Anda di halaman 1dari 14

“Manajemen Persediaan”

PERTEMUAN KE-9

1. Manajemen Persediaan Tradisional


1.1 Biaya Persediaan
1.2 Alasan Tradisional Untuk Memiliki Persediaan
1.3 Kuantitas Pesanan Ekonomis (EOQ) : Model Persediaan Tradisional
1.3.1 Menghitung EOQ
1.3.2 Titik Pemesanan Kembali
1.3.3 EOQ dan Manajemen Persediaan

2. Manajemen Persediaan JIT


2.1 Karakteristik dasar JIT
2.2 Biaya persiapan dan penyipanan : pendekatan JIT
2.2.1 Kontrak Jangka Panjang, Pengisian Kembali yang Berkelanjutan,
Pertukaran Data Elektronik dan JIT II.
2.2.2 Kinerja Jatuh Tempo : Solusi JIT
2.2.3 Menghindari Penghentian Produksi dan Keandalan Proses : Pendekatan JIT

2.3 Diskon dan Kenaikan Harga : Pembelian JIT versus Menyimpan Persediaan
2.4 Keterbatasan JIT

3. Teori Kendala
3.1 Konsep Dasar
3.2 Langkah-langkah TOC

Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 1


DAFTAR RUJUKAN

1. Hansen, D.R. and Mowen, M.M.2005. Management Accounting.Cicinnati : South-Western


Collage Publishing (HM)

Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 2


PEMBAHASAN

1. MANAJEMEN PERSEDIAAN TRADISIONAL

Berbagai perusahaan menyadari pentingnya mengelola tingkat persediaan untuk


memperoleh keunggulan kompetitif jangka panjang, kulaitas, rekayasa produk, harga, lembur,
kapasitas berlebih, kemampuan untuk merespon pelanggan, waktu tunggu dan profitabilitas
keseluruhan adalah hal-hal yang dipengaruhi oleh tingkat persediaan.

Memahami manajemen persediaan tradisional memberikan latar belakang yang diperlukan


untuk memahami keunggulan metode manajemen persediaan yang digunakan dalam lingkungan
manufaktur yang canggih, seperti JIT dan teori kendala.

1.1 Biaya Persediaan

Jika persediaan berupa bahan baku atau barang yang dibeli dari sumber luar, maka biaya
yang terkait dengan persediaan tersebut disebut biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, jika
bahan baku atau barang diproduksi secara internal, maka biayanya disebut biaya persiapan dan
biaya penyimpanan.

Biaya pemesanan adalah biaya-biaya untuk menempatkan dan menerima


pesanan.Contohnya mencakup biaya pemrosesan pesanan (biaya administrasi dan dokumen), biaya
asuransi untuk pengiriman, dan biaya pembongkaran.

Biaya persiapan atau penyetelan adalah biaya-biaya untuk menyiapkan peralatan dan
fasilitas sehingga dapat digunakan untuk memproduksi produk atau komponen tertentu. Contohnya
adalah upah pekerja bagian produksi yang tidak terpakai, biaya fasilitas produksi yang tidak
terpakai (penghasilan yang hilang), dan biaya uji coba produksi (tenaga kerja, bahan baku dan
overhead).

Biaya penyimpanan adalah biaya-biaya yang menyimpan persediaan contohnya adalah


asuransi, pajak persediaan, keusangan, biaya peluang dari dana yang terikat dalam persediaan, biaya
penanganan, dan ruang penyimpanan persediaan.

Biaya pemesanan dan persiapan mempunyai sifat yang sama, keduanya mewakili biaya yang
harus dikeluarkan untuk memperoleh persediaan. Satu-satunya perbedaan terletak pada sifat

Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 3


aktivitas sebelum perolehan (mengisi formulir dan menempatkan pesanan versus menyiapkan
peralatan dan fasilitas).

Jika permintaan tidak diketahui dengan pasti, maka akan timbul kategori keiga dari biaya
persediaan yang disebut biaya habisnya persediaan. Biaya habisnya persediaan adalah biaya-biaya
yang terjadi karena tidak dapat menyediakan produk ketika diminta pelanggan.Contohnya penjualan
yang hilang, biay ekspedisi, serta biaya akibat produksi yang terganggu.

1.2 Alasan Tradisional Untuk Memiliki Persediaan

Memaksimalkan laba mensyaratkan perlunya meminimalkan biaya yang berkaitan dengan


persediaan.Namun, meminimalkan biaya penyimpanan mendukung pemesanan atau produksi dalam
jumlah kecil, sedangkan meminimalkan biaya pemesanan mendukung pemesanan dalam jumlah
besar dan jarang (meminimalkan biaya persiapan mendukung operasi produksi dalam waktu yang
lama dan jarang). Jadi, meminimalkan biaya penyimpanan mendorong jumlah persediaannya sedikit
atau bahkan tidak ada.Sementara itu, meminimalkan biaya pemesanan atau biaya persiapan
mendorong jumlah persediaan yang besar. Kebutuhan unuk menyeimbangkan dua kelompok biaya
tersebut agar total biaya penyimpanan dan pemesanan dapat di minimalkan adalah salah satu alasan
perusahaan memilih untuk menyimpan persediaan.

Masalah ketidakpastian permintaan adalah alasan utama kedua untuk memiliki


persediaan.Persediaan komponen dan bahan mentah sering dipandang perlu karena ketidakpastian
pasokan. Jadi, persediaan penyangga untuk komponen dan bahan baku diperlukan untuk menjaga
aliran produksi bila terjadi keterlambatan pengiriman atau berhentinya pengiriman (pemogokan,
cuaca yang buruk, dan kebangkrutan adalah contoh-contoh kejadian tidak pasti yang dapat
menyebabkan terputusnya pasokan).

1.3 Kuantitas Pesanan Ekonomis (EOQ) : Model Persediaan Tradisional

Kuantitas pesanan dan total biaya pemesanan dan penyimpanan asumsikan permintaan
diketahui. Dalam menentukan kuantitas pesanan atau ukuran lot produksi, manajer hanya perlu
memperhatikan biaya pemesanan (persiapan) dan penyimpanan. Total biaya pemesanan (persiapan)
dan penyimpanan dapat digambarkan melalui persamaan berikut:

TC =PD/Q + CQ/2 (persamaan 1)

= Biaya pemesanan + Biaya penyimpanan

Dimana:

TC = Total biaya pemesanan (atau persiapan) dan biaya penyimpanan

P = Biaya menempatkan pesanan dan penerimaan pesanan (atau biaya persiapan pelaksanaan
produksi)

D = Jumlah permintaan tahunan yang diketahui

Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 4


Q = Jumlah unit yang dipesan setiap kali pesanan dilakukan (atau ukuran lot produksi)

C = Biaya penyimpanan satu unit persediaan selama 1 tahun

Biaya penyimpanan persediaan dapat dihitung untuk setiap organisasi yang memiliki
persediaan, termasuk perusahaan eceran, jasa, dan manufaktur. Tentu saja, model biaya persediaan
yang menggunakan biaya persediaan dan ukuran lot sebagai input hanya berklaku untuk perusahaan
yang memproduksi sendiri persediannya (komponen atau barang jadi). Agar dapat mengilustrasikan
aplikasinya bagi organisasi jasa, asumsikan nilai-nilai berikut diterapkan untuk sebuah komponen
yang digunakan dalam reparasi lemari es (komponen itu dibeli dari pemasok eksternal).

D = 10.000 unit

Q = 1.000 unit

P = $ 25 per pesanan

C = $ 2 per unit

Pembagian antara D dan Q menghasilkan jumlah pesanan per tahun, yaitu sebesar 10
(10.000/1.000).mengalihkan jumlah pesanan per tahun dengan biaya pemesana dan penerimaan
pesanan (D/QxP) menghasilkan total biaya pemesanan sebesar $250 (10x$25).

Total biaya penyimpanan selama 1 tahun adalah CQ/2;persamaan ini ekuivalen dengan
perkalian persediaan rata-rata yang dimiliki (Q/2) dengan biaya penyimpanan per unit (C untuk
pesanan sebnayak 1.000 unit dengan biaya penyimpanan sebesar $2 per unit, persediaan rata-rata
adalah 500 (1.000/2) dan biaya penyimpanan untuk tahun tersebut adalah $1.000 (500x$2).
(mengasumsikan persediaan rata-rata adalah Q/2 sama dengan mengasumsikan persediaan di
konsumsi secara merata)

Dengan menerapkan persamaan 4.1 total biaya adalah $1.250 ($250 + $1000) namun, kuantitas
pesanan sebanyak 1000 dengan total biaya $1.250 mungkin bukan merupakan pilihan terbaik.

1.3.1 Menghitung EOQ

Karena EOQ adalah kuantitas yang minimalkan persamaan 1 rumus untuk menghitung
kuantitas ini dapat diturunkan dengan mudah.

Q= EOQ =√𝟐𝑷𝑫/𝑪 (persamaan 2)

Dengan menggunakan data dari contoh sebelumnya, EOQ dapat di hitung dengan
menggunakan persamaan 2

EOQ =√(2𝑥$25𝑥10.000)/$2

=√250.000

=500

Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 5


Memasukkan 500 sebagai nilai Q ke persamaan 1 menghasilkan total biaya sebesar $1.000

Jumlah pesanan yang akan di lakukan menjadi 20(10.000/500) jadi,total biaya pemesanan
adalah $500 (20x$25). Persediaan rata-rata adalah 250 (500/2) dengan total biaya penyimpanan
sebesar $500 (250x$2). Perhatikan bahwa biaya penyimpanan sama dengan biaya pemesanan. Hal
ini selalu berlaku untuk model EOQ yang sederhana, seperti yang di uraikan pada persamaan 2

Perhatikan pula bahwa kuantitas pesanan sebesar 500 lebih murah dari pada kuantitas
pesanan sebesar 1000 ($1000 dibandingkan $1.250.

1.3.2 Titik Pemesanan Kembali (Reorder Point)

Adalah titik waktu dimana sebuah pesanan hal baru harus dilakukan (atau persiapan dimulai.
HalIni merupakan fungsi EOQ, waktu tunggu, dan tingkat dimana persediaan hamper habis. Waktu
tunggu adalah waktu yang di perlukan untuk menerima kuantitas pesanan ekonomis setelah pesanan
dilakukan atau pesiapan di mulai. Mengetahui tingkat penggunaan dan waktu tunggu akan
memungkinkan kita untuk menghitung titik pemesanan kembali yang memenuhi tujuan berikut.

ROP = tingkat penggunaan x waktu tunggu (persamaan 3)

Asumsikan produsen menggunakan 50 komponen per hari dan waktu tunggunya adalah per
hari. Jika demikian, sebuah pesanan harus ditempatkan ketika tingkat persdiaan komponen lemari es
turun hingga 200 unit (4x500).

Ketidakpastian permintaan dan titik pemesanan kembali jika permintaan atas


komponen atau produk tidak diketahui dengan pasti, maka persediaan mungkin habis sebagi contoh
, jika komponen lemari es digunakan pada tingkat 60 komponen per hari (bukanya 50) maka
perusahaan akan menggunakan 200 komponen selama 3 seper 3 hari. Untuk menghindari hal ini,
organisasi sering memilih untuk menyimpan persediaan pengaman.Persediaan pengaman adalah
persediaan extra yang di simpan sebagai jaminan atas fruktuasi permintaan.Persediaan pengaman
dihitung melalui perkalian waktu tunggu dengan selisih antara tingkat penggunaan maksimal dan
tingkat rata-rata penggunaan titik sebagai contoh, jika penggunaan maksimal komponen lemari es
60 unit per hari, rata-rata penggunaan adalah 50 unit per hari.Dan waktu tunggu ada 40 hari, maka
persediaan pengaman di hitung sebagai berikut.

Penggunaan maksimal 60

Rata-rata penggunaan 50

Selisih 10

Waktu tunggu x4

Persediaan pengamanan 40

Dengan keberadaan persediaan pengaman, titik pemesanan kembali dihitung sebagai berikut :

Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 6


ROP = (Tingkat rata-rata penggunaan x waktu tunggu) + persediaan pengaman

Pada contoh komponen lemari es, titik pemesanan kembali untuk persediaan dengan persediaan
pengaman dihitung sebagai berikut.

ROP = (50 x 4) + 40 = 240 unit

Jadi secara otomatis, pesanan ditempatkan ketika tingkat persediaan turun menjadi 240 unit.

1.3.3 EOQ dan Manajemen Persediaan

Pendekatan tradisional untuk mengelola persediaan telah dikenal sebagai system just in
case.Pada beberapa situasi, sistem persediaan just in case benar-benar sangat tepat.Sebagai contoh,
rumah sakit memerlukan persediaan obat resep, obat-obatan, dan perlengkapan penting lainnya
sepanjang waktu untuk menangani situasi darurat.Model EOQ berguna untuk mengatasi masalah
yang berkaitan dengan ketidakpastian melalui penggunaan persediaan pengaman.Pentingnya model
EOQ bagi banyak perusahaan industry di AS dari jaman dulu dapat di apresiasikan secara lebih baik
dengan memahami sifat lingkungan manufaktur tradisional.

2. MANAJEMEN PERSEDIAAN JIT

Perusahaan asing menawarkan produk berkualitas lebih tinggi dan berharga lebih rendah
fitur khusus sehingga menviptakan tekanan berat pada perusahaan domestic yang memiliki batch
besar dan biaya persiapan yang tinggi untuk meningkatkan kualitas dan keanekaragaman produk
sambil mengurangi total biaya secara simultan. Tekanan persaingan ini telah menyebabkan
perusahaan meninggalkan model EOQ dan beralih ke pendekatan just-in-time untuk proses
manufaktur dan pembelian.

Manufaktur JIT (Just in itme manufacturing) adalah suatu system berdasarkan tarikan
permintaan yang membutuhkan barang untuk ditarik melalui system oleh permintaan yang
membutuhkan barang untuk ditarik melalui system oleh permintaan yang ada, bukan didorong
kedalam system pada waktu tertentu berdasarkan permintaan yang diantisipasi. Jit adalah
pendekatan manufaktur yang memproduksi barang berdasarkan permintaan yang sesungguhnya ada,
bukannya berproduksi dengan jadwal tetap berdasarkan pada proyeksi permintaan. Dalam pull
system, permintaan pelanggan menarik bahan baku untuk masuk proses produksi. Prinsip yang
sama digunakan dalam proses. Setiap aktivitas produksi hanya dilakukan jika diperlukan untuk
memenuhi permintaan aktivitas berikutnya. Bahan baku atau suku cadang tersedia hanya pada
waktu dibutuhkan untuk aktivitas produksi sehingga permintaan tetap dapat dipenuhi.

JIT memiliki dua tujuan strategis yaitu:

1. Untuk meningkatkan laba, dan


2. memperbaiki posisi bersaing perusahaan.

Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 7


2.1 Karakteristik dasar JIT

Hansen & Mowen (2005:479) menyatakan ada beberapa karakteristik dasar Just In Time
(JIT):

a. Tata Letak Pabrik

Just In Time (JIT) mengganti tata letak pabrik tradisional ini dengan suatu pola sel
manufaktur. Sel manufaktur terdiri dari mesin-mesin yang dikelompokkan dalam kumpulan,
biasanya dalam bentuk setengah lingkaran.Mesin-mesin diatur sehingga mereka dapat digunakan
untuk melakukan berbagai operasi secara berurutan.Tiap sel dipersiapkan untuk menghasilkan
produk atau kumpulan produk tertentu.Produk dipindah dari satu mesin ke yang lainnya dari awal
hingga selesai.Para pekerja ditugaskan pada sel-sel dan dilatih untuk mengoperasikan semua mesin
dalam sel.

b. Pengelompokkan dan Pemberdayaan Karyawan


Pelatihan pekerja sel untuk melakukan tugas-tugas ganda juga memiliki pengaruh pada
relokasi dukungan pelayanan pada sel. Sebagai tambahan dari pekerjaan produksi langsung, para
pekerja sel dapat melakukan tugas persiapan, memindahkan barang setengah jadi dari bagian ke
bagian lain dalam sel, melakukan perawatan pencegahan dan perbaikan kecil, melakukan inspeksi
kualitas, dan melakukan tugas pembersihan. Kemampuan multitugas ini secara langsung
berhubungan pada pendekatan tarikan melalui produksi.

c. Total Quality Control


Just In Time (JIT) perlu memberikan tekanan yang lebih kuat pada pengelolaan kualitas.
Total quality control pada intinya adalah suatu pengerjaan tanpa henti untuk suatu kualitas
sempurna, usaha untuk mendapatkan suatu desain produk dan proses manufaktur tanpa cacat.

d. Ketelusuran Biaya Overhead


Suatu sistem pembiayaan menggunakan tiga metode untuk membebankan biaya pada
produk individual: penelusuran langsung, penelusuran penggerak, dan alokasi. Dari ketiga metode,
penelusuran langsung adalah yang paling akurat dan, sehingga, lebih disukai daripada dua metode
lainnya.

Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 8


e. Pengaruh Persediaan
Just In Time (JIT) umumnya menurunkan persediaan hingga tingkat yang sangat rendah.
Pencapaian terhadap tingkat yang tidak signifikan dari persediaan adalah vital bagi kesuksesan Just
In Time.Just In Time (JIT) menolak untuk menggunakan persediaan sebagai solusi dari masalah-
masalah ini. Bahkan, persediaan tidak hanya dipandang sebagai pemborosan namun sebagai sesuatu
yang langsung berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk bersaing.

Perbandingan manufaktur JIT dengan tradisional.

2.2 Biaya Persiapan Dan Penyipanan : Pendekatan JIT

JIT merupkan pendekatan untuk meminimalkan total biaya penyimpanan dan biaya
persiapan yang sangat berbeda dari pendekatan tradisional. Pendekatan tradisional mengakui
keberadaan biaya persiapan, kemudian menentukan kuantitas pesanan yang merupakan
perimbangan terbaik dari dua kategori biaya. Di lain pihak, JIT tidak menerima biaya persiapan
(atau pemesanan). Justru sebaliknya, JIT mencoba menekan biaya-biaya ini sampai nol. Jika biaya
persiapan dan biaya pemesanan menjadi tidak signifikan, maka biaya yang tersisa untuk dikurangi
adalah biaya penyimpanan yang dicapai dengan mengurangi persediaan sampai ketigkat yang
sangat rendah.Pendekatan ini yang menjelaskan dorongan untuk persediaan nol dalam system JIT.

2.2.1 Kontrak Jangka Panjang, Pengisian Kembali yang Berkelanjutan, Pertukaran


Data Elektronik dan JIT II.
Dengan pengisian kembali berkelanjutan, pembuat barang mengambil alih fungsi
manajemen persediaan pengecer. Pembuat barang memberitahu pengecer kapan dan berapa banyak
persediaan yang harus dipesan kembali.
Pertukaran data elektronik adalah suatu bentuk awal dari perdagangan elektronik yang pada
intinya adalah suatu metode terotomatisasi dari pengiriman informasi dari komputer ke
komputer.Pengaturan bersama sering didukung dengan kontrak terbuka, jangka panjang yang

Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 9


dianggap sebagai suatu kontrak abadi. Kontrak abadi tidak memiliki tanggal berakhir, tidak
membutuhkan penawaran ulang, sehingga menurunkan resiko permintaan bagi pemasok.

2.2.2 Kinerja Jatuh Tempo : Solusi JIT


Kinerja jatuh tempo adalah ukuran kemampuan perusahaan untuk menanggapi kebutuhan
pelanggan. Sistem JIT memecahkan maslah kinerja jatuh tempo bukan dengan menimbun
persediaan, tetapi dengan mengurangi tenggang waktu secara dramatis.

2.2.3 Menghindari Penghentian Produksi dan Keandalan Proses : Pendekatan JIT


Kebanyakan penghentian produksi terjadi karena salah satu dari tiga alasan : kegagalan
mesin, kecacatan bahan baku atau subperakitan, dan ketidaktersediaan bahan baku atau
subperakitan. Memiliki persediaan adalah suatu solusi tradisional atas semua masalah tersebut.
a. Pemeliharaan Pencegahan Total. Kegagalan mesin nol adalah tujuan pemeliharaan
pencegahan total. Dengan memberikan perhatian lebih pada pemeliharaan pencegahan,
sebagian besar kegagalan mesin dapat dihindari.
b. Sistem Kanban. Untuk menjamin bahwa komponen atau bahan baku tersedia ketika
dibutuhkan, digunakan sebuah sistem yang disebut sistem kanban. Ini adalah sebuah sistem
informasi yang mengendalikan produksi melalui penggunaan tanda atau kartu. Kanban
penarikan merinci kuantitas proses berikutnya yang harus ditarik dari proses sebelumnya.
Kanban produksi merinci kualitas yang harus diproduksi oleh proses sebelumnya. Kanban
pemasok digunakan untuk memberitahukan pemasok agar menyerahkan lebih banyak
komponen; dan juga merinci komponen tersebut dibutuhkan.

2.3 Diskon dan Kenaikan Harga : Pembelian JIT versus Menyimpan Persediaan
Secara tradisional, persediaan disimpan sehingga perusahaan dapat mengambil keuntungan
diskon kuantitas dan melindungi diri dari kenaikan harga di masa mendatang atas barang yang
dibeli. Tujuannya adalah untuk menurunkan biaya persediaan. Sistem JIT mencapai tujuan yang
sama tanpa harus menyimpan persediaan. Solusi JIT adalah menegosiasikan kontrak jangka panjang
dengan sejumlah kecil pemasok terpilih yang berlokasi sedekat mungkin dengan fasilitas produksi
dan membangun keterbatasan pemasok secara lebih intensif.

2.4 Keterbatasan JIT


JIT bukan merupakan pendekatan yang dapat dibeli dan diterapkan dengan hasil segera.
Implementasinya merupakan proses evolusioner, bukan revolusioner. Di sini dibutuhkan kesabaran.
JIT sering kali disebut sebagai program penyederhanaan – namun ini bukan berarti ia mudah atau
sederhana untuk diterapkan.
Pekerja juga dapat terpengaruh oleh JIT. Dari studi yang dilakukan terlihat bahwa pengurangan dan
peyangga persediaan secara tajam dapat menyebabkan arus kerja yang terpecah dan tingkat stress
Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 10
yang tinggi diantara para pekerja produksi. Kekurangan yang paling menonjol dari JIT adalah tidak
adanya persediaan untuk menyangga berhentinya produksi. Pilihan lain, yang mungkin sebagai
pendekatan pelengkap, adalah teori kendala (TOC).

3. TEORI KENDALA
Setiap perusahaan menghadapi sumber daya yang terbatas dan permintaan yang terbatas atas
setiap produk. Keterbatasan-keterbatasn ini disebut kendala.
3.1 Konsep Dasar
TOC memfokuskan pada tiga ukuran kinerja organisasi : throughput, persediaan, dan beban
operasi. Throughput adalah tingkat di mana suatu organisasi menghasilkan uang melalui penjualan.
Dalam istilah operasional, throughput adalah selisih antara pendapatn penjualan dan biaya variabel
tingkat unit seperti bahan baku dan listrik. Persediaan adalah seluruh uang yang dikeluarkan
organisasi dalam mengubah bahan baku menjadi throughput. Beban operasi didefinisikan sebagai
seluruh uang yang dikeluarkan organisasi untuk mengubah persediaan menjadi throughput.
a. Produk yang Lebih Baik.
Produk yang lebih baik berarti kualitas yang lebih tinggi. Hal ini juga berarti bahwa
perusahaan mampu memperbaiki produk dan menyediakan produk yang sudah diperbaiki
tersebut secara cepat ke pasar.
b. Harga yang Lebih Rendah.
Persediaan yang rendah akan mengurangi biaya penyimpanan, biaya investasi per unit, dan
beban operasi lainnya seperti lembur dan beban pengiriman khusus. Harga yang lebih
rendah atau margin produk yang lebih tinggi dapat saja terjadi jika kondisi kompetitif tidak
memerlukan pemotongan harga.
c. Daya Tanggap.
Tingkat persediaan menandakan kemampuan perusahaan untuk merespon. Tingkat yang
tinggi secara relatif terhadap pesaing akan mengakibatkan kelemahan kompetitif. Dengan
kata lain, TOC menekankan pengurangan persediaan dengan mengurangi teggang waktu.

3.2 Langkah-langkah TOC


Teori kendala menggunakan lima langkah untuk mencapai tujuan memperbaiki
kinerja organisasi :

1. Mengidentifikasi Kendala-kendala Perusahaan.


Kendala yang dihadapi perusahaan dapat dibagi menjadi dua macam yaitu:
Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 11
a. Kendala Eksternal, yaitu faktor-faktor yang membatasi perusahaan yang berasal dari
sumber-sumber diluar perusahaan.
b. Kendala internal, yaitu faktor-faktor yang membatasi yang ditemukan didalam lingkup
perusahaan.
Kendala dimana sumber daya yang terbatas tidak digunakan sepenuhnya oleh bauran produk
disebut kendala longgar sedangkan kendala yang mengikat adalah kendala dimana sumber daya
yang tersedia dimanfaatkan sepenuhnya. Dengan asumsi biaya tingkat non unit sama dengan bauran
produk yang berbeda-beda, bauran oprimal merupakan bauran yang memaksimalkan kontribusi
margin.
2. Mengeksploitasi Kendala - Kendala yang Mengikat
Langkah ini adalah inti dari filosofi teori kendala mengenai manajemen manajemen kendala
jangka pendek dan langsung terkait dengan tujuan teori kendala yaitu mengurangi persediaan dan
memperbaiki kinerja.Di perusahaan kendala sumber yang mengikat hanya sedikit, kendala pengikat
utama disebut sebagai drummer.Tingkat produksi kendala drummer mempengaruhi tingkat produksi
keseluruhan pabrik. Proses ke hilir yang dimulai dengan kendala drummer secara alamiah akan
dipaksa mengikuti tingkat produksinya. Proses ke hulu yang berakhir pada kendala
drummerdijadwalkan untuk memproduksi pada tingkat yang sama seperti kendala drummer.
Penjadwalan pada tingkat drummer akan mencegah produksi barang persediaan dalam proses hulu
yang berlebihan.

3. Mensubordinasi Apa Saja yang Lain dari Keputusan Yang Dibuat Pada Langkah 2
Pada intinya kendala drummer menetapkan kapasitas seluruh pebrik.Semua departemen
lainnya harus disubordinasi sesuai kebutuhan kendala drummer. Prinsip ini mengharuskan
perusahaan untuk mengubah cara mereka memandang sesuatu.

4. Mengangkat kendala-kendala yang mengikat


Setelah tindakan untuk mengusahakan penggunaan kendala yang ada dilakukan secara
maksimal, maka langkah berikutnya adalah memulai program perbaikan berkelanjutan dengan
mengurangi keterbatasan yang dimiliki kendala yang mengikat atas kinerja perusahaan.

5. Mengulangi proses.
Pada akhirnya kendala sumber daya akan diangkat sampai pada suatu titik dimana kendala
tersebut tidak mengikat lagi, kemudian akan memunculkan kendala drummer yang baru. Setelah
kendala drummer baru muncul, maka proses TOC akan berulang kembali. Tujuannya adalah
memperbaiki kinerja secara berkelanjutan.

Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 12


SIMPULAN

Perusahaan dalam melakukan pelaporan mengenai persediaan sangat penting bagi perusahaan
dalam mengambil suatu keputusan dan persediaan merupakan salah satu dari beberapa unsur yang
paling aktif dalam operasi perusahaan yang secara terus meneru diperoleh, diproduksi dan
dijual.Oleh karena itu, system akuntansi itu sendiri harus dilaksanakan sebaik mungkin sehingga
tidak mengalami hal-hal yang mengganggu jalannya operasi perusahaan.Pelaporan persediaan yang
diteliti dan relevan dianggap vital untuk memberikan informasi yang berguna bagi perusahaan.
Apabila terjadi kesalahan dalam pencatatan persediaan, maka akan mengakibatkan kesalahan dalam
menentukan besarnya laba perusahaan yang diperoleh.

DAFTAR RUJUKAN

1. Hansen, D.R. and Mowen, M.M.2005. Management Accounting.Cicinnati : South-Western


Collage Publishing (HM)

Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 13


Manajemen Persediaan | AKUNTANSI MANAJEMEN 14