINGKATAN KELARUTAN


Interaksi : Solut- Solven
Aktivitas solut dalam larutan : γ
Antara lain:
a2 = X2 γ 1. Pengaturan pH
2. Pembentukan Senyawa Kompleks
log a2 = log X2 + log γ 3. Pelarut Campur (Kosolvensi)
4. Penambahan Zat Lain (e.g Hidrotropi)

dalam larutan ideal a2 = X2 dan γ =1

6
3/7/2018

PENGATURAN pH KURVA FUNGSI pH VS % TERION

Florence & Attwood, 2008

PEMBENTUKAN SENYAWA KOMPLEKS

Attwood & Florence, 2008

KOSOLVENSI KOSOLVEN DALAM FORMULASI OBAT

Konstanta Parameter Tegangan


Kosolven Kosolven dielektrik* (ε) Kelarutan (δ) Permukaan
merupakan pelarut organik larut dalam air (cal/cm3) (dynes/cm)
yang penggunaanya dalam formulasi sediaan Air 78,5 23,4 45,6
cair dapat meningkatkan kelarutan bahan obat Gliserin 42,5 17,7 32,7
dengan kelarutan rendah dalam air. N,N-Dimetil-
37,8 10,8 4,6
asetamida
Kosolvensi Propilenglikol 32,0 (30°) 12,6 12,4
adalah proses pelarutan bahan obat yang Etanol 24,3 12,7 0,5
kelarutannya rendah dalam air menggunakan PEG 400 13,6 11,3 11,7
kosolven (pelarut campur organik dan air). dimetilisosorbid - 8,63 4,2

*Semua nilai ditentukan pada 25°C kecuali disebutkan lain

7
3/7/2018

PERHITUNGAN KONSTANTA DIELEKTRIK PARAMETER KELARUTAN

δcamp = fa.δa + fb.δb


forg =

Ket erangan
keterangan : δcamp = parameter kelarutan sistem campuran
Dcamp = konstanta dielektrik campuran fa = fraksi volume air
(sistem) fb = fraksi volume pelarut organik
Dorg = konstanta dielektrik kosolven δa = parameter kelarutan air
Dair = konstanta dielektrik air δb = parameter kelarutan pelarut organik
forg = fraksi kosolven

EFEK KOSOLVEN THD KELARUTAN ASAM BENZOAT HIDROTROPI

Fenomena penambahan senyawa organik; terjadi perusakan


Asam Benzoat struktur air
Etanol
Propilenglikol salting in : garam anorganik
Gliserin

Contoh :
Kelarutan (mol L-1)

Urea,
Nikotinamid,
Na benzoat,
Na salisilat

% Kosolven (vol/vol)

FENOMENA DISTRIBUSI PENGUKURAN KOEFISIEN PARTISI

Dengan menentukan konsentrasi kesetimbangan


Koefisien Partisi (P):
suatu obat dalam fase berair dan fase minyak yang
menyatakan ukuran lipofilisitas senyawa
akan kontak satu dengan yang lain pada suhu dan
tekanan konstan.
Lipofilisitas ~ kemampuan molekul obat
berpartisi antara dua larutan yang tidak
Harga P
campur (e.g. air dan minyak)
merupakan ukuran afinitas relatif molekul obat
terhadap fase air dan fase minyak.
P = [Cminyak]/ [Cair]
P >> : Kelarutan obat dalam fase minyak >>

~ transpor obat melewati membran saat absorbsi

8
3/7/2018

FAKTOR BERPENGARUH

a. Struktur molekul

b. Interaksi-asosiasi

c. Disosiasi

DAFTAR PUSTAKA

Florence AT and Attwood D, 2006. Physicochemical


Principles of Pharmacy, 4th Ed, Pharmacetical
Press, London, 56-91, 140-176.

Sinko P and Singhy, 2011. Martin’s Physical


Pharmacy and Pharmaceutical Sciences :
Physical Chemical and Biopharmaceutics
Principles in the Pharmaceutical Sciences, 6th
Ed, Lippincott Wiliams & Wilkins.