Anda di halaman 1dari 7

Nama : Yogo Ardianto, S.Pd.

No.Peserta : 18040302710004
Kelas : PGSD D PPG DALJAB UNY

TUGAS MODUL 6 KB 1

Setelah selesai membaca materi utama dan penunjang, peserta harus menegrjakan tugas
individual sebagai berikut:
1. Membaca berbagai literatur lainnya tentang Pancasila sebagai dasar negara, filsafat
bangsa, ideologi negara, dan pandangan hidup bangsa!
Jawab:
Sumber:
http://www.zakapedia.com/2014/03/kedudukan-pancasila-bagi-bangsa.html
http://biruaction.blogspot.com/2015/11/pancasila-sebagai-falsafah-ideologi-dan.html
http://dreamerspedia.blogspot.com/2016/04/pancasila-sebagai-sistem-filsafat.html

a. Pancasila sebagai dasar negara


Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia berarti bahwa Pancasila
digunakan sebagai dasar dalam mengatur pemerintahan negara dan penyelenggaraan
negara. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, merupakan sumber tertib hukum
tertinggi yang mengatur kehidupan Negara dan masyarakat. Hal ini berarti bahwa
Pancasila sebagai kaidah dasar negara bersifat mengikat dan memaksa, artinya, Pancasila
mengikat dan memaksa segala sesuatu yang berada dalam wilayah kekuasaan hukum
negara RI agar setia melaksanakan, mewariskan, mengembangan dan melestarikan nilai-
nilai Pancasila. Sehingga semua warga Negara, penyelenggara negara tanpa kecuali dan
segala macam peraturan perundang-undangan yang ada harus bersumber dan sesuai dengan
nilai-nilai Pancasila.
Pancasila sebagai dasar negara berarti bahwa segala sesuatu yang berhubungan
dengan kehidupan ketatanegaraan negara RI harus berdasarkan Pancasila. Dan juga semua
peraturan yang berlaku di Indonesia harus bersumber pada Pancasila, dalam arti Pancasila
adalah sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara,
mempunyai kekuatan mengikat secara hukum, sehingga semua peraturan hukum /
ketatanegaraan yang bertentangan dengan Pancasila harus disebut Perwujudan nilai-nilai
Pancasila sebagai dasar negara, dalam bentuk peraturan perundang-undangan bersifat
impératif ( mengikat) bagi berikut ini:
 Penyelenggara negara.
 Lembaga kenegaraan.
 Lembaga kemasyarakatan.
 Warga negara Indonesia dimanapun berada, dan penduduk di seluruh wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
b. Pancasila sebagai filsafat bangsa
Pancasila sebagai sistem filsafat mengandung pandangan nilai pemikiran yang saling
berhubungan dan merupakan kesatuan yang utuh. Filsafat pancasila dapat didefinisikan
secara ringkasan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang pancasila sebagai dasar Negara
dan kenyataan budaya bangsa dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok
pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. Pancasila dikatakan sebagai filsafat, karena
Pancasila merupakan perenungan jiwa yang dituangkan dalam suatu system dan
merupakan pancaran dari semua sila Pancasila. Dengan demikian, jiwa keagamaan, jiwa
kebangsaan, jiwa kerakyatan, dan jiwa yang menjunjung tinggi keadilan sosial ada dalam
sila pancasila
c. Pancasila sebagai ideologi negara
Secara umum, Pengertian Ideologi adalah suatu kumpulan gagasan, ide-ide dasar,
keyakinan serta kepercayaan yang bersifat sistematis dengan arah dan tujuan yang hendak
dicapai dalam kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.
Menurut Henry D. Aiken dalam bukunya “The Age of Ideology”, ideology means
ideal or abstract speculation and visionary theorizing.
Wilham James dalam “Varieties of Realigious Experience”, menerangkan bahwa
“Ideology is a man’s total view or thought about life”.
M. Sastraprateja, ideologi adalah sebagai perangkat gagasan atau pemikiran yang
berorientasi pada tindakan yang diorganisir menjadi suatu sistem yang teratur.
Jadi secara singkat ideologi adalah suatu cita-cita dan mencakup nilai-nilai yang
menjadi dasar serta pedoman negara dan kehidupannya. Pengertian Pancasila Sebagai
Ideologi Negara adalah nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila menjadi cita-cita
normatif di dalam penyelenggaraan negara.
Secara luas pengertian Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia adalah visi atau
arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ialah
terwujudnya kehidupan yang menjunjung tinggi ketuhanan, nilai kemanusiaan, kesadaran
akan kesatuan, berkerakyatan serta menjunjung tinggi nilai keadilan.
Pancasila sebagai ideologi negara yang berarti sebagai cita-cita bernegara dan sarana
yang mempersatukan masyarakat perlu perwujudan yang konkret dan operasional aplikatif,
sehingga tidak hanya dijadikan slogan belaka.
Fungsi Pancasila sebagai ideologi negara, yaitu:
1) Memperkokoh persatuan bangsa karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang
majemuk.
2) Mengarahkan bangsa Indonesia menuju tujuannya dan menggerakan serta
membimbing bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan.
3) Memelihara dan mengembangkan identitas bangsa dan sebagai dorongan dalam
pembentukan karakter bangsa berdasarkan Pancasila.
4) Menjadi standar nilai dalam melakukan kritik mengenai keadaan bangsa dan negara.
d. Pancasila sebagai pandangan hidup
Pancasila sering disebut way of life, berarti pancasila menjadi petunjuk arah seluruh
kegiatan kehidupan dalam berbagai bidang kehidupan guna mengatur kehidupan berbangsa
dan bernegara. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia berfungsi
sebagai norma,pegangan hidup, pedoman hidup dan petunjuk arah bagi semua kegiatan
hidup dan penghidupan bangsa Indonesia dalam berbagal aspek kehidupan masyarakat dan
bangsa Indonesia. Dengan demikian berarti bahwa semua sikap dan perilaku setiap
manusia Indonesia haruslah dijiwai dan merupakan pancaran pengamalan sila-sila
Pancasila. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yaitu semua sila Pancasila
adalah pencerminan atau gambaran dari sikap dan cara pandang manusia Indonesia
terhadap keagamaan (Ketuhanan Yang Maha Esa), terhadap sesama manusia (kemanusiaan
yang adil dan beradab), terhadap bangsa dan negaranya (persatuan lndonesia), terhadap
pemerintahan demokrasi (kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawatan/perwakilan), dan terhadap kepentingan bersama (keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia).
2. Mendiskusikan hasil bacaan bersama teman di kelas!
Jawab:
Berdasarkan hasil diskusi kami, kedudukan Pancasila sangatlah penting dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara, karena segala tingkah laku dan tindakan warga negara
Indonesia di atur oleh Pancasila, karena salah satu fungsi Pancasila adalah sebagai pemersatu
bangsa Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia harus memahami makna Pancasila, fungsi
Pancasila dan peranan atau tindakan yang mencerminkan nilai Pancasila. Dengan
menjalankan ketiga aspek tersebut, maka kehidupan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa
yang bermoral tinggi, berkeadilan dan persatuan bangsa akan terjaga.
Setiap warga Negara Indonesia sangat berperan penting dalam pengamalan Pancasila.
Pengamalan atau pelaksanaan Pancasila sebagai dasar negara disertai sanksi-sanksi hukum.
Pengamalan atau pelaksanaan Pancasila sebagai weltanschauung, yaitu pelaksanaan Pancasila
dalam hidup sehari-hari tidak disertai sanksi-sanksi hukum, tetapi mempunyai sifat mengikat,
artinya setiap warga negara Indonesia terikat dalam cita-cita yang terkandung di dalamnya
untuk mewujudkan dalam hidup dan kehidupannya, sejalan tidak melanggar peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Dengan pengamalan atau pelaksanaan Pancasila dengan
benar , bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur,
sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.
3. Membuat laporan

LAPORAN
HASIL BACAAN, HASIL DISKUSI, DAN HASIL KAJIAN
PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA, FILSAFAT BANGSA, IDEOLOGI
NEGARA, DAN PANDANGAN HIDUP BANGSA
Disusun oleh

Nama : Yogo Ardianto, S.Pd.


No.Peserta : 18040302710004
Kelas : PGSD D PPG DALJAB UNY

A. Hasil bacaan tentang Pancasila sebagai dasar negara, filsafat bangsa, ideologi negara,
dan pandangan hidup bangsa
Pancasila memiliki kedudukan yang sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan
bernegara. Pancasila berkedudukan sebagai dasar negara, filsafat bangsa, ideologi negara,
dan pandangan hidup bangsa.
1. Pancasila sebagai dasar negara
Makna Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia adalah bahwa Pancasila
digunakan sebagai dasar dalam mengatur pemerintahan negara dan penyelenggaraan
negara. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, merupakan sumber tertib hukum
tertinggi yang mengatur kehidupan Negara dan masyarakat.
Hal ini berarti bahwa Pancasila sebagai kaidah dasar negara bersifat mengikat dan
memaksa, artinya, Pancasila mengikat dan memaksa segala sesuatu yang berada dalam
wilayah kekuasaan hukum negara RI agar setia melaksanakan, mewariskan,
mengembangan dan melestarikan nilai-nilai Pancasila.
2. Pancasila sebagi filsafat bangsa
Pancasila dikatakan sebagai filsafat, karena Pancasila merupakan perenungan jiwa
yang dituangkan dalam suatu system dan merupakan pancaran dari semua sila
Pancasila. Dengan demikian, jiwa keagamaan, jiwa kebangsaan, jiwa kerakyatan, dan
jiwa yang menjunjung tinggi keadilan sosial ada dalam sila pancasila
3. Pancasila sebagai ideologi negara
Pengertian Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia adalah visi atau arah dari
penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ialah terwujudnya
kehidupan yang menjunjung tinggi ketuhanan, nilai kemanusiaan, kesadaran akan
kesatuan, berkerakyatan serta menjunjung tinggi nilai keadilan.
Pancasila sebagai ideologi negara yang berarti sebagai cita-cita bernegara dan
sarana yang mempersatukan masyarakat perlu perwujudan yang konkret dan
operasional aplikatif, sehingga tidak hanya dijadikan slogan belaka.
4. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia berfungsi
sebagai norma,pegangan hidup, pedoman hidup dan petunjuk arah bagi semua kegiatan
hidup dan penghidupan bangsa Indonesia dalam berbagal aspek kehidupan masyarakat
dan bangsa Indonesia. Dengan demikian berarti bahwa semua sikap dan perilaku setiap
manusia Indonesia haruslah dijiwai dan merupakan pancaran pengamalan sila-sila
Pancasila.

B. Hasil diskusi tentang Pancasila sebagai dasar negara, filsafat bangsa, ideologi negara,
dan pandangan hidup bangsa
Latar belakang kehidupan para penggali Pancasila, interaksinya dengan masyarakat dan
suasana kebatinan kolonialisme yang dihadapi kemudian diabstrasikan dalam rumusan-
rumusan konsep mengenai (kemungkinan) dasar bernegara. Adu konsep meniscayakan
diskusi dalam sidang BPUPKI untuk menghasilkan rumusan Pancasila, selain
dimunculkannya istilah Pancasila, dialog terjadi berkaitan dengan perumusan dasar negara
untuk negara yang (akan) merdeka. Pancasila dalam perumusannya mengalami pergumulan
terutama berkaitan dengan sila atau nilai mengenai ketuhanan. Perumusan nilai ketuhanan
yang kemudian dikenal dengan sila pertama yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, yang rumusan
awalnya merupakan konsekuensi dari mayoritas tokoh muslim yang berada dalam BPUPKI.
Dan pergumulan rumusan akhir nilai ketuhanan, oleh Soepomo dikatakan sebagai
penyelesaian yang merupakan akibat gentlemen agreement antara kelompok nasionalis dan
kelompok agama.
Pancasila yang dituangkan dalam pembukaan UUD 1945 disahkan pada tanggal 18
Agustus 1945 sah menjadi dasar negara Indonesia (baru). Pasca kemerdekaan, aktualisasi
Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seolah mengalami kemorosotan.
Kemerosotan dimaksud bahwa diskusi untuk merefleksi dasar negara Indonesia dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara tidak mendapatkan ruang yang cukup. Kondisi tersebut
disebabkan fokus kehidupan berbangsa diarahkan pada mempertahankan kemerdekaan
untuk menghadapi agresi colonial. Meski demikian, terdapat kondisi yang menarik ketika
terjadi pergolakan politik di Indonesia, Pancasila tidak mengalami pergeseran dalam setiap
konstitusi yang dihasilkan sebagai respon atas pergolakan politik. Artinya tidak ada usaha
untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara yang diletakkan pada saat persiapan
(tanggal) kemerdekaan Indonesia.
Kedudukan Pancasila sangatlah penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,
karena segala tingkah laku dan tindakan warga negara Indonesia di atur oleh Pancasila,
karena salah satu fungsi Pancasila adalah sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Sebagai
warga negara Indonesia harus memahami makna Pancasila, fungsi Pancasila dan peranan
atau tindakan yang mencerminkan nilai Pancasila. Dengan menjalankan ketiga aspek
tersebut, maka kehidupan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang bermoral tinggi,
berkeadilan dan persatuan bangsa akan terjaga.
Setiap warga Negara Indonesia sangat berperan penting dalam pengamalan Pancasila.
Pengamalan atau pelaksanaan Pancasila sebagai dasar negara disertai sanksi-sanksi hukum.
Pengamalan atau pelaksanaan Pancasila sebagai weltanschauung, yaitu pelaksanaan
Pancasila dalam hidup sehari-hari tidak disertai sanksi-sanksi hukum, tetapi mempunyai
sifat mengikat, artinya setiap warga negara Indonesia terikat dalam cita-cita yang terkandung
di dalamnya untuk mewujudkan dalam hidup dan kehidupannya, sejalan tidak melanggar
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan pengamalan atau pelaksanaan
Pancasila dengan benar , bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang bersatu, berdaulat,
adil dan makmur, sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

C. Hasil kajian realitas hubungan sila ke-1 Pancasila dengan kehidupan beragama di
Indonesia
Dalam kaitannya dengan sila Ketuhanan yang maha Esa mempunyai makna bahwa
segala aspek penyelenggaraan hidup bernegara harus sesuai dengan nilai-nilai yang berasal
dari Tuhan. Karena sejak awal pembentukan bangsa ini, bahwa negara Indonesia
berdasarkan atas Ketuhanan. Maksudnya adalah bahwa masyarakat Indonesia merupakan
manusia yang mempunyai iman dan kepercayaan terhadap Tuhan, dan iman kepercayaan
inilah yang menjadi dasar dalam hidup berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.
Agama merupakan salah satu hak yang paling asasi diantara hak-hak asasi manusia,
karena kebebasan beragama itu langsung bersumber kepada martabat manusia sebagai
makhluk ciptaan Tuhan. Oleh kerenanya, agama tidak dapat dipaksakan atau dalam
menganut suatu agama tertentu itu tidak dapat dipaksakan kepada dan oleh seseorang.
Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa itu berdasarkan atas keyakinan,
karena menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan yang dipercayai dan
diyakininya.
Yang ingin diwujudkan dan dikembangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam
Pancasila adalah adanya sikap saling menghormati, menghargai, toleransi, serta terjalinnya
kerjasama antara pemeluk-pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda,
sehingga dapat tercipta dan selalu terbinanya kerukunan hidup di antara sesama umat
beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mewujudkannya, perlu
adanya pemahaman yang utuh dan menyeluruh terhadap Pancasila dan sila-sila yang
terkandung di dalamnya
Butir-butir pengamalan Pancasila, sila Ketuhanan Yang Maha Esa :
1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan
kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2. Saling menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut
kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaannya.
4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.