Anda di halaman 1dari 140

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | i

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | ii


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI iii


BAB 1 SEJARAH GERAKAN PRAMUKA 1
A. SEJARAH PRAMUKA DUNIA 1
B. SEJARAH GERAKAN PRAMUKAAN DI INDONESIA 2
BAB 2 VISI, MISI DAN STRATEGI GERAKAN PRAMUKA 4
A. VISI 4
B. MISI 4
C. STRATEGI 4
BAB 3 TUJUAN, FUNGSI, PRINSIP DASAR, DAN METODE
KEPRAMUKAAN 5
A. TUJUAN KEPRAMUKAAN.........................................................................5
B. PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN.......................................................5
C. METODE KEPRAMUKAAN.......................................................................5
BAB 4 LAMBANG GERAKAN PRAMUKA 7
A. LAMBANG GERAKAN PRAMUKA 7
B. ARTI LAMBANG GERAKAN PRAMUKA 8
BAB 5 PENGERTIAN PRAMUKA, KEPRAMUKAAN, DAN GERAKAN
PRAMUKA 9
A. PENGERTIAN KEPRAMUKAAN 9
B. PENGERTIAN GERAKAN PRAMUKA 9
C. PENGERTIAN PRAMUKA 9
BAB 6 KELOMPOK UMUR PRAMUKA 11
A. KELOMPOK UMUR DALAM KEPRAMUKAAN 11
B. TINGKATAN DALAM KEPRAMUKAAN 11
BAB 7 SIFAT, TUJUAN DAN TUGAS POKOK PRAMUKA 12
A. SIFAT KEPRAMUKAAN 12
B. TUJUAN GERAKAN PRAMUKA 12
C. TUGAS POKOK 13
BAB 8 PENGERTIAN, FUNGSI, MACAM, DAN PENGGUNAAN SALAM
PRAMUKA 14
A. PENGERTIAN SALAM PRAMUKA 14
B. FUNGSI SALAM PRAMUKA 14
C. MACAM-MACAM SALAM PRAMUKA 14
D. PENGGUNAAN SALAM PRAMUKA 15

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | iii


BAB 9 TANDA PENGENAL DALAM GERAKAN PRAMUKA 17
A. PENGERTIAN TANDA PENGENAL 17
B. MAKSUD DAN TUJUAN TANDA PENGENAL 17
C. FUNGSI TANDA PENGENAL 18
D. MACAM-MACAM TANDA PENGENAL 19
E. PENGGUNAAN TANDA PENGENAL 21
F. PEMASANGAN TANDA PENGENAL PRAMUKA SIAGA
PUTRI 23
G. PEMASANGAN TANDA PENGENAL PRAMUKA SIAGA
PUTRA24
BAB 10 BADGE BANTEN 25
A. PENCIPTA BADGE BANTEN 25
B. ARTI BADGE BANTEN 26
C. BADGE PRAMUKA DI INDONESIA 26
BAB 11 SERAGAM PRAMUKA SIAGA 32
A. PAKAIAN SERAGAM HARIAN PRAMUKA SIAGA PUTRI
32
B. PAKAIAN SERAGAM HARIAN PRAMUKA SIAGA PUTRA
36
C. TATA CARA PEMAKAIAN 38
BAB 12 UPACARA DAN PERINDUKAN PRAMUKA SIAGA 40
A. UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN PERINDUKAN SIAGA
41
B. UPACARA PENUTUPAN LATIHAN PERINDUKAN SIAGA
41
C. UPACARA PELANTIKAN PERINDUKAN SIAGA 42
D. UPACARA KENAIKAN TINGKAT 42
E. UPACARA PEMBERIAN TANDA KECAKAPAN 42
BAB 13 MATERI SIAGA MULA SESUAI SKU 44
A. DWISATYA DAN DWIDARMA 44
B. JENIS – JENIS SALAM PRAMUKA 44
C. IDENTITAS DIRI 45
D. MEMBEDAKAN PERBUATAN BAIK DAN BURUK 45
E. LAGU INDONESIA RAYA. 46
F. ARTI KIASAN WARNA SANG MERAH PUTIH 46
G. 3 HARI BESAR NASIONAL, 3 HARI BESAR AGAMA 47
H. PERATURAN KELUARGA 48
I. SILA-SILA PANCASILA 49

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | iv


J. MENGUMPULKAN KETERANGAN DAN DAPAT
MENGINFORMASIKAN KEPADA ORANG DEWASA. 49
K. ARAH MATA ANGIN 50
L. ALAM KOMUNIKASI TRADISIONAL DAN MODEREN 50
M. GERAK DASAR OLAH RAGA MACAM GERAK DASAR 51
N. MAKANAN YANG BERGIZI 4 SEHAT 5 SEMPORNA 51
O. SIMPUL MATI, HIDUP, ANYAM, PANGKAL DAN SIMPUL
JANGKAR 52
BAB 14 MATERI SIAGA BANTU SESUAI SKU 54
A. PENGGUNAAN SALAM PRAMUKA 54
B. SENI BUDAYA DI INDONESIA 55
C. SIKAP PADA SAAT LAGU INDONESIA RAYA DINYANYIKAN
55
D. HARI BESAR NASIONAL DAN NAMA PAHLAWAN
NASIONAL 56
E. PERATURAN DI TEMPAT TINGGALNYA 58
F. MENYEBUTKAN NAMA KOTA, KAB, IBUKOTA PROVINSI
DAN KEPALA DAERAH 58
G. DAFTAR IBUKOTA PROVINSI 59
BAB 15 MATERI SIAGA TATA SESUAI SKU 61
A. 5 TANDA KECAKAPAN KHUSUS 61
B. 10 TKK WAJIB 61
C. JENIS TKK SESUAI WARNA DAN BIDANGNYA: 62
D. SYARAT SYARAT TKK WAJIB 64
E. DAFTAR HARI BESAR SEDUNIA 66
F. NEGARA – NEGARA ASEAN DAN BENDERANYA 69
G. DASAR TERJADINYA PERBEDAAN WAKTU DI INDONESIA
72
H. PENYAKIT YANG MENULAR 72
BAB 16 TEPUK PRAMUKA 76
A. MACAM-MACAM TEPUK PRAMUKA 76
BAB 17 PERMAINAN PRAMUKA SIAGA 87
A. PERMAINAN PRAMUKA BAGIAN I 87
B. PERMAINAN PRAMUKA BAGIAN II 90
BAB 18 LAGU PRAMUKA 94
A. LAGU-LAGU PRAMUKA 94
BAB 19 LAGU WAJIB NASIONAL 97
A. LAGI WAJIB NASIONAL 97

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | v


BAB 20 SKK DAN TKK WAJIB PRAMUKA SIAGA (10 JENIS) 107
B. SKK DAN TKK WAJIB PRAMUKA SIAGA 107
BAB 21 DAFTAR ISTILAH KEPRAMUKAAN 108
A. DAFTAR ISTILAH KEPRAMUKAAN 108

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | vi


BAB 1

SEJARAH
GERAKAN
PRAMUKA

A. SEJARAH PRAMUKA DI SEKOLAH AL-HUSEIN


Tahun 2005 menjadi titik awal dari perkembangan dari Gerakan
Pramuka di Sekolah Al-Husein. Dimulai dengan persiapan untuk
menghadapi Lomba Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Tigaraksa
dan di prakarsai oleh Ka Muhamad Wijaksono yang saat itu adalah
salah satu pengajar yang sebelumnya sering aktif di dunia
kepramukaan. Sejak saat itulah di bentuk Pasukan Khusus Pramuka
1 Regu Putra dan 1 Regu Putri, yang akan menjadi Perintis dan
Pencoba kegiatan kepramukaan di Sekolah Al-Husein yang saat itu
masih Tingkat Sekolah Dasar (SD).
Pembentukan pramuka generasi awal di latar belakangi oleh
kegiatan perlombaan yang di adakan oleh Kwartir Ranting
Kecamatan Tigaraksa yaitu Hiking Lintas Ibu Kota, dengan seizin
Kepala Madrasah yang saat itu menjabat yaitu Ibu Ma’watul Janah,
S.Ag, Sekolah Al-Husein mempersiapkan diri untuk perlombaan
dengan latihan selama 2 minggu mulai dari pukul 07.00 s/d 07.30,
tiap harinya mendalami latihan PBB (Pasukan Baris Berbaris) serta
materi Pengetahuan Umum tentang kepramukaan, dengan latihan
yang intensif dan disiplin. Pramuka Sekolah Al-Husein dapat meraih
Juara dalam perlombaan tersebut, dengan masing-masing
menyumbangkan satu penghargaan, Juara I Lintas Ibu Kota Putra
dan Juara 3 Lintas Ibu Kota Putri dan menjadi piala pertama bagi
Sekolah Al-Husein saat itu.
Banyak kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh dari pasukan
Pramuka Regu Putra dan Putri Sekolah Al-Husein, salah satunya
Kemping Perdana di Sekolah Al-Husein yang akan menjadi cikal
bakal kegiatan Perjusami (Perkemahan Jumat Sabtu Minggu) pada
saat ini.
Tahun 2007 menjadi Pendobrak dan Pelopor kegiatan
kepramukaan menjadi lebih baik dalam pembinaan dan
pendampingan Kegiatan Pramuka. Pada generasi ini tantangan yang
di hadapi lebih ketat lagi karna, Pramuka Sekolah Al-Husein
mencoba tingkatan perlombaan yang lebih tinggi lagi yaitu Tingkat
Kabupaten yang disebut Lomba Tingkat (LT) III untuk dapat

Page | 1
mengikuti perlombaan setingkat LT III, di haruskan melewati
Lomba Tingkat (LT) II yang di ikuti hampir seluruh perwakilan Regu
Pramuka di tingkat Kecamatan Tigaraksa, dan Pramuka Al-Husein
membuktikan kesiapannya untuk melangkah lebih tinggi lagi di
kancah perlombaan Lomba Tingkat (LT) III se-Kabupaten
Tangerang. Dengan perjuangan yang berat dan banyaknya mata
lomba yang dilombakan, Sekolah Al-Husein pun menuai hasil dari
perjuangannya dengan menjuarai Lomba Tingkat (LT) III sebagai
Juara Harapan I dan membawa Pramuka Sekolah Al-Husein dapat di
kenal di Tingkatan Kabupaten Tangerang. Dan sejak itu lah
kecintaan terhadap pramuka di Sekolah Al-Husein mulai terasa dari
perjuangan generasi tersebut.
Perkembangan Pramuka di Sekolah Al-Husein tidak lepas dari
dukungan dan bimbingan langsung dari Pembina Pramuka Ka
Muhamad Wijaksono, dengan berbagai pengetahuan, keterampilan
dan pengalamannya yang di dapat semasa menempuh pendidikan di
Pondok Pesantren Modern Gontor yang sudah terkenal dengan
kegiatan kepramukaanya, dapat membawa cahaya baru bagi
kegiatan pramuka di Sekolah Al-Husein hingga saat ini masih tetap
eksis membina pramuka di Sekolah Al-Husein beserta rekan dewan
guru yang lainnya.
Banyak prestasi yang sudah diraih oleh Pasukan Khusus Regu
Pramuka di Sekolah Al-Husein dari generasi ke generasi sampai
saat ini, dimulai dari Tingkat Kecamatan (Kwaran) hingga Tingkat
Propinsi (Kwarda). Sampai saat ini Pramuka di Sekolah Al-Husein
masih tetap bertahan, dan menjadi pelajaran wajib bagi seluruh
siswa dan siswi di Sekolah Al-Husein mulai dari Tingkat Siaga
(Kelas 1-4) dan Tingkat Penggalang (MI Kelas 5-6 dan SMP Kelas 1-
3).
Kegiatan Pramuka di Sekolah Al-Husein menjadi pelajaran wajib
bagi seluruh siswa dan siswi bukan hanya karena tuntutan dari
pemerintah melalui program kurikulum 2013 (K13), akan tetapi
dikarenakan pendidikan pramuka mengajarkan banyak nilai, mulai
dari kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, hingga
kemandirian yang dapat membentuk karakter dari siswa tersebut.
Selain itu, pramuka merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler
yang memiliki visi, misi, arah, tujan dan strategi yang jelas.
Kegiatan kepramukaan dapat berhasil menciptakan peserta didik
yang berkarakter jika pada proses pendidikannya tidak hanya
mengembangkan teknik kepramukaan (tekpram) semata, tetapi juga
dikembangkan kemampuan, keterampilan dan sikap berorganisasi.

B. SEJARAH PRAMUKA DUNIA


Tahun 1908, Mayor Jenderal Robert Baden Powell melancarkan
suatu gagasan tentang pendidikan luar sekolah untuk anak-anak
Inggris, dengan tujuan agar menjadi manusia Inggris, warga Inggris
dan anggota masyarakat Inggris yang baik sesuai dengan keadaan
dan kebutuhan kerajaaan Inggris Raya ketika itu. Beliau menulis
“Scouting for Boys” sebuah buku yang berisi pengalaman di alam

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 2


terbuka bersama pramuka dan latihan-latihan yang diperlukan
Pramuka.Gagasan Boden Powell dinilai cemerlang dan sangat
menarik sehingga banyak negara-negara lain mendirikan
kepanduan. Diantaranya di negeri Belanda dengan
nama Padvinder atau Padvinderij.
Gagasan kepanduan dibawa oleh orang Belanda ke Indonesia
yang pada masa itu merupakan daerah jajahan Hindia Belanda
(Nederlands Oost Indie), dengan mendirikan Nederland Indischie
Padvinders Vereeniging (NIPV) atau Persatuan Pandu-pandu Hindia-
Belanda.
Pada tahun 1920, merupakan tahun yang paling berpengaruh
dalam sejarah pramuka, dimana pada ditahun tersebut merupakan
untuk pertama kalinya diadakan Jambore di dunia. Selain itu pada
tahun tersebut juga dibentuk Dewan Internasional pramuka yang
beranggotakan 9 orang biro dan biro berpusat di London.
Biro pramuka putra dunia mempunyai lima kantor wilayah yaitu
di negara Costa Rica, Mesir, Filipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan
untuk putri mempunyai lima kantor pusat sekretariat di London dan
biro kantor wilayah di Amerika latin, Asia pasifik, Arab dan Eropa.
Jambore Dunia pertama dilaksanakan Olympia Hall, London.
Pada kegiatan tersebut diudang juga peserta dari 27 negara dan
pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu sedunia
(Chief Scout of The World).
Pelaksanaan Jambore dunia selanjutnya:
 Tahun 1924 ke II, jambore dilaksanakan di Ermelunden,
Copenhagen, Denmark
 Tahun 1929 ke III jambore dilaksanakan di Arrow Park,
Birkenhead, Inggris
 Tahun 1933 ke IV jambore dilaksanakan di Godollo,
Budapest, Hongaria
 Tahun 1937 ke V jambore dilaksanakan di Vogelenzang,
Blomendaal, Belanda
 Tahun 1947 ke VI jambore dilaksanakan di Moisson, Prancis
 Tahun 1951 ke VII jambore dilaksanakan di Salz Kamergaut,
Austria
 Tahun 1955 ke VIII jambore dilaksanakan di Sutton Park,
Sutton coldfild, Inggris
 Tahun 1959 ke IX jambore dilaksanakan di Makiling,
Philipina
 Tahun 1963 ke X jambore dilaksanakan di Marathon, Yunani
 Tahun 1967 ke XI jambore dilaksanakan di Idaho, Amerika
Serikat
 Tahun 1971 ke XII jambore dilaksanakan di Asagiri, Jepang
 Tahun 1975 ke XIII jambore dilaksanakan di Lillehammer,
Norwegia
 Tahun 1979 ke XIV jambore dilaksanakan di Neishaboor, Iran
(tetapi dibatalkan)
 Tahun 1983 ke XV jambore dilaksanakan di Kananaskis,
Alberta, Kanada

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 3


 Tahun 1987 ke XVI jambore dilaksanakan di Cataract Scout
Park, Australia
 Tahun 1991 ke XVII jambore dilaksanakan di Korea Selatan
 Tahun 1995 ke XVIII jambore dilaksanakan di Belanda
 Tahun 1999 ke XIX jambore dilaksanakan di Chili, Amerika
Serikat
 Tahun 2003 ke XX jambore dilaksanakan di Thailand

C. SEJARAH GERAKAN PRAMUKAAN DI INDONESIA


Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang
berarti kaum muda yang suka berkarya.Di Indonesia sendiri
penggunaan istilah “Pramuka” baru resmi digunakan pada tahun
1961. Akan tetapi gerakan pramuka sejatinya telah ada sejak jaman
penjajahan Belanda dengan nama kepanduan.
Gagasan organisasi Boden Powell tersebut dalam waktu singkat
menyebar ke berbagai negara termasuk Belanda.Di belanda
gerakan pramuka dinamai Padvinder.Pada masa itu Belanda yang
menguasai Indonesia membawa gagasan itu ke Indonesia. Akhirnya
mereka mendirikan organisasi tersebut di Indonesia dengan nama
NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan
Pandu-Pandu Hindia Belanda).
Selanjutnya dalam perkembangan, pemimpin-pemimpin gerakan
nasional Indonesia mendirikan organisasi kepanduan dengan tujuan
membentuk manusia Indonesia yang baik dan siap menjadi kader
pergerakan nasional.Dalam waktu singkat muncul berbagai
organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders
Organizatie), JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale
Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery),
HW (Hisbul Wathon).
Kemudian pemerintah Hindia Belanda memberikan larangan
penggunaan istilah Padvindery. Maka K.H. Agus Salim mengganti
nama Padvindery menjadi Pandu atau Kepanduan dan menjadi cikal
bakal dalam sejarah pramuka di Indonesia.
Setelah sumpah pemuda kesadaran nasional juga semakin
meningkat, maka pada tahun 1930 berbagai organisasi kepanduan
seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra)
bergabung melebur menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia).
Pada tahun 1931 dibentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia)
kemudian pada tahun 1938 berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat
Persaudaraan Kepanduan Indonesia).
Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia organisasi
Kepanduan dilarang, maka banyak dari tokoh Pandu yang beralih
dan memilih masuk Keibondan, Seinendan, dan PETA.
Setelah proklamasi kemerdekaan kembali dibentuk orgasisasi
kepanduan yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28
Desember 1945 dan menjadi satu-satunya organisasi
kepanduan.Pada tahun 1961 organisasi kepanduan di Indonesia
terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan dan terhimpun dalam 3
federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 4


13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia)
tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia).
Sadar akan kelemahan terpecah-pecah akhirnya ketiga federasi
yang menghimpun bergabung menjadi satu dengan nama
PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).
Sejarah pramuka di Indonesia dianggap lahir pada tahun 1961.
Hal tersebut didasarkan pada Keppres RI No. 112 tahun 1961
tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana
Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan
seperti yang disebutkan Presiden pada 9 Maret 1961.
Peringatan hari Pramuka diperingati pada setiap tanggal 14
Agustus dikarenakan pada tanggal 14 Agustus 1961 adalah hari
dimana Gerakan Pramuka di perkenalkan di seluruh Indonesia,
sehingga ditetapkan sebagai hari Pramuka yang diikuti dengan
pawai besar. Pendirian gerakan ini pada tanggal 14 Agustus1961
sedikit-banyak diilhami oleh Komsomoldi Uni Soviet. Sebelumnya
presiden juga telah melantik Mapinas, Kwarnas, dan Kwarnari.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 5


BAB 2

VISI, MISI DAN


STRATEGI
GERAKAN
PRAMUKA

A. VISI
“Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal
masalah kaum muda”

B. MISI
1. Mempramukakan kaum muda
2. Membina anggota yang berjiwa dan berwatak pramuka,
berlandaskan iman dan taqwa (Imtaq), serta selalu mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Imteq)
3. Membentuk kader bangsa patriot pembangunan yang
memiliki jiwa bela Negara
4. Menggerakan anggota dan organisasi Gerakkan Pramuka
agar peduli dan tanggap terhadap masalah-masalah
kemasyarakatan

C. STRATEGI
1. Meningkatkan jumlah dan mutu satuan pendidikan
keparamukaan
2. Meningkatkan jumlah dan mutu peserta didik
3. Meningkatkan jumlah dan mutu tenaga pendidik

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 6


4. Memperbarui kurikulum pendidikan kepramukaan
5. Meningkatkan sarana dan prasarana Pendidikan
6. Memantapkan organisasi, sitem manajemen, dan sumber daya
7. Meningkatkan pelaksanaan pelbagai program Gerakan Pramuka

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 7


BAB 3

TUJUAN, FUNGSI,
PRINSIP DASAR, DAN
METODE
KEPRAMUKAAN

A. TUJUAN KEPRAMUKAAN
Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan
kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional,
bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya
potensi-potensi spiritual, social, intelektual dan fisiknya, agara
mereka bias:
1. Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
2. Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela
negara bagi kaum muda
3. Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi
anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang
tangguh, serta menjdai calon pemimpin bangsa yang handal pada
masa depan.

B. PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN


Gerakan Pramuka berlandaskan prinsip-prinsip dasar sebagai
berikut:
1. Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 8


3. Peduli terhadap dirinya pribadi
4. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka

C. METODE KEPRAMUKAAN
Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif
progresif melalui:
1. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
2. Belajar sambil melakukan
3. Sistem berkelompok
4. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung
pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan
jasmani peserta didik
5. Kegiatan di alam terbuka
6. Sistem tanda kecakapan
7. Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri
8. Kiasan Dasar

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 9


BAB 4

LAMBANG GERAKAN
PRAMUKA

A. LAMBANG GERAKAN PRAMUKA


Pencipta lambang ini adalah Kak Sunardjo
Atmodipuro, seorang Andalan Nasional dan
Pembina Pramuka yang juga pegawai di
Departemen Pertanian. Kak Soenardjo
Atmodipoero sendiri lahir pada tanggal 29
Pebruari 1909 di Blora dan meninggal pada
tanggal 31 Mei 1979.
Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal
organisasi Gerakan Pramuka yang bersifat tetap. Lambang ini
diciptakan oleh Soenardjo Atmodipurwo, seorang pegawai
tinggi Departemen Pertanian yang juga tokoh pramuka.
Pertama kali lambang ciptaan Kak Sunardjo Atmodipuro ini
dipergunakan sebagai lambang Gerakan Pramuka pada tanggal
14 Agustus 1961 saat Presiden Republik Indonesia
menganugerahkan Panji Kepramukaan kepada Gerakan Pramuka.
1. Makna Lambang Gerakan Pramuka
Tunas Kelapa dipilih sebagai lambang Gerakan Pramuka
dengan mempertimbangkan makna filosofis yang terkandung di
dalamnya.
Arti filosofi tersebut yaitu:
a. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal.
Istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli
pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 10


buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa setiap
Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa
Indonesia.
b. Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang
bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa
setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah
sehat, kuat dan ulet, serta besar tekadnya dalam
menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam
menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi
tanah air dan bangsa Indonesia.
c. Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan
besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dengan
keadaan sekelilingnya. Jadi lambang tersebut
mengkiaskan bahwa setiap Pramuka dapat menyesuaikan
diri dalam masyarakat dimana ia berada dan dalam keadaan
yang bagaimana pun juga.
d. Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan
salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi
lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka
mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus yakni mulia, jujur
dan tetap tegak tidak mudah diombang–ambingkan sesuatu.
e. Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi
lambang tersebut mengkiaskan tekad dan keyakinan setiap
Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan
landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan
keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna
mencapai citacitanya.
f. Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas
hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa
setiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan
membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan
tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
serta kepada umat manusia.

B. ARTI LAMBANG GERAKAN PRAMUKA


Lambang Gerakan Pramuka mengandung arti kiasan sebagai
berikut:
1. Buah kelapa dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini
mengandung arti Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup
bangsa (tunas penerus bangsa).
2. Buah kelapa tahan lama. Ini mengandung arti, Pramuka adalah
orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 11


3. Kelapa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Ini mengandung
arti, Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam
kondisi apapun
4. Kelapa tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap
Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi.
5. Akar kelapa kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada
dasar-dasar yang kuat.
6. Kelapa pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka
berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 12


BAB 5

PENGERTIAN
PRAMUKA,
KEPRAMUKAAN, DAN
GERAKAN PRAMUKA

A. PENGERTIAN KEPRAMUKAAN
Kepramukaan sebagaimana tercantum dalam Anggaran
Rumah Tangga Gerakan Pramuka (bab II Pasal 7) adalah proses
pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan
keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat,
teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan
Prinsip Dasar Kepramukaan (PDK) dan Metode Kepramukaan (MK),
yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti
luhur.
Kepramukaan ini dicetuskan pertama kali oleh Robert
Stephenson Smith Boden Powell dan Willian Alexander Smith pada
tahun 1907 ketika mengadakan perkemahan kepanduan pertama
(dikenal sebagai jamboree) di Kepulauan Brownsea, Inggris.
Kepramukaan kemudian berkembang ke seluruh penjuru dunia
termasuk ke Indonesia.

B. PENGERTIAN GERAKAN PRAMUKA


Gerakan Pramuka atau Gerakan Kepanduan Praja Muda
Karana merupakan satu-satunya wadah (organisasi) berbadan
hukum yang berhak menyelenggarakan kepramukaan di Indonesia.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 13


Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibu Kota Negara Republik
Indonesia dan didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan dan
ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor
238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961, sebagai kelanjutan dan
pembaruan gerakan kepanduan nasional Indonesia.

C. PENGERTIAN PRAMUKA
Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka,
yang meliputi; Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka
Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu
Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staf Kwartir dan
Majelis Pembimbing. Seorang Pramuka harus telah dilantik menjadi
anggota Gerakan Pramuka dengan mengucapkan satya (janji)
pramuka.
Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa kepramukaan
merupakan sebuah sistem pendidikan dan Gerakan Pramuka
merupakan organisasi yang melaksanakan sistem tersebut
(kepramukaan). Sedangkan Pramuka mengandung pengertian sebagai
anggota dari Gerakan Pramuka.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 14


BAB 6

KELOMPOK
UMUR PRAMUKA

A. KELOMPOK UMUR DALAM KEPRAMUKAAN


Kelompok umur adalah sebuah tingkatan dalam kepramukaan
yang ditentukan oleh umur anggotanya. Kelompok umur tersebut
dibagi menjadi 4 golongan, yaitu:
1. Kelompok umur 7-10 tahun disebut dengan Pramuka Siaga
2. Kelompok umur 11-15 tahun disebut
dengan Pramuka Penggalang
3. Kelompok umur 16-20 tahun disebut dengan Pramuka Penegak
4. Kelompok umur 21 – 25 tahun disebut
dengan Pramuka Pandega
Ada juga Kelompok Khusus, yaitu Kelompok yang ditujukan
untuk orang yang memiliki kedudukan dalam kepramukaan.
Misalnya Pramuka Pembina, adalah sebutan untuk orang dewasa
yang memimpin Pramuka. Dan Pramuka Andalan, adalah anggota
Pramuka yang mengambil bagian dalam keanggotaan Kwartir
dalam Pramuka. Contoh lainnya adalah Pelatih, Pamong Saka, Staf
Kwartir dan Majelis Pembimbing.

B. TINGKATAN DALAM KEPRAMUKAAN


Tingkatan dalam kepramukaan adalah sebuah tingkatan yang
ditentukan oleh kemampuan anggotanya, kemampuan itu disebut
dengan Syarat-syarat Kecakapan Umum atau SKU. Untuk Pramuka
siaga dan penggalang, masing-masing Kelompok umur memiliki tiga
Tingkatan. Untuk Penegak memiliki dua tingkatan. Sedangkan
Pramuka Pandega hanya satu tingkatan.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 15


1. Tingkatan Pramuka Siaga : Siaga Mula, Siaga Bantu, Siaga Tata.
2. Tingkatan Pramuka Penggalang : Penggalang Ramu, Penggalang
Rakit, Penggalang Terap
3. Tingkatan Pramuka Penegak : Penegak Bantara, Penegak
Laksana
Ada juga sebuah tingkatan khusus yang disebut dengan
Pramuka Garuda, yaitu tingkatan tertinggi dalam setiap kelompok
umur dalam kepramukaan.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 16


BAB 7

SIFAT, TUJUAN
DAN TUGAS
POKOK
PRAMUKA

A. SIFAT KEPRAMUKAAN
1. Gerakan Pramuka adalah gerakan kepanduan nasional lndonesia
2. Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang
keanggotaannya bersifat sukarela tidak membedakan suku,
agama dan golongan.
3. Gerakan Pramuka bukan organisasi sosial politik, bukan bagian
kekuatan sosial politik dan tidak melakukan politik praktis.
4. Gerakan Pramuka membantu masyarakat dalam pembangunan
bidang pendidikan terutama pendidikan di luar sekolah dan di
luar keluarga.
5. Gerakan Pramuka menjamin kebebasan tiap anggotanya
memeluk agama dan kepercayaan serta beribadah sesuai
dengan agama dan kepercayaannya itu.

B. TUJUAN GERAKAN PRAMUKA


Tujuan Gerakan Pramuka adalah rnendidik dan membina
kaum muda Indonesia agar mereka menjadi:
a. Manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur
yang:
1. -Beriman dan bertaqwa kepadaTuhan YME, kuat mentalnya
2. -Tinggi kecerdasan dan mutu ketrampilannya.
3. -Kuat dan sehat jasmaninya.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 17


b. Warga Negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia
dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta
menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna yang dapat
membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama
bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara,
memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam
Iingkungan, baik lokal, nasional, maupun Internasiona.

C. TUGAS POKOK
Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok melaksanakan
pendidikan bagi kaum muda melalui kepramukaan di Iingkungan
luar sekolah yang melengkapi pendidikan di lingkungan sekolah
dengan tujuan:
a. Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader
pembangunan yang beriman, bertaqwa serta berwawasan ilmu
dan teknologi.
b. Membentuk sikap dan perilaku yang positif, menguasai
ketrampilan dan kecakapan serta memiliki kecerdasan
emosional, sehingga dapat menjadi manusia yang
berkepribadian !ndonesia, yang percaya kepada kemampuan
sendiri, sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta
bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan
masyarakat bangsa dan negara.
Tugas Pokok Gerakan Pramuka yaitu menyelenggarakan
kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa
agar menjadi generasi yang lebih baik, yang sanggup bertanggung
jawab dan mampu membina serta mengisi kemerdekaan nasional.
Sasaran Kepramukaan adalah mempersiapkan kader bangsa
1 Memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang berjiwa
Pancasila.
2 Berdisiplin, yaitu berpikir, bersikap dan bertingkah laku tertib.
3 Sehat dan kuat mental, moral dan fisiknya.
4 Memiliki jiwa patriot yang berwawasan luas dan dijiwai nilai-
nilai kejuangan yang diwariskan oleh para pejuang bangsa.
5 Berkemampuan untuk berkarya dengan semangat kemandirian,
berpikir kreatif, Inovatif, dapat dipercaya, berani dan mampu
menghadapi tugas - tugas.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 18


BAB 8

PENGERTIAN,
FUNGSI,
MACAM, DAN
PENGGUNAAN
SALAM
PRAMUKA

A. PENGERTIAN SALAM PRAMUKA


Salam Pramuka adalah salam yang di gunakan dalam kegiatan
kepramukaan

B. FUNGSI SALAM PRAMUKA


Salam Pramuka berfungsi untuk melahirkan disiplin, tata
tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke dalam
maupun ke luar, yang hanya dapat dicapai dengan adanya saling
menyampaikan penghormatan yang dilakukan secara tertib,
sempurna dan penuh keikhlasan.

C. MACAM-MACAM SALAM PRAMUKA


Salam pramuka digolongkan menjadi 3 macam:
1. Salam biasa
Yaitu salam yang diberikan kepada sesama anggota
Pramuka. Siapa yang melihat dulu dialah yang harus memberi
salam terlebih dahulu tanpa aba-aba, tidak pandang pangkat,
tua maupun muda. Salam tersebut dapat diberikan sambil

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 19


berjalan, sedang duduk, naik sepeda ataupun kendaraan. Jadi
tidak harus berdiri.

2. Salam hormat
Yaitu salam yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu
yang kedudukannya lebih tinggi.

Untuk salam hormat diberikan kepada :


a. Bendera kebangsaan ketika dikibarkan atau diturunkan
dalam suatu upacara.
b. Jenazah yang sedang lewat atau akan dimakamkan.
c. Kepala Negara atau wakilnya, Panglima tinggi, para duta
besar, para menteri dan pejabat lainnya.
d. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

3. Salam janji
Yaitu salam yang dilakukan ketika ada anggota Pramuka
yang sedang dilantik. Pemberian salam pramuka dilakukan
ketika dilakukan pengucapan janji yaitu Tri Satya atau Dwi
Satya. Salam janji juga diberikan pada saat pengucapan janji
Trisatya dalam acara Ulang Janji.

D. PENGGUNAAN SALAM PRAMUKA


Ada beberapa ketentuan dalam memberikan dan membalas
salam pramuka. Ketentuan-ketentuan itu antara lain:
1. Secara umum sikap ketika memberikan salam pramuka adalah
dengan berdiri, mengambil posisi sikap sempurna (siap), tangan
kiri lurus dan mengepal di samping badan sedangkan tangan
kanan diangkat pada pelipis. Posisi telapak tangan miring,
terbuka, dengan punggung tangan di bagian atas dan kelima jari
rapat.
2. Pemberian salam pramuka saat membawa tongkat adalah
sebagai berikut:
a. Saat memberikan salam biasa: tongkat diangkat dengan
tangan kanan sedangkan tangan kiri diangkat di bawah dada
dengan posisi telapak tangan terbuka, punggung tangan di
bagian atas, dan kelima jari rapat.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 20


b. Saat memberikan salam penghormatan dan janji: tongkat
dimiringkan dan dipengan dengan tangan kiri sedangkan
pangkal tongkat tetap di posisi semula. Tangan kanan
diangkat pada pelipis. Posisi telapak tangan miring, terbuka,
dengan punggung tangan di bagian atas dan kelima jari rapat.
3. Dalam keadaan duduk, salam pramuka diberikan dengan
merapatkan kedua kaki, lutut ditekuk, badan ditegakkan, tangan
kiri rapat di sisi kiri tubuh sebatas siku dan lengan bawah
diletakkan di atas paha. Sedangkan tangan kanan diangkat pada
pelipis dengan posisi telapak tangan miring, terbuka, dengan
punggung tangan di bagian atas dan kelima jari rapat.
4. Dalam keadaan yang tidak memungkinkan (terutama untuk
pemberian salam pramuka sebagai salam biasa), salam pramuka
dapat diberikan tanpa mengambil posisi sikap sempurna. Namun
cukup dengan mengangkat tangan kanan pada pelipis dengan
posisi telapak tangan miring, terbuka, dengan punggung tangan
di bagian atas dan kelima jari rapat.
5. Saat memberikan salam pramuka sebagai salam biasa, sikap-
sikap di atas disertai dengan ucapan “Salam Pramuka” yang
diberikan secara lantang.
6. Saat memberikan salam pramuka sebagai salam penghormatan
dan salam janji tidak perlu meneriakkan “salam pramuka”
Bagi setiap anggota Gerakan Pramuka yang menerima salam
pramuka diwajibkan untuk menjawabnya. Cara menjawab salam
pramuka adalah dengan mengambil sikap seperti ketentuan di atas
(ketentuan sikap badan saat memberikan salam pramuka) disertai
dengan mengucapkan kata “salam” dengan tegas.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 21


BAB 9

TANDA
PENGENAL
DALAM
GERAKAN
PRAMUKA

A. PENGERTIAN TANDA PENGENAL


Tanda Pengenal Gerakan Pramuka adalah tanda-tanda yang
dikenakan pada pakaian seragam Pramuka, yang dapat
menunjukkan diri seorang Pramuka, dan/atau Satuan, kemampuan,
tanggungjawab, daerah asal, wilayah tugas, kecakapannya dan
tanda penghargaan yang dimilikinya.

B. MAKSUD DAN TUJUAN TANDA PENGENAL


1. Maksud Tanda Pengenal
Tanda Pengenal Gerakan Pramuka dimaksudkan untuk
mengenal diri seorang Pramuka, satuan, tempat, wilayah, tugas,
jabatan dan kecakapannya.
2. Tujuan Tanda Pengenal
Tanda Pengenal Gerakan Pramuka bertujuan sesuai dengan
macam tanda pengenal tersbut, yaitu:

 Mendorong seorang Pramuka untuk


menggunakan haknya dan melaksanakan kewajibannya
sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.
 Memberi gairah dan semangat kepada seorang
Pramuka untuk meningkatkan kemampuan, kecakapan, dan

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 22


karyanya menurut ketentuan yang ada sesuai dengan
golongan usianya.

 Mendorong seorang Pramuka untuk bersungguh-


sungguh melaksanakan isi janji dan ketentuan moral yang
berbentuk Satya dan Darma Pramuka, serta mengamalkan
pengetahuan dan kecakapannya sesuai tanda yang
dipakainya.

 Menanamkan rasa persaudaraan di kalangan


anggota Gerakan Pramuka pada khususnya dan anggota
Gerakan Kepramukaan Sedunia pada umumnya.

 Menanamkan kesadaran ikut memiliki,


memelihara dan bertanggungjawab atas dirinya sendiri,
satuan, organisasinya serta ikut mencapai tujuan atau cita-
citanya.

 Menanamkan kebanggaan dan percaya pada diri


sendiri serta mengembangkan daya kepemimpinannya.

C. FUNGSI TANDA PENGENAL

Tanda Pengenal Gerakan Pramuka berfungsi sebagai:

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 23


 Alat pendidikan untuk memberi dorongan, gairah dan
semangat para Pramuka, agar mereka berusaha
meningkatkan kemampuan, karya, pribadi dan
kehormatannya.
 Alat Pengenal seorang Pramuka, satuan, tingkat kecakapan,
jabatan, tempat atau wilayah tugasnya.

 Tanda pengakuan dan pengesahan atas keanggotaan, tingkat


kecakapan serta pemberian tanggungjawab, hak dan
kewajiban kepada seorang anggota Gerakan Pramuka.

 Tanda penghargaan kepada seseorang atas prestasi dan


tindakannya, agar yang bersangkutan selalu menjaga dan
memelihara nama baik pribadi dan prganisasinya.

Tanda Pengenal Gerakan Pramuka tidak berfungsi sebagai:


(a)) Tanda pangkat yang menunjukkan perbedaan martabat
seseorang.
(b) Perhiasan.

D. MACAM-MACAM TANDA PENGENAL


Berbagai macam Tanda Pengenal Gerakan Pramuka,
dikelompokkan dalam lima kelompok, yaitu :
• Tanda Umum
• Tanda Satuan
• Tanda Jabatan
• Tanda Kecakapan
• Tanda Penghargaan

Macam-macam Tanda Umum


Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Umum, yaitu :
• Tanda Tutup Kepala
• Setangan Leher atau Pita Leher
• Tanda Pelantikan
• Tanda Harian
• Tanda Kepramukaan Sedunia

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 24


Macam-macam Tanda Satuan
Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Satuan, yaitu :
• Tanda Barung, Tanda Regu, Tanda Sangga, dan Tanda Satuan
terkecil lainnya.
• Tanda Gugusdepan, Kwartir dan Majelis Pembimbing.
• Tanda Krida dan Tanda Satuan Karya.
• Lencana Daerah dan Tanda Wilayah.
• Tanda Satuan Pramuka Luar Biasa.
• Tanda Satuan lainnya.

Macam-macam Tanda Jabatan


Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Jabatan, yaitu :
• Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin : Barung, Regu, Sangga,
dan lain-lain.
• Tanda Pembimpin dan Wakil Pemimpin Krida dan Satuan Karya.
• Tanda Keanggotaan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.
• Tanda Pemimpin Barung Utama (Sulung), Pemimpin Regu Utama
(Pratama), Pemimpin Sangga Utama(Pradana), Ketua Racana
• Tanda Pembina dan Pembantu Pembina : Siaga, Penggalang,
Penegak dan Pandega, serta Tanda Pembina Gugusdepan.
• Tanda Pelatih Pembina Pramuka
• Tanda Andalan dan Pembantu Andalan
• Tanda Jabatan lainnya.

Macam-macam Tanda Kecakapan


Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Kecakapan, yaitu :
a. Tanda Kecakapan Umum
• Untuk Pramuka Siaga : Tingkat Mula, Bantu dan Tata
• Untuk Pramuka Penggalang : Tingkat Ramu, Rakit, dan Terap
• Untuk Pramuka Penegak : Tingkat Bantara dan Laksana
• Untuk Pramuka Pandega : Tingkat Pandega
• Untuk Pembina Pramuka : Tingkat Mahir Dasar dan Lanjutan.
b. Tanda Kecakapan Khusus
• Untuk Pramuka Siaga : Tidak ada tingkatan

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 25


• Untuk Pramuka Penggalang : Tingkat Purwa, Madya, dan
Utama
• Untuk Pramuka Penegak : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama
• Untuk Pramuka Pandega : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama
• Untuk Instruktur : Muda dan Dewasa
• Untuk Pembina Pramuka :
o Tingkat Dasar
o Tingkat Lanjutan.
c. Tanda Pramuka Garuda
• Untuk Pramuka Siaga
• Untuk Pramuka Penggalang
• Untuk Pramuka Penegak
• Untuk Pramuka Pandega

Macam-macam Tanda Penghargaan


Tanda Penghargaan GerakanPramuka untuk peserta didik, yaitu :
• Tanda Penghargaan (termasuk Tanda Ikut Serta Bakti Gotong
Royong, Tanda Ikut Serta Kegiatan dan lain-lainnya).
• Bintang Tahunan
• Lencana Wiratama
• Lencana Teladan
Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka untuk orang dewasa, yaitu :
• Bintang Tahunan
• Lencana Pancawarsa
• Lencana Wiratama
• Lencana Jasa :
• Dharma Bakti
• Melati
• Tunas Kencana
Tanda Penghargaan atau jasa dari badan di luag Gerakan Pramuka,
misalnya dari :
• Organisasi Kepramukaan maupun badan lainnya, di dalam atau di
luar negeri sepanjang hal-hal tersebut tidak bertentangan dengan
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka,
serta peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia
yang berlaku.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 26


• Pemerintah Negara Lain
• Pemerintah Republik Indonesia.

E. PENGGUNAAN TANDA PENGENAL


• Hak atas pemakaian Tanda Pengenal Gerakan Pramuka selalu
disertai dengan tanggungjawab dan kewajiban pemakainya untuk
: (a) Mnjaga nama baik dirinya, satuan, dan organisasi Gerakan
Pramuka. (b) Berusaha memanfaatkan dan meningkatkan
kemampuannya sesuai dengan makna tanda pengenal yang
dipakainya. (c) Berusaha mengamalkan Satya dan Darma
Pramuka serta menunjukkan nilai dirinya sebagai seorang
Pramuka.
• Tanda Pengenal Gerakan Pramuka hanya dibenarkan dikenakan
pada pakaian seragam Pramuka, dan tidak dibenarkan pada
pakaian lainnya (nisalnya pada pakaian sekolah, pakaian seragam
organisasi lain, dan sebagainya) kecuali Tanda Harian Gerakan
Pramuka.
• Penempatan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka pada pakaian
seragam Pramuka dengan rapi dan teratur sesuai dengan
ketentuan yang tersebut dalam Petunjuk Penyelenggaraan.
• Tanda Pengenal yang dapat dikenakan pada pakaian seragam
Pramuka, adalah Tanda Pengenal yang sah, yaitu yang diatur
dengan Petunjuk Penyelenggaraan yang berkaitan dengan
petunjuk penyelenggaraan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka ini.
• Tanda-tanda lain yang tidak diatur, tidak sesuai atau bahkan
bertentangan dengan isi Petunjuk Penyelenggaraan ini, tidak
dibenarkan untuk dikenakan pada pakaian seragam Pramuka.
• Tanda Pengenal yang habis masa berlakunya tidak dibenarkan
untuk dikenakan pada pakaian seragam Pramuka.
• Mereka yang karena sesuatu hal, tidak berhak lagi mengenakan
salah satu Tanda Pengenal, tidak dibenarkan lagi mengenakan
Tanda Pengenal tersebut.
• Pemberian Tanda Pengenal Gerakan Pramuka dilakukan menurut
ketentuan yang diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan yang
bersangkutan dengan masing-masing tanda pengenal itu.
• Pemakaian Tanda Jasa dan Tanda Penghargaan dari Negara lain,
Gerakan Kepramukaan Negara lain/Sedunia, dan dari organisasi
lainnya diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 27


• Tanda jasa dan penghargaan dari Pemerintah Negara Republik
Indonesia digunakan pada pakaian seragam Pramuka sesuai
dengan peraturan pemakaian tanda-tanda tersebut.
F. PEMASANGAN TANDA PENGENAL PRAMUKA SIAGA PUTRI

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 28


G. PEMASANGAN TANDA PENGENAL PRAMUKA SIAGA PUTRA

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 29


BAB
10

BADGE BANTEN

A. PENCIPTA BADGE BANTEN


Pencipta Badge Banten adalah Djoko Munandar
Kwarda Banten diresmikan pada tanggal 19 mei 2001 dengan
lmbang menara dengan yang di ampit dua tunas kelapa yang saling
berhadapan, menara tersebut bernama HASANUDIN, dan dua
tunas kelapa yang melambangkan bahwa adanya satuan terpisah
antara anggota pramuka putra dan utrid . Dan ditengah terdapat
peta provinsi Banten yang didalamnya terdapat 6 wilayah 2 Kota
dan 4 Kabupaten yaitu :
1. Kota Tangerang
2. Kab. Tangerang
3. Kota Serang

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 30


4. Kab. Cilegon
5. Kab. Pandeglang
6. Kab. Lebak

Dan bentuk Banten seperti kwarda jabar yanang melmbangkan


bahwa provinsi banten masih menghormati /tidak mau putus
hubungan satu sama lain. Tinggi untuk logo banten sekitar 8 cm
dan lebarnya 6 cm/ dan provinsi banten beribukotakan serang.

B. ARTI BADGE BANTEN


Ø Tulisan kata banten ukuran 1cm×6cm banten strip merah, dasar
putih, lambang bangsa indonesia, garis tepi coklat ukuran 2mm
Ø Menara warana putih melambangkan kejayaan banten
Ø Peta warna kuning ciri penegak berbudi luhur
Ø Tunas kelapa warna merah adalah penggalang berani,
menghadapi segala rintangan
Ø Pita pengikat warna hijau berarti siaga perlu bimbingan
Ø Tulisan logo hitam ciri pembina Bhakti Satya Legawa artinya
tulus, ikhlas, rela (berjiwa besar)
Ø Dasar biru melambangkan Provinsi Banten lautan dari barat
hingga selatan
Ø Garis tepi warna cokelat pandega pelindung adik-adiknya

C. BADGE PRAMUKA DI INDONESIA


kode dan lambangnya:

1. Kwarda Aceh

 Kode: I
 Lambang:

2. Kwarda Sumatera Utara

 Kode: II
 Lambang:

3. Kwarda Sumatera Barat

 Kode: III
 Lambang:

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 31


4. Kwarda Riau

 Kode: IV
 Lambang:

5. Kwarda Sumatera Selatan


 Kode:V
 Lambang:

6. Kwarda Jambi
 Kode:VI
 Lambang:

7.Kwarda Bengkulu
 Kode:VII
 Lambang:

8.Kwarda Lampung

 Kode:VIII
 Lambang:

9.Kwarda Jawa Barat


Kode: IX
Lambabang:

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 32


10.Kwarda DKI Jakarta
Kode: X
Lambabang:

11.Kwarda Jawa Tengah


Kode: XI
Lambabang:

12.Kwarda DI Yogyakarta
Kode: XII
Lambabang:

13.Kwarda Jawa Timur


Kode: XIII
Lambabang:

14.Kwarda Kalimantan Barat


Kode: XIV
Lambabang:

15.Kwarda Kalimantan Tengah


Kode: XV
Lambabang:

16.Kwarda Kalimantan Selatan


Kode: XVI
Lambabang:

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 33


17.Kwarda Kalimantan Timur
Kode: XVII
Lambabang:

18.Kwarda Sulawesi Utara


Kode: XVIII
Lambabang:

19.Kwarda Sulawesi Tengah


Kode: XIX
Lambabang:

20.Kwarda Sulawesi Tenggara


Kode: XX
Lambabang:

21.Kwarda Sulawesi Selatan


Kode:XXI
Lambabang:

22.Kwarda Bali
Kode:XXII
Lambabang:

23.Kwarda Nusa Tenggara Barat


Kode: XXIII
Lambabang:

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 34


24.Kwarda Nusa Tenggara Timur
Kode: XXIV
Lambabang:

25.Kwarda Maluku
Kode: XXV
Lambabang:

26.Kwarda Papua
Kode: XXVI
Lambabang:

27.Kwarda Banten
Kode: XXVII
Lambabang:

28.Kwarda Gorontalo
Kode: XXVIII
Lambabang:

29.Kwarda Kepulauan Bangka Belitung


Kode: XXIX
Lambabang:

30.Kwarda Maluku Utara


Kode: XXX
Lambabang:

31.Kwarda Sulawesi Barat

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 35


Kode: XXXI
Lambabang:

32.Kwarda Kepulauan Riau


Kode: XXXII
Lambabang:

33.Kwarda Papua Barat


Kode: XXXIII
Lambang:

34.Kalimantan Utara
Kode: XXXIV
Lambang:

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 36


BAB
11

SERAGAM
PRAMUKA SIAGA

A. PAKAIAN SERAGAM HARIAN PRAMUKA SIAGA PUTRI

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 37


Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga Putri:
 Tutup Kepala:
 dibuat dari kain warna coklat tua.
 berbentuk topi joki terdiri dari lima potongan.
 pada batas tiap potongan diberi bisban warna coklat muda
selebar ¼ cm.
 di bagian atas, tepat pada pertemuan potongan-potongan
diberi bulatan sebagai hiasan, bergaris tengah antara 1
sampai 3 cm warna coklat tua.
 pada bagian belakang topi diberi elastik.
 lebar lidah topi di bagian depan 5 cm, warna coklat tua.
 Baju:
 dibuat dari bahan warna coklat muda.
 lengan pendek.
 memakai lidah bahu, dengan lebar 2,5 cm.
 kerah model kerah shiller.
 memakai 2 (dua) buah kancing dipasang di bagian depan
(dibuat di dalam 2 lipatan).
 memakai lipatan hiasan melintang di dada selebar 2 cm.
 lengan baju diberi 2 (dua) lis warna coklat tua; lebar lis
atas 1,5 cm, lebar lis bawah 3 cm.
 memakai 2 (dua) saku tempel pada bagian depan bawah
kanan dan kiri.
 1 (satu) cm dari tepi atas saku diberi lis warna coklat tua,
lebar 1,5 cm.
 disamping kanan dan kiri bawah diberi belahan.
 panjang sampai garis pinggul, dipakai di luar rok.
 Rok:
 dibuat dari bahan warna coklat tua.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 38


 berbentuk kulot.
 memakai ban pinggang dan diberi karet/elastik disisi
kanan dan kiri.
 memakai 2 (dua) saku timbul di bagian depan, dengan
lipatan dalam di tengah saku dan diberi tutup (ukuran saku
disesuaikan dengan besar badan pemakai).
 bagian depan dan belakang tanpa lipatan, hanya
menggunakan kupnat.
 memakai ritsleting di bagian belakang.
 panjang 5 cm di bawah lutut.
 Setangan Leher:
 dibuat dari bahan warna merah dan putih.
 berbentuk segitiga sama kaki;
 sisi panjang 90 cm dengan sudut bawah 90º(panjang
disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di
pinggang).
 bahan dasar warna putih dengan lis merah selebar 5
cm.
 setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5
cm) sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan
pemakaiannya tampak rapi.
 dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
 dikenakan di bawah kerah baju.
 Kaos Kaki:
 panjang kaos kaki sampai betis.
 warna hitam.
 Sepatu:
 model tertutup.
 warna hitam.
 bertumit rendah.
 Tanda Pengenal:
 tanda topi dikenakan di topi bagian depan tengah.
 papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas
lipatan.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 39


Gambar Model Pakaian Seragam Muslim Siaga Putri
Pakaian seragam muslim merupakan Pakaian Seragam Khusus. Pakaian seragam khusus muslim
ini bisa dikenakan oleh anggota pramuka siaga yang beragama Islam apabila situasi
mengharuskannya. Adapun model atau gambar pakaian seragam muslim untuk pramuka siaga
putri adalah sebagai berikut:

Gambar dan Model Pakaian Seragam Muslim untuk Pramuka


Siaga putri

Penjelasan Pakaian Seragam Muslim Putri


Untuk pakaian seragam muslim putri sebagaimana dijelaskan dalam
SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 174 Tahun 2012 Bab IV
Poin 4a adalah sebagai berikut:
 Tutup Kepala:
 topi dan tanda topi (sesuai dengan tingkatannya).
 kerudung warna coklat tua tanpa asesoris:
 kerudung/jilbab dimasukkan ke dalam baju, atau
 kerudung/jilbab di luar baju.
 Baju seperti pakaian seragam harian namun berlengan panjang.
 Rok/celana panjang warna coklat tua.
 Setangan leher seperti setangan leher pakaian seragam harian.
 Kaos kaki dan sepatu model tertutup, berwarna hitam.
 Digunakan oleh anggota Gerakan Pramuka yang beragama
Islam, apabila situasi mengharuskan.
Bagi Yahda, Bunda, Pakcik, Bucik dan kakak-kakak pembina yang
terlibat di gugusdepan yang memiliki golongan peserta didik siaga
perlu mencermati ketentuan-ketentuan dalam Jukran Seragam
Pramuka yang baru ini utamanya terkait dengan pakaian seragam
untuk pramuka siaga.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 40


B. PAKAIAN SERAGAM HARIAN PRAMUKA SIAGA PUTRA

Kelengkapan Pakaian Seragam Siaga Putra


1. Tanda tutup kepala
2. Pandu dunia
3. Tanda pelantikan
4. Tanda lokasi
5. Pita nomor (gudep)
6. Badge daerah
7. TKK
8. Nama
9. Tanda jabatan
10. Tanda Barung
11. TKU siaga
12. Setangan leher

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 41


1. Tutup Kepala:
 dibuat dari kain warna coklat tua.
 berbentuk topi joki terdiri dari lima potongan.
 pada batas tiap potongan diberi bisban warna coklat muda
selebar ¼ cm.
 di bagian atas, tepat pada pertemuan potonganpotongan
diberi bulatan sebagai hiasan, bergaris tengah antara 1
sampai 3 cm warna coklat tua.
 pada bagian belakang topi diberi elastik.
 lebar lidah topi di bagian depan 5 cm, warna coklat tua.

2. Baju:
 dibuat dari bahan warna coklat muda.
 lengan pendek.
 memakai lidah bahu, dengan lebar 2,5 cm.
 kerah model kerah shiller.
 memakai 2 (dua) buah kancing dipasang di bagian depan
(dibuat di dalam 2 lipatan).
 memakai lipatan hiasan melintang di dada selebar 2 cm.
 lengan baju diberi 2 (dua) lis warna coklat tua; lebar lis atas
1,5 cm, lebar lis bawah 3 cm.
 memakai 2 (dua) saku tempel pada bagian depan bawah
kanan dan kiri.
 1 (satu) cm dari tepi atas saku diberi lis warna coklat tua,
lebar 1,5 cm.
 disamping kanan dan kiri bawah diberi belahan.
 panjang sampai garis pinggul, dipakai di luar celana

3. Celana:
 dibuat dari bahan warna coklat tua.
 berbentuk celana pendek.
 memakai ban pinggang dan diberi karet/elastik disisi kanan
dan kiri.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 42


 memakai saku tempel di bagian belakang kanan dan kiri
dengan lipatan luar selebar 2 cm dan diberi tutup.
 memakai saku timbul di bagian samping kanan dan kiri
dengan lipatan dalam ditengah saku dan diberi tutup (ukuran
saku disesuaikan dengan besar badan pemakai).
 memakai kancing dan ritsleting di bagian depan celana.
 panjang celana sampai lutut.

4. Setangan Leher:
 dibuat dari bahan warna merah dan putih.
 berbentuk segitiga sama kaki;
 sisi panjang 90 cm dengan sudut bawah 90º(panjang
disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di
pinggang).
 bahan dasar warna putih dengan lis merah selebar 5 cm.
 setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm)
sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan
pemakaiannya tampak rapi.
 dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
 dikenakan di bawah kerah baju.

5. Kaos Kaki:
 panjang kaos kaki sampai betis.
 warna hitam.

6. Sepatu:
 model tertutup.
 warna hitam.

7. Tanda Pengenal terdiri dari:


 tanda topi dikenakan di topi bagian tengah depan.
 papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas
lipatan.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 43


C. TATA CARA PEMAKAIAN
Tata Cara Pemakaian Seragam Pramuka.
1. Seorang calon anggota Gerakan Pramuka yang belum
dilantik/dikukuhkan hanya dibenarkan memakai pakaian
seragam pramuka, tanpa tutup kepala, tanpa setangan leher dan
tanpa menggunakan tanda pengenal Gerakan Pramuka lainnya.
(baca cara pelantikan anggota pramuka: Kalimat Pelantikan
Anggota Baru Pramuka Penegak/Pandega
2. Seorang anggota Gerakan Pramuka yang telah memenuhi syarat
dan dilantik/dikukuhkan atau mendapat perestuan, berhak
memakai pakaian seragam pramuka lengkap dengan setangan
leher dan tutup kepala serta tanda pengenal Gerakan Pramuka
sesuai dengan ketentuan yang berhubungan dengan usia
golongan, tingkat, dan jabatannya.
3. a. Pakaian Seragam Pramuka harus dikenakan oleh mereka
yang berhak, secara lengkap, rapi, bersih, dan benar sesuai
dengan ketentuan yang berlaku, apalagi sedang melakukan
kegiatan di depan umum.
b. Pakaian Seragam Harian dikenakan pada waktu melakukan
kegiatan kepramukaan pada umumnya.
c. Pakaian Seragam Upacara dikenakan pada waktu mengikuti
upacara peringatan hari besar nasional, Hari Pramuka,
upacara pembukaan dan penutupan kegiatan
Jambore/Raimuna/Perkemahan Wirakarya dan semacamnya,
upacara pelantikan pengurus mabi/kwartir, dan menghadiri
undangan yang ditentukan seragamnya adalah seragam
upacara.
d. Pakaian Seragam Kegiatan, bakti atau olahraga hanya
dikenakan selama mengikuti kegiatan tersebut.
4. Pakaian Seragam Pramuka dikenakan hanya bilamana yang
bersangkutan bertindak sebagai anggota Gerakan Pramuka
yang melaksanakan tugas atau kegiatan kepramukaan.
5. Pada saat anggota Gerakan Pramuka bertindak sebagai anggota
organisasi lain yang sedang melakukan tugas atau kegiatan
organisasi tersebut, tidak dibenarkan memakai pakaian seragam
pramuka dan/atau tanda pengenal Gerakan Pramuka.
6. Seorang anggota Gerakan Pramuka yang secara pribadi menjadi
anggota organisasi massa atau organisasi politik dilarang keras
memakai seragam pramuka dan/atau tanda pengenal Gerakan
Pramuka pada saat melaksanakan tugas atau kegiatan
organisasi massa atau organisasi politik tersebut dan
sebaliknya.
7. Untuk menjaga harkat dan martabat Gerakan Pramuka, maka
setiap anggota Gerakan Pramuka yang menggunakan pakaian

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 44


seragam pramuka, bertanggungjawab atas nama baik Gerakan
Pramuka dan harus bersikap atau bertindak sesuai dengan
Satya dan Darma Pramuka.
Kwartir atau satuan Gerakan Pramuka dan setiap anggota
Gerakan Pramuka berkewajiban untuk saling mengingatkan dan
saling membetulkan cara mengenakan pakaian seragam pramuka,
yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam petunjuk
penyelenggaraan ini dengan cara santun.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 45


BAB
12

UPACARA DAN
PERINDUKAN
PRAMUKA SIAGA

Macam upacara di Perindukan Siaga meliputi :


a. Upacara Pembukaan Latihan
b. Upacara Penutupan Latihan
c. Upacara Pelantikan
d. Upacara Kenaikan

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 46


e. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus
f. Upacara Pindah ke Golongan Penggalang.

A. UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN PERINDUKAN SIAGA


Upacara Pembukaan Latihan Perindukan Siaga adalah sebagai
berikut :
a. Pemeriksaan kebersihan dan kerapihan anggota.
b. Memilih barung terbaik untuk memimpin upacara
c. Barung terbaik menyiapkan perlengkapan upacara
d. Pemimpin Upacara memanggil anggota perindukan, untuk
membentuk lingkaran besar mengelilingi standar bendera
e. 1) Pembina Upacara (Pembina Siaga) dijemput oleh Pemimpin
Upacara dan
mengambil tempat di tengah lingkaran menghadap bendera
dan pintu upacara
2) Para Pembantu Pembina Siaga masuk lingkaran upacara.
f. Pemimpin Upacara mengambil bendera untuk dikibarkan.
g. Pada waktu bendera sampai dipintu upacara, semua anggota
perindukan memberi hormat hingga selesai.
h. Pembina Upacara (Pembina Siaga) membaca Pancasila ditirukan
oleh semua anggota.
i. Pemimpin Upacara membaca Dwidarma diikuti oleh semua
anggota perindukan.
j. Pemimpin Upacara kembali ke barungnya.
k. Pembina Upacara (Pembina Siaga) mengumumkan hal-hal yang
perlu diketahui oleh anggota perindukan.
l. Pembina Upacara (Pembina Siaga) mengucapkan doa yang
diikuti oleh anggota perindukan.

B. UPACARA PENUTUPAN LATIHAN PERINDUKAN SIAGA


Upacara Penutupan Latihan Perindukan Siaga adalah sebagai
berikut :
a. Barung terbaik menyiapkan perlengkapan upacara.
b. Pemimpin Upacara memanggil anggota perindukan, untuk
membentuk lingkaran besar
mengelilingi standar bendera.
c. 1) Pembina Upacara (Pembina Siaga) dijemput oleh Pemimpin
Upacara dan mengambil tempat tengah lingkaran
menghadap bendera dan pintu upacara.
2) Para Pembantu Pembina Siaga masuk lingkaran upacara.
3) Pemimpin Upacara mengambil tempat di dekat bendera
menghadap Pembina Siaga.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 47


d. 1) Pemimpin Upacara memberi hormat kepada Sang Merah
Putih, kemudian membawanya tempat upacara (tidak balik
kanan).
2) Pada waktu Sang Merah Putih dibawa keluar, semua anggota
perindukan memberi hormat ke pintu upacara.
3) Pemimpin Upacara menggulung dan meletakkan bendera di
tempat yang ditentukan, kemudian kembali ke barungnya.
e. Pengumuman dan pesan Pembina Upacara (Pembina Siaga).
f. Pembina Upacara (Pembina Siaga) mengucapkan doa yang
diikuti oleh anggota perindukan.
g. Barisan dibubarkan, anggota perindukan minta diri kepada para
Pembina dengan bersalaman.

C. UPACARA PELANTIKAN PERINDUKAN SIAGA


Upacara Pelantikan Calon Siaga menjadi Siaga Mula adalah sebagai
berikut :
a. Calon Anggota Siaga yang akan dilantik diantar oleh Pemimpin
Barungnya.
b. Para Siaga yang sudah dilantik maju satu langkah.
c. Tanya jawab tentang syarat kecakapan umum Siaga Mula antara
Pembina Siaga dan calon Siaga.
d. Ucapan janji Dwisatya dituntun Pembina dengan memegang
Sang Merah Putih di tiang bendera perindukan yang telah
dilantik memberi hormat.
e. Penyematan tanda-tanda diiringi nasehat pembina.
f. Penghormatan kepada Siaga yang baru dilantik dilanjutkan
pemberian selamat, kemudian
kembali masing-masing.
g. Pembina Siaga mengucapkan doa yang diikuti anggota
perindukan.
h. Pemimpin barung menjemput anggotanya yang telah dilantik.
i. Barisan dibubarkan.
j. Pelantikan sebaiknya diadakan pada hari latihan biasa dan
dilaksanakan sesudah upacara pembukaanlatihan.

D. UPACARA KENAIKAN TINGKAT


Upacara Kenaikan Tingkat dari Siaga Mula ke Siaga Bantu
atau dari Siaga Bantu ke Siaga Tata adalah sebagai berikut :
a. Siaga yang akan naik tingkat mengambil tempat berhadapan
dengan Pembina Siaga.
b. Tanya jawab tentang syarat kecakapan umum yang telah
dipenuhi.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 48


c. Pada ucapan janji Dwisatya dengan cara seperti pada pelantikan
anggota yang telah dilantik menghormat.
d. Pelepasan tanda kecakapan umum yang lama dan penyematan
tanda kecakapan umum yang baru diiringi nasehat pembina.
e. Penghormatan kepada Siaga yang baru naik tingkat dilanjutkan
pemberian selamat, dipimpin oleh Pemimpin Barung Utama
(Sulung), kemudian kembali ke tempat masing-masing
f. Siaga yang naik tingkat kembali ke barungnya.
g. Pembina Siaga mengucapkan doa yang diikuti anggota
perindukan.
h. Barisan dibubarkan diteruskan dengan kegiatan acara latihan.

E. UPACARA PEMBERIAN TANDA KECAKAPAN


Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus kepada Siaga yang
telah memenuhi syarat dilakukan dalam rangkaian Upacara
Pembukaan Latihan adalah sebagai berikut :
a. Siaga yang akan menerima tanda kecakapan khusus
mengambil tempat berhadapan dengan Pembina Siaga.
b. Tanya jawab tentang syarat kecakapan khusus antara Pembina
dengan Siaga yang akan menerima tanda kecakapan khusus.
c. Penyematan tanda kecakapan khusus oleh Pembina diiringi
nasehat secukupnya dan pemberian surat keterangan.
d. Pembina Siaga mengucapkan doa yang diikuti anggota
perindukan.
e. Anggota perindukan memberikan ucapan selamat, kemudian
kembali ke barung masing-masing diteruskan dengan acara
latihan.

F. UPACARA PINDAH KE GOLONGAN PENGGALANG


Pramuka Siaga yang sudah berumur 11 tahun harus
dipindahkan ke golongan Pramuka Penggalang dengan tata cara
sebagai berikut :
a. Di Perindukan Siaga, dalam rangkaian Upacara Pembukaan
Latihan.
1) Pramuka Siaga yang akan pindah golongan mengambil
tempat berhadapan dengan Pembina.
2) Penjelasan Pembina bahwa Pramuka Siaga pindah ke
golongan Pramuka Penggalang bukan kecakapannya tetapi
karena usianya.
3) Pesan Pembina kepada anggota perindukan yang akan
pindah.
4) Pramuka Siaga yang akan pindah minta diri kepada teman
seperindukan.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 49


5) Pembina mengantar Siaga yang akan pindah ke Pasukan
Penggalang yang sudah disiapkan sebelumnya.
b. Di Pasukan Penggalang dalam rangkaian Upacara Pembukaan
Latihan.
1) Penyerahan Siaga dari Pembina Siaga kepada Pembina
Penggalang.
2) Penerimaan anggota baru oleh Pembina Penggalang, sesuai
dengan kebiasaan yang
berlaku di pasukan tersebut.
3) Pembina Siaga kembali ke perindukannya unutk meneruskan
acara latihan.
4) Anggota baru diperkenalkan kepada semua anggota pasukan,
kemudian diserahkan kepada regu yang sudah siap
menerimanya.
5) Ucapan selamat datang dari semua anggota pasukan
dilanjutkan dengan acara latihan.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 50


BAB
13

MATERI SIAGA
MULA SESUAI
SKU

A. DWISATYA DAN DWIDARMA


1. Dwisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh,
• Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
• Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan
keluarga.
• Setiap hari berbuat kebaikan.

2. Dwidarma:
• Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya.
• Siaga itu berani dan tidak putus asa.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 51


B. JENIS – JENIS SALAM PRAMUKA
Salam pramuka terbagi menjadi tiga macam, yaitu:
1. Salam Biasa;
Salam pramuka sebagai salam biasa adalah salam pramuka
yang diberikan kepada sesama anggota Gerakan Pramuka.
Dalam pemberian salam biasa tidak ada ketentuan siapa yang
harus memberikan salam pramuka terlebih dahulu.

2. Salam Penghormatan;
Salam penghormatan adalah salam pramuka yang
diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang jabatannya lebih
tinggi. Orang atau sesuatu yang dapat diberikan salam
penghormatan dengan menggunakan salam pramuka adalah:
a. Bendera Merah Putih saat dikibarkan dan diturunkan.
b. Kepala Negara dan wakil kepala negara, para duta negara,
panglima tinggi, para menteri, dan pejabat lainnya.
c. Jenazah yang sedang diusung atau dikuburkan.
d. Lagu kebangsaan Indonesia Raya saat sedang
dikumandangkan dalam acara resmi.
e. Saat hendak memasuki makam pahlawan.

3. Salam Janji;
Salam pramuka sebagai salam janji adalah salam pramuka
yang diberikan kepada anggota Gerakan Pramuka saat sedang
dilantik. Pemberian salam ini dilakukan saat anggota yang
dilantik mengucapkan Satya Pramuka (Trisatya atau Dwisatya).
Salam janji juga diberikan saat pengucapan Satya Pramuka
dalam acara Ulang Janji.

C. IDENTITAS DIRI
Identitas diri bias diartikan keterangan pribadi yang
menjelaskan tentang diri kita mulai dari nama, tempat tangal lahir,
alamat, pendidikan, pekerjaan agama, dan hal-hal lain yang
berhubungan dengan diri kita. Contoh Identitas diri

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 52


D. MEMBEDAKAN PERBUATAN BAIK DAN BURUK
Perbuatan baik adalah pebuatan yang tidak melanggar
ketentuan agama, pemerintah dan tidak merugikan orang lain.
Contoh, menjalan perintah agama dengan melaksanakan
sholat 5 Waktu, tidak mencuri atau mengambil hak orang lain.
Perbuatan buruk adalah perbuatan yang tidak melanggar
ketentuan agama, pemerintah dan tidak merugikan orang lain
justru menguntungkan orang lain. Perbuatan baik akan
mendapatkan pahala.

E. LAGU INDONESIA RAYA.


Indonesia Tanah Airku Untuk Indonesia Raya
Tanah tumpah darahku Indonesia Raya Merdeka
Merdeka
Disanalah aku berdiri
Tanahku negriku yang
Jadi pandu ibuku
kucinta
Indonesia kebangsaanku
Indonesia Raya Merdeka
Bangsa dan Tanah Airku Merdeka
Marilah kita berseru Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia bersatu Indonesia RayaMerdeka
Hiduplah tanahku Merdeka

Hiduplah negriku Tanahku negriku yang


kucinta
Bangsaku Rakyatku
semuanya Indonesia RayaMerdeka
Merdeka
Bangunlah jiwanya
Hiduplah Indonesia Raya
Bangunlah badannya

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 53


F. ARTI KIASAN WARNA SANG MERAH PUTIH
1. Kiasan Warna Bendera Merah Putih
Merah berarti berani dan putih berarti suci atau bersih,
kiasan warna bendera merah putih adalah Bangsa Indonesia
sebagai Bangsa yang berani karena dilandaskan kebenaran.
Tidak memaksakan kehendak pada negara lain, menjaga
ketertiban dan persaudaraan dunia.
2. Cara Penggunaan Bendera Merah Putih
a. Dikibarkan dari pagi hari sampai petang (dari matahari
terbit hingga terbenam)
b. Untuk mencegah dari kerusakan / kotor, Bendera Merah
Putih dapat diturunkan jika turun hujan lebat
c. Bendera Merah Putih dikibarkan selalu lebih tinggi
dibandingkan bendera-bendera organisasi lainnya (Bendera
Pramuka, Bendera Kepanduan, Bendera Osis, dsb)
d. Bendera Merah Putih dikibarkan sejajar jika dikibarkan
dengan Bendera Negara lain
e. Bendera Merah Putih dikibarkan selalu paling kanan. Jika
dibuat untuk hiasan atau lain-lainnya, warna merah
ditetapkan disebelah kanan warna putih.
f. Bendera merah putih tidak boleh kotor, digambari, dicorat-
coret
g. Bendera Merah Putih tidak boleh menyentuh tanah
h. Bendera Merah Putih selalu disimpan ditempat yang baik
dan bersih
i. Pengibaran Bendera Merah Putih yaitu pada hari-hari besar
Nasional
j. Cara mengibarkan merah putih setengah tiang dalam
upacara adalah dinaikan dahulu sampai kepuncak tiang
kemudian diturunkan lagi sampai setengah tiang
k. Cara melipat bendera merah putih adalah warna merah
dibagian luar dan putih didalam
l. Bendera Merah Putih jika dipergunakaan sebagai penutup
peti jenazah. Maka warna merah diletakkan disebelah kanan
jenazah.

G. 3 HARI BESAR NASIONAL, 3 HARI BESAR AGAMA


1. Hari-Hari Peringatan Nasional
• 21 April - Hari Kartini
• 02 Mei - Hari Pendidikan Nasional

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 54


• 20 Mei - Hari Kebangkitan Nasional
• 01 Juni - Hari Lahirnya Pancasila
• 17 Agustus - Hari Proklamasi Kemerdekaan Nasional
• 01 Oktober - Hari Kesaktian Pancasila
• 28 Oktober - Hari Sumpah Pemuda
• 10 November - Hari Pahlawan
• 12 November - Hari Kesehatan Nasional
• 22 Desember - Hari Ibu

2. Hari Besar Agama di Indonesia


a. Hari raya dalam agama Buddha
1) Waisak
b. Hari raya dalam agama Hindu
1) Saraswati
2) Nyepi
3) Galungan
4) Kuningan
c. Hari raya dalam agama Islam
1) Tahun Baru Hijriyah (1 Muharram)
2) 10 Muharram (Hari Asyura)
3) Maulid Nabi Muhammad SAW
4) Isra’ Mi’raj
5) Nuzulul Qur’an
6) Idul Fitri
7) Idul Adha
d. Hari raya dalam agama Kong Hu Cu
1) Tahun baru Imlek
2) Cap Gomeh
e. Hari raya dalam agama Kristen dan Katholik
1) Natal

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 55


2) Paskah
3) Kenaikan al Masih

H. PERATURAN KELUARGA
a. Lingkungan Keluarga
Contoh penerapan norma, kebiasaan, adat istiadat dan aturan
lain dalam kehidupan keluarga antara lain;
a. Setelah bangun tidur menata kembali tempat tidur.
b. Mengerjakan tugas di rumah yang menjadi tanggung
jawabnya.
c. Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang
lebih muda.
d. Menjaga nama baik keluarga.
e. Mentaati dan mematuhi peraturan yang ada dalam keluarga
yang sudah menjadi kesepakatan bersama.
b. Lingkungan Sekolah
Beberapa contoh penerapan norma dan peraturan lainnya dalam
lingkungan sekolah.
a. Berbakti kepada guru dengan cara melaksanakan perintah
dan nasihatnasihat yang baik.
b. Menghormati guru, karyawan, dan pegawai sekolah lainnya.
c. Mematuhi peraturan dan tata tertib yang ada di sekolah.
d. Terus terang dan jujur dalam mengikuti pelajaran.
e. Belajar dengan tekun dan disiplin.
f. Saling menyayangi antara sesama.

c. Lingkungan Masyarakat
Beberapa contoh penerapan norma dan peraturan dalam
kehidupan masyarakat antara lain;
a. Tolong-menolong dengan tetangga di lingkungan masyarakat
sekitar kita.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 56


b. Menghormati dan menghargai tetangga dengan cara saling
bertegur sapa.
c. Mematuhi segala peraturan dan hukum yang berlaku.
d. Bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan
lingkungan.
e. Ikut meningkatkan mutu kehidupan masyarakat.

I. SILA-SILA PANCASILA

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.

2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.

3. Persatuan Indonesia.

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat


Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan /
Perwakilan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat


Indonesia.

J. MENGUMPULKAN KETERANGAN DAN DAPAT


MENGINFORMASIKAN KEPADA ORANG DEWASA.
1 Dapat menjelaskan keadaan sebelum kejadian, terjadinya
kejadian dan setelah kejadian kepada orang dewasa.
2 Dapat menjelaskan penyebab kejadian
3 Dapat membuktikan barang – barang bukti kejadian yang ada di
TKP

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 57


K. ARAH MATA ANGIN

L. ALAM KOMUNIKASI TRADISIONAL DAN MODEREN


1. Komunikasi Tradisional
a. Kentongan
b. Lonceng
c. Burung merpati
d. Peluit
2. Komunikasi Moderen
a. Handpone ( HP )
b. Telepon
c. Radio Agin, Handy Talky
d. Bedok ( kendang raksasa )

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 58


M. GERAK DASAR OLAH RAGA MACAM GERAK DASAR
Gerak dasar dibagi menjadi 3 macam :
a. Gerak dasar lokomotor, adalah gerak memindahkan tubuh
dari satu tempat ke tempat yang lain. Macam-macam gerak
lokomotor, yaitu : lari, lompat, loncat, leaping,
jingkat, menderap, sliding, skiping,rolling,dan
memanjat

b. Gerak Gerakan non lokomotor adalah aktivitas yang


menggerakkan anggota tubuh pada porosnya dan pelaku
tidak pindah tempat. Bentuk-bentuk gerak nonlokomotor,
yaitu menghindar, meregangkan otot, memutar dan berputar,
mengayunkan kaki, bergantung, menarik, dan yang terakhir
adalah mendorong. non lokomotor

Gerak Dasar Lempar Tangkap


a. Melempar
Melempar merupakan gerak manupulatif untuk menjauhkan
obyek dari tubuh dengan menggunakan satu atau dua tangan.
b. Menangkap
Menangkap adalah keterampilan gerak dasar manipulatif
untuk menghentikan momentum suatu obyek dengan
menggunakan tangan.Menangkap biasanya dipengaruhi oleh
kemampuan visual untuk mengikuti gerakan obyek.

N. MAKANAN YANG BERGIZI 4 SEHAT 5 SEMPORNA


1. Makanan Pokok
Makanan utama berfungsi sebagai sumber tenaga bagi tubuh
untuk dapat mampu malakukan aktifitas sehari-hari. Contohnya
seperti nasi, jagung, oat, kentang, gandum / tepung terigu, serta
umbi-umbian lainnya.
2. Lauk-Pauk
Lauk pada makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan
zat pembangun pada tubuh. Misalnya yaitu tempe, tahu, telur,
daging, ikan, dan lain-lain.
3. Sayur-Mayur

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 59


Sayur-sayuran pada makanan memiliki fungsi untuk memenuhi
kebutuhan zat pengatur pada tubuh. Contoh : Kangkung, bayam,
terong, tomat, cabe, kacang panjang, kol gepeng, labu siam, dan
lain sebagainya.

4. Buah
Mirip dengan sayur mayur, buah-buahan pada makanan memiliki
fungsi untuk memenuhi kebutuhan zat pengatur pada tubuh.
Contohnya yakni apel, manggis, markisa, kesemek, salak pondoh,
duren, dan lain sebagainya.
5. Susu
Susu sebagai pelengkap di mana tidak ada kewajiban atau
keharusan kita untuk mengkonsumsi atau meminumnya. Namun
tidak ada salahnya jika kita minum susu setelah makan, karena
mengandung berbagai macam kandungan zat yang berguna dan
baik bagi tubuh kita.

O. SIMPUL MATI, HIDUP, ANYAM, PANGKAL DAN SIMPUL


JANGKAR
1. Simpul mati

2. Simpul Hidup

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 60


3. Simpul Anyam 4. Simpul Anyan Berganda

5. Simpul Pangkal

6. Simpul Jangkar

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 61


BAB
14

MATERI SIAGA
BANTU SESUAI
SKU

A. PENGGUNAAN SALAM PRAMUKA


Cara Memberikan dan Membalas Salam Pramuka
Ada beberapa ketentuan dalam memberikan dan membalas salam
pramuka. Ketentuan-ketentuan itu antara lain:
1. Secara umum sikap ketika memberikan salam pramuka adalah
dengan berdiri, mengambil posisi sikap sempurna (siap),
tangan kiri lurus dan mengepal di samping badan sedangkan
tangan kanan diangkat pada pelipis. Posisi telapak tangan
miring, terbuka, dengan punggung tangan di bagian atas dan
kelima jari rapat.
2. Pemberian salam pramuka saat membawa tongkat adalah
sebagai berikut: o Saat memberikan salam biasa: tongkat
diangkat dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri
diangkat di bawah dada dengan posisi telapak tangan
terbuka, punggung tangan di bagian atas, dan kelima jari
rapat. o Saat memberikan salam penghormatan dan janji:
tongkat dimiringkan dan dipengan dengan tangan kiri
sedangkan pangkal tongkat tetap di posisi semula. Tangan
kanan diangkat pada pelipis. Posisi telapak tangan miring,

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 62


terbuka, dengan punggung tangan di bagian atas dan kelima
jari rapat.
3. Dalam keadaan duduk, salam pramuka diberikan dengan
merapatkan kedua kaki, lutut ditekuk, badan ditegakkan,
tangan kiri rapat di sisi kiri tubuh sebatas siku dan lengan
bawah diletakkan di atas paha. Sedangkan tangan kanan
diangkat pada pelipis dengan posisi telapak tangan miring,
terbuka, dengan punggung tangan di bagian atas dan kelima
jari rapat.
4. Dalam keadaan yang tidak memungkinkan (terutama untuk
pemberian salam pramuka sebagai salam biasa), salam
pramuka dapat diberikan tanpa mengambil posisi sikap
sempurna. Namun cukup dengan mengangkat tangan kanan
pada pelipis dengan posisi telapak tangan miring, terbuka,
dengan punggung tangan di bagian atas dan kelima jari rapat.
5. Saat memberikan salam pramuka sebagai salam biasa, sikap-
sikap di atas disertai dengan ucapan “Salam Pramuka” yang
diberikan secara lantang.
6. Saat memberikan salam pramuka sebagai salam penghormatan
dan salam janji tidak perlu meneriakkan “salam pramuka”

Bagi setiap anggota Gerakan Pramuka yang menerima salam


pramuka diwajibkan untuk menjawabnya. Cara menjawab salam
pramuka adalah dengan mengambil sikap seperti ketentuan di atas
(ketentuan sikap badan saat memberikan salam pramuka) disertai
dengan mengucapkan kata “salam” dengan tegas.

B. SENI BUDAYA DI INDONESIA


1. Seni Tari
a. Tari orek-orek ( Ngawi )
b. Tari Jaipong ( sunda )
c. Tari Saman ( aceh )
d. Tari Kecak, tari pendet ( bali )
e. Tari Dongkrek ( Kab. Madiun canruban )
2. Seni Drama

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 63


a. Ludruk ( Jawa Timur )
b. Ketoprak ( Jawa Tengah )
c. Wayang Wong ( Jawa Tengah )
3. Seni Wayang Kulit ( dari jawa )
4. Seni Ondel-ondel ( betawi )
5. Seni Leak (Bali)

C. SIKAP PADA SAAT LAGU INDONESIA RAYA DINYANYIKAN


Penggunaan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Dalam Bab V, pasal 59 Undang-Undang No. 24 Tahun 2009


tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu
Kebangsaan, penggunaan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya terdiri
atas dua macam yaitu wajib dan diperbolehkan. Lagu Kebangsaan
wajib diperdengarkan atau dinyanyikan antara lain :
1. untuk menghormati Presiden dan/atau Wakil Presiden;
2. untuk menghormati Bendera Negara pada waktu pengibaran
atau penurunan Bendera Negara yang diadakan dalam
upacara;
3. dalam acara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah;
4. dalam acara pembukaan sidang paripurna Majelis
Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan Perwakilan Daerah;
5. untuk menghormati kepala negara atau kepala pemerintahan
negara sahabat dalam kunjungan resmi;
6. dalam acara atau kegiatan olahraga internasional; dan
7. dalam acara ataupun kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi,
dan seni internasional yang diselenggarakan di Indonesia.
8. Setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan
diperdengarkan dan/atau dinyanyikan, wajib berdiri tegak
dengan sikap hormat.

D. HARI BESAR NASIONAL DAN NAMA PAHLAWAN NASIONAL


1. Hari-Hari Peringatan Nasional Tahun 2014
• 21 April - Hari Kartini

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 64


• 02 Mei - Hari Pendidikan Nasional
• 20 Mei - Hari Kebangkitan Nasional
• 01 Juni - Hari Lahirnya Pancasila
• 17 Agustus - Hari Proklamasi Kemerdekaan Nasional
• 01 Oktober - Hari Kesaktian Pancasila
• 28 Oktober - Hari Sumpah Pemuda
• 29 Oktober - Hari KORPRI
• 10 November - Hari Pahlawan
• 12 November - Hari Kesehatan Nasional
• 22 Desember - Hari Ibu

2. Nama Pahlawan Nasianal

Antasari A Christina Ciahahu Bung Karno Bung


Tomo

Cokroaminoto Cut Nyak Dhien Cut Nyak Mutia


DR.Cipto M

DR.Moewardi Halim P Hasanuddin Hassan Basry

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 65


I G Ngurah Rai, Ahmad Yani Gatot Subroto
Sudirman

Patimura KH Zainal Mustofa Ki Hajar Dewantara KH


Ahmad Dahlan

M Badaruddin Moh.Hatta S. Hasanuddin MH


Tamrin

Diponegoro R.A Kartini Dewi Sartika


Sisingamangaraja

Supriyadi Teuku Umar Imam Bonjol Wahidin


Sudirohusodo

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 66


E. PERATURAN DI TEMPAT TINGGALNYA
1. Aturan Tertulis dilingkungan masyarakat
a. Setiap kepala keluarga wajib memiliki Kartu Keluarga
b. Setiap warga yang sudah berumur 17 tahun wajib memiliki
Kartu Tanda Penduduk
c. Tamu yang menginap lebih dari 24 jam wajib lapor pada
ketua RT
d. Setiap warga wajib menjaga keamanan lingkungan
e. Setiap warga wajib menjaga kebersihan lingkungan
f. Setiap warga wajib menjaga ketenangan lingkungan

F. MENYEBUTKAN NAMA KOTA, KAB, IBUKOTA PROVINSI


DAN
KEPALA DAERAH
No Kabupaten/Kota Ibu Kota Bupati/ Wali Kota
.
1. Kabupaten Lebak Rangkasbitu Iti Octavia Jayabaya
ng
2. Kabupaten Pandeglang Pandeglang Irna Narulita
3. Kabupaten Serang Ciruas Ratu Tatu Chasanah

4. Kabupaten Tangerang Tigaraksa Ahmed Zaki Iskandar


5. Kota Cilegon - Tubagus Iman Ariyadi
6. Kota Serang - Tubagus Haerul Jaman
7. Kota Tangerang - Arief Rachadiono
Wismansyah
8. Kota Tangerang Selatan - Airin Rachmi Diany

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 67


G. DAFTAR IBUKOTA PROVINSI
No
Nama Provinsi Ibukota
.
1. Nanggroe Aceh Banda Aceh
Darussalam
2. Sumatra Utara Medan
3. Sumtra Barat Padang
4. Riau Pekanbaru
5. Kepulauan Riau Tanjungpinang
6. Kepulauan Bangka Pangkal Pinang
Belitung
7. Jambi Jambi
8. Sumatra Selatan Palembang
9. Bengkulu Bengkulu
10. Lampung Bandar
Lampung
11. DKI Jakarta Jakarta
12. Jawa Barat Bandung
13. Banten Serang
14. Jawa Tengah Semarang
15. DI Yogyakarta Yogyakarta
16. Jawa Timur Surabaya
17. Bali Denpasar
18. Nusa Tenggara Barat Mataram
19. Nusa Tenggara Timur Kupang
20. Kalimantan Barat Pontianak
21. Kalimantan Tengah Palangkaraya
22. Kalimantan Selatan Banjarmasin
23. Kalimantan Timur Samarinda
24. Kalimantan Utara Tanjung Selor
25. Sulawesi Utara Manado
26. Gorontalo Gorontalo
27. Sulawesi Tengah Palu
28. Sulawesi Tenggara Kendari

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 68


29. Sulawesi Selatan Makassar
30. Sulawesi Barat Mamuju
31. Maluku Ambon
32. Maluku Utara Ternate
33. Papua Jayapura
34. Papua Barat Manokwari

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 69


BAB
15

MATERI SIAGA
TATA SESUAI
SKU

A. 5 TANDA KECAKAPAN KHUSUS

B. 10 TKK WAJIB
1. TKK Penabung
2. TKK Pengatur ruangan / Rumah
3. TKK Gerak Jalan

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 70


4. TKK Pengamat
5. TKK Juru Kebun
6. TKK Menjahit
7. TKK Juru Masak
8. TKK Berkemah
9. TKK Keamanan Kampung
10. TKK PPPK

C. JENIS TKK SESUAI WARNA DAN BIDANGNYA:


I. Bidang Agama, Mental, Moral, Spritual, Pembentukan
Pribadi dan
Watak
Warna Dasar TKK

1. Sholat 4. Muadzin
2. Khotib 5. Penabung ( Wajib)
3. Qori

II. Bidang Patriotisme dan Seni Budaya

Warana Dasar TKK

1. Pengatur Ruangan ( Siaga ) 5. Menyanyi


2. Pengatur Rumah ( Wajib ) 6. Pelukis
3. Pengatur Meja Makan 7. Juru Gambar
4. Pimpinan Menyanyi 8. Pengarang

III. Bidang Ketangkasan dan Kesehatan

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 71


Warna Dasar TKK

1. Gerak Jalan (Wajib) 5. Juru Layar


2. Pengamat (Wajib) 6. Juru Selam
3. Penyelidik 7. Pendayung
4. Perenang 8. Ski – Air

IV. Bidang Keterampilan dan Teknik Pembangunan

Warna Dasar TKK

TKK TKK TKK


1. Peternak Ulat 18. Pemelihara 35. Kontruksi Pesawat
Sutera Merpati Udara
2. Peternak Kelinci 19. Pengumpul 36. Juru Motor Pesawat
( Siaga ) Terbang
3. Peternal Lebah 20. Pengumpul 37. Navigasi Udara
Perangko
4. Juru Kebun 21. Pengumpul 38. Evakuasi Medis
( Wajib ) Lencana Dirgantara
5. Penenun 22. Pengumpul Mata 39. Pengenal Pesawat
Uang Udara
6. Juru Bambu 23. Pengumpul 40. Petani Padi
Tanaman Kering
7. Juru Anyam 24. Pengumpul 41. Navigasi Laut
Tanaman Hidup
8. Juru Kayu 25. Pengumpul 42. Juru Peta
Benda
9. Juru Batu 26. Pengumpul 43. Isyarat Bendera
Hewan
10. Juru Logam 27. Juru Semboyan 44. Pelaut

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 72


11. Juru Kulit 28. Menjahit 45. Isyarat Listrik
( Wajib )
12. Penjilid Buku 29. Pengandara 46. Isyarat Optik
Sepede
13. Juru Potret 30. Juru Masak 47. Perencana Kapal
( Wajib )
14. Penangkap Ikan 31. Pencinta 48. Perahu Motor
Dirgantara
15. Peternak Itik 32. Pembuat Pesawat 49. Berkemah ( Wajib )
Model
16. Peternak Ayam 33. Pengenal Cuaca
17. Pemelihara 34. Komunikasi
Ternak

V. Bidang Sosial, Perikemanusian, Gotong Royong, Ketertiban


Masyarat, Perdamaian Dunia dan Lingkungan
Hidup

Warna Dasar TKK

TKK TKK TKK


1. Pemadam Kebakaran 6. Pembantu Ibu 11. Korespondensi
2. Pengatur Lalu Lintas 7. Perawat Anak 12. PPPK ( Wajib )
3. Keamanan 8. Perawat 13. Penyuluh Padi
Kampung (Wajib) Keluarga
4. Penunjuk Jalan 9. Penerima Tamu 14. Keadaan
Darurat Udara
5. Juru Bahasa 10. Juru Penerang 15. Keadaan
Darurat laut

D. SYARAT SYARAT TKK WAJIB


1. Penabung
Seorang Pramuka Siaga harus :

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 73


a. Memiliki buku Tabanas, buku tabungan Pramuka atau buku
tabungan pelajar.
b. Dapat menabung uang secara teratur, dalam buku
tabungannya itu sekurang-kurangnya selama 6 bulan.
c. Dapat dan hafal menyanyikan lagu “ Mari Menabung “ ciptaan
Imam Soetiono
2. Pengatur ruangan / Rumah Seorang Pramuka Siaga harus :
a. Dapat mengatur dan menempatkan alat-alat rumah tangga,
meja, kursi, rak majalah dan lain-lain, disalah satu ruangan,
misalnya : ruang tamu, kamar tidur, ruang kerja, ruang
istirahat.
b. Dapat menyususn gambar, bunga, tanaman, tirai dan lain-lain
sebagainya sebagai hiasan atau dekorasi suatu rungan.
3. Dapat mengatur dan menyiapkan meja makan.
4. Gerak Jalan
Seorang Pramuka Siaga harus :
a. Mengerti cara dan telah melakukan dengan baik, sikap berdiri
dan berjalan (cepat/lambat).
b. Mengerti cara mencegah dan merawat lepuh kaki.
c. Pernah mengikuti gerak jalan dalam satuan barung /
perindukannya sejauh 5 km untuk Putra dan 3 km untuk Putri.
5. Pengamat
Seorang Pramuka Siaga harus :
a. Dapat menggunakan panca indranya untuk mengenal dan
mengingat 7 dari 10 macam benda yang dilihatnya selama 1
menit, diraba, atau suara yang didengarnya.
b. Dapat jejak sejauh 1 km dengan menggunakan tanda jejak
sederhana (secara Siaga).
c. Mengetahui nama dan mengenal macam tumbuh-tumbuhan,
buahbuahan, atau sayur-sayuran yang biasa digunakan
manusia dan tumbuh di daerahnya.
6. Juru Kebun
Seorang Pramuka Siaga harus :
a. Dapat mengenal sedikitnya 2 jenis tanaman buah-buahan, dan
dua jenis tanaman sayur-sayuran.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 74


b. Dapat mempergunakan pupuk kompos.
c. Telah menanam dan memelihara sedikitnya satu jenis tanaman
hias, satu jenis tanaman buah-buahan atau jenis tanaman
sayur-sayuran, sampai berbunga, sampai berbuah, samapai
dipanen, atau samapi sedikitnya 3 bulan.
7. Menjahit
Seorang Pramuka Siaga harus :
a. Dapat membuat sapu tangan atau alas meja ( taplak ) dengan
tangan atau mesin jahit.
b. Dapat memasang kancing ( lubang baju ) dan membuat lubang
kancing.
c. Dapat membuat tanda barung dari kain dan menjahit tanda
barung kainnya di bajunya.
d. a. Dapat membuat pakaian untuk boneka, atau
b. Membuat mainan ( boneka, atau lainnya ) dari kain, atau
c. Membuat pakaian dalam untuk diri sendiri, atau
d. Membuat pakaian bayi ( popok, gurita, baju dan laii-lain ).
8. Juru Masak
Seorang Pramuka Siaga harus :
a. Dapat memasak dan menyiapkn air minum.
b. Bersama seorang teman membuat makanan cuci mulut,
dengan bahan-bahan yang mudah didapat di daerahnya,
misalnya singkong, ubi, pisang, trigu atau bahan lainnya.
c. Membuat satu jenis lauk pauk sederhana yang
digoreng/direbus/dibakar.
d. Mengetahui apa yang dimaksud dengan hidangan empat sehat
lima sempurna.
9. Berkemah
Seorang Pramuka Siaga harus :
a. Sedikitnya sudah 3 kali mengikuti perkemahan sehari
( Persari = Dagkamp ).
b. Dapat mengatur barang-barang dalam tendanya.
c. Mengerti dan dapat menjaga kebersihan perkemahan
barunya.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 75


10. Keamanan Kampung Seorang Pramuka Siaga harus :
a. Dapat membunyikan tanda bahaya dari kentongan dan
mengerti arti dan maksud bunyi kentongan titir, bunyi
kentongan pincang dan bunyi kentongan uluk-uluk.
b. Menolong sedikitnya sekali dengan jalan melaporkan kepada
pos keamanan terdekat tentang pelanggaran atau tindakan
jahat lainnya yang terjadi di kampong / desanya.
11. PPPK
Seorang Pramuka Siaga harus :
1. Mengetahui cara dan dapat memberi pertolongan pada
kecelakaan :
luka iris, luka garuk, luka terbakar, kena benda panas,
benjot / memar.
2. Mengetahui cara dan dapat menggunakan dengan benar dan
rapi : ‒ Pembalut segitiga untuk luka di kepala, tangan dan
kaki.
‒ Pembalut panjang ( zwacthtel verband ) untuk jari dan
lengan / paha.
3. Mengetahui cara dan dapat menghentikan pendarahan
hidung, menolong kecelakaan akibat sengatan binatang /
serangga dan debu mata.
4. Mengetahui penggunaan obat atau ramuan untuk obat luka.
5. Tahu nama dan alamat poliklinik ( Puskesmas ), dokter atau
rumah sakit terdekat.

E. DAFTAR HARI BESAR SEDUNIA


JANUARI
01 tahun baru masehi
05 - Hari Lingkungan Hidup Sedunia
24 - Hari Anak Internasional
FEBRUARI
20 - Hari Keadilan Sosial
21 - Hari Ibu Internasional
22 - Hari Pramuka Dunia

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 76


MARET
8 - Hari Wanita
21 - Hari Kehutanan
22 - Hari Air Sedunia
24 - Hari TBC Sedunia
APRIL
i - Hari Kesehatan Dunia
22 - Hari Bumi
23 - Hari Buku dan Hak Cipta
29 - Hari Tari Dunia
MEI
01 - Mei hari - Hari Buruh
03 - Hari Kebebasan Pers
05 - Atletik Hari
ii - Dunia Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
17 - Hari Pers
28 - Hari Anti-Narkotika
JUNI
01 - Hari Anak Internasional
05 - Hari Lingkungan Hidup Sedunia
14 - Hari Donor Darah Dunia
15 - Hari Ayah
16 - Hari Persatuan Internasional
18 - Hari Pariwisata
23 - Hari Olimpiade Internasional
JULI
01 - Hari Dokter
01 - Hari Internasional Koperasi
06 - Hari Kebun binatang Dunia
AGUSTUS
03 - Hari Persahabatan

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 77


12 - Hari Pemuda Internasiona
19 - Hari Kemanusiaan
SEPTEMBER
15 - Hari Demokrasi Internasional
21 - Hari Perdamaian Dunia
22 - Hari Beabas Kendaraan
24 - Hari Jantung Dunia
24 - Hari Kebersihan Dunia
OKTOBER
1 - Hari Internasional Lansia
2 - Hari Anti Kekerasan
05 - Hari Guru Internasional
09 - Hari Pos Dunia
15 - Hari Cuci Tangan
16 - Hari Pangan Sedunia
NOVEMBER
09 - Hari Kebebasan
17 - Hari Mahasiswa Internasional
29 - Hari Solidaritas Internasional Rakyat Palestina
29 - Hari Peringatan untuk Korban Lalu Lintas Jalan
DECEMBER
01 - Hari AIDS Sedunia
03 - Hari Internasional penyandang Cacat
9 - Hari Internasional Menentang Korupsi
10 - Hari Penyiaran Internasional
11 - Hari Hak Asasi Manusia

F. NEGARA – NEGARA ASEAN DAN BENDERANYA


ASEAN adalah singkatan dari Association of
Southeast Asia Nations atau dalam bahasa
indonesia disebut dengan Perhimpunan bangsa

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 78


bangsa asia tenggara. ASEAN berdiri pada tanggal 8 Agustus
1967 di kota Bangkok, Thailand.

Negara Negara Anggota ASEAN


1. INDONESIA

Ibukota : Jakarta
Luas Wilayah : 1,904,569 km2
Jumlah Penduduk : 251,160,124 jiwa (estimasi July
2013)
Bahasa : Indonesia
Mata Uang : Rupiah (IDR)
Hari Kemerdekaan : 17 Agustus 1945
Lagu Nasional : Indonesia Raya

Jumlah Penduduk : 29,628,392 jiwa (estimasi Juli


2. 2013)
Bahasa : Melayu
Mata Uang : Ringgit (MYR)
Hari Kemerdekaan : 31 Agustus 1957 (dari Inggris)
Lagu Nasional : Negaraku

Malaysia
Ibukota : Kuala Lumpur
Luas Wilayah : 329,847 km2

3. Thailand
Ibukota : Bangkok
Luas Wilayah : 513.120 km2

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 79


Jumlah Penduduk : 67.448.120 jiwa (estimasi Juli
2013)
Bahasa : Thai
Mata Uang : Baht (THB)
4. Hari Kemerdekaan : – (tidak pernah dijajah oleh
Negara lain)
Lagu Nasional : Phleng Chat Thai

Filipina
Ibukota : Manila
Luas Wilayah : 300.000 km2
Jumlah Penduduk : 105.720.644 jiwa (estimasi Juli
2013)
Bahasa : Filipino (Tagalog) dan Inggris
Mata Uang : Peso (PHP)
Hari Kemerdekaan : 12 Juni 1898 (dari Spanyol)
Lagu Nasional : Lupang Hinirang (Chosen Land)

5. Singapura
Ibukota :Singapura
Ibukota : Bandar Seri
Begawan

Luas
Luas Wilayah : 697 km2 Wilayah
Jumlah Penduduk : 5.460.302 jiwa (estimasi Juli :
2013) 5.765
km Bahasa : Inggris, Melayu, Mandarin dan
2

Tamil
Mata Uang : Dolar Singapura (SGD)
Hari Kemerdekaan : 9 Agustus 1965 (dari Federasi
Malaysia)
Lagu Nasional : Majulah Singapura

6. Brunei
Darussalam

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 80


Jumlah Penduduk : 415.717 jiwa (Juli
2013)
Bahasa Resmi : Melayu
Mata Uang : Dolar Brunei (BND)
Hari Kemerdekaan : 1 Januari 1984 (dari
Inggris)
Lagu Nasional : Allah Peliharakan
Sultan

7. Vietnam
Ibukota : Hanoi

Luas Wilayah : 331,210 km2


Jumlah Penduduk : 92,477,857 jiwa (estimasi Juli
2013) 8.
Bahasa Resmi : Vietnam
Mata Uang : Dong (VND)
8. L
Hari Kemerdekaan : 2 September 1945 (dari a
Prancis) o
Lagu Nasional : Tien quan ca s
Ibukota
: Vientiane

Luas Wilayah : 236,800 km2


Jumlah Penduduk : 6.695.166 jiwa (estimasi Juli 2013)
Bahasa Resmi : Lao
Mata Uang : Kip Laos (LAK)
Hari Kemerdekaan : 19 Juli 1949 (dari Prancis)
Lagu Nasional : Pheng Xat Lao (Hymn of the Lao
People)

9. Myanmar (Burma)

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 81


Ibukota : Rangoon (Yangon)
Luas Wilayah : 676,578 km2
Jumlah Penduduk : 55.167.330 jiwa (estimasi Juli
2013)
Bahasa Resmi : Myanmar
Mata Uang : Kyat Myanmar (MMK)
Hari Kemerdekaan : 4 Januari 1948 (dari Inggris)
Lagu Nasional : Kaba Ma Kyei

10.Kamboa
Ibukota
Luas Wilayah : 181.035 km2
:
Jumlah Penduduk : 15.205.539 jiwa (estimasi Juli Phnom
Penh 2013)
Bahasa Resmi : Khmer
Mata Uang : Riel Kamboja (KHR)
Hari Kemerdekaan : 9 Nopember 1953 (dari
Prancis)
G. DASAR
Lagu Nasional : Nokoreach (Royal Kingdom)

TERJADINYA PERBEDAAN WAKTU DI INDONESIA


Di Indonesia dikenal istilah siang dan malam. Untuk waktu 12
jam kedua ditambah dengan 12 sehingga setelah pukul 12.00 siang
menjadi pukul 13.00 hingga pukul 24.00 (00.00). Dengan demikian
siang dan malam saling bergantian sambung menyambung.
Indonesia terletak pada 95 derajat – 141 derajat Bujur Timur
berarti sepanjang 46 derajat. Maka 46 derajat : 15 derajat = 3 jam
wilayah waktu, maka Indonesia terbagi menjadi 3 wilayah waktu
yaitu :
1. Waktu Indonesia Barat (WIB) meliputi wilayah Jawa, Sumatra,
Kalimantan Tengah dan Barat.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 82


2. Waktu Indonesia Tengah (WITA) meliputi wilayah Sulawesi, NTT,
NTB, Bali, Kalimantan Selatan dan Timur.
3. Waktu Indonesia Timur (WIT) meliputi wilayah Maluku dan Papua

H. PENYAKIT YANG MENULAR


1. Demam Berdarah
Penyakit yang menular melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Cara mencegahnya adalah melakukan 3 M (menutup, menguras,
menimbun) untuk mencegah nyamuk berkembang biak dan
memasang obat nyamuk atau menggunakan lotion anti nyamuk.
2. Influenza
Penyakit yang cepat sekali menular melalui udara ketika
penderita bersin atau melalui persentuhan langsung dengan
penderita.
Pencegahannya adalah mengonsumsi Vitamin C secara rutin
untuk meningkatkan imunitas tubuh dan menggunakan masker.
3. Tuberkolosis (TBC)
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan ditularkan melalui
saluran pernafasan. Pencegahannya perkuat sistem imun tubuh
dan pakai masker bila Anda tinggal di lingkungan dengan
tingkat polusi udara tinggi.
4. Diare
Penyakit yang disebabkan oleh virus. Cara mencegahnya adalah
selalu cuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan
makanan, dan air yang dikonsumsi.
5. Muntaber
Penyakit yang termasuk 20 Penyakit Menular ini dapat
menyebabkan kekurangan cairan dengan cepat yang bisa
berakibat mematikan. Pencegahannya dengan menjaga
kebersihan lingkungan dan sanitasi agar bakteri tidak
berkembang biak.
6. Malaria
Penyakit Malaria ditularkan oleh gigitan nyamuk. Gunakan
lotion anti nyamuk dan obat nyamuk sebelum tidur serta
berantas semua tempat yang menjadi sarang nyamuk.
7. Kolera

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 83


Infeksi saluran usus akut yang disebabkan bakteri. Cara
mencegahnya adalah dengan tidak mengonsumsi makanan atau
minuman penderita Kolera serta menjauh dari tempat terjadinya
wabah Kolera.
8. Tifus
Penyakit yang disebabkan oleh Bakteri Salmonella yang
menyerang saluran pencernaan. Pencegahannya adalah
memastikan air dan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi
higienis serta biasakan selalu cuci tangan.
9. Cacar
Penyakit yang disebabkan virus Varicella Zoster ini dapat
dicegah melalui pemberian vaksin cacar dan mengkarantina
penderita Cacar selama proses penyembuhan.
10. Campak
Penyakit yang ditularkan melalui ludah penderita.
Pencegahannya dengan pemberian vaksin Campak dan
menghindar dari kontak langsung dengan penderita.
11. Batuk
Penyakit ditularkan melalui udara ketika penderita Batuk.
Pencegahannya dengan selalu menggunakan masker dan
memperkuat kekebalan tubuh melalui konsumsi Vitamin C.
12. Pneumonia
Penyakit saluran pernafasan yang ditularkan melalui batuk. Cara
mencegahnya adalah menghentikan kebiasaan merokok, tinggal
di lingkungan yang sehat, dan memperkuat kekebalan tubuh.
13. Cacingan
Gangguan kesehatan karena cacing parasit di dalam tubuh ini
dapat dicegah dengan menjaga kebersihan badan, minum obat
cacing setiap 6 bulan, dan menghindari makanan mengandung
cacing.
14. Penyakit Mata Merah
Penyakit ini membuat mata perih, kemerahan, bengkak,
mengeluarkan kotoran terus-menerus. Hindari kontak langsung
dengan penderita dan hindari memandang langsung mata
penderita. Penderita disarankan beristirahat di rumah agar tidak
menulari orang lain.
15. Pes

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 84


Penyakit yang ditularkan oleh tikus dan sering terjadi pada masa
banjir. Pencegahannya dengan menjaga kebersihan badan dan
tempat tinggal serta memperkuat sistem imun tubuh selama
masa banjir.
16. Gondok
Pembengkakan Kelenjar Tiroid yang disebabkan virus dan
menular melalui kontak langsung dengan penderita.
Pencegahannya dengan pemberian vaksin dan rutin
mengonsumsi garam dapur yang mengandung Yodium.

17. Penyakit Menular Seksual (PMS)


Hubungan intim berganti-ganti pasangan tanpa pasangan dapat
menyebabkan PMS (sifilis, gonorrhea, chlamydia, dll).
Pencegahannya adalah setia pada satu pasangan dan gunakan
pengaman untuk hubungan intim yang berisiko.
18. Tetanus
Penularan terjadi melalui luka yang terbuka dan cara
mencegahnya adalah dengan membersihkan dan merawat luka.
19. Hepatitis
Salah satu dari 20 penyakit menular ini terjadi melalui kontak
langsung dengan penderita atau melalui makanan dan minuman
yang kurang sempurna cara memasaknya. Pencegahannya
adalah hindari kontak langsung, berhati-hati dalam melakukan
transfusi darah, dan menjaga higienitas makanan dan
lingkungan.
20. HIV/AIDS
Penyakit ini menular melalui cairan tubuh yang mengandung
HIV seperti air susu ibu, cairan vagina, air mani, darah. Cara
mencegahnya adalah dengan melalui pemakaian jarum suntik
bersama-sama, tranfusi darah, dan hubungan intim tanpa
pengaman.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 85


BAB
16

TEPUK
PRAMUKA

A. MACAM-MACAM TEPUK PRAMUKA


1. Tepuk Pramuka
Tepuk 3X
Tepuk 3X
Tepuk 7X
Aba-aba misalnya: TigaKali Tepuk
Pramu..ka!
Variasi pelaksanaan tepuk Pramuka:
- Tepukpramuka pertama dengan
tangan.
- Tepuk pramuka kedua padapaha.
- Tepuk pramuka ketigadengan
hentak kaki.

2. Scout Clap
Tepuk 2X
Tepuk 3X

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 86


(Aba-abanya misalnya tujuh kalai Scout.. Clap!!)
Variasi tepukan bisadikombinasikan dengan tepuk pramuka
misalnya dengan aba-aba sebagai berikut:
“Dua kali tepuk pramuka, tujuh kali scout clap, satu kali tepuk
pramuka. Mulai!”

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 87


3. Tepuk Prestasi
Tepuk 1X satu
Tepuk 2X satu dua
Tepuk 3X satu dua tiga
Tepuk 4X satu dua tiga empat
Bisa, bisa Yess
(Aba-aba: Tepuk Presta..si!)

4. Tepuk Anak Pintar


Tepuk 3X Aku anak pintar
Tepuk 3X Tidak Boleh nakal
Tepuk 3X Patuh orang tua
Tepuk 3X patuh guru kita
Oyeah.
(Aba-aba: Tepuk Anak Pin..tar!)

5. Tepuk Diam
Tepuk 3XBila aku
Tepuk 3X Sudah tepuk
Tepuk 3X maka aku
Tepuk 3X harus diam
One, two, three, four Yes!
(Aba-aba: Tepuk Di..am!)
Tepuk ini digunakan apabila peserta didik riuh rendah dan diajak
untuk tepukdiam, konsekuensinya mereka terus diam dan
mendengarkan informasi selanjutnya.

6. Tepuk Rapi
Tepuk 3X Rapi Kanan
Tepuk 3X Rapi kiri
Tepuk 3X rapi semuanya
Yess
(Aba-aba: Tepuk Ra..pi!)

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 88


7. Tepuk Islam
Tepuk 3X Tuhanku
Tepuk 3X Allah
Tepuk 3X Kitabku
Tepuk 3X Al Qur’an
Tepuk 3X Nabiku
Tepuk 3X Muhammad
Tepuk 3X Agamaku
Tepuk 3X Islam
(Aba-aba: Tepuk Is..lam!)

8. Tepuk Cinta
Tepuk 3X Pertama cinta Allah
Tepuk 3X Kedua Rasullullah
Tepuk 3X Ketiga Ayah Bunda,
Tepuk 3X keempat semogamasuk surga
Tepuk 3X Amin, amin, amin…Yess
(Aba-aba: Tepuk Cin..ta!)

9. Tepuk Anak Soleh


Tepuk 3X Aku Anak Soleh
Tepuk 3X rajin sholat
Tepuk 3X Rajin ngaji
Tepuk 3X Orang tua dihormati
Tepuk 3X Cinta Islam
Tepuk 3X sampai mati
Laillahailallah Muhammaddarusulullah
Islam islam Yess
(Aba-aba: Tepuk Anak Sho..leh!)

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 89


10. Tepuk Wudlu
Tepuk 3X Kumur-kumur
Tepuk 3X basuh muka
Tepuk 3X basuh tangan
Tepuk 3X kepala dan telinga
Tepuk 3X cuci kaki terus doa
Tepuk 3X yess
(Aba-aba: Tepuk Ayo Wu..dlu!)

11. Tepuk Badut


Tepuk 3X mata besar (Kedua tangan sambil pegang mata)
Tepuk 3X hidung tomat (Kedua tangan sambil pegang hidung)
Tepuk 3X perut gendut (Kedua tangan sambil pegang perut)
Tepuk 3X goyang-goyang (badan digoyangkan ala badut).
(Aba-aba: Tepuk Baa..dut!)

12. Tepuk Ondel-ondel


Tepuk 3X Ondel-ondel
Tepuk 3X badan besar
Tepuk 3X rambut jagung
Tepuk 3X kalau jalan
Tepuk 3X timplang timplung timplang timplung
(Aba-aba: Tepuk Ondel-ondel)

13. Tepuk Ayam


Tepuk 3X piyik-piyik
Tepuk 3X Petok-petok
Tepuk 3X Kuku..ruyuk…..
(Aba-aba: Tepuk A..yam)

14. Tepuk Kambing


Tepuk 3X mbek embek
Tepuk 3X embek embek

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 90


Tepuk 3X mbeeeek
(Aba-aba: Tepuk Kam..bing)
15. Tepuk Ikan
Tepuk 3X berenang
Tepuk 3X lenggak-lenggok
Tepuk 3X cari makan
Tepuk 3X sudah kenyang
Tepuk 3X diam
(Aba-aba: Tepuk A..yam)

16. Tepuk Boneka


Tepuk 3X ithik-ithik
Tepuk 3X othok-othok
Tepuk 3X Thik thok, thik thok thik thok
(Aba-aba: Tepuk Bone..ka)

17. Tepuk Teletubbies(Sambil menirukan gerakan


teletubiess)
Tepuk 3Xtinkie winkie
Tepuk 3X Dypsi
Tepuk 3X Lala
Tepuk 3X Poo
(Aba-aba: Tepuk Teleta…biis!)

18. Es Es Jus 1
Tepuk 3XTing ting ting ting
Tepuk 3X Tong tong tong tong
Tepuk 3X Juuuus
(Aba-aba: Tepuk Es..jusss)
19. Tepuk Pistol
Tepuk 3Xambil pistol
Tepuk 3X isi peluru
Tepuk 3X lalu tembak
Dor dor dor
(Aba-aba: Tepuk Pis..tol!)

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 91


Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 92
20. Tepuk bakso
Tepuk 3X glinding-glinding
Tepuk 3X tambah sambel
Tepuk 3X enak seger
Tepuk 3X baksooo!
(Aba-aba: Tepuk Bak…so!)

21. Tepuk sate


Tepuk 3X di iris-iris
Tepuk 3X disunduki
Tepuk 3X dibakar
Tepuk 3X Sate…Sate…!
(Aba-aba: Tepuk Sa..te!)

22. Tepuk tempe


Tepuk 3X di idak-idak
Tepuk 3X dirageni
Tepuk 3X dibunteli
Tepuk 3X di dol
(Aba-aba: Tepuk Tem..pe!)

23. Tepuk empat sehat limasempurna


Tepuk 3Xada nasi
Tepuk 3X ada lauk
Tepuk 3X ada sayur
Tepuk 3X ada buah
Tepuk 3X susu enuak
(Aba-aba: Tepuk 4 sehat limasempur..na!)
24. Tepuk Panca Indra
Tepuk 3Xmata
Tepuk 3X hidung
Tepuk 3X telinga
Tepuk 3X lidah

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 93


Tepuk 3X kulit
(Aba-aba: Panca In..dra!)
25. Tepuk Mata
Tepuk 3Xlirik kanan
Tepuk 3X lirik kiri
Tepuk 3X mata normal.
(Aba-aba: Tepuk Ma…ta!)

26. Tepuk tanaman


Tepuk 3Xakar
Tepuk 3X batang
Tepuk 3X daun
Tepuk 3X bunga
Tepuk 3X buah…..Nya…man!
(Aba-aba: Tepuk Tana..manl!)

27. Tepuk Engkol Motor


Tepuk 3Xngeng ngeng (seperti orang ngegas)
Tepuk 3X ngeng ngeng
Tepuk 3X diiit (Sambil memegang hidung)
(Aba-aba: Tepuk Engkol Mo..tor!)

28. Tepuk Mobil


Tepuk 3Xnaik mobil
Tepuk 3X pegang setir
Tepuk 3X tekan klakson
Tepuk 3X din din din
(Aba-aba: Tepuk Setir Mo..bil!)

29. Tepuk telepon


Tepuk 3Xkring kring kring kring
Tepuk 3X kring kring kring kring
Tepuk 3X Hallo
(Aba-aba: Tepuk til…pon!)

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 94


30. Tepuk Huruf vokal
Tepuk 3Xa
Tepuk 3X i
Tepuk 3X u
Tepuk 3X e
Tepuk 3X o
(Aba-aba: Tepuk Huruf Vooo…kaal!)

31. Tepuk Rasa


Tepuk 3Xada asam
Tepuk 3X ada asin
Tepuk 3X ada manis
Tepuk 3X ada pahit
Tepuk 3X macam-macam rasa
(Aba-aba: Tepuk Ra..sa!)

32. Tepuk keluarga


Tepuk 3Xada ayah
Tepuk 3X ada ibu
Tepuk 3X ada kakak
Tepuk 3X ada adik
Tepuk 3X hidup rukun,…. Bahagia!!
(Aba-aba: Tepuk keluar..ga!)

33. Tepuk Tertawa hurufvokal


Tepuk 3Xha ha ha ha
Tepuk 3X hi hi hi hi
Tepuk 3X hu hu hu hu
Tepuk 3X he he he he
Tepuk 3X ho h ho ho
(Aba-aba: Tepuk Ta…wa!)

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 95


34. Tepuk Pilot
Tepuk 3X aku
Tepuk 3X anak sehat
Tepuk 3X belajar
Tepuk 3X dengan giat
Tepuk 3X sudah besar
Tepuk 3X jadi pilot
(Aba-aba: Tepuk Pi…lot!).

35. Tepuk Damai Indonesia


Tepuk 3Xaku anak Indonesia!
Tepuk 3X tanah air kubanggakan!
Tepuk 3X cinta damai
Tepuk 3X selamanya
(Aba-aba: Tepuk damai Indonesia!)

36. TepukGatra Indonesia


Tepuk 3X Indonesia
Tepuk 3X Tanah Airku
Tepuk 3X Indonesia Raya
Tepuk 3X Lagu kebangsaanku
Tepuk 3X Garuda
Tepuk 3X Lambang negaraku
Tepuk 3X Pancasila
Tepuk 3X Dasar negaraku
Tepuk 3X Itulah Indonesiaku
(Aba-aba: Tepuk Gatra Indone..sia!)

37. Tepuk Merdeka


Tepuk 3Xtujuhbelas
Tepuk 3X agustus
Tepuk 3X empat lima
Tepuk 3X merdeka

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 96


(Aba-aba: Tepuk Merde..ka!)

38. Tepuk Nusantara


Tepuk 3Xada Jawa
Tepuk 3X ada sumatra
Tepuk 3X ada kalimantan
Tepuk 3X ada Sulawesi
Tepuk 3X dan Papua
Tepuk 3X itulah Indonesiaku
(Aba-aba: Tepuk Nusanta…ra!)

39. Tepuk Pelangi


Tepuk 3Xmerah
Tepuk 3X jingga
Tepuk 3X kuning
Tepuk 3X hijau
Tepuk 3X biru
Tepuk 3X nila
Tepuk 3X ungu
Tepuk 3X me ji ku hi bi ni u
(Aba-aba: Tepuk Pela..ngi!)

40. Tepuk alam semesta


Tepuk 3Xada bumi
Tepuk 3X ada bulan
Tepuk 3X ada matahari
Tepuk 3X ada bintang
Tepuk 3X ada komet
Tepuk 3X ada planet
Tepuk 3X alam semesta
Tepuk 3X ciptaan Tuhan
Yesss
(Aba-aba: Tepuk Semes..ta!)

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 97


41. Tepuk Es Jus 2
Tepuk 3X Ting (bersamaandengan kata “ Ting” tangan
kanandiangkat ke atas).
Tepuk 3X Tong (bersamaan dengan kata “Tong” tangan kiri
diangkat ke atas).
Tepuk 3X Ting Tong (bersamaandengan kata Ting tangan kanan
diangkat ke atas, (bersamaan dengan kata Tongtangan kiri diangkat
ke atas).
Tepuk 3X Jussss. (bersamaan dengankata Juss kedua tangan
dijulurkan ke depan).
(Aba-aba:Tepuk Es Jus Du.a!)
42. Tepuk Setan
Tepuk 2X Cipa’e…eeeee (Pada kata eeeee tangan kanan ditempel-
tempelkanke mulut)
Tepuk 2X Cipao … ooooo (Pada kata ooooo tangan kanan ditempel-
tempelkanke mulut)
OO..OO..pyar (pada kata pyarkedua tangan diangkat ke atas).
(Aba-aba: Tepuk Se..tan!)
43. Tepuk Reyog Ponorogo
Tepuk 3X Ha e..ha e
Tepuk 3X Ha o .. Hao
Tepuk 3X Ha e .. Hao
Tepuk 3X wo wo wo wo wo wo.
(Aba-aba:Tepuk Ponoro..go!)
44. Tepuk Imunisasi (JK)
Tepuk tangan 2X (sambil mengucap Imu)Tepuk paha 3X (sambil
mengucap nisasi). 3X
Tepuk 1X Sehat (Tangan kanan diangkat)
Tepuk 1X Kuat (Tangan kiridiangkat)
Yeeee (berteriak kuat dua tangan digoyangkan).
(Aba-aba: Tepuk Imunisa…si!)
45. Tepuk Bumbu(JK)
Tepuk 3X Ada kunyit
Tepuk 3X Ada merica
Tepuk 3X Ada kencur
He..he…he

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 98


Tepuk 3X Ada ketumbar
Tepuk 3X Ada kemiri
Tepuk 3X semua di dapur
Masak yoo!
(Aba-aba: Tepuk Bum…bu!)

BAB
17

PERMAINAN
PRAMUKA SIAGA

A. PERMAINAN PRAMUKA BAGIAN I


1. REBUT DAN RAMPAS
Peralatan : Tongkat atau sapu lidi untuk tiap anak
Jumlah pemain : Bebas
Waktu : 10 menit
Tujuan : Melatih kecekatan & Melatih kesetiakawanan
Unsur hiburan
Semua anak membentuk lingkaran dengan jarak kira-kira 1 meter.
Semakin ahli, jaraknya dapat semakin jauh. Tiap anak memegang
tongkatnya hingga berdiri tegak di lantai. Bila ada perintah “ya”
tiap anak harus melepaskan tongkatnya dan cepat-cepat
menangkap tongkat teman di sebelah kanannya. Bila tongkat itu
sudah keburu jatuh, maka ia dikeluarkan.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 99


Permainan ini sangat menyenangkan dan dapat bervariasi. Jarak
antar anak dapat diperbesar bila anak-anak sudah mampu, perintah
dapat berupa “kiri” atau “kanan”. Bila ingin permainan lebil lama,
maka setelah jatuh 3 kali baru dikeluarkan.

2. PETANI DAN PENCURI


Peralatan : Karet gelang atau tali, kantong kacang, atau potongan
kain atau agar kelihatan sungguhan, sebuah apel.
Jumlah pemain : bebas
Waktu : 8-10 menit
Tujuan : Melatih kecepatan

Unsur hiburan
Anak-anak membentuk lingkaran dan seorang anak, yang jadi
pencuri disuruh keluar ruangan. Selagi ia diluar, seorang anak
ditunjuk sebagai petani. Sebuah benda ditaruh di tengah lingkaran.
Pencuri tadi datang dan berjalan diluar lingkaran. Ia boleh
memasuki lingkaran dari mana saja dan mencuri benda itu. Petani
harus menangkapnya pada saat pencuri menyentuh benda tersebut.
Pencuri itu harus lari keluar dari lingkaran lewat jalan masuk tadi
dan ia selamat bila ia dapat keluar tanpa tertangkap. Bila ia
tertangkap maka petani itu harus jadi pencuri dan dipilih petani
baru.

3. ARUNG JERAM
Tujuan :

 Kerja sama tim.


 Kekompakan regu.

 Yang kuat membantu yang lemah.

 Menetapkan bersama trategi manajemen secara tepat.

 Menempatkan diri saat bertindak/ menjalankan tugas.

Alat :

 Tali besar ( diameter 4-5 cm/ seukuran tali Perahu ).( panjang
tali sesuaikan dengan anggota regu yang bermain. )
 Kedua ujung tali di ikat dengan kuat.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 100


Pelaksanan :

 Semua anggota regu duduk melingkar dengan kedua kaki


menjulur (selonjor) ke dalam lingkaran.
 Tiap anggota regu kedua tangannya memegang tali, jarak
antar anggota regu 0,5 – 1 meter. Jarak semakin rapat
semakin baik.

Peraturan :

 Semua anggota regu berupaya untuk berdiri secara bersama-


sama.
 Saat mencoba berdiri, kedua kaki/ lutut tidak boleh ditekuk
( Tetap Lurus )

 Setelah dapat berdiri bersama, kemudian berupaya duduk


bersama kembali.

 Diupayakan jangan ada peserta yang terjatuh.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 101


4. STICK GOYANG
Tujuan :

 Menjalin Kerja sama dan toleransi antar anggota.


 Belajar saat menerima dan kapan harus memberikan
kesempatan kepada yang lain.

 Berlatih menghadapi segala rintangan atas asas kebersamaan.

Alat :

 Tali Pramuka/ boleh rafia. Sejumlah peserta.


 Tongkat/ Balok/ papan kayu/ Bambu . Panjang ( 2- 3 meter )
Diameter bebas.

 Aneka Halang rintang.

Pelaksanaan :

 Tiap anggota regu berhak memegangi utas tali . boleh sebelah


kanan atau kiri
 Ditengah tarikan utas tali, diletakkan balok/ bambu dengan tali
dalam kondisi kencang.

 Regu Menempuh suatu perjalanan penuh rintangan dengan


jarak bebas.

 Regu dengan waktu tempuh tercepat dan balok/ bambu tidak


pernah jatuh itulah yang terbaik

 Rintangan dapat dibuat sedemikian rupa, sehingga perjalanan


membawa balok/ bambu nampak penuh tantangan. ( Melebar,
menyempit, lompat, naik dan turun)

5. BAUT BARISAN
Tujuan : Agar seluruh peserta bisa berkenalan lebih jauh, fisik
maupun sifat-sifat mereka, sekaligus melatih mereka bekerjasama
dalam kelompok.
Langkah-langkah :

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 102


 Peserta di bagi dalam 2 kelompok yang sama banyak (bila
jumlah peserta ganjil, seorang pemandu bisa masuk ke dalam
salah 1 kelompok).
 Pemandu menjelaskan aturan permainan sebagai berikut :

1. Kedua keompok akan berlomba menyusun barisan. Barisan


disusun berdasarkan aba-aba pemandu :tinggi badan, panjang
rambut, usia dst.

2. Pemandu akan menghitung sampai 10, kemudian kedua


kelompok, selesai atau belum, harus jongkok.

3. Setiap kelompok secara bergantian memeriksa apakah


kelompok lawan telah melaksanakan tugasnya dengan benar.

4. Kelompok yang menang adalah kelompok yang melaksanakan


tugasnya dengan benar dan cepat ( bila kelompok dapat
meyelesaikan tugasnya sebelum hitungan ke 10 mereka boleh
langsung jongkok untuk menunjukkan bahwa mereka telah
selesai melakukan tugas).

 Sebelum pertandingan di mulai bisa dicoba terlebih dahulu


untuk memastikan apakah aturan mainnya sudah dipahami
dengan benar.

6. BERCERMIN
Latihan yang menyenangkan ini digunakan untuk mendiskusikan
perasaan dan sikap dalam menuntun dan mengikuti orang lain.
Acara sore yang baik.
Prosedur :

 Setiap peserta memilih pasangannya dan berdiri berhadapan


dengan tangan ke atas dalam jarak kira-kira sejengkal.
Mereka menirukan gerak pasangannya, layaknya sebuah
cermin, demikian bergantian sesuai dengan keinginan
mereka.
 Untuk putaran kedua, pasangan meneruskan bercermin, tapi
kali ini kedua tangannya bersentuhan dengan lembut.

 Pada putaran ketiga, mintalah mereka merapatkan tangan


dengan kuat, dan melanjutkan menuntun mengikuti
bergantian.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 103


Bahan diskusi :

1. Apa bedanya antara ketiga pengalaman tadi ?


2. Bagaimana perasaan anda pada setiap latihan menuntun dan
mengikuti tadi ?

3. Adakah persamaan yang anda temukan dalam hal menuntun


dan mengikuti dengan kenyataan sehari-hari?

B. PERMAINAN PRAMUKA BAGIAN II


1. Permainan Pramuka Outdoor Loncat Berantai
Loncat berantai, permainan yang dilakukan untuk melatih
kekuatan, kecepatan, dan kekompakan regu. Teknisnya, setiap
peserta dalam satu regu membentuk barisan vertikal ke depan,
dengan jarak antar orang yang berada di depannya adalah satu
lengan. Kemudian semua peserta membungkuk.
Garis finish berada di 15 meter dari garis start atau dari
posisi peserta yang paling depan. Jika permainan sudah dimulai,
peserta paling belakang harus melompati teman-temannya
hingga semua terlewati.
Saat sudah terlewati semua, peserta tersebut
membungkuk kembali, kemudian peserta yang paling belakang
berikutnya juga melakukan hal yang sama. Lompatan terus
berantai hingga ada yang sudah sampai garis finish lebih
dahulu, dan itulah pemenangnya.

2. Permainan Pramuka Tawon Dengan Bunga


Permainan yang terbilang seru juga nih, yaitu permainan
Tawon dengan Bunga. Seluruh peserta membentuk lingkaran
kecil, dengan posisi jongkok dan erat berpegangan tangan.
Kemudian pembina menunjuk salah seorang dari peserta
sebagai “Tawon” dan lainnya menjadi bunga.
Permainan dimulai, tawon seolah terbang dengan berputar
mengelilingi lingkaran, kemudian mendekati salah satu peserta
yang menjadi bunga dan terjadilah tanya jawab :

Bunga : “Siapa itu?”


Tawon : “Aku Tawon.”
Bunga : “Kamu mau apa?”

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 104


Tawon : “Aku ingin memetik bunga.”Bunga : “Bunga apa?”
Tawon : “Bunga Mawar.”
Bunga : “Silakan petiklah.”

Setelah percakapan selesai, kemudian tawon memilih


salah seorang peserta yang menjadi bunga, lalu menariknya
untuk dilepas dari barisan. Bunga yang lepas tersebut
menjadi tawon, dan tawon pun menjadi 2 ekor, kemudian
bunga harus yang harus dipetik juga berjumlah 2.
Jika persentase jumlah tawon adalah 30% dari seluruh
peserta, kemudian tawon dihitung dan dikualifikasikan dari
regu mana sajakah. Pemenangnya adalah regu yang
anggotanya paling sedikit menjadi tawon.

3. Raja dan Ratu Permainan Pramuka Romantis


Permainan Raja dan Ratu ini dilakukan dengan
membentuk sebuah barisan horizontal, lalu sejauh 15 meter di
belakang barisan tersebut diletakkan sebuah tonggak sebagai
batas.
Terbagi menjadi 2 kelompok barisan yang berhadapan,
yaitu di sebelah kanan adalah Raja dan sebelah kiri adalah Ratu.
Pembina sewaktu-waktu akan memberikan kode instruksi. Jika
pembina memberikan kode Raja, maka barisan sebelah kanan
yang berperan sebagai raja ini segera balik kanan kemudian lari
menuju batas tonggak.
Barisan ratu yang ada di sebelah kiri harus mengejar dan
menepuk barisan raja tersebut. Bagi peserta yang kena tepuk
maka harus berhenti. Lalu dihitunglah peserta yang sampai
pada batas tonggak. Pemenangnya adalah regu yang anggotanya
paling banyak sampai ke batas tonggak.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 105


4. Game Pramuka Siaga Seru Petik Lari
Selanjutnya permainan seru lagi nih, yaitu permainan
Petik Lari. Dari seluruh peserta dibentuk lah 2 barisan berbanjar
1, dengan jarak antar barisan yaitu 15 meter.
Jika permainan sudah dimulai, banjar 1 maju menuju
barisan banjar 2 hingga berjarak 1 lengan berhadapan.
Kemudian banjar 2 mengulurkan telapak tangan untuk dipetik,
lalu peserta dari banjar 1 memetik atau menepuk telapak tangan
peserta yang di depannya, dan segera berlari menuju ke tempat
semula.
Peserta yang dipetik, yaitu banjar 2 kemudian mengejar
dan menepuk peserta yang lari sebelum sampai garis batas. Bagi
peserta yang kena tepuk harus berhenti, dan bagi yang menepuk
mendapatkan nilai 1 angka. Pemenangnya adalah regu yang
mendapatkan angka menepuk terbanyak.
5. Permainan Siaga Musang dan Ayam Mudah Dimainkan
Permainan pramuka selanjutnya adalah permainan
Musang dan Ayam namanya. Permainan dimulai dengan seluruh
peserta membentuk sebuah lingkaran besar dan bergandengan
tangan.
Permainan dilakukan dengan menunjuk 2 orang dari regu
A untuk menjadi musang yang harus berada di luar lingkaran.
Kemudian semua peserta dari regu B menjadi ayam yang berada
di dalam lingkaran. Peserta lain tetap bergandengan
membentuk lingkaran, berjalan dan bernyanyi.
Musang pun berusaha menangkap ayam yang ada di
dalam lingkaran, dan ayam juga berusaha menghindari
tangkapan musang dengan lari keluar masuk lingkaran.
Jika ayam selalu dibiarkan keluar dan masuk lingkaran,
namun untuk musang selalu dihalangi jika akan masuk. Bagi
ayam yang tertangkap akan berhenti bermain dan berdiri di luar
lingkaran.

6. Permainan Gerobak Sorong Pramuka Siaga


Permainan Gerobak Sorong ini adalah permainan pramuka
yang hanya diperuntukkan bagi pria. Diawali dengan
membentuk barisan horizontal. Setiap regu menunjuk 2 orang
untuk menjadi perwakilan yang akan menjadi peserta.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 106


Dari 2 orang ini, yang satu berada dalam posisi berdiri dan
satu lagi dalam posisi tangannya di bawah dan kakinya diangkat
oleh peserta yang berdiri. Jika sudah ada kode instruksi
“Gerobak Sorong” dari pembina, maka segeralah berjalan cepat
menuju garis batas finish. Sudah jelas pemenangnya adalah
mereka yang sampai lebih dahulu.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 107


7. Permainan Pramuka Gembala, Sapi, dan Harimau
Selanjutnya adalah permainan pramuka Gembala Sapi dan
Harimau. Pertama yaitu permainan dilakukan di lapangan dan
membuat garis segi empat dengan ukuran lebar 10 meter,
panjang 20 meter, dan garis panjang dibagi 3. Dua ruang kiri
dan kanan adalah ruang bebas yang selebar 5 meter.
Peraturannya, ada 3 orang yang harus ditunjuk dari salah
satu regu untuk menjadi harimau 1 orang dan 2 orang menjadi
gembala. Harimau kemudian bersiap di lapangan. Gembala 1
berada di ruang bebas kiri dan gembala 2 berada di ruang bebas
kanan.
Kemudian anak yang lain sebagai sapi, mereka berada di
ruang bebas bersama gembala 1. Setelah pembina memberikan
instruksi, maka bicara :

Gembala 2 : “Gembala 1, keluarkan sapinya!”


Gembala 1 : “Aku tak berani.”
Gembala 2 : “Mengapa”
Gembala 1 : “Ada harimau.”
Gembala 2 : “Harimau sudah ditangkap, keluarkan sapinya.”
Gembala 1 : “Ayo keluar.”

Lalu semua lari menuju ruang bebas gembala 2. Harimau


pun berusaha menepuk sapi sebanyak-banyaknya. Sapi yang
kena tepuk maka harus keluar lapangan dan dihitung. Regu
yang menepuk mendapatkan 1 angka setiap satu tepukan sapi,
dan regu yang sapinya tertepuk akan berkurang 1 nilainya. Dan
regu yang paling banyak nilai lah pemenangnya.

8. Lingkaran Mahkota Permainan Pramuka Simpel


Permainan seru lainnya adalah permainan Lingkaran
Mahkota. Permainan ini dimulai dengan posisi awal membentuk
sebuah lingkaran besar, kemudian di bagian tengahnya diberi
tanda lingkaran dengan diameter 1,5 meter.
Teknisnya, peserta berbaris membentuk lingkaran besar,
kemudian sambil berjalan dan bernyanyi ria. Jika pembina
meniupkan peluit, maka peserta harus berlari ke lingkaran yang
berada di tengah.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 108


Pembina akan menghitung setiap regunya, berapa peserta
yang berada dalam lingkaran. Maka yang berada di dalam
lingkaran itulah mendapatkan “Mahkota”. Kemudian permainan
dilanjutkan hingga menemukan pemenangnya. Pemenangnya
adalah regu yang paling banyak mendapatkan “Mahkota”.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 109


BAB
18

LAGU PRAMUKA

A. LAGU-LAGU PRAMUKA
1. Bertemu Lagi
Ciptaan : H. Mutahar
Disinilah Disini Kita Bertemu lagi
Disinilah Disini Kita Bertemu lagi
Salam! Salam! Salam! Salam! Salam!….

2. APA GUNA KELUH KESAH


Apa Guna Keluh Kesah
Apa Guna Keluh Kesah
Apa Guna Keluh Kesah
Pramuka Tak Pernah bersusah
Apa Guna Keluh Kesah

3. API UNGGUN
Api Unggun sudah menyala…
Api Unggun sudah menyala…
Api Api Api Api Api Api..
Api Kita Sudah Menyala

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 110


4. PRAMUKA SEJATI
Rajin terampil dan gembira
Senantiasa Praja Muda Karana
Sopan dan tak kenal rasa sombong
Bersahaja setia suka menolong
Ya ya ya ya itulah Pramuka }
Pramuka Sejati } 2x
Sejati kata dan Prilakunya }

5. BERKUMPUL
Ayo kawan ayo kawan berkumpul
Berkumpul bersenang-senang semuanya
Jangan segan, jangan segan bersama
Bersama bernyanyi bergembira
Tepuk tangan, tepuk tangan,
tepuk tangan bergembira
Sekali lagi, sekali lagi,
tepuk tangan kita semua bergembira

6. TEPUK TANGAN
Mari kawan tepuk tangan
Tanda setuju Tra lala lala lala
Selingkaran diiringi lagu-lagu merdu
Tra lala lala lala
Jangan suka topang dagu
Pura-pura dungu
Itu sifat paling jelek
Janganlah di tiru

7. NYANYIKANLAH
Nyanyikan, nyanyikanlah
Lagu-lagu merdu

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 111


Gembira, gembiralah, apa yang ditunggu
Berlenggang, berlengganglah, jangan malu-malu
Gembira Tanda sehat, Hidup ceria slalu

8. ULANG TAHUNE
Ini hari ne ine
Ini hari ne ine
Ini hari ulang tahun e kita e
Ini upacara ne
Ini upacara ne
Upacara ne ulang tahun e kita e

9.MARI KE RIMBA
Mari ke rimba, mari ke rimba
Untuk bersuka ria
Ya ya ya ya ya ya rimba diganti kota
Sekarang baru-baru kita berada di rimba 2x

10. MASUK PRAMUKA


Hatiku gembira karena masuk Pramuka
Pramuka Indonesia
Berdasarkan Pancasila
Akan kuturuti apa kata Pembina
Akan kupatuhi apa kata-katanya

11. TAK KENAL RINTANGAN


Pramuka tak kenal rintangan
Meski jalan penuh halangan
Kan hilang di dalam hati yang riang
Pramuka tak kenal rintangan

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 112


BAB
19

LAGU WAJIB
NASIONAL

A. LAGI WAJIB NASIONAL

Indonesia Raya – Lagu Kebangsaan Republik Indonesia


Ciptaan : W.R. Supratman / Wage Rudolf Supratman

Indonesia tanah airku,


Tanah tumpah darahku,
Disanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg’riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.
Refrain
Indonesia Raya,

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 113


Merdeka, merdeka,
Tanahku, negriku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.
Syukur
Ciptaan : H. Mutahar

Dari yakinku teguh, hati ikhlasku penuh


Akan karuniamu, tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan, kehadiratMu Tuhan
Dari yakinku teguh, cinta ikhlasku penuh
Akan jasa usaha pahlawanku yang baka
Indonesia merdeka
Syukur aku hunjukkan ke bawah duli Tuhan
Dari yakinku teguh, bakti ikhlasku penuh
Akan azas rukunmu, pandu bangsa yang nyata
Indonesia merdeka
Syukur aku hunjukkan ke hadapanMu Tuhan

Indonesia Pusaka
Ciptaan : Ismail Marzuki

Indonesia tanah air beta


Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Hymne Almamater
Ciptaan : H.S. Mutahar

Almamaterku setia berjasa Dan Mengabdi Tuhan


Universitas Indonesia Dan mengabdi bangsa
Kami wargamu Dan Negara Indonesia
Bertekad bersatu
Kami amalkan tridharmamu

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 114


Genderang Universitas Kami mahasiswa pengabdi cita
Indonesia Ngejar ilmu pekerti luhur tuk
Universitas Indonesia nusa dan bangsa
universitas kami Semangat lincah gembira
Ibukota negara pusat ilmu Sadar bertugas mulia
budaya bangsa

Bagimu Negeri / Padamu Negeri


Pencipta Lirik dan Lagu : Kusbini

Padamu negeri kami berjanji


Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami
Rayuan Pulau Kelapa – Lirik Lagu Wajib Nasional
Pencipta dan Pengarang Lagu / Lirik : Ismail Marzuki
Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa
Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur

Indonesia Tumpah Darahku


Ciptaan : Ibu Sud

Di mana sawah luas menghijau


Di mana bukit biru menghimbau
Itu tanahku tumpah darahku
Tanah pusaka yang kaya raya
Harum namanya Indonesia
Di mana puput berbunyi merdu
Di bawah gunung lembah yang biru
Itu tanahku tumpah darahku
Tanah pusaka aman sentausa
Harum namanya Indonesia
Di mana nyiur melambai-lambai
Di mana padi masak mengurai
Tanah pusaka bahagia mulia
Harum namanya Indonesia

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 115


Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 116
Indonesia Tumpah Darahku
Ciptaan : Ibu Sud

Di mana sawah luas menghijau


Di mana bukit biru menghimbau
Itu tanahku tumpah darahku
Tanah pusaka yang kaya raya
Harum namanya Indonesia
Di mana puput berbunyi merdu
Di bawah gunung lembah yang biru
Itu tanahku tumpah darahku
Tanah pusaka aman sentausa
Harum namanya Indonesia
Di mana nyiur melambai-lambai
Di mana padi masak mengurai
Tanah pusaka bahagia mulia
Harum namanya Indonesia

Maju Tak Gentar


Ciptaan : C. Simanjuntak

Maju tak gentar


Membela yang benar
Maju tak gentar
Hak kita diserang
Maju serentak
Mengusir penyerang
Maju serentak
Tentu kita menang
Bergerak bergerak, Serentak serentak
Menerkam menerjang terjang
Tak gentar tak gentar, Menyerang menyerang
Majulah majulah menang

Satu Nusa Satu Bangsa


Pencipta Lirik dan Lagu : L. Manik
Satu nusa Pasti jaya
Satu bangsa Untuk Selama-lamanya
Satu bahasa kita Indonesia pusaka
Tanah air Indonesia tercinta

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 117


Nusa bangsa Kita bela bersama
Dan Bahasa
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Pencipta Lirik dan Lagu : Sartono

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru


Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau sabagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan pembangun insan cendikia

Selamat Datang Pahlawan Muda


Pencipta Lirik dan Lagu : Ismail Marzuki

Selamat datang pahlawan


Lama nian kami rindukan dikau
Bertahun bercerai mata
Kini kita dapat berjumpa pula
Dengarkan sorak gempita
mengiringi derap langkah perwira

Di Timur Matahari
Pencipta Lirik dan Lagu : W.R. Supratman

Di timur matahari mulai bercahaya bercahaya


Bangun dan berdiri kawan semua semua
Marilah mengatur barisan kita
Pemuda pemudi Indonesia

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 118


Terima Kasih Kepada Pahlawanku
Ciptaan / Karya Musik dan Lagu : Hs. Mutahar

Kepadamu pahlawanku
Kepadamu pahlawanku
Kami terima kasih
Kami terima kasih
Kami terima kasih
Terima kasih
Kepadamu pahlawanku semua

Halo-Halo Bandung
Pencipta / Pengarang Lirik dan Lagu : Ismail Marzuki

Halo-halo Bandung
Ibukota periangan
Halo-halo Bandung
Kota kenang-kenangan
Sudah lama beta
Tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali

Garuda Pancasila
Pencipta / Pengarang Lirik dan Lagu : Sudharnoto

Garuda Pancasila
Aku-lah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 119


Dari Sabang Sampai Merauke
Pencipta / Pengarang Lirik dan Lagu : R. Suharjo

Dari Sabang sampai Merauke


Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia

Berkibarlah benderaku
Ciptaan : Ibu Sud

Berkibarlah benderaku
Lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia
Kau tetap pujaan bangsa
Siapa berani menurunkan engkau
Serentak rakyatmu membela
Sang Merah Putih yang perwira
Berkibarlah s’lama lamanya
Kami rakyat Indonesia
Bersedia setiap masa
Mencurahkan segenap tenaga
Supaya kau tetap cemerlang
Tak goyang jiwaku menahan rintangan
Tak gentar rakyatmu berkorban
Sang Merah Putih yang perwira
Berkibarlah s’lama lamanya

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 120


Hari Merdeka / 17 Agustus 1945
Karangan / Ciptaan : H. Mutahar

Tujuh belas agustus tahun empat lima


Itulah hari kemerdekaan kita
Hari Merdeka Nusa dan Bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
merdeka . . .
S’kali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita

Indonesia Tetap Merdeka


Ciptaan : C. Simanjuntak

Sorak sorak bergembira


Bergembira semua
Sudah bebas negri kita
Indonesia merdeka
Indonesia merdeka
Republik Indonesia
Itulah hak milik kita
Untuk s’lama lamanya

Rayuan Pulau Kelapa


Ciptaan : Ismail Marzuki

Tanah airku Indonesia Ref:


Negeri elok amat kucinta Melambai lambai
Tanah tumpah darahku yang Nyiur di pantai
mulia Berbisik bisik
Yang kupuja sepanjang masa Raja Kelana
Tanah airku aman dan makmur Memuja pulau
Pulau kelapa yang amat subur Nan indah permai
Pulau melati pujaan bangsa Tanah Airku
Sejak dulu kala Indonesia

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 121


Ibu Kita Kartini
Karangan / Ciptaan : W.R. Supratman

Ibu kita Kartini Wahai ibu kita Kartini


Putri sejati Putri yang mulia
Putri Indonesia Sungguh besar cita-citanya
Harum namanya Bagi Indonesia
Ibu kita Kartini Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya Pendeka kaum ibu
Untuk merdeka Se-Indonesia
Wahai ibu kita Kartini Ibu kita Kartini
Putri yang mulia Penyuluh budi
Sungguh besar cita-citanya Penyuluh bangsanya
Bagi Indonesia Karena cintanya
Ibu kita Kartini Wahai ibu kita Kartini
Putri jauhari Putri yang mulia
Putri yang berjasa Sungguh besar cita-citanya
Se Indonesia Bagi Indonesia
Ibu kita Kartini Ibu kita Kartini
Putri yang suci Putri sejati
Putri yang merdeka Putri Indonesia
Cita-citanya Harum namanya

Gugur Bunga
Pengarang / Pencipta Lagu : Ismail Marzuki

Betapa hatiku takkan pilu


Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini plipur laraNan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati
Ref :
Telah gugur pahlawankuTunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh sribuTanah air jaya sakti
Gugur bungaku di taman hatiDi hari baan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 122


Mengheningkan CiptA
Karangan / Ciptaan : T. Prawit

Dengan seluruh angkasa raya memuji


Pahlawan negara
Nan gugur remaja diribaan bendera
Bela nusa bangsa
Kau kukenang wahai bunga putra bangsa
Harga jasa
Kau Cahya pelita
Bagi Indonesia merdeka

Bangun Pemudi Pemuda


Karangan / Ciptaan : A. Simanjuntak

Bangun pemudi pemuda Indonesia


Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlasTak usah banyak bicara trus kerja
keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 123


DAFTAR ISTILAH KEPRAMUKAAN
Istilah Pengertian
Panggilan untuk Pramuka yang lebih muda
Adik
usia/tingkatannya
Ambalan Satuan Pra-muka Penegak yang terdiri atas 4 – 5 sangga
Penegak atau sekitar 40 orang penegak.
Andalan Sebutan untuk pengurus Kwartir.
Andik (sing.) Anak Didik. Sebutan untuk peserta didik Pramuka.
Upacara singkat. Biasanya untuk mengecek kesiapan
Apel
peserta didik.
Kegiatan dalam perkemahan dengan berkumpul di sekitar
Api
api untuk bergembira. Biasanya diawali dengan upacara
unggun
penyalaan.

Istilah Pengertian
Saka Bahari; Pramuka cinta kelautan; Kepramukaan yang
diselenggarakan bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut,
Bahari
dengan penambahan ketrampilan khusus di bidang maritim
dan kelautan.
Saka Bakti Husada; Pramuka cinta kesehatan. Kepramukaan
Bakti
yang diselenggarakan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan
Husada
dengan ketrampilan khusus di bidang medis dan kesehatan
Bantara (bhs) Pengawal; Tingkatan Pertama SKU Pramuka Penegak.
Bantu Tingkatan kedua SKU Siaga.
Satuan terkecil Pramuka siaga yang terdiri atas 5 – 10
Barung
orang.
Saka Bhayangkara ; Pramuka cinta ketertiban;
Bhayang Kepramukaan yang diselenggarakan bekerjasama dengan
kara Kepolisian RI dengan penambahan ketrampilan khusus
bidang ketertiban masyarakat
Brownie (inggris) Siaga putri.
Bucik Sebutan untuk Pembantu Pembina Siaga Putri
Bunda Sebutan untuk Pembina Siaga Putri

Istilah Pengertian
Candradim Nama Lembaga Pendidikan Kader Pramuka Tingkat
uka Nasioanal (Lemdikanas).

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 124


Candrabir
Nama Lemdikada Jawa Tengah
awa
Crew (inggris) Ambalan
Cub (inggris) Siaga Putra
Cubmaste
(inggris) Pembina Pramuka Siaga Putra.
r

Istilah Pengertian
Singkatan atau kode untuk Pramuka
D
Pandega.
Kode Moral untuk Pramuka
Dasa
Penggalang, Penegak, Pandega dan
Dharma
anggota dewasa.
Organisasi dalam Ambalan Penegak
Dewan
yang beranggotakan Pimpinan Sangga
Ambalan;
dan Wapinsa yang bertugas mengatur
Dewan
kegiatan dalam Ambalan tersebut.
Ambalan
Dewan Ambalan dipimpin oleh
Penegak
seorang Pradana.
Organisasi/badan otonom kwartir
dengan anggota para Penegak dan
Dewan Kerja Pandega yang bertugas membantu
kwartir terutama dalam mengelola
Pramuka Penegak dan Pandega.
Organisasi dalam Pasukan Penggalang
Dewan yang berang-gotakan pinru dan
Penggalang wapinru yang bertugas mengatur
kegiatan dalam pasukan itu.
Organisasi dalam Saka,
beranggotakan pimpinan krida dan
Dewan Saka
wakilnya, bertugas mengatur kegiatan
saka.
DKR
(sing.) Penggladian Pimpinan Regu;
Pemberian materi kepada Pinru yang (sink.) Dewan
diharapkan Pinru tersebut dapat Kerja Ranting;
Dianpinru
menularkan kepada teman-temannya. dewan kerja di
tingkat ranting
-
([kecanatan])
DKC (singk.) Dewan Kerja Cabang; Dewan
Kerja di tingkat Kwartir Cabang

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 125


([[Kabupaten/ kota])
(sing.) Dewan Kerja Daerah; Dewan
DKD Kerja di tingkat Kwartir Daerah
(Provinsi).
(sing.) Dewan Kerja Nasional; Dewan
DKN
Kerja di tingkat Kwartir Nasional.
Dwi Dharma Kode Moral untuk Pramuka Siaga.
Dwi Satya Satya (Janji) untuk Siaga.

Istil
Pengertian
ah
(Sing.) Estafet Tunas Kelapa; Salah satu tradisi Gerakan
ETK Pramuka guna memperingati HUTnya, melakukan perjalanan
kaki berestafet (bergantian) melalui rute yang telah ditentukan.

Istilah Pengertian
G Kode atau singkatan untuk Penggalang
Gang (inggris) Sangga
Gladi Kegiatan di alam bebas yang bertujuan menguji ketrampilan
Tangguh peserta didik.
Group (inggris) Gugusdepan / Gudep
Guide (inggris) Penggalang Putri
Guider (inggris) Pembina Pramuka Penggalang Putri
(sing.) Gugusdepan; Pangkalan keanggotaan bagi peserta
Gudep didik pramuka dan anggota dewasa serta wadah pembinaan
bagi peserta didik.

Istilah Pengertian
Orang dengan ketrampilan di bidang tertentu yang ikut
Instruktur membantu di Kepramukaan, biasanya di dalam lingkungan
Satuan karya.
Instruktur yang masih berusia muda; Penegak/Pandega
Instruktur
yang ikut membantu membina di golongan bawahnya
Muda
(Penegak pada Penggalang)

Istila
Pengertian
h
Jambo Pertemuan Penggalang; Perkemahan Besar Pramuka

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 126


re Penggalang
Jamca (sing.) Jambore Cabang. Jambore di tingkat Kwartir
b Cabang (Kabupaten)
(sing.) Jambore Daerah. Jambore di tingkat Kwartir
Jamda
Daerah (Provinsi)
Jamna (sing.) Jambore Nasional. Jambore di tingkat Kwartir
s Nasional.
Jamra (sing.) Jambore Ranting) Jambore di tingkat Kwartir
n Ranting (Kecamatan)

Istilah Pengertian
Baret Topi Pramuka Putra;
Kacu Dasi Pramuka putra
Sebutan / panggilan untuk pembina Penggalang, Penegak,
Kakak
Pandega dan anggota Pramuka Dewasa lainnya.
Kemah
Kemah berpindah tempat.
Safari
Sekretaris (biasanya dalam lingkungan Dewan Kerja / Dewan
Kerani
Ambalan / Dewan Penggalang / Dewan Saka)
KIM Permainan dengan panca indra.
KMD (sing.) Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar.
KML (sing) Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan.
KPD (sing.) Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar.
KPL (sing.) Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan.
Kompas Alat untuk menentukan Arah mata angin.
Korsa (sing.) Kordinator Desa, di bawah Kwarran.
Satuan terkecil dalam saka yang terdiri atas 5 – 10 orang
Krida
yang mengkhususkan diri mempelajari ketrampilan tertentu.
Kurvey Jaga tenda secara bergantian.
Kwarca (sing.) Kwartir Cabang; Kwartir ditingkat Cabang / Kabupaten
b / Kota. Di bawah Kwarda.
Kwarca
Pengurus harian Kwartir.
ri
(sing.) Kwartir Daerah; Kwartir ditingkat Provinsi, di bawah
Kwarda
Kwarnas.
Kwarna
(sing) Kwartir Nasional; Kwartir ditingkat Nasional / Pusat
s
Kwarra (sing.) Kwartir Ranting; Kwartir ditingkat

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 127


n Ranting/Kecamatan. Di bawah Kwarcab.
Organisasi Eksekutif (pelaksana) yang bertugas mengatur dan
Kwartir mengelola kegiatan kepramukaan (pusat pengendali Gerakan
Pramuka) yang beranggotakan para Andalan.

Istilah Pengertian
Laksana Tingkatan kedua dalam SKU Pramuka Penegak.
Lemdika (sing.) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat
cab Cabang (Kabupaten)
Lemdika (sing.) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat
da Daerah (Provinsi)
Lemdika (sing.) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat
nas Nasional.
(Sing.) Lomba Tingkat; Pertemuan Pramuka Penggalang
dalam bentuk perlombaan baik beregu maupun perorangan
LT
tetapi atas nama regu. Terdiri atas LT I, LT II, LT III, LT IV
dan LT V.

Istilah Pengertian
(sing.) Majlis Pembimbing; Organisasi dari unsur Pemerintah
Mabi dan masyarakat guna mengatur bimbingan dan bantuan pada
Gerakan Pramuka.
Mabigu (sing.) Majlis Pembimbing Gugusdepan. Mabi ditingkat
s Gudep.
(sing.) Majlis Pembimbing Ranting; Mabi ditingkat
Mabiran
Ranting/Kecamatan.
Mabica (sing.) Majlis Pembimbing Cabang; Mabi ditingkat
b Cabang/Kabupaten.
(sing.) Majlis Pembimbing Daerah; Mabi ditingkat
Mabida
Daerah/Provinsi.
(sing.) Majlis Pembimbing Nasional; Mabi ditingkat
Mabinas
Nasional/Pusat.
(bhs) Tengah; Tingkatan kedua TKK Penggalang, Penegak dan
Madya
Pandega.
MCK (sing.) Mandi Cuci Kakus; Kamar Mandi dan WC.
(sing.) Musyawarah Gugusdepan. Merupakan kekuasaan
Mugus
tertinggi dalam Gudep. Dilaksanakan 3 tahun sekali.
Musran (sing.) Musyawarah Ranting. Merupakan kekuasaan tertinggi
di Kwartir Ranting Gerakan Pramuka. Dilaksanakan 3 tahun

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 128


sekali.
(sing.) Musyawarah Cabang. Merupakan kekuasaan tertinggi
Muscab di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka. Dilaksanakan 5 tahun
sekali.
(sing.) Musyawarah Daerah. Merupakan kekuasaan tertinggi
Musda
di Kwarda Gerakan Pramuka. Dilaksanakan 5 tahun sekali.
(sing.) Musyawarah Nasional. Merupakan kekuasaan
Munas tertinggi dalam Gerakan Pramuka, dilaksanakan 5 tahun
sekali.
(sing.) Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
Putri Putra. Salah satu agendanya adalah laporan
Muspan
pertanggungjawaban Dewan Kerja dan pemilihan Dewan
itra
Kerja yang baru. Muspanitra dilaksanakan diKwartir Ranting
hingga Kwartir Nasional.
Mula Tingkatan pertama SKU Siaga.
Mangga
Bunga Kelapa; Sebutan untuk TKU Penggalang.
r
Maping Pemetaan; terdiri atas Peta Pita, Peta Perjalanan, Peta Lokasi.
(sing.) Memanfaatkan Waktu Terluang; Istirahat; Biasa
MWT digunakan dalam kegiatan-kegiatan kepramukaan seperti
kemah, Muspanitra, Raimuna dll.

Istilah Pengertian
Pack (inggris) Perindukan Siaga.
Padvinder sebutan untuk Pramuka pada masa penjajahan Belanja.
sebutan atau panggilan untuk Pembantu Pembina Siaga
Pakcik
Putra.
Pamong
Pembina Saka
Saka
Pandega Pramuka usia 21-25 tahun.
Sebutan untuk Pramuka sebelum tahun 1961, yang
dicetuskan oleh KH. Agus Salim setelah Belanda melarang
Pandu
kata Padvinder digunakan oleh organisasi kepramukaan
pribumi.
Sketsa Pemandangan; salah satu materi kepramukaan yaiti
Panorama dengan menggambar suatu kondisi geografis suatu medan
dalam bentuk gambar sketsa.
(bhs) Tempat suku berkumpul; Satuan Pramuka
Pasukan
Penggalang yang terdiri atas 40 orang atau 4-5 regu.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 129


Patrol (inggris) Regu.
Penegak Anggota Gerakan Pramuka yang usia 16-20 tahun.
Penggalan
Pramuka usia 11-15 tahun.
g
Pembantu Sebutan untuk para pembantu Pembina dalam mendidik
Pembina Kepramukaan.
Pembina Sebutan untuk Pendidik dalam Gerakan Pramuka.
Pembina Pengelola Gugusdepan yang dipilih dalam Musyawarah
Gudep gugusdepan.
Pembina yang mendidik sesuai dengan golongan usia didik
Pembina
(Siaga / Penggalang dll); Pembina dalam satuan Pramuka
Satuan
(Perindukan / Pasukan / Ambalan / Racana)
Perinduka (bhs) tempat berkumpul anak cucu; Satuan Pramuka Siaga
n Siaga yang terdiri atas 40 orang atau 4-5 barung.
Persabhar
(sing.) Perkemahan Saka Bhayangkara.
a
Pesta Pertemuan Pramuka Siaga dalam bentuk perlombaan yang
Siaga bersifat mendidik dan menyenangkan.
Pesta
Pertemuan anggota Saka dalam bentuk kegiatan bersama.
Karya
Pinsa (sing.) Pimpinan Sangga.
Pinru (sing.) Pimpinan Regu.
Pinrung (sing.) Pimpinan Barung
Pionering (bhs) Keperintisan; Bangunan darurat.
Secarik kain/pita merah putih yang diikatkan
Pita Leher
melingkar(leher) di kerah baju Pramuka putri.
(sing.) Pemimpin Sangga Utama; Ketua Dewan Ambalan
Pradana
Penegak; Ketua Dewan Saka.
(sing.) Praja Muda Karana yang berarti Rakyat Muda yang
Pramuka
suka Bekerja, Sebutan untuk anggota Gerakan Pramuka.
Pramuka
Pramuka tertinggi; di jabat oleh Presiden RI
Utama
(sing.) Pemimpin Regu Utama; Ketua Dewan Pasukan
Pratama
Penggalang].
PW (sing.) Perkemahan Wirakarya; Kemah Bakti.
Purwa (bhs) rendah; Tingkatan pertama SKK Penggalang,
Penegak dan Pandega.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 130


Istilah Pengertian
Racana (bhs) Pondasi; Satuan Pramuka Pandega yang
Penegak terdiri atas 40 orang.
Raicab (sing.) Raimuna Cabang
Raida (sing.) Raimuna Daerah.
Rainas (sing.) Raimuna Nasional.
Pertemuan Penegak; Perkemahan Besar Pramuka
Raimuna
Penegak.
Rairan (sing.) Raimuna Ranting.
Rakit Tingkatan Kedua SKU Penggalang.
Ramu Tingkatan pertama SKU Penggalang.
Ranger (inggris) Pramuka Penegak Putri.
(bhs) gardu/tempat ronda; Satuan terkecil
Regu
Pramuka Penggalang
Rover (inggris) Pramuka Penegak Putra.

Istilah Pengertian
(sing.) Satuan Karya Pramuka; Kepramukaan yang
memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan dalam
Saka bidang kejuruan (khusus) yang pelaksanaanya atas
kerjasama antara Gerakan Pramuka dengan Badan / instansi
lain.
Huruf rahasia. Salah satu materi kepramukaan tentang cara
Sandi membaca suatu berita dengan menggunakan kode-kode
penulisan tertentu.
(bhs) Gubug; Satuan terkecil Pramuka Penegak yang terdiri
Sangga
atas 5 – 10 orang, dipimpin oleh seorang Pinsa.
Sangga Sangga yang dibentuk atas suatu tugas atau pekerjaan
Kerja tertentu; Panitia Kegiatan.
(sing.) Search and Rescue; Cari dan selamatkan; Salah satu
SAR
krida dalam Saka Bhayangkara.
Setangan Kacu/Kain berwarna merah putih yang dikenakan di leher
Leher Pramuka putra;
Scout (inggris) Pramuka Penggalang Putra
Scouter (inggris) Pembina Pramuka Penggalang Putra.
Siaga Anggota Gerakan Pramuka yang berusia 7-10 tahun.
Sistem Metode kepemimpinan yang digagas oleh Ki Hajar

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 131


Dewantoro, menurut metode itu, seorang pemimpin harus
berpegang pada berprinsip; Ing Ngarso sung tuladha (Di
Among depan memberi contoh), Ing madya mangun karsa (di
tengah membangun kehendak) dan Tut wuri handayani (di
belakang memberikan dorongan)
Six (inggris) Barung.
(sing.) Syarat-syarat Kecakapan Khusus; Syarat yang harus
SKK
dipenuhi untuk mendapatkan TKK.
(sing.) Syarat-syarat Kecakapan Umum; syarat yang harus
SKU
dipenuhi untuk mendapatkan TKU.
Sulung Pemimpin Barung Utama; Pemimpin Perindukan siaga.
Melihat dari dekat; melihat lokasi sebelum dijadikan tempat
Survey
kegiatan.
Kemampuan untuk bertahan hidup dengan mengatasi
Survival
berbagai rintangan dan cobaan.
Istilah Pengertian
T Singkatan atau kode untuk Pramuka Penegak.
TAKANA
(sing.) Pesta Karya Nasional.
S
TAKADA (sing.) Pesta Karya daerah.
TAKACAB (sing.) Pesta Karya Cabang.
TAKARA
(sing.) Pesta Karya Ranting.
N
Tata Tingkatan ketiga SKU Pramuka siaga
(sing.) Teknik Kepramukaan, seperti tali temali, semaphore,
Tekpram
maping dll.
Terap Tingkatan ketiga SKU Penggalang.
Selendang/selempang yang dipasangi TKK dikenakan pada
Tetampan
seragam Pramuka.
(sing.) Tanda Ikut gotong royong. Biasanya berbentuk
Tigor
lencana atau mendali.
(sing.) Tanda Ikut Serta Kegiatan. Diberikan setelah
mengikuti suatu kegiatan. Biasanya berbentuk mendali atau
Tiska
lencana yang dikenakan di baju Pramuka sampai batas
waktu tertentu.
(sing.) Tanda Kecakapan Khusus; Tanda yang didapat
TKK
setelah menyelesaikan SKK.
(sing.) Tanda Kecakapan Umum; Tanda yang didapat setelah
TKU
menyelesaikan SKU.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 132


Tanda medan pada peta; tanda-tanda pada peta yang
Topografi
menunjukkan keadaan sebenarnya.
Janji (satya) untuk Pramuka Penggalang, Penegak, Pandega
Trisatya dan Pramuka dewasa. Trisatya Penggalang berbeda dengan
Trisatya untuk Pramuka lainnya.
Troop (inggris) Pasukan Penggalang.
(sing.) Turun Bawah; Melihat/ memantau kegiatan
Turba
bawahan / anak buah.

Istila
Pengertian
h
Tradisi dalam Gerakan Pramuka dimana setiap malam HUT nya
Ulang
mengadakan pengucapan kembali Trisatya. Ulang Janji hanya
Janji
untuk Pramuka Penegak, Pandega dan anggota dewasa.
Utam
Tingkatan ketiga TKK Penggalang, Penegak dan Pandega.
a

Istilah Pengertian
WAGGG (sing.) World Associations of Girl Guides and Girl Scouts;
S Organisasi Kepanduan Putri se-Dunia.
Wide Permainan Besar; Kegiatan bersifat permainan edukatif yang
Game dilaksanakan secara massal.
(sing.) World Organization of Scout Movement; Organisasi
WOSM
Kepanduan Dunia.
Wirakart
saka pramuka yang bekerjasama dengan TNI Angkatan darat
ika

Istil
Pengertian
ah
Yand Sebutan atau panggilan untuk Pembina
a Pramuka Siaga Putra.

Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 133


Buku Panduan Pramuka Khusus Siaga | 134