Anda di halaman 1dari 6

TUGAS 2 – PENGAUDITAN II

Bab 14 : “Audit Siklus Penjualan dan Penagihan”

Nama : Monica Christiana / Claresta Faustina H / Molina Priscilla

NRP : 1551105 / 1551109 / 1551198

Kelas : AK-E

14-26 Berikut ini adalah prosedur audit pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas
transaksi yang umumnya dilakukan dalam siklus penjualan dan penagihan :

1. Memperhitungkan urutan dokumen pengiriman dan memeriksa masing-masing untuk


memastikan bahwa salinan faktur penjualan telah dilampirkan.
2. Memperhitungkan urutan penjualan dan memeriksa masing-masing untuk memastikan bahwa
salinan dokumen pengiriman telah dilampirkan.
3. Membandingkan kuantitas dan deskripsi item-item pada dokumen pengiriman dengan salinan
faktur penjualan terkait.
4. Menelusuri penjualan yang dicatat dalam jurnal penjualan ke file induk piutang usaha terkait
dan membandingkan nama pelanggan, tanggal, serta jumlah masing-masing.
5. Memeriksa retur penjualan untuk disetujui oleh pejabat yang berwenang.
6. Meriview prelisting dalam buku penerimaan kas untuk menentukan apakah kas telah
diprelisted setiap hari.
7. Merekonsiliasi penerimaan kas yang dicatat pada prelisting dengan jurnal penerimaan kas dan
laporan bank selama periode satu bulan.

Diminta :

a) Identifikasilah apakah setiap prosedur audit merupakan pengujian pengendalian atau


pengujian substantif atas transaksi.
b) Sebutkan mana dari enam tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh
prosedur audit itu.
c) Identifikasilah jenis bukti yang digunakan untuk setiap prosedur audit, seperti inspeksi dan
observasi.

Jawaban :

1. Memperhitungkan urutan dokumen pengiriman dan memeriksa masing-masing untuk


memastikan bahwa salinan faktur penjualan telah dilampirkan.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian pengendalian, karena
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Keakuratan
c) Jenis bukti yang digunakan untuk setiap prosedur audit adalah :
 Inspeksi
TUGAS 2 – PENGAUDITAN II

Bab 14 : “Audit Siklus Penjualan dan Penagihan”

2. Memperhitungkan urutan penjualan dan memeriksa masing-masing untuk memastikan bahwa


salinan dokumen pengiriman telah dilampirkan.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian substantif atas transaksi.
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Keakuratan
c) Jenis bukti yang digunakan untuk setiap prosedur audit diatas adalah :
 Inspeksi
3. Membandingkan kuantitas dan deskripsi item-item pada dokumen pengiriman dengan salinan
faktur penjualan terkait.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian pengendalian.
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Posting dan Pengikhtisaran
d) Jenis bukti yang digunakan untuk setiap prosedur audit diatas adalah :
 Inspeksi
4. Menelusuri penjualan yang dicatat dalam jurnal penjualan ke file induk piutang usaha terkait
dan membandingkan nama pelanggan, tanggal, serta jumlah masing-masing.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian substantif atas transaksi.
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Keakuratan
 Posting dan Pengikhtisaran
e) Jenis bukti yang digunakan untuk setiap prosedur audit diatas adalah :
 Inspeksi
5. Memeriksa retur penjualan untuk disetujui oleh pejabat yang berwenang.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian pengendalian.
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Keterjadian
c) Jenis bukti yang digunakan untuk setiap prosedur audit diatas adalah :
 Inspeksi
6. Meriview prelisting dalam buku penerimaan kas untuk menentukan apakah kas telah
diprelisted setiap hari.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian pengendalian.
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Penetapan Waktu
c) Jenis bukti yang digunakan untuk setiap prosedur audit diatas adalah :
 .....
7. Merekonsiliasi penerimaan kas yang dicatat pada prelisting dengan jurnal penerimaan kas dan
laporan bank selama periode satu bulan.
TUGAS 2 – PENGAUDITAN II

Bab 14 : “Audit Siklus Penjualan dan Penagihan”

a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian substantif atas transaksi.


b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 ....
c) Jenis bukti yang digunakan untuk setiap prosedur audit diatas adalah :
 .....

14-28 Berikut adalah prosedur audit yang umum untuk pengujian penjualan dan penerimaan kas :

1. Membandingkan kuantitas dan deskripsi item-item pada salinan faktur penjualan dengan
dokumen pengiriman terkait.
2. Menelusuri penerimaan kas yang dicatat dalam file induk piutang usaha ke jurnal penerimaan
kas dan membandingkan nama pelanggan, tanggal, serta jumlah masing-masing.
3. Memeriksa salinan faktur penjualan untuk menunjukkan bahwa harga jual per unit telah
dibandingkan dengan daftar harga yang disetujui.
4. Memeriksa salinan faktur penjualan untuk menentukan apakah klasifikasi akun penjualan telah
dimasukkan dalam dokumen.
5. Memeriksa jurnal penjualan menyangkut transaksi dengan terkait, wesel tagih, dan pos-pos
tidak biasa lainnya.
6. Memilih sampel pesanan pelanggan dan menelusuri dokumen ke dokumen pengiriman, faktur
penjualan, dan file induk piutang usaha yang terkait untuk membandingkan nama, tanggal,
serta jumlah.
7. Memeriksa bukti penerimaan kas.
8. Memeriksa sampel remittance advice untuk menyetujui diskon tunai.
9. Memperhitungkan urutan numeris remittance advice dan menentukan apakah ada tanda cross-
reference untuk maisng-masing, yang menunjukkan bahwa hal tersebut telah dicatat dalam
jurnal penerimaan kas.

Diminta :

a) Identifikasilah apakah setiap prosedur audit merupakan pengujian pengendalian atau


pengujian substantif atas transaksi.
b) Sebutkan mana dari enam tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh
prosedur audit itu.
c) Untuk setiap pengujian pengendalian dalam bagian (a), sebutkan pengujian substantif yang
akan digunakan untuk menentukan apakah ada salah saji moneter.

Jawaban :

1. Membandingkan kuantitas dan deskripsi item-item pada salinan faktur penjualan dengan
dokumen pengiriman terkait.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian substantif atas transaksi.
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
TUGAS 2 – PENGAUDITAN II

Bab 14 : “Audit Siklus Penjualan dan Penagihan”

 Keakuratan, karena prosedur audit di atas membandingkan kuantitas dan


deskripsi item-item pada salinan faktur penjualan dimana hal tersebut untuk
mengetahui transaksi yang dicatat dinyatakan pada jumlah yang benar.
c) -
2. Menelusuri penerimaan kas yang dicatat dalam file induk piutang usaha ke jurnal penerimaan
kas dan membandingkan nama pelanggan, tanggal, serta jumlah masing-masing.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian substantif atas transaksi.
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Posting dan Pengikhtisaran, karena prosedur audti di atas menelusuri
penerimaan kas yang dicatat dalam file induk piutang usaha ke jurnal
penerimaan kas.
 Keakuratan, karena prosedur audit tersebut membandingkan nama
pelanggan, tanggal, serta jumlah masing-masing dimana hal tersebut untuk
meminimalisir kesalahan dan mengetahui apakah transaksi yang dicatat telah
dinyatakan pada jumlah yang ebnar atau tidak.
c) -
3. Memeriksa salinan faktur penjualan untuk menunjukkan bahwa harga jual per unit telah
dibandingkan dengan daftar harga yang disetujui.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian pengendalian, karena
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Keakuratan, karena prosedur audit tersebut memeriksa salinan faktur
penjualan untuk menunjukan bahwa harga jual dengan daftar harga yang
disetujui telah dinyatakan dalam jumalh yang benar.
c) Pengujian substantif yang akan digunakan untuk menentukan apakah ada salah saji
moneter adalah pengujian substantif atas transaksi. Dapat dilihat dengan
membandingkan harga jual per unit pada salinan faktur penjualan ke daftar harga yang
telah disetujui.
4. Memeriksa salinan faktur penjualan untuk menentukan apakah klasifikasi akun penjualan telah
dimasukkan dalam dokumen.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian pengendalian.
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Klasifikasi, karena prosedur audit diatas untuk mengetahui salinan faktur
penualan telah diklasifikasikan dan dimasukkan dalam dokumen sacara tepat.
c) Pengujian substantif yang akan digunakan untuk menentukan apakah ada salah saji
moneter adalah pengujian substantif atas transaksi. Caranya dengan memeriksa
salinan transaksi penjualan untuk mementukan apakah masing-masing klasifikasi
benar dalam jurnal penjualan.
TUGAS 2 – PENGAUDITAN II

Bab 14 : “Audit Siklus Penjualan dan Penagihan”

5. Memeriksa jurnal penjualan menyangkut transaksi dengan terkait, wesel tagih, dan pos-pos
tidak biasa lainnya.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian substantif atas transaksi.
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Keterjadian, karena tujuan ini berkenaan dengan apakah transaksi yang
tervatat memang benar-benar terjadi.
 Klasifikasi, karena tujuan ini menyatakan apakah transaksi telah dimasukkan
dalam akun yang tepat dan merupakan pendanaan auditor atas asersi
klasifikasi manajemen untuk kelas transaksi.
c) -
6. Memilih sampel pesanan pelanggan dan menelusuri dokumen ke dokumen pengiriman, faktur
penjualan, dan file induk piutang usaha yang terkait untuk membandingkan nama, tanggal,
serta jumlah.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian substantif atas transaksi.
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Kelengkapan, karena tujuan ini bersangkutan dengan apakah semua
transaksi yang harus dimasukkan dalam jurnal benar-benar telah dicatatkan.
 Posting dan Pengihktisaran, karena tujuan ini berkaitan dengan apakah
transaksi yang dicatat telah dimasukkan ke dalam file induk dan diikhtisarkan
dengan benar. Dapat dilihat daro pemilihan sampel pesanan dan menelusuri
dokumen-dokuman.
 Keakuratan, karena tujuan ini berkenaan dengan apakah transaksi yang
dicatat dinyatakan pada jumlah yang benar.
 Penetapan Waktu, karena prosedur audit tersebut membandingkan nama,
tanggal, serta jumlah dimana semua hal tersebut harus sudah dicatat pada
tanggal yang benar.
c) -
7. Memeriksa bukti penerimaan kas.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian substantif atas transaksi.
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Keakuratan, karena bertujuan untuk mengetahui bahwa transaksi yang
dicatat telah dinyatakan pada jumlah yang benar. Dimana hal tersebut dapat
dilihat dari prosedur audit tersebut melakukan pemeriksaan bukti penerimaan
kas.
 Kelengkapan, karena prosedur audit tersebut bertujuan untuk mengetahui
bahwa transaksi yang harus dimasukkan dalam jurnal, benar-benar telah
dicatat.
 Keakuratan, karena tujuan ini berkenaan dengan apakah transaksi yang
dicatat dinyatakan pada jumlah yang benar.
TUGAS 2 – PENGAUDITAN II

Bab 14 : “Audit Siklus Penjualan dan Penagihan”

c) -
8. Memeriksa sampel remittance advice untuk menyetujui diskon tunai.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian pengendalian.
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Keakuratan, karena tujuan ini berkenaan dengan apakah transaksi yang
dicatat dinyatakan pada jumlah yang benar. Dimana hal tersebut dapat dilihat
bahwa dalam prosedur audit tersebut dilakukan pemeriksaan sampel
remittance advice untuk menyetujui diskon tunai.
c) Pengujian substantif yang akan digunakan untuk menentukan apakah ada salah saji
moneter adalah pengujian substantif atas transaksi. Caranya dengan menghitung
ulang diskon tunai untuk sampel remittance advice dan menentukan masing-masing
sesuai dengan kebijakan perusahaan.
9. Memperhitungkan urutan numeris remittance advice dan menentukan apakah ada tanda cross-
reference untuk maisng-masing, yang menunjukkan bahwa hal tersebut telah dicatat dalam
jurnal penerimaan kas.
a) Prosedur audit diatas merupakan pengujian pengendalian.
b) Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi yang dipenuhi oleh prosedur audit itu
adalah :
 Kelengkapan, karena prosedur audit tersebut bertujuan untuk mengetahui
bahwa transaksi yang harus dimasukkan dalam jurnal, benar-benar telah
dicatat.
c) Pengujian substantif yang akan digunakan untuk menentukan apakah ada salah saji
moneter adalah pengujian substantif atas transaksi. Caranya dengan melacak dari
remittance advice ke jurnal penerimaan kas untuk menentukan apakah kas yang
terkait telah dicatat.