Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kegiatan pnenambangan batuan andesit kini sudah banyak dilakukan
oleh perusahaan–perusahaan besar khususnya di kalimantan barat
kecamatan batu ampar kabupaten kubu raya satu – satu nya perusahaan yang
berdiri di kecamatan batu ampar yang bergerak dibidang produksi batuan
andesit.Dengan adanya perusahaan tersebut di kecamatan batu ampar maka
akan memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi negara atau
masyarakat sekitar perusahaan tersebut. Kegiatan penambangan batuan
andesit meliputi proses kegiatan dari land clearing, pengupasan tanah
penutup (over burden), pengeboran, peledakan, pengangkutan, hingga di
olah menjadi produk. Dalam praktek kerja lapangan yang di lakukan penulis
melakukan pengamatan langsung bertujuan untuk mengetahui bagaimana
proses produksi penambangan batu andesit yang di kerjakan oleh CV.
Sukses Abadi.Dari kegiatan tersebut penulis tertarik untuk melakukan
penelitian mengenai proses produksi batuan andesit2
1. Kegiatan yang diamati
Adapun kegiatan yang diamati selama Praktek Kerja Lapangan
(PKL) adalah mengenai proses kegiatan produksi batu andesit kegiatan
proses penambangan batu andesit mulai dari pembersihan lahan (land
clearing), pengupasan tanah penutup, pengeboran, peledakan (blasting),
pemuatan (loading), pengangkutan (hauling), pengolahan/produksi
penimbunan.
2. Lokasi
CV.Sukses Abadi terletak di kecamatan batu ampar kabupaten
kubu raya provinsi Kalimantan Barat.Dari Kabupaten Ketapang untuk
sampai ke lokasi ini dibutuhkan waktu kurang lebih 2-3 jam dan harus
menggunakan jalur air menggunakan kapal kelotok atau speed boat

1
1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan III
1.2.1 Tujuan Umum
1. Menambah wawasan dalam hal pertambangan yang sangat berguna untuk
dunia kerja di masa yang akan datang.
2. Mahasiswa dapat mengaplikasikan teori di kampus kedalam dunia kerja
sesuai dengan kemampuan selama mendapatkan ilmu di perkuliahan.
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui proses penambangan batu andesit secara langsung.
2. Mengetahui jenis-jenis alat berat yang digunakan dalam proses
penambangan.
1.3 Manfaat Praktek Kerja Lapangan
1. Bagi penulis
Mendapatkan wawasan berupa gambaran langsung tentang pertambangan
batu andesit.
2. Instansi
Untuk ke depanya pihak kampus Politeknik Negeri Ketapang bisa
koordinasi kepada pihak perusahaan atau kerja sama ke setiap
perusahaan, agar mahasiswa/i-nya tidak lagi mencari tempat praktek
kerja lapangan mencari sendiri.
3. Bagi Perusahaan
Adanya kegiatan praktek kerja lapangan ini dapat menjalin hubungan
antara perusahaan dan instansi pendidikan sehingga perusahaan tambang
terebut dapat di kenal oleh mahasiswa khususnya dibidang
pertambangan.
1.4 Metodelogi
Metode yang dilakukan untuk pengumpulan data data pada praktek data
pada praktek kerja lapangan (PKL) di CV. Sukses Abadi adalah sebagai
berikut :
a. Pengumpulan data sekunder/studi pustaka yang diambil dari beberapa
sumber referensi literatur seperti jurnal, makalah, dan laporan.

2
Pengumpulan data ini bersifat sebagai pendukung dan referensi yang
berkaitan dengan penulisan laporan praktek kerja lapangan.
b. Peninjauan dan praktik secara langsung di lapangan untuk mendapatkan
data primer pada penulisan laporan praktek kerja lapangan.
c. Melalui wawancara, dan diskusi dengan pegawai CV. Sukses Abadi
yang berkaitan dengan kegiatan PKL guna memberikan gambaran dan
penjelasan pada setiap kegiatan sehingga mendapatkan data data yang
berkaitan dengan kegiatan pertambangan tersebut.
1.5 Sistematika
Sistematika penulisan yang di gunakan dalam membahas dan mengolah
data penulisan laporan pkl ini adalah sebagai berikut :
BAB I Pada bab ini dikemukakan latar belakang, tujuan pelaksanaan
PKL III, Ruang Lingkup, Metode Penelitian, Waktu dan
pelaksanaan dan Sistematika penulisan.
BAB II Pada bab ini penulis akan membahas tinjauan umum yang terdiri
atas Sejarah CV. Sukses Abadi, kesampaian daerah, lokasi
kegiatan, keadaan penambangan.
BAB III Pada bab ini penulis membahas tentang landasan teori yang terdiri
atas skema penambangan, proses penambangan yang meliputi
pembongkaran, pemuatan dan pengangkutan dan pengolahan.
BAB IV Pada bab ini penulis membahas hasil pengamatan tentang
aktivitas pertambangan di wilayah CV. Sukses Abadi mulai dari
pengeboran , peledakan, pemuatan, pengangkutan hingga proses
pemasaran.
BAB V Pada bab ini penulis menyampaikan kesimpulan dan saran dari
kegiatan PKL ini.

3
1.6 Jadwal Kegiatan Praktek Kerja Lapangan
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan III (PKL) Dilaksanakan di CV.
Sukses Abadi yang berlokasi di Gunung Gadung, Kecamatan Batu Ampar,
Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan Praktek Kerja
Lapangan III (PKL) ini dilaksanakan selama 3 minggu yaitu dari tanggal 27
Maret 2017 sampai dengan 22 April 2018.
Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan Praktek Kerja Lapangan
Mar-18 Apr-18
NO JADWAL KEGIATAN
26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Registrasi Perusahaan
2 Survei Lapangan
3 Pengambilan Data
4 Pembuatan Laporan
5 Registrasi Pulang

4
BAB II
GEOLOGI REGIONAL

Fisiografi Kabupaten Kubu Raya terdiri dari zona pantai, dataran alluvial,
serta perbukitan bergelombang rendah yang meningkatkan sampai perbukitan
curam yang terisolasi di timur dan selatan. Zona pantai, terdiri dari suatu dataran
pantai yang menggabungkan pedalaman dengan dataran alluvial, pematang pantai,
dan tepi bagian utara Delta Sungai Kapuas. merupakan pematang pasir rendah
yang terhampar di dataran pantai.
Perbukitan bergelombang rendah, umumnya berkembang pada batuan
andesit. Umumnya muncul dengan ketinggian kurang dari 75 meter. Perbukitan
curam, tersebar melintasi daerah lokasi penelitian, meskipun lebih terlihat di timur
laut, dan muncul baik dari perbukitan bergelombang rendah maupun dataran
alluvial dan pantai.
Struktur pada wilayah Kecamatan Batu Ampar dan sekitarnya didominasi
oleh sesar dan kelurusan dalam batuan gunung api dan plutonik terutama berarah
utara-barat daya. Terdapat juga sekumpulan retakan yang mungkin berubungan
dan berarah barat laut.
Berdasarkan pengamatan atau pada peta Geologi Lembar
Pontianak/Nangataman, Kalimatan Barat, oleh P.E. Pieters & P.Sanyoto dengan
skala 1:250.000, yang dikeluarkan oleh pusat penelitian dan pengembangan
geologi (P3G), Bandung, tahun 1993, Wilayah IUP dan sekitarnya secara umum
berada di Formasi Batuan Gunung api Kerabai (KUK), yang pada bagian barat
dari pada lokasi IUP Eksplorasi terdapat juga Formasi Aluvium (Qa).
Dalam pemetaan geologi lokal kegiatan pendataan informasi-informasi
geologi permukaan dan bawah permukaan dapat memberikan gambaran mengenai
penyebaran dan susunan batuan (lapisan batuan), serta memuat informasi gejala-
gejala struktur geologi yang mungkin mempengaruhi pola penyebaran batuan
pada daerah tersebut. Selain pemetaan informasi geologi dapat pula memetakan
tanda-tanda keterdapatan material melalui singkapan (outcrop).

5
Dari hasil pemetaan Geologi Lokal maka dapat memberikan informasi yang
bermanfaat antara lain yaitu:
1. Daerah (zona) endapan material dapat diketahui (diperkirakan).
2. Dapat di susun model geologi endapan yang bersangkutan.
3. Pekerjaan eksplorasi yang berlebihan (di luar zona endapan) dapat di
hindarkan (efisiensi).
4. Daerah-daerah yang belum di eksplorasi (di pelajari) dapat di ketahui
dengan pasti.
Berdasarkan hasil kegiatan penyelidikan di lapangan dengan menelusuri
area atau lokasi keterdapatan batuan yang ada didalam lokasi IUP Eksplorasi
maka dapat diketahui secara geologi lokal wilayah ini berformasikan Batuan
Gunung api Kerabai (KUK) yang mana litologinya terdiri atas Andesit dan Basal.

(Sumber : CV. Sukses Abadi, 2018)


Gambar 2.1 Peta Geologi Regional Lokasi IUP Eksplorasi CV. Sukses Abadi
(CV. Sukses Abadi, 2018)

6
BAB III
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1 Sejarah Singkat Perusahaan


CV. Sukses Abadi merupakan salah satu perusahaan di Kabupaten
Kubu Raya, Kecamatan Batu Ampar yang bergerak di bidang
pertambangan dan pengolahan material batu andesit sebagai bahan
bangunan. Berdasarkan surat Keputusan Bupati Kubu Raya tanggal 3
Desember 2013, CV. Sukses Abadi telah memiliki izin usaha pertambangan
operasi prosuksi dengan No.246/BUNHUTTAMB/2013. CV. Sukses Abadi
mempunyai 3 divisi yaitu divisi pertambangan, divisi Stone crusher dan
divisi peledakan. CV. Sukses Abadi memulai kegiatan usaha pertambangan
batu gunung dan membuka stone crusher dengan pembekalan pengalaman,
dan di dukung oleh para staff ahli profesional.
CV. Sukses Abadi melakukan kegiatan penambangan dengan
menerapkan sistem tambang terbuka yaitu dengan metode quarry karena
resiko dapat diperkecil dan biaya yang di keluarkan lebih ekonomis.Daerah
penelitian CV. Sukses Abadi pada lokasi penambangan batuan andesit
secara administrative terletak di Gunung Gadung, Kecamatan Batu Ampar,
Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Secara geografis CV.
Sukses Abadi Site Gunung Gadung terletak pada 109◦ 35’ 11,92” BT dan
00◦ 47’ 32,02” LS Untuk titik Koordinat desa batu ampar, 109◦ 34’ 54,59’’
BT dan 00◦ 47’ 32,02’’ LS untuk Kecamatan Batu Ampar, 109◦ 34’ 54,59’’
BT dan 00◦ 47’ 16,59’’ LS untuk Kabupaten Kubu Raya di sekitar wilayah
penambangan juga merupakan Kawasan Perkebunan Kelapa Sawit. Adapun
batas-batas Kecamatan Batu Ampar, yaitu:
1. Utara : berbatasan dengan Batu Ampar dan Kubu Raya
2. Selatan : berbatasan dengan Cabang Ruan dan Karang Anyer
3. Timur : berbatasan dengan Kerawang dan Kayong Utara
4. Barat : berbatasan dengan Padang Tikar

7
CV. Sukses Abadi Site Gunung Gadung memiliki Izin Usaha Pertambangan
(IUP) seluas 25 Ha luas area tambang batuan Andesit.
3.2 Organisasi Perusahaan

STRUKTUR ORGANISASI
CV. SUKSES ABADI

MANAGER
BOB

KEPALA TEKNIK TAMBANG


BAMBANG .S

WAKIL KEPALA TEKNIK TAMBANG


K. ABD. KALIM KADAM

KABAG. TAMBANG KABAG. LOGISTIK


KABAG. ADMIN KABAG. MEKANIK KABAG. PRODUKSI
K. ABD. KALIM TEKNIK
BAMBANG .S ARBI ASEP .W
KADAM BONG HIE TJAAN

PELAKSANA TEKNIS PELAKSANA TEKNIS PELAKSANA TEKNIS PELAKSANA TEKNIS PELAKSANA TEKNIS
HENGKI TANADI MALEO ARAPAH ABU .S M. DEDE OCTAVIAN
IMANSYAH SYAMSUL .B ABDUL ADIM MUHTAR
KEPALA RUMAH SUTARNO AHMAD YUNUS .H IRFAN SUMARNO
TANGGA MUHCLIS JOKO
SECURITY SAMURI HENDRI
ABDUL KARIM ROSID
SUDI
(Sumber : CV. Sukses Abadi, 2017)
Gambar 3.1 Struktur Organisasi CV. Sukses Abadi Site Gunung Gadung

8
3.3 Pelaksanaan Disiplin Kerja Dan Lain-lain
Tabel 3.1 Jadwal Kerja CV. Sukses Abadi Site Gunung Gadung
Senin - Kamis Jum'at Sabtu Minggu

Kegiatan
Waktu Menit Waktu Menit Waktu Menit Waktu Menit

Persiapan 6.30 - 6.30 - 6.30 - 6.30 -


30 30 30 30
Kerja 7.00 7.00 7.00 7.00

Kerja 7.00 - 7.00 - 7.00 - 7.00 -


300 240 300 300
Produktif 12.00 11.00 12.00 12.00

12.00 11.00 12.00 12.00


Istirahat - 60 - 120 - 60 - 60
13.00 13.00 13.00 13.00
13.00 13.00 13.00 13.00
Kerja
- 16. 180 - 16. 180 - 16. 180 - 16. 180
Produktif
00 00 00 00
Pulang 16.00 0 16.00 0 16.00 0
Jumlah 570 570 570 570
(Sumber: CV. Sukses Abadi 2018)

Adapun pelaksaan disiplin kerja yang ada di CV.Sukses Abadi adalah


sebagai berikut:
a. Sarapan pagi mulai dari jam 06.00 WIB.
b. Persiapan kerja mulai 06.30 WIB.
c. Para pekerja sudah mulai melakukan pekerjaannya masing-masing pada
pukul 07.00 WIB.
d. Pada jam kerja yaitu pukul 07.00 WIB sampai selesai para pekerja
dilarang berada di mess atau kantin.

9
e. Para pekerja tidak boleh meninggalkan pekerjaannya tanpa ada izin dari
atasan.
f. Pekerja wajib memakai alat safety saat bekerja.
g. Pengisian solar dilakukan pada saat jam kerja telah selesai.
h. Dalam sebulan pekerja diperbolehkan cuti selama 4 hari.
Apabila lewat dari batas cuti yang di ambil karyawan bisa dikenakan
sanksi berupa pemotongan jam kerja selama 8 jam.

1.5 Proses Pelaksanaan Produksi Perusahaan


Secara garis besar kegiatan penambangan yang di lakukan CV. Sukses
Abadi dapat dilihat dari gambar berikut ini :

Stripping
Quarry land clearing
over burden

Pengeboran Peledakan Pemuataan

Crushing
Pengangkutan Pemasaran
Plant

Gambar 3.2Diagram alir proses hingga pemasaran


CV. Sukses Abadi melakukan proses pertambanagan yang dimulai dari
tahap pembongkaran hingga pemasaran yang meliputi :
a. Tahap pembersihan lahan
b. Tahap pengupasan lapisan tanah penutup
c. Tahap pengeboran
d. Tahap peledakan

10
e. Tahap pemuatan
f. Tahap pengankutan
g. Tahap pengolahan
h. Tahap pemasaran
3.4.1 Pembersihan lahan (Land Clearing)
Landclearring merupakan kegiatan pembersihan lahan yang akan
ditambang dari vegetasi atau material lain dipermukaan yang dapat
menghambat proses penambangan. Adapun kegiatan pembersihan lahan
yang akan ditambang antara lain pembabatan dan pembersihan semak
belukar, yang dilakukan dengan excavatormerk komatsu pc 210, bulldozer
merk caterpilar, dan chainsaw. Sisa dari proses ini yang berupa tumpukan
taah dan kayu di pindahkan pada area yang telah di sediakan oleh
perusahaan tersebut.

Gambar 3.3Pengupasan tanah penutup


3.4.2 Pengupasan Lapisan Tanah Penutup (Stripping Over Burden)
Pengupasan tanah penutup dilakukan dengan menggunakan bulldozer
merk caterpilar dan excavator komatsu pc 210. Kegiatan ini merupakan
suatu kegiatan yang dilakukan untuk memindahkan batuan dan tanah yang
menutupi atau menghalangi peroses pengambilan batu andesit. Dari
kegiatan ini menghasilkan tanah dan batuan yang nantinya akan digunakan
sebagai penimbunan sarana infrastruktur.

11
Gambar 3.4Pengupasan Lapisan Tanah Penutup
3.4.3 Pengeboran (Drilling)
Proses ini bertujuan untuk membuat lubang bor sebagai media
meletakan bahan peledak agar hasil kegiatan pada peledakan yang
dihasilkan dapat memecahkan batuan yang tidak dapat dibongkar dengan
alat berat.
a. Penandaan Titik Lubang Bor
Sebelum melakukan pemboran terlebih dahulu ditentukan titik-titik
lubang bor. Titik-titik lubang bor ditentukan berdasarkan perhitungan
geometri peledakan untuk hasil dari peledakan baik itu fragmentasi
maupun pembentukan lantai dasar pembongkaran. Penandaan titik
lubang bor dilakukan dengan survei langsung di lapangan seperti pada
gambar 3.4.

(Sumber : CV. Sukses Abadi, 2017)


Gambar 3.5 Survey Lapangan Untuk Pengeboran.

12
b. Peralatan Pada Kegiatan pengeboran
1. Alat Bor
Alat bor dengan yang dipakai CV. Sukses Abadi adalah jenis
CRD (Crawler Rock Drill). Alat CRD (Crawler Rock Drill) dapat
dilihat pada gambar 3.5.

Gambar 3.6Alat bor CRD(Crawler Rock Drill).


Kemampuan alat ini adalah sebagai berikut :
a. Digerakan oleh angin bertekanan tinggi (bantuan kompresor)
b. Kedalaman lubang bor yang dihasilkan adalah 10 meter.
c. Jumlah tenaga yang di pakai adalah 7 orang
d. Jenis gaya yang digunakan adalah rotary drill yaitu
memcahkan batuan dengan cara memutar alat bor ke batuan
yang akan di buat lubang.
2. Kompresor
Kompresor adalah suatu alat yang dipakai untuk mengubah
udara bertekanan rendah/udara luar, menjadi udara bertekanan
tinggi. Sumber tenaga penggerak mesin bor peledakan adalah
dengan menggunakan tenaga angin yang dihasilkan dari
kompresor. CV. Sukses Abadi menggunakan jenis kompresor merk
Airman. Gambar kompresor Airman dapat dilihat pada gambar 3.6.

13
Gambar 3.7Kompresor merk Airman.
3. Batang Bor
Batang bor yang digunakan memiliki panjang 3 meter.

Gambar 3.8Batang bor


4. Mata Bor
Mata bor yang digunakan jenis button bit dengan diameter 3
inch.
a. Persiapan Sebelum Melakukan Kegiatan Pengeboran
Sebelum melakukan pengeboran,dilakukan kegiatan
persiapan kegiatan persiapan tersebut antara lain :
1. Mempersiapkan peralatan pengeboran dan pemeriksaan
kelainan kemponen alat misalnya mesin bor, mata bor,
kunci-kunci, minyak pelumasnya dicek dan diisi.

14
Sedangkan pada kompresor diperiksa kelainannya, bahan
bakarnya dicek dan diisi.
2. Pemindahan peralatan pengeboran dan kelengkapannya dari
gudang ke lokasi pengeboran/lapangan. Ada dua persiapan
yang harus kita lakukan adalah :
a. Pengecekan kelengkapan peralatan pengeboran.
b. Pengawasan pemindahan peralatan pengeboran dan
kelengkapannya dari gudang ke lapangan.
3. Penerapan rencana pengeboran yaitu dilakukan dengan
memeriksa titik lokasi pengeboran/lokasi yang akan dibor
yang sudah ditandai sebelumnya.
3.4.4 Peledakan (Blasting)
Kegiatan peledakan bertujuan untuk memperkecil batuan yang tidak
bisa dilakukan oleh alat berat untuk menjadi bahan produksi.

Gambar 3.9 Peralatan Dan Perlengkapan Kegiatan peledakan


a. Peralatan Dan Perlengkapan Kegiatan peledakan
Peralatan yang di gunakan dalam kegiatan peledakan :
1. Blasting machine
2. Blaster’ohm meter
Perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan peledakan :
1. Detonator
2. power Gel
Bahan peledak yang digunakan pada kegiatan peledakan :

15
1. Amonium nitrat
2. Bahan bakar minyak jenis solar
b. Persiapan Kegiatan Peledakan
Persiapan yang dilakukan sebelum kegiatan dilakukan adalah
sebagai berikut :
1. Memeriksa hambatan tiap baris dan tiap kolom
2. Memasang rambu untuk batas area berbahaya
3. Melakukan clearing area peledakan dari batuan bebas atau batuan
yang berpotensi flying rock sebelum peledakan.
c. Tahapan Kegiatan Peledakan
Kegiatan pededakan akan dimulai dari membawa peralatan,
perlengkapan dan bahan peledak dari gudang bahan peledak.
Selanjutnya memasukan detonator ke dalam power gel setelah itu
siapkan lalu campurkan amonium nitrat dan fuel oil dengan presentase
perbandingan yang telah di hitung sebelumnya. Masukan power gel
yang telah berisi detonator kedalam lubang setelah itu campurkan anfo.
Tutup lubang ledak dengan stemming dan sambungkan rangkaian
connecting wire tiap detonator. Periksa lagi setiap hambatan pada
rangkaian jika dinyatakan siap peledakan siap dilakuakan.
3.4.5 Pemuatan (loading)
Pemuatan adalah suatu kegiatan untuk memuat batuan-batuan yang
berasal dari kegiatan peledakan untuk selanjutnya dilakukan kegiatan
pengangkutan. Pada kegiatan ini excavator komatsu type pc 210.
mempunyai peran penting karena pemuatan yang dilakukan di CV. Sukses
Abadi seluruhnya dilakukan oleh alat berat tersebut.
Sebelum pemuatan dilakukan penurunan material hasil ledakan yang masih
berada di jenjang bagian atas menggunakan excavator merk komatsu type pc
210.
a. Peralatan kegiatan pemuatan
Peralatan dalam kegiatan pemuatan di CV. Sukses Abadi
mengguanakan excavator merk komatsu type pc 210.

16
Gambar 3.10excavator merk komatsu type pc 210

3.4.6 Pengangkutan (Hauling)


Pengangkutan atau hauling adalah kegiatan untuk mengangkut tanah
penutup atau material hasil peledakan ke crushing plant. CV. Sukses Abadi
dalam kegiatan ini menggunakan 2 unit alat angkut dump truck dan 1 alat
pengisian excavator merk komatsu type pc 210.
a. Peralatan yang digunakan dalam pengangkutan
Peralatan yang digunakan oleh CV. Sukses Abadi dalam kegiatan
pengangkutan ini adalah dump truck merk ISUZU type 240 ps dan
excavator merk komatsu type pc 210. Dump truckmerk ISUZU type 240
ps ini mempunyai fungsi sebagai alat angkut dan excavator merk
komatsu type pc 210 sebagai pengisi/pemuat bahan material ke dump
truck merk ISUZU type 240 ps.

17
Gambar 3.11 Kegiatan pengangkutan
b. Persiapan kegiatan pengangkutan
Persiapan yang dilakukan pada kegiatan ini antara lain :
1. Memeriksa kondisi dump truck dan excavator yang akan digunakan
mulai dari bahan bakar, mesin, aki, dan tekanan ban untuk dump
truk agar tidak terjadi masalah pada kegiatan pengangkutan.
2. Memanaskan mesin dump truck dan excavator
3. Persiapan fisik bagi operator
c. Kegiatan pengangkutan
Setelah material dimuat oleh excavator ke dump truck. Dump truck
langsung mengangkut material dari front peledakan ke front pengolahan
(crushing plant). Jarak yang di tempuh 300 m.
3.4.7 Pengolahan
Pengolahan adalah tahap dimana material yang berukuran
besar/bongkahan besar yang diangkut dari tambang ke tempat peremukan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh ukuran material batuan tertentu
sesuai dengan kebutuhan yang di inginkan (pasar) atau sesuai dengan
persyaratan yang diperlukan unruk proses berikutnya. Pada tahap
peremukan ini berfungsi untuk memproses bahan baku yang di peroleh dari
hasil penambangan yang berupa batu andesit yang diolah menjadi produk
siap dipakai dalam pemasaran sebagai material bangunan.

a. Peralatan dalam kegiatan pengolahan


Kegiatan pengolahan di CV. Sukses Abadi menggunakan 2 unit
crushing plant, cone srusher, jaw crusher, dan vibrating screen.

18
Gambar 3.12crushing plant, cone srusher, jaw crusher, dan vibrating screen
b. Persiapan Kegiatan Pengolahan
Persiapan sebelum melaksanakan kegiatan pengolahan dilakukan
dengan :
1. Mengecek seluruh unit crusher mulai dari belt conveyor, motor
penggerak, roda conveyor, alat pengayak (screening), dll.
2. Menambahkan pelumas pada setiap bagian yang bergerak.
3. Memanaskan seluruh unit crusher.
c. Tahapan pengolahan
Pada kegiatan pengolahan yang pertama dilakukan adalah
memasukan material yang akan diolah ke dalam crushing plant.
Material akan melewati peremukan primer oleh jaw crusher lalu
hasilnya akan melewati sekunder di cone crusher terakhir hasil material
dari peremukan sekunder diayak menggunakan vibrating screen barulah
produk pengolahan keluar dengan menggunakan conveyor.

19
BAB IV
DESKRIPSI HASIL KEGIATAN

4.1 Deskripsi Kegiatan


Adapun pekerjaan yang diamati dalam Praktek Kerja Lapangan III
(PKL) di CV. Sukses Abadi Site Gunung Gadung adalah mengenai
pengamatan tentang kegiatan pertambangan yang meliputi metode
penambangan, pembongkaran, pengangkutan, produksi, pemuatan.
4.1.1 Metode Penambangan
Metode penambangan yang digunakan di CV. Sukses Abadi adalah
metode kuari dengan arah ke samping. Dalam metode ini terdapat
bench/jenjang yang memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Menghindari longsor
2. Meminimalisir lumpur yang mengalir ke perrmukiman ataupun jalan
3. Memudahkan kegiatan pembongkaran
4. Menjaga keselamatan pekerja kegiatan pembogkaran baik yang berada
di atas maupun yang di bawah
4.1.2 Pembongkaran
Tahap pembongkaran di CV. Sukses Abadi dibagi atas dua kegiatan yaitu :
A. Pengeboran
Pengeboran bertujuan untuk membuat lubang ledak. Setelah
melakuakan beberapa proses sebelumnya mulai dari pembersihan lahan,
pengupasan tanah penutup, pembuatan akses jalan alat untuk menuju
lokasi pengeboran. Sebelum melakukan pengeboran dilakukan
penandaan titik lubang bor penandaan ini bertujuan untuk menentukan
hasil peledakan baik itu fragmentasi maupun pembentukan lantai dasar
pengeboran. CV. Sukses Abadi menggunakan mesin bor Crowler Rock
Drill (CRD) dengan diameter mata bor 3 inc dengan bantuan kompresor
merk Airman dan menggunakan 3 batang bor yang masing masing
memiliki panjang 3 meter yang menghasilkan kedalaman hingga 9
meter.

20
Hal yang pertama dilakukan adalah menempatkan posisi alat pada
lokasi ditempat yang aman dan tidak mengganggu kegiatan lain seain
pengeboran. Persiapan mesin harus dioptimalkan semaksimal mungkin
sehingga tidak terjadi kerusakan saat akan melakukan kegiatan
pengeboran. Tekanan udara kompresor harus disesuaikan tekanan udara
yang diperlukan CRD. Persiapan selanjutnya adalah pemasangan batang
bor pada rel CRD untuk mengunci batang bor pada sambungan rel
sesuai dengan kedalaman yang akan dibor. Jika dinyatakan sudah aman
dan siap, batang bor diturunkan dan mulai melubangi bidang yang
menjadi lubang ledak yang sebelumnya sudah di tentukan titik-titik
pengeboran.

(Sumber : CV. Sukses Abadi, 2017)


Gambar 4.1 Kegiatan Pengeboran
Pengeboran lubang ledak yang dilakukan CV. Sukses Abadi
dilakukan sesuai keadaan serta waktu yang telah ditentukan dan
kedalamannya disesuaikan dengan bentuk lantai dasar yang diinginkan.
Faktor utama yang mempengaruhi kegiatan pengeboran antara lain :
1. Cuaca
2. Kekerasan batuan
3. Keahlian operator
4. Kemiringan bidang

21
5. Kemampuan alat
Pola yang digunakan di CV.Sukses Abadi adalah pola zig-zag
(staggered panttern), yaitu antara lubang bor dibuat zig-zag yang
berasal dari pola bujur sangkar maupun persegi panjang. Pola
pengeboran dapat dilihat pada gambar 4.2.

S
B

Gambar 4.2Pola Pengeboran srtaggred pattern di CV. Sukses Abadi


Keuntungan :
1. Dapat memberikan keseimbangan tekanan yang baik, sehingga
volume batuan yang tak terkena pengaruh penyebaran energi bahan
peledak lebih kecil.
2. delay yang di gunakan pada pola ini tidak terlalu banyak, karena
dalamsatu baris lubang ledak nomor delay yang digunakan sama
Kerugian :
1. Waktu untuk menempatkan alat bor pada titik yang akan dibor
lebih lam, karena ukuran berden tidak sama denganukuran spacing
dan lubang bor yang akan di buat tidak sejajar dengan baris yang
berlainan.
2. Batuan hasil peledakan akan menyebar karena peledakannya
serentak pada baris yang sama dan beruntun pada baris berikutnya.

22
B. Peledakan
Kegiatan peledakan yang dilakukan oleh CV. Sukses Abadi
bertujuan untuk membongkar dan memperkecil batuan yang digunakan
untuk bahan produksi. Dalam kegiatan ini CV. Sukses Abadi memakai
bahan peledak ANFO. Bahan peledak ini di pilih karna dinilai lebih
efektif dan efisien dalam kegiatan peledakkan.
CV. Sukses Abadi memulai kegiatan dari pengirman bahan
peledak dari gudang handak ke lokasi peledakan. Setelah bahan peledak
dikirim pekerja mulai memasukan detonator ke dalam power gel.
Detonator ini sebelumnya telah disambung dengan conecting wire.
Selanjutnya pekerja mulai mencampurkan amonium nitrat dan bahan
bakar jenis solar. Pencampuran ini dilakukan sesuai kondisi dan situasi
di lapangan.

(Sumber : CV. Sukses Abadi, 2017)


Gambar 4.3 Kegiatan Campuran Bahan Peledak
Setelah pencampuran selesai ANFO siap dimasukan ke dalam
lubang ledak yang telahdimasukan detonator dan power gel.
Pemeriksaan hambatan harus di perhatikan agar tidak terjadi kegagalan
dalam peledakan. Setelah hambatan sesuai maka conecting wire dan
balsting machine di sambungkan. Jika area sudah dinyatakan aman
maka peledakan baru akan dilakukan.

23
(Sumber : CV. Sukses Abadi, 2017)
Gambar 4.4 Kegiatan Peledakan
1. Desain Lubang Ledak
Desain lubang ledak yang dipakai oleh CV. Sukses Abadi memiliki
desain lubang ledak dengan kedalaman yang berbeda. Desain ini
dipillih karena untuk menghasilkan permukaan lantai dasar yang rata
setelah di lakukan peledakan nanti. Selain itu desain ini dipilih karena
dinilai lebih efektif dan efisien. Desai lubang dapat dilihat dari gambar
berikut ini.

B= 2 m

S= 3 m

H= 6 m

Gambar 4.5Sketsa lubang ledak

24
2. Geometri Peledakan
Dari pengamatan yang dilakukan , geometri peledakan yang di
pakai oleh CV. Sukses Abadi adalah sebagai berikut.

S=3m

B= 2m ST = 2 m

H=6m
PC = 4 m

J = 0,5 m

Gambar 4.6Geometri Peledakan


Keterangan : B = 2 m
S=3m
J = 0,5 m
H=6m
ST = 2 m
PC = 4 m
Dengan diameter lubang 3 inch, dengan jumlah lubang ledak 103 dan
berat bahan peledak dengan kedalaman 6m sebanyak 50 lubang adalah 18
kg dan kedalaman 9m sebanyak 53 lubang adalah 27 kg maka perhitungan
yang dilakukan seperti berikut :

25
1. Area yang diledakan
W = S× B × jumlah lubang ledak
= 2m × 3m × 103
= 618 m2
2. (BCM) = W ×B × S × H
= 618m2 × 3m × 2m × 6m
= 22.248 m3
3. (LCM) = BCM × SF
= 22.248 m3 × 1,4
=31.147,2 m3
4.1.3 Kegiatan Pemuatan
Kegiatan pemuatan ini bertujuan untuk memuat hasil pembongkaran ke
alat angkut dengan menggunakan excavator merk komatsu tipe pc 200 dan
hitaci pc 210. Sebelum kegiatan pemuatan dilakukan seluruh alat
dipanaskan mesinya terlebih dahulu selama 30 menit. Pemuatan dapat
berhenti jika cuaca di kuari gerimis atau hujan dengan intensitas kecil
karena dapat membahayakan pekerja dan alat angkut.

(Sumber : CV. Sukses Abadi, 2017)


Gambar 4.7Loading Material

26
4.1.4 Kegiatan Pengangkutan
Kegiatan pengankutan merupakan kegiatan setelah pemuatan. Tujuan
dari kegiatan ini adalah untuk memindahkan material hasil peledakan ke
stock pile yang selanjutnya akan masuk ke pengolahan. Pemindahan ini
bertujuan dikarenakan material hasil peledakan tidak bisa langsung masuk
kedalam pengolahan karena jarak antara lokasi peledakan dan crusher agak
jauh dan medannya yang curam dapat mengakibatkan proses pengolahan
nanti akan terhambat atau tidak efisien. Selain itu pengangkutan ini
bertujuan untuk memisahkan ukuran batuan yang dapat masuk kedalam
hooper.
Pada kegiatan ini CV. Sukses Abadi menggunakan 3 dump truck
sebagai alat angkut. Masing masing dump truck memiliki kapasitas muatan
sebanyak. Jarak yang ditempuh oleh dump truck dari tempat pemuatan
sampai tempat pengolahan ± 500 m. Setiap harinya operator dapat
melakukan kegiatan pengangkutan sebanyak 10-15 kali. Hal ini bergantung
pada kondisi cuaca, kondisi dump truck dan kemahiran operator.

Gambar 4.8 kegiatan pengangkutan


4.1.5 Kegiatan Pengolahan
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pengangkutan. Pada
CV. Sukses Abadi setelah kegiatan pengangkutan dari lokasi hasil
peledakan ke stock pile kemudian lanjut kedalam pengolahan pada crusher.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan ukuran yang nantinya akan di

27
pasarkan. Hasil dari kegiatan ini adalah produk yang dijual langsung kepada
pembeli. Kegiatan ini terdiri atas 3 tahap yaitu Peremukan Primer,
Sekunder, dan Tersier.

Gambar 4.9Peremukan primer dengan jaw crusher

Gambar 4.10Peremukan sekunder dengan cone crusher

28
Gambar4.11Peremukan tersier dengan vibrating screen

Gambar 4.12Hasil pengolahan dari cushing plant


CV. Sukses Abadi memiliki 2 crushing plant yang menghasilkan
berbagai produk.(lihat Tabel 4.1)
Tabel 4.1 Nama crusher dan produk yang dihasilkan
No Nama Crusher Produk yang dihasilkan
1 Crusher 1 • 0-10 (mm)
600x900 • 10-20 (mm)
• 20-30 (mm)
2 Crusher 2 • 0-5 (mm)
600x900 • 5-10 (mm)
• 10-20 (mm)
• 20-30 (mm)

29
4.1 Hasil Kegiatan
Tabel 4.2 DataPengeboran

Kedalaman Penggunaan Lokasi Keterangan


Tanggal Batang SOLAR B0R
1 2 3 (S)
Bagian
9/6/2017 4 240 L HUJAN
bawah
9/7/2017 13
9/8/2017 13 240 L
9/9/2017 11
9/10/2017 10 240 L
9/11/2017 9
tidak ada
9/12/2017
solar
Bagian
9/13/2017 2 7 240 L
atas
9/14/2017 2 2 1
9/14/2017 10 240 L Hujan
9/15/2017 21
9/16/2017 13 480 L
9/17/2017 8
9/18/2017 11
Jumlah 4 65 68 720

30
Tabel 4.3 Jenis Alat Yang Dipakai di CV.Sukses Abadi

JUMLAH
NO NAMA ALAT (UNIT)
1 DT CANTER 2
2 DT DUTRO 1
3 TANKI RAGASA 1
4 DT FUSO 1
5 DT ISUZU 3
6 FOTON 1
7 EX KOMATSU 2
8 EX HITACI 2
9 WHEEL LOADER 1
10 BULDOZER 1
11 GENSET MWM 1
12 GENSET FUSO 1

31
BAB V
PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
Dari kegiatan PKL 3 yang berlangsung di CV.Sukses Abadi penulis
dapat menyimpulkan bahwa :
1. Kegiatan penambangan yang dilakukan oleh CV.Sukses Abadi dimulai
dari pengupasan tanah penutup, pembongkaran, pemuatan,
pengangkutan, pengolhan dan pemasaran.
2. Kegiatan pengupasan tanah penutup dilakukan dengan excavator
komatsu pc 210 dan crawler dozer.
3. Kegiatan pembongkaran dilakukan dengan pengeboran dan peledakan.
Pengeboran dilakukan dengan menggunakan crawler rock drill (CRD)
dan kompresor airman. Peledakan dilakukan dengan menggunakana
bahan peledak ANFO dengan detonator elekrik dan ditrangkai
straggered pattern.
4. Kegiatan pemuatan dilakukan dengan excavator komatsu pc 210.
5. Kegitan pengangkutan dilkukan dengan dump truck
6. Kegitan pengolahan dilakukan dengan crusging plant secara tiga tahap
jaw crusher, cone crusher, dan vibrating screen. Produk yang dihasilkan
di sni berupa batu split 1-2, 2-3, dan abu batu.
5.2 SARAN
Untuk pengembangan lebih lanjut maka penulis memberikan saran yang
dapat membantu CV. Sukses Abadi untuk masa yang akan datang yaitu :
1. Perlunya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam proses kerja.
Seperti pemakaian APD (Alat Pelindung Diri) seperti sepatu safety,
safety first, dan helm safety.
2. Menetapkan SOP (Standard Operation Procedure) untuk setiap
pekerjaan seperti pengoprasian alat berat, pengoprasian crusher,
pengoprasian generator set, aktivitas pengeboran dan pelaksanaan
peledakan yang baik dan benar.

32
3. Usaha menyirami debu dengan penyiraman air (sprayer).
4. Memasang tanda peringatan pada daerah yang berbahaya.

33