Anda di halaman 1dari 17

HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN PENINGKATAN KURVA LUMBAL PADA

MAHASISWA

Fitriani Rahmawati1, Nuryani Sidarta2

1
Program Sarjana Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Trisakti

2
Bagian Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Fakultas Kedokteran Trisakti

Fitriani Rahmawati

Jl. KH. Mas Mansyur Apartemen Sudirman Park Tower A, Unit 20 C/H

+6281287921811

fitrianirahmawati02@gmail.com
ABSTRAK

Hubungan Antara Obesitas Dengan Peningkatan Kurva Lumbal Pada Mahasiswa

LATAR BELAKANG : Masalah kesehatan yang berhubungan dengan berat badan seperti obesitas telah

berkembang semakin luas. Obesitas sendiri akan berdampak pada berbagai komplikasi kesehatan seperti

gangguan sistem muskuloskeletal, kardiovaskular, gangguan kemampuan fisik dan lain-lain. Gangguan

muskuloskeletal dikarenakan obesitas akan menjadi beban yang berlebih pada sendi lumbosacral sehingga akan

menyebabkan pembentukan kurva lumbal yang abnormal (hiperlordosis).

TUJUAN : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan peningkatan kurva

lumbal pada mahasiswa dan melihat ada tidaknya hubungan antara lingkar pinggang dan peningkatan kurva

lumbal.

METODE : Penelitian menggunakan studi observasional dengan desain cross-sectional yang mengikutsertakan

88 mahasiswa yang melakukan pemeriksaan kurva lumbal. Selama dilakukannya pengukuran kurva lumbal,

para responden diposisikan berdiri tegak dalam posisi yang rileks tanpa menggunakan alas kaki. Kurva lumbal

setiap responden diukur dengan alat ukur flexible ruler dan hasilnya disalin kedalam kertas putih polos.

Dihitung derajatnya menggunakan rumus yang telah ditetapkan dan baku. Berat badan, tinggi badan dan lingkar

pinggang juga dilakukan pengukuran.

HASIL : Terdapat hubungan antara obesitas dengan peningkatan kurva lumbal pada mahasiswa dan adanya

hubungan antara lingkar pinggang dengan peningkatan kurva lumbal. Dibuktikan pada hasil uji chi square

didapatkan p = 0,000 pada obesitas dengan peningkatan kurva lumbal dan p = 0,000 pada lingkar pinggang

dengan peningkatan kurva lumbal. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan peningkatan kurva

lumbal.

KESIMPULAN : Pada penelitian ini menunjukkan bahwa berat badan obesitas dan lingkar pinggang yang

berlebih memiliki hubungan dengan peningkatan kurva lumbal pada mahasiswa.

Kata Kunci : obesitas, hiperlordosis, indeks massa tubuh, flexible ruler


ABSTRACT

Relationship of Obesity with Increase of Lumbar Curve in Students

BACKGROUND: Relationship between health and weight will result such as obesity have grown broadly.

Obesity itself will impact on various health complications like musculoskeletal system disorders,

cardiovascular, impaired physical ability and others. Musculoskeletal disorders due to obesity will be an

excessive burden on the lumbosacral joints which will lead to the formation of abnormal lumbar curves (hyper

lordosis).

PURPOSE: This study aims to determine the relationship between obesity with the increase of lumbar curve in

the students, whether there is a relationship between waist circumference and lumbar curve increase or not.

METHOD: This study used by observational study with cross-sectional design involving 88 students who

performed lumbar curve examination. During the measurement of the lumbar curve, respondents were

positioned standing in a relaxed position without the use of footwear. The lumbar curve of each respondent is

measured by a flexible ruler measure and the results draw into plain white paper. The calculation used by the

formula that has been established based on standard. Weight, height and waist circumference are also measured.

RESULTS: There is a relationship between obesity with the increase of lumbar curve in the students and the

relationship between waist circumference with increasing lumbar curve. Proved in the results of chi square test

obtained p = 0,000 in obesity with increasing lumbar curve and p = 0,000 in waist circumference with

increasing lumbar curve. There is no relationship between the sexes with the increase in the lumbar curve.

CONCLUSION: In this study showed that excess weight of obesity and waist circumference have correlation

with the increase of lumbar curve in the students.

Keywords: obesity, hyper lordosis, body mass index, flexible ruler.


PENDAHULUAN

Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia ( Riskesdas ) tahun 2013, menunjukkan bahwa prevalensi

obesitas pada kelompok umur dewasa sebesar 15,4 % dan overweight sebesar 13.5 %. Jika prevalensi obesitas

dan overweight digabungkan, maka prevalensi penduduk Indonesia yang mengalami kelebihan berat badan

sebesar 28.9 %. Di Indonesia dan di negara-negara berkembang lainnya, masalah kesehatan yang berhubungan

dengan berat badan seperti obesitas telah berkembang semakin luas, sedangkan dahulu masalah ini lebih

banyak terjadi di negara-negara maju.1

Obesitas sendiri akan berdampak pada berbagai komplikasi kesehatan seperti gangguan sistem

muskuloskeletal, kardiovaskular, gangguan kemampuan fisik dan lain-lain. Banyak peneliti yang melakukan

penelitian mengenai dampak dari obesitas. Menurut Parjoto3, gangguan muskuloskeletal dikarenakan kelebihan

berat badan akan menjadi beban yang lebih pada sendi lumbosacral sehingga akan menyebabkan pembentukan

kurva dari lumbal yang abnormal (hiperlordosis). Didapatkan prevalensi gangguan sistem muskuloskeletal

mencapai 40%. Di Indonesia diperkirakan angka prevalensinya 37%.2-4

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Soontharee5, Indeks Massa Tubuh akan mempengaruhi sudut

lumbal. Penelitian tersebut bertujuan untuk membandingkan sudut antara lumbal atas dan bawah pada orang

dewasa yang memiliki Indeks Massa Tubuh normal dengan berat badan berlebih/overweight dan melihat ada

tidaknya hubungan Indeks Massa Tubuh, lingkar pinggang, dan sudut lumbal. Hasil penelitian menunjukkan

ada hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan peningkatan sudut lumbal bawah namun

lingkar pinggang menunjukan tidak adanya hubungan dengan sudut lumbal.5

Menurut penelitian sebelumnya, sudut lumbal secara signifikan lebih besar pada individu dengan Indeks

Massa Tubuh yang tinggi. Terjadinya hiperlordosis pada individu obesitas karena kompensasi untuk

memperbaiki keseimbangan.6

Penelitian berdasarkan jenis kelamin dan usia yang dilakukan oleh Widodo7, didapatkan bahwa jenis

kelamin laki-laki dibanding perempuan lebih sedikit yang mengalami peningkatan kurva lumbal bidang sagital.

Dikarenakan perempuan lebih banyak yang mengalami obesitas dan lebih sedikit aktifitasnya dibanding laki-

laki. Berdasarkan usia, obesitas dan hiperlordosis banyak diderita pada usia 46-50 tahun karena berkurangnya

aktifitas dan terjadinya proses degeneratif.7


Pada saat ini, standart pemeriksaan penunjang hiperlordosis yaitu menggunakan metode sinar X. Sinar

X berguna untuk mendeteksi kelainan dalam tubuh. Tingkat paparan radiasi dianggap aman untuk kebanyakan

orang dewasa. Namun pemeriksaan ini tidak dianjurkan dilakukan pada anak-anak karena dapat menimbulkan

bahaya akibat radiasinya. Tizabi et al mengembangkan sebuah alat yang aman digunakan untuk mengukur

hiperlordosis. Pengerjaannya cepat, murah, dan sederhana yaitu flexible ruler.8

Flexible ruler merupakan penggaris yang ditutupi dengan plastik yang digambarkan dalam 40,50, dan

60 cm yang bisa ditekuk dalam satu bidang dan dapat mempertahankan bentuk tekukan tersebut. Sehingga alat

ini dapat digunakan untuk mengukur peningkatan lordosis lumbal maupun kifosis thoraks dengan validitas yang

cukup tinggi (ICC=0,97).8,9

Berdasarkan penjelasan diatas, menarik perhatian peneliti untuk meneliti lebih lanjut mengenai

hubungan obesitas dengan peningkatan kurva lumbal dengan menggunakan metode pengukuran flexible ruler.

Dan melakukan penelitian mengenai hubungan lingkar pinggang dengan peningkatan kurva lumbal.
METODE

Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Teknik Sipil Angkatan 2015, Fakultas Teknik Universitas

Indonesia, Depok yang berlangsung dari bulan Agustus sampai September 2017. Penelitian bersifat

observasional analitik dengan pendekatan potong silang (cross-sectional). Variabel-variabel penelitian diukur

dalam waktu yang bersamaan. Tujuannya untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan peningkatan

kurva lumbal pada mahasiswa. Responden pada penelitian ini dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan,

lingkar pinggang kemudian dilakukan pengukuran besar kurva lumbal.

Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive non-random

sampling sesuai besar sampel yang dihitung dan sesuai kriteria inklusi dan eklusi pada penelitian ini. Adapun

kriteria pengambilan sampel meliputi kriteria inklusi dan eklusi. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah laki-

laki maupun perempuan yaitu seorang mahasiswa, dapat memahami instruksi, sehat dan bersedia diteliti.

Kriteria eklusi pada penelitian ini adalah adanya hamil, olahrgawan angkat besi, atlet lari marathon, atlet rugby,

atlet sepak bola dan tidak menderita spondilolisthesis, nyeri punggung bawah, kelainan degeneratif tulang

belakang, kelainan strukur tulang .

Dalam penelitian ini pengumpulan data didapatkan melalui pengumpulan data primer yang diperoleh

dari pengisian kuesioner dan pengukuran. Kuesioner yang digunakan meliputi sosiodemografi, selain itu juga

dilakukan pengukuran kurva lumbal dengan menggunakan alat ukur flexible ruler. Cara nya posisikan subjek

berdiri tegak dengan melepaskan alas kaki. Kemudian cari titik T12 dan S2. Tepatkan penggaris fleksibel di

tulang vertebra T12-S2. Kemudian hasil penggaris fleksibel yang mengikuti lengkungan kurva lumbal disalin

dan diletakkan di kertas putih polos.

Untuk mengukur lingkar pinggang mengunakan alat waist ruler. Ambil napas biasa, sehingga perut

berada dalam keadaan normal. Gunakan meteran untuk mengukur lingkar perut sejajar dengan pusar, dimulai

dari pusar. Lingkarkan meteran menempel secara longgar pada kulit sekeliling perut. Baca skala pada

meteran.Untuk melakukan penelitian ini, sebelumnya peneliti dilatih oleh seorang dokter spesialis.
HASIL

Pada penelitian ini jumlah responden yang diikutisertakan dalam penelitian adalah sebanyak 88 orang

dengan jumlah yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 30 orang dan laki-laki sebanyak 58 orang. Rentang

usia pada penelitian ini yaitu 20-24 tahun.

Tabel 1. Karakteristik Responden

Variabel N %

Jenis Kelamin
Perempuan 30 34,1
Laki-laki 58 65,9

Indeks Massa Tubuh


Normal 37 42,0
Overweight 27 30,7
Obesitas 24 27,3

Lingkar Pinggang
Normal 59 67,0
Berlebih 29 33,0

Kurva Lumbal
Normal 51 58,0
Hiperlordosis 37 42,0

Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa lebih dari setengah responden tidak memiliki indeks massa tubuh dalam

batas normal, bahkan didapatkan 24 orang dari 88 responden atau sebesar 27,3 persen yang masuk ke dalam

kategori obesitas. Hal ini sejalan dengan peningkatan kurva lumbal, dimana 88 responden didapatkan 37 orang

atau sebesar 42,0 persen yang memiliki hiperlordosis lumbal. Hal yang berbeda didapatkan pada lingkar

pinggang, dimana lebih dari setengah responden memiliki lingkar pinggang dalam batas normal yaitu 67 orang

atau sebesar 67,0 persen.


Tabel 2. Karakteristik responden peningkatan kurva lumbal

Hiperlordosis
Variabel Ya Tidak

n % n %

Jenis Kelamin
Laki-laki 24 41,4 34 58,6
Perempuan 13 43,3 17 56,7

Indeks Massa
Tubuh
Normal 6 16,2 31 83,8
Overweight 11 40,7 16 59,3
Obesitas 20 83,3 4 16,7

Lingkar Pinggang
Normal 15 25,4 44 74,6
Berlebih 22 75,9 7 24,1

Berdasarkan tabel 2 tidak terdapat perbedaan yang signifikansi antara peningkatan kurva lumbal dengan

jenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Sedangkan dengan meningkatnya indeks massa tubuh dengan

kategori obesitas maka prevalensi peningkatan kurva lumbal juga akan meningkat yaitu sebesar 83,3 persen.

Hal yang sama didapatkan pada lingkar pinggang, dari 29 orang yang memiliki lingkar pinggang berlebih,

maka 22 orang atau sebesar 75,9 persen memiliki kurva lumbal yang meningkat.

Analisis Chi-Square

Peneliti menggunakan analisis data bivariat chi-square dengan menggunakan SPSS ( Statistical

Package for the Social Sciences ) dan didapatkan hasil berikut:


Tabel 3. Hubungan lingkar pinggang dengan peningkatan kurva lumbal

Lingkar Kurva Lumbal Total Nilai p

Pinggang Normal Hiperlordosis

Normal 44 ( 74,6% ) 15 ( 25,4 % ) 59 ( 100% ) 0,000*

Berlebih 7 ( 24,1 % ) 22 ( 75,9 % ) 29 ( 100% )

*p<0,05 berbeda bermakna ( Uji Chi-Square )

Berdasarkan tabel diatas, hubungan antara lingkar pinggang dengan peningkatan kurva lumbal dengan

menggunakan uji chi-square didapatkan nilai signifikansi <0,05 yaitu 0,000. Hal ini berarti ada hubungan

secara signifikansi antara lingkar pinggang dengan peningkatan kurva lumbal pada mahasiswa.

Tabel 4. Hubungan obesitas dengan peningkatan kurva lumbal

Indeks Massa Kurva Lumbal Total Nilai p

Tubuh
Normal Hiperlordosis

Normal 31 ( 83,8% ) 6 (16,2% ) 37 ( 100% ) 0,000*

Overweight 16 ( 59,3% ) 11 ( 40,7% ) 27 ( 100% )

Obesitas 4 (16,7% ) 20 ( 83,3% ) 24 ( 100% )

*p<0,05 berbeda bermakna ( Uji Chi-Square )

Dari hasil analisis tabel diatas juga didapatkan hasil yang signifikansi <0,05 yaitu 0,000 yang

menunjukan ada hubungan secara signifikansi antara obesitas dengan peningkatan kurva lumbal pada

mahasiswa. Berdasarkan tabel diatas, responden dengan indeks massa tubuh obesitas 83,3 persen atau sejumlah

20 orang yang mengalami peningkatan kurva lumbal.

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa lingkar pinggang maupun indeks massa tubuh kategori

obesitas mempunyai hubungan yang signifikansi dengan peningkatan kurva lumbal.


PEMBAHASAN

Lordosis lumbal adalah suatu kurvatura ke arah anterior tubuh dari tulang vertebra lumbal 1 sampai

lumbal 5. Pada posisi normal, saat berdiri kelengkungan lordosis lumbal ini akan berada pada garis tengah jika

dilihat dari sisi lateral tubuh, sehingga saat di daerah lumbal tersebut benar-benar ditengah. Sedangkan

peningkatan kurva lumbal adalah jika pada pengambilan garis tengah dari sisi lateral, maka di bagian perut

(lumbal), garis tersebut melintas lebih kearah posterior tubuh ( gambar 1 ).10

Gambar 1. Posisi normal dan peningkatan kurva lumbal

Fokus pada penelitian ini adalah indeks massa tubuh dan lingkar pinggang berlebih yang dihubungkan

dengan peningkatan kurva lumbal. Untuk skrining obesitas dapat dilakukan pengukuran indeks massa tubuh

dengan mengukur berat badan dan tinggi badan, sedangkan untuk mengukur lingkar pinggang menggunakan

pita ukur meteran khusus.11-14 Kurva lumbal diukur dengan menggunakan alat berbentuk penggaris namun

bersifat lentur atau disebut flexible ruler.15

Pada penelitian ini, peneliti menghitung frekuensi karakteristik responden. Hasilnya didapatkan lebih

banyak responden yang berjenis kelamin perempuan yang mengalami peningkatan kurva lumbal. Hal ini sejalan

dengan penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa dari semua prevalensi kejadian peningkatan kurva lumbal,

paling banyak diderita oleh perempuan yang dicurigai karena ukuran bokongnya yang lebih besar. Jenis

kelamin perempuan juga dikatakan karena kurangnya beraktifitas maka menyebabkan lebih tinggi resikonya.

Namun penelitian lainnya mengatakan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan peningkatan kurva
lumbal. Untuk itu dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan jenis kelamin dengan peningkatan

kurva lumbal.6

Namun, lingkar pinggang dengan peningkatan kurva lumbal pada penelitian ini didapatkan adanya

hubungan yang signifikansi. Dimana lingkar pinggang lebih banyak digunakan secara klinis untuk menilai

obesitas abdominal, dengan mengukur lemak yang terpusat di perut. Beberapa hasil penelitian menunjukkan,

lingkar pinggang berlebih merupakan risiko tinggi untuk terkena berbagai penyakit dibandingkan dengan orang

dengan lingkar pinggang yang normal. Hal ini juga berkaitan pada kurva lumbal. Dikarenakan pada obesitas

ditemukan kelemahan otot abdominal yang akan mengubah garis gravitasi dan centre of gravity ke depan

sehingga terjadi kompensasi kurva lumbal yang kemudian meningkatkan kurva lumbal. 12,16-19

Berdasarkan indeks massa tubuh didapatkan responden dengan obesitas paling banyak mengalami

peningkatan kurva lumbal dengan hasil yang signifikan yaitu 0,000 yang artinya terdapat hubungan antara

obesitas dengan peningkatan kurva lumbal. Menurut penelitian sebelumnya, gangguan muskuloskeletal

dikarenakan obesitas akan menjadi beban yang lebih pada sendi lumbosacral sehingga akan menyebabkan

pembentukan kurva dari lumbal yang abnormal.

Dengan adanya suatu peningkatan kurva lumbal, biomekanisme tulang vertebra akan diubah melalui

peningkatan beban tubuh pada sendi facet dan peningkatan kekuatan pergeseran dari penghubung lumbosakral

(lumbosacral junction), sehingga menyebabkan terjadinya misaligment (ketidaklurusan antara kedua poros).

Peningkatan kurva lumbal pada individu obesitas terjadi karena kompensasi untuk memperbaiki

keseimbangan.5,6
KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini tentang hubungan antara obesitas dengan peningkatan

kurva lumbal pada mahasiswa adalah sebagai berikut:

1. Terdapat hubungan yang signifikansi antara lingkar pinggang dengan peningkatan kurva lumbal

pada mahasiswa

2. Terdapat hubungan antara obesitas dengan peningkatan kurva lumbal yang signifikansi. Hal ini

berarti semakin tinggi indeks massa tubuh, semakin tinggi pula prevalensi orang tersebut untuk

mengalami peningkatan kurva lumbal.

SARAN

Berdasarkan kesimpulan diatas, peneliti menyampaikan saran-saran sebagai berikut : setelah

mengetahui salah satu faktor risiko obesitas yaitu terjadinya peningkatan kurva lumbal diharapkan masyarakat

dapat menjaga indeks massa tubuh tetap normal sebagai salah satu upaya untuk mencegah risiko peningkatan

kurva lumbal. Penelitian ini juga mempunyai keterbatasan, sehingga perlu dilakukan penelitian selanjutnya

untuk meneliti faktor-faktor lainnya dan menambah wawasan mengenai pengukuran dengan menggunakan alat

ukur lain yang lebih baik.


UCAPAN TERIMA KASIH

Skripsi merupakan salah satu syarat untuk mencapai sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran

Universitas Trisakti oleh karena itu, pada kesempatan ini, peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. dr. Sakinah Umar, Sp.THT dan dr. Dyah Ayu Woro S, M.Biomed selaku tim penguji skripsi peneliti

dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

2. Para Mahasiswa dan staf Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Indonesia, Depok yang telah

mengizinkan peneliti untuk melakukan penelitian di Universitas Indonesia

3. Ir. Anugrah Rachmanto, MT dan Mariani Karmidi selaku orangtua yang selalu memberikan dukungan,

motivasi dan semangat kepada peneliti untuk menyelesaikan skripsi

4. Rajab Ali Mehraban selaku orang terdekat yang sangat mensupport dan memberikan motivasi, serta

bantuannya dalam menjalani penelitian di Universitas Indonesia hingga skripsi ini dapat terselesaikan

dan berjalan dengan baik

5. Lendy Rachmandayudha selaku kakak laki-laki peneliti yang menjadi panutan dan memberikan

dukungan penuh

6. Fitriana Rahmayanti selaku kembaran peneliti yang juga bersama-sama berjuang menyelesaikan

pendidikan sarjana di Fakultas Kedokteran Trisakti

7. Sahabat-sahabat tercinta dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Trisakti angkatan 2014 yang selalu

memberikan dukungan dan motivasi untuk menyelesaikan skripsi kepada peneliti

8. Staff Universitas Trisakti yang telah membantu peneliti dalam hal yang berkaitan dengan skripsi

Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Atas semua keterbatasan yang

peneliti miliki, maka semua saran dan kritik yang membangun akan peneliti terima. Besar harapan peneliti

semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat yang besar pula bagi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti,

Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan peneliti sendiri.


DAFTAR PUSTAKA

1. Riset Kesehatan Dasar 2013. Available at:

http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf. Accessed on

May 07,2017.

2. Salam A. Faktor risiko kejadian obesitas pada remaja. J MKMI. 2010;6(3):185-190.

3. Parjoto S. Pentingnya memahami sikap tubuh dalam kehidupan. Jakarta; IFI Graha Jati Asih. 2007;7.

4. Koesyanto H. Masa kerja dan sikap duduk terhadap nyeri punngung bawah. J Kesehatan masyarakat.

2013;1:9-14.

5. Taweetanalarp S, Purepong N. Comparison of lumbar spinal angle between normal body massa index

and overweight young adults. J. Phys. Ther. Sci. 2015;27:2343-6.

6. Been L, Kalichman L. Lordosis Lumbar. J the spine. 2014;14:87-92.

7. Widodo WS, Wahyuni. Korelasi antara kegemukan dengan peningkatan kurva lumbal bidang sagital. J

Kesehatan. 2008;1:155-64.

8. Seidi F, Rajabi R, Ebrachimi TI, Tavanai AR, Moussavi SJ. The Iranian flexible ruler reliability and

validity in lumbar lordosis measurement. J sport sciences. 2009;2(2): 95-9.

9. Tizabi A, Mahdavinejad R, Azizi A, Jafarnejadgero T, Sanjari M. Correlation between height, weight,

BMI with standing thoracic and lumbar curvature in growth ages. J sport sciences. 2012;7(1):54-6.

10. Hamill J, Knutzen K. Biomechanical Basis of Human Movement. 2nd Ed. Lippincott Williams and

Wilkins. Philadelphia. 2003

11. AHA. Obesity Information. 2011. Available at:

http://www.heart.org/HEARTORG/GettingHealthy/WeightManagement/Obesity/ObesityInformation_U

CM_307908_Article.js p, accesed on Desember 1, 2017

12. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar 2007. Jakarta: Balitbangkes

Depkes. 2007.

13. Sugianti, E. Faktor Risiko Obesitas Sentral Pada Orang Dewasa di Sulawesi Utara, Gorontalo dan DKI

Jakarta. Skripsi. Bogor: Fakultas Ekologi Manusia Institut Bogor. 2009.


14. Cameron A.J, Timothy W, Paul Z.Z, David W.D, Neville O, Marita D, Damien J, and Jonathan E.S.

Overweight and obesity in Australia: The 1999-2000 Australian diabetes, obesity and life style study.

Med J Aust. 178(9):427-423. 2003.

15. Rajabi R, Seidi F, Mohamaadi F. Which method is accurate when using the flexible ruler to measure the

lumbar curvature angle? Deep point or mid point of arch; World Applied Sciences. 2008;4(6):849-52.

16. Waist Size Matters. Available at: https://www.hsph.harvard.edu/obesity-prevention-source/obesity-

definition/abdominal-obesity/ Accessed on Desember 1, 2017

17. Assessing Your Weight and Health Risk. Available

at: http://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/lose_wt/risk.htm accesed on Desember 1, 2017

18. Abdominal obesity and your health. Available at: http://www.health.harvard.edu/family-health-

guide/abdominal-obesity-and-your-health Accessed on Desember 1, 2017

19. Zhang C, Rexrode KM, van Dam RM, Li TY, Hu FB. Abdominal obesity and the risk of all-cause,

cardiovascular, and cancer mortality: sixteen years of follow-up in US women. Circulation.

2008;117:1658-67.

20. WHO. Global Prevalence Of Diabetes And Obesities. Geneva. 2007. Available

at:http://ebrary.ifpri.org/utils/getfile/collection/p15738coll2/id/129815/filename/130026.pdf. Accessed

on May 05,2017.

21. Kementrian Kesehatan 2013. Available at:

http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf. Accessed on

May 01,2017.

22. Waspadji S, Suyono S, Sukardji K, Hartati B. Pengkajian status gizi studi epidemiologi. Jakarta: FKUI.

2003.

23. Novitasary MD, Mayalu N, Kowengian S. Hubungan antara aktivitas fisik dengan obesitas pada wanita

subur peserta JAMKESMAS di Puskesmas Wawonasa Kecamatan Singkil Manado. J e-Biomedik.

2013;1(2):1040-6.
24. Mukherjee B, Hossain CM, Mondal L, Paul P, Ghosh MK. Obesity and insulin resistance: an abridged

molecular correlation. Lipid Insights. 2013;6:1–

11.Availableat:http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25278764. Accessed on May 06,2017.

25. Gbary AR, Kpozehouen A, Houehanou YC, Djrolo F, Amoussou MPG, Tchabi Y, et al. Prevalence and

risk factors of overweight and obesity: findings from a cross-sectional community-based survey in

Benin. Global Epidemic Obesity. 2014;2:3. Available at: http://www.hoajonline.com/journals/pdf/20

52-5966-2-3.pdf. Accessed Mei 07,2017.

26. Mistry sk, Puthussery s. Risk factors of overweight and obesity in childhood and adolescence in south

Asian countries: a systematic review of the evidence. J public health. 2015.

27. Rajabi R, Seidi F, Mohamaadi F. Which method is accurate when using the flexible ruler to measure the

lumbar curvature angle? Deep point or mid point of arch; World Applied Sciences. 2008;4(6):849-52.

28. Onis MD, Garza C, Onyango AW, Brorghi E. Comparison of the who child growth standarts and the

cdc 2000 growth chart. J nutr. 2007;137:144-8.

29. Kisner C, Colby LA. Therapeutic Exercise5th edition. Philadepia : F.A.

Davis Company. 2007;5:394-5.

30. WHO. Waist circumference and waist-hip ratio; Geneva. 2008. Available

at:http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/44583/1/9789241501491_eng.pdf. Accessed on May 07,

2017.

31. McAnany SJ, Patterson DC, Overley S, Alicea D, Qureshi SA. The Effect of Obesity on the

Improvementin Health State Out comes following Minimally Invasive Transforaminal Interbody

Fusion. J Global Spine. 2016;6:744–8.

32. Harkani, Ilyas M, Liyadi F, Idris N, Muis A,Seweng A. Correlation on lumbosacral angle on the degree

nerve root suppesion on HNP patients based on MRI examination. Makassar: FK Hassanudin. 2012.

33. Assessing Your Weight and Health Risk. Available

at: http://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/lose_wt/risk.htm accesed on Desember 1, 2017

34. Abdominal obesity and your health. Available at: http://www.health.harvard.edu/family-health-

guide/abdominal-obesity-and-your-health Accessed on Desember 1, 2017


35. Zhang C, Rexrode KM, van Dam RM, Li TY, Hu FB. Abdominal obesity and the risk of all-cause,

cardiovascular, and cancer mortality: sixteen years of follow-up in US women. Circulation.

2008;117:1658-67.