Anda di halaman 1dari 33

TUGAS LAPORAN SISTEM LINGKUNGAN INDUSTRI TENTANG

PROPER PT. PETROKIMIA GRESIK

NAMA : MUHAMMAD SHANDY ALFIAN

KELAS : 1D

NIM : 17 TIA 373

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI AGRO


POLITEKNIK ATI MAKASSAR
2017/2018

i|Page
LEMBAR PENGESAHAN

Makalah Sistem Lingkungan Industri dengan judul Sistem Lingkungan Industri

PT. Petrokimia Gresik yang mengolah pupuk urea. Telah diterima pada tanggal 26

MARET 2018 dan di sahkan oleh pembimbing

Data Penyusun Makalah:

Nama : Muhammad Shandy Alfian

Stambuk : 17TIA373

Makassar, 2018

Disahkan Oleh,
Dosen Pembimbing Asisten

DR.Idi Amin.,ST.,M.Si Dhea Ananda Mayangsari


NIP : 19731124 200121 2 001

ii | P a g e
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkankepada Allah SWT atas segala


limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penyusunan laporan “Proper
Perushaan” dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Tidak lupa kami ucapakan
terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah
ini.

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui apa
itu proper, kriteria-kriteria proper dan mengetahui system lingkungan industry yang
ada pada PT Petrokimia Gresik.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak


terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun
sangat kami harapkan dari para pembaca. Akhir kata, semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya.

Saya mengucapkan permohonan maaf sedalam dalamnya jika terjadi


kesalahan dalam membuat laporan ini

MAKASSAR, 26 MARET 2018

Muhammad Shandy Alfian

iii | P a g e
ABSTRAK

Laporan ini menjelaskan sebuah perusahaan bernama PT Petrokimia Gresik


yang terletak pada Kabupaten Gresik. Perusahaan ini banyak mengolah bermacam
jenis produk pupuk, tetapi yang akan dibahas pada laporan ini adalah pupuk urea.
Pupuk urea adalah Urea adalah pupuk buatan hasil persenyawaan amoniak (NH3)
dengan karbondioksida (CO2) dan bahan dasarnya biasanya dari gas alam limbah
yang salah satunya yang akan dibahas pada laporan ini adalah Pupuk Urea.
Dilaporan ini dijelaskan proses produksinya Pupuk urea dengan bahan dasar
NH3/CO2 sampai dengan proses terjadinya limbah pada pupuk urea. Pada laporan
ini terdapat pengolahan limbah selama produksi pupuk urea. Penulis ini bertujuan
untuk mengetahui proper pada PT Petrokimia Gresik dan penghargaan apa saja yang
didapat pada perusahaan tersebut.

Kata kunci: Perolehan perdana proper hijau tahun 2017, Proses terjadinya limbah,

iv | P a g e
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................................. ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ iii
ABSTRAK ....................................................................................................................... iv
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... v
BAB I .............................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN............................................................................................................. 1
1.1. Latar Belakang................................................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah ......................................................................................... 2
1.3. Maksud dan Tujuan ....................................................................................... 2
1.4. Manfaat Penulisan ......................................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................................... 4
2.1 Gambaran umum perusahan ......................................................................... 4
2.2 Sifat Dan Karakteristik Umum Bahan Baku ................................................... 7
2.3. Proses Produksi .............................................................................................. 8
2.4. Metode Pengolahan Limbah ....................................................................... 14
BAB III SISTEM LINGKUNGAN INDUSTRI .................................................................... 15
3.1 Definisi sistem lingkungan industri ............................................................. 15
3.2 Penerapan SLI di Industri ............................................................................. 17
3.3 Penghargaan Sistem Lingkungan Industri Yang Diperoleh Perusahaan .... 23
3.4 Perbaikan SLI ................................................................................................ 24
BAB IV PENUTUP........................................................................................................ 26
A. Kesimpulan ...................................................................................................... 26
B. Saran ................................................................................................................ 26
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 27

v|Page
vi | P a g e
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pupuk adalah zat yang terdiri satu atau lebih unsur kimia yang sangat
dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan serta dapat
meningkatkan produktivitas maupun kualitas hasil tanaman. Berdasarkan
proses pembuatannya, pupuk di kelompokkan menjadi pupuk alami dan pupuk
buatan, sedangkan menurut bahan pembuatannya, pupuk dikelompokkan
menjadi pupuk organic pupuk anorganik. Pupuk majemuk adalah pupuk yang
mengandung dua atau lebih unsur hara tanaman.
Urea pertama kali ditemukan pada air seni oleh H.M Rovelle yang
berasal dari negara Perancis pada tahun 1773. Orang yang pertama kali
berhasil menemukan urea dari ammonia dan asam sianida adalah Wochler
pada tahun 1828 yang berasal dari Jerman yang penemuan ini dianggap
sebagai penemuan pertama yang berhasil mensintesa zat organic dari zat
anorganik. Proses yang menjadi dasar dari proses pembuatan urea saat ini
adalah proses dehidrasi yang ditemukan oleh Bassarow (1870) yang
mensintesa urea dari pemanasan ammonium karbam

1|Page
Urea adalah pupuk buatan hasil persenyawaan amoniak (NH3) dengan
karbondioksida (CO2) dan bahan dasarnya biasanya dari gas alam. Kandungan
Nitrogen total berkisar antara 45-46%. Urea mempunyai sifat higroskopis dan pada
kelembaban udara 73% urea akan menarik uap air dari udara. Keuntungan
menggunakan pupuk urea adalah mudah diserap oleh tanaman. Selain itu,
kandungan nitrogen yang tinggi pada urea sangat dibutuhkan pada pertumbuhan
awal tanaman. Kekurangannya adalah apabila diberikan kedalam tanah yang miskin
hara, urea akan berubah ke wujud awalnya yaitu amoniak (NH3) dan karbondioksida
(CO2) yang mudah menguap. Fungsi nitrogen bagi tanaman adalah meningkatkan
pertumbuhan tanaman, membuat daun tanaman menjadi lebar dengan warna yang
lebih hijau, meningkatkan kadar protein dalam tubuh tanaman, meningkatkan
kualitas tanaman penghasil daun-daunan, dan meningkatkan perkembangbiakan
mikroorganisme di dalam tanah. Letak pabrik urea yang ada di Indonesia yaitu
dikabupaten Gresik, Jawa Timur yang akan saya analisis mengenai penerapan Sistem
Lingkungan Industrinya.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa yang di maksud dengan Sistem Lingkungan Industri?


2. Bagaimana proses produksi pupuk di PT.Petrokimia Gresik?
3. Bagaimana penerapan Sistem Lingkungan Industri di PT. Petrokimia
Gresik?
4. Apa saja penghargaan yang di terima oleh PT.Petrokimia Gresik?

1.3. Maksud dan Tujuan


Maksud:
Mengetahui Sistem Lingkungan Industri di PT.petrokimia Gresik

2|Page
Tujuan:
1. Mengetahui definisi tentang Sistem Lingkungan Industri
2. Mengetahui proses produksi mineral di PT.Petrokimia Gresik
3. Mengetahui penerapan Sistem Lingkungan Industri di PT.Petrokimia Gresik

1.4. Manfaat Penulisan


1. Pembaca dapat mengetahui informasi tentang perusahaan PT.Petrokimia
Gresik
2. Pembaca dapat mengetahui tentang produk olahan PT.Petrokimia Gresik
3. Dapat menambah wawasan pembaca khusunya di bidang Sistem
Lingkungan Industri.

3|Page
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Gambaran umum perusahan
a) Deskripsi Perusahaan

Di era yang semakin berkembang, dimana pertambahan penduduk dunia


semakin meningkat dan ketersediaan luas lahan pertanian semakin menyempi,
tentunya membutuhkan terobosan-terobosan baru untuk mengatasi agar tidak
sampai krisis pangan. Diversifikasi pangan perlu digalakkan, dan ini
membutuhkan produk pupuk dengan spesifikasi yang beragam yang saat ini
banyak dipenuhi dari pasar global.

Sebagai produsen pupuk yang terlengkap dan terbesar di Indonesia, PT


petrokimiaGresik menjawab tantangan tersebut dengan meningkatkan kegiatan
riset, serta melakukan pengembangan, baik pengembangan untuk mendukung
peningkatan kapasitas produksi yang sudah ada,maupun menambah varian
produk pupuk anorganik dan organik,serta produk-produk inovasi di luar
pupuk.Upaya-upaya tersebut terus dilakukan dalam rangka meningkatkan peran
PT Petrokimia Gresik untuk mendukung peningkatan pembangunan pertanian
dan industri kimia di Indonesia.PT Petrokimia Gresik juga berkomitmen
terhadap kewajibannya di bidang community development melalui progam CSR
dan kepedulian lingkungan.Petrokimia Gresik bertekad untuk terus tumbuh dan
berkembang secara berkelanjutan,dan melindungi kepentingan semua
stakeholder,serta siap meraih kemenangan di era persaingan global yang
semakin ketat.

4|Page
b) Riwayat Perusahaan
Latar Belakang pendirian PT. Petrokimia Gresik didasarkan pada
kondisi wilayah Indonesia yang merupakan negara agraris dan memiliki
sumber daya alam yang sangat melimpah sehingga titik berat
pembangunann terletak pada sektor pertanian. Salah satu usaha intensifikasi
pertanian yang dilakukan adalah dengan cara mendirikan pabrik pupuk untuk
memenuhi kebutuhan pupuk nasional, salah satu diantaranya adalah pabrik
pupuk PT. Petrokimia Gresik.
PT. Petrokimia Gresik adalah salah satu anak perusahaan PT. Pupuk
Indonesia Holding Company (PIHC) yang merupakan Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang dahulu dikenal dengan nama PT. Pupuk Sriwidjaja
(Persero) atau PUSRI (Persero) yang bergerak di bidang produksi pupuk, non-
pupuk, bahan-bahan kimia dan jasa lainnya seperti jasa konstruksi dan
engineering. Nama petrokimia berasal dari kata “Petrolrum Chemical” dan
kemudian disingkat menjadi “Petrochemicl” yang merupakan bahan-bahan
kimia yang terbuat dari minyak bumi dan gas.
PT. Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk terlengkap di
Indonesia, melayani kebutuhan pupuk di seluruh wilayah Indonesia dengan
menggunakan jargon “Petrokimia Sahabat Petani”. Jenis pupuk yang
diproduksi oleh pabrik ini antara lain adalah Zwavelzuur Ammonium (ZA),
Super Phosphat (SP-36), NPK, NPK Kebomas, Urea, Phonska, ZK, DAP,
Petroganik, KCL, dan Ammonium Phosphat. Sedangkan produk non
pupuknya antara lain Ammonia, Asam Fosfat, Asam Sulfat, Asam Klorida,
Gypsum, Almunium Flourida, CO2 Cair, Dry ice, dan kapur pertanian.
Kontrak pembangunannya ditandatangani pada tanggal 10 Agustus
1964, dan mulai berlaku pada tanggal 8 Desember 1964. Proyek ini

5|Page
diresmikan oleh presiden H.M. Soeharto pada tanggal 10 Juli 1972 yang
kemudian ditetapkan sebagai hari jadi PT. Petrokimia Gresik.
Pada mulanya perusahaan ini berada dibawah Direktorat Industri
Kimia Dasar, tetapi sejak tahun 1992 berada di bawah Departemen
Perindustrian dan pada awal tahun 1997, PT. Petrokimia Gresik berada
dibawah naungan Departemen Keuangan. Akan tetapi, akibat adanya krisis
moneter yang dialami bangsa Indonesia menyebabkan PT. Petrokimia Gresik
menjadi Holding company PT. Pupuk Sriwijaya pada tahun 1997 yang kini
menjadi PT. Pupuk Indonesia Holding Company.

c) Visi dan Misi Perusahaan

Visi

Menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi
dan produknya diminati konsumen

Misi

1. Mendukung penyediaan pupuk nasional untk tercapainya program


swasembada pangan
2. Meningkatkan hasil usaha untuk menunjang kelancaran kegiatan
operasionak dan pengembangan usaha perusahaan
3. Mengembangkan potensi usaha untuk mendukung industry kimia
nasional dan berperan aktif dalam community development
4. Tata Nilai Perusahaan
5. Mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja serta pelestarian
lingkungan hidup dalam setiap kegiatan operasional
6. Memanfaatkan profesionalisme untuk meningkakan kepuasan pelanggan

6|Page
7. Meningkatkan inovasi untuk memenangkan bisnis
8. Mengutamakan integritas diatas segala hal
9. Berupaya membangun semangat kelompok yang sinergistik

2.2 Sifat Dan Karakteristik Umum Bahan Baku


Bahan baku pembuatan urea ada 2 macam yaitu ammonia dan karbon
dioksida. Sintesa urea dapat berlangsung dengan bantuan tekanan tinggi.
Sintesa ini dilakukan untuk pertama kalinya oleh BASF pada tahun 1941 dengan
bahan baku karbon dioksida (CO2) dan amoniak (NH3).

Tabel 2.1 Sifat fisika Karbondioksida (NH3)


SIFAT (CO2) NILAI
Berat Molekul 44,01 g/mol
Titik Leleh -56,6℃
Titik Didih -78,5℃
Temperatur Kritis 304,21 K
Tekanan Kritis 7,39.21 K
Panas Peleburan 1900 kal/mol
Panas Pembakaran 6030 kal/mol

Tabel 2.2 Sifat Fisika Amoniak (NH3)


SIFAT (NH3) NILAI
Berat Molekul 17,03 g/mol
Titik Didih -33,4℃
Titik Leleh -77,70℃
Temperatur Kritis 405,65 K

7|Page
Tekanan Kritis 11,30 . 10-6 Pa
Tekanan uap cairan 8,5 kg/cm2
Spesifik Volume pada 70℃ 22,7 kg/m3
Spesifik Gravity pada 0℃ 0,77 kg/m3
Sifat Kimia CO2 dan NH3
1. Larut dalam air pada temperatur 15℃, tekanan 1 atm dengan
perbandingan volume CO2 : H2O = 1 : 1.
2. Karbon dioksida tidak beracun, akan tetapi dapat menimbulkan efek sesak
pada pernafasan.
3. Mudah meledak dan beracun
4. Menyebabkan iritasi bila dihirup
5. Larutan ammonia apabila dalam air yang bertemperatur -38℃ sampai
41℃, akan membeku membentuk kristal seperti jarum.

2.3. Proses Produksi


a. Proses Produksi

Bahan baku dalam pembuatan urea adalah gas CO2 dan NH3 cair yang dipasok
dari pabrik amoniak. Proses pembuatan urea dibagi menjadi 6 unit. Unit-unit
proses tersebut adalah sintesa unit, purifikasi unit, kristalizer unit, prilling
unit,recovery unit, dan terakhir proses condesat treatment unit.

1. Sintesa Unit
Unit ini merupakan bagian terpenting dari pabrik urea untuk mensintesa
dengan mereaksikan NH3 cair dan gas CO2 di dalam urea reactor dan ke
dalam reaktor ini dimasukkan juga larutan recyclecarbonat yang berasal
dari bagian recovery. Tekanan operasi proses sintesa adalah 175 kg/cm2.

8|Page
Hasil sintesa urea dikirim ke bagian purifikasi untuk dipisahkan ammonium
karbamat dan kelebihan amonianya setelah dilakukan stripping oleh CO2.
Alat yang digunakan pada Sintesa unit adalah Sebagai berikut:
a) Reaktor Sintesa
Reaktor intesa berfungsi sebagai tempat reaksi antara NH3 dan CO2.
b) Knock Out Drum
Knock out drum berfungsi untuk menghilangkan partikel-partikel padat
dan tetesan cairan yang mungkin terdapat dalam gas CO2.
c) CO2 booster Compressor
CO2 booster Compressor berfungsi untuk menaikkan tekanan gas CO2.
d) CO2 Compressor
CO2 Compressor berfungsi untuk menaikkan tekanan gas CO2.
e) AmmoniaPrehater II
Ammonia Prehater II berfungsi memanaskan amonia dengan steam
condensate sebagai media pemanasannya.
f) Ammonia Condensor
Ammonia Condensor berfungsi untuk mengkondensasikan larutan
ammonia.
g) Ammonia Reservoir
Ammonia Reservoir berfungsi untuk menampung ammonia cair make
up dari ammonia plant.
2. Purifikasi Unit
Ammonium karbamat yang tidak terkonversi dan kelebihan amoniak di unit
sintesa diuraikan dan dipisahkan dengan cara penurunan tekanan dan
pemanasan dengan 2 langkah penurunan tekanan, yaitu pada 17 kg/cm2
dan 22,2 kg/cm2. Hasil penguraian berupa gas CO2 dan NH3 dikirm ke

9|Page
bagian recovery sedangkan larutan urea dikirim ke bagian kristaliser.Pada
Unit ini terdapat alat sebagai berikut :
a. High Pressure Decomposer
Berfungsi untuk memisahkan kelebihan NH3 dari campuran reaksi dan
mendekomposisi ammonium karbonat menjadi NH3 dan CO2.
b. Law Pressure Decomposer
Berfungsi untuk menyempurnakan dekomposisi setelah keluar High
Pressure Decomposer.
c. Gas Separator
Berfungsi untuk memisahkan sisa NH3 dan CO2 yang masih terlarut
dalam larutan urea.
3. Kristalliser Unit
Larutan urea dari unit purifikasi dikristalkan di bagian ini secara vakum
kemudian kristal urea dipisahkan di pemutar sentrifugal. Panas yang
diperlukan untuk menguapkan air diambil dari panas sensibel larutan urea
maupun panas kristalisasi urea dan panas yang diambil dari sirkulasi urea
slurry ke HP absorber dari recovery.Pada proses Kristalliser unit
menggunakan alat sebagai berikut:
a. Cristalizer
Cristalizer terdiri dari dua bagian yaitu bagian atas berupa vacum
consentrator dengan vacum generator yang terdiri dari sistem adjector
tingkat satu dan baromestrik kondensor tingkat satu dan dua.
sedangkan bagian bawah berupa eristalizer dengan agitator.
b. Vacuum Concentrator dengan Vacum Generator
Berfungsi untuk menguapkan air dari larutan urea.
c. Cristallizer dengan agitator
Berfungsi untuk mengkristalkan urea.
10 | P a g e
d. Melter
Berfungsi untuk melelehkan kristal-kristal urea.
e. Dissolving tank I
Berfungsi sebagai tempat pelarutan urea oversize.
4. Rilling Unit
Kristal urea kluaran pemutar sentrifugal dikeringkan sampai menjadi 99,8%
dari berat dengan udara panas kemudian dikirmkan ke bagian atas prilling
tower untuk dilelelehkan dan didistribusikan merata ke distributor, dan
dari distributor dijatuhkan ke bawah sambil didinginkan oleh udara dari
bawah dan menghasilkan produk urea butiran (prill). Produk urea dikirim
ke bulk storage dengan belt conveyor.Alatnya sebagai berikut:
a) Reactor For High Pressure Decomposer
Berfungsi untuk memanaskan larutan dari Law Pressure Decomposer.
b) Reboiler For Law Pressure Decomposer
Berfungsi untuk memanaskan larutan dari Law Pressure Decomposer.
c) Heat Eschanger for Law Pressure Decomposer
Berfungsi untuk mendinginkan larutan dari High Pressure Decomposer
menuju ke Law Pressure Decomposer
5. Recovery Unit
Gas amoniak dan gas karbon dioksida yang dipisahkan di bagian purifikasi
diambil kembali dengan 2 langkah absorbsi dengan menggunakan mother
liquor sebagai absorben kemudian di recycle kembali ke bagian sintesa.
6. Condensat Treatment Unit
Uap air yang menguap dan terpisahkan di bagian kristaliser didinginkan dan
dikondensasikan. Sejumlah kecil urea, NH3 dan CO2 kemudian diolah dan
dipisahkan di stripper dan hidroliser. Gas CO2 dan gas NH3 dikirim kembali

11 | P a g e
ke bagian purifikasi untuk direcover sedang air kondenatnya di kiirm ke
utilitas.
b. UtilitasPupuk Urea
 air PT Petrokimia Gresik dapat memenuhi total konsumsi air sebesar
4.900 m3/jam. Proyek ini terdiri dariUprating IPA Gunungsari kapasitas
3.000 m3/Jam, pemasangan Pipa Æ 34” sejauh 27 km, danTangki Air
kapasitas 22.000 m3.
 Untuk memenuhi kebutuhan dan menjamin keberlanjutan pasokan
daya listrik demi kelancaran operasional pabrik, PT Petrokimia Gresik
mengoperasikan gas turbine generator (GTG) dan steam turbine
generator (STG) yang mampu menghasilkan daya listrik sebesar 53
MW.
 Memiliki kapasitas steam 2 x 150 ton/jam, serta tenaga listrik sebesar
25 MW. Unit ini dilengkapi dengan dermaga khusus batubara
berkapasitas 10.000 DWT.
c. Limbah Pupuk Urea
Meskipun (NH2)2 CO dan NH-N tidak termasuk senyawa B3, limbah
cair pabrik pupuk urea dapat menimbulkan kerusakan ekosistem badan air
yang sangat serius. Contoh limbah pada limbah pupuk urea adalah
Ammonium, Flour, Fosfat, Partikel padat. Sampai saat ini, pengolahan limbah
cair pabrik pupuk urea dilakukan dengan proses nitrifikasi-denitrifikasi
heterotrofik dalam kolam-kolam terbuka. Karena kadar COD limbah cair ini
rendah, proses nitrifikasi-denitrifikasi heterotrofik tersebut memerlukan
banyak masukan sumber karbon,dalam hal ini adalah metanol. Selain itu,
kinerja proses tidak terkendali ketika terjadi fluktuasi karakteristik limbah
yang ekstrim. Teknologi yang diterapkan berbasis pada penggabungan
activated microalgae dan nitrifikasi-denitrifikasi autotrofik untuk
12 | P a g e
menguraikan limbah cair urea kadar tinggi dan ammonia kadar tinggi.
Microalgae merupakan mikroba autotrof yang mampu memanfaatkan (NH2)2
CO dan NH-N sebagai sumber nitrogen (sumber N) dan gas karbon dioksida
(CO2) sebagai sumber karbon.

LISTRIK

UTILITAS AIR

NH3/CO2 BAHAN PROSES PENGEMAS UREA


BAKU PRODUKSI AN

LIMBAH YANG
DIHASILKAN YAITU ALAT ALAT YANG
Limbah cair Berupa: DIGUNAKAN YAITU :

1.Ammonium 1. Sintesa Unit


2. Purifikasi Unit
2. Urea
3. Kristallier Unit
3. Flour
4. Rilling Unit
4. Fosfat
5. Recovey Unit
5. Partikel padat
6. Condenat
Treatment Unit

Gambar 2.1 Flowchart Proses Produksi dan Limbah yang dihasilkan

13 | P a g e
2.4. Metode Pengolahan Limbah

Limbah cair semua Bak


Equalizer Thickener
departemen
sedimentasi
produksi

Dibuang ke selokan Bak


menuju laut koagulasi

Gambar 2.2 Flowchart Metode Pengolahan Limbah yang dihasilkan

14 | P a g e
BAB III
SISTEM LINGKUNGAN INDUSTRI
3.1 Definisi sistem lingkungan industri

Pengertian sistem manajemen lingkungan menurut ISO 14001 : 2004


merupakan suatu sistem manajemen pengelolaan lingkungan yang telah diakui
secara internasional dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Sertifikat di
bawah koordinasi Organisasi Standar Internasional (ISO : International
Organization For Standardization). Sistem Manajemen Lingkungan
atau Environment Management System (EMS) adalah bagian dari keseluruhan
sistem manajemen yang meliputi struktur organisasi, rencana kegiatan,
tanggung jawab, latihan atau praktek, prosedur, proses dan sumber daya untuk
pengembangan, penerapan, evaluasi dan pemeliharaan kebijakan lingkungan.
(ISO 14001, 1996)

Sistem manajemen lingkungan menurut Tibor dan Feldman merupakan


“bagian dari sistem manajemen yang meliputi struktur organisasi, perencanaan
kegiatan, tanggung jawab, praktek, prosedur, proses dan sumber daya untuk
mengembangkan, melaksanakan, mencapai, mengkaji dan memelihara kebijakan
lingkungan". Dengan kata lain, Sistem manajemen lingkungan adalah sistem
manajemen yang berencana, menjadwalkan, menerapkan dan memantau
kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Yang
mendasari definisi ini adalah asumsi implisit korelasi positif antara kinerja
lingkungan dan perusahaan (Tibor dan Feldman, 1996).

Pada prinsipnya, ISO 14001 mengandung syarat-syarat atau aturan


komprehensif bagi suatu organisasi dalam pengembangan sistem pengelolaan
dampak lingkungan yang baik dan menyeimbangkan dengan prioritas para
pelaku usaha (uang), sehingga upaya perbaikan performanceyang dilakukan akan
disesuaikan dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Dalam
15 | P a g e
implementasinya ISO 14001 bersifat tidak memaksa, tidak ada hukum yang
mengikat yang mengharuskan dalam implementasinya. (ISO 14001, 2004).

Manajemen Lingkungan merupakan sistem pengelolaan yang dinamis,


sehingga perlu adaptasi bila terjadi perusahaan di perusahaan yang mencakup
sumber daya, proses dan kegiatan perusahaan. Diperlukan pula adaptasi bila
terjadi perubahan di luar perusahaan, misalnya perubahan peraturan
perundang-undangan dan pengetahuan yang disebabkan oleh perkembangan
teknologi.

Berbagai manfaat dapat diperoleh bila menerapkan ISO 14001, yang sekaligus
dapat dianggap sebagai keuntungan dari manajemen lingkungan adalah sebagai
berikut :

1. Perlindungan lingkungan adalah manfaat yang paling penting karena dengan


mengikuti persyaratan yang ada akan membantu pula dalam mematuhi
regulasi dan sistem manajemen yang efektif

2. Keuntungan ekonomi dapat diperoleh dari penerapan Sistem Manajemen


Lingkungan. Keuntungan ini sebaiknya diidentifikasi agar dapat menunjukkan
kepada pihak terkait, khususnya pemegang saham, nilai perusahaan yang
memiliki manajemen lingkungan yang baik

3. Perbaikan lingkungan yang berkesinambungan mempunyai kesamaan konsep


dengan manajemen lingkungan total. Hal tersebut menyajikan konsep bahwa
sistem selalu bisa dikendalikan dan selalu ada cara yang lebih efektif dari segi
biaya untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan lebih jauh selama ada
indikator-indikator yang kreatif dalam perusahaan yang diperbolehkan
menyatakan ide-ide mereka (Kuhre, 1996).

16 | P a g e
3.2 Penerapan SLI di Industri
a. Dokumen pengolahan lingkungan hidup :
Penghijauan berdasarkan permohonan dari BLH Provinsi Jatim untuk dengan
biaya sebesar Rp 40,961 Juta sebagai berikut :
1. 300 bibit pohon mangga gadung untuk Desa Klagen Kec. Rejoso Kab.
Nganjuk bekerjasama dengan mahasiswa KKN-BBM ke 54 Unair;
2. 700 bibit terdiri dari 200 bibit pohon trembesi dan 500 bibit pohon
mente untuk ditanam di Bukit Beruk di Desa Karangpatihan Kec. Balong
Kab. Ponorogo bekerja sama dengan LSM Generasi Merah Putih Peduli
Alam (Gempa) binaan Kodim 0802 Ponorogo.

b. Efiensi air dan pengelolaan pencemaran air


PT Petrokimia Gresik memiliki 2 unit penjernihan air yang terletak di
Gunungsari Surabaya, memanfaatkan air sungai Brantas, dan di Babat
Lamongan , memanfaatkan air sungai Bengawan Solo. Kapasitas total air
yang dialirkan ke Gresik dari 2 unit penjernihan air tersebut sebesar 3.200
m3/jam. Pengelolaan pencemaran Air limbah Petrokimia dibuang menuju
badan air laut. Supaya tidak mencari laut, maka sebelum dibuang ke laut, air
limbah dilakukan treatment dengan dengan penambahan kapur/soda
kaustik, kemudian dilakukan pengendapan di bak equalizer. Dari air limbah
yang dihasilkan, sebanyak 40% air hasil treatment dilakukan recycle untuk
konsumsi Pabrik Pupuk Fosfat dan 60% dibuang ke laut.

c. Efisiensi Energi
Untuk memenuhi kebutuhan dan menjamin keberlanjutan pasokan daya
listrik demi kelancaran operasional pabrik, PT Petrokimia Gresik

17 | P a g e
mengoperasikan gas turbine generator (GTG) dan steam turbine generator
(STG) yang mampu menghasilkan daya listrik sebesar 53 MW.

d. Pengurangan Emisi Udara


Petrokimia Gresik menyadari bahwa kegiatan industri pupuk berpotensi
menimbulkan pencemaran lingkungan oleh karema itu pemasangan
cerobong emisi yang dilengkapi dengan sarana pendukung seperti lubang
pengambilan sampel, tangga, lantai kerja (platform) dan aliran listrik serta
sarana pengendalian pencemaran udara lainnya.

e. Pengelolaan Limbah B3 dengan metode 3R


Mitigasi yang dilakukan Petrokimia Gresik untuk mengurangi dan mencegah
pencemaran lingkungan adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan 3R air limbah : pemanfaatan air recycle equalizer untuk pabrik
pupuk fosfat, pemanfaatan air recycle Efluen Treatment untuk pencucian
gypsum
2. Zero waste phonska: air hasil scrubbing dimanfaaatkan untuk bahan baku
3. Scrubbing System : proses scrubing emisi dengan air sehingga mengurangi
gas yanag dilepas ke udara dan dapat digunakan untuk bahan baku
4. Pemanfaatan limbah padat gypsum dan kapur sebagai bahan baku untuk
produk samping
5. Recovery panas boiler untuk pre-heater bahan bakar

18 | P a g e
f. Community Development / CSR
1. Bantuan Korban Bencana Alam
Turut peduli pada korban bencana alam yang menimpa masyarakat yang
berada di wilayah Indonesia, antara lain :
a) Pembuatan gedung sekolah pasca tsunami di Propinsi Aceh
b) Bantuan untuk korban gempa bumi di Sumatera Barat
c) Bantuan untuk korban gempa bumi di Tasikmalaya dan Jawa Barat
d) Bantuan untuk korban gempa bumi di DI Yogyakarta
Bantuan sembako, pupuk dan benih pasca banjir di Propinsi Jawa Timur,
yang meliputi Kabupaten Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro,
Nganjuk, Mojokerto, Bondowoso, Ngawi, Madiun, Magetan, Bangkalan,
Probolinggo, Sidoarjo, Kabupaten Kudus Jawa Tengah dan pasca bencana
tanah longsor di Situ Gintung Jawa Barat. Bantuan untuk korban letusan
gunung Merapi di Yogyakarta, bencana gempa bumi di Padang Sumatera
Barat, korban tsunami di Mentawai, korban bencana banjir dan tanah
longsor di Wasior.
2. Bantuan Pendidikan dan atau Pelatihan
PT Petrokimia Gresik peduli dalam meningkatkan mutu pendidikan
dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana sekolah, serta
memberikan bekal keterampilan untuk tenaga operator dan montir.
Pelaksanaan kegiatan tersebut antara lain meliputi :
a) Penyelenggaraan Loka Latihan Keterampilan (LOLAPIL) untuk lulusan
SMU dan SMK, utamanya yang berada di sekitar wilayah usaha
perusahaan untuk dibimbing dan diberikan bekal keterampilan di
bidang teknik produksi, dan pemasaran, sehingga benar-benar
menjadi tenaga yang terampil dan siap pakai bagi industri yang
membutuhkan.
19 | P a g e
b) Penyelenggaraan pelatihan montir sepeda motor untuk pemuda
putus sekolah bekerjasama dengan Yayasan Darma Bakti Astra - PT
Astra Jakarta, sehingga diharapkan para siswa merupakan tenaga
terampil yang siap pakai bagi industri yang membutuhkan, ataupun
siap untuk melakukan wira usaha sendiri.
c) Bantuan untuk biaya pendidikan/pelatihan guru Pendidikan Anak
Usia Dini (PAUD) di Jakarta.
d) Bantuan biaya pendidikan untuk bea siswa murid berprestasi, anak
asuh, siswa yatim/piatu dari Ponpes gresik, dan bantuan pendidikan
untuk siswa dari keluarga kurang mampu.
e) Bantuan buku-buku bacaan dan buku-buku pelajaran, bantuan
pengadaan komputer, pengadaan peralatan laboratorium bahasa
dan peralatan sekolah lainnya, dengan tujuan untuk meningkatkan
mutu pendidikan sekolah.
3. Bantuan Sarana dan Prasarana Umum
Kepedulian PT Petrokimia Gresik diwujudkan dengan kegiatan pemberian
bantuan renovasi gedung pendidikan, sarana air bersih, dan sarana
kebersihan lingkungan.
Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain :
a) Bantuan perbaikan dan atau pembuatan ruang sekolah
b) Bantuan pembuatan dan atau perbaikan ruang perpustakaan sekolah
c) Bantuan pembangunan laboratorium bahasa dan musholah untuk
sekolah dasar (SD) yang berada di wilayah usaha perusahaan, seperti
SDN Roomo, SDN Karangturi, SDN Lumpur, SDN Tlogopojok, SDN
Petrokimia Gresik.
d) Bantuan pengeboran air bersih untuk kebutuhan rumah tangga
sehari-hari bagi warga masyarakat yang berada di sekitar wilayah
20 | P a g e
usaha perusahaan, maupun di luar wilayah usaha perusahaan, seperti
di Kabupaten Gresik, Lamongan dan Blitar.
e) Bantuan pengeboran air untuk irigasi pertanian di wilayah mitra
binaan kelompok pertanian, yang berfungsi sebagai cadangan air di
saat musim kemarau
f) bantuan pavingisasi jalan kampung, bantuan tempat sampah,
perbaikan gapura desa, pos kamling, dll
4. Bantuan Kesehatan Masyarakat
a) Bantuan peningkatan kesehatan masyarakat yang berupa
pemeriksaan dan pengobatan umum Program Kampung Sehat untuk
warga yang berada di sekitar wilayah perusahaan, dilakukan secara
rutin setiap bulan.
b) Bantuan penanganan terhadap anak-anak penderita gizi buruk di
Gresik
c) Bantuan khitanan umum yang dilaksanakan setiap tahun.
d) Bantuan fogging dan pembagian abate untuk warga yang berada di
sekitar wilayah pabrik dalam rangka pemberantasan nyamuk demam
berdarah
5. Bantuan Sarana Ibadah
a) Bantuan perbaikan tempat ibadah
b) Bantuan untuk kegiatan keagamaan

g. Dokumen manajemen lingkungan


1) Penggunaan Material Ramah Lingkungan Perusahaan melakukan
substitusi material SilikaPowder menjadi Super Dolomite sebagai
CoatingPowder Pupuk NPK sejak tahun 2012. SuperDolomite tidak
mengandung bahan karsinogen dantidak menyebabkan silicosis sehingga
21 | P a g e
lebih amandibandingkan Silika Powder. Harga Super Dolomite lebih
murah dibandingkan Silika Powder sehinggadiperoleh penghematan
biaya coating powdersebesar 62%. Selain itu ketersediaan Super
Dolomitemudah terpenuhi.
2) Penggunaan Air Daur Ulang Dalam lima tahun terakhir terjadi
peningkatan rasiopenggunaan air daur ulang untuk proses produksi
terhadap total penggunaan air untuk proses produksidan utilitas dari
tahun 2012 sebesar 35% menjadi54% pada tahun 2016.
3) Konservasi Air Perusahaan menjaga keberlanjutan sumber airdengan
melakukan konservasi air, seperti membuatsumur resapan dan sumur
bor untuk mendukungketersediaan air bersih bagi warga.
4) Penurunan Emisi CO2 Dalam lima tahun terakhir, terjadi penurunan.
Jumlahintensitas emisi CO2 dalam proses produksi Amoniakyang semula
523.204 ton pada tahun 2012 menjadi391.786 ton pada tahun 2016.
5) Pengolahan limbah padat dengan metode 3R
Untuk limbah padat yang merupakan hasil samping berupa kapur,
disimpan sementara di area landfill yang ada di komplek PT Petrokimia
Gresik. Landfill ini dilengkapi dengan tanggul penahan agar kapur tidak
terbawa air hujan ke laut. Disamping itu landfill diberi tanaman
mangroove untuk penghijauan baik disisi darat maupun laut. Untuk
pemeriksaan dan pemantuan limbah padat yang dihasilkan, dilakukan
sesuai kebutuhan baik oleh Laboratorium Internal maupun Eksternal.

22 | P a g e
h. Pengolahan Ekosistem
1) Pemberian bantuan bibit pohon penghijauan untuk masyarakat di sekitar
wilayah usaha perusahaan dan wilayah Jawa Timur.
2) Melakukan penanaman dan pemberian bantuan pohon penghijauan
untuk mendukung program penanaman satu miliar pohon / One Billion
Indonesian Trees (OBIT) yang telah dicanangkan oleh Pemerintah dalam
rangka mengurangi/mengatasi dampak global warming.

3.3 Penghargaan Sistem Lingkungan Industri Yang Diperoleh Perusahaan


A. Penghargaan sebagai Industri yang Telah Berperan Aktif dalam
Memanfaatkan dan Mengembangkan Hasil Litbang dari Pusat Unggulan
Iptek (PUI) Tanaman Padi
B. Penghargaan Industri Hijau Level 5
C. Penghargaan ASEAN Risk Awards 2016
D. Penghargaan Top 3 Indonesia Best eMark Award 2016 kategori Jasa &
Produksi
E. Penghargaan Asia Pasific Stevie Award 2016
F. Penghargaan Proper hijau pada tahun 2017 karena PT Petrokimia Gresik
berhasil taat dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrument
informasi dan memenuhi 8 kriteria proper antara lain:
 Pengolahan Ekosistem
 Dokumen manajemen lingkungan
 Community Development / CSR
 Pengelolaan Limbah B3 dengan metode 3R
 Pengurangan Emisi Udara
 Efisiensi Energi
23 | P a g e
 Efiensi air dan pengelolaan pencemaran air
 Dokumen pengolahan lingkungan hidup

3.4 Perbaikan SLI


Berikut beberapa hal yang dilakukan PT Petrokimia Gresik untuk memperoleh
lebih banyak penghargaan, yaitu :
a. Menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan
community development
b. Memberikan dukungan bagi kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan dan
pelestarian lingkungan.
c. Menyediakan sumber pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan
kapabilitasmasyarakat
d. Melakukan pembinaan dan pendampingan
e. +6kemitraanguna untuk mendorong terciptanyamasyarakat yang berdaya
dan mandiri
f. Menyediakan sarana dan prasarana penunjangkegiatan pendidikan, sosial,
agama danpelestarian lingkungan sesuai dengan kebutuhanMenyediakan
sumber daya yang dibutuhkan untuk kegiatan perlindungan
keanekaragamanhayati
g. Bekerjasama dengan pihak ketiga dalammenetapkan daerah konservasi
keanekaragamanhayati
h. Melakukan penghijauan baik di dalam maupun diluar lingkungan
Perusahaan
i. Mengelola sumber daya genetik untuk melakukanpembangunan pertanian
berkelanjutan
j. Melakukan budidaya tanaman langka

24 | P a g e
k. Melakukan pelestarian in-situ dan ex-situ denganmengembangkan fauna
endemic daerah JawaTimur

25 | P a g e
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pt Petrokimia Gresik merupakan perusahaan yang bergerak dibidang
produksi pupuk dengan proper hijau pada tahun 2017. Proper ini
diperoleh pertama dengan proper hijau yang dimana sebelumnya PT
Petrokimia mendapatkan proper biru pada tahun 2016. Hal ini
merupakan sebuah prestasi terbesar bagi PT Petrokimia sehingga bisa
meningkatkan kualitas produk bagi petani tersebut. Hal yang bias kita
simpulkan pada makalah ini adalah Mahasiswa menjadi lebih tau dengan
proper pada perusahaan sehingga mahasiswa mengetahui proper yang
dikeluarkan oleh kementrian lingkungan hidup dan kehutanan.
Mahasiswa juga mengetahui tentang produksi pada sebuah industri.

B. Saran
Mahasiswa diharapkan pada tugas ini bisa mengumpulkan tepat waktu
sebelum jatuh tempo yang diberikan

26 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA

http://www.petrokimia-gresik.com/News/PG-RAIH-PROPER-HIJAU

https://id.scribd.com/doc/310258232/Pengolaan-Limbah-PT-Petrokimia-Gresik

http://www.petrokimiagresik.com/Resources/Docs/CP%20Petrokimia%20Gresik%
20small.pdf

27 | P a g e