Anda di halaman 1dari 5

Pathway:

Description

Perilaku kekerasan merupakan respons terhadap stresor yang dihadapi oleh seseorang, yang
ditunjukkan deangan perilaku aktual melakukan kekerasan,baik pada diri sendiri maupun orang
lain,secara verbal maupun non verbal,bertujuan untuk melukai orang secara fisik maupun
psikologis. (berkowitz,2000)

Key Word : Perilaku kekerasan adalah suatu perilaku yang membahayakan baik kepada diri
sendiri, orang lain, maupun lingkungan.
1. Pohon Masalah
Stuart dan sundeen (1997) mengidentifikasi pohon masalah kekerasan sebagai berikut:

Effect Resiko tinggi menciderai


orang lain.

Perubahan Persepsi
CP Perilaku Kekerasan Sensori Halusinasi

Causa Gangguan Harga Diri


Isolasi Sosial
Kronis

Berduka Disfungsional

2. Tanda dan Gejala


1. Fisik
a. Muka merah dan tegang
b. Mata melotot/pandangan tajam
c. Tangan mengepal
d. Rahang mengatup
e. Wajah memerah dan tegang
f. Postur tubuh kaku
g. Pandangan tajam
h. Mengatupkan rahang dengan kuat
i. Mengepalkan tangan
j. Jalan mondar-mandir
2. Verbal
a. Bicara kasar
b. Suara tinggi, membentak atau berteriak
c. Mengancam secara verbal atau fisik
d. Mengumpat dengan kata-kata kotor
e. Suara keras
f. Ketus
3. Perilaku
a. Melempar atau memukul benda/orang lain
b. Menyerang orang lain
c. Melukai diri sendiri/orang lain
d. Merusak lingkungan
e. Amuk/agresif
4. Emosi
Tidak adekuat, tidak aman dan nyaman, rasa terganggu, dendam dan jengkel, tidak
berdaya, bermusuhan, mengamuk, ingin berkelahi, menyalahkan, dan menuntut.
5. Intelektual
Mendominasi, cerewet, kasar, berdebat, meremehkan, sarkasme.
6. Spiritual
Merasa diri berkuasa, merasa diri benar, mengkritik pendapat orang lain,
menyinggung perasaan orang lain, tidak peduli dan kasar.
7. Sosial
Menarik diri, pengasingan, penolakan, kekerasan, ejekan, sindiran
8. Perhatian
Bolos, mencuri, melarikan diri, penyimpangan seksual.

3. Data Fokus
1. Pembicaraan
cepat, keras,
2. Aktivitas motorik
a. Tegang
b. Tik : gerakan-gerakan kecil otot muka yang tidak terkontrol
c. Grimasem : gerakan otot muka yang berubah-ubah yang tidak terkontrol klien
3. Afek dan Emosi
a. Labil : emosi klien cepat berubah-ubah
b. Tidak sesuai : emosi bertentangan atau berlawanan dengan stimulus
4. Interaksi selama wawancara
a. Mudah tersinggung
b. Bermusuhan : kata-kata atau pandangan yang tidak bersahabat atau tidak ramah
c. Curiga : menunjukan sikap atau peran tidak percaya kepada pewawancara atau
orang lain.
5. Proses Pikir
a. Bentuk
Otistik (autisme) : bentuk pemikiran yang berupa fantasi atau lamunan untuk
memuaskan keinginan untuk memuaskan keinginan yang tidak dapat dicapainya.
Hidup dalam pikirannya sendiri, hanya memuaskan keinginannya tanpa peduli
sekitarnya, menandakan ada distorsi arus asosiasi dalam diri klien yang
dimanifestasikan dengan lamunan, fantasi, waham dan halusinasinya yang
cenderung menyenangkan dirinya.
b. Isi Pikir
Perasaan Curiga : pikiran yang berupa tidak percaya/ curiga pada orang lain.
4. Perencanaan ( TUK )
a. Klien dapat membina hubungan saling percaya
b. klien dapat mengidentifikasi perilaku kekerasan
c. klien dapat mengidentifikasi tanda dan gejala perilaku kekerasan
d. klien dapat mengidentifikasi perilaku kekerasan yang biasa dilakukan
e. Klien dapat mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan
f. Klien dapat mendemonstrasikan cara fisik untuk mencegah perilaku kekerasan
g. Klien dapat mendemonstrasikan cara social untuk mencegah perilaku kekerasan
h. Klien dapat mendemonstrasikan cara spiritual untuk mencegah perilaku kekerasan
i. Klien dapat mendemonstrasikan kepatuhan minum obat untuk mencegah perilaku
kekerasan
j. Klien dapat mengikuti TAK : stimulasi persepsi pencegahan perilaku kekerasan
k. Klien mendapatkan dukungan keluarga dalam melakukan cara pencegahan perilaku
kekerasan

5. Implementasi
Strategi Pelaksanaan
Diagnosa
Pasien Keluarga
Keperawatan
Risiko Perilaku SP 1 SP1
Kekerasan a. Identifikasi:penyebab, tanda a. Identifikasi masalah yang
dan gejala PK, akibat dirasakan keluarga dalam
b. Latihan cara fisik 1,2 (F1,2) merawat pasien
c. Masuk jadwal kegiatan pasien. b. Penjelasan PK (penyebab,
tanda dan gejala, jenis PK,
akibat PK).
c. Cara merawat PK.
d. Latih (stimulasi) 2 cara
merawat
e. RTL keluarga/jadwal
keluarga untuk merawat.
SP2 SP 2
a. Evaluasi kegiatan lalu Yi a. Evaluasi (SP 1)
(F1,2) b. Latih (stimulasi) 2 cara lain
b. Latihan verval (3 macam) untuk merawat.
c. Masuk jadwal kegiatan pasien c. Melatih (langsung ke
pasien)
d. RTL keluarga atau jadwal
keluarga untuk merawat
SP3 SP 3
a. Evaluasi kegiatan lalu yi (F1,2) a. Evaluasi (SP 1 dan 2)
dan verbal (SP1,2) b. Latih (langsung ke pasien)
b. Latihan spiritual ( minimal 2 c. RTL keluarga atau jadwal
macam) keluarga untuk merawat
c. Masuk Jadwal Kegiatan pasien
SP4 SP 4
a. Evaluasi kegiatan lalu yi (F1,2) a. Evaluasi (SP 123)
dan verbal (SP1,2) b. Latih (langsung ke pasien)
b. Latihan Patuh Obat c. Rencana tindak lanjut
c. Masuk Jadwal Kegiatan pasien keluarga :
- Follow Up
- Rujukan

Terapi Modalitas

1. Terapi individual

karena terapi tersebut dapat menjalin hubungan terstruktur antara perawat dengan klien
untuk mengubah perilaku klien.

2. Terapi perilaku
Role Model
Kondisioning Operan
Pengendalian diri
Terapi aversi

o Terapi Aktifitas Kelompok

o Terapi aktivitas kelompok yang cocok untuk kasus diatas adalah “Terapi Aktivitas
Kelompok Stimulus Persepsi” berupa Assertive Training. Sesi-sesi TAK Stimulus
Persepsi :

1. Sesi 1: Mengenal perilaku kekerasan yang biasa dilakukan. (TUK 2,3,4)

2. Sesi 2: Mencegah perilaku kekerasan fisik. (TUK 6)

3. Sesi 3: Mencegah perilaku kekerasan sosial.(TUK 7)

4. Sesi 4: Mencegah perilaku kekerasan spiritual. (TUK 8)

5.Sesi 5: Mencegah perilaku kekerasan dengan patuh mengonsumsi obat. (TUK 9)