Anda di halaman 1dari 109

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY

(STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE


YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)

SKRIPSI

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh


Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi

Disusun Oleh:
Alther Gabriel Liwe
13061104244

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2018

i
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY
(STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)

SKRIPSI

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh


Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi

Disusun Oleh:
Alther Gabriel Liwe
13061104244

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2018

ii
Skripsi Berjudul

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY


(STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)

Yang diajukan oleh:

Alther Gabriel Liwe


13061104244

Diseminarkan pada tanggal 23 Maret 2018


dan dinyatakan telah memenuhi syarat
untuk dapat diterima

Penguji I, Pembimbing I,

Dr. Herman Karamoy, SE., MSi., Ak., CA. Dr. Hendrik Manossoh, SE., MSi., Ak.
NIP. 195806231987031001 NIP. 197305132000031001

Penguji II, Pembimbing II,

Dhullo Afandi, SE., MM., Ak. Lidia M. Mawikere, SE., MSi., Ak.
NIP. 196508091992031001 NIP. 197603212001122002

Penguji III, Ketua Jurusan,

Meily Y. B. Kalalo, SE., MSA., Ak. Dr. Jantje J. Tinangon, SE., MM., Ak.
NIP. 197705032001122001 NIP. 196301011993031003

Manado, April 2018


Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Dr. Herman Karamoy, SE., MSi., Ak., CA.


NIP. 195806231987031001

Tanggal Lulus Ujian Komprehensif ................................................................. 2018

iii
PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan


saya, di dalam naskah skripsi dengan judul:

“ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT


DELAY (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL
ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)”

Tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk
memperoleh gelar akademik disuatu perguruan tinggi, dan tidak terdapat karya atau
pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara
tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar
pustaka.
Apabila ternyata di dalam naskah skripsi ini dapat dibuktikan terdapat
unsur-unsur jiplakan, saya bersedia skripsi ini dan gelar SARJANA dibatalkan,
serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (UU No.
20 tahun 2003, Pasal 25 ayat 2 Pasal 70).

Manado, April 2018


Mahasiswa

Nama : Alther Gabriel Liwe


NIM : 13061104244
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sam Ratulangi

iv
Motto:

“There is surely a future hope for you, and your hope will not be cut off.”
– Proverbs 23:18

“For I know the plans I have for you, “declares the LORD,” plans to
prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future.”
– Jeremiah 29:11

Skripsi ini untuk keluarga dan teman-teman yang selalu memberi dukungan
dan semangat.

v
RIWAYAT HIDUP

Nama Lengkap : Alther Gabriel Liwe


Tempat/Tanggal Lahir : Tomohon, 07 April 1996
Agama : Kristen Protestan
Orang Tua
Nama Ayah : Wolter Liwe
Nama Ibu : Fike Walewangko
Alamat : Bahu Link III, Kec. Malalayang, Manado
No. HP : +62 896 0440 5727
E-mail : alther.liwe@gamil.com
Pendidikan
SD : SD Inpres Talikuran Sonder
SMP : SMP Negeri 1 Sonder
SMA : SMK Negeri 1 Sonder
Universitas : Universitas Sam Ratulangi Manado

vi
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat, hikmat,
kasih dan penyertaan, sehingga selama proses penyusunan skripsi yang berjudul
“Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay (Studi Empiris
pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia)” dapat terselesaikan dengan baik.
Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana
jenjang strata satu (S1) di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sam Ratulangi Manado. Dalam penyusunan skripsi ini tentunya tidak
lepas dari bantuan, bimbingan, dan arahan serta motivasi dari berbagai pihak baik
langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis
ingin mengucapkan terima kasih dan penghormatan yang tinggi kepada:
1. Dr. Herman Karamoy, SE., MSi., Ak., CA. selaku Dekan Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi, serta selaku ketua
dan dosen penguji I.
2. Dr. Jullie J. Sondakh, SE., MSi., Ak., CPA., CA. selaku Wakil Dekan
Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam
Ratulangi.
3. Dr. Ventje Ilat, SE., MSi. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi
Umum dan Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam
Ratulangi.
4. Antonius Y. Luntungan, SE., MSi. selaku Wakil Dekan Bidang
Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Sam Ratulangi.
5. Dr. Jantje J. Tinangon, SE., MM., Ak. selaku Ketua Jurusan
Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi.
6. Dra. Inggriani Elim, ME., Ak. selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi.

vii
7. Dr. Hendrik Gamaliel, SE., MSi., Ak. selaku Ketua Laboratorium
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam
Ratulangi.
8. Meily Y. B. Kalalo, SE., MSA., Ak. selaku Asisten Laboratorium
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam
Ratulangi, serta selaku dosen penguji III.
9. Wulan D. Kindangen, SE., MSi., Ak. selaku Asisten Laboratorium
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam
Ratulangi.
10. Heince R. N. Wokas, SE., MM., Ak. selaku dosen pembimbing
akademik.
11. Dr. Hendrik Manossoh, SE., MSi., Ak. selaku dosen pembimbing I
yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyelesaian
skripsi ini.
12. Lidia M. Mawikere, SE., MSi., Ak. selaku dosen pembimbing II yang
telah memberikan bimbingan dan arahan dalam menyelesaikan skripsi
ini.
13. Dhullo Afandi, SE, MM, Ak. selaku dosen penguji II.
14. Dr. Jenny Morasa, SE, MSi, Ak, CA. yang telah memberikan bantuan,
dan bimbingan selama perkuliahan dan penyelesaian skripsi ini.
15. Dr. Jessy D. L. Warongan, SE, MSi, Ak, CA. yang telah memberikan
bantuan, dan bimbingan selama perkuliahan dan penyelesaian skripsi
ini.
16. Seluruh dosen-dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sam Ratulangi, yang telah memberikan bantuan,
pengetahuan, dan bimbingan selama penulis menuntut ilmu.
17. Kedua orang tua yang selalu mendukung baik moril maupun material.
18. Teman-teman kelas C4 dan C6 angkatan 2013 serta adik-adik
angkatan 2014 untuk kerja sama dan kebersamaan selama kuliah.
19. Teman-teman sepelayanan di BKK Kelompok Kecil (Ka Itoy, Sofyan,
adik KK Rey), Sie. Pubdok Pelkas 2014 (Ka Vocke, Ka Tirsa, teman-

viii
teman anggota), Sie. Acara BR 2014 (Ka David, Nena, Clau), BP.
Peribadatan (Ka. Nando, Marta, Misye) Melisa, ka Ino, ka Anggi, ka
Alfan, ka Eristo, dan teman-teman pengurus DA, kakak-kakak
angkatan 2011 untuk dukungan dan doa, serta teman-teman TBLJ
untuk semangat dan kebersamaan dalam pelayanan.
20. Durian Squad (Vincent, Vena, Ling, Lois, Ayen, Angel, Valen, Lid,
Tian, Lina, Brenda) yang sudah menjadi keluarga selama KKT, serta
bapak hukum tua, ibu Onya, Igo, Ka Clau, ibu Inang, dan seluruh
masyarakat desa Durian untuk penerimaan dan kerjasamanya.
21. Seluruh pegawai dan pimpinan Pascasarjana UNSRAT yang sudah
membimbing selama magang, serta untuk partner Syien sukses dalam
studi.
22. Teman-teman seperjuangan ujian draft, ujian proposal, ujian skripsi
dan Kemang Squad (Vriska, Jess, Ratu, Sofyan, dll) untuk bantuan
dan kerjasamanya.
23. Seluruh pihak dan teman-teman yang sudah membantu selama proses
perkuliahan dan pembuatan skripsi singga selesai.
Penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam skripsi ini,
untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan guna
menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua
pihak.

Manado, Maret 2018

Alther Gabriel Liwe

ix
ABSTRAK

ALTHER GABRIEL LIWE, 2018, Analisis Faktor-Faktor yang


Mempengaruhi Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan Property dan
Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

(Di bawah bimbingan Hendrik Manossoh dan Lidia M. Mawikere)

Audit delay adalah lamanya waktu dari akhir tahun fiskal perusahaan sampai
tanggal laporan audit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagimana
pengaruh Ukuran perusahaan, Profitabilitas, dan Solvabilitas terhadap Audit Delay
pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI) periode 2012-2016. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 38 perusahaan
Property dan Real Estate. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis
regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial ukuran
perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay, profitabilitas
berpengaruh signifikan terhadap audit delay, dan solvabilitas tidak berpengaruh
signifikan terhadap audit delay, sedangkan secara simultan ukuran perusahaan,
profitabilitas, dan solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap audit delay.

Kata Kunci : Audit Delay, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Solvabilitas.

ABSTARCT

Audit delay is the length of time from a company’s fiscal year end to the
date of the auditor’s report. This research aims to determine the effect of firm size,
profitability, and solvability on audit delay in property and real estate company
which are listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) period 2012-2016. The
samples consist of 38 property and real estates company. The data analysis
technique used was multiple linear regression analysis. The results showed that
partial firm size does not have any significant effect on audit delay, profitability
have significant effect on audit delay, and solvability does not have any significant
effect on audit delay, while simultaneously firm size, profitability, and solvability
have significant effect on audit delay.

Keywords: Audit Delay, Firm Size, Profitability, Solvability.

x
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii
PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI ..................................................... iv
MOTTO .............................................................................................................. v
RIWAYAT HIDUP ............................................................................................. vi
KATA PENGANTAR ........................................................................................ vii
ABSTRAK .......................................................................................................... x
DAFTAR ISI ....................................................................................................... xi
DAFTAR TABEL ............................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian ......................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah .................................................................. 7
1.3 Tujuan Penelitian ...................................................................... 7
1.4 Manfaat Penelitian .................................................................... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Akuntansi .................................................................................. 9
2.2 Akuntansi Keuangan ................................................................. 13
2.3 Grand Theory ............................................................................ 14
2.3.1 Compliance Theory ....................................................... 14
2.3.2 Agency Theory ............................................................... 15
2.3.3 Signaling Theory ........................................................... 17
2.4 Laporan Keuangan .................................................................... 19
2.4.1 Pengertian Laporan Keuangan ...................................... 19
2.4.2 Tujuan Laporan Keuangan ............................................ 20
2.4.3 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan .................. 23
2.5 Laporan Audit ........................................................................... 24
2.6 Auditing ..................................................................................... 26
2.6.1 Pengertian Auditing ....................................................... 26
2.6.2 Tujuan Auditing ............................................................. 30
2.6.3 Jenis-Jenis Audit ........................................................... 30
2.6.4 Standar Audit................................................................. 31
2.6.5 Proses Audit .................................................................. 33
2.7 Audit Delay................................................................................ 36
2.8 Ukuran Perusahaan.................................................................... 38
2.9 Profitabilitas .............................................................................. 39

xi
2.10 Solvabilitas ................................................................................ 41
2.11 Penelitian Terdahulu ................................................................. 42
2.12 Kerangka Pemikiran .................................................................. 46
2.13 Hipotesis Penelitian................................................................... 46
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian .......................................................................... 49
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ................................................... 49
3.3 Prosedur Penelitian.................................................................... 50
3.4 Populasi dan Sampel ................................................................ 51
3.4.1 Populasi ......................................................................... 51
3.4.2 Sampel ........................................................................... 51
3.5 Metode Pengumpulan Data ...................................................... 52
3.6 Metode Analisis ....................................................................... 54
3.6.1 Uji Asumsi Klasik ........................................................ 54
3.6.2 Uji Regresi Linear Berganda ........................................ 57
3.6.3 Koefisien Determinasi (R2) ........................................... 58
3.6.4 Uji Hipotesis ................................................................. 69
3.7 Definisi Operasional Variabel .................................................. 60
3.7.1 Variabel Dependen (Y) ................................................. 60
3.7.2 Variabel Independen (X) ............................................... 61
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian .......................................... 63
4.2 Hasil Penelitian ......................................................................... 66
4.2.1 Uji Asumsi Klasik ......................................................... 66
4.2.2 Uji Regresi Linear Berganda ......................................... 69
4.2.3 Koefisien Determinasi (R2) ........................................... 71
4.2.4 Uji Hipotesis .................................................................. 72
4.3 Pembahasan ............................................................................... 74
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ............................................................................... 79
5.2 Saran ....................................................................................... 80
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 81
LAMPIRAN ........................................................................................................ 84

xii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu .......................................................................... 42


Tabel 4.1 Perusahaan Property dan Real Estate ................................................ 63
Tabel 4.2 Uji Normalitas Kolmogorov – Smirnov.............................................. 66
Tabel 4.3 Uji Multikolinearitas .......................................................................... 67
Tabel 4.4 Uji Glejser .......................................................................................... 68
Tabel 4.5 Uji Durbin Watson ............................................................................. 69
Tabel 4.6 Uji Regresi Linear Berganda .............................................................. 70
Tabel 4.7 Koefisien Determinasi ........................................................................ 72
Tabel 4.8 Uji t..................................................................................................... 73
Tabel 4.9 Uji F.................................................................................................... 74

xiii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran ...................................................................... 46

xiv
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian


Lampiran 2 Data Audit Delay
Lampiran 3 Data Ukuran Perusahaan
Lampiran 4 Data Profitabilitas
Lampiran 5 Data Solvabilitas
Lampiran 6 Output SPSS 23
Lampiran 7 Tabel DW
Lampiran 8 Tabel t
Lampiran 9 Tabel F

xv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Perkembangan perekonomian Indonesia tidak lepas dari pertumbuhan dan

kemajuan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Salah satu indikator

yang membuat perusahaan semakin berkembang dan dikenal secara luas yaitu

dengan go public. Perusahaan go public harus terdaftar di Bursa Efek Indonesia

(BEI) dengan beberapa ketentuan yang sudah diatur. Setiap perusahaan yang telah

terdaftar di BEI diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan yang telah

disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dan telah diaudit oleh

akuntan publik yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga

keuangan (Apriliane, 2015).

Berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan

Lembaga Keuangan Nomor: KEP-346/BL/2011 Peraturan Nomor X.K.2 tentang

Penyajian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan menyatakan bahwa

perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia wajib menyampaikan

laporan keuangan tahunan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga

Keuangan (BAPEPAM-LK) serta mengumumkan kepada masyarakat paling

lambat pada akhir bulan keempat setelah tanggal laporan keuangan tahunan

berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan dan diaudit oleh Akuntan Publik yang

terdaftar di BAPEPAM-LK. Laporan keuangan tahunan yang diumumkan

1
2

setidaknya meliputi laporan posisi keuangan (neraca), laporan laba rugi

komprehensif, laporan arus kas, dan opini dari Akuntan (Amani, 2016).

Laporan keuangan tahunan merupakan sumber informasi penting tentang

kinerja dan prospek perusahaan bagi pemegang saham dan masyarakat sebagai

salah satu dasar dalam pengambilan keputusan investasi. Informasi yang terdapat

dalam laporan keuangan harus relevan dan handal. Dikatakan seperti itu, jika

informasi tersebut diperoleh tepat pada waktunya. Ketepatan waktu penyusunan

maupun penyajian laporan keuangan dapat berpengaruh terhadap nilai informasi

pada laporan keuangan tersebut. Nilai ketepatan waktu penting bagi laporan

keuangan, dimana informasi dari laporan keuangan tersebut tersedia bagi pihak

pengguna secepat mungkin (Monica, 2017).

Menurut Anggradewi (2014) dan Fiatmoko (2015) adanya keterlambatan

dalam mempublikasikan laporan keuangan dapat mengindikasikan adanya

masalah dalam laporan keuangan emiten serta dapat menimbulkan reaksi negatif

dari pelaku pasar modal. Oleh karena itu, laporan keuangan memiliki manfaat

yang sangat penting dalam proses pengukuran dan penilaian kinerja suatu

perusahaan bagi pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan

sehingga laporan keuangan harus disajikan secara akurat dan tepat waktu.

Laporan keuangan harus memberikan informasi yang cukup mengenai

hasil aktivitas suatu unit usaha. Dalam pengungkapan pelaporan keuangan

haruslah jelas dan lengkap serta dapat menggambarkan urutan waktu atas

kejadian-kejadian ekonomi yang mempunyai pengaruh terhadap hasil operasi

usaha tersebut. Salah satu karakteristik kualitatif pokok dalam laporan keuangan
3

menurut SAK (IAI, 2013) adalah relevan, dimana suatu informasi dianggap

relevan ketika dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai. Agar relevan,

informasi harus dapat digunakan untuk mengevaluasi masa lalu, masa sekarang,

dan masa mendatang (predictive value), menegaskan atau memperbaiki harapan

yang dibuat sebelumnya (feedback value), juga harus tersedia tepat waktu bagi

pihak pengambil keputusan sebelum kehilangan kesempatan atau terjadi

perubahan yang mempengaruhi keputusan yang diambil (timeliness). Sehingga,

suatu laporan keuangan akan dianggap layak dan memenuhi kegunaannya apabila

disajikan dengan akurat dan tepat waktu.

Penyampaian laporan keuangan tidak lepas dari proses audit hingga

laporan keuangan dan laporan auditor independen dapat di publikasikan kepada

pihak eksternal. Periode waktu antara tanggal tahun fiskal laporan keuangan

dengan tanggal penandatanganan laporan audit independen mengindikasikan

tentang lamanya waktu penyelesaian pekerjaan audit yang dilakukan oleh auditor

atau yang sering disebut dengan istilah audit delay. Menurut Wardan dan

Mushawir (2016) Audit delay adalah lamanya waktu penyelesaian audit diukur

dari berakhirnya tahun fiskal sampai dengan tanggal ditandatanganinya laporan

audit (tanggal opini). Dengan kata lain, audit delay adalah lamanya waktu dari

tanggal tutup tahun fiskal perusahaan sampai dengan tanggal laporan auditor.

Penelitian-penelitian terdahulu telah dilakukan untuk mengetahui variabel-

variabel yang berpengaruh pada audit delay dan pengaruh audit delay terhadap

reaksi pasar modal. Keterlambatan informasi akan menimbulkan reaksi negatif

dari pelaku pasar modal. Karena laporan keuangan auditan yang di dalamnya
4

memuat informasi laba yang dihasilkan oleh perusahaan bersangkutan dijadikan

sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan untuk membeli atau menjual

kepemilikan yang dimiliki investor. Artinya informasi laba dari laporan keuangan

yang dipublikasikan akan menyebabkan kenaikan atau penurunan harga saham.

Keterlambatan pelaporan, secara tidak langsung juga diartikan oleh investor

sebagai pertanda yang buruk bagi perusahaan (Amani, 2016).

Ada beberapa faktor yang kemungkinan dapat mempengaruhi audit delay

pada suatu perusahaan. Diantaranya adalah ukuran perusahaan, profitabilitas,

solvabilitas, dan beberapa faktor lainnya. Menurut Dyer dan McHugh (1975)

mengenai ukuran perusahaan, perusahaan besar lebih konsisten untuk tepat waktu

dibandingkan perusahaan kecil dalam menginformasikan laporan keuangannya.

Pengaruh ini ditunjukkan dengan semakin besar nilai aktiva perusahaan maka

semakin pendek audit delay dan sebaliknya. Hal ini disebabkan karena perusahaan

besar biasanya memilki sistem pengendalian internal yang baik, sehingga dapat

mengurangi tingkat kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan yang

memudahkan auditor dalam melakukan audit laporan keuangan.

Selain itu juga tingkat profitabilitas perusahaan diperkirakan

mempengaruhi audit delay. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam

menghasilkan laba selama periode tertentu. Semakin tinggi tingkat profitabilitas

maka keinginan perusahaan untuk mempublikasikan laporan keuangan juga akan

semakin cepat, dikarenakan akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan

kepada investor. Profitabilitas merupakan kemampuan perseroan untuk

menghasilkan suatu keuntungan dan menyokong pertumbuhan baik untuk jangka


5

pendek maupun jangka panjang. Profitabilitas perusahaan dilihat dari laporan laba

rugi perusahaan (income statement) yang menunjukkan laporan hasil kinerja

selama periode tertentu.

Selain profitabilitas tingkat kewajiban perusahaan menjadi tolak ukur

terhadap audit delay. Menurut Apriyana (2017) solvabilitas merupakan

kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya

pada saat perusahaan dilikuidasi. Solvabilitas diukur dengan membuat

perbandingan kewajiban terhadap aktiva dan perbandingan seluruh kewajiban

terhadap ekuitas. Proses pengauditan utang relatif membutuhkan waktu yang lebih

lama dibandingkan pengauditan ekuitas, maka dari itu diperkirakan tingkat

solvabilitas yang tinggi akan menyebabkan semakin lama audit delay.

Hasil penelitian sebelumnya mengenai audit delay dilakukan oleh

Armansyah (2015) dengan judul “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas,

dan Opini Auditor Terhadap Audit Delay” menujukkan bahwa Ukuran Perusahaan

berpengaruh signifikan terhadap audit delay, Profitabilitas tidak berpengaruh

signifikan terhadap audit delay, dan Opini Auditor berpengaruh signifikan

terhadap audit delay. Karang (2015) dengan judul “Pengaruh Faktor Internal dan

Eksternal pada Audit Delay” hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran

perusahaan berpengaruh positif pada audit delay, profitabilitas berpengaruh

negatif pada audit delay, solvabilitas berpengaruh positif pada audit delay,

kualitas auditor berpengaruh negatif pada audit delay, dan opini auditor

berpengaruh negatif pada audit delay. Amani (2016) dengan judul “Pengaruh

Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Opini Audit, dan Umur Perusahaan Terhadap


6

Audit Delay” menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan

terhadap audit delay, profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap audit delay,

opini audit berpengaruh signifikan terhadap audit delay, umur perusahaan

berpengaruh signifikan terhadap audit delay, dan secara simultan ukuran

perusahaan, profitabilitas, opini audit, dan umur perusahaan berpengaruh terhadap

audit delay. Sedangkan Apriyana (2017) dengan judul “Pengaruh Profitabilitas,

Solvabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Ukuran KAP Terhadap Audit Delay pada

Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Periode 2013-2015” menunjukkan secara parsial bahwa profitabilitas tidak

berpengaruh terhadap audit delay, solvabilitas berpengaruh positif dan signifikan

terhadap audit delay, ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan

terhadap audit delay, ukuran KAP tidak berpengaruh terhadap audit delay dan

secara simultan profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, dan ukuran KAP

berpengaruh signifikan terhadap audit delay.

Berdasarkan uraian masalah dan penelitian sebelumnya, penulis ingin

melukukan penelitian yang berkaitan dengan Audit delay dikarenakan setiap

perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki rentang waktu Audit

delay yang beragam, serta kebutuhan akan laporan keuangan oleh investor dan

pihak yang berkepentingan lainnya agar dapat dipublikasikan secara cepat. Ada

beberapa faktor yang diperkirakan mempengaruhi Audit delay yang akan diangkat

dalam penelitian ini, yaitu Ukuran perusahaan, Profitabilitas, dan Solvabilitas.

Faktor-faktor tersebut dipilih karena sangat berkaitan langsung dengan laporan

keuangan perusahaan. Objek dalam penelitian ini akan difokuskan pada


7

Perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di BEI, karena berdasarkan

penelitian terdahulu faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini

mempunyai pengaruh terhadap Audit delay.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka judul dalam penelitian ini

yaitu “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay (Studi

Empiris pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa

Efek Indonesia)”.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah dalam

penelitian ini sebagai berikut.

1. Bagaimana pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay?

2. Bagaimana pengaruh profitabilitas terhadap audit delay?

3. Bagaimana pengaruh solvabilitas terhadap audit delay?

4. Bagaimana pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan

solvabilitas terhadap audit delay?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini sebagai berikut.

1. Untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay.

2. Untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap audit delay.

3. Untuk mengetahui pengaruh solvabilitas terhadap audit delay.


8

4. Untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan

solvabilitas terhadap audit delay.

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat antara lain:

a) Manfaat Teoritis:

Memberi manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya

dibidang keuangan dan audit, dan dapat menjadi referensi bagi peneliti

lain untuk mengadakan penelitian selanjutnya yang ada kaitannya

dengan penelitian ini.

b) Manfaat Praktis:

1. Bagi perusahaan, sebagai bahan masukan dalam menyusun

laporan keuangan yang baik dan berkualitas serta bersikap selektif

dalam memakai jasa Kantor Akuntan Publik sehingga dapat

mengurangi tenggang waktu audit delay yang terlalu lama.

2. Bagi auditor, sebagai bahan masukan untuk meningkatkan

kualitas kerja sehingga dapat menghindari terjadinya audit delay

yang terlalu lama pada perusahaan yang diauditnya.

3. Bagi investor, sebagai bahan masukan untuk memperhatikan dan

menjadi pertimbangan terhadap perusahaan dalam kinerja

keuangan dan pelaporan sebagai perusahaan go public.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Akuntansi

Menurut Sumarsan (2013:1) Akuntansi adalah suatu seni untuk

mengumpulkan, mengidentifikasikan, mengklasifikasikan, mencatat transaksi serta

kejadian yang berhubungan dengan keuangan, sihingga dapat menghasilkan

informasi yaitu laporan keuangan yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang

berkepentingan.

Kegiatan akuntansi, diantaranya:

1. Pengidentifikasian dan pengukuran data yang relevan untuk suatau

pengambilan keputusan.

2. Pemrosesan data yang bersangkutan kemudian pelaporan informasi

yang dihasilkan.

3. Pengkomunikasian informasi kepada pemakai laporan.

Akuntansi merupakan suatu proses mencatat, mengklasifikasikan,

meringkas, mengelola dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang

berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang

menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan

serta tujuan lainnya. Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya

dalam bahasa Indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan.

Akuntansi didefinisikan sebagai suatu kegiatan jasa yang fungsinya adalah

menyediakan informasi kuantitatif, khususnya yang berkaitan dengan keuangan.

9
10

Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam proses pegambilan

keputusan ekonomik dan rasional. Berikut merupakan beberapa contoh keputusan

ekonomik adalah sebagai berikut:

1. Menerima atau menolak permintaan kredit (bagi bank atau lembaga

keuangan lain yang sedang mempertimbangkan permintaan kredit dari

nasabah atau colon nasabahnya).

2. Melepas kembali atau mempertahankan saham (surat tanda pemikiran

pada persero terbatas) yang sekarang dimiliki.

3. Mengeluarkan saham atau obligasi untuk menarik dana dari

masyarakat.

Akuntansi terdiri dari tiga komponen utama yaitu sebagai berikut:

1. Input (masukan) berupa transaksi, yaitu peristiwa bisnis yang bersifat

keuangan.

2. Process (proses) meliputi berbagai fungsi mulai dari pengidentifikasi

transaksi sampai dengan penyajian informasi keuangan. Proses utama

akuntansi adalah pencatatan yang terdiri dari dua fungsi yaitu

penjumlahan dan pemindahbukuan.

3. Outuput (keluaran) berupa informasi keuangan seperti laporan laba

rugi, laporan perubahan ekuitas, perubahan posisi keuangan, dan

laporan arus kas.

Fungsi utama dari akuntansi di sebuah perusahaan adalah untuk mengetahui

informasi tentang keuangan yang ada diperusahaan tersebut. Melalui laporan yang

dihasilkan yaitu laporan keuangan dapat dilihat perkembangan perusahaan yang


11

terjadi, baik itu rugi ataupun untung. Prinsip akuntansi disusun berdasarkan

beberapa asumsi atau anggapan yang disebut sebagai konsep dasar. Berikut ini

adalah konsep-konsep dasar akuntansi:

1. Kesatuan Akuntansi (Economic Entity)

Konsep ini menganggap bahwa setiap entitas bisnis merupakan suatu

unit yang terpisah dan pemiliknya dan berbeda dengan entitas lainya.

Adanya pemisahan ini memberikan adanya dasar bagi sistem akuntansi

untuk memberikan informasi mengenai suatu perusahaan, terutama

yang berhubungan dengan pertanggungjawaban keuangan pada pihak-

pihak yang membutuhkan.

2. Kesinambungan (Going Concern)

Konsep kesinambungan menjelaskan bahwa suatu entitas akuntansi

dipandang akan beroperasi terus untuk merealisasikan aktivitas-

aktivitas usahanya. Asumsi ini mengasumsikan bahwa entitas akuntansi

itu tidak akan dilikuidasi dalam jangka waktu yang dapat diramalkan

atau bahwa entitas tersebut akan berjalan terus untuk peride yang tidak

dapat ditentukan. Dengan demikian laporan keuangan memberikan

pandangan sementara mengenai keadaan perusahaan dan hanya

merupakan sebagian dari laporan keuangan yang berkesinambungan.

3. Pengukuran dalam Nilai Uang (Money Measuring Unit)

Konsep pengukuran dalam nilai mata uang berpendapat bahwa

akuntansi merupakan suatu proses pengukuran dan penyampaian

akuntansi perusahaan yang dapat diukur dengan uang. Secara tidak


12

langsung konsep ini menyatakan bahwa satuan uang adalah alat yang

paling efektif untuk mengungkapkan pengukuran aktiva dan kewajiban

perusahaan serta perubahan-perubahannya.

4. Periode Akuntansi (Accounting Period)

Konsep periode akuntansi berpendapat bahwa laporan keuangan yang

menggambarkan perubahan kekayaan suatu perusahaan harus

diungkapkan secara berkala. Oleh karena itu aktivitas ekonomi

perusahaan dipecah dalam periode-periode dan dengan penyajian

laporan keuangan secara periodik diharapakan hal tersebut dapat

membantu pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan

keputusan.

5. Sikap Hati-Hati (Concervatism)

Konsep concervatism merupakan konsep dalam akuntansi yang

konvensional, yang timbul dari ketidakpastian dalam pelaporan

keuangan. Konsep ini menekankan jika terdapat beberapa kemungkinan

penilaian untuk suatu perkiraan, maka untuk perkiraan pendapatan

aktiva sebaiknya dipilih alternatif yang akan menghasilkan nilai paling

kecil dan sebaliknya untuk perkiraan kewajiban dan beban sebaiknya

dipilih alternatif yang akan menghasilkan nilai terbesar.

6. Pertemuan Pendapatan dan Beban (Matching Revenue and Expense)

Dalam menetapkan laba bersih secara berkala pada dasarnya

menyangkut dua masalah yaitu : pendapatan yang diakui dalam periode

tersebut dan biaya-biaya yang timbul terpakai (beban) yang harus


13

dialokasikan keperiode-periode tersebut. Masalah yang timbul adalah

masalah waktu yaitu kapan pendapatan dan biaya tersebut ditetapkan

karena biaya-biaya tersebut harus dipertemukan dengan pendapatan,

maka pembebanan biaya sangat tergantung pada saat pengakuan

pendapatan dan dilaporkan dalam periode diakuinya pendapatan.

2.2 Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan adalah suatu rangkaian proses yang berujung pada

penyusunan laporan keuangan yang berkaitan dengan perusahaan secara

keseluruhan untuk digunakan oleh pengguna laporan keuangan baik di dalam

ataupun di luar perusahaan. Akuntansi memegang peranan penting dalam entitas

karena akuntansi adalah bahasa bisnis (bussnines language). Akuntansi

menghasilkan informasi yang menjelaskan kinerja keuangan entitas dalam suatu

periode tertentu dan kondisi keuangan entitas pada tanggal tertentu. Informasi

akuntansi tersebut digunakan oleh para pemakai agar dapat membantu dalam

membuat prediksi kinerja di masa mendatang. Berdasarkan informasi tersebut

berbagai pihak dapat mengambil keputusan terkait dengan entitas.

Informasi keuangan yang dihasilkan oleh proses akuntansi disebut laporan

keuangan. Laporan keuangan dapat digunakan untuk tujuan umum maupun tujuan

khusus. Laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar merupakan bentuk

laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement).

Penyusunan laporan keuangan untuk tujuan umum dan ditujukan kepada pihak

eksternal, merupakan bagian dari akuntansi keuangan.


14

2.3 Grand Theory

2.3.1 Compliance Theory

Teori kepatuhan (compliance theory) pada bidang psikologis dan sosiologi

lebih menekankan pada pentingnya proses sosialisasi dalam mempengaruhi

perilaku kepatuhan seorang individu. Menurut Tyler (1990) terdapat dua perspektif

dasar dalam literatur sosiologi mengenai kepatuhan pada hukum, yaitu instrumental

dan normatif. Perspektif instrumental mengasumsikan individu secara utuh

didorong oleh kepentingan pribadi dan tanggapan-tanggapan terhadap perubahan

insentif, dan penalti yang berhubungan dengan perilaku. Perspektif normatif

berhubungan dengan apa yang orang anggap sebagai moral dan berlawanan dengan

kepentingan pribadi mereka.

Menurut Ardianti (2013) seorang individu cenderung mematuhi hukum

yang mereka anggap sesuai dan konsisten dengan norma-norma internal mereka.

Komitmen normatif melalui moralitas personal (normative commitment through

morality) berarti memenuhi hukum karena hukum tersebut dianggap sebagai

keharusan, sedangkan komitmen normatif melalui legitimasi (normative

commitment through legitimacy) berarti mematuhi aturan karena otoritas penyusun

hukum tersebut memiliki hak untuk mendikte pelaku.

Berdasarkan perspektif normatif sudah seharusnya bahwa teori kepatuhan

ini diterapkan di bidang akuntansi. Tuntutan akan kepatuhan terhadap ketepatan

waktu dalam penyampaian laporan keuangan tahunan perusahaan publik di

indonesia telah diatur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar

Modal, dan selanjutnya diatur dalam Peraturan BAPEPAM-LK Nomor X.K.2,


15

Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan

Nomor: KEP-346/BL/2011 Peraturan Nomor X.K.2 tentang Penyajian Laporan

Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan. Peraturan-peraturan tersebut secara

hukum mengisyaratkan kepatuhan perilaku setiap individu maupun organisasi

(perusahaan publik) yang terlibat di pasar modal Indonesia untuk menyampaikan

laporan keuangan tahunan perusahaan secara tepat waktu kepada BAPEPAM-LK.

Hal tersebut sesuai dengan teori kepatuhan (compliance theory).

Teori kepatuhan dapat mendorong seseorang untuk lebih mematuhi

peraturan yang berlaku, sama halnya dengan perusahaan yang berusaha untuk

menyampaikan laporan keuangan tepat waktu karena merupakan kewajiban

perusahaan untuk menyampaikan laporan keuangan tepat waktu, dan juga akan

sangat bermanfaat bagi para pengguna laporan keuangan. Laporan keuangan yang

disampaikan dan dipublikasikan dengan tepat waktu akan memiliki nilai lebih yang

akan berdampak terhadap perusahaan tersebut, karena laporan keuangan yang dapat

digunakan di saat yang tepat akan sangat bermanfaat dibandingkan dengan laporan

keuangan yang baru didapatkan di saat user sudah tidak membutuhkannya lagi.

Dengan adanya teori ini diharapkan perusahaan dapet menghindari terjadinya audit

delay (Ardianti, 2013).

2.3.2 Agency Theory

Teori keagenan atau agency theory adalah teori yang menjelaskan hubungan

keagenan dan masalah-masalah yang ditimbulkanya (Jensen & Meckling, 1976).

Konsep agency teory adalah hubungan atau kontak antara principal dan agent.
16

Principal mempekerjakan agent untuk melakukan tugas untuk kepentingan

principal, termasuk pendelegasian otorisasi pengambilan keputusan dari principal

kepada agent. Principal merupakan pihak yang memberikan amanat kepada agen

untuk melakukan suatu jasa atas nama principal, sementara agen adalah pihak yang

diberi mandat. Dengan demikian agen bertindak sebagai pihak yang

berkewenangan mengambil keputusan, sedangkan principal ialah pihak yang

mengevaluasi informasi.

Implementasi Agency Theory dapat berupa kontrak kerja yang mengatur

proporsi hak dan kewajiban masing-masing pihak dengan memaksimumkan

utilitas, sehingga diharapkan agen bertindak menggunakan cara-cara yang sesuai

kepentingan principal. Di sisi lain, principal akan memberikan insentif yang layak

pada agen sehingga tercapai kontrak kerja optimal. Inti dari Agency Theory adalah

pendesainan kontrak yang tepat untuk menyelaraskan kepentingan principal dan

agen dalam hal terjadi konflik kepentingan.

Dalam penelitian ini, perusahaan bertindak sebagai principal, sedangkan

auditor independen merupakan sebagai agen. Perusahaan yang dalam hal ini

bertindak sebagai pemangku kepentingan akan menugaskan auditor untuk dapat

melakukan tugasnya secara efektif dan efisien agar laporan auditan dapat disajikan

tepat waktu, sehingga laporan tersebur dapat digunakan oleh pihak-pihak yang

memiliki kepentingan (Karang, 2015).

Menurut Ardianti (2013) pelaporan informasi keuangan memiliki dua tujuan

utama. Pertama, sebagai cara untuk mentransfer informasi dari manajer ke pihak

ketiga. Kedua, mengurangi asimetri informasi antara pihak internal dan eksternal
17

perusahaan. Arifa (2013) menjelaskan konflik kepentingan dapat terjadi karena

berbagai sebab, seperti asimetri informasi. Asimetri informasi dimaknai sebagai

ketidakseimbangan informasi akibat distribusi informasi yang tidak sama antara

agen dengan principal. Efek dari asimetri informasi ini bisa berupa moral hazard,

yaitu permasalahan yang timbul jika agen tidak melaksanakan hal-hal dalam

kontrak kerja; bisa pula terjadi adverse selection, ialah keadaan di mana principal

tidak dapat mengetahui apakah keputusan yang diambil agen benar-benar

didasarkan atas informasi yang diperoleh, atau terjadi sebagai sebuah kelalaian

dalam tugas.

2.3.3 Signaling Theory

Teori sinyal (signaling theory) pertama kali diperkenalkan oleh Spence di

dalam penelitiannya yang berjudul Job Market Signaling. Space (1973)

mengemukakan bahwa isyarat atau signal memberikan suatu sinyal, pihak pengirim

(pemilik informasi), berusaha memberikan potongan informasi relevan yang dapat

dimanfaatkan oleh pihak penerima. Pihak penerima kemudian akan menyesuaikan

perilakunya sesuai dengan pemahamannya terhadap sinyal tersebut.

Dalam penelitian ini isyarat atau signal adalah tindakan yang diambil oleh

manajemen perusahaan dimana manajemen mengetahui informasi yang lebih

lengkap dan akurat mengenai internal perusahaan dan prospek perusahaan di masa

depan daripada pihak investor. Oleh karena itu, manajer berkewajiban memberikan

sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada para stakeholder. Sinyal yang


18

diberikan dapat dilakukan melalui pengungkapan informasi akuntansi seperti

publikasi laporan keuangan.

Manajer melakukan publikasi laporan keuangan untuk memberikan

informasi kepada pasar. Umumnya pasar akan merespon informasi tersebut sebagai

suatu sinyal good news atau bad news. Sinyal yang diberikan akan mempengaruhi

pasar saham khususnya harga saham perusahaan. Jika sinyal manajemen

mengindikasikan good news, maka dapat meningkatkan harga saham. Namun

sebaliknya, jika sinyal manajemen mengindikasikan bad news dapat

mengakibatkan penurunan harga saham perusahaan. Oleh karena itu, sinyal dari

perusahaan merupakan hal yang penting bagi investor guna pengambilan

keputusan.

Investor dapat melakukan kesalahan dalam pengambilan keputusan

ekonomi, jika informasi yang disampaikan oleh manajemen perusahaan tidak sesuai

dengan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Sehingga terjadi asimetris informasi

dimana manajer lebih superior dalam menguasai informasi disbanding pihak lain

(stakeholder). Dalam rangka meminimalisir terjadinya information asymmetry

berdasar signaling theory, pihak manajemen wajib membuat struktur pengendalian

internal yang mampu menjaga harta perusahaan dan menjamin penyusunan laporan

keuangan yang dapat dipercaya.

Manfaat utama teori ini adalah akurasi dan ketepatan waktu penyajian

laporan keuangan ke publik adalah sinyal dari perusahaan akan adanya informasi

yang bermanfaat dalam kebutuhan untuk pembuatan keputusan dari investor.

Semakin panjang audit delay menyebabkan ketidakpastian pergerakan harga


19

saham. Investor dapat mengartikan lamanya audit delay dikarenakan perusahaan

memiliki bad news sehingga tidak segera mempublikasikan laporan keuangannya,

yang kemudian akan berakibat pada penurunan harga saham perusahaan.

2.4 Laporan Keuangan

2.4.1 Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Kasmir (2016:7) pengertian laporan keuangan adalah laporan yang

menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode

tertentu. Sedangkan menurut Sumarsan (2013:35) menjelaskan pengertian laporan

keuangan merupakan hasil akhir dari siklus akuntansi yang memberikan gambaran

keuangan tentang suatu perusahaan yang secara periodik disusun oleh manajemen

perusahaan. Laporan keuangan memiliki sifat historis yaitu memuat angka-angka

tentang kinerja dan kondisi keuangan perusahaan pada masa yang telah lalu

(historis). Pengertian diatas tersebut sejalan dengan pengertian laporan keuangan

menurut Hanafi dan Halim (2016:49) yang menyatakan bahwa laporan keuangan

merupakan salah satu sumber informasi yang penting disamping informasi lain

seperti informasi industri, kondisi perekonomian, pangsa pasar perusahaan, kualitas

manajemen dan lainnya. Ada tiga macam laporan keuangan yang pokok dihasilkan

yaitu neraca, laporan laba/rugi dan laporan aliran kas. Disamping ketiga laporan

tersebut, dihasilkan juga laporan pendukung seperti laporan laba yang ditahan,

perubahan modal sendiri dan diskusi-diskusi oleh pihak manajemen.

Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Laporan Keuangan adalah

laporan keuangan yang menyediakan informasi menyangkut posisi keuangan,


20

kinerja, serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang ditujukan untuk

memenuhi kebutuhan bersama sebagaian besar pengguna laporan (IAI, 2013).

Komponen laporan keuangan yang lengkap menurut Pernyataan Standar Akuntansi

Keuangan No. 1 (2013) laporan keuangan yang lengkap harus meliputi komponen-

komponen berikut:

a. Laporan posisi keuangan pada akhir periode

b. Laporan laba rugi komprehensif selama periode

c. Laporan perubahan ekuitas selama periode

d. Laporan arus kas selama periode

e. Catatan atas laporan keuangan

f. Laporan posisi keuangan pada awal periode terdekat sebelumnya ketika

entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau

membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas

mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.

2.4.2 Tujuan Laporan Keuangan

Ketepatan waktu penyajian laporan keuangan ke publik adalah sinyal dari

perusahaan yang menunjukan adanya informasi yang bermanfaat dalam kebutuhan

untuk pembuatan keputusan investor. Hal ini berarti apabila penyampaian laporan

keuangan terlambat maka informasi yang didapat akan kehilangan relevansinya dan

secara tidak langsung sebagai sinyal buruk bagi perusahaan.

Menurut Kasmir (2016:11) tujuan pembuatan atau penyusunan laporan

keuangan adalah:
21

1) Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang

dimiliki perusahaan pada saat ini.

2) Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal

yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

3) Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang

diperoleh pada suatu periode tertentu.

4) Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang

dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

5) Memberikan informasi tentang perubahaan-perubahan yang terjadi

terhadap aktiva, pasiva dan modal perusahaan.

6) Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam

suatu periode.

7) Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.

8) Informasi keuangan lainnya.

Sedangkan menurut Hanafi dan Halim (2016:30) tujuan laporan keuangan

dimulai dari yang paling umum, kemudian bergerak ke tujuan yang lebih spesifik

adalah sebagai berikut:

1) Informasi yang Bermanfaat untuk Pengambilan Keputusan

Tujuan yang paling umum adalah bahwa pelaporan keuangan harus

memberikan informasi yang bermanfaat untuk investor, kreditor dan

pemakai laporan lainnya, saat ini maupun potensial (masa mendatang),

untuk pembuatan keputusan investasi, kredit dan investasi semacam

lainnya.
22

2) Informasi kedua ini menyatakan laporan keuangan harus memberikan

informasi yang bermanfaat untuk pemakai eksternal untuk

memperkirakan jumlah, waktu dan ketidakpastian (yang berarti risiko)

penerimaan kas yang berkaitan. Tujuan ini penting, karena investor atau

pemakai eksternal mengeluarkan kas untuk memperoleh aliran kas

masuk. Pemakai eksternal harus yakin bahwa ia akan memperoleh

aliran kas masuk yang lebih dari aliran kas keluar. Pemakai eksternal

harus memperoleh aliran kas masuk bukan hanya yang bisaa

mengembalikan aliran kas keluar (return on investment), tetapi juga

aliran kas masuk yang bisa mengembalikan return yang sesuai dengan

risiko yang ditanggungnya. Laporan keuangan diperlukan untuk

membantu menganalisis jumlah dan saat/waktu penerimaan kas (yaitu

dividen, bunga) dan juga memperkirakan risiko yang berkaitan.

3) Informasi yang Bermanfaat untuk Memperkirakan Aliran Kas

Perusahaan. Penerimaan kas pihak eksternal akan ditentukan oleh aliran

kas masuk perusahaan. perusahaan yang kesulitan kas akan mengalami

kesulitan untuk member kas ke pihak eksternal dan dengan demikian

penerimaan kas pihak eksternal akan terpengaruh.

Tujuan laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Publik Indonesia dalam

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan adalah menyediakan informasi yang

menyangkut posisi keuangan, kinerja keuangan serta perubahan posisi keuangan

suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah pemakai dalam pengambilan

keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan


23

manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atau sumber daya

yang dipercayakan kepadanya (Setiawan, 2013).

Tujuan umum laporan keuangan adalah:

1) Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya

mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan

2) Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai

perubahan dalam aktiva netto suatu perusahaan yang timbul dari

kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba

3) Memberikan informasi keuangan yang membantu pemakai laporan

dalam menaksir potensi perusahaan.

2.4.3 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Karakteristik kualiatif laporan keuangan sebagaimana dinyatakan dalam

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.1 adalah sebagai berikut:

1) Dapat Dipahami

Kualitas penting informasi dalam laporan keuangan adalah

kemudahannya untuk dapat dipahami oleh pengguna. Pengguna

diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas

ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari

informasi dengan ketekunan yang wajar.

2) Relevan

Informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam

proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan


24

apabila dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna, dengan

membantu mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, dan masa

depan.

3) Keandalan

Informasi juga harus andal (reliable). Informasi memiliki kualitas andal

jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan

dapat diandalkan penggunaannya sebagai penyajian yang tulus atau

jujur dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan

dapat disajikan.

4) Dapat Dibandingkan

Pengguna harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan

antar periode untuk mengidentifikasikan kecenderungan posisi dan

kinerja keuangan. Pengguna juga harus dapat membandingkan laporan

keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan,

kinerja, serta perubahan posisi keuangan secara relatif.

2.5 Laporan Audit

Menurut Amani (2016) laporan audit merupakan alat formal yang berisi

kesimpulan dan informasi tentang laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor

dan menyatakan kewajaran mengenai laporan keuangan tersebut kepada pihak-

pihak yang berkepentingan. Laporan audit dapat dirasakan manfaatnya oleh

masyarakat karena audit tersebut mempunyai pengaruh terhadap risiko informasi,

dimana risiko tersebut mencerminkan kemungkinan informasi yang dijadikan


25

sebagai dasar untuk menilai risiko bisnis telah dibuat tidak tepat. Penyebab

terjadinya risiko informasi ini adalah kemungkinan besar terjadi karena

ketidaktepatan laporan keuangan. Maka diperlukan suatu laporan yang

mengkomunikasikan kesimpulan tentang laporan keuangan yang telah diaudit.

Pendapat auditor biasanya disampaikan dalam bentuk tertulis yang

umumnya berupa laporan audit baku. Laporan audit berbentuk baku ini biasanya

memuat pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion). Laporan audit

baku terdiri dari tiga alinea, yaitu alinea pendahuluan, alinea lingkup, dan alinea

pendapat. Terdapat tiga fakta yang diungkapkan oleh auditor dalam alinea

pendahuluan, yaitu:

a. Tipe jasa yang diberikan oleh auditor.

b. Objek yang dianut, berisi dua hal penting, yaitu auditor memberikan

pendapat atas laporan keuangan setelah auditor melakukan audit dan

objek yang diaudit oleh auditor bukanlah catatan melainkan laporan

keuangan kliennya.

c. Pengungkapan tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan dan

tanggung jawab auditor atas pendapat yang diberikan atas laporan

keuangan berdasarkan hasil auditnya.

Alinea lingkup berisi pernyataan auditor bahwa laporan keuangan auditnya

telah dilaksanakan berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh organisasi

profesi Akuntan Publik dan beberapa penjelasan tambahan tentang standar audit

tersebut, serta suatu pernyataan keyakinan bahwa audit yang dilaksanakan

berdasarkan standar audit tersebut memberikan dasar yang memadai bagi auditor
26

untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan auditor. Alinea pendapat

merupakan paragraf yang digunakan oleh auditor untuk menyatakan pendapatnya

mengenai laporan keuangan yang disebutkannya dalam alinea pendahuluan yaitu

paragraf pertama laporan audit baku.

2.6 Auditing

2.6.1 Pengertian Auditing

Pengertian auditing menurut Arens et al. (2015:2) audit adalah

pengumpulan data dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan

melaporkan derajat kesesuaian antara informasi itu dan kriteria yang telah

ditetapkan. Sedangkan pengertian audit menurut Mulyadi (2014:9) adalah suatu

proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif

mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan

tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut

dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada

pemakai yang berkepentingan.

Auditing adalah proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi

bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan

kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara

pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang ditetapkan, serta

menyampaikan hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. Menurut

Ardianti (2013) dalam melaksanakan audit, faktor-faktor yang harus diperhatikan

sebagai berikut.
27

1. Dibutuhkan informasi yang dapat diukur dan sejumlah kriteria (standar)

yang dapatb digunakan sebagai panduan untuk mengevaluasi informasi

tersebut.

2. Penetapan entitas ekonomi dan periode waktu yang diaudit harus jelas

untuk menentukan lingkup tanggung jawab auditor.

3. Bahan bukti harus diperoleh dalam jumlah dan kualitas yang cukup

untuk memenuhi tujuan audit.

4. Kemampuan auditor memahami kriteria yang digunakan serta sikap

independen dalam mengumpulkan bahan bukti yang diperlukan untuk

mendukung kesimpulan yang akan diambilnya.

Monica (2017) menjelaskan audit merupakan suatu pemeriksaan yang

dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen terhadap laporan

keuangan yang telah disusun oleh manajemen. Sedangkan perlu di audit secara

umum sebagai berikut :

1. Kelengkapan (Completeness)

Untuk menyakinkan bahwa seluruh transaksi telah dicatat atau ada

dalam jurnal secara aktual telah dimasukkan.

2. Ketapatan (Accurancy)

Untuk memastikan transaksi dan saldo perkiraan yang ada telah dicatat

berdasarkan jumlah yang benar, perhitungan yang benar,

diklasifikasikan, dan dicatat dengan tepat.


28

3. Eksistensi (Existence)

Untuk memastikan bahwa semua harta dan kewajiban yang tercatat

memiliki eksistensi atau keterjadian pada tanggal tertentu, jadi transaksi

tercatat tersebut harus benar-benar telah terjadi dan tidak fiktif.

4. Penilaian (Valuation)

Untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku

umum telah diterapkan dengan benar.

5. Klasifikasi (Classification)

Untuk memastikan bahwa transaksi yang dicantumkan dalam jurnal

diklasifikasikan secara tepat. Jika terkait dengan saldo maka angka-

angka yang dimasukkan didaftar klien telah diklasifikasikan dengan

tepat.

6. Ketepatan (Accurancy)

Untuk memastikan bahwa semua transaksi dicatat pada tanggal yang

benar, rincian dalam saldo akun sesuai dengan angka-angka buku besar.

Serta penjumlahan saldo sudah dilakukan dengan tepat.

7. Pisah Batas (Cut-Off)

Untuk memastikan bahwa transaksi-transaksi yang dekat tanggal

neraca dicatat dalam periode yang tepat. Transaksi yang mungkin sekali

salah saji adalah transaksi yang dicatat mendekati akhir suatu periode

akuntansi.
29

8. Pengungkapan (Disclosure)

Untuk menyakinkan bahwa saldo akun dan persyaratan pengungkapan

yang berkaitan telah disajikan dengan wajar dalam laporan keuangan

dan dijelaskan dengan wajar dalam isi dan catatan kaki laporan tersebut.

Pada awal perkembangnya, audit hanya digunakan untuk mencari dan

menemukan kecurangan serta kesalahan dalam perusahaan. Kemudian berkembang

menjadi pemeriksa laporan keuangan untuk memberikan opini atas kewajaran

laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan dan sebagai dasar pengambilan

keputusan oleh pihak yang berkepentingan (Stakeholders). Perkembangan dunia

usaha dewasa ini telah menjelaskan bahwa kebutuhan akan audit semakin

meningkat, hal ini dikarenakan semakin terbuka dimana kepemilikan terhadap

entitas usaha yang terdiri dari saham dan investasi dapat dimiliki oleh berbagai

pihak. Terpisahnya antara pemilik dan pengelola (manajemen) mengharuskan

laporan keuangan yang dibuat dan disajikan oleh manajemen kepada pemilik

diperiksa kebenaran dan kewajaran sesuai dengan aturan dan ketentuan yang

berlaku (Monica, 2017).

Audit dikembangkan dan dilaksanakan karena audit memberikan banyak

manfaat bagi dunia bisnis yang kegiatannya semakin lama semakin kompleks,

terutama oleh pelaku ekonomi yang menggunakan laporan audit sebagai dasar

pengambilan keputusan. Tanpa menggunakan jasa auditor independen, manajemen

perusahaan tidak akan dapat meyakinkan pihak luar perusahaan bahwa laporan

keuangan yang disusun manajemen dapat dipercaya.


30

2.6.2 Tujuan Auditing

Menurut Arens et al. (2015:168) tujuan audit adalah untuk menyediakan

pemakai laporan keuangan suatu pendapat yang diberikan oleh auditor tentang

apakah laporan keuangan disajikan secara wajar dalam semua hal yang material,

sesuai dengan kerangka kerja akuntansi keuangan yang berlaku. Pendapat auditor

ini menambah tingkat keyakinan pengguna yang bersangkutan terhadap laporan

keuangan.

Tujuan umum suatu auditing atas laporan keuangan adalah memberikan

suatu pernyataan pendapat mengenai apakah laporan keuangan klien telah disajikan

secara wajar, dalam segala hal material, sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku

umum. Dalam audit biasanya dirumuskan tujuan khusus audit untuk setiap rekening

yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Tujuan khusus ini berasal dari asersi-

asersi yang dibuat manajemen dalam laporan keuangan (Amani, 2016).

2.6.3 Jenis-Jenis Audit

Dalam melaksanakan pemeriksaan, ada beberapa jenis audit yang dilakukan

oleh para auditor sesuai dengan tujuan pelaksanaan pemeriksaan. Menurut Mulyadi

(2014:30-32) audit terdiri atas tiga golongan yaitu:

1. Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit)

Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor

independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya

untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan

tersebut. Dalam audit laporan keuangan ini, auditor independen menilai


31

kewajaran laporan keuangan atas dasar kesesuaiannya dengan Prinsip

Akuntansi Berlaku Umum (PABU).

2. Audit Kepatuhan (Compliance Audit)

Audit kepatuhan adalah audit yang tujuannya untuk menentukan

apakah yang di audit sesuai dengan kondisi atau peraturan tertentu.

Hasil audit kepatuhan umumnya dilaporkan kepada pihak yang

berwenang membuat kriteria. Audit kepatuhan banyak dijumpai dalam

pemerintahan.

3. Audit Operasional (Operational Audit)

Audit operasional merupakan review secara sistematik kegiatan

organisasi, atau bagian daripadanya, dalam hubungannya dengan tujuan

tertentu. Pihak yang memerlukan audit operasional adalah manajemen

atau pihak ketiga.

2.6.4 Standar Audit

Standar audit merupakan ukuran pelaksanaan tindakan yang menjadi

pedoman umum bagi auditor untuk melaksanakan audit. Berikut standar audit yang

telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia:

a. Standar Umum

1. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki

keahlian dan pelatihan teknis cukup sebagai auditor.

2. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi,

dalam sikap mental harus diperhatikan oleh auditor.


32

3. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib

menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.

b. Standar Pekerjaan Lapangan

1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan

asisten harus disupervisi dengan semestinya.

2. Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh

untukmerencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup

pengujian yang akan dilakukan.

3. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi,

pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar

memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang

diaudit.

c. Standar Pelaporan

1. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah

disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

2. Laporan auditor harus menunjukkan, jika ada, ketidakkonsistenan

penerapanprinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan

periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi

tersebut dalam periode sebelumnya.

3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang

memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit.

4. Laporan audit harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai

laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa


33

pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara

keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan.

Dalam hal yang nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan,

laporan audit harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat

pekerjaan auditor, jika ada, dan tingkat tanggungjawab yang

dipikulnya.

2.6.5 Proses Audit

Berdasarkan Prinsip Akuntansi Berlaku Umum (PABU) tujuan menyeluruh

dari laporan audit keuangan yaitu untuk menyatakan pendapat apakah laporan

keuangan klien telah menyajikan secara wajar, dalam semua hal material yang

sesuai prinsip. Proses pertimbangan publikasi laporan keuangan tentang akun yang

mungkin salah saji saji dalam pelaporan audit serta memperoleh bukti tentang

penyajian yang wajar dalam laporan keuangan melibatkan sejumlah langkah.

Proses audit atas laporan keuangan dibagi menjadi empat tahap berikut ini:

1. Penerimaan perikatan audit

Dalam perikatan audit, klien yang memerlukan jasa auditing

mengadakan suatu ikatan perjanjian dengan auditor. Dalam perjanjian

tersebut, klien menyerahkan pekerjaan audit atas laporan keuangan

kepada auditor dan auditor sanggup untuk melaksanakan pekerjaan

audit tersebut berdasarkan kompetensi profesionalnya. Didalam

memutuskan apakah suatu perikatan audit dapat diterima atau tidak,

auditor menempuh suatu proses yang terdiri dari enam tahap berikut ini:
34

a. Mengevaluasi integritas manajemen

b. Mengidentifikasi keadaan khusus dan risiko luar bisnis

c. Menentukan kompetensi untuk melaksanakan audit

d. Menilai idependensi

e. Menentuan kemampuan untuk menggunakan kemahiran

profesionalnya dengan kecermatan dan keseksamaan.

f. Membuat surat perikatan audit.

2. Perencanaan audit

Langkah berikutnya setelah perikatan audit diterima oleh auditor adalah

perencanaan audit. Keberhasilan penyelesaian perikatan audit

ditentukan oleh kualitas perencanaan audit yang dibuat oleh auditor.

Ada tujuh tahap yang harus ditempuh oleh auditor dalam merencanakan

auditnya:

a. Memahami bisnis dan industri klien.

b. Melakasanakan prosedur analitik.

c. Mempertimbangkan tingkat materialitas awal.

d. Mempertimbangkan resiko awal.

e. Mempertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap

saldo awal, jika perikatan dengan klien berupa audit tahun pertama.

f. Mengembangkan strategi audit awal terhadap asersi signifikan.

g. Memahami intern klien


35

3. Pelaksanaan pengujian audit

Pelaksanaan pengujian audit ini harus mengacu ketiga standar auditing

yang termasuk dalam kelompok “standar pekerjaan lapangam”. Tujuan

utama pelaksaan pekerjaan lapangan ini adalah untuk memperoleh

bukti audit tentang efektifitas pengendalian intern klien dan kewajaran

laporan keuangan klien. Tahap pelaksanaan pengujian audit ini

mencakup sebagian besar pekerjaan audit. Dalam audit, auditor

melakukan berbagai macam pengujian, yang secara garis besar dapat

dibagi tiga golongan berikut ini:

a. Pengujian analitik (analytical test) Pengujian ini dilakukan oleh

auditor dengan cara mempelajari perbandingan dan hubungan

antara data yang satu dengan data yang lain.

b. Pengujian pengendalian (test of control)

Pengujian pengendalian merupakan prosedur audit yang dirancang

untuk memverikasi efektifitas pengendalian intern klien.

c. Pengujian substantif (subtantive test)

Pengujian subtantif merupakan prosedur audit yang dirancang

untuk menemukan kemungkinan kesalahan moneter yang secara

langsung mempengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan.

4. Pelaporan audit

Pelaksanaan tahap ini harus mengacu ke “standar pelaporan”. Ada dua

langkah penting yang dilaksanakan oleh auditor dalam pelaporan audit

ini:
36

a. Menyelesaikan audit dengan meringkas semua hasil pengujian dan

menariksimpulan. Proses ini sangat subjektif sifatnya, yang sangat

tergantng pada pertimbangan profesional auditor.

b. Menertibkan laporan keuangan

Akhir proses audit adalah penyajian laporan audit adalah penyajian

laporan audit (audit report) yang berisi pernyataan pendapat atau

pernyataan tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan

auditan. Laporan audit merupakan media yang dipakai oleh auditor

dalam berkomunikasi dengan masyarakat lingkungannya. Dalam

laporan tersebut auditor menyatakan pendapatnya mengenai

kewajaran laporan keuangan auditan. Pendapat auditor tersebut

disajikan dalam suatu laporan tertulis yang umumnya berupa

laporan audit buku.

2.7 Audit Delay

Menurut Ashton et al (1987) “Audit delay is the length of time from a

company’s fiscal year end to the date of the auditor’s report”. Audit delay adalah

lamanya waktu dari akhir tahun fiskal perusahaan sampai tanggal laporan audit.

Ketepatan waktu penerbitan laporan keuangan audit merupakan hal yang sangat

penting, khususnya untuk perusahaan-perusahaan publik yang menggunakan pasar

modal sebagai salah satu sumber pendanaan. Menurut Lawrence & Briyan (1998)

Audit Delay adalah lamanya hari yang dibutuhkan auditor untuk menyelesaikan
37

pekerjaan auditnya, yang diukur dari tanggal penutupan tahun buku hingga tanggal

diterbitkannya laporan keuangan audit.

Semakin lama auditor menyelesaikan pekerjaan auditnya, maka semakin

lama pula audit delay. Jika audit delay semakin lama, maka kemungkinan

keterlambatan penyampaian laporan keuangan akan semakin besar. Dyer dan

McHugh (1975) menggunakan tiga kriteria keterlambatan untuk melihat ketepatan

waktu dalam penelitiannya:

1. Preliminary lag : interval jumlah hari antara tanggal laporan keuangan

sampai penerimaan laporan akhir preliminary oleh bursa.

2. Auditor’s report lag : interval jumlah hari antara tanggal laporan

keuangan sampai tanggal laporan auditor ditandatangani.

3. Total lag : interval jumlah hari antara tanggal laporan keuangan sampai

tanggal penerimaan laporan dipublikasikan oleh bursa.

Ketepatwaktuan merupakan kualitas yang berkaitan dengan ketersediaan

informasi pada saat dibutuhkan. Waktu antara tanggal laporan keuangan dan

laporan audit (audit delay) mencerminkan ketepatwaktuan penyampaian laporan

keuangan. Informasi yang sebenarnya bernilai tinggi dapat menjadi tidak relevan

kalau tidak tersedia pada saat dibutuhan. Ketepatwaktuan informasi mengandung

pengertian bahwa informasi tersedia sebelum kehilangan kemampuannya untuk

mempengaruhi atau membuat perbedaaan dalam keputusan. Informasi harus

disampaikan sedini mungkin untuk dapat digunakan sebagai dasar membantu dalam

pengambilan keputusan ekonomi dan untuk menghindari tertundanya pengambilan

keputusan tersebut.
38

2.8 Ukuran Perusahaan

Menurut Ferry & Jones (1979) ukuran perusahaan adalah suatu skala

dimana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan menurut berbagai cara,

antara lain: total aktiva, penjualan, log size, nilai pasar saham, kapitalisasi pasar,

dan lain-lain yang semuanya berkorelasi tinggi. Semakin besar total aktiva,

penjualan, log size, nilai pasar saham, dan kapitalisasi pasar maka semakin besar

pula ukuran perusahaan tersebut.

Ardianti (2013) menjelaskan ukuran perusahaan dapat dilihat dari

kepemilikan jumlah total aset, jumlah total penjualan tiap periode, jumlah

karyawan, dan lain-lain. Besar kecilnya ukuran perusahaan dapat didasarkan pada

total aset, total penjualan, kapasitas pasar, jumlah tenaga kerja, dan sebagainya.

Semakin besar nilai item-item tersebut maka akan semakin besar pula ukuran

perusahaan itu. Dalam penelitian ini ukuran perusahaan diukur menggunakan total

aset yang terdapat dalam laporan keuangan khususnya laporan posisi keuangan

(neraca).

Pada dasarnya Ukuran Perusahaan hanya terbagi pada tiga kategori, yaitu

perusahaan besar (large firm), perusahaan menengah (medium size), dan

perusahaan kecil (small firm). Penentuan perusahaan ini didasarkan pada total aset

perusahaan. Kategori Ukuran Perusahaan yaitu sebagai berikut.

a. Perusahaan Besar

Perusahaan besar adalah perusahaan yang memiliki kekayaan bersih

lebih besar dari Rp 10 Milyar termasuk tanah dan bangunan. Memiliki

penjualan lebih dari Rp 50 Milyar/tahun.


39

b. Perusahaan Menengah

Perusahaan menengah adalah perusahaan yang memiliki kekayaan

bersih Rp 1-10 Milyar termasuk tanah dan bangunan. Memiliki hasil

penjualan lebih besar dari Rp 1 Milyar dan kurang dari Rp 50 Milyar.

c. Perusahaan Kecil

Perusahaan kecil adalah perusahaan yang memiliki kekayaan bersih

paling banyak Rp 200 juta tidak termasuk tanah dan bangunan dan

memiliki hasil penjualan minimal Rp 1 Milyar/tahun.

Semakin besar aktiva maka semakin banyak modal yang ditanam, semakin

banyak penjualan maka semakin banyak perputaran uang, dan semakin besar

kapasitas pasar maka semakin besar pula ia dikenal dalam masyarakat cepat karena

perusahaan memiliki banyak sumber informasi dan memiliki sistem pengendalian

internal perusahaan yang baik sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam

penyusunan laporan keuangan yang memudahkan auditor dalam melakukan audit

laporan keuangan.

2.9 Profitabilitas

Menurut Kasmir (2016:196) rasio profitabilitas yakni rasio yang menilai

kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode

tertentu. Sedangkan Fahmi (2014:81) berpendapat bahwa rasio profitabilitas yaitu

rasio yang mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditujukan

oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan

penjualan maupun investasi. Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik
40

menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan.

Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan

perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi perusahaan yang menunjukkan

tingkat keefektivan dan menilai sejauh mana kinerja perusahaan dalam

menghasilkan keuntungan bagi investor.

Profitabilitas merupakan suatu indikator kinerja yang dilakukan manajemen

dalam mengelola kekayaan perusahaan yang ditunjukan oleh laba yang dihasilkan.

Secara garis besar laba yang dihasilkan perusahaan berasal dari penjualan dan

investasi yang dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan akan mengukur kemampuan

perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (Profitabilitas) baik dari tingkat

penjualan, asset, modal maupun saham tertentu. Profitabilitas menggambarkan

tingkat keberhasilan perusahaan untuk memperoleh besarnya keuntungan yang

diperoleh (Monica, 2017).

Perusahaan akan mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan

keuntungan (profitabilitas) baik dari tingkat penjualan, asset, modal maupun saham

tertentu. Dalam rasio Profitabilitas ini dapat dikatakan sampai sejauh mana

keefektifan dari keseluruhan manajemen dalam menciptakan keuntungan bagi

perusahaan. Profitabilitas merupakan hasil dari sejumlah besar kebijakan dan

keputusan manajemen dalam menggunakan sumber dana perusahaan. Penelitian ini

melakukan perhitungan profitabilitas dengan Return on Asset Rasio (ROA), rasio

ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan tingkat asset

tertentu. Menurut Prameswari dan Yustrianthe (2015) ROA merupakan

perbandingan antara jumlah laba yang dihasilkan terhadap asset yang digunakan,
41

sehingga menunjukkan jumlah perusahaan yang mampu untuk menghasilkan laba

dari sumber daya (asset) yang dimiliki. Profitabilitas mempengaruhi perusahaan

yang mengumumkan rugi atau profitabilitas yang rendah.

2.10 Solvabilitas

Menurut Kasmir (2016:150) rasio solvabilitas atau leverage ratio

merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktivitas

perusahaan dibiayai dengan hutang. Fahmi (2014:59) bahwa rasio solvabilitas yaitu

rasio yang menunjukkan bagaimana perusahaan mampu untuk mengelola

hutangnya dalam rangka memperoleh keuntungan dan juga mampu untuk melunasi

kembali hutangnya. Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi

semua kewajiban-kewajibannya baik kewajiban jangka pendek maupun jangka

panjangnya. Perusahaan yang tidak solvabel adalah perusahaan yang utang totalnya

lebih besar dibandingkan total asetnya. Semakin tinggi rasio solvabilitas maka

semakin tinggi pula resiko kerugian atau kesulitan keuangan yang dihadapi.

Solvabilitas dapat diukur dengan menggunkan total aset perusahaan dan

total ekuitas perusahaan. Dalam penelitian ini yang menjadi tolak ukur Solvabilitas

diukur dengan Total Debt to Total Asset rasio (TDTA), rasio ini membandingkan

jumlah utang (baik jangka pendek ataupun jangka panjang) dengan jumlah aset

(total asset). Dari hasil pengukuran, apabila rasionya tinggi maka pendanaan

dengan utang semakin banyak sehingga semakin sulit bagi perusahaan untuk

memperoleh tambahan pinjaman karena dikhawatirkan perusahaan tidak mampu

menutupi utangnya dengan aktiva yang dimilikinya.


42

2.11 Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Nama Metode
No Judul Tujuan Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan
Peneliti Penelitian
1 Annurrizky Analisis Faktor- Untuk mengetahui pengaruh Penelitian Hasil penelitian Variabel dependen Menggunakan 5
Muflisha Faktor yang ukuran perusahaan, tingkat Kuantitatif secara parsial diperoleh yang digunakan variabel
Anggradewi Mempengaruhi leverage, kualitas kantor hasil bahwa variabel independen,
(2014) Audit Delay akuntan publik, jenis kualitas KAP dan jenis sektor & periode
industri, dan independensi industri memiliki pengaruh laporan keuangan
komite audit terhadap audit yang signifikan terhadap yang ditelit
delay pada perusahaan audit delay dengan arah
property dan real estate yang negatif, sedangkan untuk
terdaftar di Bursa Efek variabel ukuran perusahaan,
Indonesia pada tahun 2012- tingkat leverage, dan
2014. independensi komite audit
tidak memiliki pengaruh
signifikan terhadap audit
delay.
Hasil pengujian secara
simultan menunjukkan
bahwa seluruh variabel
independen secara
serempak mempunyai
pengaruh signifikan
terhadap audit delay.
43

Nama Metode
No Judul Tujuan Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan
Peneliti Penelitian
2 Fendi Pengaruh Ukuran Untuk menguji pengaruh Penelitian Hasil penelitian Sektor perusahaan Periode laporan
Armansyah Perusahaan, ukuran perusahaan, Kuantitatif menunjukkan bahwa yang diteliti & keuangan yang
(2015) Profitabilitas, Dan profitabilitas dan opini Ukuran Perusahaan variabel dependen ditelit
Opini Auditor auditor terhadap audit delay. berpengaruh signifikan yang digukan
Terhadap Audit Sampel dalam penelitian ini terhadap audit delay.
Delay terdiri dari 34 perusahaan Profitabilitas tidak
property dan real estate yang berpengaruh signifikan
konsisten terdaftar di Bursa terhadap audit delay. Opini
Efek Indonesia periode tahun Auditor berpengaruh
2012-2014. signifikan terhadap audit
delay.
3 Ni Made Pengaruh Faktor Untuk mengetahui 1) Penelitian Hasil penelitian Variabel Menggunakan 5
Dwi Internal dan pengaruh ukuran perusahaan Kuantitatif menunjukkan bahwa 1) independen dan variabel
Umidyathi Eksternal pada pada audit delay, 2) ukuran perusahaan variabel dependen independen &
Karang Audit Delay pengaruh profitabilitas berpengaruh positif pada yang digunakan periode laporan
(2015) perusahaan pada audit delay, audit delay, 2) profitabilitas keuangan yang
3) pengaruh solvabilitas pada berpengaruh negatif pada ditelit
audit delay, 4) pengaruh audit delay, 3) solvabilitas
kualitas auditor pada audit berpengaruh positif pada
delay dan 5) pengaruh opini audit delay, 4) kualitas
auditor pada audit delay pada auditor berpengaruh negatif
perusahaan-perusahaan yang pada audit delay dan 5)
terdaftar di Bursa Efek opini auditor berpengaruh
Indonesia. negatif pada audit delay.
44

Nama Metode
No Judul Tujuan Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan
Peneliti Penelitian
4 Fauziyah Pengaruh Ukuran Untuk mengetahui Pengaruh Penelitian Hasil penelitian, Sektor perusahaan Menggunakan 5
Althaf Perusahaan, Ukuran Perusahaan terhadap Kuantitatif menunjukkan bahwa (1) yang diteliti & variabel
Amani Profitabilitas, Opini Audit Delay, Pengaruh Ukuran Perusahaan variabel dependen independen &
(2016) Audit, dan Umur Profitabilitas terhadap Audit berpengaruh signifikan yang digukan periode laporan
Perusahaan Delay, Pengaruh Opini Audit terhadap Audit Delay, keuangan yang
Terhadap Audit terhadap Audit Delay, (2) Profitabilitas ditelit
Delay Pengaruh Umur Perusahaan berpengaruh signifikan
terhadap Audit Delay pada terhadap Audit Delay, (3)
perusahaan property dan real Opini Audit berpengaruh
estate yang terdaftar di Bursa signifikan terhadap Audit
Efek Indonesia pada tahun Delay, (4) Umur
2012-2014. Perusahaan berpengaruh
signifikan terhadap Audit
Delay, (5) Ukuran
Perusahaan, Profitabilitas,
Opini Audit, dan Umur
Perusahaan berpengaruh
secara simultan terhadap
Audit Delay.
45

Nama Metode
No Judul Tujuan Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan
Peneliti Penelitian
5 Nurahman Pengaruh Untuk mengetahui pengaruh Penelitian Hasil penelitian Sektor perusahaan Menggunakan 4
Apriyana Profitabilitas, Profitabilitas, Solvabilitas, Kuantitatif menunjukkan bahwa (1) yang diteliti & variabel
(2017) Solvabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Profitabilitas tidak variabel independen &
Ukuran Ukuran KAP terhadap Audit berpengaruh terhadap audit independen dan periode laporan
Perusahaan, dan Delay pada Perusahaan delay (2) Solvabilitas dependen yang keuangan yang
Ukuran Kap Properti dan Real Estate berpengaruh positif dan digukan ditelit
Terhadap Audit yang Terdaftar di BEI signifikan terhadap audit
Delay Pada periode 2013-2015. delay (3) Ukuran
Perusahaan Properti perusahaan berpengaruh
dan Real Estate negatif dan signifikan
yang Terdaftar Di terhadap audit delay (4)
Bursa Efek Ukuran KAP tidak
Indonesia Periode berpengaruh terhadap audit
2013-2015 delay (5) Profitabilitas,
solvabilitas, ukuran
perusahaan, dan ukuran
KAP berpengaruh
signifikan terhadap audit
delay.
(Sumber: Data hasil olahan, 2018)
46

2.12 Kerangka Pemikiran

Dalam penelitian ini, peneliti ingin menguji faktor-faktor yang

mempengaruhi audit delay pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar

di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

Ukuran Perusahaan (X1)


H1
H2 Audit Delay (Y)
Profitabilitas (X2)
H3

Solvabilitas (X3)

H4

Keterangan:
Pengaruh secara individu (parsial)
Pengaruh secara bersama-sama (simultan)

2.13 Hipotesis Penelitian

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai pengembangan hipotesis-

hipotesis penelitian dengan dasar penelitian-penelitian terdahulu. Terdapat empat

hipotesis penelitian yang akan dijabarkan sebagai berikut.

a. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit Delay

Dyer dan McHugh (1975) menyatakan bahwa manajemen perusahaan besar

memiliki insentif yang lebih besar untuk mengurangi audit delay maupun

penundaan pelaporan karena diawasi secara ketat oleh investor, serikat buruh, dan

regulator. Selain itu perusahaan besar mempunyai sistem pengendalian internal


47

yang baik sehingga tingkat kesalahan dalam penyajian laporan keuangan

perusahaan dapat berkuran, sehingga auditor dapat lebih mudah melakukan

pengauditan. Perusahaan-perusahaan berskala besar cenderung mengalami tekanan

eksternal yang lebih tinggi untuk mengumumkan laporan audit lebih awal. Amani

(2016), Armansyah (2015), dan Karang (2015) menunjukkan hasil penelitian

ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap audit delay. Sedangkan Apriyana

(2017) menyatakan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap

audit delay. Berdasrakan beberapa penelitian terdahulu maka hipotesis dirumuskan

sebagai berikut.

H1 : Ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay

b. Pengaruh Profitabilitas Perusahaan pada Audit Delay

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan memperoleh laba atau

keuntungan. Tingkat kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan yang

dilaporkan, diperkirakan dapat mempengaruhi tepat atau tidaknya waktu penyajian

laporan keuangan kepada publik. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas lebih

tinggi diduga audit delay-nya akan lebih pendek ketimbang perusahaan dengan

tingkat profitabilitas lebih rendah. Amani (2016) menunjukkan hasil penelitian

profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay. Sementara itu Karang (2015)

menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay.

Sedangkan Apriyana (2017) dan Armansyah (2015) menyatakan profitabilitas tidak

berpengaruh terhadap audit delay. Berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu

maka dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut.

H2 : Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap audit delay.


48

c. Pengaruh Solvabilitas pada Audit Delay

Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala

kewajiban finansialnya pada saat perusahaan dilikuidasi. Proporsi yang besar dari

hutang terhadap total aktiva akan meningkatkan kecenderungan kerugian dan dapat

meningkatkan kehati-hatian auditor terhadap laporan keuangan yang akan diaudit.

Hal ini disebabkan karena tingginya proporsi dari hutang akan meningkatkan pula

risiko keuangannya. Oleh karena itu perusahaan yang memiliki kondisi keuangan

yang tidak sehat cenderung dapat melakukan mismanagement dan fraud. Semakin

besar rasio hutang terhadap total aktiva maka akan semakin lama rentang audit

delay. Apriyana (2017) dan Karang (2015) menemukan adanya pengaruh positif

dan signifikan solvabilitas terhadap audit delay. Sedangkan Anggradewi (2014)

menyatakan solvabilitas/ tingkat leverage tidak memiliki pengaruh signifikan

terhadap audit delay. Berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu maka

dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut.

H3 : Solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap audit delay.

d. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Solvabilitas pada Audit

Delay

Apriyana (2017) menurut hasil penelitiannya mengenai ukuran perusahaan,

profitabilitas, dan solvabilitas menunjukan secara simultan ketiga variabel

independen dalam penelitian ini berpengaruh terhadap audi delay. Sehingga dapat

dirumuskan hipotesis sebagai berikut.

H4 : Ukuran perusahaan, Profitabilitas, dan Solvabilitas berpengaruh

signifikan terhadap audit delay.


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Berdasarkan jenis data yang digunakan penelitian ini menggunakan

pendekatan kuantitatif yang merupakan penekanan pada pengujian teori melalui

pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan

prosedur statistik. Menurut Sugiyono (2016:8) penelitian kuantitatif adalah

metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk

meneliti pada populasi atau sampel terntentu, pengumpulan data menggunakan

instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan

untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Metode yang digunakan penelitian ini yaitu penelitian expostfacto.

Penelitian expostfacto yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa

yang telah terjadi dan kemudian meruntut kebelakang untuk mengetahui faktor-

faktor yang menyebabkan timbulnya kejadian tersebut (Umar, 2014:28).

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menguji faktor-faktor seperti

ukuran perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas terhadap audit delay pada

perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan property dan real estate yang

terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terletak di Jl. Piere Tendean

49
50

Komp. Mega Mas Boulevard, Manado. Berdasarkan data yang diperoleh melalui

situs BEI di www.idx.ac.id.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret

2018.

3.3 Prosedur Penelitian

Mengidentifikasi, merumuskan, dan menentukan


permasalahan beserta fenomena yang akan diteliti.

Membuat hipotesis berdasarkan permasalahan


yang akan diteliti.

Melakukan studi literatur mengenai teori-teori dan


fakta pendukung.

Mengidentifikasi dan menentukan variabel yang


akan diukur.

Menyusun desain penelitian, alat observasi, dan


pengukuran.

Pengambilan data melalui Bursa Efek Indonesia.

Melakukan pengelolaan dan analisis data.

Membuat laporan hasil penelitian.

(Sumber: Data hasil olahan, 2018)


51

3.4 Populasi dan Sampel

3.4.1 Populasi

Populasi yaitu kumpulan pengukuran atau data pengamatan yang

dilakukan terhadap orang, benda atau tempat Menurut Sugiyono (2016:80)

populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subjek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari, kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangan menurut Umar (2014:77)

Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek

yang mempunyai karakteristik tertentu dan mempunyai kesempatan yang sama

untuk dipilih menjadi anggota sampel. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh

perusahaan property dan real estate yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.

Pada tahun 2017 tercatat sebanyak 48 perusahaan property dan real estate.

3.4.2 Sampel

Sampel yaitu sebagian dari populasi atau dalam istilah matematik dapat

disebut sebagai himpunan bagian atau subset dari populasi. Metode sampel yang

diterapkan adalah metode purposive sampling yang merupakan teknik

pengambilan data secara non probabilitas (nonprobability sampling). Purposive

sampling yaitu pemilihan sampel secara tidak acak yang diperoleh dengan

menggunakan pertimbangan tertentu. Dalam penelitian ini perusahaan diseleksi

berdasarkan kriteria- kriteria sebagai berikut.


52

1) Perusahaan property dan real estate yang telah mempublikasikan

laporan keuangan tahunan 5 tahun berturut-turut, dari tahun 2012

sampai dengan tahun 2016.

2) Perusahaan property dan real estate yang telah mempublikasikan

laporan keuangan tahunan secara lengkap.

Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017 yaitu

48 perusahaan. Sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan kriteria-

kriteria di atas. Hasil pemilihan sampel yaitu sebagai berikut; perusahaan yang

telah mempublikasikan laporan keuangan tahunan 5 tahun berturut-turut dari

tahun 2012 sampai dengan tahun 2016 yaitu 40 perusahaan, dan yang sudah

mempublikasikan laporan keuangan tahunan secara lengkap yaitu 38 perusahaan.

Jadi sampel yang dapat digunakan yaitu 38 perusahaan property dan real estate

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

3.5 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yaitu teknik atau cara dalam memperoleh data

yang dibutuhkan dalam penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan

teknik dokumentasi, yaitu dengan melihat dokumen yang sudah tersedia (laporan

keuangan dan laporan auditor independen) di Bursa Efek Indonesia. Dalam

penelitian ini data diperoleh dari akses website Bursa Efek Indonesia

(www.idx.co.id). Penelitian juga dilakukan dengan menggunakan studi

kepustakaan yaitu dengan cara membaca, mempelajari literatur dan publikasi yang

berhubungan dengan penelitian.


53

Data adalah sekumpulan informasi yang diperlukan untuk pengambilan

keputusan. Jenis data dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Data kualitatif adalah data yang tidak dapat diukur dalam skala

numerik.

b. Data kuantitatif adalah data yang dapat diukur dalam skala numerik

(Kuncoro, 2014:145).

Penelitian ini menganalisis data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk

angka diperoleh dari laporan keuangan berupa nilai aktiva, kewajiban, laba bersih,

dan perhitungan waktu audit.

Sumber data dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Data Primer

Data yang diperoleh dengan survei lapangan yang menggunkan semua

metode pengumpulan data original.

b. Data Sekunder

Data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan

dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data (Kuncoro,

2014:148).

Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber

dari dokumentasi perusahaan, yaitu laporan keuangan tahunan atau annual report

perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) .
54

3.6 Metode Analisis

Analisis data berisi pengujian data perusahaan property dan real estate

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Analisis data yang digunakan dalam

penelitian ini yaitu Uji Regresi Linear Berganda. Uji Regresi Linear Berganda

yaitu adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X)

dengan variabel dependen (Y). Pengujian regresi linear berganda di awali dengan

uji asumsi klasik.

3.6.1 Uji Asumsi Klasik

Pengujian regresi dapat dilakukan setelah model dari penelitian ini

memenuhi syarat uji asumsi klasik. Dengan adanya pengujian ini diharapkan agar

model regresi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu,

perlu dilakukan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji

multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi sebelum melakukan

uji regresi dan uji hipotesis. Berikut ini penjelasan uji asumsi klasik yang akan

digunakan dalam penelitian ini.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data pada persamaan

regresi yang dihasilkan berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal.

(Ghozali, 2016:154). Model regresi yang baik adalah data normal atau mendekati

normal. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau

tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Pada penelitian ini, akan
55

dilakukan pengamatan terhadap nilai residual dan juga distribusi variabel-variabel

yang akan diteliti.

Uji normalitas yang digunakan adalah uji Kolmogorov-Smirnov. Menurut

Imam Ghozali (2016:154) dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan

berdasarkan probabilitas (Asymtotic Significance), yaitu:

a. Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah normal.

b. Jika probabilitas < 0,05 maka populasi tdak berdistribusi secara normal.

b. Uji Multikolonieritas

Uji mulikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen), model regresi yang

baik tidak terjadi korelasi di antara variabel independen, jika variabel independen

saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal

adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen

sama dengan nol (Ghozali, 2016:103).

Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model

regresi adalah dengan cara melihat nilai tolerance dan nilai variace inflation

factor (VIF).

1) Jika nilai Tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan

bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independen dalam

suatu model regresi.

2) Jika nilai Tolerance < 0,1 dan nilai VIF > 10, maka dapat disimpulkan

bahwa terjadi multikolinearitas antar variabel independen dalam suatu

model regresi.
56

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan

lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut

heteroskedastisitas (Ghozali, 2016:134). Model regresi yang baik adalah apabila

terdapat kesamaan atau tidak terjadi heteroskedastisitas.

Dalam penelitian ini, uji heteroskedastisitas menggunakan uji glejser.

Pengujian ini dilakukan dengan meregresi nilai absolut residual terhadap variabel

independen. Uji ini terlihat dari probabilitas signifikansinya di atas tingkat

kepercayaan 5% atau nilai signifikansi variabel independen > 0,05 sehingga

disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi

linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan

pengganggu periode t-1 (sebelumnnya) (Ghozali, 2016:107). Model regresi yang

baik adalah yang tidak terjadi autokorelasi. Autokorelasi dalam suatu linear dapat

mengganggu suatu model karena akan menyebabkan kebiasan pada kesimpulan

yang diambil. Autokorelasi sering ditemukan pada data runtut waktu (time series)

karena gangguan pada seorang individu atau kelompok cenderung menpengaruhi

gangguan pada individu atau kelompok yang sama pada periode berikutnya.

Dalam penelitian ini, uji autokorelasi menggunakan uji Durbin Watson

(DW-Test), dimana dalam pengambilan keputusan melihat berapa jumlah sampel


57

yang diteliti yang kemudian dilihat angka ketentuannya pada tabel Durbin

Watson. Nilai Durbin Watson (DW) harus dihitung terlebih dahulu, kemudian

dibandingkan dengan nilai batas atas (dU) dan nilai batas bawah (dL) untuk

berbagai nilai n (jumlah sampel) dan k (jumlah variabel bebas) yang ada di dalam

table Durbin Watson dengan ketentuan sebagai berikut:

1) DW < dL, terdapat autokorelasi positif (+)

2) dL < DW < dU, tidak dapat disimpulkan

3) dU < DW < 4-dU, tidak terjadi autokorelasi

4) 4-dU < DW < 4-dL, tidak dapat disimpulkan

5) dW < 4-dL, terdapat autokorelasi negatif (-)

3.6.2 Uji Regresi Linear Berganda

Menurut Sugiyono (2016) Analisis regresi linier berganda digunakan

untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, jika

dua atau lebih variabel independen sebagai faktor yang dapat dinaikturunkan

nilainya. Analisis regresi linear berganda adalah untuk mengestimasikan besarnya

koefisien-koefisien yang dihasilkan oleh yang bersifat linear yang melibatkan dua

atau lebih variabel independen untuk digunakan sebagai alat prediksi besarnya

nilai variabel dependen.

Model regresi yang digunakan dapat dirumuskan dengan persamaan

sebagai berikut:

Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + e


58

Keterangan:
Y : Audit delay
X1 : Ukuran perusahaan
X2 : Profitabilitas
X3 : Solvabilitas
α : Konstanta
β : Koefisien regresi
e : Standart error

3.6.3 Koefisien Determinasi (R2)

Menurut Imam Ghozali (2016:98) Koefisien determinasi (R2) bertujuan

untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi

variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2

yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjalaskan variasi

variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-

variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk

memprediksi variasi variabel dependen. Apabila hanya terdapat satu variabel

independen maka R2 yang dipakai. Tetapi apabila terdapat dua atau lebih variabel

independen maka Adjusted R2 yang digunakan, setiap tambahan suatu variabel

bebas, maka R2 pasti meningkat, sedangkan nilai Adjusted R2 dapat naik atau

turun apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam suatu model. Bila

terdapat nilai adjusted R2 bernilai negatif, maka nilai adjusted R2 dianggap

bernilai nol.
59

3.6.4 Uji Hipotesis

a. Uji t (Uji Parsial)

Uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas secara

individual dalam menerangkan variabel terikat. Uji t digunakan untuk menguji

hipotesis secara parsial dari variabel bebasnya. Pengujian ini dilakukan dengan

cara membandingkan t-hitung dengan t-tabel. Dalam penelitian ini, hasil

perhitungan tersebut dilihat pada tabel t-tabel pada taraf signifikansi (α) 0,05. Jika

t-hitung lebih besar dibandingkan dengan t-tabel pada taraf signifikansi (α) 0,05,

maka variabel pengaruh memiliki pengaruh yang signifikan. Sebaliknya jika t-

hitung lebih kecil dibandingkan dengan t-tabel pada taraf signifikansi (α) 0,05,

maka variabel pengaruh tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Pengambilan

kesimpulan hipotesis diterima atau ditolak ditentukan dengan kriteria sebagai

berikut:

1) Tingkat sig. t < 0,05 maka hipotesis penelitian diterima, artinya secara

parsial variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.

2) Tingkat sig. t > 0,05 maka hipotesis penelitian ditolak, artinya secara

parsial variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel

dependen.

b. Uji F (Uji Simultan)

Menurut Ghozali (2016:96) Uji F disini bertujuan untuk mengetahui

apakah variabel bebas (independen) secara bersama–sama berpengaruh terhadap

variabel terikat (dependen). Pengujian dilakukan dengan membandingkan F-

hitung dengan F-tabel. Dalam penelitian ini, hasil perhitungan tersebut dilihat
60

pada tabel F-tabel pada taraf signifikansi (α) 0,05. Apabila F-hitung lebih besar

daripada F-tabel dengan signifikansi (α) 0,05 maka terdapat pengaruh yang

signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Sebaliknya,

apabila F-hitung lebih kecil daripada F-tabel dengan signifikansi (α) 0,05 maka

tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap

variabel dependen. Pengambilan kesimpulan hipotesis diterima atau ditolak

ditentukan dengan kriteria sebagai berikut:

1) Tingkat sig. F < 0,05 maka hipotesis diterima, artinya variabel

independen secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap

variabel dependen.

2) Tingkat sig. F > 0,05 maka hipotesis ditolak, artinya variabel

independen secara bersama-sama (simultan) tidak berpengaruh

terhadap variabel dependen.

3.7 Definisi Operasional Variabel

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel dependen yaitu audit

delay dan variabel independen yaitu ukuran perusahaan, profitabilitas, dan

solvabilitas. Berikut adalah definisi dan pengukuran masing-masing variabel

dalam penelitian ini.

3.7.1 Variabel Dependen (Y)

Dalam penelitian ini menggunakan variabel dependen audit delay. Audit

delay yaitu lamanya waktu penyelesaian audit yang diukur dari tanggal penutupan
61

tahun buku hingga tanggal ditandatanganinya laporan audit. Menurut Karang

(2015) Audit delay yaitu jangka waktu antara tanggal penutupan tahun buku sampai

dengan tanggal opini pada laporan auditor independen. Audit delay diukur dengan

menghitung berapa jarak antara penutupan tahun buku sampai dengan

ditandatanganinya laporan keuangan audit. Audt delay dapat dirumuskan sebagai

berikut:

Audit Delay = Tanggal Laporan Audit – Tanggal Laporan Keuangan

3.7.2 Variabel Independen (X)

Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Ukuran Perusahaan

Ukuran Perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar

kecilnya perusahaan menurut berbagai cara. Menurut Ristin (2016) ukuran

perusahaan dinilai dari ukuran nominalnya, misalnya melalui jumlah kekayaannya

(aset), jumlah penjualan yang dilakukan dalam satu periode penjualan, total nilai

buku kekayaan tetap perusahaan, dan jumlah tenaga kerja. Dalam penelitian ini

Ukuran Perusahaan adalah ukuran perusahaan yang diperiksa oleh KAP dan

dihitung dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan yang tercantum

pada laporan keuangan perusahaan akhir periode yang telah diaudit. Dalam

penelitian ini, pengukuran terhadap Ukuran Perusahaan diproksikan dengan nilai

logaritma natural dengan tujuan untuk menghaluskan besarnya angka. Ukuran

perusahaan dapat dirumuskan sebagai berikut:

Ukuran Perusahaan = Log Natural (Total aset)


62

b. Profitabilitas

Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba.

Menurut Ardianti (2013) Profitabilitas merupakan rasio yang menunjukkan

tingkat keefektivan dan menilai sejauh mana kinerja perusahaan dalam

menghasilkan keuntungan bagi investor. Profitabilitas diukur dengan rasio return

on asset (ROA) yang hitung berdasarkan laba bersih dibagi dengan total aktiva.

Menurut Kasmir (2016:201) ROA digunakan untuk menunjukkan kemampuan

perusahaan menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki.

Return On Asset (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam

menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan. Perusahaan dengan profitabilitas

yang tinggi diduga akan melaporkan laporan keuangan yang telah diaudit lebih

cepat dibandingkan dengan perusahaan dengan profitabilitas yang rendah

(Kurniawan, 2015). Profitabilitas dapat dirumuskan sebagai berikut:

Profitabilitas (ROA) = Laba bersih / Total aset x 100%

c. Solvabilitas

Menurut Fanny (2017) solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk

memenuhi semua kewajibannya baik kewajiban jangka pendek maupun jangka

panjangnya. Solvabilitas perusahaan dalam penelitian ini diukur dengan

membandingkan jumla aktiva (total asset) dengan jumlah utang (baik jangka

pendek dan jangka panjang). Angka perbandingan tersebut dinyatakan dalam total

debt to total asset rasio. Perhitungan Solvabilitas dirumuskan sebagai berikut:

Solvabilitas (TDTA) = Total utang/ Total aset x 100%


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini merupakan perusahaan property dan real estate

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan property dan real estate

adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang penyediaan, pengadaan, serta

pebangunan. Perusahaan property dan real estate dikenal sebagai usaha yang

berbentuk badan hukum yang bergerak dalam bidang pembangunan perumahan

dan pemukiman yang dilengkapi dengan fasilitas sosial, fasilitas umum, dan

prasarana lingkungan yang diperlukan oleh masyarakat penghuni lingkungan

permukiman dan sekitarnya.

Berikut adalah Perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017.

Tabel 4.1 Peusahaan Property dan Real Estate

No Kode Nama Perusahaan 2012 2013 2014 2015 2016 Sampel


1 ARMY Armidian Karyatama Tbk × × × × ×
2 APLN Agung Podomoro Land Tbk √
3 ASRI Alam Sutera Realty Tbk √
4 BAPA Bekasi Asri Pemula Tbk √
5 BCIP Bumi Citra Permai Tbk o
Bekasi Fajar Industrial Estate
6 BEST √
Tbk
7 BIKA Binakarya Jaya Abadi Tbk × × ×
Bhuawanatala Indah Permai
8 BIPP
Tbk

9 BKDP Bukit Darmo Property Tbk √

63
64

10 BKSL Sentul City Tbk √


11 BSDE Bumi Serpong Damai Tbk o
12 COWL Cowell Development Tbk √
13 CTRA Ciputra Development Tbk √
14 DART Duta Anggada Realty Tbk √
15 DILD Intiland Development Tbk √
16 DMAS Puradelta Lestari Tbk × × ×
17 DUTI Duta Pertiwi Tbk √
18 ELTY Bakrieland Development Tbk √
19 EMDE Megapolitan Development Tbk √
20 FORZ Forza Land Indonesia Tbk × × × × ×
21 FMII Fortune Mate Indonesia Tbk √
22 GAMA Gading Development Tbk √
Gowa Makassar Tourism
23 GMTD √
Development Tbk
24 GPRA Perdana Gapura Prima Tbk √
25 GWSA Greenwood Sejahtera Tbk √
26 JRPT Jaya Real Property Tbk √
27 KIJA Kawasan Industri Jababeka Tbk √
28 LCGP Laguna Cipta Griya Tbk × ×
29 LPCK Lippo Cikarang Tbk √
30 LPKR Lippo Karawaci Tbk √
31 MDLN Modernland Realty Ltd Tbk √
32 MKPI Metropolitan Kentjana Tbk √
33 MMLP Mega Manunggal Property Tbk × × ×
34 MTLA Metropolitan Land Tbk √
35 MTSM Metro Reality Tbk √
36 NIRO Nirvana Development Tbk √
37 OMRE Indonesia Prima Property Tbk √
38 PLIN Plaza Indonesia Reality Tbk √
65

39 PPRO PP Properti Tbk × × × ×


40 PUDP Pudjiati Prestige Tbk √
41 PWON Pakuwon Jati Tbk √
Ristia Bintang Mahkotasejati
42 RBMS
Tbk

43 RDTX Roda Vivatex Tbk √
44 RODA Pikko Land Development Tbk √
45 SCBD Danayasa Arthatama Tbk √
46 SMDM Suryamas Dutamakmur Tbk √
47 SMRA Summarecon Agung Tbk √
48 TARA Sitara Propertindo Tbk × ×
(Sumber: www.idx.co.id)
Keterangan :
× Tidak ada laporan keuangan tahunan
o Tidak melampirkan/ laporan keuangan tahunan tidak lengkap
√ Laporan keuangan tahunan lengkap

Berdasarkan hasil dokumentasi data penelitian, terdapat 48 perusahaaan

property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017.

Dari 48 perusahaan tersebut, 8 perusahaan yaitu Armidian Karyatama Tbk,

Binakarya Jaya Abadi Tbk, Puradelta Lestari Tbk, Forza Land Indonesia Tbk, Laguna

Cipta Griya Tbk, Mega Manunggal Property Tbk, PP Properti Tbk, dan Sitara

Propertindo Tbk tidak menyampaikan laporan keuangan tahunan selama 5 tahun

berturut-turut dari tahun 2012 sampai dengan 2016, dan 2 perusahaan yaitu Bumi

Citra Permai Tbk dan Bumi Serpong Damai Tbk tidak memiliki data laporan

keuangan tahunan yang dipublikasikan secara lengkap. Dengan demikian sampel

dalam penelitian ini menggunakan data dokumentasi dari 38 perusahaan property

dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).


66

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan analisis regresi linier berganda, data diuji terlebih

dahulu dengan uji asumsi klasik sebagai syarat melakukan pengujian. Uji asumsi

klasik yang digunakan yaitu Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas, Uji

Hetoroskadektisitas, dan Uji Autokorelasi. Berikut hasil uji asumsi klasik dalam

penelitian ini.

a. Uji Normaliatas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi variabel

dependen dan independen atau keduanya berdistribusi normal atau tidak. Model

regresi yang baik adalah yang berdistribusi nomal atau mendekati normal.

Pengujian normalitas dilakukan menggunakan analisa Kolmogorov-Smirnov

dengan dasar pengambilan keputusan jika nilai signifikansi > 0,05 maka data

tersebut berdistribusi normal. Dari hasil uji normalitas diperoleh hasil sebagai

berikut.

Tabel 4.2 Uji Normalitas Kolmogorov - Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual
N 38
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 15.36764279
Most Extreme Differences Absolute .124
Positive .124
Negative -.083
Test Statistic .124
Asymp. Sig. (2-tailed) .144c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
(Sumber: Data hasil olahan SPSS, 2018)
67

Berdasarkan hasil uji normalitas diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,144

(Asymp. Sig. (2-tailed)) dimana 0,144 > 0,05 maka dapat disimpulkan data

berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolineritas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas

(independen) saling berkorelasi atau tidak. Model regresi yang baik seharusnya

tidak terjadi korelasi antara variabel bebas. Multikolineritas dapat dideteksi

dengan menggunakan nilai tolerance dan nilai VIF (Variance Inflation Factor).

Data dikatakan tidak terdapat multikolineritas adalah apabila nilai tolerance > 0,1

dan nilai VIF < 10. Dari hasil uji multikolinerias diperoleh hasil untuk masing-

masing variabel sebagai berikut.

Tabel 4.3 Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Collinearity Statistics

Model Tolerance VIF


1 (Constant)

UKURAN PERUSAHAAN .962 1.040

PROFITABILITAS .991 1.010

SOLVABILITAS .953 1.049

a. Dependent Variable: AUDIT DELAY


(Sumber: Data hasil olahan SPSS, 2018)

Berdasarkan hasil uji multikolinearitas diperoleh Ukuran Perusahaan nilai

tolerance 0,962 > 0,1 dan nilai VIF 1,040 < 10, Profitabilitas nilai tolerance 0,962

> 0,1 dan nilai VIF 1,010 < 10, dan Solvabilitas nilai tolerance 0,953 > 0,1 dan

nilai VIF 1,049 < 10. Jadi dapat disimpukan bahwa tidak ada multikolineritas
68

antara variabel independen dalam model regresi karena semua variabel

independen memiliki nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10.

c. Uji Heterokedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah apabila terdapat kesamaan atau

tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi terjadi tidaknya

heteroskedastisitas pada model regresi digunakan uji glejser dengan dasar

pengambilan keputusan jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terdapat

heteroskedastisitas dalam model regresi. Dari hasil uji heteroskadektisitas

diperoleh hasil sebagai berikut.

Tabel 4.4 Uji Glejser

Coefficientsa

Model Sig.

1 (Constant) .392

UKURAN PERUSAHAAN .152

PROFITABILITAS .509

SOLVABILITAS .810

a. Dependent Variable: AUDIT DELAY (RES_2)


(Sumber: Data hasil olahan SPSS, 2018)

Berdasarkan hasil uji glesjer diperoleh Ukuran Perusahaan nilai

signifikansi 0,152 > 0,05, Profitabilitas nilai signifikansi 0,509 > 0,05, dan

Solvabilitas nilai signifikansi 0,810 > 0,05. Jadi dapat disimpukan bahwa tidak

terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi karena signifikansi (sig.)

semua variabel independen > 0,05.


69

d. Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi

linier ada korelasi antara periode sekarang dengan periode sebelumnya. Model

regresi yang baik adalah yang tidak terjadi autokorelasi. Dalam penelitian ini, uji

autokorelasi dilakukan dengan uji Durbun Watson (DW). Cara mendeteksi apakah

model yang digunakan mengalami gejala autokorelasi adalah dengan melihat nilai

DW dibandingkan dengan nilai dL dan dU. Table Durbin Watson untuk n=38 dan

k=4 diperoleh nilai batas bawah (dL) 1,261 dan nilai batas atas (dU) 1,722. Dari hasil

uji autokorelasi diperoleh hasil sebagai berikut.

Tabel 4.5 Uji Durbin Watson

Model Summaryb

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate Durbin-Watson
1 .267a .071 -.011 11.62486 2.046
a. Predictors: (Constant), SOLVABILITAS, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN
b. Dependent Variable: AUDIT DELAY (RES_2)
(Sumber: Data hasil olahan SPSS, 2018)

Berdasarkan hasil uji autokorelasi diperoleh nilai DW 2,046 maka nilai

1,261 < 2,046 < 2,739. Jadi dapat disimpukan bahwa tidak terjadi autokorelasi

karena dU < DW < 4-dU.

4.2.2 Uji Regresi Linear Berganda

Uji regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui bagaimana

pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas terhadap audit delay

pada perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Uji regresi linear berganda dapat dilakukan karena, data penelitian telah layak
70

digunakan dan telah memenuhi persyarat uji asumsi klasik. Dari hasil uji regresi

linear berganda diperoleh hasil sebagai berikut.

Tabel 4.6 Uji Regresi Linear Berganda

Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 57.883 29.733 1.947 .060
UKURAN PERUSAHAAN .937 1.024 .139 .915 .366
PROFITABILITAS -1.727 .548 -.472 -3.153 .003
SOLVABILITAS .169 .184 .140 .919 .365
a. Dependent Variable: AUDIT DELAY
(Sumber: Data hasil olahan SPSS, 2018)

Dari hasil uji regresi linear berganda dapat diperoleh persamaan regresi

linier berganda sebagai berikut.

Y = 57,883 + 0,937 X1 + (-1,727) X2 + 0,169 X3 + e

Keterangan:
Y : Audit delay
X1 : Ukuran perusahaan
X2 : Profitabilitas
X3 : Solvabilitas
α : Konstanta
β : Koefisien regresi
e : Standart error

Hasil persamaan regresi ini secara keseluruhan menunjukkan hasil

interpretasi sebagai berikut.

1. Konstanta (α) sebesar 57,883 menyatakan bahwa jika tidak terdapat nilai

ukuran perusahaan (X1), profitabilitas (X2), dan solvabilitas (X2) atau

sama dengan nol maka audit delay (Y) nilainya adalah 57,883.
71

2. Koefisien regresi (β1) untuk ukuran perusahaan sebesar 0,937 artinya jika

variabel lainnya tetap dan ukuran perusahaan mengalami kenaikan 1 (Log

Natural) maka audit delay akan mengalami pertambahan sebesar 0,937.

Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan searah antara ukuran

perusahaan dan audit delay, semakin tinggi ukuran perusahaan maka

jangka waktu audit delay semakin lama.

3. Koefisien regresi (β2) untuk profitabilitas sebesar -1,727 artinya jika

variabel lainnya tetap dan profitabilitas mengalami kenaikan 1% maka

audit delay akan mengalami penurunan sebesar 1,727 hari. Koefisien

bernilai negatif artinya terjadi hubungan berlawanan arah antara

profitabilitas dan audit delay, semakin tinggi profitabilitas maka jangka

waktu audit delay semakin cepat.

4. Koefisien regresi untuk solvabilitas (β3) sebesar 0,169 artinya jika variabel

lainnya tetap dan solvabilitas mengalami kenaikan 1% maka audit delay

akan mengalami kenaikan sebesar 0,169 hari. Koefisien bernilai positif

artinya terjadi hubungan satu arah antara solvabilitas dan audit delay,

semakin tinggi solvabilitas maka jangka waktu audit delay semakin lama.

4.2.3 Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) merupakan bagian dari uji regresi linear

berganda. Koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh

kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Semakin tinggi

nilai koefisien determinasi maka semakin tinggi kemapuan variabel independen


72

dalam menjalaskan variasi variabel dependen. Cara melihat seberapa besar

koefisien determinasi yaitu dengan melihat nilai Adjusted R2, karena dalam

penelitian ini digunakan tiga variabel independen. Dari hasil uji regresi linear

berganda diperoleh hasil sebagai berikut.

Tabel 4.7 Koefisien Determinasi

Model Summary
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate
1 .494a .244 .178 16.03130
a. Predictors: (Constant), SOLVABILITAS, PROFITABILITAS,
UKURAN PERUSAHAAN
(Sumber: Data hasil olahan SPSS, 2018)

Dari hasil uji regresi linear berganda, diperoleh koefisien determinasi

memiliki nilai adjusted 𝑅 2 yaitu sebesar 0,178. Jadi kemampuan variabel

independen yaitu ukuran perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas dalam

menjelaskan variasi dari variabel dependen yaitu audit delay sebesar 17,8%

sedangkan sisanya sebesar 82,2% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak

diikut sertakan dalam penelitian ini.

4.2.4 Uji Hipotesis

a. Uji t (Uji Parsial)

Uji t diilakukan untuk menguji signifikansi dari pengaruh masing-masing

variabel independen terhadap variabel dependen. Tingkat signifikansi dalam

penelitian ini yaitu 0,05 dengan pengujian dua arah (2-tailed) dan nilai t-tabel

untuk n=38 dan k=4 maka df=34 yaitu 2,032. Dari hasil uji regresi linear berganda

diperoleh hasil sebagai berikut.


73

Tabel 4.8 Uji t

Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 57.883 29.733 1.947 .060
UKURAN PERUSAHAAN .937 1.024 .139 .915 .366
PROFITABILITAS -1.727 .548 -.472 -3.153 .003
SOLVABILITAS .169 .184 .140 .919 .365
a. Dependent Variable: AUDIT DELAY
(Sumber: Data hasil olahan SPSS, 2018)

Berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial, maka diperoleh ukuran

perusahaan memiliki nilai t-hitung sebesar 0,915 < 2,032 dan nilai signifikansi

0,366 > 0,05, profitabilitas memiliki nilai t-hitung sebesar 3,153 > 2,032 dan nilai

signifikansi 0,003 < 0,05, dan solvabiliats memiliki nilai t-hitung sebesar 1,919 <

2,032 dan nilai signifikansi 0,365 > 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa ukuran

perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay maka H1 ditolak

karena t-hitung < t-tabel dan tingkat signifikansi > 0,05, profitabilitas berpengaruh

signifikan terhadap audit delay maka H2 diterima karena t-hitung > t-tabel dan

tingkat signifikansi < 0,05, dan solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap

audit delay maka H3 ditolak karena t-hitung < t-tabel dan tingkat signifikansi >

0,05.

b. Uji F (Uji Simultan)

Uji F diilakukan untuk menguji signifikansi dari pengaruh semua variabel

independen terhadap variabel dependen. Tingkat signifikansi dalam penelitian ini

yaitu 0,05 dengan pengujian dua arah (2-tailed) dan nilai F-tabel untuk n=38 dan

k=4 maka df=34 yaitu 2,620. Dari hasil uji regresi linear berganda diperoleh hasil

sebagai berikut.
74

Tabel 4.9 Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.


1 Regression 2824.510 3 941.503 3.663 .022b
Residual 8738.084 34 257.002
Total 11562.595 37
a. Dependent Variable: AUDIT DELAY
b. Predictors: (Constant), SOLVABILITAS, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN
(Sumber: Data hasil olahan SPSS, 2018)

Berdasarkan hasil analisis regresi secara simultan, maka diperoleh nilai F-

hitung sebesar 3,663 > 2,620 dan nilai signifikansi 0,022 < 0,05. Jadi dapat

disimpulkan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas

berpengaruh signifikan terhadap audit delay maka H4 diterima karena F-hitung >

F-tabel dan tingkat signifikansi < 0,05.

4.3 Pembahasan

a. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit Delay

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan diketahui bahwa ukuran

perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay, ukuran perusahaan

memiliki nilai t-hitung sebesar 0,915 < 2,032dan nilai signifikansi 0,366 > 0,05.

Dengan demikian H1 ditolak sesuai dengan hasil uji hipotesis parsial (uji t).

Ukuran perusahaan mempunyai hubungan searah atau positif terhadap audit

delay, dimana semakin besar ukuran perusahaan maka audit delay semakin

bertambah. Hasil penelitian ini dikhususkan pada objek penelitian perusahaan

property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012

sampai dengan 2016.


75

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh

Anggradewi (2014) dan Monica (2017) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan

tidak berpengaruh signifikan rerhadap audit delay. Sedangkan untuk arah

hubungan antara ukuran perusahaan dengan audit delay searah atau positif

didukung hasil penelitian sebelumnya oleh Karang (2015) dan Ristin (2016) yang

menyatakan adanya pengaruh positif antara ukuran perusahaan terhadap audit

delay.

Semakin besar ukuran perusahaan diperkirakan manjemen perusahaan

semakin baik. Pengaruh yang tidak signifikan dari ukuran perusahaan terhadap

audit delay, disebabkan adanya penggunaan sampel dalam penelitian ini yang

menggunakan keseluruhan perusahaan property dan real estate yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia sehingga memiliki kesamaan dalam hal pengawasan dari

pihak investor dan masyarakat umum, maka hal ini memungkinkan bahwa

perusahaan besar maupun kecil memiliki manajemen yang baik dan memiliki

kemampuan untuk menekan auditornya agar dapat menyelesaikan pekerjaan audit

secara tepat waktu. Perusahaan property dan real estate yang memiliki nilai aset

besar maupun kecil memiliki audit delay yang tidak berbeda jauh, ini menunjukan

setiap perusahaan mampu menyeimbangkan internal kontrol sehingga berdampak

terhadap waktu penyelesaian audit.

b. Pengaruh Profitabilitas terhadap Audit Delay

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan diketahui bahwa profitabilitas

berpengaruh signifikan terhadap audit delay, profitabilitas memiliki nilai t-hitung

sebesar 3,153 > 2,032 dan nilai signifikansi 0,003 < 0,05. Dengan demikian H2
76

diterima sesuai dengan hasil uji hipotesis parsial (uji t). Profitabilitas mempunyai

hubungan berlawanan arah atau negatif terhadap audit delay, dimana semakin

besar profitabilitas maka audit delay semakin berkurang. Hasil penelitian ini

dikhususkan pada objek penelitian perusahaan property dan real estate yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012 sampai dengan 2016.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh

Armansyah (2015) dan Amani (2017) menunjukkan bahwa profitabilitas

berpengaruh signifikan rerhadap audit delay. Sedangkan untuk arah hubungan

antara profitabilitas dengan audit delay berlawanan arah atau negatif didukung

hasil penelitian sebelumnya oleh Karang (2015) yang menyatakan adanya

pengaruh negatif antara ukuran perusahaan terhadap audit delay.

Perusahaan yang memiliki laba semakin besar memiliki kemampuan untuk

membayar audit fee yang lebih tinggi, sehingga perusahaan dapat menentukan

Kantor Akuntan Publik (KAP) yang dapat melakukan penyelesaian audit lebih

cepat. Selain itu perusahaan yang mengalami tingkat profitabilitas tinggi (good

news) cenderung mengharapkan penyelesaian audit secepat mungkin dan tidak

akan menunda penerbitan laporan keuangan mereka. Dengan demikian,

perusahaan yang memperoleh good news cenderung akan lebih cepat dalam

penyampaian laporan keuangan dibandingkan dengan perusahaan yang

memperoleh profitabilitas yang rendah ataupun mengalami kerugian.

c. Pengaruh Solvabilitas terhadap Audit Delay

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan diketahui bahwa solvabilitas

tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay, solvabiliats memiliki nilai t-


77

hitung sebesar 1,919 < 2,032 dan nilai signifikansi 0,365 > 0,05. Dengan

demikian H3 ditolak sesuai dengan hasil uji hipotesis parsial (uji t). Solvabilitas

mempunyai hubungan searah atau positif terhadap audit delay, dimana semakin

besar ukuran perusahaan maka audit delay semakin bertambah. Hasil penelitian

ini dikhususkan pada objek penelitian perusahaan property dan real estate yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012 sampai dengan 2016.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh

Anggradewi (2014) menunjukkan bahwa Solvabilitas/ tingkat leverage tidak

berpengaruh signifikan rerhadap audit delay. Sedangkan untuk arah hubungan

antara solvabilitas dengan audit delay searah atau positif didukung hasil penelitian

sebelumnya oleh Karang (2015) dan Apriyana (2017) yang menyatakan adanya

pengaruh positif antara solvabilitas terhadap audit delay.

Solvabilitas merupakan salah satu rasio untuk menunjukan kesehatan

keuangan perusahaan, namun bukan penentu apakah kinerja perusahaan dinilai

baik atau tidak, karena ketika perusahaan mampu memperoleh laba yang tinggi

perusahaan mampu untuk membayar hutangnya. Tingkat hutang perusahaan yang

tinggi cenderung membutuhkan waktu audit yang lama, namun apabila tidak

terjadi kesalahan atau kecurangan terhadap pencatatan hutang perusahaan, maka

tidak perlu dilakukan audit secara menyeluruh yang akan berdampak terhadap

audit delay. Perusahaan property dan real estate yang menjadi objek dalam

penelitian ini menurut hasil dokumentasi laporan audit, tidak terdapat

permasalahan dalam pencatatan hutang perusahaan, sehingga perusahaan yang


78

memiliki solvabilitas yang tinggi maupun rendah mempunyai audit delay yang

tidak berbeda jauh.

d. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Solvabilitas terhadap

Audit Delay

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan diketahui bahwa ukuran

perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap audit

delay dengan nilai F-hitung sebesar 3,663 > 2,620 dan nilai signifikansi 0,022 <

0,05. Dengan demikian H4 diterima sesuai dengan hasil uji hipotesis simultan (uji

F). Hasil penelitian ini dikhususkan pada objek penelitian perusahaan property

dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012 sampai

dengan 2016.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh

Apriyana (2017) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, dan

solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap audit delay.


BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh ukuran

perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas terhadap audit delay. Hasil penelitian

sebagai berikut.

1. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay

dengan nilai t-hitung sebesar 0,915 < 2,032 dan nilai signifikansi 0,366 >

0,05 serta mempunyai hubungan positif terhadap audit delay dengan nilai

koefisien regresi (β1) sebesar 0,915.

2. Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap audit delay dengan nilai t-

hitung sebesar 3,153 > 2,032 dan nilai signifikansi 0,003 < 0,05 serta

memiliki hubungan negatif terhadap audit delay dengan nilai koefisien

regresi (β2) sebesar -3,153.

3. Solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay dengan nilai

t-hitung sebesar 1,919 < 2,032 dan nilai signifikansi 0,365 > 0,05 serta

memiliki hubungan positif terhadap audit delay dengan nilai koefisien

regresi (β3) sebesar 0,919.

4. Ukuran perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas berpengaruh signifikan

terhadap audit delay dengan nilai F-hitung sebesar 3,663 > 2,620 dan nilai

signifikansi 0,022 < 0,05 serta memiliki nilai koefisien determinasi 0,178

(17,8%).

79
80

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diberikan beberapa saran sebagai

berikut.

1. Untuk perusahaan go public, harus mempublikasikan data laporan

keuangan tahunan setiap tahunnya dengan lengkap, agar data yang

diperoleh dapat memberikan gambaran kondisi perusahaan dengan tepat

sesuai dengan kebutuhan pemakai laporan keuangan. Perusahaan

diharapkan mampu bertanggung jawab dan menaati aturan yang sudah

ditetapkan.

2. Untuk investor, sebaiknya mencari tahu mengenai data keuangan

perusahaan sebaik-baiknya, dalam membuat pertimbangan atau prediksi

yang akurat untuk menetapkan keputusan investasi. Investor juga harus

lebih teliti dalam memperhatikan rasio-rasio keuangan yang

mencerminkan kinerja keuangan perusahaan di masa depan.

3. Untuk auditor, agar dapat melakukan pekerjaan lapangan dengan sebaik-

baiknya sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien

sehingga auditor dapat mengeluarkan laporan audit yang sesuai dengan

prosedur dan tepat waktu.

4. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan dapat meneliti lebih dalam tidak

hanya terbatas pada variabel yang telah diteliti dalam penelitian ini,

melainkan perlu adanya penambahan variabel lainnya serta diharapkan

dapat menggunakan cakupan objek penelitian yang lebih luas. Selain itu,

data penelitian harus lengkap sesuai dengan objek yang ditetapkan.


81

DAFTAR PUSTAKA

Amani, Fauziyah Althaf. 2016. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas,


Opini Audit, Dan Umur Perusahaan Terhadap Audit Delay. Jurnal
Nominal, Volume 5 Nomor 1. Yogyakarta.
Anggradewi, Annurrizky Muflisha. 2014. Analisis Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Audit Delay. Jurnal of Accounting Volume 3 Nomor 2
Tahun 2014. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Apriliane, Dwi Malinda. 2015. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit
Delay (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di
Bursa Efek Indonesia Tahun 2008 - 2013). Thesis, Fakultas Ekonomi.
Universitas Negeri Yogyakarta.
Apriyana, Nurahman. 2017. Pengaruh Profitabilitas, Solvabilitas, Ukuran
Perusahaan, dan Ukuran Kap Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan
Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode
2013-2015. Jurnal Nominal Vol. VI No. 2. Yogyakarta. Akuntansi
Universitas Negeri Yogyakarta.
Ardianti, Fanie. 2013. Analisis Faktor-FAktor yang Berpengaruh Terhadap Audit
Delay (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia). Skripsi. Semarang. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas
Diponegoro.
Arens, Alvin A., Elder, Randal J., Beasley Mark S. 2015. Auditing & Jasa
Assuransce. Jakarta: Erlangga
Arifa, Avina Noor. 2013. Pengembangan Model Audit Delay dengan Audit Report
Lag dan. Total Lag. Accounting Analysis Journal. Vol.2 Nomor 2. Hal.
172-181.
Armansyah, Fendi. 2015. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas dan
Opini Audit Terhadap Audit Delay”. Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol.4
No.10 (2015).
Ashton, R., Wilingham, J., & Elliot, R. 1987. An Empirical Analysis of Audit
Delay. Journal of Accounting Research, Vol. 25, No. 2, 275-292.
BAPEPAM-LK. 2011. Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau
Perusahaan Publik. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan Nomor: KEP-346/BL/2011.
BAPEPAM-LK. 2011. Penyampaian Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan
Publik. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan Nomor: KEP-431/BL/2012.
82

Che-Ahmad, A., & Abidin, S. 2008. Audit Delay of Listed Companies: A Case of
Malaysia. International Business Research, Vol. 1, No. 4, 32-39.
Dyer, J.C. and McHugh, A.L. 1975. The Timeliness of The Australian Annual
Report. Journal of Accouting Research. Auntum, pp204-219.
Fahmi, Irham. 2014. Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Fanny, Dimas Rijalul. 2017. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit
Delay Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia Tahun 2013-2015”. Skripsi. Universitas Lampung. Bandar
Lampung.
Ferry, M. G and Jones, W. H. 1979. Determinats Of Financial Structure A New
Methhodological Approach. The Journal of Financial Vol. XXXIV, No. 3.
Fiatmoko, Arizal Latif. 2015. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Ukuran Kap,
Laba/Rugi Operasi Dan Opini Audit Terhadap Audit Delay Pada
Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2010-2012’. Skripsi.
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS
23. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hanafi, Mamduh M, dan Abdul Halim. 2016. Analisis Laporan Keuangan. Edisi
Kelima. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Husein Umar. 2014. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Edisi-2.
Cetakan ke-13. Jakarta: Rajawali Pers.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba
Empat.
Jensen, Michael C. dan Meckling. William H. 1976. “Theory of The Firm:
Managerial Behavior, Agency Cost, and Ownership Structure”. Jurnal of
Financial Economics Vol. 3, No. 4, October pp. 305-360.
Karang, Ni Made Dwi Umidyathi. 2015. Pengaruh Faktor Internal Dan Eksternal
Pada Audit Delay (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Tesis. Program Pascasarjana
Universitas Udayana. Denpasar.
Kasmir. 2016. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kuncoro, Mudrajad. 2014. Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi. Penerbit.
Erlangga. Jakarta.
Kurniawan, Anthusian Indra. 2015. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi.
Audit Delay (Studi Empiris Pada Perusahaan Lq 45 Yang Terdaftar Di.
83

Bursa Efek Indonesia PeriodeTahun 2010 - 2013)”. Skripsi. Fakultas.


Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Lawrence, J, dan B. Bryan. 1998. Characteristics Associated with Audit Delay in
The Monitoring Of Low Income Housing Projects. Journal of Public
Budgeting, Accounting & Financial Management. 10(2): 173-191.
Monica, Fahlovie Veyori. 2017. Analisis Pengaruh Opini Auditor, Tingkat Laba/
Rugi, Ukuran Perusahaan, dan Tingkat Profitabilitas Terhadap Audit
Delay Pada Sektor Pertambangan yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia (Tahun 2011-2013). Skripsi. Bandar Lampung.
Mulyadi. 2014. Auditing Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.
Prameswari, Afina Survita dan Yustrianthe, Rahmawati Hanny. 2015. “Analisis
Faktor – Faktor Yang Memengaruhi. Audit Delay (Studi Empiris Pada
Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Jurnal
Akuntansi/ Volume XIX, Nomer 01. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI
Jakarta.
Ristin, Fika. 2016. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada
Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Makassar.
Setiawan, Heru. 2013. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Reputasi Auditor, Opini
Audit, Profitabilitas, Solvabilitas Terhadap Audit Delay pada Perusahaan
Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Jakarta.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah.
Spence, Michael. 1973. Job Market Signaling. The Quarterly Journal of
Economics, 87, (3) (Aug., 1973), pp. 355-374. The MIT Press.
Sugiyono. 2016. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: CV Alfabeta.
Sumarsan, Thomas. 2013. Akuntansi Dasar dan Aplikasi dalam Bisnis Versi IFRS.
Jakarta: Indeks
Tyler, T. 1990. Why People Obey the Law. Yale University Press. New Haven and
London.
Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pasar Modal. Undang- Undang No 8
Tahun 1995. LN No. 64 Tahun 1995, TLN No. 3608.
Wardan, Lista dan Mushawir. 2016. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Audit Delay (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Sebagai
Anggota LQ45 Di BEI Periode 2010-2015)”. JRAMB Volume 2 No. 2.
Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, UMB. Yogyakarta.
LAMPIRAN

84
DATA UKURAN PERUSAHAAN (X1)
NO NAMA PERUSAHAAN KODE 2012 (LN) 2013 (LN) 2014 (LN) 2015 (LN) 2016 (LN)

1 Agung Podomoro Land Tbk APLN 23.44427454 23.7028641 23.88815667 23.92435135 23.97022183

2 Alam Sutera Realty Tbk ASRI 23.11627805 23.39244232 23.55202025 23.65231704 23.72826161

3 Bekasi Asri Pemula Tbk BAPA 25.79275573 25.89167515 25.89472447 25.89229196 25.912108

4 Bumi Citra Permai Tbk BCIP 26.55680468 26.79242429 27.10394744 27.23434848 27.39420672

5 Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk BEST 28.4577185 28.84304312 28.92656807 29.16386206 29.2807125

6 Bhuwanatala Indah Permai Tbk BIPP 25.90731442 27.05371126 27.14908129 27.91197779 28.1305967

7 Bukit Darmo Property Tbk BKDP 27.52560322 27.46317884 27.44371883 27.39676837 27.3890714

8 Sentul City Tbk BKSL 29.44816098 29.99805535 29.91300192 30.04209255 30.06107607

9 Bumi Serpong Damai Tbk BSDE 30.44982037 30.74773838 30.96802571 31.2151551 31.27626749

10 Cowell Development Tbk COWL 28.20675146 28.29623875 28.93458406 28.8953133 28.88179794

11 Ciputra Development Tbk CTRA 30.34062955 30.63248053 30.77876511 17.08350861 17.18529467

12 Duta Anggada Realty Tbk DART 22.18028923 22.28528707 22.35530122 22.47070122 22.52600771

13 Intiland Development Tbk DILD 29.43795672 29.64944731 29.82878821 29.96205489 30.10250981

14 Duta Pertiwi Tbk DUTI 29.51691659 29.64239746 29.71349693 29.82990112 29.90234439

15 Bakrieland Development Tbk ELTY 30.35465808 30.14071179 30.30559199 30.31810753 30.27462153

16 Megapolitan Developments Tbk EMDE 27.51041019 27.56758806 27.79570359 27.81003803 27.94117993

17 Fortune Mate Indonesia Tbk FMII 26.59569977 26.78700307 26.85328761 27.09316774 27.37166422

18 Gading Develompment Tbk GAMA 27.84104992 27.88611563 27.96039158 27.9211223 27.92731726


Gowa Makassar Tourism
19 GMTD 27.52632379 27.89940329 28.0525677 27.87317502 27.83736225
Development Tbk
20 Perdana Gapuraprima Tbk GPRA 27.90124006 27.91818796 28.04813567 28.08475217 28.0816629

21 Greenwood Sejahtera Tbk GWSA 28.36091158 28.34676202 28.4607347 29.54871957 29.57167075

22 Jaya Real Property Tbk JRPT 22.33235587 22.54185837 22.62302178 22.74852854 22.86149934

23 Kawasan Industri Jababeka Tbk KIJA 29.58798677 29.74186045 29.77170714 29.90733355 30.00439996

24 Lippo Cikarang Tbk LPCK 28.67200449 28.98017585 29.09191824 29.33153431 29.36323459

25 Lippo Karawaci Tbk LPKR 30.84465506 31.07465079 31.26230378 17.5370159 17.63549904

26 Modernland Realty Tbk MDLN 29.15531936 29.89775238 29.97732714 30.18382398 30.30793204

27 Metropolitan Kentjana Tbk MKPI 28.56837002 28.67440798 29.09339981 29.37313004 29.51993767

28 Metropolitan Land Tbk MTLA 21.42425873 21.76512581 21.90214165 22.00994497 22.09254864

29 Metro Reality Tbk MTSM 25.40984967 25.30955706 25.2485946 25.20256205 25.16169368

30 Nirvana Development Tbk NIRO 28.62797601 28.71452286 28.74195741 28.77480538 28.96391029

31 Indonesia Prima Property Tbk OMRE 27.37488429 27.43523754 27.42686946 28.94438889 29.0814594

32 Plaza Indonesia Realty Tbk PLIN 22.09704895 22.14076931 22.23727864 22.26465828 22.24639817

33 Pudjiati Prestige Tbk PUDP 26.61263907 26.62760768 26.71920613 26.82340388 26.9983454

34 Pakuwon Jati Tbk PWON 22.74690656 22.95309155 23.54290169 23.65595833 23.75214956

35 Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk RBMS 25.7524733 25.79215456 25.77273642 25.97698114 25.84418782

36 Roda Vivatex Tbk RDTX 27.8199088 28.0690663 28.12781339 28.25811322 28.37379325

37 Pikko Land Development Tbk RODA 28.52386102 28.64293352 28.75194549 28.80419733 28.86321504

38 Danayasa Arthatama Tbk SCBD 21.99271841 22.43714111 22.44051423 22.44001886 22.46623447

39 Suryamas Dutamakmur Tbk SMDM 21.69315981 21.80517759 21.8726633 28.77987686 28.7620971

40 Summarecon Agung Tbk SMRA 23.10985992 23.3376745 23.45629992 23.65490013 23.75871484


DATA PROFITABILITAS (X2)
NO NAMA PERUSAHAAN KODE 2012 (%) 2013 (%) 2014 (%) 2015 (%) 2016 (%)

1 Agung Podomoro Land Tbk APLN 5.5363948 4.726853653 4.153798853 4.55256812 3.737860694

2 Alam Sutera Realty Tbk ASRI 11.10949374 6.165591248 6.954204705 3.669105912 2.579242997

3 Bekasi Asri Pemula Tbk BAPA 2.821069746 2.861462952 3.999796205 0.685454812 1.014199054

4 Bumi Citra Permai Tbk BCIP 2.778683554 5.779847483 5.168910765 0.7962994 6.263536229

5 Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk BEST 20.57774026 22.16527911 10.71321123 4.576149305 6.460399112

6 Bhuwanatala Indah Permai Tbk BIPP -8.481903323 19.48449368 3.183164527 9.451969082 1.651945549

7 Bukit Darmo Property Tbk BKDP -6.488836028 -6.994615489 0.86770222 -3.567791292 -3.687230861

8 Sentul City Tbk BKSL 3.589823165 5.673278415 0.415751545 0.553330669 4.95115628

9 Bumi Serpong Damai Tbk BSDE 0.008825468 12.87270944 14.20473752 6.527595259 5.321024547

10 Cowell Development Tbk COWL 3.91779241 2.504580024 4.491563485 5.046966784 -0.671370259

11 Ciputra Development Tbk CTRA 5.653735796 7.026584578 7.705648054 6.627513194 4.026884744

12 Duta Anggada Realty Tbk DART 4.212006798 3.791594852 7.979796415 3.097039085 3.163005609

13 Intiland Development Tbk DILD 3.290280881 4.379324229 4.802031412 4.072909169 2.511394001

14 Duta Pertiwi Tbk DUTI 9.303763947 10.12709792 8.743946171 7.44266339 8.67345991

15 Bakrieland Development Tbk ELTY -7.233609818 -1.888036767 3.272513511 -4.930056178 -3.891313709

16 Megapolitan Developments Tbk EMDE 0.470768497 3.62292357 3.818727747 5.122590319 4.801127775

17 Fortune Mate Indonesia Tbk FMII 0.272952594 -1.850803268 0.527520979 27.31249875 35.89009267

18 Gading Develompment Tbk GAMA 0.553166592 1.590564374 3.401395592 0.372605521 0.089141584


Gowa Makassar Tourism
19 GMTD 7.147823738 7.022632289 7.872389965 9.301056319 7.070981659
Development Tbk
20 Perdana Gapuraprima Tbk GPRA 4.295473966 7.992476795 6.036010805 4.630574363 2.994660031

21 Greenwood Sejahtera Tbk GWSA 20.93231943 7.05676221 7.491089607 18.57182793 3.017960687

22 Jaya Real Property Tbk JRPT 8.561477793 8.863440759 10.68975103 11.47750773 11.99666198

23 Kawasan Industri Jababeka Tbk KIJA 5.369203349 1.26560286 4.633070939 3.402659407 3.973898728

24 Lippo Cikarang Tbk LPCK 14.37223973 15.32411622 19.58602516 16.7067705 9.548564531

25 Lippo Karawaci Tbk LPKR 5.319197749 5.087772444 8.302739829 2.478118308 2.691392272

26 Modernland Realty Tbk MDLN 5.672461149 25.41183634 6.807867157 6.800722186 3.448046351

27 Metropolitan Kentjana Tbk MKPI 14.21940068 12.87731048 10.13538639 15.58190574 18.13879783

28 Metropolitan Land Tbk MTLA 10.11508915 8.501287517 9.512277486 8.741698897 8.048621943

29 Metro Reality Tbk MTSM 3.837234493 -2.116507199 -1.18656098 -5.305756019 -2.794115975

30 Nirvana Development Tbk NIRO 0.929577363 0.243869126 -3.572406155 -1.342919733 -0.826393011

31 Indonesia Prima Property Tbk OMRE 5.156496362 -2.90498121 13.13034857 6.402265059 7.465331675

32 Plaza Indonesia Realty Tbk PLIN 5.942007922 0.807959593 7.882276987 5.987679961 15.82052603

33 Pudjiati Prestige Tbk PUDP 5.85249568 7.195043318 3.746123203 6.187655726 4.315000249

34 Pakuwon Jati Tbk PWON 10.13103555 12.22324741 15.4980676 7.458435317 8.611022459

35 Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk RBMS 1.258322081 -8.795122642 1.924620097 -1.613189672 -4.008095246

36 Roda Vivatex Tbk RDTX 10.33342435 12.79170484 14.15550385 13.81595412 12.37107207

37 Pikko Land Development Tbk RODA 2.899195162 13.69779824 16.87125689 14.83929661 1.783515819

38 Danayasa Arthatama Tbk SCBD 1.951907166 31.61060379 2.361980419 2.862812616 5.878248109

39 Suryamas Dutamakmur Tbk SMDM 1.756086915 0.897233481 1.395294519 2.385096172 0.65924305

40 Summarecon Agung Tbk SMRA 7.282620487 8.023114945 9.021871967 5.67259343 2.907455858


DATA SOLVABILITAS (X3)
NO NAMA PERUSAHAAN KODE 2012 (%) 2013 (%) 2014 (%) 2015 (%) 2016 (%)

1 Agung Podomoro Land Tbk APLN 31.28286481 63.35001653 64.27075978 63.05792466 61.22129439

2 Alam Sutera Realty Tbk ASRI 56.77238837 63.04578471 62.3549055 64.71162217 64.39216017

3 Bekasi Asri Pemula Tbk BAPA 45.01703896 47.33444447 43.49499818 42.56908931 40.18757701

4 Bumi Citra Permai Tbk BCIP 43.60323057 49.63898389 57.61222669 62.06925704 61.3040229

5 Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk BEST 22.5591193 26.29110443 21.99544713 34.31336491 34.85892968

6 Bhuwanatala Indah Permai Tbk BIPP 52.54129291 22.61619206 26.68516344 18.68105323 26.95365745

7 Bukit Darmo Property Tbk BKDP 27.79701855 30.14075367 27.90027579 27.60551342 30.46141967

8 Sentul City Tbk BKSL 21.73826905 35.49570861 36.59875246 41.23649754 36.96690057

9 Bumi Serpong Damai Tbk BSDE 37.14936074 40.56705876 34.33939822 38.65804398 36.40244435

10 Cowell Development Tbk COWL 36.24289028 39.19592622 63.39373815 66.83771359 65.64238051

11 Ciputra Development Tbk CTRA 43.54973154 51.45127749 50.94645672 50.301378 50.81933115

12 Duta Anggada Realty Tbk DART 33.90146746 38.62412352 36.51437807 40.27028725 40.2704471

13 Intiland Development Tbk DILD 35.14286367 45.57814903 50.35842168 53.62982688 57.28503022

14 Duta Pertiwi Tbk DUTI 21.79131673 19.11455252 22.13141338 24.22489907 19.59618323

15 Bakrieland Development Tbk ELTY 39.85012449 41.75009315 47.51180803 54.57004018 54.50127267

16 Megapolitan Developments Tbk EMDE 40.88997517 40.55202839 48.85876718 44.82345228 49.54744915

17 Fortune Mate Indonesia Tbk FMII 29.6456856 34.09037641 37.7899999 23.75515218 12.81037696

18 Gading Develompment Tbk GAMA 16.73090633 19.07996526 21.47119188 17.9566779 18.38078917


Gowa Makassar Tourism
19 GMTD 74.02218045 69.15358607 56.28553245 56.49438514 48.03342526
Development Tbk
20 Perdana Gapuraprima Tbk GPRA 46.34287319 39.90020498 41.35612337 39.82682834 35.62942297

21 Greenwood Sejahtera Tbk GWSA 20.45668882 12.26642313 14.01028022 7.88111811 6.87155854

22 Jaya Real Property Tbk JRPT 55.55596384 56.456757 52.09746609 45.35661506 42.17177752

23 Kawasan Industri Jababeka Tbk KIJA 43.83295443 49.29197973 45.18885152 48.89733798 47.4687754

24 Lippo Cikarang Tbk LPCK 56.62186053 52.80208699 38.01465112 33.659727 24.94999885

25 Lippo Karawaci Tbk LPKR 53.87844307 54.70476313 53.26833 54.22613226 51.59351713

26 Modernland Realty Tbk MDLN 51.52324364 51.53616209 48.96953398 52.8347509 54.64040658

27 Metropolitan Kentjana Tbk MKPI 33.0439844 32.41163206 49.9145753 50.4464626 43.8174311

28 Metropolitan Land Tbk MTLA 22.91617653 37.73980723 37.33272351 38.87395535 36.36658862

29 Metro Reality Tbk MTSM 18.55734278 15.8542948 11.75154019 12.57471735 11.68006068

30 Nirvana Development Tbk NIRO 32.10876116 37.38460107 42.70179825 12.56247601 21.57976816

31 Indonesia Prima Property Tbk OMRE 29.95130336 34.53789942 20.85745996 7.574902688 3.445768535

32 Plaza Indonesia Realty Tbk PLIN 43.490294 47.66527356 47.91712832 48.47949 50.17529431

33 Pudjiati Prestige Tbk PUDP 29.55560119 24.39248046 28.24843675 30.4459867 37.9614132

34 Pakuwon Jati Tbk PWON 58.56978379 55.87867708 50.6099938 49.64855515 46.69817986

35 Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk RBMS 7.15758842 19.59991275 15.24445086 9.440799282 3.352966703

36 Roda Vivatex Tbk RDTX 21.08836149 25.96776777 17.74731042 15.09453629 13.00298172

37 Pikko Land Development Tbk RODA 43.89139069 37.43343381 31.40564652 22.4075965 19.32069082

38 Danayasa Arthatama Tbk SCBD 25.35481506 22.61547646 29.11060461 32.1062512 27.86666139

39 Suryamas Dutamakmur Tbk SMDM 19.83928636 27.32349771 30.05602866 22.26757472 20.10728291

40 Summarecon Agung Tbk SMRA 64.92033643 65.90072468 61.034854 59.85902156 60.76198915


DATA AUDIT DELAY (Y)
NO NAMA PERUSAHAAN KODE 2012 (HARI) 2013 (HARI) 2014 (HARI) 2015 (HARI) 2016 (HARI)

1 Agung Podomoro Land Tbk APLN 78 84 84 88 116

2 Alam Sutera Realty Tbk ASRI 70 80 65 89 86

3 Bekasi Asri Pemula Tbk BAPA 51 83 82 60 79

4 Bumi Citra Permai Tbk BCIP 87 87 86 89

5 Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk BEST 77 85 79 84 81

6 Bhuwanatala Indah Permai Tbk BIPP 60 62 68 81 79

7 Bukit Darmo Property Tbk BKDP 84 84 82 88 86

8 Sentul City Tbk BKSL 84 74 78 84 75

9 Bumi Serpong Damai Tbk BSDE 45 40 43 48

10 Cowell Development Tbk COWL 74 83 79 77 76

11 Ciputra Development Tbk CTRA 77 83 82 84 88

12 Duta Anggada Realty Tbk DART 74 84 79 89 86

13 Intiland Development Tbk DILD 84 83 86 90 86

14 Duta Pertiwi Tbk DUTI 44 45 40 43 48

15 Bakrieland Development Tbk ELTY 152 153 118 244 163

16 Megapolitan Developments Tbk EMDE 84 84 86 88 82

17 Fortune Mate Indonesia Tbk FMII 84 79 82 83 86

18 Gading Develompment Tbk GAMA 79 86 85 88 88


Gowa Makassar Tourism
19 GMTD 81 76 58 50 48
Development Tbk
20 Perdana Gapuraprima Tbk GPRA 81 80 99 88 86

21 Greenwood Sejahtera Tbk GWSA 73 60 79 89 89

22 Jaya Real Property Tbk JRPT 67 73 72 60 88

23 Kawasan Industri Jababeka Tbk KIJA 86 86 86 88 86

24 Lippo Cikarang Tbk LPCK 81 78 56 49 53

25 Lippo Karawaci Tbk LPKR 84 79 62 57 58

26 Modernland Realty Tbk MDLN 70 79 79 78 61

27 Metropolitan Kentjana Tbk MKPI 81 30 37 48 48

28 Metropolitan Land Tbk MTLA 84 84 84 83 83

29 Metro Reality Tbk MTSM 86 86 89 90 86

30 Nirvana Development Tbk NIRO 86 86 89 91 86

31 Indonesia Prima Property Tbk OMRE 84 79 86 83 86

32 Plaza Indonesia Realty Tbk PLIN 87 56 58 57 59

33 Pudjiati Prestige Tbk PUDP 77 77 75 75 74

34 Pakuwon Jati Tbk PWON 85 77 79 84 83

35 Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk RBMS 79 84 37 77 75

36 Roda Vivatex Tbk RDTX 94 72 71 75 86

37 Pikko Land Development Tbk RODA 77 76 78 78 76

38 Danayasa Arthatama Tbk SCBD 67 77 70 84 75

39 Suryamas Dutamakmur Tbk SMDM 86 83 76 77 54

40 Summarecon Agung Tbk SMRA 74 74 82 83 83


OUTPUT SPSS 23

UJI NORMALITAS
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 38
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 15.36764279
Most Extreme Differences Absolute .124
Positive .124
Negative -.083
Test Statistic .124
Asymp. Sig. (2-tailed) .144c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.

UJI MULTIKOLONEARITAS
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) 57.883 29.733 1.947 .060
UKURAN
.937 1.024 .139 .915 .366 .962 1.040
PERUSAHAAN
PROFITABILITAS -1.727 .548 -.472 -3.153 .003 .991 1.010
SOLVABILITAS .169 .184 .140 .919 .365 .953 1.049
a. Dependent Variable: AUDIT DELAY

UJI HETEROSKEDASKISITAS
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) -18.711 21.560 -.868 .392
UKURAN PERUSAHAAN 1.087 .742 .247 1.465 .152
PROFITABILITAS -.265 .397 -.111 -.667 .509
SOLVABILITAS .032 .134 .041 .242 .810
a. Dependent Variable: AUDIT DELAY (RES_2)

UJI AUTOKORELASI
Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate Durbin-Watson
1 .267a .071 -.011 11.62486 2.046
a. Predictors: (Constant), SOLVABILITAS, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN
b. Dependent Variable: AUDIT DELAY (RES_2)
UJI REGRESI LINEAR BERGANDA

UJI KOEFISIEN DETERMINASI


Model Summary
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate
1 .494a .244 .178 16.03130
a. Predictors: (Constant), SOLVABILITAS, PROFITABILITAS,
UKURAN PERUSAHAAN

UJI PARSIAL
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 57.883 29.733 1.947 .060
UKURAN PERUSAHAAN .937 1.024 .139 .915 .366
PROFITABILITAS -1.727 .548 -.472 -3.153 .003
SOLVABILITAS .169 .184 .140 .919 .365
a. Dependent Variable: AUDIT DELAY

UJI SIMULTAN
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 2824.510 3 941.503 3.663 .022b
Residual 8738.084 34 257.002
Total 11562.595 37
a. Dependent Variable: AUDIT DELAY
b. Predictors: (Constant), SOLVABILITAS, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN
TABEL DW (DURBIN-WATSON)
n k=1 k=2 k=3 k=4 k=5
dL dU dL dU dL dU dL dU dL dU
10 0.8791 1.3197 0.6972 1.6413 0.5253 2.0163 0.3760 2.4137 0.2427 2.8217
11 0.9273 1.3241 0.7580 1.6044 0.5948 1.9280 0.4441 2.2833 0.3155 2.6446
12 0.9708 1.3314 0.8122 1.5794 0.6577 1.8640 0.5120 2.1766 0.3796 2.5061
13 1.0097 1.3404 0.8612 1.5621 0.7147 1.8159 0.5745 2.0943 0.4445 2.3897
14 1.0450 1.3503 0.9054 1.5507 0.7667 1.7788 0.6321 2.0296 0.5052 2.2959
15 1.0770 1.3605 0.9455 1.5432 0.8140 1.7501 0.6852 1.9774 0.5620 2.2198
16 1.1062 1.3709 0.9820 1.5386 0.8572 1.7277 0.7340 1.9351 0.6150 2.1567
17 1.1330 1.3812 1.0154 1.5361 0.8968 1.7101 0.7790 1.9005 0.6641 2.1041
18 1.1576 1.3913 1.0461 1.5353 0.9331 1.6961 0.8204 1.8719 0.7098 2.0600
19 1.1804 1.4012 1.0743 1.5355 0.9666 1.6851 0.8588 1.8482 0.7523 2.0226
20 1.2015 1.4107 1.1004 1.5367 0.9976 1.6763 0.8943 1.8283 0.7918 1.9908
21 1.2212 1.4200 1.1246 1.5385 1.0262 1.6694 0.9272 1.8116 0.8286 1.9635
22 1.2395 1.4289 1.1471 1.5408 1.0529 1.6640 0.9578 1.7974 0.8629 1.9400
23 1.2567 1.4375 1.1682 1.5435 1.0778 1.6597 0.9864 1.7855 0.8949 1.9196
24 1.2728 1.4458 1.1878 1.5464 1.1010 1.6565 1.0131 1.7753 0.9249 1.9018
25 1.2879 1.4537 1.2063 1.5495 1.1228 1.6540 1.0381 1.7666 0.9530 1.8863
26 1.3022 1.4614 1.2236 1.5528 1.1432 1.6523 1.0616 1.7591 0.9794 1.8727
27 1.3157 1.4688 1.2399 1.5562 1.1624 1.6510 1.0836 1.7527 1.0042 1.8608
28 1.3284 1.4759 1.2553 1.5596 1.1805 1.6503 1.1044 1.7473 1.0276 1.8502
29 1.3405 1.4828 1.2699 1.5631 1.1976 1.6499 1.1241 1.7426 1.0497 1.8409
30 1.3520 1.4894 1.2837 1.5666 1.2138 1.6498 1.1426 1.7386 1.0706 1.8326
31 1.3630 1.4957 1.2969 1.5701 1.2292 1.6500 1.1602 1.7352 1.0904 1.8252
32 1.3734 1.5019 1.3093 1.5736 1.2437 1.6505 1.1769 1.7323 1.1092 1.8187
33 1.3834 1.5078 1.3212 1.5770 1.2576 1.6511 1.1927 1.7298 1.1270 1.8128
34 1.3929 1.5136 1.3325 1.5805 1.2707 1.6519 1.2078 1.7277 1.1439 1.8076
35 1.4019 1.5191 1.3433 1.5838 1.2833 1.6528 1.2221 1.7259 1.1601 1.8029
36 1.4107 1.5245 1.3537 1.5872 1.2953 1.6539 1.2358 1.7245 1.1755 1.7987
37 1.4190 1.5297 1.3635 1.5904 1.3068 1.6550 1.2489 1.7233 1.1901 1.7950
38 1.4270 1.5348 1.3730 1.5937 1.3177 1.6563 1.2614 1.7223 1.2042 1.7916
39 1.4347 1.5396 1.3821 1.5969 1.3283 1.6575 1.2734 1.7215 1.2176 1.7886
40 1.4421 1.5444 1.3908 1.6000 1.3384 1.6589 1.2848 1.7209 1.2305 1.7859
41 1.4493 1.5490 1.3992 1.6031 1.3480 1.6603 1.2958 1.7205 1.2428 1.7835
42 1.4562 1.5534 1.4073 1.6061 1.3573 1.6617 1.3064 1.7202 1.2546 1.7814
43 1.4628 1.5577 1.4151 1.6091 1.3663 1.6632 1.3166 1.7200 1.2660 1.7794
44 1.4692 1.5619 1.4226 1.6120 1.3749 1.6647 1.3263 1.7200 1.2769 1.7777
45 1.4754 1.5660 1.4298 1.6148 1.3832 1.6662 1.3357 1.7200 1.2874 1.7762
46 1.4814 1.5700 1.4368 1.6176 1.3912 1.6677 1.3448 1.7201 1.2976 1.7748
47 1.4872 1.5739 1.4435 1.6204 1.3989 1.6692 1.3535 1.7203 1.3073 1.7736
48 1.4928 1.5776 1.4500 1.6231 1.4064 1.6708 1.3619 1.7206 1.3167 1.7725
49 1.4982 1.5813 1.4564 1.6257 1.4136 1.6723 1.3701 1.7210 1.3258 1.7716
50 1.5035 1.5849 1.4625 1.6283 1.4206 1.6739 1.3779 1.7214 1.3346 1.7708
51 1.5086 1.5884 1.4684 1.6309 1.4273 1.6754 1.3855 1.7218 1.3431 1.7701
52 1.5135 1.5917 1.4741 1.6334 1.4339 1.6769 1.3929 1.7223 1.3512 1.7694
53 1.5183 1.5951 1.4797 1.6359 1.4402 1.6785 1.4000 1.7228 1.3592 1.7689
54 1.5230 1.5983 1.4851 1.6383 1.4464 1.6800 1.4069 1.7234 1.3669 1.7684
55 1.5276 1.6014 1.4903 1.6406 1.4523 1.6815 1.4136 1.7240 1.3743 1.7681
56 1.5320 1.6045 1.4954 1.6430 1.4581 1.6830 1.4201 1.7246 1.3815 1.7678
57 1.5363 1.6075 1.5004 1.6452 1.4637 1.6845 1.4264 1.7253 1.3885 1.7675
58 1.5405 1.6105 1.5052 1.6475 1.4692 1.6860 1.4325 1.7259 1.3953 1.7673
59 1.5446 1.6134 1.5099 1.6497 1.4745 1.6875 1.4385 1.7266 1.4019 1.7672
60 1.5485 1.6162 1.5144 1.6518 1.4797 1.6889 1.4443 1.7274 1.4083 1.7671
61 1.5524 1.6189 1.5189 1.6540 1.4847 1.6904 1.4499 1.7281 1.4146 1.7671
62 1.5562 1.6216 1.5232 1.6561 1.4896 1.6918 1.4554 1.7288 1.4206 1.7671
63 1.5599 1.6243 1.5274 1.6581 1.4943 1.6932 1.4607 1.7296 1.4265 1.7671
64 1.5635 1.6268 1.5315 1.6601 1.4990 1.6946 1.4659 1.7303 1.4322 1.7672
65 1.5670 1.6294 1.5355 1.6621 1.5035 1.6960 1.4709 1.7311 1.4378 1.7673
66 1.5704 1.6318 1.5395 1.6640 1.5079 1.6974 1.4758 1.7319 1.4433 1.7675
67 1.5738 1.6343 1.5433 1.6660 1.5122 1.6988 1.4806 1.7327 1.4486 1.7676
68 1.5771 1.6367 1.5470 1.6678 1.5164 1.7001 1.4853 1.7335 1.4537 1.7678
TABEL t (PARSIAL)
df 0.50 0.20 0.10 0.05 0.02 0.01 0.002
1 1.00000 3.07768 6.31375 12.70620 31.82052 63.65674 318.30884
2 0.81650 1.88562 2.91999 4.30265 6.96456 9.92484 22.32712
3 0.76489 1.63774 2.35336 3.18245 4.54070 5.84091 10.21453
4 0.74070 1.53321 2.13185 2.77645 3.74695 4.60409 7.17318
5 0.72669 1.47588 2.01505 2.57058 3.36493 4.03214 5.89343
6 0.71756 1.43976 1.94318 2.44691 3.14267 3.70743 5.20763
7 0.71114 1.41492 1.89458 2.36462 2.99795 3.49948 4.78529
8 0.70639 1.39682 1.85955 2.30600 2.89646 3.35539 4.50079
9 0.70272 1.38303 1.83311 2.26216 2.82144 3.24984 4.29681
10 0.69981 1.37218 1.81246 2.22814 2.76377 3.16927 4.14370
11 0.69745 1.36343 1.79588 2.20099 2.71808 3.10581 4.02470
12 0.69548 1.35622 1.78229 2.17881 2.68100 3.05454 3.92963
13 0.69383 1.35017 1.77093 2.16037 2.65031 3.01228 3.85198
14 0.69242 1.34503 1.76131 2.14479 2.62449 2.97684 3.78739
15 0.69120 1.34061 1.75305 2.13145 2.60248 2.94671 3.73283
16 0.69013 1.33676 1.74588 2.11991 2.58349 2.92078 3.68615
17 0.68920 1.33338 1.73961 2.10982 2.56693 2.89823 3.64577
18 0.68836 1.33039 1.73406 2.10092 2.55238 2.87844 3.61048
19 0.68762 1.32773 1.72913 2.09302 2.53948 2.86093 3.57940
20 0.68695 1.32534 1.72472 2.08596 2.52798 2.84534 3.55181
21 0.68635 1.32319 1.72074 2.07961 2.51765 2.83136 3.52715
22 0.68581 1.32124 1.71714 2.07387 2.50832 2.81876 3.50499
23 0.68531 1.31946 1.71387 2.06866 2.49987 2.80734 3.48496
24 0.68485 1.31784 1.71088 2.06390 2.49216 2.79694 3.46678
25 0.68443 1.31635 1.70814 2.05954 2.48511 2.78744 3.45019
26 0.68404 1.31497 1.70562 2.05553 2.47863 2.77871 3.43500
27 0.68368 1.31370 1.70329 2.05183 2.47266 2.77068 3.42103
28 0.68335 1.31253 1.70113 2.04841 2.46714 2.76326 3.40816
29 0.68304 1.31143 1.69913 2.04523 2.46202 2.75639 3.39624
30 0.68276 1.31042 1.69726 2.04227 2.45726 2.75000 3.38518
31 0.68249 1.30946 1.69552 2.03951 2.45282 2.74404 3.37490
32 0.68223 1.30857 1.69389 2.03693 2.44868 2.73848 3.36531
33 0.68200 1.30774 1.69236 2.03452 2.44479 2.73328 3.35634
34 0.68177 1.30695 1.69092 2.03224 2.44115 2.72839 3.34793
35 0.68156 1.30621 1.68957 2.03011 2.43772 2.72381 3.34005
36 0.68137 1.30551 1.68830 2.02809 2.43449 2.71948 3.33262
37 0.68118 1.30485 1.68709 2.02619 2.43145 2.71541 3.32563
38 0.68100 1.30423 1.68595 2.02439 2.42857 2.71156 3.31903
39 0.68083 1.30364 1.68488 2.02269 2.42584 2.70791 3.31279
40 0.68067 1.30308 1.68385 2.02108 2.42326 2.70446 3.30688
41 0.68052 1.30254 1.68288 2.01954 2.42080 2.70118 3.30127
42 0.68038 1.30204 1.68195 2.01808 2.41847 2.69807 3.29595
43 0.68024 1.30155 1.68107 2.01669 2.41625 2.69510 3.29089
44 0.68011 1.30109 1.68023 2.01537 2.41413 2.69228 3.28607
45 0.67998 1.30065 1.67943 2.01410 2.41212 2.68959 3.28148
46 0.67986 1.30023 1.67866 2.01290 2.41019 2.68701 3.27710
47 0.67975 1.29982 1.67793 2.01174 2.40835 2.68456 3.27291
48 0.67964 1.29944 1.67722 2.01063 2.40658 2.68220 3.26891
49 0.67953 1.29907 1.67655 2.00958 2.40489 2.67995 3.26508
50 0.67943 1.29871 1.67591 2.00856 2.40327 2.67779 3.26141
TABEL F (SIMULTAN)
k
n
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 161 199 216 225 230 234 237 239 241 242 243 244 245 245 246
2 18.51 19.00 19.16 19.25 19.30 19.33 19.35 19.37 19.38 19.40 19.40 19.41 19.42 19.42 19.43
3 10.13 9.55 9.28 9.12 9.01 8.94 8.89 8.85 8.81 8.79 8.76 8.74 8.73 8.71 8.70
4 7.71 6.94 6.59 6.39 6.26 6.16 6.09 6.04 6.00 5.96 5.94 5.91 5.89 5.87 5.86
5 6.61 5.79 5.41 5.19 5.05 4.95 4.88 4.82 4.77 4.74 4.70 4.68 4.66 4.64 4.62
6 5.99 5.14 4.76 4.53 4.39 4.28 4.21 4.15 4.10 4.06 4.03 4.00 3.98 3.96 3.94
7 5.59 4.74 4.35 4.12 3.97 3.87 3.79 3.73 3.68 3.64 3.60 3.57 3.55 3.53 3.51
8 5.32 4.46 4.07 3.84 3.69 3.58 3.50 3.44 3.39 3.35 3.31 3.28 3.26 3.24 3.22
9 5.12 4.26 3.86 3.63 3.48 3.37 3.29 3.23 3.18 3.14 3.10 3.07 3.05 3.03 3.01
10 4.96 4.10 3.71 3.48 3.33 3.22 3.14 3.07 3.02 2.98 2.94 2.91 2.89 2.86 2.85
11 4.84 3.98 3.59 3.36 3.20 3.09 3.01 2.95 2.90 2.85 2.82 2.79 2.76 2.74 2.72
12 4.75 3.89 3.49 3.26 3.11 3.00 2.91 2.85 2.80 2.75 2.72 2.69 2.66 2.64 2.62
13 4.67 3.81 3.41 3.18 3.03 2.92 2.83 2.77 2.71 2.67 2.63 2.60 2.58 2.55 2.53
14 4.60 3.74 3.34 3.11 2.96 2.85 2.76 2.70 2.65 2.60 2.57 2.53 2.51 2.48 2.46
15 4.54 3.68 3.29 3.06 2.90 2.79 2.71 2.64 2.59 2.54 2.51 2.48 2.45 2.42 2.40
16 4.49 3.63 3.24 3.01 2.85 2.74 2.66 2.59 2.54 2.49 2.46 2.42 2.40 2.37 2.35
17 4.45 3.59 3.20 2.96 2.81 2.70 2.61 2.55 2.49 2.45 2.41 2.38 2.35 2.33 2.31
18 4.41 3.55 3.16 2.93 2.77 2.66 2.58 2.51 2.46 2.41 2.37 2.34 2.31 2.29 2.27
19 4.38 3.52 3.13 2.90 2.74 2.63 2.54 2.48 2.42 2.38 2.34 2.31 2.28 2.26 2.23
20 4.35 3.49 3.10 2.87 2.71 2.60 2.51 2.45 2.39 2.35 2.31 2.28 2.25 2.22 2.20
21 4.32 3.47 3.07 2.84 2.68 2.57 2.49 2.42 2.37 2.32 2.28 2.25 2.22 2.20 2.18
22 4.30 3.44 3.05 2.82 2.66 2.55 2.46 2.40 2.34 2.30 2.26 2.23 2.20 2.17 2.15
23 4.28 3.42 3.03 2.80 2.64 2.53 2.44 2.37 2.32 2.27 2.24 2.20 2.18 2.15 2.13
24 4.26 3.40 3.01 2.78 2.62 2.51 2.42 2.36 2.30 2.25 2.22 2.18 2.15 2.13 2.11
25 4.24 3.39 2.99 2.76 2.60 2.49 2.40 2.34 2.28 2.24 2.20 2.16 2.14 2.11 2.09
26 4.23 3.37 2.98 2.74 2.59 2.47 2.39 2.32 2.27 2.22 2.18 2.15 2.12 2.09 2.07
27 4.21 3.35 2.96 2.73 2.57 2.46 2.37 2.31 2.25 2.20 2.17 2.13 2.10 2.08 2.06
28 4.20 3.34 2.95 2.71 2.56 2.45 2.36 2.29 2.24 2.19 2.15 2.12 2.09 2.06 2.04
29 4.18 3.33 2.93 2.70 2.55 2.43 2.35 2.28 2.22 2.18 2.14 2.10 2.08 2.05 2.03
30 4.17 3.32 2.92 2.69 2.53 2.42 2.33 2.27 2.21 2.16 2.13 2.09 2.06 2.04 2.01
31 4.16 3.30 2.91 2.68 2.52 2.41 2.32 2.25 2.20 2.15 2.11 2.08 2.05 2.03 2.00
32 4.15 3.29 2.90 2.67 2.51 2.40 2.31 2.24 2.19 2.14 2.10 2.07 2.04 2.01 1.99
33 4.14 3.28 2.89 2.66 2.50 2.39 2.30 2.23 2.18 2.13 2.09 2.06 2.03 2.00 1.98
34 4.13 3.28 2.88 2.65 2.49 2.38 2.29 2.23 2.17 2.12 2.08 2.05 2.02 1.99 1.97
35 4.12 3.27 2.87 2.64 2.49 2.37 2.29 2.22 2.16 2.11 2.07 2.04 2.01 1.99 1.96
36 4.11 3.26 2.87 2.63 2.48 2.36 2.28 2.21 2.15 2.11 2.07 2.03 2.00 1.98 1.95
37 4.11 3.25 2.86 2.63 2.47 2.36 2.27 2.20 2.14 2.10 2.06 2.02 2.00 1.97 1.95
38 4.10 3.24 2.85 2.62 2.46 2.35 2.26 2.19 2.14 2.09 2.05 2.02 1.99 1.96 1.94
39 4.09 3.24 2.85 2.61 2.46 2.34 2.26 2.19 2.13 2.08 2.04 2.01 1.98 1.95 1.93
40 4.08 3.23 2.84 2.61 2.45 2.34 2.25 2.18 2.12 2.08 2.04 2.00 1.97 1.95 1.92
41 4.08 3.23 2.83 2.60 2.44 2.33 2.24 2.17 2.12 2.07 2.03 2.00 1.97 1.94 1.92
42 4.07 3.22 2.83 2.59 2.44 2.32 2.24 2.17 2.11 2.06 2.03 1.99 1.96 1.94 1.91
43 4.07 3.21 2.82 2.59 2.43 2.32 2.23 2.16 2.11 2.06 2.02 1.99 1.96 1.93 1.91
44 4.06 3.21 2.82 2.58 2.43 2.31 2.23 2.16 2.10 2.05 2.01 1.98 1.95 1.92 1.90
45 4.06 3.20 2.81 2.58 2.42 2.31 2.22 2.15 2.10 2.05 2.01 1.97 1.94 1.92 1.89