Anda di halaman 1dari 21

MK.

AKUNTANSI MANAJEMEN , DOSEN: MELDONA


ANALISA BIAYA, VOLUME, LABA: Titik impas, Unit terjual (V), CM, MOS

SOAL 1 PT SENTOSA MUBAROKAH (SS 5-2.93)


PT SENTOSA MUBAROKAH adalah distributor ekslusif suatu produk IPad. Produk tersebut dijual dengan harga
Rp 4.000.000 per unit. Biaya variabel per unit Rp 3.000.000. Biaya tetap perusahaan tersebut adalah
Rp 25.000.000 per bulan.

Diminta:
a. Hitunglah titik impas bulanan dalan rupiah dan dalam unit. Gunakan pendekatan persamaan.
b. Berapakah unit yang harus dijual untuk mencapai target laba bersih setelah pajak Rp 4.000.000 per bulan
(tarif pajak 20%)? Gunakan pendekatan contribution margin per unit. Buktikan jawaban anda dengan menyusun
laporan laba rugi kontribusi pada tingkat penjualan yang dianggarkan.
c. Dengan mendasarkan pada skenario poin b di atas, hitunglah Margin Of Savety perusahaan.

JAWABAN PT. SENTOSA MUBAROKAH


a. Titik impas dengan pendekatan persamaan:
Harga jual per unit 4,000,000
Biaya variabel per unit 3,000,000
Biaya tetap total 25,000,000

Dalam kondisi impas, laba = 0. Rumus:

Laba = Penjualan - Biaya variabel - Biaya Tetap


0 = 4.000.000 (x) - 3.000.000 (x) - 25.000.000
1.000.000 x = 25.000.000
x = 25.000.000 / 1.000.000
25
Titik impas diperoleh pada 25 unit

Titik impas dalam rupiah adalah = titik impas unit x harga jual per unit
= 25 x 4.000.000
100,000,000

Pembuktian dalam laporan laba rugi (untuk 25 unit terjual)


Penjualan 25 4,000,000 100,000,000
Biaya variabel: 25 3,000,000 75,000,000
Kontribusi margin 25,000,000
Biaya tetap: 25,000,000
Laba 0

b. Target penjualan jika perusahaan menginginkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 4.000.000 adalah:
Tarif pajak 20%
Laba setelah pajak
Biaya Tetap +
Target penjualan= 1 - tarif pajak
(dalam unit) Contribution margin per unit

4,000,000
25,000,000
= 1- 0.20
4.000.000 - 3.000.000

= 25.000.000 + 5.000.000
1,000,000

= 30 unit

Pembuktian dalam laporan laba rugi (untuk 30 unit terjual)

Penjualan 30 4,000,000 120,000,000


Biaya variabel: 30 3,000,000 90,000,000
Kontribusi margin 30,000,000
Biaya tetap: 25,000,000
Laba sebelum pajak 5,000,000
Pajak Penghasilan 20% 1,000,000
Laba bersih setelah pajak 4,000,000

c. Margin Of Savety perusahaan dihitung dengan rumus:

MOS= Penjualan yang dianggarkan - Penjualan Impas


Penjualan yang dianggarkan
= 120.000.000 - 100.000.000
120,000,000
= 16.67%

Dari angka tersebut dapat diketahui bahwa penjualan yang boleh turun maksimum sebesar 16,67 % dari
penjualan yang dianggarkan. 100,000,000
MK. AKUNTANSI MANAJEMEN , DOSEN: MELDONA
ANALISA BIAYA, VOLUME, LABA: Titik impas, Unit terjual (V), CM, MOS

KERTAS KERJA KASUS 1 PT SENTOSA MUBAROKAH (SS 5-2.93)


PT SENTOSA MUBAROKAH adalah distributor ekslusif suatu produk IPad. Produk tersebut dijual dengan harga
Rp 4.000.000 per unit. Biaya variabel per unit Rp 3.000.000. Biaya tetap perusahaan tersebut adalah
Rp 25.000.000 per bulan.

Diminta:
a. Hitunglah titik impas bulanan dalan rupiah dan dalam unit. Gunakan pendekatan persamaan.
b. Berapakah unit yang harus dijual untuk mencapai target laba bersih setelah pajak Rp 4.000.000 per bulan
(tarif pajak 20%)? Gunakan pendekatan contribution margin per unit. Buktikan jawaban anda dengan menyusun
laporan laba rugi kontribusi pada tingkat penjualan yang dianggarkan.
c. Dengan mendasarkan pada skenario poin b di atas, hitunglah Margin Of Savety perusahaan.

KERTAS KERJA PT. SENTOSA MUBAROKAH


Titik impas dengan pendekatan persamaan:
Harga jual per unit 4,000,000
Biaya variabel per unit 3,000,000
Biaya tetap total 25,000,000

Dalam kondisi impas, laba = 0. Rumus:

Laba = Penjualan - Biaya variabel - Biaya Tetap


0 = 4.000.000 (x) - 3.000.000 (x) - 25.000.000
1.000.000 x = 25.000.000
x = 25.000.000 / 1.000.000
25
Titik impas diperoleh pada 25 unit

Titik impas dalam rupiah adalah = titik impas unit x harga jual per unit
= 25 x 4.000.000
100,000,000

Pembuktian dalam laporan laba rugi (untuk 25 unit terjual)


Penjualan 25 4,000,000 100,000,000
Biaya variabel: 25 3,000,000 75,000,000
Kontribusi margin 25,000,000
Biaya tetap: 25,000,000
Laba 0

b. Target penjualan jika perusahaan menginginkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 4.000.000 adalah:
Tarif pajak 20%
Laba setelah pajak
Biaya Tetap +
Target penjualan= 1 - tarif pajak
(dalam unit) Contribution margin per unit

4,000,000
25,000,000
= 1- 0.20
4.000.000 - 3.000.000

= 25.000.000 + 5.000.000
1,000,000

= 30 unit

Pembuktian dalam laporan laba rugi (untuk 30 unit terjual)

Penjualan 30 4,000,000 120,000,000


Biaya variabel: 30 3,000,000 90,000,000
Kontribusi margin 30,000,000
Biaya tetap: 25,000,000
Laba sebelum pajak 5,000,000
Pajak Penghasilan 20% 1,000,000
Laba bersih setelah pajak 4,000,000

c. Margin Of Savety perusahaan dihitung dengan rumus:

MOS= Penjualan yang dianggarkan - Penjualan Impas


Penjualan yang dianggarkan
= 120.000.000 - 100.000.000
120,000,000
= 16.67%

Dari angka tersebut dapat diketahui bahwa penjualan yang boleh turun maksimum sebesar 16,67 % dari
penjualan yang dianggarkan. 100,000,000
MK. AKUNTANSI MANAJEMEN , DOSEN: MELDONA
ANALISA BIAYA, VOLUME, LABA: Melengkapi kolom BVL, Titik impas

SOAL 2 (SS 5-3.94)


Lengkapilah bagian-bagian yag belum terisi di setiap kasus berikut (setiap kasus berdiri sendiri),
sertakan hitungan yang diperlukan.

K
a Unit Contribution
s Terjual Penjualan Biaya variabel Margin per Biaya tetap Laba Bersih Titik Impas
u unit
s
1 7,000 70,000,000 42,000,000 4,000 13,000,000 15,000,000 32,500,000
2 4,000 50,000,000 34,000,000 4,000 10,000,000 6,000,000 31,250,000
3 8,000 64,000,000 40,000,000 3,000 15,000,000 9,000,000 40,000,000
4 5,000 60,000,000 40,000,000 4,000 22,000,000 (2,000,000) 66,000,000

Hitungan:
1a Contribution margin per unit = Contribution margin total
Unit penjualan
= 70.000.000 - 42.000.000
7,000
= 4,000

b Laba bersih = Penjualan - Biaya Variabel - Biaya tetap


= 7000000 - 42000000 - 13000000
= 15,000,000

c Titik Impas (rupiah) = Biaya Tetap


1 - biaya variabel/penjualan
= 13,000,000
1- 42.000.000/70.000.000
= 13,000,000
0,40
= 32,500,000

2a Unit terjual = penjualan total dibagi harga jual per unit atau dengan
membagi contribution margin total dengan contribution margin per unit
Menggunakan rumus persamaa titik impas:
Laba = (penjualan-biaya variabel) - Biaya tetap
Laba = Contribution margin - biaya tetap
6000000 = Contribution margin -10000000
Contribution margin = 16,000,000

Unit penjualan = Contribution margin total


contribution margin per unit
= 16,000,000
4,000
= 4,000

b Mencari biaya variabel total dengan persamaan titik impas


Laba = Penjualan - biaya variabel - biaya tetap
6000000 = 50000000 - biaya variabel - 10000000
Biaya variabel = 50000000 - 10000000 - 6000000
= 34,000,000

c Titik Impas (rupiah)= Biaya tetap


1 - biaya variabel/penjualan
= 10,000,000
1 - 34000000/50000000
= 10,000,000
0,32
= 31,250,000

3a Mencari penjualan total dengan persamaan titik impas


Contribution margin total = penjualan - biaya variabel
(CM per unit x unit penjualan)= penjualan - biaya variabel
(3000000 x 8000)= penjualan - 40000000
24000000= penjualan-40000000
Penjualan = 64,000,000

b Mencari biaya tetap dengan persamaan titik impas


Laba = Penjualan - biaya variabel - biaya tetap
9000000 = 64000000 - 40000000 - biaya tetap
biaya tetap = 24000000-9000000
biaya tetap = 15,000,000

c Titik Impas (rupiah) = Biaya Tetap


1 - biaya variabel/penjualan
= 15,000,000
1 - 40000000/64000000
= 15,000,000
0,375
= 40,000,000

4a Mencari biaya variabel total dengan persamaan titik impas:

Laba = Penjualan - biaya variabel - biaya tetap


-2000000 = 60000000 - Biaya variabel - 22000000
Biaya variabel = 6000000-22000000 + 2000000
= 40,000,000

b Contribution margin per unit:


CM total = Penjualan - biaya variabel
= 60000000 - 40000000
= 20,000,000

CM per unit = CM total / unit terjual


= 20000000/5000
= 4,000,000

c Titik Impas (rupiah) = Biaya Tetap


1 - biaya variabel/penjualan
.= 22,000,000
1 - 40000000/60000000
= 22,000,000
0.33
= 66,000,000 66,000,000
MK. AKUNTANSI MANAJEMEN , DOSEN: MELDONA
ANALISA BIAYA, VOLUME , LABA: Melengkapi kolom BVL, Titik impas

KERTAS KERJA KASUS 2 (SS 5-3.94)


Lengkapilah bagian-bagian yag belum terisi di setiap kasus berikut (setiap kasus berdiri sendiri),
sertakan hitungan yang diperlukan.

K
a Unit Contribution
Titik Impas
s Terjual Penjualan Biaya variabel Margin per Biaya tetap Laba Bersih
(Rupiah)
u unit
s
1 7,000 70,000,000 42,000,000 4,000 13,000,000 15,000,000 32,500,000
2 4,000 50,000,000 34,000,000 4,000 10,000,000 6,000,000 31,250,000
3 8,000 64,000,000 40,000,000 3,000 15,000,000 9,000,000 40,000,000
4 5,000 60,000,000 40,000,000 4,000 22,000,000 (2,000,000) 66,000,000

Hitungan:
1a Contribution margin per unit = Contribution margin total
Unit penjualan
= 70.000.000 - 42.000.000
7,000
= 4,000

b Laba bersih = Penjualan - Biaya Variabel - Biaya tetap


= 7000000 - 42000000 - 13000000
= 15,000,000

c Titik Impas (rupiah) = Biaya Tetap


1 - (biaya variabel/penjualan)
= 13,000,000
1- 42.000.000/70.000.000
= 13,000,000
0,40
= 32,500,000

2a Unit terjual = penjualan total dibagi harga jual per unit atau dengan
membagi contribution margin total dengan contribution margin per unit
Menggunakan rumus persamaan titik impas:
Laba = (penjualan-biaya variabel) - Biaya tetap
Laba = Contribution margin - biaya tetap
6000000 = Contribution margin -10000000
Contribution margin = 16,000,000

Unit penjualan = Contribution margin total


contribution margin per unit
= 16,000,000
4,000,000
= 4,000

b Mencari biaya variabel total dengan persamaan titik impas


Laba = Penjualan - biaya variabel - biaya tetap
6000000 = 50000000 - biaya variabel - 10000000
Biaya variabel = 50000000 - 10000000 - 6000000
= 34,000,000

c Titik Impas (rupiah)= Biaya tetap


1 - biaya variabel/penjualan
= 10,000,000
1 - 34000000/50000000
= 10,000,000
0,32
= 31,250,000

3a Mencari penjualan total dengan persamaan titik impas


Contribution margin total = penjualan - biaya variabel
(CM per unit x unit penjualan)= penjualan - biaya variabel
(3000000 x 8000)= penjualan - 40000000
24000000= penjualan-40000000
Penjualan = 64,000,000

b Mencari biaya tetap dengan persamaan titik impas


Laba = Penjualan - biaya variabel - biaya tetap
9000000 = 64000000 - 40000000 - biaya tetap
biaya tetap = 24000000-9000000
biaya tetap = 15,000,000

c Titik Impas (rupiah) = Biaya Tetap


1 - biaya variabel/penjualan
= 15,000,000
1 - 40000000/64000000
= 15,000,000
0,375
= 40,000,000

4a Mencari biaya variabel total dengan persamaan titik impas:

Laba = Penjualan - biaya variabel - biaya tetap


-2000000 = 60000000 - Biaya variabel - 22000000
Biaya variabel = 6000000-22000000 + 2000000
= 40,000,000

b Contribution margin per unit:


CM total = Penjualan - biaya variabel
= 60000000 - 40000000
= 20,000,000

CM per unit = CM total / unit terjual


= 20000000/5000
= 4,000,000

c Titik Impas (rupiah) = Biaya Tetap


1 - biaya variabel/penjualan
.= 22,000,000
1 - 40000000/60000000
= 22,000,000
0,3333
= 66,000,000
MK. AKUNTANSI MANAJEMEN , DOSEN: MELDONA
ANALISA BIAYA, VOLUME , LABA: APLIKASI ANALISA BEP

SOAL 3 PT. ALAMANAK (SS 5-8.96)


Perusahaan Alamanak adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan payung hias di Yogyakarta.
Selama lima tahun terakhir perusahaan tersebut mengalami kemajuan yang pesat. Untuk itu manajemen perusahaan
merencanakan akan melakukan serangkaian advertensi yang agresif untuk tahun mendatang.
Berikut ini adalah data penjualan dan biaya untuk tahun 2009:

Penjualan ( 20,000 buah) 500,000,000


Biaya variabel:
Bahan baku 3,250 / buah
Tenaga kerja langsung 8,000 / buah
Overhead pabrik 2,500 / buah
Jumlah biaya variabel 13,750 / buah

Biaya Tetap:
Overhead pabrik 25,000,000
Penjualan dan administrasi 110,000,000
Jumlah biaya tetap 135,000,000

Harga jual per buah 25,000


Tarif pajak yang berlaku 20%

Penjualan yang diharapkan tahun 2010 22,000 buah

Diminta:
a. Berapa target laba yang diharapkan tahun 2009?
b. Berapa titik impas dalam unit untuk tahun 2009?
c. Jika untuk mencapai target penjualan tahun 2010 perusahaan harus mengeluarkan biaya advertensi
sebesar Rp 11.250.000 dan biaya yang lain tetap, hitunglah besarnya laba bersih setelah pajak tahun 2010.
d. Berapa titik impas yang baru, baik dalam unit ataupun dalam rupiah untuk tahun 2010, jika tambahan biaya
advertensi Rp 11.250.000 jadi dilaksanakan oleh perusahaan?
e. Apabila perusahaan menginginkan target laba sebesar Rp 50.000.000 setelah pajak, berapa unit penjualan
yang harus dicapai perusahaan?

JAWABAN:
a Target laba yang diharapkan pada tahun 2009 adalah Rp 90.000.000 seperti perhitungan laba rugi berikut:

PT ALAMANAK
Laporan Laba-Rugi
Untuk tahun 2009
Penjualan 20,000 25,000 500,000,000
Biaya variabel:
Bahan baku: 20,000 3,250 65,000,000
Tenaga kerja langsung: 20,000 8,000 160,000,000
Overhead variabel 20,000 2,500 50,000,000
13,750 275,000,000
Contribution Margin 225,000,000 11,250
Biaya Tetap:
Overhead pabrik 25,000,000
Penjualan dan administrasi 110,000,000
135,000,000
Laba sebelum pajak 90,000,000

b Penghitungan titik impas dalam unit dan rupiah untuk tahun 2009 adalah:

Titik Impas (unit) = Biaya Tetap


Contribution Margin unit
= 135,000,000
25,000 - 13,750
= 12,000 unit

Titik Impas (rupiah) = Biaya Tetap Biaya Tetap =BEP unit x Harga jual / unit
Rasio Contribution Margin 1- (biaya variabel/penjualan)
= 135,000,000
1 - (13,750/25,000)
= 300,000,000 300,000,000

c Target laba bersih setelah pajak tahun 2010, jika pada tahun 2010 dikeluarkan tambahan biaya
advertensi sebesar Rp 11,250,000 adalah Rp 81,000,000

PT ALAMANAK
Laporan Laba-Rugi
Untuk tahun 2010

Penjualan (22.000 unit x Rp 25.000) 550,000,000


Biaya variabel:
Bahan baku: 22,000 3,250 71,500,000
Tenaga kerja langsung: 22,000 8,000 176,000,000
Overhead variabel 22,000 2,500 55,000,000
13,750 302,500,000
Contribution Margin 247,500,000

Biaya Tetap:
Overhead pabrik 25,000,000
Penjualan dan administrasi 110,000,000
Biaya advertensi 11,250,000
146,250,000
Laba sebelum pajak 101,250,000
Pajak penghasilan 20% 20,250,000
Laba bersih 81,000,000

d Titik impas dalam unit yang baru jika rencana tahun 2010 dilaksanakan adalah:

Titik Impas (unit) = Biaya Tetap


Contribution Margin unit
= 146,250,000
25,000 - 13,750
= 13,000 unit

Titik Impas (rupiah) = Biaya Tetap 325,000,000


Rasio Contribution Margin
= 146,250,000
1 - (13,750/25,000)
= 325,000,000

e Target penjualan dalam unit, jika perusahaan menginginkan laba bersih setelah pajak sebesar
Rp50,000,000 adalah: 100,000,000
Laba setelah pajak
Biaya Tetap +
Target penjualan (dalam unit)= 1 - tarif pajak
Contribution margin

100,000,000
146,250,000+
= 1- 0.20 146,250,000 125,000,000
25,000 - 13,750 11,250
= 146,250,000 + 62,500,000 271,250,000
11,250 11,250
= 18,556 unit 24,111
MK. AKUNTANSI MANAJEMEN , DOSEN: MELDONA
ANALISA BIAYA, VOLUME , LABA: APLIKASI ANALISA BEP

KERTAS KERJA KASUS 3 PT. ALAMANAK


Perusahaan Alamanak adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan payung hias di Yogyakarta.
Selama lima tahun terakhir perusahaan tersebut mengalami kemajuan yang pesat. Untuk itu manajemen perusahaan
merencanakan akan melakukan serangkaian advertensi yang agresif untuk tahun mendatang.
Berikut ini adalah data penjualan dan biaya untuk tahun 2009:

Penjualan ( 20,000 buah) 500,000,000


Biaya variabel:
Bahan baku 3,250
Tenaga kerja langsung 8,000
Overhead pabrik 2,500
Jumlah biaya variabel 13,750

Biaya Tetap:
Overhead pabrik 25,000,000
Penjualan dan administrasi 110,000,000
Jumlah biaya tetap 135,000,000

Harga jual per buah 25,000


Tarif pajak yang berlaku 20%

Penjualan yang diharapkan tahun 2010 22,000

Diminta:
a. Berapa target laba yang diharapkan tahun 2009?
b. Berapa titik impas dalam unit untuk tahun 2009?
c. Jika untuk mencapai target penjualan tahun 2010 perusahaan harus mengeluarkan biaya advertensi
sebesar Rp 11.250.000 dan biaya yang lain tetap, hitunglah besarnya laba bersih setelah pajak tahun 2010.
d. Berapa titik impas yang baru, baik dalam unit ataupun dalam rupiah untuk tahun 2010, jika tambahan biaya
advertensi Rp 11.250.000 jadi dilaksanakan oleh perusahaan?
e. Apabila perusahaan menginginkan target laba sebesar Rp 50.000.000 setelah pajak, berapa unit penjualan
yang harus dicapai perusahaan?

KERTAS KERJA SOAL 1 - PT. ALAMANAK


a Target laba yang diharapkan pada tahun 2009 adalah Rp 90.000.000 seperti perhitungan laba rugi berikut:

PT ALAMANAK
Laporan Laba-Rugi
Untuk tahun 2009
Penjualan (20.000 unit x Rp 25.000) 500,000,000
Biaya variabel:
Bahan baku: 20,000 3,250 65,000,000
Tenaga kerja langsung: 20,000 8,000 160,000,000
Overhead variabel 20,000 2,500 50,000,000
275,000,000
Contribution Margin 225,000,000
Biaya Tetap:
Overhead pabrik 25,000,000
Penjualan dan administrasi 110,000,000
135,000,000
Laba bersih 90,000,000

b Penghitungan titik impas dalam unit dan rupiah untuk tahun 2009 adalah:

Titik Impas (unit) = Biaya Tetap


Contribution Margin unit
= 135,000,000
25,000 - 13,750
= 12,000 unit

Titik Impas (rupiah) = Biaya Tetap


Rasio Contribution Margin
= 135,000,000
1 - (13,750/25,000)
= 300,000,000

c Target laba bersih setelah pajak tahun 2010, jika pada tahun 2010 dikeluarkan tambahan biaya
advertensi sebesar Rp 11,250,000 adalah Rp 81,000,000

PT ALAMANAK
Laporan Laba-Rugi
Untuk tahun 2010

Penjualan (22.000 unit x Rp 25.000) 550,000,000


Biaya variabel:
Bahan baku: 22,000 3,250 71,500,000
Tenaga kerja langsung: 22,000 8,000 176,000,000
Overhead variabel 22,000 2,500 55,000,000
302,500,000
Contribution Margin 247,500,000

Biaya Tetap:
Overhead pabrik 25,000,000
Penjualan dan administrasi 110,000,000
Biaya advertensi 11,250,000
146,250,000
Laba sebelum pajak 101,250,000
Pajak penghasilan 20% 20,250,000
Laba bersih 81,000,000

d Titik impas dalam unit yang baru jika rencana tahun 2010 dilaksanakan adalah:

Titik Impas (unit) = Biaya Tetap


Contribution Margin unit
= 146,250,000
25,000 - 13,750
= 13,000 unit

Titik Impas (rupiah) = Biaya Tetap


Rasio Contribution Margin
= 146,250,000
1 - (13,750/25,000)
= 325,000,000
e Target penjualan dalam unit, jika perusahaan menginginkan laba bersih setelah pajak sebesar
Rp50,000,000 adalah:
Laba setelah pajak
Biaya Tetap +
Target penjualan (dalam unit)= 1 - tarif pajak
Contribution margin

50,000,000
146,250,000+
= 1- 0.20
25,000 - 13,750
= 146,250,000 + 62,500,000
11,250
= 18,556 unit
atan payung hias di Yogyakarta.
k itu manajemen perusahaan

/ buah
/ buah
/ buah
/ buah

buah

iaya advertensi
elah pajak tahun 2010.
0, jika tambahan biaya

berapa unit penjualan

ngan laba rugi berikut:


MK. AKUNTANSI MANAJEMEN , DOSEN: MELDONA
ANALISA BIAYA, VOLUME , LABA: LAPORAN L/R, Pengaruh perubahan B V pada L, Operating Leverage

SOAL 4 PT. TRIMEGAH SUKORINDO (SS 5-5.94)


Laporan Laba Rugi PT. Trimegah Sukorindo yang diproyeksikan untuk tahun anggaran 2009 sbb:

PT TRIMEGAH SUKORINDO
LAPORAN LABA RUGI
Tahun anggaran 2009
Total Per unit
Hasil penjualan (20.000 unit) 96,000,000 4,800
Biaya variabel 57,600,000 2,880
Contribution margin 38,400,000 1,920
Biaya tetap 36,000,000
Laba bersih 2,400,000

Diminta:
Susunlah laporan laba rugi untuk masing-masing kondisi berikut (masing-masing berdiri sendiri):
1. Volume penjualan naik 20%
2. Harga jual turun menjadi Rp 4.000 per unit dan volume penjualan naik 25%
3. Harga jual per unit naik Rp 200 , biaya tetap naik Rp 1.000.000, dan volume penjualan turun 10%
4. Biaya variabel naik Rp 120 per unit, harga jual per unit naik Rp 300 dan volume penjualan turun 5%
5. Dengan menggunakan konsep operating leverage , bagaimana pengaruh laba bersih perusahaan
penjualan naik 20%. Jelaskan!

JAWABAN PT. TRIMEGAH SUKORINDO

1 Laba Rugi perusahaan jika volume penjualan naik 20% atau menjadi 24,000 unit dihitung sbb:
Kenaikan volume
Keterangan Semula
penjualan 20 %
Penjualan 96,000,000 115,200,000
Biaya Variabel 57,600,000 69,120,000
Contribution Margin 38,400,000 46,080,000
Biaya Tetap 36,000,000 36,000,000
Laba bersih 2,400,000 10,080,000

2 Laba Rugi perusahaan jika harga jual per unit turun menjadi 4.000 dan volume penjualan
naik 25% atau menjadi 25.000 unit
Harga jual per unit 4,000
Volume penjualan 25,000

Harga Jual turun jadi


Keterangan Semula 4.000 dan volume
penjualan naik 20%
Penjualan 96,000,000 100,000,000
Biaya Variabel 57,600,000 72,000,000
Contribution Margin 38,400,000 28,000,000
Biaya Tetap 36,000,000 36,000,000
Laba bersih 2,400,000 (8,000,000)

3 Laba Rugi perusahaan jika harga jual per unit naik Rp 2000 atau menjadi Rp 5.000, biaya tetap
naik Rp 1.000.000 atau menjadi Rp 37.000.000 dan volume penjualan turun 10% menjadi 18.000 unit
adalah:
Harga jual per unit 5,000
Volume penjualan 18,000
Biaya Tetap 37,000,000
Harga Jual naik jadi
5.000, biaya tetap
Keterangan Semula jadi 37.000.000 dan
volume penjualan
turun 10%
Penjualan 96,000,000 90,000,000
Biaya Variabel 57,600,000 51,840,000
Contribution Margin 38,400,000 38,160,000
Biaya Tetap 36,000,000 37,000,000
Laba bersih 2,400,000 1,160,000

4 Laba Rugi perusahaan jika harga jual per unit naik Rp 300 atau menjadi 5.100, biaya variabel naik
Rp 120 atau menjadi Rp 3.000 per unit dan volume penjualan turun 5% atau menjadi 19.000 unit.
Harga jual per unit 5,100
Volume penjualan 19,000
Biaya variabel 3,000

Harga jual naik menjadi


Rp 5.100, biaya
Keterangan Semula variabel menjadi Rp
3.000 dan volume
penjualan turun 5 %

Penjualan 96,000,000 96,900,000


Biaya Variabel 57,600,000 57,000,000
Contribution Margin 38,400,000 39,900,000
Biaya Tetap 36,000,000 36,000,000
Laba bersih 2,400,000 3,900,000

5 Degree of operating leverage perusahaan adalah:

Degree of operating leverage = Contribution Margin


Laba bersih
= 38,400,000
2,400,000
= 16

Artinya bahwa untuk setiap kenaikan Rp 1 penjualan maka dapat meningkatkan laba sebesar
Rp 16

Jika penjualan perusahaan naik 20 %, maka laba bersih akan naik sebesar 16x 20% = 320%
Dibuktikan pada bagian a, bahwa kenaikan penjualan 20%, maka laba menjadi Rp 10.080.000
atau naik sebesar Rp 7.680.000, yaitu dari 320% x 2.400.000.
MK. AKUNTANSI MANAJEMEN , DOSEN: MELDONA
ANALISA BIAYA, VOLUME , LABA: LAPORAN L/R, Pengaruh perubahan B V pada L, Operating Leverage

KERTAS KERJA KASUS 4 PT. TRIMEGAH SUKORINDO (SS 5-5.94)


Laporan Laba Rugi PT. Trimegah Sukorindo yang diproyeksikan untuk tahun anggaran 2009 sbb:

PT TRIMEGAH SUKORINDO
LAPORAN LABA RUGI
Tahun anggaran 2009
Total Per unit
Hasil penjualan (20.000 unit) 96,000,000 4,800
Biaya variabel 57,600,000 2,880
Contribution margin 38,400,000 1,920
Biaya tetap 36,000,000
Laba bersih 2,400,000

Diminta:
Susunlah laporan laba rugi untuk masing-masing kondisi berikut (masing-masing berdiri sendiri):
1. Volume penjualan naik 20%
2. Harga jual turun menjadi Rp 4.000 per unit dan volume penjualan naik 25%
3. Harga jual per unit naik Rp 200 , biaya tetap naik Rp 1.000.000, dan volume penjualan turun 10%
4. Biaya variabel naik Rp 120 per unit, harga jual per unit naik Rp 300 dan volume penjualan turun 5%
5. Dengan menggunakan konsep operating leverage , bagaimana pengaruh laba bersih perusahaan
penjualan naik 20%. Jelaskan!

KERTAS KERJA PT. TRIMEGAH SUKORINDO

1 Laba Rugi perusahaan jika volume penjualan naik 20% atau menjadi 24,000 unit dihitung sbb:
Kenaikan volume
Keterangan Semula
penjualan 20 %
Penjualan 96,000,000 115,200,000
Biaya Variabel 57,600,000 69,120,000
Contribution Margin 38,400,000 46,080,000
Biaya Tetap 36,000,000 36,000,000
Laba bersih 2,400,000 10,080,000

2 Laba Rugi perusahaan jika harga jual per unit turun menjadi 4.000 dan volume penjualan
naik 25% atau menjadi 25.000 unit
Harga jual per unit 4,000
Volume penjualan 25,000

Harga Jual turun jadi


Keterangan Semula 4.000 dan volume
penjualan naik 20%
Penjualan 96,000,000 100,000,000
Biaya Variabel 57,600,000 72,000,000
Contribution Margin 38,400,000 28,000,000
Biaya Tetap 36,000,000 36,000,000
Laba bersih 2,400,000 (8,000,000)

3 Laba Rugi perusahaan jika harga jual per unit naik Rp 2000 atau menjadi Rp 5.000, biaya tetap
naik Rp 1.000.000 atau menjadi Rp 37.000.000 dan volume penjualan turun 10% menjadi 18.000 unit
adalah:
Harga jual per unit 5,000
Volume penjualan 18,000
Biaya Tetap 37,000,000

Harga Jual naik jadi


5.000, biaya tetap
Keterangan Semula jadi 37.000.000 dan
volume penjualan
turun 10%
Penjualan 96,000,000 90,000,000
Biaya Variabel 57,600,000 51,840,000
Contribution Margin 38,400,000 38,160,000
Biaya Tetap 36,000,000 37,000,000
Laba bersih 2,400,000 1,160,000

4 Laba Rugi perusahaan jika harga jual per unit naik Rp 300 atau menjadi 5.100, biaya variabel naik
Rp 120 atau menjadi Rp 3.000 per unit dan volume penjualan turun 5% atau menjadi 19.000 unit.
Harga jual per unit 5,100
Volume penjualan 19,000
Biaya variabel 3,000

Harga jual naik menjadi


Rp 5.100, biaya
Keterangan Semula variabel menjadi Rp
3.000 dan volume
penjualan turun 5 %

Penjualan 96,000,000 96,900,000


Biaya Variabel 57,600,000 57,000,000
Contribution Margin 38,400,000 39,900,000
Biaya Tetap 36,000,000 36,000,000
Laba bersih 2,400,000 3,900,000

5 Degree of operating leverage perusahaan adalah:

Degree of operating leverage = Contribution Margin


Laba bersih
= 38,400,000
2,400,000
= 16

Interpretasi: Artinya bahwa untuk setiap kenaikan Rp 1 penjualan maka dapat meningkatkan laba sebesar
16

Jika penjualan perusahaan naik 20 %, maka laba bersih akan naik sebesar 16x 20% = 320%
Dibuktikan pada bagian a, bahwa kenaikan penjualan 20%, maka laba menjadi Rp 10.080.000
atau naik sebesar Rp 7.680.000, yaitu dari 320% x 2.400.000.
AKUNTANSI MANAJEMEN
DOSEN: MELDONA, MM
Jawaban Latihan 5.10
Data biaya dan harga jual:
Harga jual per bungkus 750
Biaya variabel per bungkus 225
Contribution Margin per bungkus 525

Biaya tetap per bulan:


Biaya Sewa 2,000,000
Depresiasi peralatan 8,000,000
Biaya Gaji 25,000,000
Biaya Advertensi 20,000,000
Biaya tetap lain-lain 10,625,000
Jumlah biaya tetap per bulan 65,625,000
1 Laporan Laba Rugi bulanan dalam bentuk kontribusi:

Perusahaan Obat
LAPORAN LABA RUGI (dalam bentuk kontribusi)
Untuk bulan X
Penjualan 250,000 Rp750 Rp187,500,000
Biaya Variabel 250,000 Rp225 56,250,000
Contribution Margin 131,250,000
Biaya Tetap:
Biaya Sewa 2,000,000
Depresiasi peralatan 8,000,000
Biaya Gaji 25,000,000
Biaya Advertensi 20,000,000
Biaya tetap lain-lain 10,625,000
65,625,000
Laba bersih 65,625,000

2 Titik Impas dalam unit dan rupiah:


Titik Impas (unit) Biaya Tetap
Contribution Margin unit
= 65,625,000
750 - 225
= 125,000 unit

Titik Impas (rupiah) Biaya Tetap


Rasio Contribution Margin
= 65,625,000
1 - (225/750)
= 93,750,000

3 Target penjualan obat untuk memperoleh laba bersih setelah pajak Rp 13,387,500 per bulan
adalah:
Laba setelah pajak
Biaya Tetap +
Target penjualan (dalam unit)= 1 - tarif pajak
Contribution margin
13,387,500
65,625,000+
= 1- 0.15
750 - 225
= 65,625,000 + 15,750,000
525
= 155,000 unit

4 Rencana penambahan biaya advertensi Rp 15,000,000 yang akan berakibat kenaikan penjualan
sebesar 15 %
Kenaikan biaya
tetap Rp
Keterangan Semula 15.000.000 dan
volume
penjualan 15%
Penjualan (A) 187,500,000 215,625,000 *
Biaya Variabel (B) 56,250,000 64,687,500 **
Contribution Margin (C = A-B) 131,250,000 150,937,500
Biaya Tetap:
Biaya Sewa 2,000,000 2,000,000
Depresiasi peralatan 8,000,000 8,000,000
Biaya Gaji 25,000,000 25,000,000
Biaya Advertensi 20,000,000 35,000,000 ***
Biaya tetap lain-lain 10,625,000 10,625,000
Jumlah biaya tetap (D) 65,625,000 80,625,000
Laba bersih (C-D) 65,625,000 70,312,500
* = 250,000 + (15% x 250,000) x 750
** = 250,000 + (15% x 250,000) x 225
*** = 20,000,000 + 15,000,000

Keputusan: Sebaiknya rencana Direktur Pemasaran tentang menaikkan Biaya advertensi


sebesar Rp 15,000,000 yang akan mengakibatkan kenaikan penjualan sebesar
15 % tersebut dilaksanakan karena akan meningkatkan laba sebesar
Rp4,687,500

5 Penghitungan Operating leverage dan kenaikan laba bersih jika penjualan naik 10% adalah:

Operating Leverage perusahaan dalam kondisi normal adalah:


Degree of operating leverage = Contribution Margin
Laba bersih
= 131,250,000
65,625,000
= 2

Jika penjualan meningkat 10% maka laba bersih akan meningkat juga sebesar 20% (yaitu 10%x2)
sehingga jika:
penjualan perusahaan naik 10% x 215,625,000 21,562,500
maka laba akan naik 20% x 65,625,000 13,125,000 menjadi Rp78,750,000