Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH PENGUNAAN OBAT PIRACETAM DAN CITICOLINE TERHADAP

STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) HAJI MAKASSAR

Asrul Ismail, Gemy Nastity Handayany, Andi Tantri Nurul Mukmin


Jurusan Farmasi FKIK, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Email: asrul.ismail@uin-alauddin.ac.id

Stroke termasuk dalam penyakit cerebrovascular (pembuluh darah otak) yang ditandai
oleh kematian pada jaringan otak (infark cerebral) yang diakibatkan dari berkurangnya pasokan
aliran darah dan oksigen ke otak. Telah dilakukan penelitian pengaruh penggunaan obat
piracetam dan citicoline terhadap stroke iskemik. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh
penggunaan obat piracetam dan citicoline terhadap stroke iskemik yang didapatkan melalui
metode deskriptif retrospektif dengan menggunakan parameter GCS (Glasglow Coma Scale)
dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling kemudian dianalisis
menggunakan software SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 52 pasien
stroke memenuhi kriteria inklusi, 46 orang (88,5 %) yang menggunakan piracetam dan 6 orang
(11,5 %) yang menggunakan citicoline. Analisis uji wilcoxon menunjukkan bahwa ada
perbedaan yang bermakna pada GCS awal dan GCS akhir yaitu sebesar 0,000 (nilai p < 0,05).
Berdasarkan data statistik disimpulkan bahwa penggunaan terapi tunggal piracetam atau
citicoline memberikan pengaruh positif.

Kata kunci : Stroke iskemik, piracetam dan citicoline, GCS (Glasglow Coma Scale)

PENDAHULUAN
Stroke merupakan penyakit bertambahnya usia. Bertambahnya usia
cerebrovasculer yang terjadi secara tiba- menyebabkan aterosklerosis dan
tiba akibat terhentinya suplai darah ke otak penumpukan kolesterol di dinding pembuluh
karena sumbatan (stroke iskemik) ataupun darah yang menyebabkan terjadinya stroke.
perdarahan (stroke hemoragik). Stroke Pada usia tua insiden terserang stroke jauh
iskemik terjadi karena aliran darah ke otak lebih tinggi pada perempuan dibanding laki-
terhenti karena aterosklerosis atau bekuan laki. Pada laki-laki cenderung terkena stroke
darah yang telah menyumbat suatu iskemik, sedangkan wanita lebih sering
pembuluh darah sehingga akan menderita perdarahan subarachnoid dan
mengganggu suplai oksigen dan nutrisi ke kematiannya 2 kali lebih tinggi dibandingkan
otak. Penyakit ini terjadi peningkatan setiap laki-laki. Meskipun resiko mengalami stroke
tahunnya berdasarkan data AHA (American lebih tinggi pada pria dibanding wanita,
Heart Association) 2015 dan The UK tetapi resiko meninggal dunia akibat stroke
(United Kingdom) Stroke Forum 2015. lebih tinggi pada wanita dibanding
Serangan stroke terjadi pada pria pria.Ancaman stroke lebih besar pada
maupun wanita, resiko mengalami stroke wanita, mengingat semakin tingginya
akan semakin meningkat seiring dengan harapan hidup pada wanita. Meskipun

JF FIK UINAM Vol.5 No.1 2017


gender tidak membedakan penyakit stroke, dan berbagai fungsi atau respon motorik
namun diduga aktivitas yang rendah yang terhadap berbagai stimulus. GCS mudah
membuat wanita rentan terkena dan normatif, dipakai luas karena mudah
stroke.Mayoritas stroke menyerang orang pelaksanaannya, tidak hanya dokter yang
berusia diatas 50 tahun. Namun, dengan dapat melaksanakannya pemeriksaan itu,
pola makan dan jenis makanan yang ada tetapi juga perawat yang terlatih.
sekarang ini, tidak menutup kemungkinan Pemeriksaannya juga dapat diulang-ulang
stroke bisa menyerang mereka diusia dari waktu ke waktu sebagai sarana
muda.Penyakit ini banyak menyerang orang observasi.Kelebihan GCS adalah
lanjut usia karena gaya hidup yang tidak menggunakan angka-angka, jadi bila ada
sehat pada usia mudanya. Gaya hidup tidak penurunan skor, dapat dianggap ada
sehat seperti mengkonsumsi makanan penurunan derajat kesadaran. Hal ini dapat
cepat saji yang mengandung banyak dipakai sebagai prediksi kemungkinan
kolesterol, sedikit olahraga, kurang istirahat, sembuh tidaknya seorang pasien.
dan lainnya. Bila penderita dapat Kekurangan GCS yaitu tidak dapat
diselamatkan, biasanya penderita digunakan pada anak berumur dari 36
mengalami kelumpuhan di anggota bulan(Pudjiastuti. 2011).
badannya, hilangnya sebagian ingatan atau Piracetam meningkatkan
kemampuan bicara. Hal ini terjadi karena deformabilitas eritrosit yang merupakan
ada penyumbatan dan kerusakan di elastisitas dan kemampuan sel darah merah
pembuluh darah yang menuju ke otak melewati mikrovaskuler tanpa mengalami
(Kurniawati. 2014). perubahan bentuk dan fungsi. Dengan
Serangan awal stroke iskemik meningkatnya deformabilitas eritrosit maka
umumnya berupa gangguan kesadaran, akan mempermudah aliran darah melewati
bingung, sulit konsentrasi, disorientasi. pembuluh darah otak yang kecil sehingga
Pasien stroke yang mengalami penurunan memperbaiki keadaan iskemia (Praja, dkk.
kesadaran dapat dilakukan pengkajian 2013).
neurologik yang termasuk didalamnya GCS Citicoline sebagai neuroprotektan
(Glasglow Coma Scale). GCS merupakan pada level neuronal adalah memperbaiki
standar Internasional yang dipergunakan membran sel dengan cara menambah
secara luas termasuk di Indonesiadan sintesis phosphatidylcholine yang
digunakan untuk menilai tingkat kesadaran merupakan komponen utama membran sel
pasien dengan menilai respon pasien terutama otak. Meningkatnya sintesis
terhadap pembukaan mata, fungsi verbal phosphatidylcholine akan berpengaruh

JF FIK UINAM Vol.5 No.1 2017


pada perbaikan fungsi membran sel yang Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Makassar
mengarah pada perbaikan sel (Doijad, dkk. yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang
2012). diamati berupa data klinik, data
laboratorium, dan data demografi yang
METODE PENELITIAN
diperoleh dari rekam medik pasien dan
Populasi dan sampel dicatat melalui lembar pengumpulan data.
1. Populasi Penelitian 3. Pengolahan Data
Setelah semua data didapatkan,
Populasi adalah semua data pasien
selanjutnya dilakukan tabulasi berdasarkan
yang diperoleh dari rekam medik pasien
kriteria yang sudah ditentukan. Data yang
stroke di Instalasi rawat inap Rumah Sakit diperoleh dilakukan pengolahan data
Umum Daerah (RSUD) Haji Makassar yaitu dengan cara editing, coding, entry data,
tabulasi dengan menggunakan komputer.
sebanyak 60 pasien.
4. Analisis Data

2. Sampel Penelitian Analisis data dilakukan berdasarkan


hasil penelitian dengan menggunakan
Sampel adalah data pasien stroke
metode statistik deskriptif yang
iskemik yang diperoleh dari rekam medik menggambarkan pengaruh penggunaan
pasien stroke di Instalasi rawat inap Rumah piracetam dan citicoline terhadap stroke

Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Makassar iskemik meliputi jenis kelamin, usia, lama
perawatan, GCS (Glasglow Coma
yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi
Scale)dan riwayat penyakit penyerta yaitu
sesuai Rumus Slovin sebanyak 52 pasien. hipertensi, diabetes mellitus, dislipidemia
Prosedur kerja dan penyakit jantung koroner. Analisis data
1. Tahap Persiapan menggunakan program software SPSS
Pada tahap persiapan ini akan (Statistical Package for the Social Sciences)
diawali dengan studi kepustakaan, dan versi 22.
mengumpulkan informasi terkait stroke yang HASIL PENELITIAN
dibutuhkan. 1. Karakteristik Responden
2. Tahap Penelitian Responden dalam penelitian ini
Tahap penelitian dimulai dari adalah data rekam medik pasien stroke
pengambilan dan pengelompokkan sampel. iskemik yang terbagi menjadi 2 yaitu: jenis
Pengambilan sampel berdasarkan dari kelamin dan usia.
catatan medik pasien rawat inap di Rumah

JF FIK UINAM Vol.5 No.1 2017


a. Jenis Kelamin dan Usia Tabel 3 Profil GCS (Glasglow Coma Scale)
Karakteristik responden (pasien) di pada Penggunaan Piracetam dan Citicoline
Instalasi Rawat Inap RSUD Haji Makassar Terhadap Stroke Iskemik
dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Kategori GCS Kategori GCS
Sebelum Terapi Setelah Terapi
Kategori
Tabel 1 Profil Subyek Penelitian No Jenis Kelamin Jenis Kelamin
GCS
Laki- Perem Laki- Perem
Berdasarkan Jenis Kelamin dan usia Pasien Laki puan Laki puan
Compos
1. 1 34 2 48
Stroke Iskemik di Instalasi Rawat Inap mentis
2. Apatis 1 14 1 1
RSUD Haji Makassar 3. Somnolent 1 1 0 0
4. Delirium 0 0 0 0
5. Stupor 0 0 0 0
Jenis Kelamin 6. Coma 0 0 0 0
No Usia Laki-Laki Perempuan Total 3 59 3 49
Piracetam Citicoline Piracetam Citicoline
37-45 Sumber: Data Sekunder
1. 1 0 3 0
Thn
46-54 Keterangan:
2. 0 0 9 2
Thn
55-63 Total skor GCS dapat diklasifikasikan :
3. 0 0 12 0
Thn
64-72 a. Skor 15-14 : compos mentis
4. 2 0 13 1
Thn
73-81 b. Skor 13-12 : apatis
5. 0 0 4 2
Thn
82-90 c. Skor 11-10 : somnolent
6. 0 1 2 0
Th
Total 3 1 43 5 d. Skor 9-7 : delirium
Sumber: Data Sekunder e. Skor 6-4 : stupor
2. Analisis Univariat f. Skor 3 : coma
a. Jumlah Diagnosis Penyakit Penyerta
Pada Pasien Stroke Iskemik PEMBAHASAN
Tabel 2 Distribusi berdasarkan Jumlah Terdapat dua tujuan spesifik untuk
Diagnosis Penyakit Penyerta pada Pasien pengobatan stroke iskemik akut, yaitu
Stroke Iskemik di Instalasi Rawat Inap di pemulihan aliran darah dan peningkatkan
kelangsungan hidup sel-sel dari jaringan
Diagnosis Jenis Kelamin
No Penyakit Laki-Laki Perempuan saraf setelah cedera pada sistem saraf
Pirace Citicol Pirace Citicol
Penyerta tam ine tam ine
1. HT 2 1 31 4 pusat..
2. HT, PJK 1 0 8 0
3. HT, DM 0 0 4 0 Pasien dengan GCS (Glasglow
HT, DM,
4.
Dislipidemia
0 0 1 0 Coma Scale) GCS 14-15 (E4M5V5 atau
Total 3 1 44 4
E4M6V5) ialah pasien yang masuk dalam
RSUD Haji Makassar
kategori compos mentis yaitu kesadaran
Sumber: Data Sekunder
normal, sadar sepenuhnya, dapat
b. Profil GCS (Glasglow Coma Scale)
menjawab semua pertanyaan tentang
pada Penggunaan Piracetam dan
keadaan sekelilingnya. Pasien dengan nilai
Citicoline Terhadap Stroke Iskemik

JF FIK UINAM Vol.5 No.1 2017


GCS 12-13 (E3M5V4 atau E4M5V4) Terapi obat yang diberikan pada
ialahpasien yang masuk dalam kategori pasien yaitu injeksi citicoline berfungsi
apatis yaitu keadaan kesadaran yang segan sebagai neuroprotectan, citicoline
untuk berhubungan dengan sekitarnya, meningkatkan kerja formation reticularis dari
sikapnya acuh tak acuh, aphasia sensorik batang otak terutama sistem pengaktifan
(ketidakmampuan untuk mengerti formation reticularis ascendens yang
pembicaraan orang lain, namun masih berhubungan dengan kesadaran. Citicoline
mampu mengeluarkan perkataan dengan mengaktifkan sistem pyramidal dan
lancar, walau sebagian diantaranya tidak memperbaiki kelumpuhan sistem motorik
memiliki arti). Pasien dengan nilai GCS 11 dan menaikkan konsumsi oksigen dari otak
(E3M5V3) ialah pasien yang masuk dalam serta memperbaiki metabolisme otak.
kategori somnolent yaitu kesadaran Injeksi ranitidin untuk mengatasi stress ulser
menurun, respon psikomotor yang lambat, pasien ketika masuk rumah sakit, injeksi
mudah tertidur, namun kesadaran dapat berthyco® dan injeksi mecobalamin
pulih bila dirangsang (mudah dibangunkan) digunakan untuk neuropati perifer.
tetapi jatuh tertidur lagi, mampu memberi Berdasarkan data rekam medik
jawaban verbal, hemiparesis sinister/dexter kesehatan (RMK) pasien didapatkan data
(lemah badan sebelah kiri/kanan). Tidak demografi meliputi jenis kelamin dan usia.
didapatkan pasien yang kategori GCS Pasien stroke iskemik dengan jenis kelamin
berupa delirium, stupor ataupun coma. perempuan lebih besar dibandingkan laki-
Terapi neuroprotektan yang laki yaitu 48 (92,3 %) responden dan 4 (7,7
diberikan pada 52 pasien stroke iskemik di %) responden (Tabel 3.1). Berdasarkan
Instalasi Rawat Inap RSUD Haji Makassar hasil uji chi square nilai p = 0,000. Nilai ini
terdiri dari terapi citicoline dan piracetam lebih kecil dari α = 0,05 yang
dengan terapi tunggal atau pergantian obat menggambarkan bahwa ada pengaruh
yang nama patennya berbeda namun antara jenis kelamin dengan stroke iskemik
komposisinya tetap mengandung piracetam dengan kata lain, hipotesis alternatif (Ha)
seperti pratropil® dan benocetam® serta diterimadan hipotesis nol (H0) ditolak. Jenis
neuroline® yang memiliki komposisi kelamin dalam hal ini sangat mempengaruhi
citicoline. Terapi tunggal yaitu penggunaan stroke iskemik. Jenis kelamin merupakan
piracetam atau citicoline Tidak didapatkan faktor resiko yang tidak dapat diubah. Laki-
terapi kombinasi antara piracetam dan laki cenderung untuk terkena stroke lebih
citicoline maupun pergantian obat dari tinggi dibandingkan wanita dengan
piracetam ke citicoline atau sebaliknya. perbandingan 1,3 : 1, kecuali pada usia

JF FIK UINAM Vol.5 No.1 2017


lanjut laki-laki dan wanita hampir tidak (vertigo), perubahan kesadaran dan
berbeda. Faktor resiko dengan jenis keadaan ini dapat menjadi reversibel bila
kelamin perempuan akan meningkat pada tekanan darah diturunkan.
masa transisi menopause. Pada masa Hubungan hipertensi dan stroke
transisi tersebut terjadi penurunan memiliki kaitan yang sangat erat. Hipertensi
konsentrasi estrogen sebanyak 60 %. merupakan penyebab lazim dari stroke,
Penurunan kadar estrogen menyebabkan hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya
penurunan katabolisme LDL (Low Density maupun menyempitnya pembuluh darah
Lipoprotein) dan ambilan HDL(High Density otak.
Lipoprotein)hepatik sehingga menyebabkan Hubungan penyakit jantung dengan
resiko terjadinya aterosklerosis. stroke terjadi jika sepotong ateroma
Berdasarkan usia pasien masuk menjauh dari dinding arteri anda maka
rumah sakit (MRS) dengan diagnosis stroke dapat menyebabkan terjadinya gumpalan
iskemik terbanyak pada instalasi rawat inap darah sehingga proses penyumbatan darah
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji terjadi. Jika gumpalan darah tersebut
Makassar menunjukkan 64 – 72 tahun menyumbat suplai darah menuju jantung,
sebanyak 16 ( 30,8 %) responden (Tabel maka terjadilah yang dinamakan serangan
3.2). Namun, pada kategori usia 46-54 jantung. Jika gumpalan darah tersebut
tahun sebanyak 11 (21,2 %), dimana menyumbat suplai darah menuju otak, ini
kategori usia ini termasuk dalam usia adalah stroke iskemik. Jika memiliki fibrilasi
produktif. Resiko stroke dimulai pada usia atrium (AF) maka resiko stroke akan
35 tahun, setiap kenaikan sepuluh tahun meningkat sekitar empat sampai dengan
resiko stroke juga semakin meningkat. lima kali, karena filbrilasi atrium (AF) dapat
Resiko stroke menjadi dua kali lipat pada meningkatkan resiko terbentuknya
usia setelah 55 tahun. gumpalan darah di dalam jantung.
Hipertensi dalam hal ini sangat Pada penderita diabetes, kontrol
mempengaruhi stroke iskemik. Adapun yang paling penting adalah kontrol terhadap
kategori krisis hipertensi yang banyak kadar glukosa dan dianjurkan mencapai
dialami pasien stroke iskemik ialah nilai hampir normal untuk mengurangi
hipertensi emergensi. Hipertensi emergensi komplikasi vaskular. Diabetes melitus
dalam hal ini hipertensi ensefalopati yaitu mempercepat terjadinya aterosklerosis baik
terjadi pada normotensi yang tekanan pada pembuluh darah kecil (mikroangiopati)
darahnya mendadak naik menjadi 160/100 maupun pembuluh darah besar
mmHg disertai dengan keluhan sakit kepala (makroangiopati). Kadar glukosa darah

JF FIK UINAM Vol.5 No.1 2017


yang tinggi pada stroke akan memperbesar CAST (Chinese Acute Stroke Trial)
Collaboration Group. CAST:
meluasnya area infark karena terbentuknya
Randomized Placebo-Controlled
asam laktat akibat metabolisme glukosa Trial of Early Aspirin use in 20.000
patients with acute ischemic stroke.
yang dilakukan secara anaerob yang
Lancet.2010. h. 1641-1649.
merusak jaringan otak. Diagnosis penyakit
Davalos A, Alvarez-Sabín J, Castillo J,
penyerta ini akan berkaitan dengan terapi Díez-Tejedor E, Ferro J, Martínez-
Vila E, et al. Citicoline in the
yang akan diberikan pada pasien. Semakin
Treatment Of Acute Ischemic
kompleks diagnosis penyakit penyertanya Stroke: An International,
Randomised, Multicentre, Placebo
maka akan semakin banyak terapi yang
Controlled Study (ICTUS Trial).
akan diberikan, sehingga perlu adanya Lancet. Volume 39 No. 9. 2012.
pengawasan akan terapi yang diberikan. Dipiro, Joseph T. Pharmacotherapy A
Phatophysiologic Approach Seven
Edition. US of America: The
KESIMPULAN McGraw-Hill Companies.2008.
Seluruh pasien stroke iskemik Doijad, R.C., Pathan, A.B., Pawar, N.B.,
Baraskar, S.S., Maske, V.D. dan
sebanyak 52 pasien di Instalasi Rawat Inap Gaikwad, S.L.Therapeutic
Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar, Applications Of Citicoline And
Piracetam As Fixed Dose
sebanyak 46 pasien (88,5%) menggunakan Combination. Journal of Pharma and
piracetam dan 6 pasien (11,5%) Bio Science.2012. h. 15-20.
menggunakan citicoline. Esse, K et. al. Epidemic Of Illicit Drug Use,
Mechanisms Of Action/Addiction
Pasien yang menggunakan And StrokeAs A Health Hazard.
piracetam dan citicoline menunjukkan Malaysia: Sage Publication.2011.
adanya perbaikan fungsi neurologi dilihat Gilroy, J. Basic Neurology 3rd ed. New
York: McGraw Hill. 2012. h. 77,
berdasarkan parameter GCS (Glasglow 225.
Coma Scale) berupa respon mata, respon Ikawati, Zullies. Farmakoterapi Penyakit
verbal dan respon motorik. Sistem Syaraf Pusat. Yogyakarta:
Bursa Ilmu.2012.
DAFTAR PUSTAKA
International Stroke Trial Collaborative
Alawneh, J., Clathwrthy, P., Morris, R., dan Group. The International Stroke
Warburton, E.Clinical Evidence: (IST): a Randomized Trial of Aspirin,
Stroke Management, Subcutaneous Heparin, Both, or
Neuroprotective Agents. Publishing Neither Among 19,435 patients with
Group. 2008. Acute Ischemic Stroke. Lancet.2010.
American Hearth Association. Guidelines h. 1569-1581.
For the Primary Prevention of Karuniawati, Hidayah, Zullies Ikawati, Abdul
Stroke. Tersedia dalam Gofir. Pencegahan Sekunder Untuk
http://stroke.ahajournals.org (diakses Menurunkan Kejadian Stroke
pada tanggal 9 Februari 2015). Berulang Pada Stroke Iskemik
Volume 5 Nomor 1. Yogyakarta:

JF FIK UINAM Vol.5 No.1 2017


Fakultas Farmasi, Unversitas Spaer, Tria Anisa; Teti S. Tuloli; Nur
Gadjah Mada.2015. h. 14. Rasdianah. Jurnal Research Journal
of Pharmaceutical, Biological and
Milani, Massimo. Citicoline as Codjuvant
Chemical Sciences. ISSN: 0975-
Treatment of Cognitive
8585. Pengaruh Pirasetam dan
Impairment in Chronic Degenerative
Sitikolin pada Kemampuan Motorik
Central Nervous System Disease
Penderita Stroke di Rumah Sakit
and in Ischemic Stroke: A Review Of
Islam Kota Gorontalo dengan
Available Data. Journal of
Parameter GCS (Glasglow Coma
Medicine And Medical Science
Scale). 2013.
Research. Volume 2.2013.
Syifa, Nailis, Zullies Ikawati, Inayati. Kajian
Okthavia, WShindy. Hubungan Antara
Efektivitas Penggunaan Pirasetam
Dukungan Sosial Keluarga
dan Sitikolin Pada Pasien Stroke
Terhadap Tingkat Self Esteem Pada
Dengan Menggunakan The National
Penderita Pasca Stroke. Jurusan
Institute of Health Stroke Scale
Psikologi Pendidikan dan
(NIHSS) Di Bangsal Rawat Inap RS
Perkembangan.2014.
PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Praja, Dini Setiya, Didik Hasmono, Nailis Yogyakarta: Fakultas Farmasi,
Syifa. Studi Penggunaan Obat Universitas Gadjah Mada.2010.
Neuroprotektan Pada Pasien Stroke
Tjokronegoro. Metodologi Penelitian Bidang
Iskemik Di Rumah Sakit Umum Dr.
Kedokteran. Jakarta: Balai Penerbit
Saiful Anwar Malang Pharmacy
Fakultas Kedokteran Universitas
Vol.10 No. 02 Issn 1693-3591
Indonesia.2013.
Malang: Program Studi Farmasi
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Trent MW, John T, Sung CT, Christopher
Muhammadiyah Malang.2013. h. GS, Sthepen MT.
153-154. Pathophysiology, Treatment, Animal
And Celular Models Of Human
Pudjiastuti, Ratna Dewi. Penyakit Pemicu
Ischemic Stroke. Molecular
Stroke. Jogjakarta: Nuha
Neurodegeneration.2011.h. 6-11.
Medika.2011. h. 152, 165-167.
Wotton, C., dan Philips, B. Stroke:
Reslina, Isra, Dedy Almasdy, Armenia.
Piracetam had no Clear Effect on
Hubungan Pengobatan Stroke
Death or Dependency. Oxford: The
Dengan Jenis Stroke Dan Jumlah
Cochrane Library Issue 2. 2009.
Jenis Obat. Padang: Fakultas
Farmasi, Universitas Andalas.2012. Yuliani, Fadma., Fadil Oenzil., Detty Iryani.
Hubungan Berbagai Faktor Resiko
Rosjidi, Cholik Harun, Laily Isro’in.
Terhadap Kejadian Penyakit
Perempuan Lebih Rentan Terserang
Jantung Koroner pada Penderita
Penyakit Kardiovaskular. Ponorogo:
Diabetes Melitus Tipe 2. Padang:
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Universitas Andalas.2014.
Muhammadiyah.2014.

JF FIK UINAM Vol.5 No.1 2017