Anda di halaman 1dari 5

BAB 4

METODE MINI PROJECT

1.1 Rancangan Mini Project


1.1.1 Desain
Penelitian ini melihat kinerja alur pelayanan poli lansia sesuai SPM di Puskesmas
Pasundan.

4.1.2 Tempat dan Waktu


Rancang alur ini dilakukan di poli lansiaPuskesmas Pasundan di bulan juli 2018 dan
dimonitoring hingga bulan Agustus 2018.

4.1.2 Instrumen Penelitian


SOP Setiap program di poli lansia, aplikasi Ms.excel, Ms.Word.

4.1.2 Tahap Perancangan


Pada tahap perancangan terbagi menjadi perancangan konsep dan Alur
a. Perancanangan konsep

b. Perancangan Alur

4.2 Protokol Penelitian

Pembuatan
Pembuatan Terealisasi Alur
Mengumpul
Mengumpulkkanan Pembuatan
Pembuatan AlAluurr
Konsep
Konsep dengan
dengan Program dalam
SPO
SPO program
program masi
masinng-masi
g-masinngg
pembuat
pembuat Bentuk Hard
PolPolii Lansi
Lansiaa Program
Program
Program
Program copy
Gambar 7. Protokol Penelitian

4.6 Jadwal Kegiatan


No. Kegiatan 2018
1. Membuat SPO v
2. Melakukan Koordinasi dan
v v
sosialisasi dengan pihak terkait
3. Melakukan pelatihan v v
4. Mempersiapkan alat dan bahan
v v
yang diperlukan
5. Melakukan uji coba di
v
posyandu lansia cendrawasih.
6. Melakukan monev 1 bulan 1
v v
kali
7. Presentasi Hasil v

BAB 5
HASIL DAN PEMBAHASAN MINI PROJECT

1.1 Karakteristik Responden


Responden dalam penelitian ini adalah kader aktif posyandu lansia cendrawasih
Puskesmas Pasundan yang telah memberikan persetujuan untuk mengikuti penelitian ini.
Responden diwawancarai dan dilatih sesuai materi pelatihan yang telah disiapkan di
pertemuan kader posyandu lansia Puskesmas Pasundan. Dari pelatihan tersebut didapatkan
data seperti yang tercantum dalam Tabel 5.1 dan Tabel 5.2.

Tabel 5.1 Karakteristik kader posyandu lansia cendrawasih puskesmas pasundan berdasarkan
usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan keaktifan kader.
N (%)
Karakteristik
(N=5)
Usia (tahun)
- 45 s/d 55 3
- 56 s/d 60 2
- > 60
Jenis Kelamin
-Laki-laki
-Perempuan 5
Pendidikan
- SD 1
- SMP 2
- SMA 2
- PT
Pekerjaan
- IRT 5
- PNS
-Swasta
Keaktifan Kader
- Aktif 4
- Tidak Aktif 1

Tabel 5.2 Perubahan kinerja kader aktif posyandu lansia cendrawasih puskesmas pasundan
berdasarkan variabel pelatihan (pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium
sederhana, dan pelaksanaan sistem 5 meja)
Karakteristik Sebelum Pelatihan Setelah Pelatihan
Pemeriksaan TD
-Kasmiati Belum Paham Paham
-Fariah Belum Paham Paham
-Sumiati Belum Paham Paham
-Sapiah Belum Paham Tidak Paham
-Aniah Tidak Aktif Tidak Aktif
Pemeriksaan Lab Sederhana
-Kasmiati Belum Paham Tidak Dilakukan
-Fariah Belum Paham Tidak Dilakukan
-Sumiati Belum Paham Tidak Dilakukan
-Sapiah Belum Paham Tidak Dilakukan
-Aniah Tidak Aktif Tidak Dilakukan
Pelaksanaan Sistem 5 Meja Belum Terlaksana Terlaksana

1.2 Pembahasan
Berdasarkan tabel 5.1 dan tabel 5.2 dapat dilihat bahwa kader posyandu lansia
cendrawasih terdiri dari 5 orang wanita yang 3 orang berusia 45-55 tahun, 2 orang
berusia 56-60 tahun dan hanya 4 orang kader yang masih aktif. Pendidikan terakhir 2
orang SMP, 2 orang SMA, dan 1 orang SD. Semua kader bekerja sebagai IRT.
Setelah dilakukan intervensi melalui pelatihan kader, terlihat perubahan
kinerja kader posyandu lansia cendrawasih dari sebelumnya yang dari 0 belum paham
dalam melakukan pemeriksaan tekanan darah menjadi sejumlah 3 orang paham dan
terlaksananya posyandu dengan sistem 5 meja. Untuk pemeriksaan laboratorium
sederhana tidak dilakukan dikarenakan kurangnya alat dan melihat latar belakang
kader yang bukan dari bidang medis juga berdasarkan PMK 67 tentang
penyelenggaraan pelayanan kesehatan lanjut usia bahwa pemeriksaan laboratorium
sederhana dilaksanakan/dilakukan oleh petugas kesehatan.
Hal ini menegaskan bahwa berdasarkan data di atas tidak ada persyaratan yang
spesifik untuk menjadi seorang kader posyandu lansia, seperti yang disebut dalam
panduan pelatihan kader posyandu bahwa persyaratan peserta kader dari aspek fisik
berupa pria/wanita berusia 18-50 tahun, berbadan sehat jasmani dan rohani, mau
bekerja secara sukarela mengelola posyandu dan dari aspek pendidikan kader
posyandu, baik yang lama maupun yang baru direkrut ataupun yang masih calon,
berpendidikan paling sedikit sekolah dasar atau yang sederajat.

1.3 Keterbatasan Penelitian


Kendala/keterbatasan dalam penelitian ini antara lain :
1. Terbatasnya alat, waktu, dan tempat untuk pelaksanaan pelatihan kader posyandu
lansia.

2. Terbatasnya jadwal untuk merefresh kembali tugas-tugas kader di posyandu lansia.


BAB 6
PENUTUP

6.1 Simpulan
Berdasarkan hasil pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa gambaran hasil
kinerja kader posyandu lansia cendrawasih di Puskesmas Pasundan sebelum dilakukan
intervensi diketahui 0 orang kader yang belum paham melakukan pemeriksaan tekanan darah
dan setelah diintervensi terlihat peningkatan sejumlah 3 orang kader yang paham melakukan
pemeriksaan tekanan darah, serta terlaksananya posyandu lansia dengan sistem 5 meja
menunjukkan bahwa dengan pelatihan kader posyandu lansia mengenai skrining lansia
memberi perubahan pada program kesehatan lansia sesuai SPM di posyandu lansia.

6.2 Saran
Saran yang penulis sampaikan adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan promosi mengenai skrining lansia sesuai SPM kepada kader
posyandu lansia.
2. Memantau setiap pelaksanaan posyandu lansia agar terus berjalan sistem 5 meja.
3. Menambahkan alat, waktu, dan tempat serta petugas untuk membina dan melatih
kader dalam pelaksanaan pelatihan kader posyandu lansia.
4. Menambahkan jadwal untuk merefresh kembali tugas-tugas kader di posyandu
lansia.