Anda di halaman 1dari 5

PANDUAN PELAYANAN PERAWATAN BBLR DENGAN METODE

KANGURU

RS MARDI RAHAYU

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Morbiditas dan mortalitas bayi berat lahir rendah ( BBLR ) di Negara


berkembang, masih menjadi masalah utama. Di Indonesia, angka kejadian BBLR
mencapai 14%. Morbiditas dan mortalitas BBLR terutama disebabkan oleh asfiksia,
sindrom gangguan napas, dan komplikasi hipotermia. Hipotermia dapat menimbulkan
penyakit infeksi, gagal ginjal, serangan apnu, dan kematian. Selain terbatasnya sarana
inkubator di pelayanan kesehatan, faktor ekonomi dan proses trasportasi juga
merupakan hambatan dalam merujuk bayi. Hal ini dapat memperburuk keadaan bayi
yang mengalami hipotermia.

Metode Kanguru (MK) merupakan salah satu cara tepat guna dalam perawatan
BBLR dimana prinsipnya adalan skin-to skin contact yaitu kulit bayi menempel
langsung dengan kulit ibunya secara terus menerus sehingga diperoleh aliran panas
dari tubuh ibu ke tubuh bayi dan terbukti mencegah hipotermia. Metode ini
merupakan alternative untuk menggantikan perawatan bayi baru lahir dalam
incubator. Proses komunikasi antara petugas kesehatan dengan ibu dan keluarga
BBLR merupakan kunci keberhasilan penerapan Metode Kanguru.

B. TUJUAN
1. Tujuan umum :
Menurunkan angka mortalitas dan morbiditas pada bayi BBLR
2. Tujuan Khusus :
a. Terwujudnya manfaat metode kanguru
b.
C. DEFINISI

Perawatan Metode Kanguru (PMK) adalah perawatan untuk bayi Berat lahir rendah
dengan melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu (skin to skin
contact)
BAB II

RUANG LINGKUP KEGIATAN

A. Sasaran
Bayi BBLR yang dinyatakan sehat(lepas infuse dan dapat bernafas spontan
tanpa bantuan O2) oleh dr DPJP
B. Waktu
Pada saat shif pagi (08.00-14.00) dimana ada petugas yang bertanggung jawab
untuk memberikan pelayanan PMK
C. Tempat
Pojok ASI/Ruang Peristi
BAB III

TATA LAKSANA

1. Bayi yang telah dinyatakan sehat oleh dr SpA, dan infuse telah dilepas, sudah
tidak memakai alat bantu nafas, dan dipersiapkan untuk pulang
2. Perawat membuat kontrak waktu dengan ibu/keluarga bayi
3. Ibu/keluarga bayi datang pada jam yang telah ditentukan oleh perawat
4. Perawat melakukan identifikasi dengan ibu/keluarga dengan menunjukkan
KTP/SIM
5. Ibu/keluarga bayi diberikan informasi mengenai pelayanan PMK, setelah
setuju maka ibu/keluarga menandatangani inform concent
6. Petugas memberikan edukasi kepada ibu/keluarga bayi mengenai pelaksanaan
PMK
7. Ibu/keluarga serta petugas melakukan cuci tangan sesuai dengan prosedur
8. Petugas melatih kepada ibu/keluarga untuk melakukan PMK terutama
mengenai posisi bayi, cara menyusui dan personal hygiene
9. Setelah ibu/keluarga dilatih maka dilakukan uji coba penerapan PMK
10. Petugas mengobservasi terhadap bayi dan ibu/keluarga selama melaksanakan
perawatan PMK
BAB IV

DOKUMENTASI

1. Kebijakan
a. Rumah Sakit Mardi Rahayu memberikan Pelayanan Metode Kanguru
2. Panduan Pelayanan Perawatan Metode Kanguru
3. SPO
a. SPO Perawatan bayi BBLR dengan metode kanguru
b. SPO Perawatan bayi premature
c. SPO Pemakaian Incubator
BAB V

PENUTUP

Perawatan Metode Kanguru (PMK) dapat diaplikasikan di Negara berkembang karena


tidak membutuhkan sumber daya yang besar. Akan tetapi di RSMardi rahayu belum dapat
dilakukan secara maksimal karena pada dasarnya mayoritas dari kelahiran Bayi Berat Lahir
Rendah adalah disebabkan karena tingkat social ekonomi yang rendah dan rendahnya tingkat
pendidikan.
Perawatan metode Kanguru merupakan salah satu intervensi dengan teknologi tepat
guna yang dapat dilakukan untuk mengurangi kematian neonatal akibat Bayi Berat Lahir
Rendah ( BBLR ). Walaupun BBLR adalah bayi dengan resiko tinggi tetapi dengan
persyaratan yang ditentukan antara lain napas spontan maka metode ini dapat dilaksanakan
disemua tingkat pelayanan dari mulai rumah sakit, masyarakat sampai keluarga.